Anda di halaman 1dari 10

SORGA ITU DIDEPAN MATAMU WAHAI UKHTI...

Rasulullah SAW bersabda : Wanita, apabila ia sholat


lima waktu, puasa sebulan Ramadhan, memelihara
kehormatannya serta taat pada suaminya, maka masuklah
ia dari mana saja pintu surga yang ia kehendaki.
(Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban, Thabrani dan Anas bin
Malik)
Wanita yang taat akan suaminya, semua burung-burung
di udara, ikan di air, malaikat di langit, matahari
dan bulan semuanya beristighfar (memintakan ampun)
baginya selama dia masih taat pada suaminya dan
diredhainya (serta menjaga sholat dan puasanya).

Wanita yang taat berkhidmat pada suaminya akan


tertutup tujuh pintu Neraka dan akan terbuka pintupintu Surga. Masuklah dan mana saja pintu yang
disukainya dengan tidak dihisab.

Tidaklah putus balasan dari Allah kepada seorang


isteri yang siang dan malamnya menggembirakan
suaminya.

Wanita yang tinggal di rumah bersama anak-anaknya,


akan tinggal bersama-samaku di dalam surga.

Wanita yang meninggal dunia dalam keadaan suaminya


redha padanya, niscaya ia masuk surga.
(Riwayat Tarmizi)

Sabda Rasulullah SAW: Ya Fatimah, barang siapa


wanita meminyakkan rambut dan janggut suaminya,
memotong kumis dan mengerat kukunya, memberi minum
Allah akan wanita itu dari sungai-sungai serta
diringankan Allah baginya sakaratul maut dan akan
didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman daripada
taman-taman surga, dan dicatatkan Allah baginya
kebebasan dari api Neraka dan selamatlah ia melintas
titian Sirat

Salman Al Farisi meriwayatkan, bahwa suatu ketika


Fatimah ra. berkunjung kepada Rasulullah. Ketika
Rasulullah SAW melihatnya, kedua mata Fatimah
mencucurkan air mata dan roman mukanya berubah.
Kemudian Nabi SAW bertanya : Mengapa engkau hai
anakku? Fatimah ra. menjawab : Wahai Ayahku, tadi
malam aku dan Ali bergurau, dan timbul percakapan
yang menyebabkan dia marah kepadaku, karena kata-kata
yang terlontar dari mulutku. Ketika aku melihat bahwa
Ia marah, aku menyesal dan merasa susah, kemudian aku
berkata kepadanya :
Wahai kekasihku, kesayanganku, relakanlah akan
kesalahanku, seraya aku mengelilinginya dan merayunya

sebanyak tujuh puluh dua kali, sehingga dia menjadi


rela dan tertawa kepadaku dengan segala kerelaannya,
meskipun demikian saya tetap merasa takut kepada
Tuhanku
Rasullullah bersabda kepada Fatimah ra Hai anakku ,
demi Dzat yang telah mengutusku sebagai Nabi dengan
dien yang benar, sesungguhnya jika sekiranya engkau
mati sebelum Ali rela kepadamu, maka aku tidak akan
menshalati mayatmu. Kemudian beliau bersabda lagi:
wahai anakku ...tidakkah engkau mengetahui bahwa
kerelaan seorang suami itu merupakan kerelaan Allah
dan kemarahan seorang suami itu juga merupakan murka
Allah... Wahai anakku, seandainya seorang wanita yang
beribadah betul-betul seperti ibadahnya Maryam putri
Imran, lalu suaminya tidak rela kepadanya, maka Allah
tidak akan menerima (ibadahnya). Wahai anakku ...amal
yang paling utama bagi para wanita ialah ketaatan
kepada suaminya dan sesudah itu tidak ada lagi amal
yang paling utama daripada bercumbu (dengan suami).
Wahai anakku ... duduk satu jam dalam bercumbu dengan
suami, lebih baik bagi mereka daripada ibadah satu
tahun, dan dicatat tiap-tiap pakaian yang dikenakan
pada waktu bercumbu, seperti pahalanya seorang mati
syahid. wahai anakku... sesungguhnya seorang wanita
jika bercumbu sehingga memakaikan pakaian untuk suami
dan anak-anaknya, maka sudah pasti baginya syurga dan
Allah memberikan kepadanya tiap-tiap yang dikenakan
dari beraneka pakaian dan sebuah kota di surga.

Wahai Fatimah, yang lebih utama dari seluruh


keutamaan yang di sebutkan di atas adalah keridhaan
suami atas istrinya. Andaikan suamimu tidak
meridhoimu, maka aku tidak akan mendoakanmu.
Ketahuilah wahai fatimah bahwa kemurkaan suami adalah
kemurkaan Allah Taala.

Wahai Fatimah, tidaklah wanita berkhidmat melayani


suaminya sehari semalam dengan rasa suka dan penuh
keikhlasan serta niat yang benar, melainkan Allah
mengampuni dosa-dosanya dan memakaikan kepadanya pada
hari kiamat dengan pakaian yang hijau gemerlap, dan
menetapkan baginya setiap rambut di tubuhnya seribu
kebaikan, dan Allah memberinya pahala seratus ibadah
haji dan umrah.

Wahai Fatimah tidaklah wanita yang tersenyum kepada


suaminya, melainkan Allah akan memandangnya dengan
pandangan kasih sayang.

Wahai Fatimah, tidaklah wanita yang membentangkan


tempat tidur untuk suaminya dengan senang hati,
melainkan malaikat pemanggil dari langit akan
menyerunya untuk menghadapi amalnya dan Allah
mengampuni dosanya yang sudah lalu dan akan datang

Wahai Fatimah, tidaklah seorang wanita yang


meminyaki rambut serta janggut suaminya, dan mencukur
kumisnya dan memotong kukunya, melainkan Allah
memberikan kepadanya arak yang masih tertutup, murni
dan belum terbuka dari sungai-sungai dalam surga
Allah. Allah akan mempermudah sakaratul mautnya,
kuburnya akan ditemui sebagai taman-taman surga. Dan
Allah menetapkan baginya bebas dari neraka dan dapat
melewati shirat.

Ibnu Masud ra, berkata, Nabi SAW bersabda :


Apabila seorang perempuan mencucikan pakaian
suaminya, maka Allah mencatat baginya seribu kebaikan
dan mengampuni kesalahannya bahkan segala sesuatu
yang disinari oleh matahari memintakan ampunan
baginya, serta Allah mengangkat 1000 derajat baginya

Dari Muaz bin Jabal, bersabda Rasulullah: Siapa saja


wanita yang berdiri diatas kedua kakinya membakar
roti untuk suaminya, hingga muka dan tangannya
kepanasan oleh api, maka diharamkan muka dan
tangannya dan api Neraka.

Dan siapa saja wanita

yang menunggu suaminya hingga pulang lalu disapukan


mukanya, dihamparkan tempat duduknya atau menyediakan
makan minumnya atau merenung ia pada suaminya atau
memegang tangannya, membaikkan hidangan padanya,
memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada
suaminya karena mencari keredhaan Allah, maka

disunatkan baginya akan tiap-tiap kalimah ucapannya


tiap-tiap langkahnya dan setiap renungannya pada
suaminya diberi ganjaran pahala seperti memerdekakan
seorang hamba (budak). Pada hari Kiamat nanti, Allah
beri karunia akan nur hingga tercengang wanita mukmin
semuanya atas karunia dan kemuliaan itu. Tidak ada
seorang pun yang sampai ke martabat itu melainkan
nabi-nabi.

Dan lbnu Masud bersabda Rasulullah SAW: Tiap-tiap


wanita yang menolong suaminya dalam urusan agama,
maka Allah memasukkannya ke dalam syurga lebih dahulu
dari suaminya (sepuluh ribu tahun) karena dia
memuliakan suaminya di dunia maka mendapat pakaian
dan bau-bauan syurga untuk turun ke mahligai suaminya
dan menghadapnya.

Nabi SAW bersabda:


Apabila seorang wanita melahirkan anak, keluarlah
dia dari dosa dosanya seperti keadaan ibunya
melahirkannya.

Suatu hari Rasulullah SAW datang mengunjungi anaknya


Fatimah ra dan didapatinya sedang menangis. Maka
bertanyalah Rasulullah

SAW: Apakah yang membuat engkau menangis, wahai


Fatimah?
Fatimah menjawab, Wahai ayahku, aku menangis
disebabkan oleh keletihan yang tidak terkira ketika
mengisar tepung dan menyediakan keperluan rumah.
Sekiranya ayahanda menyuruh Imam Ali membeli seorang
wanita suruhan, itu akan menjadi pemberian yang besar
bagiku.
Mendengar kata-kata itu, hati Rasulullah teriris
hingga berlinang air mata baginda. Lalu baginda pun
duduk berhampiran alat pengisar kemudian mengambil
segenggam gandum dan melafazkan
Ketika Rasulullah memasukkan gandum tersebut ke dalam
alat pengisar maka bergeraklah alat itu dengan
sendirinya sambil alat itu memuji Allah dalam bahasa
yang amat indah dan suara yang amat merdu sehingga
semuanya dikisar. Lalu Baginda pun berkata,
Berhentilah kamu wahai alat pengisar Ketika itu
Allah telah menjadikan alat itu dapat berkata-kata.
Demi Allah yang mengantarmu dengan kebenaran sebagai
seorang Rasul dan dengan berita sebagai orang yang
diamanahkan. Aku tidak akan berhenti sebelum kau
memberi jaminan dari Allah untuk menempatkan aku di
dalam surga dan menjauhkan aku dari api Neraka.
Berkata Rasulullah SAW: Kau adalah batu, namun kau
takut pada api Neraka Alat pengisar menjawab, Wahai
Rasulullah, aku telah mendengar kata-kata ini dari Al
Quran: Wahai orang yang beriman, jauhkanlah dirimu

dan ahli keluargamu dari api Neraka yang pembakarnya


terdiri dari manusia dari batu-batu, penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar dan keras, tidak
mendurhakai terhadap apa yang diperintahkan Allah
kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan.
Maka Rasulullah pun mendoakan untuk keselamatan batu
itu. Selesai berdoa turunlah malaikat Jibril a.s dan
berkata: Wahai Muhammad, Tuhan yang untuknya segala
pujian dan yang Maha Tinggi, mengirim salam dan
penghormatan dan berpesan kepada engkau, beritahu
batu itu berita gembira bahwa Allah telah
menganugerahkan pada batu itu keselamatan dari api
neraka dan meletakkannya di antara batu-batu surga di
dalam mahligai Fatimah di mana ia akan bercahaya
bagaikan matahari di alam ini.
Lalu disampaikan berita itu. Baginda memandang kepada
Fatimah lalu bersabda: Wahai anakku Fatimah,
sekiranya begitu kehendak Allah, pengisar ini akan
bekerja setiap hari tetapi Allah ingin mencatatkan
untukmu perbuatan baik dan meninggikan derajatmu
karena tanggung jawabmu yang berat itu.
Wahai anakku Fatimah, untuk setiap wanita yang
mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan
membina tujuh parit di antara dirinya dengan api
Neraka, jarak di antara parit itu ialah sejauh langit
dan bumi.

Wahai anakku Fatimah ..., bagi setiap wanita yang


memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya
perbuatan baik sebanyak utas benang yang dibuat dan
memadamkan seratus perbuatan jahat. Wahai
Fatimah ..., untuk setiap wanita yang menganyam
benang yang dibuatnya, Allah telah menentukan satu
tempat khusus untuknya di atas takhta di hari
Akhirat. Wahai Fatimah anakku..., bagi setiap
wanita yang memintal benang dan kemudian dibuat
pakaian untuk anak-anaknya maka Allah akan
mencatatkan baginya pahala sama seperti orang yang
memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan
memberi pakaian kepada seribu orang yang tidak
berpakaian. Wahai anakku Fatimah ..., bagi setiap
wanita yang meminyakkan rambut anaknya, menyikatnya,
mencuci pakaian-pakaian mereka dan mencuci akan diri
anaknya itu, Allah akan mencatatkan untuknya
pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka dan
memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan yang jahat dan
menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata orangorang yang memperhatikan. (Riwayat Abu Hurairah).
Rasulullah SAW memberikan perhatian yang tinggi agar
setiap istri berkhidmat kepada suaminya dan
keluarganya, seperti nasihat beliau kepada Fatimah.
Subhanallah..Allahu Akbar..
Kabar gembira bagi seorang Maratusshalihah,telah
dijanjikan baginya syurga...