Anda di halaman 1dari 2

Beberapa poin penting perubahan peraturan ini antara lain:

Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan


Emiten atau Perusahaan Publik (EPP) wajib menyampaikan hardcopy laporan tahunan sebanyak
dua rangkap (satu diantaranya asli) juga dalam bentuk softcopy. Laporan tahunan wajib dimuat di
website EPP dan dapat diakses setiap saat. Bagi EPP yang dual listing (terdaftar juga di bursa
Negara lain) dapat mengikuti ketentuan otoritas di Negara lain tersebut, disampaikan pada
tanggal yang sama, dan memuat informasi yang sama.
Ketentuan Umum dan Iktisar Data Keuangan Penting
Laporan tahunan memuat tambahan informasi CSR secara rinci dalam subjudul sendiri.
Penyajian iktisar data keuangan penting dalam bentuk perbandingan selama tiga tahun
(sebelumnya 5 tahun). Jika EPP pernah mengalami suspensi saham, maka EPP wajib
menjelaskannya dan tindakan perusahaan dalam menyelesaikannya.
Laporan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi
Dalam laporan Dewan Komisaris, Dewan Komisaris memberikan penilaian terhadap kinerja
Direksi, Dewan Komisaris juga memberikan pandangan atas prospek usaha yang disusun
Direksi. Sementara dalam laporan Dewan Direksi, Direksi wajib memaparkan kinerja
perusahaan, gambaran tentang prospek usaha, penerapan tata kelola perusahaan dan perubahan
komposisi anggota Direksi dan alasan perubahannya (jika ada).
Profil Perusahaan.
Pengungkapan pemegang saham utama dan pengendali perusahaan sampai kepada pemilik
individu dalam bentuk skema dan diagram. Artinya jika pemilik mayoritas adalah berbentuk
entitas, maka entitas tersebut terus ditelusuri keatasnya sampai menemukan nama pemilik secara
individu. EPP juga wajib mengungkapkan informasi mengenai jasa yang diberikan, fee, dan
periode penugasan yang telah dilakukan oleh profesi penunjang pasar modal yang memberikan
jasa berkala terhadap EPP tersebut.
Analisis dan Pembahasan Manajemen
EPP wajib mengungkapkan secara komprehensif mengenai analisis kinerja keuangan berikut
penyebab dan dampaknya. Rincian informasi material seperti investasi, ekspansi, divestasi,
penggabungan/peleburan usaha, akusisi, restrukturisasi utang/modal, transaksi afiliasi, dan
transaksi yang mengandung benturan kepentingan.
Tata Kelola Perusahaan

EPP diwajibkan mengungkapkan prosedur dasar penetapan dan besarnya remunerasi anggota
Dewan Komisaris/Direksi, khusus untuk Direksi diungkapkan hubungan antara remunerasi
dengan kinerja perusahaan. EPP juga harus menjelaskan kebijakan perusahaan dan pelaksanaan
rapat Dewan Komisrasi/Direksi/Komite Audit dan frekuensi serta tingkat kehadirannya. EPP
juga harus mengungkapakan independensi Komite Auditnya.
EPP juga harus mencantumkan mengenai unit audit internalnya, sistem pengendalian internal
dan manajmen resiko, pengungkapan penghargaan dan sanksi yang dikenakan kepada
Perusahaan/Dewan Komisrasi/Direksi, pengungkapan kode etik dan budaya perusahaan, dan
pengungkapan whistleblowing system.
Corporate Social Responsibility
Bahasan terkait kebijakan, jenis program, dan biaya yang dikeluarkan antara lain terkait aspek:
lingkungan hidup; praktik ketenagakerjaan, kesehatan, dan keselamatan kerja; pengembangan
sosial dan kemasyarakatan; dan tanggungjawab produk. CSR dapat disampaikan dalam laporan
tahunan atau laporan tersendiri.
Laporan Keuangan Audited
Laporan keuangan tahunan yang dimuat dalam laporan tahunan disusun sesuai dengan standar
akuntansi keuangan yang telah diaudit oleh akuntan dan memuat pernyataan
pertanggungjawaban atas laoran keuangan sebagaimana diatur dalam peraturan VIII.G.11
tentang tanggung jawab Direksi atas laporan keuangan atau X.E.1 tentang kewajiban
penyampaian laporan berkala oleh perusahaan efek.
Tanda Tangan Dewan Komisaris dan Direksi
Laporan tahunan ditandatangani oleh seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang
sedang menjabat. Hal ini sebagai bukti pertanggungjawaban anggota Dewan Komisrasi dan
Direksi atas kebenaran isi laporan tahunan.
Pemberlakuan Peraturan.
Pertauran ini berlaku untuk penyusunan laporan tahunan untuk tahun buku yang berakhir pada
atau setelah tanggal 31 Desember 2012.