Anda di halaman 1dari 2

Contoh Kasus Carrefour SA

Carrefor merupakan perusahaan retail yang memiliki banyak cabang di


berbagai Negara, keuntungan yang mereka dapatkan terus meningkat dari tahun
ketahun sehingga manajemen Carrefour memutuskan untuk meminjam dana untuk
melakukan ekspansi sebesar EUR13,5 miliar. Mata uang perusahaan induk adalah
EURO, masalah terjadi ketika 5 tahun terakhir nilai mata uang EURO menurun
sehingga hal ini menyebabkan perusahaan memiliki modal kerja negative sehingga
meningkatkan debt to equity ratio.
Analisis:
Dalam kasus diatas carrefour meminjam sejumalah dana untuk
mengembangkan bisnisnya sebesar EUR13,5 Miliar. Uang tersebut diinvestasikan
untuk modal kerja perusahaan kedalam asset perusahaan khususnya aset lancar
perusahaan meliputi kas, piutang, persediaan, peralatan dan aset lancar lainnya.
kebijakan investasi perusahaan berhasil hingga pada tahun ke 5 perusahaan
mengalami modal kerja yang negatif, hal itu dikarenakan nilai mata uang yang
digunakan perusahaan mengalami penurunan pada aset lancar perusahaan sedangkan
nilai hutang lancarnya cenderung bertambah. Berkurangnya aset lancar disebabkan
terus menurunnya nilai mata uang euro yang berpengaruh berkurangnya nilai kas,
piutang, persediaan, peralatan dan aset lancar lainnya yang diukur dengan
menggunakan mata uang Euro. Sedangkan nilai hutang lancar cenderung meningkat ,
hal itu disebabkan dengan meningkatnya utang usaha, utang pinjaman bank, utang
investasi lancar terhadap mata uang asing.
1. Upaya yang harus dilakukan perusahaan berkaitan dengan operating exposure.
Ada beberapa upaya untuk mengatasi penurunan mata uang asing dengan:
a. Menyamakan arus kas mata uang
Carrefour dapat mendapatkan utang dalam denominasi mata uang Euro,
selain itu menemukan pemasok bahan baku dan komponen di negara yang
menggunakan mata uang utamanya Euro. Perusahaan juga dapat melakukan
pengalihan mata uang (currency switching), yaitu perusahaan membayar pemasok
luar negeri dengan mata uang Euro.
b.

Back to back loans


Carrefour dapat melakukan satu sama lain dengan perusahaan di negara

berbeda mengatur meminjam untuk meminjam dalam mata uang satu sama lain

selama periode tertentu. Pada tanggal yang ditentukan perusahaan tersebut


mengembalikan mata uang yang dipinjam. Pertukaran semacam ini menimbulkan
lindung nilai tertutup kerugian valuta asing, karena pada saat pengembalian nilai
yang tercantum dalam neraca perusahaan akan sama.
c. Currency swap
Perusahaan dan sebuah swap dealer atau swap bank sepakat untuk
menukarkan jumlah yang ekuivalen atas dua mata uang yang berbeda pada periode
waktu tertentu.
2. Perusahaan juga dapat menggunakan metode translasi yang tepat, misalnya
carrefour menggunakan metode current rate, yaitu sebuah metode yang
mengkonversi semua asset dan kewajiban, kecuali asset tetap bersih yang
dinyatakan dengan kurs saat ini. Metode current rate merupakan metode yang
paling banyak digunakan saat ini, dan langkah- langkahnya sebagai berikut:
a.

Aset dan liabilitas ditranslasikan berdasarkan kurs nilai tukar yang

berlaku.
b. Pos-pos laporan laba rugi ditranslasikan berdasarkan kurs yang berlaku pada
tanggal pencatatan, atau setidaknya menggunakan kurs rata-rata tertimbang
selama periode tersebut.
b. Dividen (pembagian laba) ditranslasikan berdasarkan kurs yang berlaku pada
tanggal pembayaran.
c. Akun saham biasa dan modal disetor ditranslasikan berdasarkan kurs historis.
Keuntungan dari metode ini adalah keuntungan atau kerugian akibat translasi
tidak diakui dalam laporan laba rugi, namun langsung diakui kedalam pos cadangan,
sehingga dapat mengurangi volatilitas laba yang diharapkan.