Anda di halaman 1dari 3

Karakteristik Prebiotik

Tidak terhidrolisis atau terserap pada saluran pencernaan bagian atas traktus
gastrointestinal
Substrat yang selektif untuk satu atau sejumlah mikroflora komensal yang
menguntungkan dalam kolon, jadi memicu pertumbuhan bakteri yang aktif
melakukan metabolisme
Mampu mengatur komposisi mikroflora pada usus besar menuju komposisi yang
ideal bagi kesehatan, dengan cara meningkatkan jumlah bakteri yang
bermanfaat dan mengurangi jumlah bakteri yang tidak bermanfaat
Membantu meningkatkan absorbsi mineral seperti magnesium dan kalsium
Berpengaruh baik pada sistem imun dan memberikan peningkatan resistensi
terhadap infeksi
Mekanisme Prebiotik dalam mengatur sistem imun
Meningkatkan jumlah bakteri asam laktat
Meningkatkan jumlah asam lemak rantai pendek
Mengaktifkan sel-sel kekebalan tubuh karbohidrat reseptor
Mekanisme 1
Bifidobacteria dan Lactobacilli merupakan bakteri alami yang ditemukan pada
usus:
-meningkatkan absorbsi vitamin dan mineral
-memperbaiki sistem pencernaan
-meningkatkan proteksi thd bakteri berbahaya seperti fungi dan virus
Prebiotic (Inulin dan Oligofruktosa) meningkatkan jumlah bakteri asam laktat
ini mengarah pada sinyal dari reseptor (kelas protein yang memainkan peran
kunci dalam sistem kekebalan tubuh bawaan serta sistem pencernaan) yang
mengaktifkan sekresi sitokin proinflamasi
Mekanisme 2
Ketika prebiotik seperti inulin dan oligofruktosa ditambahkan, dapat
meningkatkan jumlah SCFA di usus
Butirat, seperti contoh jika menguntungkan sistem imun itu karena:
-menekan periferasi limfosit
- menghambat produksi sitokin dari limfosit tertentu
-menginduksi apoptosis T-limfosit
-mengaktifkan reseptor rangkain G-protein
Mekanisme 3
Fagosit tertentu (sel imun) di usus menyampaikan situs reseptor jenis lektit
Situs ini menengahi reaksi sikotoksik seluler menghadapi sel asing
Kesimpulan:
Sel imun pada usus dengan reseptor jenis lektin dapat distimulasi oleh
karbohidrat prebiotik yang belum dicerna dan karena itu dapat meningkatkan
aktivitas reaksi proinflamasi
Manfaat Prebiotik:
1. Memperbaiki fungsi usus
-meningkatkan frekuensi buang air
-meningkatkan frekuensi berat badan
-meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek
2. Mendorong pertumbuhan bakteri yang menyehatkan seperti Lactobacilli dan
bifidobacteria
3. Mengembalikan flora usus selama atau sesudah pengobatan antibiotik
4. Inulin dapat mengurangi konsentrasi insulin dan menurunkan kadar trigliserida
KARAKTERISTIK PROBIOTIK
1. Tidak bersifat patogen dan toksik
2. Bersifat antagonis terhadap patogen
3. Menunjukan efek menguntungkan pada host

4. Dapat bertahan, berkoloni dan berkembang biak di dalam usus (seharusnya tidak
terbunuh oleh asam lambung)
5. Mampu menghuni di dalam S&L usus
6. Harus berasal dari manusia
7. Tetap hidup selama masa penyimpanan dan penggunaanya
Mekanisme
Manfaat probiotik
Menurunkan gejala malabsorpsi laktosa
Meningkatkan ketahanan alami terhadap infeksi saluran pencernaan
Menekan pertumbuhan sel kanker
Menurunkan kolesterol dalam darah
Mengurangi efek antibiotik
Memperbaiki sistem pencernaan
Menstimulasi imunitas saluran pencernaan
Mekanisme probiotik
Menghambat potensi mikroorganisme patogen
penurunan ph usus (melalui produksi asam lemak rantai pendek)
Produksi bahan-bahan anti-mikrobial
Probiotik memproduksi senyawa antimikroba (khususnya patogen) seperti asam
laktat, asam asetat, karbondioksida, hydrogen peroksida (H 2O2), bakteriosin dan
senyawa penghambat pertumbuhan bakteri patogen lainnya.
Kompetisi pada reseptor adhesi
Probiotik berperan sebagai pesaing (competitor) bagi galur patogen untuk
mengikatkan diri pada reseptor adesi sehingga galur patogen tak mampu
membentuk koloni dan dengan demikian tidak mampu menimbulkan penyakit.
Kompetisi terhadap zat makanan
Meskipun usus merupakan sumber makanan yang berlimpah sehingga teori
mengenai persaingan antar mikroorganisme nampaknya tidak dapat diterima,
namun perlu diingat bahwa keberlangsungan mekanisme persaingan dengan
mikro-organisme patogen hanya memerlukan pelibatan satu jenis nutrient.

Ubi jalar ungu

Tiwul adalah makanan setengah basah, bertekstur lembut setengah


padat, merupakan hasil pengukusan tepung gaplek atau tepung singkong yang
telah diuleni dengan ditambahkan air hingga basah dan dibentuk butiran-butiran
yang seragam dan dikukus selama 20-30 menit. Tiwul dapat pula dikeringkan
menjadi tiwul instan tradisional yang tahan disimpan lebih dari satu tahun.
Alasan knp instan: Pada bahan berpati seperti pada tepung ubi kayu
dapat dilakukan proses lebih lanjut atau dijadikan produk instan. Pati yang telah
tergelatinisasi dapat dikeringkan kembali. Pati yang sudah dikeringkan ini masih
dapat menyerap air kembali. Berdasarkan prinsip ini maka tiwul dapat diolah
menjadi produk yang bersifat instan yang lebih awet dan mudah dalam
penyajiannya. Pengembangan produksi dan pemanfaatan ubijalar ungu cukup
prospektif karena sejalan dengan program percepatan diversifikasi pangan dan
meningkatnya kesadaran masyarakat akan pangan sehat serta pengembangan
agroindustri berbahan baku lokal
Bahan:
Ubi jalar ungu potensial dimanfaatkan sebagai bahan pangan fungsional karena
memiliki antosianin, pigmen yang menyebabkan daging umbi berwarna ungu,
yang mempunyai aktivitas antioksidan. Keberadaan senyawa fenol selain
antosianin juga penting karena bersinergi dengan antosianin dalam menentukan
aktivitas antioksidan ubijalar. andungan serat pangan yang bermanfaat untuk
pencernaan dan indeks glikemiknya yang rendah sampai medium, juga
merupakan nilai tambah ubijalar sebagai pangan fungsional.
Gula pasir: Karbohidrat. Fungsi karbohidrat yang utama adalah sebagai pemasok energi.
Fungsi karbohidrat juga berperan penting untuk mengoptimalkan kerja protein. Karena apabila tubuh
mengalami kekurangan asupan karbohidrat, maka protein akan menggantikan fungsi karbohidrat
sebagai penghasil energi dan zat pembentuk tubuh.
Daun pandan. Daun pandan memiliki kandungan gizi penting, diantaranya : saponin, flavonoida,
polifenol, tanin, zat warna, alkaloida. Sehingga daun pandan berfungsi sebagai antioksidan.

Cara-cara:
Langkah pertama untuk membuat tiwul adalah mengubah singkong menjadi
gaplek, yaitu proses mengeringkan singkong dengan di jemur di bawah terik
matahari
Setelah menjadi gaplek atau singkong kering, selanjutnya gaplek di tumbuk
menjadi tepung halus, percikan sedikit air lalu di goyang2 menggunakan
tampah, agar membentuk butiran butiran kecil. sisihkan butiran2 kecil tersebut
dan ulangi lagi sampai seluruh tepung membentuk butiran yang merupakan
bahan baku siap kukus untuk tiwul nya. Jangan lupa tambahkan gula sebagai
pemanis dan daun pandan sebagai penyedap.
langkah terakhir, silahkan kukus tiwul tersebut jangan lupa alasi dengan daun
pisang.
Setelah tiwul yang anda masak siap di konsumsi (ingat harus di masak dengan
benar sampai siap di makan) maka langkah selanjutnya, anda harus menjemur
tiwul tersebut di bawah terik matahari, sampai benar benar kering, untuk hasil
yang baik, sekurang2 nya di perlukan waktu setidaknya 3 hari untuk menjemur
tiwul tersebut.
Setelah melalui proses penjemuran, maka anda akan mendapati tiwul instan
tersebut dalam bentuk gumpalan2 besar, karena nasi tiwul sangat lengket, jadi
ketika di jemurpun akan membentuk gumpalan gumpalan besar.
selanjutnya silahkan tumbuk gumpalan2 tiwul tersebut sampai membentuk
butiran butiran kecil seperti mutiara. dan jemur lagi agar benar benar kering dan
menjadi tiwul instan yang siap anda konsumsi kapanpun