Anda di halaman 1dari 3

A.

CIRI PSIKOTERAPI
Psikoterapi merupakan proses interaks formal antara dua pihak atau lebih, yaitu anta klien
dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang
psikoterapiis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis
dengan pengetahuan dan ketrampilan psikologusnya akan membantu klien mengatasi keluhan
secara professional dan legal. Ada 3 ciri utama psikoterapi, yaitu :
1. Dari segi proses : berupa interaksi antara dua pihak, formal, professional, legal dan
menganut kode etik psikoterapi.
2. Dari segi tujuan : untuk mengubah kondisi psikologis seseorang, mengatasi masalah
psikologis atau meningkatkan potensi psikologis yang sudah ada.
3. Dari segi tindakan : seorang psikoterapis melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu
psikologi modern yang sudah teruji efektivitasnya.
B. TUJUAN PSIKOTERAPI
Berikut ini akan diuraikan mengenai tujuan dari psikoterapi secara khusus dari beberapa metode
dan teknik psikoterapi yang banyak peminatnya, dari dua orang tokoh yakni Ivey, et al (1987)
dan Corey (1991):
1. Tujuan psikoterapi dengan pendekatan psikodinamik, menurut Ivey, et al (1987):
membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Rekonstruksi
kepribadiannya dilakukan terhadap kejadian-kejadian yang sudah lewat dan menyusun
sintesis yang baru dari konflik-konflik yang lama.
2. Tujuan psikoterapi dengan pendekatan psikoanalisi, menurut Corey (1991): membuat
sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Membantu klien dalam
menghidupkan kembali pengalaman-pengalaman yang sudah lewat dan bekerja melalui
konflik-konflik yang ditekan melalui pemahaman intelektual.
3. Tujuan psikoterapi dengan pendekatan Rogerian, terpusat pada pribadi, menurut Ivey, et
al (1987): untuk memberikan jalan terhadap potensi yang dimiliki seseorang menemukan
sendiri arahnya secara wajar dan menemukan dirinya sendiri yang nyata atau yang ideal
dan mengeksplorasi emosi yang majemuk serta memberi jalan bagi pertumbuhannya
yang unik.
4. Tujuan psikoterapi pada pendekatan terpusat pada pribadi, menurut Corey (1991): untuk
memberikan suasana aman, bebas, agar klien mengeksplorasi diri dengan enak, sehingga
ia bisa mengenai hal-hal yang mencegah pertumbuhannya dan bisa mengalami aspekaspek pada dirinya yang sebelumnya ditolak atau terhambat.

5. Tujuan psikoterapi dengan pendekatan behavioristik, menurut Ivey, et al (1987): untuk


menghilangkan kesalahan dalam belajar dan untuk mengganti dengan pola-pola perilaku
yang lebih bisa menyesuaikan.
6. Sehubung dengan terapi behavioristik ini, Ivey, et al (1987) menjelaskan mengenai tujuan
pada terapi kognitif-behavioristik, yakni: menghilangkan cara berfikir yang menyalahkan
diri sendiri, mengembangkan cara memandang lebih rasional dan toleran terhadap diri
sendiri dan orang lain.
7. Corey (1991) merumuskan mengenai kognitif-behavioristik dan sekaligus rasional-emotif
terapi dengan: menghilangkan cara memandang dalam kehidupan pasien yang
menyalahkan diri sendiri dan membantunya memperoleh pandangan dalam hidup secara
rasional dan toleran.
8. Tujuan psikoterapi dengan metode dan teknik Gestalt, dirumuskan oleh Ivey, et al (1987):
agar seseorang menyadari mengenai kehidupannya dan bertanggung jawab terhadap arah
kehidupan seseorang.
9. Corey (1991) merumuskan tujuan terapi Gestalt: membantu klien memperoleh
pemahaman mengenai saat-saat dari pengalamannya. Untuk merangsang menerima
tanggung jawab dari dorongan yang ada di dunia dalamnya yang bertentangan dengan
ketergantungannya terhadap dorongan-dorongan dari dunia luar.
Dapat disimpulkan bahwa beberapa tujuan psikoterapi antara lain :
1. Perawatan akut (intervensi krisis dan stabilisasi)
2. Rehabilitasi (memperbaiki gangguan perilaku berat)
3. Pemeliharaan (pencegahan keadaan memburuk dijangka panjang)
4. Restrukturisasi (meningkatkan perubahan yang terus menerus kepada pasien)
C. JENIS PSIKOTERAPI
Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, psikoterapi dibedakan atas :
a.
b.

Psikoterapi suportif :
Mendukung fungsi-fungsi ego atau memperkuat mekanisme defense yang ada
Memperluas mekanisme pengendalian yang dimilki dengan yang baru dan lebih baik.
Perbaikan ke suatu keadaan keseimbangan yang lebih adaptif.
Psikoterapi reeduktif

Mengubah pola perilaku dengan meniadakan kebiasaan (habits) tertentu dan memebentuk
kebiasaan yang lebih menguntungkan
c. Psikoterapi rekonstuktif
- Dicapainya tilikan (insight) akan konflik-konflik nirsadar, dengan usaha untuk mencapai
perubahan luas struktur kepribadian seseorang.
- Menuturt teknik yang terutama digunakan psikoterapi dibagi menurut perubahan yang
digunakan, antara lain: psikoterapi ventilatif, sugestif, katarsis, ekspresif, operant
conditioning, modeling, asosiasi bebas, interpretative, dll.
- Menurut konsep teoritis tentang motivasi dan perilaku dapat dibedakan menjadi :
psikoterapi perilaku atau behavioral, psikoterapi kognitif, psikoterapi evokatif, analitik,
dinamik, dll.
Daftar Pustaka
https://aridarahma.wordpress.com/2013/04/09/jenis-jenis-psikoterapi/
https://echaelshanadia.wordpress.com/2015/03/20/pengertian-tujuan-dan-unsur-unsurpsikoterapi/
https://id.wikipedia.org/wiki/Psikoterapi
https://books.google.co.id/books?id=vjvjGDxJi4C&printsec=frontcover&hl=id&source=gbs_ge_summary_r&cad=0#v=onepage&q=
154&f=false