Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Vitamin merupakan suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita
yang berfungsi untuk membantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Didalam
tubuh diperlukan dalam jumlah sedikit (micronutrient). Biasanya tidak disintesis di dalam tubuh.
Jika dapat disintesis bermakna jumlah tidak mencukupi kebutuhan tubuh sehingga harus
diperoleh dari makanan. Beberapa vitamin berfungsi langsung dalam metabolisme penghasilan
energi. Berdasarkan hidrofobisitasnya (kelarutannya dlm air), vitamin dibagi menjadi 2 :

Vitamin yang larut dalam lemak : A, D, E, K


Vitamin yang larut dalam air : B kompleks, C

Jika konsumsi vitamin berlebihan :


a. Vitamin yang larut dalam lemak di simpan dlm tubuh
b. Vitamin yang larut dalam air di ekskresi
Sebaliknya, gejala defisiensi lebih sering terjadi pada vitamin yang larut dalam air Karena
tidak dapat disimpan dalam jaringan tubuh.
Mineral merupakan bahan inorganik yang dibutuhkan untuk proses kehidupan baik
dalam bentuk ion atau elemen bebas. Diperoleh dari makanan karena tubuh tidak dapat
memproduksi. Berdasar jumlah yang dibutuhkan tubuh dibagi 2 mikromineral dan makromineral
yaitu:
Makromineral : natrium, potasium, klorida, magnesium, fosfor dan kalsium
Mikromineral : besi, tembaga, zink, yodium, dan fluoride.
Mineral tersebut berfungsi sebagai katalisator berbagai reaksi biokimiawi dalam tubuhyaitu
untuk transmisi sinyal atau pesan pada sel saraf, produksi hormon, pencernaan dan penggunaan
makanan serta merupakan bagian dari organ vital seperti tulang, darah dan gigi.
1.2.
1.
2.
3.
4.
5.

Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud vitamin dan mineral?
Bagaimana penggolongan vitamin dan mineral?
Apa saja jenis-jenis vitamin dan mineral?
Apa akibat kekurangan vitamin dan mineral?
Bagaimana penanggulangan akibat kekurangan vitamin dan mineral?

1.3. Tujuan
1

1.
2.
3.
4.
5.

Untuk mengetahui pengertian vitamin dan mineral


Untuk mengetahui penggolongan vitamin dan mineral
Untuk mengetahui jenis-jenis vitamin dan mineral
Untuk mengetahui akibat kekurangan vitamin dan mineral
Untuk mengetahui penanggulangan akibat kekurangan vitamin dan mineral

1.4. Manfaat
Dapat memberikan gambaran jelas mengenai masalah pada defisiensi vitamin dan mineral.
Juga memberi kesadaran untuk mengkomsumi gizi seimbang agar tidak sakit dan hidup sehat.
Mencapai pertumbuhan yang baik pada masa janin, anak, remaja dan lansia.

BAB II
PEMBAHASAN
2

2.1.

Pengertian Vitamin dan Mineral


Zat gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit, tubuh kita tidak
dapat memproduksi sendiri zat gizi ini sehingga harus diperoleh melalui makanan. Meskipun
cuma sedikit, zat gizi mikro sangat penting untuk membantu mengatur berbagai fungsi tubuh.
Sehingga tubuh akan terganggu fungsinya jika kekurangan zat gizi mikro.
Vitamin adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi
vital dalam metabolisme organisme. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim),
vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim.
Mineral merupakan zat yang terdapat di alam dengan kandungan suatu kimia homogen, serta
bentuk yang teratur (sistem kristal) yang terbentuk secara alamiah atau juga dengan melalui
proses anorganik.
2.2.

Vitamin
Penggolongan Vitamin
a. Vitamin larut air terdiri dari vitamin B dan C. Vitamin larut dalam air adalah vitamin
yang hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang
bersama aliran makanan. Saat suatu bahan pangan dicerna oleh tubuh, vitamin yang
terlepas akan masuk ke dalam aliran darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh. Apabila
tidak dibutuhkan, vitamin ini akan segera dibuang tubuh bersama urin. Oleh karena hal
inilah, tubuh membutuhkan asupan vitamin larut air secara terus-menerus.
b. Vitamin Larut Lemak terdiri dari vitamin A, D, E, K. Vitamin larut lemak ini memiliki
fungsi yang sangat penting dalam menjaga agar tubuh kita tetap sehat, termasuk fungsi
diferensiasi sel, fungsi sistem kekebalan tubuh dan juga berfungsi untuk membantu
menjaga tulang agar tetap kuat dan tidak keropos. Vitamin larut lemak ini dapat disimpan
oleh tubuh dalam hati dan kulit. Kelebihan vitamin yang larut dalam lemak ini dapat
berbahaya dan menyebabkan kerusakan sel tubuh kerana itu kita disarankan untuk
berhati-hati dengan suplemen diet yang terlalu banyak mengandung vitamin yang larut
dalam lemak. Sebelum ditemukan vitamin yang larut dalam lemak, orang menduga
bahwa lemak hanya berfungsi sebagai sumber energi. Vitamin yang larut dalam lemak
biasanya ditimbun dalam tubuh dan karenanya tidak perlu disediakan setiap hari dalam
makanan.
Jenis-jenis Vitamin
a. Vitamin A
Manfaat vitamin untuk pertumbuhan, terutama kesehatan kulit, mata dan menjaga
daya tahan tubuh.
Sumber vitamin terdapat dalam hati, kuning telur, keju, sayuran berwarna hijau tua
seperti daun singkong, bayam, serta sayuran dan buah-buahan yang berwarna kuningjingga (wortel, mangga, tomat, pepaya, dan lain-lain).
3

Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan :


i.
Gangguan penglihatan pada mata.
ii.
Penyakit infeksi seperti campak. Infeksi tersebut dapat menghambat penyerapan
zat-zat gizi dan pada saat yang bersamaan akan mengikis habis persediaan
Vitamin A dalam tubuh.
Kelebihan vitamin A dapat menyebabkan yaitu sakit kepala, mual, nyeri sendi, iritasi
dan kerontokan rambut.
b. Vitamin B
Ada banyak jenis vitamin B yaitu vitamin B1, B6, B12 dan lain-lain. Kumpulan
vitamin B disebut dengan vitamin B kompleks. Vitamin B kompleks penting untuk
mencegah penyakit beri-beri, memproduksi dan memperbaiki sel-sel darah merah,
serta mengubah karbohidrat, protein dan lemak menjadi energi.
Sumber terdapat dalam hati, ginjal, susu, telur, ikan, keju, daging, kecambah gandum,
serealia tumbuk, kacang-kacangan, kacang hijau, kentang, pisang, sayuran berwarna
hijau, dan sebagainya.
c. Vitamin C
Berfungsi membantu penyerapan kalsium, mencegah infeksi, membantu
penyembuhan penyakit, meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah kanker serta
penyakit jantung.
Sumber terdapat pada sayur dan buah seperti jeruk, nanas, rambutan, dan sebagainya.
Kekurangan vitamin C akan menyebabkan penyakit sariawan atau skorbut.
Kelebihan vitamin C dari makanan tidak menimbulkan gejala. Tetapi mengkonsumsi
vitamin C berupa suplemen secara berlebihan tiap hari dapat menimbulkan
hiperoksaluria dan resiko lebih tinggi lagi terhadap batu ginjal.
d. Vitamin D
Membantu penyerapan kalsium, penting untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang
yang kuat bersama dengan vitamin A dan vitamin C.
Sumber terdapat dalam kuning telur, hati, krim, mentega, margarin, susu, keju, ikan
(sarden, salmon), dan minyak hati ikan.
Kekurangan mengkonsumsi vitamin D dapat menyebabkan antara lain:
i.
Depresi.
ii.
Kombinasi hipertensi dan kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko
penyakit jantung.
iii.
Pertumbuhan kaki yang tidak normal (membentuk huruf O atau X).
iv.
Gigi mudah rusak.
v.
Otot mudah kejang.
vi.
Osteomalasia yaitu hilangnya unsur kalsium dan fosfor secara berlebihan di dalam
tulang (remaja).
vii.
Osteoporosis yaitu kerapuhan tulang akibatnya berkurangnya kepadatan tulang.
4

Kelebihan mengkonsumsi vitamin D dapat menyebabkan tubuh mengalami batu


ginjal, hiperkalsemia (kelebihan kalsium dalam darah), diare, berkurangnya berat
badan, muntah-muntah, dehidrasi dan kanker kulit bila paparan sinar matahari
berlebihan.

e. Vitamin E
Sebagai antioksidan yang berfungsi melindungi dan memperkuat daya tahan tubuh
dari penyakit, baik untuk kesehatan kulit.
Sumber terdapat pada minyak tumbuh-tumbuhan terutama minyak sayur, minyak
kecambah gandum, dan biji-bijian. Sayuran dan buah-buahan juga merupakan sumber
vitamin E yang baik.
Kekurangan vitamin E bisa menyebabkan mandul, sel darah merah terbelah,
kelemahan dan kesulitan berjalan, nyeri pada otot betis, anemia, gangguan
penglihatan, retensi cairan (odem), kelainan kulit dan gangguan penyerapan lemak
pada bayi premature.
Kelebihan
vitamin
E bisa
menyebabkan keracunan, sakit
kelapa,
lelah, pusing dan gangguan penglihatan
f. Vitamin K
Penting untuk pembekuan darah.
Sumber terdapat pada hati, keju, sayuran daun berwarna hijau, kacang buncis, kacang
polong, kol, seledri, dan brokoli. Juga pada buah-buahan seperti apel, jeruk, alpukat,
dan pisang.
Kekurangan vitamin K menyebabkan darah sukar membeku saat terjadi luka,
kekurangan parah bisa menyebabkan anemia fatal dan kesulitan penyerapan lemak
dari makanan.
Kelebihan vitamin K terjadi bila vitamin K diberikan dalam bentuk berlebihan berupa
vitamin K sintetik menadion. Gejalanya adalah hemolisis sel darah merah, sakit
kuning (jaundice) dan kerusakan pada otak.
2.3.

Mineral
Penggolongan Mineral
a. Mineral Makro
Mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah lebih dari 100 mg sehari.
Terdiri dari natrium, kalsium, kalium, dan sebagainya.
b. Mineral Mikro
Mineral yang dibutuhkan kurang dari 100 mg sehari.
Terdiri dari zat besi, iodium, dan sebagainya
Jenis-jenis Mineral
5

a. Natrium
Diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
Sumber terdapat dalam margarin, daging, telur, garam dapur, kecap, makanan yang
diawetkan dengan garam dapur.
b. Kalsium
Berfungsi dalam pembentukan tulang dan gigi serta mengatur dalam proses
pembekuan darah.
Sumber terdapat dalam susu dan hasil olahan susu seperti keju, ikan jika dimakan
dengan tulang termasuk ikan kering (sarden dan teri).
c. Kalium
Penting untuk pertumbuhan sel dan memelihara keseimbangan cairan dalam tubuh.
Sumber terdapat dalam semua makanan yang berasal dari tumbuh- tumbuhan dan
hewan. Sumber utama adalah makanan mentah/segar terutama buah, sayuran, dan
kacang-kacangan.
d. Zat Besi
Berperan dalam menyalurkan oksigen ke seluruh bagian tubuh, membentuk sel darah
merah, meningkatkan kemampuan belajar, dan sistem kekebalan tubuh.
Sumber : makanan seperti susu, daging sapi, ayam, hati ayam, dan ikan. Selain itu
juga terdapat dalam telur, serealia tumbuk, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan
beberapa jenis buah seperti alpukat dan stroberi adalah sumber terbaik zat besi.
e. Iodium/Yodium
Berfungsi dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Iodium juga penting untuk
perkembangan otak.
Sumber : terdapat dalam garam beriodium, susu, telur, ikan, udang, kerang, dan
ganggang laut.
f. Asam Folat
Penting untuk pertumbuhan, terutama kesehatan kulit, mata, dan menjaga daya tahan
tubuh.
Sumber : terdapat dalam hati, kuning telur, kacang-kacangan (seperti kacang merah,
kacang kedelai, kacang hijau), sayuran berwarna hijau tua seperti daun singkong,
bayam, serta sayuran dan buah-buahan yang berwarna kuning- jingga (seperti jagung
dan jeruk).
2.4.

Akibat Kekurangan( Defisiensi) Vitamin Dan Mineral Dan Cara Penanganannya


1. Anemia
a. Definisi
Anemia adalah suatu keadaan kuantitas dan kualitas darah tidak normal yang
ditunjukkan oleh berkurangnya ukuran atau jumlah sel darah merah di dalam sirkulasi
darah merah yang akan berpengaruh terhadap kandungan hemoglobin. Anemia adalah
suatu keadaan dengan kadar hemoglobin dan hematokrit yang lebih rendah dari

normal. Anemia akan menyebabkan tubuh mengalami hipoksia sebagai akibat


kemampuan kapasitas pengangkutan oksigen dari darah berkurang.
b. Penyebab dari Anemia
i. Kehilangan darah atau perdarahan hebat seperti perdarahan akut (mendadak),
kecelakaan, pembedahan, persalinan, pecah pembuluh darah, perdarahan kronik
(menahun), perdarahan menstruasi yang sangat banyak, serta hemofilia.
ii. Berkurangnya
pembentukan
sel
darah
merah
seperti defesiensi zat
besi, defesiensi vitamin B12, defesiensi asam folat, dan penyakit kronik.
iii. Gangguan produksi sel darah merah seperti ketidaksanggupan sumsum tulang belakang
membentuk sel-sel darah.
i.
ii.
iii.
iv.

c. Tanda-tanda dari penyakit anemia


Lesu, lemah , letih, lelah, lalai (5L).
Sering mengeluh pusing dan mata berkunang-kunang, dan konjungtiva pucat.
Gejala lebih lanjut adalah kelopak mata, bibir, lidah, kulit dan telapak tangan menjadi
pucat.
Nyeri tulang, pada kasus yang lebih parah, anemia menyebabkan tachikardi, dan pingsan.

d. Akibat dari penyakit anemia


i. Anak-anak : Menurunkan kemampuan dan konsentrasi belajar, menghambat
pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan otak dan meningkatkan risiko
menderita penyakit infeksi karena system imun menurun.
ii. Wanita : Anemia akan menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah sakit, menurunkan
produktivitas kerja dan menurunkan kebugaran.
iii. Remaja putri : Menurunkan kemampuan dan konsentrasi belajar, mengganggu
pertumbuhan sehingga tinggi badan tidak mencapai optimal, menurunkan kemampuan
fisik olahragawati dan mengakibatkan muka pucat.
iv. Ibu hamil : Menimbulkan perdarahan sebelum atau saat persalinan, meningkatkan risiko
melahirkan bayi dengan berat lahir rendah atau BBLR (<2,5 kg) dan pada anemia berat,
bahkan dapat menyebabkan kematian ibu dan bayinya
e. Pencegahan Anemia
Banyak jenis anemia tidak dapat dicegah. Namun, anda dapat membantu
menghindari anemia kekurangan zat besi dan anemia kekurangan vitamin dengan
makan yang sehat, variasi makanan, termasuk:
i. Besi. Sumber terbaik zat besi adalah daging sapi dan daging lainnya. Makanan lain yang
kaya zat besi, termasuk kacang-kacangan, lentil, sereal kaya zat besi, sayuran berdaun
hijau tua, buah kering, selai kacang dan kacang-kacangan.
ii. Folat. Gizi ini, dan bentuk sintetik, asam folat, dapat ditemukan di jus jeruk dan buahbuahan, pisang, sayuran berdaun hijau tua, kacang polong dan dibentengi roti, sereal dan
pasta.
iii. Vitamin B-12. Vitamin ini banyak dalam daging dan produk susu.
7

iv. Vitamin C. Makanan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, melon dan beri,
membantu meningkatkan penyerapan zat besi.
Makan banyak makanan yang mengandung zat besi sangat penting bagi orangorang yang memiliki kebutuhan besi yang tinggi, seperti anak-anak zat besi yang
diperlukan selama ledakan pertumbuhan dan perempuan hamil dan menstruasi.
f. Penanggulangan Anemia
Tindakan penting yang dilakukan untuk mencegah kekurangan zat besi antara lain :
i. Konseling untuk membantu memilih bahan makanan dengan kadar zat besi yang
cukup secara rutin pada usia remaja.
ii. Meningkatkan konsumsi zat besi dari sumber hewani seperti daging, ikan, unggas,
makanan laut disertai minum sari buah yang mengandung vitamin C (asam
askorbat) untuk meningkatkan absorbs zat besi dan menghindari atau mengurangi
minum kopi, teh, teh es, minuman ringan yang mengandung karbonat dan minum
susu pada saat makan.
iii. Suplementasi zat besi. Merupakan cara untuk menanggulangi ADB di daerah
dengan prevalensi tinggi. Pemberian suplementasi besi pada remaja dosis 1
mg/KgBB/hari.
iv. Untuk meningkatkan absorbsi besi, sebaiknya suplementasi besi tidak diberi
bersama susu, kopi, teh, minuman ringan yang mengandung karbonat,
multivitamin yang mengandung phosphate dan kalsium.
v. Skrining anemia. Pemeriksaan hemoglobin dan hematokrit masih merupakan
pilihan untuk skrining anemia defisiensi besi.
g. Pengobatan Anemia
Pengobatan anemia tergantung pada penyebabnya:
i. Anemia kekurangan zat besi. Bentuk anemia ini diobati dengan suplemen zat besi,
yang mungkin harus diminum selama beberapa bulan atau lebih. Jika penyebab
kekurangan zat besi kehilangan darah selain dari haid sumber perdarahan harus
diketahui dan dihentikan. Hal ini mungkin melibatkan operasi.
ii. Anemia kekurangan vitamin. Anemia pernisiosa diobati dengan suntikan yang
seringkali suntikan seumur hidup vitamin B-12. Anemia karena kekurangan asam
folat diobati dengan suplemen asam folat.
iii. Anemia penyakit kronis. Tidak ada pengobatan khusus untuk anemia jenis ini.
Suplemen zat besi dan vitamin umumnya tidak membantu jenis anemia
ini. Namun jika gejala menjadi parah, transfusi darah atau suntikan eritropoietin
sintetis, hormon yang biasanya dihasilkan oleh ginjal, dapat membantu
merangsang produksi sel darah merah dan mengurangi kelelahan.
iv. Aplastic anemia. Pengobatan untuk anemia ini dapat mencakup transfusi darah
untuk meningkatkan kadar sel darah merah. Anda mungkin memerlukan
transplantasi sumsum tulang jika sumsum tulang anda berpenyakit dan tidak dapat
membuat sel-sel darah sehat. Anda mungkin perlu obat penekan kekebalan tubuh
8

untuk mengurangi sistem kekebalan tubuh Anda dan memberikan kesempatan


sumsum tulang ditransplantasikan berespon untuk mulai berfungsi lagi.
v. Anemia terkait dengan penyakit sumsum tulang. Pengobatan berbagai penyakit
dapat berkisar dari obat yang sederhana hingga kemoterapi untuk transplantasi
sumsum tulang.
vi. Anemia hemolitik. Mengelola anemia hemolitik termasuk menghindari
obat obatan tertentu, mengobati infeksi terkait dan menggunakan obat-obatan
yang menekan sistem kekebalan, yang dapat menyerang sel-sel darah merah.
Pengobatan singkat dengan steroid, obat penekan kekebalan atau gamma globulin
dapat membantu menekan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel darah
merah.
vii. Sickle cell anemia. Pengobatan untuk anemia ini dapat mencakup pemberian
oksigen, obat menghilangkan rasa sakit, baik oral dan cairan infus untuk
mengurangi rasa sakit dan mencegah komplikasi. Dokter juga biasanya
menggunakan transfusi darah, suplemen asam folat dan antibiotik. Sebuah obat
kanker yang disebut hidroksiurea (Droxia, Hydrea) juga digunakan untuk
mengobati anemia sel sabit pada orang dewasa.
2. Rabun Senja
a. Definisi
Rabun senja (nyctalopia) adalah gangguan penglihatan kala senja atau
malam hari, atau pada keadaan cahaya remang-remang. Banyak juga
menyebutnya sebagai rabun ayam, mungkin didasari fenomena dimana ayam
tidak dapat melihat jelas di senja atau malam hari. Rabun senja merupakan
penyakit dengan keluhan tidak dapat melihat dengan baik dalam keadaan gelap
(waktu senja). Rabun senja ini merupakan manifestasi defisiensi vitamin A yang
paling awal. Pada rabun senja, mata terlihat normal hanya saja penglihatan
menjadi menurun saat senja tiba atau tidak dapat melihat di dalam lingkungan
yang kurang cahaya. Rabun senja paling banyak dialami oleh anak-anak, pada
anak berusia 1 sampai 3 tahun hal ini bisa terjadi karena tidak lama setelah
disapih anak tersebut diberikan makanan yang tidak mengandung vitamin A.
b. Etiologi Rabun Senja
Rabun senja terjadi karena kerusakan sel retina yang semestinya bekerja
saat melihat benda pada lingkungan kurang cahaya. Banyak hal yang dapat
menyebabkan kerusakan sel tersebut, tetapi yang paling sering akibat dari
kekurangan vitamin A. Retinol penting untuk elaborasi rodopsin (penglihatan
remang-remang) oleh batang, reseptor sensori retina yang bertanggung jawab
untuk penglihatan dalam cahaya tingkat rendah. Oleh karena itu, defisiensi
vitamin A dapat mengganggu produksi rodopsin, mengganggu fungsi batang
sehingga menimbulkan rabun senja. Penyebab lain adalah mata minus, katarak,
retinitis pigmentosa, obat-obatan, dan bawaan sejak lahir. Untuk mengetahui
9

penyebabnya, biasanya dokter mata melakukan serangkaian pemeriksaan, baik


fisik maupun laboratorium. Kelompok yang rentan terkena xerophthalmia adalah
bayi yang tidak mendapatkan ASI ekslusif atau tidak mendapatkan pengganti ASI
yang baik dan cukup baik dari segi jumlah maupun kualitasnya), bayi yang lahir
dengan berat badan rendah (BBLR) kurang dari 2,5 kg, anak-anak yang
kekurangan gizi, anak-anak yang menderita infeksi (TBC, campak, diare,
pneumonia), anak-anak yang kurang atau jarang makan makanan yang
mengandung vitamin A. Selain bayi dan anak-anak, ibu hamil dan menyusui juga
rentan terkena xerophthalmia.
c. Tanda dan Gejala Rabun Senja
Rabun senja terjadi akibat gangguan pada sel batang retina. Tanda dan
gejala pada penderita rabun senja adalah pada daya pandang menurun, terutama
pada senja hari atau saat ruangan keadaan ringan, sel batang retina sulit
beradaptasi di ruang remang-remang atau kurang setelah lama berada di cahaya
terang. Penglihatan menurun pada senja hari, yaitu penderita tidak dapat melihat
di lingkungan yang kurang cahaya, sehingga disebut juga buta senja. Terjadi
kekeringan mata, dan bagian putih menjadi suram, dan sering pusing.
Rabun senja dapat dideteksi jika anak sudah bisa berjalan, anak tersebut
akan sering membentur atau menabrak benda yang berada di depannya karena
tidak dapat melihat maka dapat dicurigai bahwa anak tersebut menderita rabun
senja. Jika anak belum dapat berjalan, agak susah mendeteksinya. Dalam keadaan
ini biasanya anak diam memojok bila didudukkan ditempat kurang cahaya karena
tidak dapat melihat benda atau makanan di depannya
d. Patofisiologi Rabun Senja
Bentuk penyimpanan dalam hati dalam bentuk retinol sebagai asupan dari
vitamin A dan beta carotene. Ketika asupan vitamin A melebihi 300-1200 g/hari,
kelebihan akan disimpan dan cadangan di hati meningkat. Ketika asupan vitamin
A kurang dari jumlah yang dibutuhkan, cadangan retinol dalam hati akan
dikeluarkan untuk memelihara serum retinol pada tingkat normal (di atas 200
g)). Ketika asupan vitamin A terus menerus berkurang untuk jangka waktu yang
lama, cadangan dalam hati akan menipis, tingkat serum retinol akan turun, fungsi
epitel terganggu, dan tanda-tanda xerophthalmia terlihat.
Retinol penting untuk elaborasi rodopsin (penglihatan remang-remang)
oleh batang, yaitu reseptor sensori retina yang bertanggung jawab untuk
penglihatan dalam cahaya tingkat rendah. Defisiensi vitamin A dapat mengganggu
produksi rodopsin, mengganggu fungsi batang sehingga menimbulkan rabun
senja. Durasi ketidakcukupan asupan terjadi tergantung dari jumlah vitamin A
yang dicerna, tingkat penyimpanan hati, dan tingkat penggunaan vitamin A yang
digunakan oleh tubuh.
Anak-anak dengan status gizi buruk, asupan vitamin A yang sangat sedikit
akan memiliki cadangan yang terbatas. Ketika asupan vitamin A tidak ada dari
10

diet atau terjadi gangguan penyerapan dan terjadi peningkatan kebutuhan.


metabolisme dapat secara cepat menghabiskan cadangan retinol dalam hati dan
merusak kornea, walaupun mata pada saat itu masih terlihat normal. Ketersediaan
vitamin A juga tergantung pada status gizi anak secara keseluruhan. Jika asupan
protein kurang maka sintesis RBP pun akan menurun. Serum Retinol akan
menurun walaupun cadangan di hati normal. Akhirnya, hati tidak dapat
menyimpan lagi vitamin A atau mensisntesis RBP secara normal.
e. Pengobatan Rabun Senja
Rabun senja atau nyctalopia merupakan kondisi dimana sulit atau tidak
dapat melihat di kala malam atau di cahaya yang redup. Rabun senja dapat terjadi
karena kongenital (bawaan), rabun dekat (hipermetropia) yang tidak dikoreksi,
penyakit mata (retinitis pigmentosa, glaukoma, katarak), dan defisiensi
(kekurangan) vitamin A. Pengobatan yang dilakukan akan tergantung dari
penyebab dasar dari rabun senja. Sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter
spesialis mata untuk dilakukan pemeriksaan mata secara lengkap dan diberikan
pengobatan sesuai penyebab. Pengobatan rabun senja tergantung pada
penyebabnya. Jika karena kekurangan vitamin A, maka harus diberikan vitamin A
dalam jumlah yang cukup, baik berupa suplemen maupun dari makanan seharihari. Jika karena katarak, maka katarak sebaiknya dioperasi.
Semua anak yang beresiko pada kerusakan kornea yang dikaitkan dengan
defisiensi vitamin A harus diidentifikasi secara jelas, diantaranya semua yang
telah terbukti mengalami xerophthalmia (rabun senja hingga keratomalacia).
Menginjeksikan vitamin A secara intramuscular sebanyak 55 mg retinol palmitat
(100.000 IU). Jika secara parenteral tidak tersedia, dapat diberikan sebanyak 110
mg retinol palmitat (200.000 IU) dalam air atau minyak, melalui mulut. Sebagai
tambahan, 110 mg retinol palmitat (200.000 IU) dapat diberikan melalui mulut
pada hari berikutnya untuk memastikan pengobatan yang cukup. Dosis sebaiknya
berkurang setengah dari jumlah yang seharusnya pada anak berusia kurang dari
satu tahun. Sebaiknya pengobatan dilakukan selama 2-6 bulan. Salep antibiotik
kadang digunakan setiap 8 jam untuk mengurangi resiko infeksi bakteri.
Antibiotik yang digunakan sebaiknya dipilih yang sesuai dengan jenis organism,
seperti Staphylococcus dan Pseudomonas. Reaksi pengobatan terlihat dalam 1-2
hari setelah diberikan kapsul vitamin A.
f. Anjuran Gizi pada Rabun Senja
Vitamin A merupakan salah satu vitamin yang vital untuk menjaga
kesehatan. Vitamin A tidak hanya bertanggung jawab pada kesehatan mata, tapi
juga kekebalan tubuh. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan rendahnya
respons imun, kesuburan, ganggguan pada pertumbuhan, serta rendahnya
perkembangan mental. Selain itu kelainan pada mata (xerophthalmia) dan buta
11

senja merupakan sebagian contoh kekurangan vitamin A. Xerophthalmia yang


tidak segera diobati dapat menyebabkan kebutaan. Salah satu upaya untuk
mencegah kekurangan vitamin A adalah dengan mengkonsumsi makanan yang
mengandung vitamin A, seperti nabati (karoten), hewani (retinol). Sayuran
berdaun hijau (kangkung, bayam, daun pepaya, dll), buah-buahan yang berwarna
orange (wortel, pepaya), susu, daging, hati, telur. Vitamin A juga dapat ditemukan
di suplemen, seperti susu bubuk, kapsul vitamin A.
Menurut hasil temuan para ahli di bawah koordinasi WHO (tahun 2000)
dan pertemuan-pertemuan yang dikoorinasi oleh IVACG (International Vitamin A
Consultative Group), anjuran pemberian vitamin A adalah sebagai berikut :
Bayi 0 hingga 6 bulan adalah sebanyak 3 x 50.000 IU.
Bayi 6 hingga 11 bulan adalah sebanyak 100.000 IU (kapsul biru).
Bayi 12 hingga 59 bulan adalah sebanyak 200.000 IU (kapsul merah)
Ibu masa nifas adalah sebesar 400.000 IU (2X 200.000 IU pada hari
yang berbeda).
Ibu setelah masa nifas (ada juga kemungkinan sebagian hamil) adalah
sebesar 10.000 IU/ hari atau 25.000 IU/ minggu (Hutahuruk 2009).

3. Gondok
a. Definisi
Gondok merupakan pembengkakan atau benjolan besar pada leher sebelah
depan (pada tenggorokan) dan terjadi akibat pertumbuhan kelenjar gondok yang
tidak normal. Penyakit kelenjar gondok (PKG) bias akibat dari kurangnya
produksi hormon (hipotiroid) atau berlebihnya produksi hormon (hipertiroid).
b. Penyebab penyakit gondok
Penyebab utama penyakit gondok adalah gangguan akibat kekurangan
yodium (GAKY). Selain itu, dapat juga disebabkan oleh beberapa hal, misalnya
untuk penyebab hipotiroid, yaitu :
i. Kehilangan jaringan tiroid akibat operasi atau rusak akibat radiasi
ii. Antibodi Antitiroid: bisa terjadi pada penderita diabetes atau Lupus,
rheumatoid arthritis, hepatitis kronik atau Sjogren sindrom.
iii. Bawaan lahir
iv. Gangguan produksi
v. Obat-obatan: beberapa obat bisa menyebabkan hipotiroid misalnyalithium
(Eskalith, Lithobid).
c. Gejala Penyakit Gondok (hipotiroid &hipertiroid)
i. Gejala hipotiroid pada orang dewasa: mudah capek dan kelelahan, tidak tahan
dingin, konstipasi, nyeri di lengan, kurang nafsu makan, penambahan berat badan (BB),
12

kulit kering, rambut rontok, penurunan intelektual, suara serak, depresi, dan gangguan
haid atau haid menjadi kurang (pada wanita).
ii. Gejala-gejala hipotiroid pada anak-anak: mirip gejala pada orang dewasa, lelah,
gangguan pertumbuhan, dan kecerdasan menurun.
iii. Gejala-gejala Hipotiroid pada bayi: konstipasi (susah Buang Air Besar), susah makan,
gangguan pertumbuhan, dan kelelahan yg berat.
iv. Gejala-gejala hipertiroid pada orang dewasa : susah tidur (Insomnia), tremor
(Gemetaran), gugup ( Nervous), merasa kepanasan pada suhu normal atau dingin,
gerakan usus meningkat, penurunan berat badan, keringat berlebihan, gangguan haid
(terhenti), nyeri sendi, susah konsentrasi, dan mata kelihatan melotot.
d. Pengobatan Penyakit Gondok
Pengobatan gondok dapat menggunakan garam yodium. Semua orang
yang tinggal di daerah endemis (daerah yang banyak penderita penyakit gondok)
harus menggunakan garam beryodium. Dengan demikian, penyakit gondok dapat
dicegah dan benjolan gondoknya bias disembuhkan. Usahakan untuk memakai
garam beryodium, karena ini jauh lebih aman dan baik dalam hasil. Sedangkan
dengan pengobatan tradisional dapat dijadikan pilihan dengan cara memakan
kepiting atau makanan laut yang dicampur dengan sedikit ganggang dan garam
beryodium. Memang hasilnya tidak sebagus menggunakan garam beryodium .
Pengobatan farmakologis dibagi berdasarkan hipertiroid dan hipotiroid.
Obat-obatan untuk hipertiroid yaitu Beta Blockers yakni dengan mengurangi
tremor, gugup dan agitasi, juga menurunkan frekuensi detak jantung. Obat
Propylthiouracil (PTU) memblok pembentukan hormon tiroid. Membutuhkan
waktu beberapa bulan untuk memperoleh efek terapi yang sempurna.
Methimazole (Tapazole) kerjanya juga memblok pembentukan hormon tiroid.
Iodide (Larutan Lugol) bekerja dengan menghambat lepasnya hormon dari
kelenjar yang produksi berlebihan. Obat-obatan untuk hipotiroid yaitu Lthyroxine (Synthroid, Levoxyl, Levothroid, Unithroid) merupakan terapi sulih
hormon tiroid yang berupa bentuk sintetik dari thyroxine. L-triiodothyronine
jarang dipakai karena efeknya tidak sebagus L-thyroxine. Tiroid ekstrak kurang
dianjurkan karena T3 nya lebih banyak serta kadarnya bervariasi
4. Kerapuhan Tulang (Osteoporosis)
a. Definisi
Osteoporosis berasal dari kata osteo dan porous, osteo artinya tulang, dan
porous berarti berlubang-lubang atau keropos. Jadi, osteoporosis adalah tulang
yang keropos, yaitu penyakit yang mempunyai sifat khas berupa massa tulangnya
rendah atau berkurang, disertai gangguan mikro-arsitektur tulang dan penurunan
kualitas jaringan tulang, yang dapat menimbulkan kerapuhan tulang.
b. Penyebab Osteoporosis
13

i.

ii.

iii.

iv.

Osteoporosis pascamenopause terjadi karena kurangnya hormon estrogen


(hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan
kalsium kedalam tulang. Biasanya gejala timbul pada perempuan yang berusia
antara 51-75 tahun, tetapi dapat muncul lebih cepat atau lebih lambat. Hormon
estrogen produksinya mulai menurun 2-3 tahun sebelum menopause dan terus
berlangsung 3-4 tahun setelah menopause. Hal ini berakibat menurunnya
massa tulang sebanyak 1-3% dalam waktu 5-7 tahun pertama setelah
menopause.
Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium
yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan antara kecepatan
hancurnya tulang (osteoklas) dan pembentukan tulang baru (osteoblas).
Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. Penyakit ini
biasanya terjadi pada orang-orang berusia diatas 70 tahun dan 2 kali lebih
sering menyerang wanita. Wanita sering kali menderita osteoporosis senilis
dan pasca menopause.
Kurang dari 5% penderita osteoporosis juga mengalami osteoporosis sekunder
yang disebabkan oleh keadaan medis lain atau obat-obatan. Penyakit ini bisa
disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid,
paratiroid, dan adrenal) serta obat-obatan (misalnya kortikosteroid, barbiturat,
antikejang, dan hormon tiroid yang berlebihan). Pemakaian alkohol yang
berlebihan dan merokok dapat memperburuk keadaan ini.
Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis osteoporosis yang
penyebabnya tidak diketahui. Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda
yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang
normal, dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

c. Gejala-gejala osteoporosis
i.
Tinggi badan berkurang
ii.
Bungkuk atau bentuk tubuh berubah
iii.
Patah tulang
iv.
Nyeri bila ada patah tulang
d. Pencegahan osteoporosis
i.
Asupan kalsium cukup. Mempertahankan atau meningkatkan kepadatan
tulang dapat dilakukan dengan mengkonsumsi kalsium yang cukup. Minum 2
gelas susu dan vitamin D setiap hari, bisa meningkatkan kepadatan tulang
pada wanita setengah baya yang sebelumya tidak mendapatkan cukup
kalsium. Sebaiknya konsumsi kalsium setiap hari. Dosis yang dianjurkan
untuk usia produktif adalah 1000 mg kalsium per hari, sedangkan untuk lansia
1200 mg per hari. Kebutuhan kalsium dapat terpenuhi dari makanan seharihari yang kaya kalsium seperti ikan teri, brokoli, tempe, tahu, keju dan
kacang-kacangan.
14

ii.

iii.

iv.

v.

Paparan sinar matahari. Sinar matahari terutama UVB membantu tubuh


menghasilkan vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh dalam pembentukan
massa tulang. Berjemurlah dibawah sinar matahari selama 20-30 menit,
3x/minggu. Sebaiknya berjemur dilakukan pada pagi hari sebelum jam 9 dan
sore hari sesudah jam 4. Sinar matahari membantu tubuh menghasilkan
vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh dalam pembentukan massa tulang.
Melakukan olahraga dengan beban. Selain olahraga menggunakan alat beban,
berat badan sendiri juga dapat berfungsi sebagai beban yang dapat
meningkatkan kepadatan tulang. Olahraga beban misalnya senam aerobik,
berjalan dan menaiki tangga. Olahraga yang teratur merupakan upaya
pencegahan yang penting. Tinggalkan gaya hidup santai, mulailah berolahraga
beban yang ringan, kemudian tingkatkan intensitasnya. Yang penting adalah
melakukannya dengan teratur dan benar. Latihan fisik atau olahraga untuk
penderita osteoporosis berbeda dengan olahraga untuk mencegah
osteoporosis.
Hindari rokok dan minuman beralkohol. Menghentikan kebiasaan merokok
merupakan upaya penting dalam mengurangi faktor risiko terjadinya
osteoporosis. Terlalu banyak minum alkohol juga bisa merusak tulang.
Deteksi dini osteoporosis. Karena osteoporosis merupakan suatu penyakit
yang biasanya tidak diawali dengan gejala, maka langkah yang paling penting
dalam mencegah dan mengobati osteoporosis adalah pemeriksaan secara dini
untuk mengetahui apakah kita sudah terkena osteoporosis atau belum,
sehingga dari pemeriksaan ini kita akan tahu langkah selanjutnya.

15

BAB III
PENUTUP
3.1.

Kesimpulan
Vitamin merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh dan
menjalankan fungsinya dengan baik. Berbeda dengan mineral yang tidak mudah rusak,
vitamin mudah rusak dan berubah bentuk jika terkena panas atau asam. Struktur vitamin akan
berubah ketika masuk ke dalam tubuh. Tubuh tidak menyerap vitamin dalam bentuk awal,
melainkan diserap dalam bentuk provitamin (vitamin yang belum aktif). Vitamin memiliki
sifat mudah larut dalam air dan lemak, namun tidak dengan mineral. Fungsi vitamin dalam
tubuh berbeda-beda tergantung jenisnya.
Mineral adalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis. Istilah mineral
termasuk tidak hanya bahan komposisi kimia tetapi juga struktur mineral. Mineral termasuk
dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks
dengan ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan organik biasanya tidak termasuk).
Vitamin dan mineral dua unsur yang saling kerjasama dalam tubuh untuk memenuhi
kesehatan tubuh. Kekurangan vitamin dan mineral akan menyebabkan kesehatan tubuh
menurun.

16

DAFTAR PUSTAKA
Adli, Fadly. Vitamin dan Mineral. 26 Mei 2016.
http://makalahfadli.blogspot.co.id/2014/04/makalah-vitamin-danmineral.html
Romaningsih, Ani. Defisiensi Zat Gizi Mikro. 26 Mei 2016.
http://aniromaningsih.blogspot.co.id/2015/04/defisiensi-zat-gizi-mikro.html
Trinyanasuntarim. Defisiensi Vitamin Dan Mineral. 26 mei 2016.
https://id.scribd.com/doc/48346582/DEFISIENSI-VITAMIN-DAN-MINERALMAKALAH-3

17