Anda di halaman 1dari 4

PROBLEM

Bab. 2. Informasi Akuntansi


Pertanyaan Review
Dr. Mamduh M. Hanafi, M.B.A dan Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A.,Akt, 2016, Analisis
Laporan Keuangan, UPP STIM YKPN, Yogyakarta

1. Berikut ini data PT Akbar untuk periode satu tahun yang berakhir 31 Desember
Penjualan Kredit
100.000
Harga Pokok Penjualan
70.000
Pengumpulan piutang
60.000
Pembelian barang dangan dengan kredit
50.000
Pembayaran untuk pembelian
55.000
Deviden dibayarkan
40.000
Pembayaran gaji pegawai
20.000
a. Pendapatan dengan metode accrual basis!
Pengakuan pendapatan :
Saat pengakuan pendapatan pada accrual basis adalah pada saat perusahaan
mempunyai hak untuk melakukan penagihan dari hasil kegiatan perusahaan.
Dalam konsep accrual basis menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan kas
benar-benar diterima. Makanya dalam accrual basis kemudian muncul adanya
estimasi piutang tak tertagih, sebab penghasilan sudah diakui padahal kas belum
diterima.
Pendapatan = Penjualan Kredit + Pengumpulan piutang = Rp. 160.000
b. Pendapatan dengan metode cash basis!
Pengakuan Pendapatan :
Pengakuan pendapatan, saat pengakuan pendapatan pada cash basis adalah pada
saat perusahaan menerima pembayaran secara kas. Dalam konsep cash basis
menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan munculnya hak untuk menagih.

Makanya dalam cash basis kemudian muncul adanya metode penghapusan piutang
secara langsung dan tidak mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih.
Pendapatan =

2. Standard overload
Mengapa adanya pernyataan Standard overload
Perkembangan usaha sangat berpengaruh terhadap terhadap standar akuntansi.
Semakin kompleks kegiatan usaha menjadikan standard akntansi yang dikeluarkan
menjadi yang dikeluarkan semakin kompleks. Hal ini berakibatkan timbul keluhan
bahwa standar akuntansi menjadi beban dalam penyajian laporan keuangan apalagi
bagi perusahanaan kecil. dengan munculnya berbagai pertanyaan tentang apa yang
harus diungkapkan dan yang tidak perlu diungkapkan, akuntan mulai
mengeluarkan begitu banyak standar yang cenderung mengabaikan pertimbangan
dan mengurangi permasalahan yang melibatkan prinsip akuntansi
Kontroversi utama dalam penetapan standar akuntansi adalah Peraturan siapa
yang harus dipatuhi, dan apa peraturannya? Jawaban atas pertanyaan ini tidaklah
jelas karena pemakai laporan akuntansi keuangan memiliki kebutuhan yang
beragam terhadap berbagai jenis informasi. Untuk memenuhi kebutuhan ini, dan
untuk memenuhi tanggung jawab pelaporan fidusiari, disajikan laporan keuangan
bertujuan-umum. Sebagai akibatnya, profesi akuntansi berupaya mengembangkan
seperangkat standar yang dapat diterima umum dan dipraktekkan secara universal.
Seperangkat standar dan prosedur umum ini dinamakan dengan prinsip-prinsip
akuntansi yang diterima umum (generally accepted accounting principles- GAAP)
Standar akuntansi yang terlalu banyak, terlalu sempit, dan kaku dapat berpengaruh
serius terhadap kinerja akuntan, nilai informasi yang disajikan bagi para penguna,
dan keputusan yang dibuat para manajer. Akuntan dapat kehilangan orientasinya
terhadap tugas sesungguhnya sebagai akibat banyaknya data yang diperlukan saat
memenuhi ketentuan suatu standar. Audit dapat memenuhi kegagalan, karena
akuntan dapat kehilangan fokus audit dan mungkin lupa untuk melakukan
prosedur audit. Pertentangan praktik pada kenyataannya dapat dijumpai dalam
pertemuan antara; permintaan terhadap standar profesional dengan ketidak puasan
klien perusahaan kecil terhadap beban standar yg dipaksakan terhadap mereka

3. Pihak yang terlibat dalam penyusunan standar akuntansi

Securities and Exchange Commision (SEC)

Dibentuknya SEC untuk membantu mengembangkan dan menstandardisasi


informasi keuangan yang disajikan kepada pemegang saham. SEC menjalankan
Securities Exchange Act tahun 1934 dan beberapa undang-undang lainnya. SEC
memiliki kekuasaan yang luas unutuk menentukan, dengan tingkat rincian yang
diinginkannya, praktek dan standar akuntansi yang harus dipakai oleh perusahaan
yang berada dibawah yuridiksinya. SEC mewajibkan perusahaan yang
menyampaikan laporan registrasi untuk mematuhi GAAP.
American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)
American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) yaitu organisasi
profesi nasional dari Certified Public Accountant (CPA), memiliki peran penting
dalam pengembangan GAAP. Berbagai komite dan dewan yang dibentuk sejak
berdirinya AICPA telah memberi kontribusi terhadap upaya ini antara lain:
Committee on Accounting Procedure, Accounting Principles Board dengan tujuan
utamanya yaitu:
1. Mengajukan rekomendasi prinsip akuntansi secara tertulis,
2. Menentukan praktek akuntansi yang tepat,
3. Mempersempit area perbedaan serta ketidakkonsistenan dalam praktek.
Government Accounting Standards Board (GASB)
Laporan keuangan yang dibuat oleh pemerintah lokal dan negara bagian tidak
dapat diperbandingkan dengan laporan keuanganyang dibuat oleh organisasi
bisnis biasa. Kurangnya komparabilitas ini mencuat pada tahun 1979-an ketika
sejumlah kota besar Amerika seperti New York dan Cleveland hampir bangkrut.
Akibatnya Government Accounting Standards Board (GASB) didirikan

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

Ikatan Akuntan Indonesia yang selanjutnya disebut IAI, adalah organisasi profesi
yang menaungi seluruh Akuntan Indonesia. Sebutan IAI dalam Bahasa Inggris
adalah Institute of Indonesia Chartered Accountants. IAI menjadi satu-satunya
wadah yang mewakili profesi akuntan Indonesia secara keseluruhan, baik yang
berpraktik sebagai akuntan sektor publik, akuntan sektor privat, akuntan pendidik,
akuntan publik, akuntan manajemen, akuntan pajak, akuntan forensik, dan
lainnya. IAI didirikan pada tanggal 23 Desember 1957 dengan dua tujuan yaitu 1.
membimbing perkembangan akuntansi serta mempertinggi mutu pendidikan
akuntan; dan 2. mempertinggi mutu pekerjaan akuntan. IAI bertanggungjawab

menyelenggarakan ujian sertifikasi akuntan profesional (ujian Chartered


Accountant-CA Indonesia), menjaga kompetensi melalui penyelenggaraan
pendidikan profesional berkelanjutan, menyusun dan menetapkan kode etik,
standar profesi, dan standar akuntansi, menerapkan penegakan disiplin anggota,
serta mengembangkan profesi akuntan Indonesia. IAI merupakan pendiri dan
anggota International Federation of Accountants (IFAC), organisasi profesi
akuntan dunia yang merepresentasikan lebih 3 juta akuntan yang bernaung dalam
170 asosiasi profesi akuntan yang tersebar di 130 negara. Sebagai anggota IFAC,
IAI memiliki komitmen untuk melaksanakan semua standar internasional yang
ditetapkan demi kualitas tinggi dan penguatan profesi akuntan di Indonesia. IAI
juga merupakan anggota sekaligus pendiri ASEAN Federation of Accountants
(AFA). Saat ini IAI menjadi sekretariat permanen AFA.