Anda di halaman 1dari 14

PRAKTIKUM FISIKA LISTRIK

PERCOBAAN L3 PERUBAHAN ENERGI LISTRIK MENJADI ENERGI TERMAL


I.

TUJUAN
1.

Menentukan usaha listrik

2.

Menentukan kalor yang terjadi

3.

Menentukan kesetaraan kalor-usaha listrik

II.

III.

ALAT-ALAT
1.

Kalorimeter lengkap dengan pengaduk

2.

Termometer 50 oC

3.

Amperemeter

4.

Voltmeter

5.

Sumber tegangan yang dapat diatur

6.

Stopwatch

7.

Gelas ukur

8.

Neraca teknis

9.

Kabel penghubung (7 buah).


TEORI
Energi listrik merupakan salah satu bentuk energi. Berarti energi listrik juga

memiliki sifat umum dari energi. Sifat umum itu adalah kekekalan energi. Energi tidak
dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan tetapi bisa berubah ke bentuk lain. Pada
kekekalan energi listrik ini dapat kita pelajari perubahan energi listrik ke energi termal.
Dimana untuk percobaan ini terdapat Hukum Joule. Hukum Joule menuliskan
bagaimana Energi Listrik diubah kedalam Energi Termal yang didalam suatu penghantar
merupakan suatu proses yang tidak dapat dibalik (hanya berlangsung satu arah). Joule
juga merumuskan perbandingan jumlah satuan usaha dengan banyaknya kalor yang
dihasilkan sebagai berikut:
U = V.I.t

joule........................................................(1)

Q = a.V.I.t

kalori.......................................................(2)

Atau:
Dimana:
U

= Usaha listrik

(joule)

= Kalor akibat energi listrik

(kalori)

= tara kalor listrik

(kalori/joule)

= Besarnya arus listrik

(ampere)

= Tegangan

(volt)

= Lama waktu pemberian arus listrik

(detik)

Sedangkan kalor yang terjadi pada kalorimeter:


Q Ta Tm

....................................................(3)

dimana suhu akhir Ta harus dikoreksi, karena adanya pertukaran kalor dengan
sekitarnya. Koreksi tersebut dinyatakan dengan Koreksi Suhu dari Newton:
T k Tk Tr t .......................................................(4)

Dimana:
Q

= Kalor yang diterima kalorimeter

(kalori)

= Harga air kalorimeter

(kalori/ C )

Ta

= Temperatur akhir kalorimeter

( C )

Tm

= Temperatur mula-mula kalorimeter

( C )

= Koreksi suhu

( C )

= Konstanta koreksi suhu Newton

( s 1 )

Tk

= Suhu kalorimeter rata-rata

( C )

Tr

= Suhu ruang rata-rata

( C )

Seain itu pada suatu zat yang mengaami usaha istrik dan kaor secaa bersamaan terdapat
besaran yang menyatakan kesetaraan antara energi istrik dengan kaor sistem yang
biasanya disebut dengan tara kaor istrik.

Gambar 1
IV.

TUGAS PENDAHULUAN

1.

Apa yang dimaksud dengan usaha listrik dan tara kalor listrik?
Jawab:
Usaha listrik adalah besarnya usaha yang dikeluarkan untuk menghasilkan energi
listrik. Tara kalor listrik adalah perbandingan antara energi listrik yang diberikan
terhadap panas yang di hasilkan

2.

Apakah arti dan satuannya dari huruf-huruf yang dipakai dalam rumus (1), (2), (3)
dan (4) dalam satuan SI?
Jawab:
U = V.I.t

.......................................(1)

Q = a.V.I.t

.......................................(2)

Dimana:
U

= Usaha listrik

(joule)

= Kalor akibat energi listrik

(kalori)

= tara kalor listrik

(kalori/joule)

= Besarnya arus listrik

(ampere)

= Tegangan

(volt)

= Lama waktu pemberian arus listrik

(detik)

Q Ta Tm

........................................(3)

T k Tk Tr t

........................................(4)

Dimana:

3.

= Kalor yang diterima kalorimeter

(kalori)

= Harga air kalorimeter

(kalori/ C )

Ta

= Temperatur akhir kalorimeter

( C )

Tm

= Temperatur mula-mula kalorimeter

( C )

= Koreksi suhu

( C )

= Konstanta koreksi suhu Newton

( s 1 )

Tk

= Suhu kalorimeter rata-rata

( C )

Tr

= Suhu ruang rata-rata

( C )

Berikan penjelasan mengenai cara mendapatkan koreksi suhu akibat pengaruh


sekitarnya (buat grafik suhu terhadap waktu terlebih dahulu)!

Jawab:
Grafik suhu terhadap waktu:

Koreksi suhu akibat pengaruh sekitar diperoleh dari penjumlahan T2

dengan

T2 .

4.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan:


a. Hukum Joule
b. Azas black
Jawab:
a. Hukum Joule adalah pembentukan panas per satuan waktu berbanding lurus
dengan arus.
b. Azas black adalah pada percampuran dua zat, banyaknya kalor yang dilepas zat
yang suhunya lebih tinggi sama dengan banyaknya kalor yang diterima zat yang
suhunya lebih rendah.

5.

Bagaimana hubungan antara kalor yang terjadi dengan usaha listrik pada suatu
sistem?
Jawab:
Hubungan antara kalor yang terjadi dengan usaha listrik adalah kesetaraan kalor
usaha listrik. Dimana kalor yang terjadi berbanding lurus dengan usaha listrik yang
diberkan. Semakin banyak energi listrik yang mengalir makan kalor yang dihasilkan
juga semakin besar.

a= Q/U
dimana,
a= tara kalor listrik
Q= kalor
U= usaha listrik
6.

Kalor yang dihasilkan oleh arus listrik itu untuk apa? Terangkan!
Jawab:
Kalor yang dihasilkan oleh arus listrik digunakan untuk menghitung kesetaraan kalor
usaha listrik atau Kalor yang dihasilkan oleh arus listrik itu berguna untuk
memanaskan sistem sehingga dapat diketahui besarnya suhu-suhu pada percobaan
tersebut.

7.

Dalam suatu sistem tertutup yang dialiri arus listrik secara langsung (tanpa
perantara), apakah akan terjadi perubahan energi didalamnya?
Jawab:
Dalam sistem tertutup yang dialiri arus listrik secara langsung tidak akan terjadi
perubahan energi karena arus yang mengalir tidak kontak langsung/tidak melewati
dengan zat perantara yang akan menghasilkan kalor. Dengan kata lain arus hanya
mengalir pada kabel-kabel yang terhubung.

V.

PROSEDUR PERCOBAAN
1.

Catat keadaan ruang sebelum praktikum!

2.

Timbang kalorimeter kosong

mk

dan pengaduk yang pegangannya dilepas

m . Pastikan bahan pembuatnya!


p

3.

Susun rangkaian seperti pada gambar 1, kemudian minta asisten untuk


memeriksa! Jangan hungkan sumber arus dengan rangkaian!

4.

Isi kalorimeter dengan air sampai kira-kira kawat pemanasnya terendam!


Usahakan temperatur air 3oC dibawah temperatur ruang dengan memberi sedikit air
es (perhatikan cara menggunakan termometer), kemudian timbang hingga massa air
dapat dihitung (ma)! .

5.

Masukkan kalorimeter yang telah diisi air ini ke dalam selubung luar dan pasang
termometer (ujung termometer berada jauh dari kawat pemanas namun tidak
menyentuh dasar kalorimeter)!

6.

Lakukan percobaan pendahuluan tanpa arus listrik! Catat suhu air dalam
kalorimeter setiap menit selama 5 menit sambil diadik satu dua kali perlahan!

7.

Alirkan arus listrik sebesar 1,5 Ampere (stopwatch jangan dimatikan), kemudian
catat suhu air dalam kalorimeter setiap

menit lagi sambil diaduk satu dua kali

(usahakan kuat arus selalu tetap) sampai suhu kalorimeter naik kira-kira 3 oC di atas
suhu ruang (percobaan sebenarnya)!
8.

Ukur tegangan antara kedua ujung kawat pemanas!

9.

Matikan arus listrik, kemudian lakukan percobaan akhir! Catat lagi suhu air dalam
kalorimeter setiap menit selama 5 menit sambil diaduk satu dua kali!

10.

Ukur volume termometer yang tercelup ke dalam air dengan menggunakan gelas
ukur (tanya asisten)!

11.

Ulangi langkah V.4 s.d V.10 dengan kuat arus yang lain (tanya asisten)!

12.

Catat keadaan ruang setelah praktikum!

Catatan:
1.

Selama arus dialirkan dan setelah dimatikan, harus diaduk sekalikali (jangan terus-menerus).

2.

Kalor jenis termometer 0,46 kal/ml C

3.

Kalor jenis aluminium 0,217 kal/gr C (17 - 100 C )

4.

Kalor jenis kuningan 0,094 kal/gr C (15 - 100 C )

VI.

DATA PENGAMATAN
Tabel keadaan ruang

Awal

Akhir

Temperatur (C)

(2,70 0,05) 10

(2,70 0,05) 10

Tekanan (mmHg)

(7,3950 0.0038) 102

(7,3950 0.0038) 102

Kelembaban (%)

(7,50 0,05) 10

(7,50 0,05) 10

Percobaan dengan I = 1,5 Amp & V = 3,5 Volt


Massa kalorimeter/bahan
Massa pengaduk/bahan
Massa air + kalorimeter
Massa air
Volume termometer tercelup

Suhu kalorimeter 5 menit


tanpa arus
t (s)
T (oC)
0
(2,40 0,05)10
(2,40 0,05)10
30

(5,0300 0,0005)10 gr
(3,0250 0,0005)10 gr
(2,15300 0,00005)102 gr
(1,65000 0,00005)102 gr
(6 1)10-1 ml

Suhu kalorimeter dengan


arus 1,5 Amp
t (s)
T (oC)
(2,40 0,05)10
300
(2,40 0,05)10
330

Suhu kalorimeter 5 menit arus


putus
t (s)
T
1230
(3,00 0,05)10
1260
(3,00 0,05)10

60
90
120
150
180
210
240
270
300

(2,40 0,05)10
(2,40 0,05)10
(2,40 0,05)10
(2,40 0,05)10
(2,40 0,05)10
(2,40 0,05)10
(2,40 0,05)10
(2,40 0,05)10
(2,40 0,05)10

360
390
420
450
480
510
540
570
600
630
660
690
720
750
780
810
840
870
900
930
960
990
1020
1050
1080
1110
1140
1170
1200
1230

(2,40 0,05)10
(2,40 0,05)10
(2,50 0,05)10
(2,50 0,05)10
(2,60 0,05)10
(2,60 0,05)10
(2,60 0,05)10
(2,60 0,05)10
(2,60 0,05)10
(2,70 0,05)10
(2,70 0,05)10
(2,70 0,05)10
(2,70 0,05)10
(2,80 0,05)10
(2,80 0,05)10
(2,80 0,05)10
(2,80 0,05)10
(2,90 0,05)10
(2,90 0,05)10
(2,90 0,05)10
(2,90 0,05)10
(2,90 0,05)10
(2,90 0,05)10
(2,90 0,05)10
(2,90 0,05)10
(3,00 0,05)10
(3,00 0,05)10
(3,00 0,05)10
(3,00 0,05)10
(3,00 0,05)10

1290
1320
1350
1380
1410
1440
1470
1500
1530

(3,00 0,05)10
(3,00 0,05)10
(3,00 0,05)10
(3,00 0,05)10
(3,00 0,05)10
(3,00 0,05)10
(3,00 0,05)10
(3,00 0,05)10
(3,00 0,05)10

Percobaan dengan I = 2,5 Amp & V = 5 Volt


Massa kalorimeter/bahan
Massa pengaduk/bahan
Massa air + kalorimeter
Massa air
Volume termometer tercelup

Suhu kalorimeter 5 menit


tanpa arus
t (s)
T (oC)
0
(2,40 0,05)10
(2,40 0,05)10
30
(2,40 0,05)10
60
(2,40 0,05)10
90
(2,40 0,05)10
120
(2,40 0,05)10
150
(2,40 0,05)10
180
(2,40 0,05)10
210
(2,40 0,05)10
240
(2,40 0,05)10
270
(2,40 0,05)10
300

(5,0400 0,0005)10 gr
(3,0350 0,0005)10 gr
(2,27550 0,00005)102 gr
(1,77150 0,00005)102 gr
(1,0 0,1) ml

Suhu kalorimeter dengan


arus 2,5 Amp
t (s)
T (oC)
(2,40 0,05)10
300
(2,40 0,05)10
330
(2,40 0,05)10
360
(2,50 0,05)10
390
(2,60 0,05)10
420
(2,60 0,05)10
450
(2,70 0,05)10
480
(2,70 0,05)10
510
(2,80 0,05)10
540
(2,80 0,05)10
570
(2,90 0,05)10
600
(2,90 0,05)10
630
(3,00 0,05)10
660

Suhu kalorimeter 5 menit arus


putus
t (s)
T
870
(3,10 0,05)10
(3,10 0,05)10
900
(3,10 0,05)10
930
(3,10 0,05)10
960
(3,10 0,05)10
990
(3,10 0,05)10
1020
(3,10 0,05)10
1050
(3,10 0,05)10
1080
(3,10 0,05)10
1110
(3,10 0,05)10
1140
(3,10 0,05)10
1170

690
720
750
780
810
840
870

(3,00 0,05)10
(3,00 0,05)10
(3,10 0,05)10
(3,10 0,05)10
(3,10 0,05)10
(3,10 0,05)10
(3,10 0,05)10

VIII.

TUGAS AKHIR DAN PERTANYAAN


1.

Tentukan usaha listrik (U) yang dihasilkan oleh arus 1,5 A! Apa
satuannya dalam SI?
Jawab:
U=V.I.t2
U= 4882,5 Joule

2.

Gambarkan grafik perubahan suhu terhadap waktu pada perubahan


pendahuluan, percobaan sesungguhnya, dan percobaan akhir (dalam satu grafik yang
saling berhubungan antara ketiganya)!
Grafik T vs t Arus 1,5A

Grafik T vs t Arus 2,5A

3.

Hitung koreksi suhu dari Newton dengan mempergunakan grafik


tersebut! Apakah koreksi ini perlu dalam percobaan yang telah dilakukan? Jelaskan!
-Pada percobaan I
T2= T2+T2
= 30 + 0
= 30 oC
-Pada percobaan II
T2= T2+T2
= 31 + 0
= 31 oC
Perlu. Untuk mengetahui adanya pengaruh suhu lingkungan terhadap kalorimeter atau
mengetahui keadiabatisan suatu sistem.

4.

Setelah suhu kalorimeter dikoreksi, hitung kalor yang terjadi (Q)!


-Pada arus 1.5A
Q= H(T2-To) = 1096,53 kal atau (1,096530,00032)103
-Pada arus 2,5A
Q= H(T2-To) = 1365,931 kal atau (1,36590,00037)103

5.

Hitung harga tara kalor-usaha listrik (a) beserta dengan satuannya!


-Pada arus 1.5A, a= Q/U = 0.2246 kal/joule atau (2,250,31)10-1
-Pada arus 2.5A, a= Q/U = 0.1917 kal/joule atau (1,920,17)10-1

6.

Lakukan VI.2 s.d VI.5 umtuk kuat arus yang lain!

7.

Gambarkan penampang kalorimeter lengkap dengan pengaduk,


termometer dan kawat pemanas! Sebutkan kegunaan alat masing-masing tersebut!
Jawab:

Termometer, digunakan untuk mengukur suhu yang diletakkan pada tutup


kalorimeter. Suhu yang tercantum pada termometer itulah yang digunakan dan
menjadi acuan.

Pengaduk, digunakan untuk mengaduk agar panas zat yang ada pada kalorimeter
sama.

Tutup kalorimater, yang terbuat dari kayu. Bahan ini merupakan isolator sehingga
tidak terjadi transfer energi keluar sistem.

Bejana kalorimeter atau bejana dalam yang terbuat dari logam. Logam ini
misalnya seperti tembaga atau aluminium. Permukaan bagian luar dari bejana ini
dibuat mengkilap untuk mengurangi radiasi kalor atau kehilangan kalor karena
penyerapan didnding bejana.

Selubung luar yang menyekat terjadinya pertukaran kalor dengan


lingkungannya. Bejana ini berguna untuk mengurangi hilangnya kalor karna
konveksi dan konduksi. Konveksi adalah perpindahan kalor melalui zat yang
diikuti dengan perpindahan partikel-partikel zat-zat. Sedangkan konduksi adalah
perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa diikuti oleh perpindahan pertikel-

partikel zat itu.


Penyangga, agar antara bejana bagian dalam yang terbuat dari logam tidak
bersentuhan dengan bejana pelindung bagian luar, sehingga antara bejana dalam
dan bejana luar terdapat rongga udara. Dalam hal ini udara merupakan kondiktor

paling buruk atau isolator paling baik.


Air, berfungsi sebagai media yang dapat diukur suhunya.
Kawat arus berfungsi sebagai media untuk memberikan arus listrik

8.

Gambarkan rangkaian pemasangan amperemeter, voltmeter,


sumber tegangan (ingat kutub positif dan negatif), dan arah arusnya! Apakah arus
yang terbaca adalah arus yang menghasilkan kalor?
Jawab:

Ya, karena arus yang mengalir merupakan arus yang menyebabkan adanya kalor pada
sistem.
9.

Apa guna dilakukan percobaan pendahuluan dan percobaan akhir


(masing-masing 5 menit tanpa arus)? Jelaskan!
Jawab:
Untuk membuktikan bahwa sistem tersebut adiabatik dimana suhu yang terdapat pada
sistem tersebut tidak berubah. Artinya tidak dipengaruhi oeh suhu dari luar.

10.

Apakah maksud/guna mengukur tegangan antara kedua ujung


kawat pemanas selama percobaan berlangsung? Terangkan menggunakan gambar!
Jawab:
Maksud dari mengukur tegangan antara kedua ujung kawat pemanas selama
percobaan berlangsung adalah untuk menghitung banyaknya usaha lisrik yang
diberikan pada sistem tersebut

11.

Jelaskan proses perubahan energi yang terjadi pada percobaan ini!


Jawab:
Perubahan pada percobaan ini yaitu perubahan energi listrik menjadi energi termal.
Pada kalorimeter terdapat kawat yang terhubung pada rangkaian listrik yang dialiri
arus. Kawat tersebut sebagai elemen pemanas. Elemen pemanas merupakan sejenis
hambatan listrik. Ketika elemen pemanas dialiri arus listrik selama waktu tertentu,
maka sebagian arus listrik ini akan berubah menjadi energi kalor. Adanya energi kalor
menyebabkan air pada kalorimeter mengalami kenaikan suhu.

IX.

ANALISIS
Berdasarkan percobaan yang dilakukan, didapatkan hasil usaha listrik pada
percobaan 1 dengan arus sebesar 1,5 A dan tegangan 3,5 V sebesar 4882,5 Joule.
Sedangkan pada percobaan 2 dengan arus 2,5 A dan tegangan 5 V sebesar 7125
Hal ini sesuai dengan rumus yang diberikan, semakin besar arus dan
sebuah rangkaian maka usaha listrik yang dihasilkan juga akan

Joule.

tegangan pada

semakin

besar.

Karena arus dan tegangan berbanding lurus dengan usaha listrik.


Namun pada hasil perhitungan untuk tara kalor listrik berbeda dengan nilai yang
ada pada literatur. Dari hasil perhitungan pada saat arus 1.5 A dan tegangan 3.5 V
didapatkan tara kalor listrik sebesar a= 0.2246 kal/joule sedangkan hasil dari perhitungan
pada saat arus 2.5 A dan tegangan 5 A sebesar a= 0.1917 kal/joule. Sedangkan diketahui
pada literatur sebesar a= 0.24 kal/joule. Perbedaan tersebut disebabkan karena kurangnya
pengadukan pada kalorimeter sehingga suhu didalam kalorimeter tidak merata atau suhu
yang tercatat kurang tepat dari sebenarnya sehingga kalor yang didapatkan juga nilainya
kurang tepat
Kalor yang didapatkan pada saat percobaan 2 yaitu arus 2.5A dan tegangan 3.5V
lebih besar daripada pada percobaan 1 saat arus 1.5A dan tegangan 5V yaitu Q= 1096,53
kal dan Q= 1365,931 kal. Hal itu dikarenakan harga air kalorimeter percobaan 2 lebih
besar daripada percobaan 1. Disebabkan oleh massa air percobaan 2 lebih besar
dibandingkan dengan percobaan 1 karena pecobaan 2 massa airnya, massa kalorimeter,
volume thermometer tercelup dan massa pengaduk lebih besar dibandingkan dengan
percobaan 1.

X.

KESIMPULAN
1. Dari hasil perhitungan didapatkan usahal istrik

Pada arus 1.5A dan tegangan 3.5V


U= 4882.5 joule

Pada arus 2.5A dan tegangan 5V


U= 7125 joule

2. Dari hasil perhitungan didapatkan kalor

Pada arus 1.5A dan tegangan 3.5V


Q= 1096.53 cal

Pada arus 2.5A dan tegangan 5V


Q= 1365.931 cal

3. Dari hasil perhitungan didapatkan tara kalor listrik

Pada saat arus 1.5A dan tegangan 3.5V


a= 0.2246 kal/joule

Pada saat arus 2.5A dan tegangan 5 V


a= 0.1917 kal/joule

XI.

DAFTAR PUSTAKA
1.

Andar, Soeprapto dan Muhammad Ridwan. 2015. Buku Petunjuk Praktikum Fisika
Dasar. Institut Teknologi Nasional: Bandung.