Anda di halaman 1dari 24

11.

KOMUNIKASI K3

11.1. PENDAHULUAN
Kejadian kecelakaan pesawat PANAM di Bali yang menabrak Gunung Batur
disebabkan oleh masalah komunikasi antara pilot pesawat dengan petugas
menara udara. Kecelakaan tersebut telah menimbulkan kerugian berupa
hancurnya pesawat dan tewasnya ratusan penumpang berkebangsaan
Jepang yang akan berlibur ke Bali. Komunikasi antar kedua pihak tersebut
mengalami hambatan dalam mengartikan ketinggian pesawat yang
diperlukan.
Demikian pula tabrakan kereta api yang terjadi bam ini. Masaiah komunikasi
memberikan andil atas kejadian tersebut. Kesalahan membaca sinya!
Wesel, rusaknya pesawat telepon penjaga pintu lintasan kereta, dan masih
banyak lagi kecelakaan yang terjadi yang disebabkan oleh masalah
komuniksi.
Kedua contoh tersebut diatas menunjukkan betapa pentingnya komunikasi,
demikian pula halnya dengan komunikasi K3. Komunikasi K3 merupakan
alat dasar dalam praktek pencegahan kecelakaan. Dengan adanya
Komunikasi K3 akan menimbulkan motivasi untuk berubah, sehingga
perilaku "kerja selamat" tumbuh dalam din setiap karyawan. Namun hal ini
kurang diperhatikan oleh manajemen atau supervisor, karena adanya
anggapan bahwa melakukan komunikasi K3 bukan tugas mereka.
Hal tersebut merupakan pandangan yang keliru, karena seorang manajer /
supervisor diharapkan untuk mendidik pelaksanaan

kerja

selamat,

memberikan nasihat dan mengingatkan cara kerja selamat guna mencegah


terjadinya kecelakaan.
Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

177

Komunikasi, apapun bentuknya/ pada dasarnya adalah hubungan timbal


balik antara pihak yang menyampaikan dengan pihak yang menerima;
antara

pembicara

dengan

pendengarnya;

antara

penulis

dengan

pembacanya; antara penayang dengan pemirsanya; antara pelakon pentas


dengan

penontonnya.

Sejak

lahir

manusia

memiliki

kemampuan

berkomunikasi yang terus berkembang, namun kecepatan dan kualitas


pengembangannya berbeda satu dengan lainnya.
Kemajuan teknologi telah mampu meningkatkan kemampuan manusia
untuk berkomunikasi. Dengan terciptanya sarana dan prasarana yang
modern memungkinkan kita berkomuniksi dengan lebih cepat, lebih jelas,
lebih lengkap dan menjangkau jarak yang semakin jauh. Namun demikian,
efektifitas dan efisiensi berkomunikasi seseorang masih ditentukan oleh
kemampuan orang itu sendiri.
Dari

uraian

tersebut

diatas,

sebetuinya

bentuk

komunikasi

dalam

keselamatan kerja sudah dilakukan, contohnya adalah adanya "five-minute


talk" (lima menit pertemuan) dari supervisor kepada karyawan sebelum
memulai pekerjaan yang bertujuan memberi petunjuk cara kerja selamat.
Namun karena penyampaiannya tidak efektif karena beranggapan bahwa
hal tersebut merupakan prosedur rutin, maka hasilnya tidak-efisien dan
efektif.

11.2. KONSEP KOMUNIKASI


Pengertian
Komunikasi berasal dari kata "communicare" yang artinya berpartisipasi
atau memberitahukan atau "communis" yang artinya milik bersama atau
berlaku dimana-mana. Pada saat ini, pengertian komunikasi banyak
macamnya antara lain:
Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

178

a) komunikasi

adalah

pertukaran

pikiran

atau

keterangan

dalam

rangka menciptakan rasa saling mengerti serta saling percaya demi


terwujudnya hubungan yang baik antara seseorang dengan orang lain.
b) komunikasi adalah pertukaran fakta, gagasan, opini atau emosi antar
dua orang atau lebih.
c) komunikasi adalah suatu hubungan yang dilakukan melalui surat, katakata, simbol atau pesan yang bertujuan agar setiap manusia yang
terlibat dalam proses dapat saling tukar menukar arti dan pengertian
terhadap sesuatu.
Dari batasan yang seperti ini . jelas bahwa tujuan utama dari komunikasi
adalah

untuk

menimbulkan

saling

pengertian,

bukan

persetujuan.

Berkomunikasi itu sulit. Lebih banyak pesan-pesan yang diterima secara


tidak dimengerti atau kurang dimengerti daripada pesan-pesan yang
diterima secara lengkap. Kesulitan ini muncul karena orang berpendapat
bahwa mereka telah mengerti ape yang sedang dibicarakan dan
menganggap berkomunikasi itu adalah hal mudah.

Proses Komunikasi
Proses komunikasi antara manusia satu dangan manusia lain secara
menyeluruh sebagaimana dapat dilihat pada skema berikut.

Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

179

UMPAN BALIK/ FEEDBACK

EKSTERNAL

SUMBER

PENYEBAR

SARANA

PESAN

SALURAN

PENERIMA
PESAN

PESAN

EFEK

MEDIUM

ENCODING

DECODING

FEEDBACK INTERNAL

*sangat penting dalam proses

Perubahanperubahan
yang terjadi
akibat dari
penyebaran
pesan yang
diterima
Efektif oleh
penerima
pesan

FEEDBACK INFERENSIAL

11.3. ELEMEN DAN PROSES KOMUNIKASI


Dalam proses komunikasi paling sedikit terdapat tiga unsur, yaitu si
penyebar pesan, pesan itu sendiri, dan si penerima pesan. Suatu
komunikasi dikatakan efektif apabila pada penyebar pesan dan penerima
pesan terdapat satu pengertian yang sama. Isi pesan yang disampaikan
oleh penyebar pesan melalui lambang yang berarti. Lambang yang
dipahami oleh mereka yang berkomunikasi ini adalah sebagai "titian" atau
"kendaraan" untuk membawa pesan kepada penerima pesan.
Dalam berkomunikasi, manusia selain menggunakan lambang, juga
mempergunakan bahasa. Di dunia manusia terdapat ribuan bahasa. Bahasa

Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

180

yang

efektif

adalah

bahasa

yang

dimengerti

oleh

mereka

yang

berkomunikasi.
Berikut adalah penjelasan dari masing-masing elemen komunikasi yang
terdapat pada diagram diatas.
a. Sumber

pesan

adalah

sumber

yang

pertama

kali

memiliki

ide/gagasan mengenai sesuatu yang akan disampaikan kepada orang


lain.
b. Penyebar

pesan

(komunikator)

menyampaikan ide/gagasan

adalah

unsur

yang

tersebut kepada orang lain. Sumber

pesan dan penyebar pesan dapat berada dalam satu tubuh, dapat pula
terpisah.
Tugas komunikator

melakukan encoding : merumuskan ide/gagasan kedalam pesan


yang sangat dimengerti.

melakukan

pemilihan

lambang

yang

digunakan

sesuai

kebutuhan.
Penentuan ini sangat penting, untuk itu penyebar pesan harus
rnengetahui kondisi dan situasi penerima pesan (komunikan).

melakukan pemilihan sarana/media

yang akan digunakan untuk

menyebarkan pesan.
c. Media/sarana adalah alat yang
untuk

dipergunakan

menyampaikan/meneruskan/menyebarkan

oleh

komunikator

pesannya

agar

sampai kepada komunikan. Media tulisan dapat berupa surat, warkat,


pos, telegram, telex, faksimil. Media iisan dapat berupa telepon, radio.
Media audio visual berupa tayangan
media/sarana

hams

ditentukan

TV.

Penentuan

jenis

sifat komunikannya, yaitu individu,

kelompok atau massa.


Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

181

d. Pesan
Syarat

komunikan

agar

komunikasi

dapat

berlangsung

efektif

sebagaimana dikemukakan oleh Wilbur Schramm, sebagai berikut:

pesan

harus

didesain dan disampaikan sedemikian

rupa

agar mendapat perhatian dari komunikan yang dikehendaki.

pesan harus menggunakan lambang-lambang yang sesuai


dengan pengalaman yang dimiliki sumber.

pesan

harus

menumbuhkan

komunikan serta
memenuhi

pesan

menyarankan

pribadi

dipihak

cara

untuk

memberi

jalan

sesuatu

kebutuhan tersebut.

harus

dapat

untuk memenuhi

menyarankan

serta

kebutuhan-kebutuhan

dengan situasi kelompok


didorong

kebutuhan

dimana

itu

yang

komunikan

sesuai

berada

dan

untuk memberikan respon yang diinginkan. Misalnya

dalam penggunaan alat pelindung diri (APD) mata, hendaknya


dijelaskan mengapa organ mata perlu dilindungi dengan APD.
Sampaikan pesan bahwa dari pengalaman
terjadi trauma

pada mata

banyak

sekali

yang sebenarnya dapat dicegah

dengan memakai APD.


e. Encoding (perumusan pesan)

merupakan satu kegiatan yang

sulit. Penuangan gagasan dan penyusunan dalam lambang yang


berarti , harus mengupayakan
yang

mungkin

sedikit

mungkin

salah

paham

timbul. Perumusan pesan dalam lambang berupa

kata/gambar/tanda ini harus dapat diterima oleh komunikan. Tidak


jarang,

kesalahanpahaman

dalam

komunikasi

terjadi

karena

keterbatasan kemampuan untuk merumuskan gagasannya kedalam


lambang yang dimengerti komunikan.

Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

182

Pemilihan lambang. Lambang terdiri dari :

bahasa;

terdapat

ribuan

bahasa.

Manusia

harus

selektif

memilihnya.

tanda; seperti rambu-rambu K3, tanda petunjuk jalan.

gambar, peta, diagram, grafik statistika; misalnya diagram strukur


organisasi.

isyarat;

kerlingan

mata,

angkat

bahu,

menggelengkan

kepala, menggerakkan bahu, mengerutkan dahi/muka.


f. Umpan balik (feedback) merupakan suatu reaksi yang timbul
dari komunikan atau dari pesan itu sendiri, yang merupakan informasi
kepada komunikator apakah pesan yang disebarkan itu efektif.
Dengan demikian komunikator dapat memperbaikinya sehingga
menjadi efektif.
g. Efek adalah suatu

perubahan

pada

komunikan sebagai akibat

bahwa komunikasi berjalan efektif.


Wujud perubahan yang dimaksud adalah :

pengertian atau perubahan pengertian

pengetahuan atau peningkatan pengetahuan

tingkah laku tertentu atau perubahan tingkah laku

prestise atau prestasi

rasa bangga, kecewa dan lain sebagainya.

11.3.1. Macam-Macam Komunikasi


Dalam kehidupan sehari-hari, jenis komunikasi dibedakan menjadi :
a. Ditinjau dari media yang dipergunakan :

komunikasi visual, seperti surat kabar, majalah, pameran, poster,


pamphlet.

Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

183

komunikasi audio, seperti radio, kaset, telepon.

komunikasi audio visual, seperti film, televisi, drama, ceramah,


sandiwara

b. Ditinjau dari hubungan sumber dan sasaran

komunikasi

langsung

communication),

seperti

atau

tatap

wawancara,

muka

(face

ceramah,

to

face

konferensi,

diskusi

komunikasi tidak langsung (indirect communication), seperti surat


menyurat, surat kabar, majalah, buku, poster dam pamphlet, sms.

c. Ditinjau dari interaksi sumber dan sasaran

komunikasi dua arah (two-way communication), dimana sasaran


turut menegemukakan pendapatnya.

komunikasi satu arah (one-way communication), dimana sasaran


hanya sebagai.pendengar saja.

d. Ditinjau dari simbol yang dipergunakan

Komunikasi lisan, simbol yang digunakan adalah kata-kata yang


diucapkan

Komunikasi tulisan, simbol yang digunakan adalah huruf

Komunikasi isyarat, simbol yang-dipergunakan adalah isyarat


tertentu, seperti gerakan anggota badan tertentu

e. Ditinjau dari suasana atau lingkungan berlangsungnya komunikasi

Komunikasi formal, dilakukan dalam suasana resmi misalnya


pertemuan, rapat

Komunikasi informal, dilakukan dalam suasana tidak resmi


misalnya saat berdarmawisata, saat sedang berjalan berduaan.

Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

184

11.3.2. Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi


Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi. Faktor-faktor
tersebut dapat bersifat positif dan dapat pula bersifat negatif. Faktor
tersebut dikenal dengan tujuh C, yaitu :
a) Credibility
Terdapat dan berperan pada sumber. Bila credibility sumber tinggi
dapat memudahkan kepercayaan dari sasaran terhadap pesan yang
disampaikan.
b) Content
Terdapat dan berperan pada pesan. Jika pesan yang disampaikan
besar manfaatnya bagi kepentingan sasaran, maka hasil dari
komunikasi akan lebih baik.
c) Context
Terdapat dan berperan pada pesan. Semakin erat pesan yang
disampaikan dengan kepentingan / kehidupan / realita sehari-hari,
maka keberhasilan dari komunikasi semakin dapat diharapkan.
d) Clarity
Terdapat dan berperan pada pesan. Semakin jelas pesan yang
disampaikan, semakin mudah pesan tersebut diterima.
e) Continuity and consistency
Terdapat

dan

berperan

pada

pesan.

Pesan

yang

ingin

dikomunikasikan hams sering, terus menerus dan sifatnya menetap,


dengan demikian tujuan komunikasi akan mudah tercapai.
f) Channels

Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

185

Terdapat dan berperan pada media. Harus dipilih media penyampai


pesan yang sesuai dengan sasaran yang akan dicapai.
g) Capability of the audience
Terdapat dan berperan pada sasaran. Dalam menyampaikan pesan,
harus memperhitungkan kemampuan dari sasaran dalam menerima
pesan. Kemampuan tersebut ditentukan oleh latar belakang sasaran,
seperti pendidikan, tingkat social ekonomi, tingkat social budaya dan
lain sebagainya.

11.4. KOMUNIKASI K3 DALAM PRAKTEK


Walaupun prinsip komunikasi kelihatannya mudah dan hanya terdiri dari
penyebar pesan (komunikator), pesan, media/sarana dan penerima pesan,
namun pada prakteknya tidak begitu mudah dilaksanakan. Sebagai contoh
bila anda ingin mempelajari cara menggunakan komputer, anda dapat
menempuh berbagai cara;

Anda

minta

komputer

kepada

kawan

yang

paham

menggunakan

untuk memperagakan bagaimana cara menggunakan

komputer.

Anda belajar menggunakan komputer sendiri dengan membaca


petunjuk cara menggunakan komputer.

Anda membeli video tape bagaimana cara menggunakan dan belajar


sendiri.

Pada dasarnya seseorang menerima komunikasi dari pendengaran,


penglihatan, dan pendengaran. Masing-masing individu mempunyai cara
dan pilihan tersendiri. Bagi yang sulit menerima komunikasi dengan
membaca akan memilih dengan cara peragaan, dsb untuk memudahkan
berkomunikasi.
Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

186

Latar belakang dan pengalaman memegang peranan. Tingkat suatu stress


mempengaruhi bagaimana suatu pesan dapat diterima dengan baik, juga
dipengaruhi dari waktu ke waktu yang sebelumnya sangat tergantung dari
berbagai faktor bagaimana. suatu pesan di disampaikan dan diterima oleh si
penerima.Faktor-faktor tersebut antara lain adalah tipe kepemimpinan, tipe
dari pekerja, jenis pekerjaan, sikap dan perilaku, motivasi dan Iain-Iain
dapat menunjang atau menghambat proses komunikasi.
Beberapa faktor yang sangat mempengaruhi Komunikasi K3 di perusahaan
adalah :
a. Kepemimpinan
Tidak diragukan lagi bahwa masalah kepemimpinan merupakan faktor
yang menentukan keberhasilan program K3 di perusahaan. Yang
dimaksud dengan kepemimpinan disini adalah tidak hanya manajemen
puncak, akan tetapi sampai ke tingkat supervisor sesuai dengan peran
dan tanggung jawab masing-masing.
Seorang

pimpinan

dalam

memimpin

rapat

P2K3

cenderung

mengabaikan komunikasi dua arah, sehingga ia mendonninasi rapat


dengan

berbagai

bentuk

pengarahan,

instruksi,

ceramah

dan

sebagianya serta tidak menyisakan cukup waktu untuk pembahasan


atau

diskusi.

Dengan

demikian

peserta

rapat

tidak

memiliki

kesempatan untuk memberikan umpan balik, sehingga penyampaian


pesan tersebut tidak secara optimal diterima oleh peserta rapat.
Contoh lain, dimana pimpinan rapat K3 melaksanakan dan memimpin
rapat K3 tanpa agenda yang jelas, sehingga rapat berubah menjadi
arena diskusi bebas para pesertanya dan berakhir tanpa kesimpulan
yang berarti. Disisi lain, para peserta rapat tidak keberatan dengan
situasi demikian dan hal ini lambat laun dibiarkan membudaya. Pada
Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

187

waktunya pemimpin tersebut akan menyadari bahwa staf yang ada,


sangat rendah kreatifitas dan inisiatifnya sehingga tidak mendukung
upaya pengembangan usaha.
Hal tersebut terjadi karena proses komunikasi tidak dilakukan
semestinya. Misalnya pimpinan dalam mensosialisasikan Program
P2K3, apakah tatap langsung pada acara kedinasan dengan para staf
atau pada acara non-dinas (ulang tahun perusahaan), pemilihan
bahasa yang tepat sesuai dengan tingkat pengetahuan sasaran yang
dituju.
Bagaimana penilaian anda atas rapat-rapat K3 yang sering anda
hadiri?
Pemilihan Bentuk Komunikasi K3 Yang Efektif.
Suatu studi tentang komunikasi mengatakan 80% komunikasi lisan
dilakukan melalui bahasa tubuh seperti gerakan tubuh, ekspresi muka,
gerakan tangan, dll. Dalam melakukan komunikasi K3, perlu diingat
bahwa :

mereka dapat mengingat 10% dari yang dibaca

mereka dapat mengingat 20% dari yang didengar

mereka dapat mengingat 30% dari yang dilihat

mereka dapat mengingat 50% dari yang dilihat dan didengar

mereka dapat mengingat 70% dari yang dikatakan

mereka dapat mengingat 90% dari yang dikerjakan dan


dikatakan.

Dalam pemilihan bentuk komunikasi K3 yang efektif, seorang


profesional K3 dapat melakukan pertimbangan-pertimbangan seperti :

tentukan pola dan bentuk komunikasi yang akan dipakai

Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

188

nuansa komunikasi yang diinginkan

kapan komunikasi tersebut disampaikan

sasaran komunikasi (siapa, bagaimana sifat dan kebiasaannya)

Seorang profesional K3 harus berkomunikasi dengan sadar dan


peduli.
b. Keteladanan
Keteladanan

pimpinan

dalam

praktek

K3

sehari-hari

dapat

memantulkan efek yang positif, berupa kesadaran dan kedisiplinan


dalam mematuhi peraturan K3. Dapat diambil sebagai contoh kegiatan
kedinasan; tidak pernah lupa menyelipkan pesan-pesan K3 kepada
karyawan. Disamping itu, mempraktekan peraturan K3 sehari-hari
dengan tidak lupa memakai APD pada saat kunjungan lapangan.
Dilain pihak, terjadi efek negatif bila temyata perilaku pimpinan tidak
memberikan contoh yang mempunyai aplikasi terhadap K3, misalnya
meskipun

setiap

saat

selalu

memberikan

pesan-pesan

akan

pentingnya K3, tetapi pada praktek sehari-hari pemimpin tidak


memakai APD di tempat yang seharusnya memakai APD atau
merokok dimana terdapat larangan untuk tidak merokok; dlsb.
Keberhasilan K3 tidak cukup hanya bersumber pada :
-

peraturan perusahaan

retorika

memasang garnbar lebih banyak

tetapi yang paling penting adalah melaksanakan

(DOING) dalam

praktek sehari-hari.

Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

189

c. Motivasi K3
Pesan yang efektif dapat diracik oleh komunikator dalam proses
decoding dan encoding dapat memacu motivasi untuk melaksanakan
pesan-pesan K3.
Sikap / pendapat / tingkah laku terhadap semua segi K3 tidak akan
berubah dengan sendirinya, kalau tidak diusahakan perubahan melalui
motivasi untuk mengubah perilaku yang bertentangan dengan prinsipprinsip K3. Segala sesuatu yang merupakan perbaikan dalam
kehidupan tradisional, disebut inovasi. Inovasi memerlukan pengertian,
penanganan, pengembangan dan pelestarian.
Semua itu perlu di masyarakatkan melalui penerangan, baik dilakukan
dengan cara hubungan antar-individu melaiui anjang sana atau melalui
pertemuan

kelompok,

ataupun

melalui

media

massa/

bahkan

dilakukan serentak melalui berbagai kegiatan media.


Seorang pimpinan K3 harus bertindak sebagai motivator atau
menunjuk orang lain yang menarik atau memiliki unsur source of
attractiveness, dimana dia sebagai jaminan bahwa orang lain akan
merasa tertarik mendengarkan penjelasan yang diberikan dan
termotivasi untuk melaksanakan kerja selamat. Misalnya Mandra yang
berhasil memotivasi anak-anak mendapatkan vaksinasi polio. Selain
itu, seorang motivator K3 harus memiliki source of credibility, artinya
bahwa apa yang dikemukakan adalah pesan-pesan yang benar, serius
dan dapat dipercaya. Misalnya memakai tokoh masyarakat yang
terpandang untuk menyampaikan program KB, olahraga yang erat
sekali hubungannya dengan kesehatan.
Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

190

d. Perilaku K3
Didalam prakek K3, perilaku K3 merupakan faktor penting pada
keberhasilan K3. Sudah banyak dilakukan pelatihan K3 guna
meningkatkan kinerja K3, tetapi masih dirasa hambatan dari pelaku K3
yang mempunyai periiaku dan tindakan yang tidak mendukung K3.
Perilaku tersebut bukannya tidak paham masalah K3 tetapi sengaja
melanggar K3 untuk tujuan tertentu.
Perilaku K3 meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan yang berkaitan
dengan konsep K3 serta upaya pelaksanaannya. Ada empat faktor
utama seseorang mau melakukan K3, yaitu :

Seseorang merasa mudah mendapat kecelakaan.


Misalnya orang yang membersihkan kaca luar bangunan dengan
menggunakan gondola, karena menyadari tingginya persentase
kemungkinan terjadinya kecelakaan maka dia mengenakan APD
berupa helm pelindung dan tali.

Orang percaya bahwa kecelakaan dapat dicegah.


Adanya keyakinan bahwa kecelakaan dapat dicegah, membuat
seseorang selalu mengenakan APD
misalnya seorang pekerja di pabrik yang rrienggerinda baja
kemungkinan besar matanya akan terpercik serbuk, namun bila
ia mengenakan alat pelindung mata maka hal tersebut akan
menghindari masuknya serbuk baja ke dalam matanya.

Orang memandang bahwa kecelakaan dapat berakibat fatal.


Seseorang yang menyadari bahwa keelakaan dapat berakibat
fatal bagi dirinya sendiri dan orang lain akan mengenakan APD.
Misalnya orang yang mengecat di bagian luar bangunan tinggi

Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

191

dengan menggunakan gondola, bila dia menyadari akibat fatal


yang dapat menimpanya apabila dia tidak mengenakan sabuk
pengaman maka ia akan mengenakan APD tersebut.

Orang tersebut mampu menjangkau dan memanfaatkan fasilitas


K3.
Apabila

pekerja

mematuhi

kesehatan, maka akan


diderita

secara

pengobatannya,

panggilan

diketahui
dini

untuk

gejala

serta

pemerikasaan

penyakit

yang

akan memudahkan

dibandingkan bila temyata

penyakit

yang

dideritanya sudah kronis.


e. Pengetahuan Tentang K3
Pengetahuan K3 sebagaimana dengan pengetahuan yang lain
diperoleh melalui penginderaan terhadap obyek tertentu. Pengetahuan
diperoleh sebagai akibat stimulus yang ditangkap panca indera.
Pengetahuan bisa diperoleh secara alami maupun secara terencana
yaitu melalui proses pendidikan. Pengetahuan merupakan dasar yang
sangat penting untuk terbentuknya tindakan.
Pengetahuan mempunyai enam tingkatan. yaitu :

Mengetahui
Kemampuan yang paling rendah untuk dapat mengingat atau
diingatkan kembali oleh suatu obyek atau stimulus tertentu.
Misalnya pekerja tahu bahwa APD berfungi untuk melindungi
dirinya.

Memahami
Tingkat selanjutnya
secara benar obyek

Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

adalah
tertentu

kemampuan
yang

untuk menjelaskan

diketahuinya.

Misalnya

192

pekerja

mengetahui

serta memahami fungsi dan tujuan

pemakaian dari masing-masing APD.

Aplikasi
Tingkat yang ketiga adalah kemampuan untuk menggunakan
materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi sebenarnya.
Misalnya pekerja dapat menggunakan APD yang diperlukan
sesuai dengan kebutuhannya, untuk pekerjaan mengelas pekerja
menggunakan alat pelindung pernapasan berupa masker yang
tepat - bukan hanya menggunakan saputangan, padahal dia
harus menggunakan masker dengan filter.

Analisis
Tingkat selanjutnya adalah kemampuan untuk menjabarkan
suatu materi atau obyek ke dalam komponen-komponen tetapi
masih dalam suatu struktur organisasi tersebut. Misalnya pekerja
mampu menganalisa bahwa ia harus mematuhi rambu-rambu
peringatan dan memakai APD yang sesuai dengan kebutuhan.

Sintesis
Tingkat yang kelima adalah kemampuan untuk menggabungkan
bagian-bagian ke dalam suatu bentuk tertentu yang baru. Pekerja
menyadari kapan dan dimana dia harus menggunakan APD yang
tepat, walaupun tidak terdapat rambu-rambu peringatan. Bahkan
ia dapat mengingatkan rekan kerjanya mengenai pemakaian APD
ini.

Evaluasi
Tingkat yang terkakhir adalah kemampuan untuk melakukan
penilaian terhadap suatu obyek tertentu. Misalnya pekerja
mampu menilai tujuan pemakaian racun api sehingga dapat
menggunakan racun api yang tepat.

Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

193

- pemakaian racun api bertujuan memotong rantai segitiga


api, yaitu oksigen, zat mudah terbakar dan panas.
- racun api yang digunakan tidak melebihi masa berlaku
(expiry date).
- dapat menentukan racun api yang sesuai dengan jenis api.
- dapat menentukan apakah suatu bangunan dilindungi dari
bahaya

kebakaran

secara

aktif

atau

pasif.

Contoh

pemadaman aktif: penggunaan hidran, contoh pemadaman


pasif: penggunaan heat detector dan sprinkler.
Apabila materi yang ditangkap panca indera adalah tentang K3 maka
pengetahuan yang diperoleh adalah mengenai K3.
Apakah pengetahuan K3 yang diberikan sudah sesuai dengan
standar?
f. Sikap Mengenai K3
Dengan mengambil dasar teori sikap, maka sikap mengenai K3 terdiri
dari tiga komponen pokok, yaitu :

Kepercayaan atau keyakinan terhadap obyek

Kehidupan emosional atau evaluasi emosional

Kecenderungan untuk bertindak

Untuk memperoleh suatu perilaku K3 tertentu maka perlu dukungan


keyakinan, sikap, dan norma (patokan yang sudah menjadi aturan
masyarakat) yang berkaitan dengan K3. Keyakinan akibat perilaku K3
adalah tanggapan batin, baik posistif maupun negatif. Tanggapan batin
berupa

rasa

aman

akan

menimbulkan

kecenderungan

untuk

melakukan sesuatu agar terhindar dari akibat negatif yang merugikan


dirinya. Apabila akibat tindakannya bermanfaat, keyakinan orang
tersebut akan semakin kuat.
Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

194

Misalnya seseorang yang telah memiliki keyakinan akibat negatif bila


merokok di tempat yang terdapat bahan kimia, didalam dirinya ada
norma subyektif tentang bahaya merokok maka dia akan membatalkan
niatnya untuk merokok di tempat yang berbahaya. Dengan demikian
akan timbul perilaku untuk tidak merokok di tempat berbahaya.
Sedangkan keyakinan normatif timbul dari seseorang yang telah
membaca petunjuk DILARANG MEROKOK, Karena patuh maka ia
membatalkan niatnya untuk merokok setiap saat membaca petunjuk
DILARANG MEROKOK.
g. Komunikasi K3 Dengan Media
Media komunikasi apakah itu media visual (majalah, poster, brosur,
koran), media audio (radio), atau media audio visual (televisi), sangat
membantu dalam mensosialisasikan program K3 bila disampaikan
sesuai dengan kode etik media komunkasi. Beberapa hal yang harus
diperhatikan antara lain :

Jangan pernah menyampaikan "No comment" .


Misalnya dalam suatu kasus kecelakaan kerja dimana proses /
media komunikasi yang ingin mengetahui perihal terjadinya
kecelakaan, jangan sekali-kali menyampaikan "No comment".
Petugas yang bertanggung jawab dalam masalah ini harus dapat
menerangkan

dengan

tepat

kejadian

kecelakaan

tanpa

melanggar kode etik

Jangan pernah menyampaikan istilah-istilah teknik.


Seringkali kita melihat bahwa wawancara suatu program K3
disampaikan

melalui

istilah-istilah

teknik

dimana

hasilnya

menimbulkan kesalahan persepsi oleh pembaca atau pemirsa


audio visual.
Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

195

Jangan pernah memberikan jawaban terhadap hal yang


sebenarnya tidak ditanyakan.
Dalam kasus kecelakaan kerja di perusahaan seringkali petugas
perusahaan terpancing dengan memberikan jawaban panjang
yang

sebenarnya

tidak

pernah

ditanyakan.

Hal

tersebut

menimbulkan umpan balik yang memberikar image yang


merugikan.

Jangan pernah melakukan suatu wawancara dengan media


bila bahan wawancara belum disiapkan.
Seringkali dalam menghadapi media massa, seorang petugas
memberikan press release. Dalam hal ini press release
khususnya mengenai K3 sudah ditinjau dari berbagai segi yang
menghasilkan komunikasi positif bagi perusahaan.

Jangan pernah menggunakan bahasa hukum.


Seorang petugas perusahaan dalam menjawab media massa
sering memberikan istilah-istilah hukum, dimana interpretasinya
sering menimbulkan kesulitan perusahaan. Sebaiknya bicara
dengan bahasa yang mudah dan populer dimana masyarakat
mudah mencernanya.

KESIMPULAN
Proses komunikasi yang efektif melibatkan komunikator, pesan yang ingin
disampaikan, dan penerima pesan, serta umpan balik, dimana didalamnya terjadi
encoding dan decoding atas pesan tersebut. Pesan yang disampaikan dapat
berupa verbal maupun non-verbal dengan menggunakan media visual, media
audio dan media audio visual.
Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

196

Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi bagaimana pesan disampaikan.


diinterpretasikan dan diingat. Membuat pesan K3 mudah diingat sangatlah penting.
Pemilihan media yang dipakai sangat menentukan keberhasilan pesan K3 yang
ingin disampaikan. Secara umum, dapat dikatakan bahwa :

kita mengingat 10% dari apa yang kita baca

kita mengingat 20% dari apa yang kita dengar

kita mengingat 30% dari apa yang kita lihat

kita mengingat 50% dari apa yang kita dengar dan lihat

kita mengingat 70% dari apa yang kita katakan

kita

mengingat

90%

dari

apa

yang

kita

katakan

sebagaimana

dilakukan
Dalam berkomunikasi K3 perlu diperhatikan bagaimana suatu pesan disampaikan
dan diterima. Hal tersebut adalah :
a) Kepemimpinan
b) Keteladanan
c) Motivasi K3
d) Perilaku K3
e) Pengetahuan tentang K3
f) Sikap mengenai K3
Dalam

memberikan

arahan

atau

menyampaikan

pesan

K3

perlu

memperhatikan hal-hal berikut ini :


a) Kejelasan - berikan arahan yang jelas.
b) Sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman penerima pesan.
c) Tidak menghakimi.
d) Memacu suatu komunikasi dua arah, adanya umpan balik.
e) Keselarasan antara pikiran, perkataan dan perbuatan.

Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

197

Dalam komunikasi media terdapat kode etik yang perlu diperhatikan, yaitu:
a) Jangan pernah mengatakan "No comment"
b) Jangan menggunakan istilah-istilah teknik
c) Jangan menjawab pertanyaan yang sebenarnya tidak ditanyakan
d) Jangan mengadakan wawancara tanpa persiapan bahan
e) Jangan menggunakan bahasa hukum

Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

198

LEMBARAN KERJA KOMUNIKASI K3


Berikut adalah daftar periksa yang dapat dipergunakan daiam implementasi
KOMUNIKASI K3 di perusahaan
Nama Perusahaan
Bidang usaha
Tahun didirikan

: ___________________________
: ___________________________
: ___________________________

Assessment

Action
Ya/tidak Tingkatan
A B C D

TUJUAN YANG HARUS DICAPAI


1. PERILAKU K3 PERUSAHAAN

Strategi
untuk
memenuhi

a. Apakah pesan K3 dipasang pada pintu


masuk utama suatu fasilitas industry?
b. Apakah ada kebijakan K3 tertulis sebagai
bagian dari misi dan visi perusahaan?
c. Apakah ada prosedur dan praktek K3
tertulis?
d. Apakah pesan K3 disampaikan dalam
berbagai

cara

dan

media

poster,

pelatihan, dokumentasi, perbincangan,


e. rapat,
Apakah
dll progam K3 didukung dengan
dana yang memadai?
f. Apakah manajemen mendukung program
K3 dengan tindakan nyata?
g. Apakah supervisor mendukung program
K3 dalam memimpin kerja?
h. Apakah anda dan rekan kerja anda
mendukung program K3 ini?
i. Apakah telah dilakukan evaluasi terhadap
hambatan

komunikasi

K3

dan

telah

dilakukan perbaikan?
Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

199

Assessment

Action
Tingkatan

TUJUAN YANG HARUS DICAPAI

Ya/tidak

A B C D

Strategi
untuk
memenuhi

2. Kemampuan komunikasi
a. Apakah saudara memperhatikan factorfaktor

yang

-perilaku,

mempengaruhi
stress

komunikasi

emosional,

model

pelatihan, bahasa non-verbal - sewaktu


mengirimkan dan menerima pesan K3?
b.

Apakah

pengetahuan

saudara
tersebut

menggunakan

di

luarjam

kerja

sebagimana di dalam jam kerja?


c. Apakah saudara memberikan pengarahan
dengan

jelas,

menghakimi,

tanpa

sesuai

bermaksud

dengan

kondisi

pelaksana, selaras antara pikiran, perkataan


dan

tindakan?

Dan

apakah

saudara

meminta umpan balik ?


3. Menggunakan media komunikasi
a. Apakah dalam fasilitas anda terdapat
petugas yang memahami kode etik media
komunikasi?

Keterangan
A : Sangat memenuhi
B : Memenuhi
C : Kurang memenuhi
D : Tidak memenuhi

Simple, Inspiring, Perfoming, Phenomenal

200