Anda di halaman 1dari 7

PELAYANAN MEDIS

SOP
Pemerintah
Kabupaten
Cirebon

No. Revisi

Tanggal Terbit

Halaman

1/1

Hj. Umihani,S.SiT,MMKes
NIP.19620212 198302 2 001

Puskesmas
Astanajapura

Rencana layanan medis adalah rencana tindakan dan pengobatan


yang dipandu oleh kebijakan dan prosedur yang jelas sesuai
kebutuhan pasien dan sesuai dengan standar pelayanan yang
ditetapkan.

Pengertian

1
2. Tujuan

No. Dokumen

2
2

Terdapat prosedur yang efektif jika


pasien mendapatkan penanganan
oleh tim kesehatan yang
terkoordinasi,
Meningkatkan kualitas Pelayanan
guna memberikan kepuasanp pada
pasien

3. Kebijakan
4. Referensi

Pedoman Pengobatan Dasar Di Puskesmas Berdasarkan Gejala


Depkes dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia Tahun 2001

5.Alat dan
Bahan
6.Langkahlangkah
/ prosedur

Unit
terkait

8. Dokumen
terkait

1 Petugas medis dan paramedic menentukan tindakan medis


yang akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan klien
2 Petugas medis dan paramedic memberikan tindakan medis
sesuai dencan rencana,
3 Petugas medis dan paramedis menjelaskan tentang
tindakan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan klien,

Ruang pendaftaran

Ruang
Ruang
Ruang
Ruang

Rekam Medis

Pengobatan Umum
Pengobatan Gigi
KIA
Tindakan

PENGKAJIAN MENCERMINKAN
PENCEGAHAN PENGULANGAN YANG
TIDAK PERLU

SOP
Pemerintah
Kabupaten
Cirebon

No. Dokumen

No. Revisi

Tanggal Terbit

Halaman

1/2

Puskesmas
Astanajapura

Hj. Umihani,S.SiT,MMKes
NIP.19620212 198302 2 001

Tujuan

Untuk memberikan asuhan pelayanan klinis yang efektif dan efisien

Kebijakan

Sebagai pedoman untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu


dalam memberikan pelayanan klinis kepada pasien
Pelaksanaan menghindari pengulangan yang tidak perlu dalam memberikan pelayanan
klinis kepada pasien harus mengikuti langkah-langkah yang tertuang dalam SOP

Definisi

Menghindari pengulangan yang tidak perlu adalah mengulangi tindakan yang


sudah dilaksanakan, semua jenis pelayanan yang sudah dilakukan harus
dimasukan dalam dokumen rekam medis supaya tidak terjadi pengulangan
yang

tidak

perlu.

Pelaksana

pelayanan

dilaksanakan

oleh

semua

petugas.Dilaksanakan setiap hari kerja didalam gedung.


Prosedur

1. Perawat/ Bidan pelayanan klinis menerima rekam medis dari


petugas pendaftaran,
2. Perawat/ bidan memanggil pasien dan mempersilahkan pasien
masuk,
3. Perawat/bidan memberikan pertanyan terbuka yaitu nama,umur dan
alamat
4. Perawat/ bidan menganamnesa atau mengkaji keluhan pasien,
5. Perawat/bidan mengukur tanda tanda vital
6. Perawat/ bidan menuliskan hasil anamnesa dan tanda tanda vital
pasien di dalam RM pasien,
7. Perawat/ bidan menyerahkan RM kepada dokter,
8. Perawat/ bidan mempersilahkan pasien untuk duduk di depan meja
dokter,
9. Dokter membaca hasil anamnesa dan tanda tanda vital pasien yang

sudah tertutis di dalam RM pasien,


10. Dokter melakukan pemeriksaan fisik terhadap pasien,
11. Dokter mengidentifikasi masalah kesehatan pasien,
12. Dokter menentukan rencana tindakan untuk pasien sesuai dengan
masalah yang dialami pasien,
13. Dokter menjelaskan kepada pasien mengenai masalah kesehatan
yang sedang dialami pasien dan menjelaskan mengenai rencana
terapi,
14. Dokter/ perawat/ bidan melakukan pendidikan kesehatan jika
diperlukan,
15. Dokter meminta pasien menandatangani informed consent jika ada
tindakan invasive atau pembedahan,
16. Dokter melakukan terapi sesuai dengan yang direncanakan,
17. Dokter mengobservasi respon pasien dan mengevaluasi tindakan
yang dilakukan,
18. Dokter membuatkan surat rujukan ke poli lain jika memerlukan
konsultasi unit lain,
19. Dokter menuliskan resep dan meminta pasien untuk menebus resep
di apotek Puskesmas,
20. Dokter/ perawat/ bidan mencatat semua hasil anamnesa dan
tindakan di RM pasien,
21. Perawat/ bidan menyerahkan RM pasien kepada petugas
pendaftaran.
Diagram Alir
Referensi
Dokumen Terkait

Rekam medis

Distribusi

BP umum,Poli gigi,KIA/ KB, MTBS,Ruang Tindakan

KAJIAN AWAL YANG MEMUAT INFORMASI


APA SAJA YANG HARUS DIPEROLEH
SELAMA SELAMA PROSES PENGKAJIAN

SOP

Pemerintah
Kabupaten
Cirebon

No. Dokumen

No. Revisi

Tanggal Terbit

Halaman

1/2

Hj. Umihani,S.SiT,MMKes
NIP.19620212 198302 2 001

Puskesmas
Astanajapura

1
.

Pengertian

Kajian awal pasien dalam catatan medic adalah


pendokumentasian informasi yang didapat dari pasien.

2
.

Tujuan

Untuk pengidentifikasian informasi pasien yang harus dicatat dalam


catatan medis.

3
.

Kebijakan

Kajian awal pasien dalam rekam medic harus mengikuti langkahlangkah yang tertuang di dalam Sop ini.

4
.

Referensi

5
.

Prosedur

1. Petugas mengecek biodata rekam medis pasien yang


bersangkutan dengan memberikan pertanyaan terbuka yaitu
nama,umur dan alamat.
2. Petugas menanyakan keluhan pasien.
3. Petugas melakukanj anamnesa.
4. Petugas melakukan pemeriksaan fisik, mengukur tekanan darah
dan suhu, menghitung nadi, respirasi rate.
5. Petugas menyarankan pemeriksaan laboratorium jika perlu.
6. Petugas menyimpulkan diagnosis.
7. Petugas menulis terapi.
8. Petugas menganalisis tujuan terapi.
9. Petugas melakukan penyuluh kesehatan berdasarkan diagnose
yang disimpulkan.
10. Petugas membubuhi paraf petugas.

6
.

Unit Terkait

Permenkes 75 th 2014 tentang Puskesmas, bab I pasal 1 ayat 9.

Poli umum
Poli KIA
Poli Gigi
Ruang tindakan
Pustu

7
.

Dokumen
Terkait

proses

Rekam Medis

8
.

Diagram
Alir

KEWASPADAAN UNIVERSAL

SOP
Pemerintah
Kabupaten
Cirebon

1
.

Pengertian

No. Dokumen

No. Revisi

Tanggal Terbit

Halaman

1/2

Puskesmas
Astanajapura

Hj. Umihani,S.SiT,MMKes
NIP.19620212 198302 2 001

Tindakan pengendalian infeksi yang dilakukan untuk seluruh tanaga


kesehatan

untuk

mengurangi

resiko

penyebarab

infeksi

dan

didasarkan pada perinsip bahwa darah dan cairan tubuh dapat


berpotensi menularkan penyakit, baik berasal dari pasien maupun

2
.

Tujuan

petugas kesehatan
Tidak terjadi penularan penyakit baik dari pasien maupun dari petugas
kesehatan

3
.

Kebijakan

SK Kepala Puskesmas No

4
.

Prosedur

1.Cuci tangan selama 10 15 detik (pastikan sela-sela jari, punggung


tangan, ujung jari dan ibu jari digosok menyeluruh) dengan sabun di air
mengalirsetelah berhubungan dengan pasien.
2. Pakai sarung tangan sebelum meneyentuh sesuatu yang basah atau
terkontaminasi dengan cairan tubuh
3. Pakai masker dan kaca mata pelindung bila mungkin ada percikan
cairan tubuh
4. Tangani dan buang jarum suntik dan alat kesehatan tajam sekali
pakai
5. Bersikhan dan desinfektankan tumpahan cairan tubuh pasien dengan
desinfektan
6. Penanganan alat medis harus sesuai dengan setandar desinfeksi dan
sterilisasi
7. Tangani semua bahan yang telah tercemar cairan tubuh pasien
dengan cara sterilisasi atau desinfeksi.
8. Pembungan limbah sesuai dengan prosedur

Unit Terkait

Petugas kesehatan

.
6
.

Dokumen
Terkait

7
.

Diagram
Alir