Anda di halaman 1dari 13

HUBUNGAN TEORI PERILAKU KONSUMEN DAN TEORI

PERILAKU PRODUSEN DENGAN ELASTISITAS PENAWARAN


DAN PERMINTAAN

Dibuat oleh :
Kelas :
NIM :

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI TOTAL WIN SEMARANG


2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebelum memahami akan konsep elastisitas dan teori
pasar itu sendiri, kita harus tahu interaksi antara harga

permintaan dan penawaran akan menciptakan keseimbangan


pasar.

Elastisitas

itu

pun

merupakan

reaksi

terhadap

panjualan dikarenakan perubahan harga kurva-permintaan


dan penawaran memperlihatkan bagaimana reaksi pembeli
dan penjual (dalam hal banyak sedikitnya) jumlah yang mau
membeli atau dijual terhadap perubahan harga.
Dan semua itu tak lepas dari konsumen. Perilaku
permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan
dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: pendapatan,
selera konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang lain
tidak berubah (ceteris paribus).
B. Tujuan
Agar kita dapat memehami arti dari permintaan ,
penawaran dan apa yang di inginkan konsumen pada
umumnya.

Memahami

bagaimana

proses

permintaan

penawaran yang tentunya melibatkan konsumen dalam


pasar. memahami hubungan yang terjadi antara permintaan
dan penawaran dalam pasar itu sendiri yang melibatkan
komsumen dan produsen

BAB II
PEMBAHASAN
A. TEORI PERILAKU KONSUMEN
Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan
jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya:

pendapatan, selera konsumen, dan harga barang, disaat


kondisi yang lain tidak berubah (ceteris paribus).
1. Pengertian dan Beberapa Asumsi Utama
a. Barang
Barang adalah benda dan jasa yang dikonsumsi untuk
memperoleh manfat atau kegunaan. Barang yang
dikonsumsi mempunyai sifat makin banyak dikonsumsi
makin besar manfaat yang diperoleh (good), contoh :
pakaian.

Tetapi

ada

juga

sesuatu

yang

apabila

konsumsinya ditambah justru mengurangi kenikmatan


hidup (bad), contoh : penyakit.
b. Utilitas (Utility)
Utilitas (utility) adalh manfaat yang diperoleh karena
mengonsumsi barang dan merupakan ukuran manfaat
suatu

barang

dibanding

dengan

alternatif

penggunaannya. Utilitas total (total utility) adalah


manfaat total dari seluruh barang yang dikonsumsi.
Utilitas marginal (Marginal utility) adalah tambahan
manfaat yang diperoleh karena menambah konsumsi
sebanyak satu unit barang.
c. Hukum Pertambahan Manfaat yang Makin Menurun (The
Law of Diminishing Marginal Utility)
Hal ini dilihat dari makin menurunnya nilai utilitas
marginal. Analisis ini dikenal sebagai analisis marjinal
(marginal analysis). Hukum ini disebut Hukum Goosen
(Gossen Law). Berasal dari seorang ekonom bernama
Herman Heinrich Goosen.
d. Konsistensi Preferensi (Transitivity)

Konsep ini berkaitan dengan kemampuan konsumen


menyusun prioritas pilihan agar dapat mengambil
keputusan. Ada dua sikap yang berkaitan yaitu lebih
suka

(prefer)

dan

atau

sama-sama

disukai

(indifference).
e. Pengetahuan Sempurna (Perfect Knowledge)
Konsumen
pengetahuan

diasumsikan
yang

memiliki

sempurna

keputusan konsumsinya,

informasi

berkaitan

misalnya

atau

dengan

kualitas

barang,

kapasitas produksi, teknologi yang digunakan dan


harga pasar.
2. Pendekatan Perilaku Konsumen
Pendekatan untuk mempelajari

parilaku

konsumen

dalam menkonsumsi suatu barang. Dibagi menjadi dua


yaitu
a. Pendekatan Kardinal
Pendekatan kardinal didasarkan pada asumsi bahwa
tingkat kepuasan
yang diperoleh konsumen dari mengkonsumsi barang
dapat diukur dengan satuan tertentu seperti rupiah,
jumlah,

unit atau buah dan lain-lain. Semakin besar

jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin


tinggi tingkat kepuasannya. Konsumen yang rasional
akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya
pada tingkat pendapatan

yang dimilikinya. Besarnya

nilai kepuasan akan sangat bergantung pada individu


(konsumen) yang bersangkutan.
Konsumen dapat mencapai kondisi equilibrium atau
mencapai kepuasan yang maksimum apabila dalam
membelanjakan pendapatannya mencapai kepuasan
yang sama pada berbagai barang. Tingkat kepuasan

konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan total


(total utility) dan kepuasan tambahan (marginal utility).
Kepuasan total adalah kepuasan menyeluruh yang
diterima oleh individu dari mengkonsumsi sejumlah
barang atau jasa. Sedangkan kepuasan tambahan
adalah

perubahan

total

per

unit

dengan

adanya

perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumsi.


b. Pendekatan Ordinal
Pendekatan ordinal mengasumsikan bahwa konsumen
mampu meranking/membuat urutan-urutan kombinasi
barang yang akan dikonsumsi berdasarkan kepuasan
yang akan diperolehnya tanpa harus menyebutkan
secara absolut.
Pendekatan ordinal digunakan dengan menggunakan
analisis kurva indiferensi. Kurva indiferensi adalah kurva
yang menunjukkan berbagai titiktitik kombinasi dua
barang yang memberikan kepuasan yang sama.
Mengukur kepuasan konsumen dengan pendekatan
kurva indiferensi didasarkan pada 4 (empat) asumsi,
yakni:
Konsumen memiliki pola preferensi akan barangbarang konsumsi yang dinyatakan dalam bentuk peta

indiferensi
Konsumen memiliki dana dalam jumlah tertentu
Konsumen selalu berusaha untuk mencapai

kepuasan maksimum
Semakin jauh dari titik

origin,

maka

kepuasan

konsumen semakin tinggi


B. TEORI PERILAKU PRODUSEN
produksi dapat kita lihat dimana saja,Yang dimaksud
dengan teori produksi adalah kegiatan yang membuat
barang-barang,produksi juga sangat berkaitan dengan nilai

guna

suatu

produksi

barang.Di

tertentu

dalam

yang

produksi

harus

terdapat

dijalani

proses

sehingga

bias

menghasilkan barang yang berguna.


Di dalam menganalisis teori produksi, kita mengenal 2
hal:
1. Produksi jangka pendek
Dalam

membahas

membedakan

pengertian

teori

produksi

jangka

panjang

kita

perlu

dan

jangka

pendek.Jangka pendek dan jangka panjang tidak terkait


dengan lamanya waktu yang digunakan dalam proses
produksi.Produksi dalam jangka pendek bararti terdapat
satu factor produksi yang bersifat tetap,sedangkan factor
produksi

yang

lainnya

bersifat

variable(berubah-

ubah).produksi dalam jangka panjang berarti semua factor


produksi yang digunakan bersifat variable(berubah-ubah).
Dalam
teori
ekonomi,
setiap
proses
produksi
mempunyai landasan teknis yang disebut fungsi produksi.
Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang
menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah
faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah
produk

yang

memperhatikan

dihasilkan

per

harga-harga,

satuan
baik

waktu,

harga

tanpa

faktor-faktor

produksi maupun harga produk. Secara matematis fungsi


produksi tersebut dapat dinyatakan:
Y = f (X1, X2, X3, .., Xn)
Dimana Y = tingkat produksi (output) yang dihasilkan
dan X1, X2, X3, , Xn adalah berbagai faktor produksi
(input) yang digunakan. Fungsi ini masih bersifat umum,
hanya biasa menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan
tergantung dari faktor-faktor produksi yang dipergunakan,
tetapi

belum

mengenai

bias

hubungan

memberikan
antara

penjelasan

produk

dan

kuantitatif

faktor-faktor

produksi tersebut. Untuk dapat memberikan penjelasan


kuantitatif, fungsi produksi tersebut harus dinyatakan
dalam bentuknya yang spesifik, seperti misalnya:
a) Y = a + bX ( fungsi linier)
b) Y = a + bX cX2 ( fungsi kuadratis)
c) Y = aX1bX2cX3d ( fungsi Cobb-Douglas), dan lain-lain.
Dalam teori ekonomi, fungsi produksi diasumsikan
tunduk pada suatu hukum yang disebut :The Law of
Diminishing

Returns

(Hukum

Kenaikan

Hasil

Berkurang).
Hukum ini menyatakan bahwa apabila penggunaan
satu macam input ditambah sedang input-input yang lain
tetap maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap
tambahansatu unit input yang ditambahkan tadi mula-mula
naik, tetapi kemudian seterusnya menurun jika input
tersebut terus ditambahkan
Dari hukum tersebut dapat disimpulkan bahwa tahapan
produksi seperti yang dinyatakan dalam The Law of
Diminishing Returns dapat dibagi ke dalam tiga tahap,
yaitu :
a. produksi total dengan increasing returns,
b. produksi total dengan decreasing returns, dan
c. produksi total yang semakin menurun.
Disamping analisis tabulasi dan analisis grafis mengenai
hubungan antara produk total, produk rata-rata, dan
produk marginal dari suatu proses produksi seperti diatas,
dapat pula digunakan analisis matematis. Sebagai contoh,
misalnya dipunyai fungsi produksi :
Y = 12X2 0,2 X3,
dimana :
Y = produk
X = faktor produksi.

2. Produksi jangka panjang


Sebagaimana telah dijelaskan,produksi dalam jangka
panjang

tidak

terkait

dengan

jangka

waktu

proses

produksi,tetapi lebih kepada sifat factor produkdi yang


digunkan . Dalam jangka panjang semua factor produksi
yang digunakan bersifat variable atau berubah-ubah.untuk
mempelajari produksi dalam jangka panjang kiata akan
mempelajari kurva isoquant dan jumlah produk optimal.
a.

Isoquant atau Isoproduk


Kurva isokuant atau isoproduk adalah kurva tempat
kedudukan titik-titik yang menunjukan kombinasi dua
factor produksi untuk menghasilkan tingkat produksi

b.

yang sama.
Produksi optimal
Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep
efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Dalam teori
ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan konsep
ini.

Dipandang

dari

konsep

efisiensi

ekonomis,

pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia


dapat

menghasilkan

keuntungan

maksimum.

Untuk

menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep


efisiensi

ekonomis,

tidak

cukup

hanya

dengan

mengetahui fungsi produksi. Ada syarat lagi yang harus


diketahui,

rasio

harga

harga

input-output.

Secara

matematis, syarat tersebut adalah sebagai berikut.


Keuntungan (p) dapat ditulis : p = PY.Y -Px.X, di mana Y
= jumlah produk;
PY = harga produk;
X = faktor produksi;
Px = harga factor produksi.

C. Hubungan

Teori

Perilaku

Konsumen

dan

Teori

Perilaku

Produsen Dengan Elastisitas Penawaran Dan Permintaan


Elastisitas
adalah
reaksi
terhadap
panjualan
dikarenakan

perubahan

harga

kurva-permintaan

dan

penawaran memperlihatkan bagaimana reaksi pembeli dan


penjual (dalam hal banyak sedikitnya) jumlah yang mau
membeli atau dijual terhadap perubahan harga.
1. Elastisitas Harga Permintaan
Elastisitas Harga Permintaan adalah tingkat perubahan
permintaan terhadap

barang/jasa,

yang diakibatkan

perubahan harga barang/jasa tersebut yang dapat diukur


dengan angka-angka yang disebut koefisien elastisitas
permintaan.
Elastisitas permintaan (elasticity of demand) adalah
pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya jumlah
barang yang diminta atau tingkat kepekaan perubahan
jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga
barang. Sedangkan besar kecilnya perubahan tersebut
dinyatakan

dalam

koefisien

elastisitas

atau

angka

elastisitas yang disingkat E, yang dinyatakan dengan


rumus berikut ini.

Keterangan:
Q

: perubahan jumlah permintaan

P : perubahan harga barang


P

: harga mula-mula

Q : jumlah permintaan mula-mula


Ed : elastisitas permintaan
Dengan mengacu pada hukum permintaan dimana
hubungan antara tingkat harga dan jumlah barang yang
diminta adalah negatif, maka besarnya koefisien elastisitas

permintaan Ed adalah negatif. Untuk mengabaikan tanda


negatif tersebut, elastisitas harga dianggap positif dengan
menambahkan

nilai

mutlak

pada

formula

elastisitas

tersebut atau dikalikan dengan -1.


a. Macam-macam Elastisitas Permintaan :
In Elastis (E < 1)
Permintan in elastis terjadi jika perubahan harga kurang
berpengaruh pada perubahan permintaan. E < 1, artinya
perubahan harga hanya di ikuti perubahan jumlah yang
diminta dalam jumlah yang relatif lebih kecil. Contoh:
permintaan terhadap beras.
Elastis (E > 1)
Permintaan elastis terjadi jika perubahan permintaan
lebih besar dari perubahan harga. E > 1, artinya
perubahan

harga

diikuti

jumlah

permintaan

dalam

jumlah yang lebih besar. Contoh: barang mewah.


Unitary (E = 1 )
Permintaan elastis unitery terjadi jika perubahan
permintaan sebanding dengan perubahan harga. E = 1,
artinya perubahan harga diikuti oleh perubahan jumlah
permintaan yang sama. Contoh barang-barang elektronik
In Elastis Sempurna (E = 0)
Permintaan in elastis sempurna terjadi bilamana
perubahan harga yang terjadi tidak ada pengaruhnya
terhadap jumlah permintaan. Contoh: obat-obatan pada
waktu sakit.
Elastisitas Tak Terhingga
Perubahan harga sedikit saja menyebabkan perubahan
permintaan tak terbilang harganya.
Elastisitas busur (arc elasticity) adalah elastisitas
yang diperoleh dengan menghitung titik tengah atau
rata-rata harga dan kuantitas.
b. Hal-Hal Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan
1) Benda subtitusi.

Makin

sulit

mencari

substitusi

suatu

barang,

permintaan makininelastis.
2) Keragaman barang.
Makin banyak jumlah pemakai, permintaan akan
suatu barangmakin inelastis.
3) Jangka waktu pertimbangan.
Jangka waktu permintaan atas suatu barang juga mem
punyai pengaruh terhadap elastisitas harga. Namun ha
l ini tergantung pada apakah barangnya

durabel atau

nondurabel.
4) Bagian pendapatan yang dibelanjakan.
Bila proporsi tersebut besar, maka

permintaan

cenderung lebih e1astis.


2. Elastisitas Harga Penawaran
Elastisitas penawaran adalah

sebuah

kepekaan

seberapa besar kepekaan penawaran terhadap perubahan


harga
Rumus elastisitas penawaran

Keterangan:
Q : perubahan jumlah penawaran
P : perubahan harga barang
P : harga barang mula-mula
Q : jumlah penawaran mula-mula
Es : elastisitas penawaran

Faktor yang mempengaruhi Elastisitas Penawaran


a. Jenis produksi
Tingkat kemampuan produksi sesuatu barang untuk
mengikuti perubahan-perubahan harga. Barang-barang
yang

mampu

jumlah

produksinya

mengikuti

atau

menyesuaikan diri terhadap perubahan harga adalah


lebih elastis disbanding barang-barang yang sukar
disesuaikan
mengikuti

produksinya
perubahan

atau

harga.

yang

tidak

mampu

Oleh

karena

usaha

pertanian sangat bergantung kepada alam maka sudah


barang

tentu

penyesuaian

diri

setiap

saat

dari

produksinya akan sangat sukar terlaksana. Dengan


demikian

dapat

disbanding

dipastikan

penawaran

barang-barang

industri

lebih

yang

kecil
usaha

produksinya tidak bergantung pada alam.


b. Sifat perubahan biaya
Penawaran akan bersifat
penawaran

hanya

mengeluarkan

inelastis

dapat

biaya

bila

kenaikan

dilakukan

yang

sangat

dengan

tinggi.

Bila

penawaran dapat ditambah dengan pengeluaran


biaya

tambahan

yang

tidak

terlalu

besar,

penawaran akan bersifat elastis.


BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Elastisitas adalah reaksi terhadap panjualan dikarenakan
perubahan

harga

kurva-permintaan

dan

penawaran

memperlihatkan bagaimana reaksi pembeli dan penjual (dalam


hal banyak sedikitnya) jumlah yang mau membeli atau dijual
terhadap perubahan harga.
konsep elastisitas sangat

berhubungan

dengan

teori

konsumen, yaitu permintaan dan penawaran yang di pasar.


interaksi

antara

harga

permintaan

dan

penawaran

akan

menciptakan keseimbangan pasar. Elastisitas itu pun merupakan

reaksi terhadap panjualan dikarenakan perubahan harga kurvapermintaan dan penawaran memperlihatkan bagaimana reaksi
pembeli dan penjual.