Anda di halaman 1dari 21

Platelete Rich Plasma Dalam Regenerasi Fraktur Tulang : Kombinasi Penggunaanya

Dengan Faktor Pertumbuhan Lain


Makbruri
RSCM- FK UI
Pendahuluan
Platelet rich plasma (PRP) yang dikenal dengan autolog platelet gel merupakan plasma
yang kaya akan growth factor (GF), yang didapatkan setelah melalui proses sentrifuse dari
plasma darah (autologous blood). Platelet memainkan peranan penting dalam hemostatis dan
merupakan sumber alami GF.1 Dari penelitian sebelumnya telah dilaporkan bahwa bentuk
konfigurasi dan molekuler PRP merupakan bentuk untaian fibrin yang mempunyai potensi untuk
mendukung regenerasi matrix.2 PRP mengandung beberapa GF (Platelet derived Growth
Factor-PDGF, Transforming Growth Factor Beta-TGF-B, Insulin Like Growth Faktor 1- IGF1,
dan Epidermal Growth Factor).3 Alasan digunakannya PRP dalam proses penyembuhan jaringan
lunak dan keras

adalah karena kandungan GF didalamnya dapat mempercepat dan

memperbanyak vaskularisasi, mempercepat penyembuhan jaringan, mengurangi kecacatan


setelah operasi, mempercepat proses regenerasi fraktur tulang, dan mengurangi resiko reaksi
alergi imunologi dan penularan penyakit karena PRP berasal dari tubuh individu itu sendiri.4,5
Proses regenerasi fraktur tulang merupakan proses biologi yang melibatkan proses
sistemik dan lokal . Proses fisiologi terjadi di tempat terjadinya fraktur termasuk terbentuknya
hematom, transformasi dari sel mesenkim yang melibatkan GF, terjadinya proses angiogenesis,
produksi dan remodeling dari matrix extraselluler (Gambar 1). GF adalah protein yang
disekresikan oleh sel dan menuju target sel lainnya untuk menghasilkan aksi yang spesifik. 3
aksi utama yang dilakukan GF antara lain; (1) Autokrin yaitu GF mempengaruhi selnya sendiri
atau sel lain yang fenotipnya mirip dan asalnya sama dengan sel tersebut (contohnya GF yang
diproduksi oleh osteoblast mempengaruhi aktivitas osteoblast lainnya) (2) Parakrin adalah GF
yang mempengaruhi sel terdekat atau tetangganya yang fenotip dan asalnya berbeda (contohnya
adalah GF yang dihasilkan oleh osteoblast menstimulasi diferensiasi undiferentiated cell) (3)
Endokrin, yaitu GF mempengaruhi sel fenotip dan asalnya berbeda dan terletak di lokasi yang
jauh (Contohnya GF yang diproduksi oleh jaringan syaraf di system saraf pusat mempengaruhi
aktivitas osteoblast). Ketika GF berikatan dengan reseptor sel target, hal ini akan menginduksi
1

sinyal intra sel untuk mencapai nukleus dan memberikan respon biologi terhadap sel (Gambar 2).
Sebagai contoh GF TGF B, proses signaling terjadi melalui aktivasi dari transmembran reseptor
kompleks yang dibentuk oleh tipe 1 dan II serin atau threonine kinase reseptor , hal ini
menyebabkan terjadinya aktivasi dari grup factor transkripsi di nucleus yang dikenal dengan
SMAD protein dan bertanggung atas produksi signaling TGF-B.
Bermacam GF yang terdapat dalam PRP dan fungsinya antara lain; PDGF, TGF-B, IGF1, VEGF dan EGF. TGF-B mempunyai peranan dalam menstimulasi proliferasi sel mesenkim,
meregulasi endothelial, fibroblas, mitogenesis osteoblast , sintesis dan sekresi kolagen,
meregulasi faktor pertumbuhan lainnya dan menstimulasi angiogenesis. PDGF bertanggung
jawab dalam aktifitas mitogenic dari stem sell mesenkimal dan osteoblast, menstimulasi
kemotaksis dan mitogenesis sel fibroblast, mengatur sekresi dan sintesis kolagen, menstimulasi
makrofag dan kemotaksis neutrophil, dan menstimulasi angiogenesis. IGF berperan dalam
proliferasi dan differensiasi sel-sel osteoprogenitor.

EGF berperan dalam menstimulasi

endhotelial kemotaksis, angiogenesis, mengatur sekresi kolagen, menstimulasi chondrosit,


osteoblast mitogenesis, dan

mendorong pertumbuhan atau diferensiasi sel kondrosit dan

osteoblast.6
Dalam percobaan invitro melibatkan hewan uji coba menyebutkan bahwa PDGF
yang terkandung dalam PRP mempunyai peranan dalam mempercepat proses penyembuhan. 5
Penelitian-penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa PDGF reseptor yang terdapat dalam PRP
menambah jumlah sel osteoblast dalam proses regenerasi fraktur tulang. 6 Dalam aplikasinya PRP
secara luas digunakan untuk kasus periodontal, kraniofasial dan spinal. PRP yang digunakan
bersama Autologes Bone Graft ataupun yang digunakan bersama dengan Healing Promotive
Agent lain memberikan hasil yang positif dalam proses regenerasi fraktur tulang di percobaan
invivo, akan tetapi penelitan yang dilakukan yang dikombinasikan dengan Heterologous Bone
Graft tidak menunjukan hasil yang memuaskan

Gambar 1. Proses terjadinya regenerasi Fraktur tulang

Gambar 2. Diagram menunjukan mekanisme GF mempengaruhi aktifitas sel ,


Ligand akan berikatan dengan reseptor domain ektraseluler dan domain
intraselulernya akan mengaktifkan sistem signal tranduksi, Suatu Transcripsi Factor
(TF) yang merupakan protein intrasel akan teraktifasi dalam proses ini. TF akan
migrasi ke nucleus, berikatan dengan DNA dan menginduksi ekpresi dari gen baru.

Hasil yang berlawanan tentang keefektifan penggunaan PRP dalam terapi fraktur tulang
mungkin berhubungan dengan banyaknya variasi penggunaan PRP dengan Healing Promotive
Agent lainnya. Review ini bertujuan untuk membandingkan keefektifan PRP sebagai terapi
coadjuvant fraktur tulang terkait kombinasi penggunaanya bersama Healing Promotive Agent
lainnya berdasarkan hasil atau outcome dan mekanisme regenerasi fraktur.7
3

Metode
Penulisan makalah ini menggunakan desain systematic review. Jurnal atau artikel
didapatkan

dari

pencarian

di

internet

menggunakan

website

www.pubmed.com

www.scholar.google.com dan www.libraryui.com. Menggunakan strategi pencarian seperti


dibawah ini
Tabel 1. Strategi Pencarian artikel atau jurnal
Komponen
Problem
Intervention
Outcome

Kata Kunci
Healing Fracture

Sumber Pustaka
www.pubmed.com

www.scholar.google.com

Platelet Rich Plasma, PRP

www.libraryui.com
www.pubmed.com

www.scholar.google.com

Activity Efective

www.libraryui.com
www.pubmed.com

www.scholar.google.com

www.libraryui.com
Kriteria Inklusi dari makalah ini adalah menggunakan jurnal atau artikel dengan tahun
terbit 2011-2016, Jurnal atau artikel yang digunakan adalah jurnal berupa full text menggunakan
bahasa Inggris atau bahasa Indonesia, yang memuat judul, volume, nomor jurnal, serta lembaga
yang menerbitkan berupa jurnal primer, penulis melakukan sendiri penelitiannya dan memuat
tentang penggunaan PRP dalam proses regenerasi fraktur tulang. Kriteria eksklusi berupa artikel
atau jurnal yang tidak berhubungan dengan tujuan pencarian yaitu selain penggunaan PRP dalam
proses regenerasi fraktur, penggunaan PRP bukan untuk regenerasi tulang , dan artikel atau
jurnal masih dalam tahap penelitian yang belum selesai, setelah melalui beberapa tahapan
didapatkan beberapa artikel atau jurnal sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian
dilakukan review terhadap artikel atau jurnal tersebut untuk menjawab pertanyaan efektifkah
penggunaan PRP bersama factor pertumbuhan lainnya Data yang didapatkan dari artikel atau
jurnal tersebut antara lain : Penggunaan PRP dan perbandingan penggunaannya bersama
senyawa lain, subjek penelitian yang diteliti, Outcome yang diperiksa berupa tampakan secara
histologi, radiologi, dan fungsi klinis. Data ini dicatat dan disajikan dalam bentuk tabel.

Tabel 2. Keseluruhan data yang didapatkan dari berbagai studi


Ref

Perbandingan

Subjek

Outcome yang Diperiksa


4

Kontrol:
PRP;
AutoBone Graft;
PRP & AutoBone Graft;

Kelinci

1. Histologi (Salked et all score)


2. Radiologi (Cheung et all score)

Kontrol;
PRP;
Bone Allograft;
PRP & Bone Allograft

Manusia

1.Lateral X-Ray & 3D CT reconstructions


(Thalamic Portion, Bohler Angle, Crucial Angle
of gissane, panjang, tinggi lebat Calcaneal
body)
2.AOFAS Ankle-hind Foot Scoring Sistem

10

PRP;
Nacl (placebo).

Manusia

11

Platelet Poor Plasma;


Tikus
PRP konsentrasi rendah;
PRP konsentrasi sedang;
PRP konsentrasi tinggi
Kontrol;
Tikus
PRP;
Deminerallized
bone
matrix (DBM)&PRP;
DBM.
PRP;
Kelinci
Kontrol

1.Radiologi (Lateral & Anterior)


2.Clinically (Hitung Panjang Tulang, Kehadiran
Union/kalus)
3. Skala Nyeri (VAS)
1.Evaluasi Radiologi
2.Evaluasi Histologi
3.Load Bearing evaluasi (Mechanical)

12

13

14
15

16

PRP & Bone Chips;


Bone Chips
Blood Clot;
Bioactive glass;
PRP;
PRP & Biactive Glass

Manusia
Kelinci

PRP;
Kelinci
Bone
marrow
concentrate (BMC)

1 Radiologi(Cook et All Scale)


2 Histologi (Salked et All Score)

1.Radiologi (Lanc & Sandu Score)


2.Histopatologi (Emery Score)
3.Biomekanik
1.Radiologi (CT Scan Mengukur densitas
tulang)
1 .Histology & Histomorphometry
2 .Radiologi (Densitas Tulang)

1.Radiologi
2.Histologi & Histomorphometry

17

Kontrol;
PRP;
Hiperbarik Oksigen;
PRP&Hiperbarik
Oksigen

Kelinci

1.Kehadiran Jumlah Osteosit


2.Kehadiran Jumlah Osteoblast
3.umlah persen Kolagen
4.Tebal defek atau lesi

Hasil
Hasil survey menunjukkan bahwa penelitian mengenai pengaruh dan penggunaan Platelet
Rich Plasma dalam proses regenerasi fraktur cukup banyak dilakukan, pencarian dilakukan
berdasarkan pedoman yang sudah dibuat dan ditentukan artikel yang digunakan sesuai dengan
kriteria inklusi dan eksklusi, pertama kali kata kunci dimasukkan di search engine yang
didapatkan 183 artikel , kemudian direview kembali berdasarkan kriteria Ekslusi dan Inklusi
didapatkan 78 artikel atau jurnal yang sesuai, sesuai dengan kriteria inklusi, artikel yang dapat
digunakan adalah artikel berupa full text, artikel yang berupa abstrak tidak dimasukan,
didapatkan sejumlah 10 artikel full text yang membahas penggunaan Platelet Rich Plasma
dalam proses penyembuhan fraktur.

Diskusi
Perbandingan antara penggunaan PRP dan Kombinasi PRP dengan healing promotive
agent lainnya, subjek yang diteliti, dan outcome atau hasil yang dinilai dapat dilihat dalam Tabel
1. Artikel ini mempelajari penggunaan PRP dalam regenerasi fraktur tulang dan penggunaanya
bersama healing promotive agent lainnya. Penggunaan PRP, PRP-Kombinasi Faktor
Pertumbuhan lain dan Kontrol dibandingkan satu sama lain. Enam studi membandingkan PRP
dengan healing promotive agent lain, 3 studi membandingkan PRP dengan control dan 1 studi
membandigkan PRP berdasarkan perbedaan optimum dosis. Outcome atau hasil yang dinilai
mengenai gambaran histologi, radiologi dan fungsi klinis.

Perbandingan Outcome Histologi


Dari 10 studi outcome berupa gambaran histologi terdiri dari 7 studi (tabel 2), evaluasi
histologi yang disajikan berbeda antara satu dengan yang lain. Sebagian besar studi
6

mengevaluasi berdasarkan gambaran umum mikroskopik proses osteogenik dan satu studi
mengevaluasi histologi dengan menghitung jumlah sel-sel yang terlibat dalam proses osteogenik
(sel osteoblast, osteosit, dan jaringan kolagen). Dari evaluasi histologi semua studi memberikan
dampak yang positif ketika menggunakan PRP, gambaran sel-sel osteogenik terlihat lebih
banyak dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberikan PRP. Enam studi memberikan
dampak yang lebih baik apabila PRP diberikan secara kombinasi dengan senyawa
lain[8,13,15,16,17], satu studi menunjukkan hasil yang cenderung lebih buruk apabila
dikombinasikan dengan senyawa tersebut[12], dan satu studi membandingkan dosis optimum
terbaik dari PRP hasil menunjukkan bahwa dosis PRP sedang memberikan hasil terbaik
dibandingkan dengan dosis rendah dan tinggi[11]. Hasil lebih baik ditunjukkan apabila PRP
dikombinasikan dengan Autobonegraft (Cangkok tulang yang berasal dari individu pasien
tersebut)[8] karena auto bone graft bersifat osteoinductive yaitu membantu proses osteogenesis
dalam regenerasi tulang. Penggunaan material biologis lebih diutamakan hal ini terbukti dari
penelitian-penelitian sebelumnya yang memperlihatkan hasil proses regenerasi tulang yang
terbentuk akan lebih baik dengan sedikitnya darah yang hilang dan kecilnya angka kejadian
infeksi dan nyeri8. PRP mengandung factor pertumbuhan yang terdiri dari PDGF , TGF-B,
Platelet Factor (PF4), interleukin 1(IL1) EGF, Platelet Derived Angiogenesis Factor (PDAF) ,
VEGF. Sekresi protein seperti PDGF akan mengakibatkan kondisi bioaktif diaktifkan dengan
penambahan protein histon dan rantai karbohidrat yang selanjutnya akan berikatan dengan sel
target sepert osteoblast dan sel stem mesenkimal, hal ini akan mengaktifkn sinyal intraselluer
yang akan mengarahkan sel secara langsung untuk menambah proliferasi selnya, menambah
formasi matriks, sintesis kolagen dan diferensiasi sel, dengan hadirnya faktor pertumbuhan ini
proses regenerasi fraktur akan berlangsung lebih baik. Penelitian berikutnya penggunaan PRP
bersama Bioglass menunjukan hasil yang sinergis , merangsang laju pertumbuhan

karena

sifatnya sama seperti autobonegraft yaitu osteokonduktive terhadap proses regenerasi fraktur.15
Suatu terapi terbaru menyebutkan penggunaan bersama PRP dengan hiperbarik oksigen
menunjukkan proses regenerasi tulang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan PRP tunggal
mungkin hal ini disebabkan Oksigen Hiperbarik dapat memperbanyak pembuluh darah baru
(neovaskularisasi), yang akan memperbanyak aliran darah ke formasi tulang sehingga akan
menginduksi proliferasi dan diferensiasi sel osteogenik menjadi sel osteoblast secara langsung. 17
Satu studi menunjukan hasil berbeda dibanding studi lainnya dimana penggunaan PRP dengan
7

senyawa Demineralized Bone Matrix (DBM) memiliki hasil lebih buruk proses osteogeniknya
dalam sajian histologi dibanding penggunaan PRP secara tunggal. Hal ini mungkin berkaitan
dengan thrombin yang diaktifkan oleh PRP akan menghambat efek dari DBM dan menghambat
proses kondrogenesis dan osteogenesis. Satu hal yang menarik dari studi berikutnya adalah
mengenai dosis optimal dari PRP, ternyata dosis optimal PRP bukan dosis tinggi, dosis PRP
yang menunjukan hasil maksimal dalam evaluasi histologi adalah dosis

menengah. Dosis

menengah PRP (2,65x10^9/ml) akan mempromosikan diferensiasi osteogenesis dan menghambat


differensiasi adipogenic dari sel mesenkim, Dosis tinggi PRP (8.21x10^9/ml) akan menghambat
osteogenesis sel mesenkimal.11
Tabel 3. Outcome evaluasi Histologi
Reff Perbandingan

Evaluasi Histologi

Kontrol

Gambaran histologi menunjukan proses regenerasi tulang yang paling


buruk diantara kelompok yang lain, tidak ada jaringan granulasi yang
terbentuk, tidak terlihat kalus atau permulaan proses regenerasi tulang,
proses regenerasi tulang tidak berjalan.

PRP

Terdapat gambaran aktifitas osteogonik yang baik, ditunjukan dengan


mendominasinya sel osteoblast di daerah korteks disertai dengan
hadirnya jaringan fibrous dan matriks kartilago.

AutoBone
Graft

Tampak adanya soft callus yang terdiri dari sel sel kondrosit dan
fibroblast, terlihat sel inflamasi yang menunjukan terjadinya proses
regenerasi, tetapi interaksi antara graft dan tulang yang terbentuk sedikit
sekali terlihat adanya jarak yang lebar. (non union)

PRP &
AutoBone
Graft

Aktivitas osteogenik terbaik ditunjukkan oleh kelompok ini, terlihat dari


tingginya aktifitas osteoblast, terbentuksnya mineral matriks tulang,
terbentuk juga hard callus yang berhasil menyambung celah antara
fraktur

Kontrol

Pada minggu ke 8, grup control menunjukan gambaran trabekula tulang


yang immature dan tampak jaringan kartilago yang mulai timbul.

PRP
konsentrasi
sedang

Pada minggu ke 8, tampak gambaran trabekula tulang yang telah matur ,


dan remodeling kortex, kelompok ini menunjukkan hasil yang terbaik

PRP
konsentrasi

Pada minggu ke 8, jaringan trabekula yang timbul lebih longgar dan

11

12

tinggi

dalam bentuk yang irregular.

Kontrol

Tampak jaringan fraktur diisi oleh jaringan fibrous, tanpa jaringan


kartilago dan bangunan korteks

PRP

Tampak jaringan fraktur diisi oleh jaringan kartilago, terdapat gambaran


periosteal tulang baru dan pengembangan korteks menjembatani daerah
fraktur

Demineralized Daerah fraktur diisi oleh jaringan kartilago dengan pembentukan tulang
Bone matrix
baru yang minimal
(DBM)

13

15

16

DBM & PRP

Daerah fraktur tulang diisi oleh jaringan fibrokartilago tanpa adanya


bangunan korteks.

Kontrol

Terdapat gambaran jaringan fibrous, tanpa adanya bentukan formasi bone


marrow

PRP

Jaringan tulang cortical compact tampak di kelompok ini dan gambaran


pembentukan tulang baru tampak di daerah fraktur

Blood Clot

Daerah fraktur terlihat gambaran jaringan ikat padat, tanpa adanya


formasi tulang baru di daerah tengah fraktur tulang.

Bioglass (BG)
Material

Daerah fraktur tulang terlihat gambaran jaringan ikat padat, terdapat


banyak glass partikel dan makrofag, terutama disekitar biomateral.
peningkatan aktivitas pembentukan tulang baru hanya terlihat di ujungujung fraktur, di daerah tengah tulang tidak terlihat proses regenerasi
fraktur.

PRP

Daerah tengah fraktur terdapat jaringan ikat dan beberapa fokus


regenerasi pembentukan tulang baru, akan tetapi tulang yang dibentuk
masih tipis dan tidak memenuhi seluruh defect tulang yang mengalami
fraktur.

PRP+BG

Daerah tengah fraktur diisi oleh banyaknya jaringan ikat, paling banyak
dibanding kelompok lain, terdapat partikel BG dan makrofag, di daerah
ujung fracture terdapat aktifitas pembentukan tulang baru dan sudah
memenuhi daerah tengah fraktur.

PRP

Terdapat regenerasi pembentukan tulang baru, diisi oleh banyak jaringan


9

ikat padat trabekula.

17

Bone Marrow
Concentrate
(BMC)

Lebih sedikit jaringan ikat padat yang terbentuk dibandingkan dengan


kelompok PRP, jaringan ikat dan trabekula terbentuk secara longgar.

Kontrol

Jumlah kolagen yang hadir lebih sedikit dibanding kelompok yang lain,
jumlah osetosit dan osteoblast yang hadir pada minggu ke 8 paling
sedikit dibanding kelompok lain.

PRP

Jumlah osteoblast pada minggu ke 8 lebih banyak dibandingkan


kelompok lain, jumlah osteosit yang hadir tidak jauh berbeda jumlahnya
dengan kelompok HBOG, jumlah kolagen yang hadir lebih tinggi dari
kelompok HBOG.

Hiperbarik
Oksigen
(HBO)

Jumlah osteocyte yang hadir lebih banyak dari kelompok PRP, akan
tetapi jumlah osteoblast dan kolagen lebih sedikit hadirnya dibanding
kelompok PRP.

HBO&PRP

Jumlah osteosit dan kolagen paling tinggi di antara kelompok yang lain,
kelompok ini memberikan hasil yang terbaik dibandingkan kelompok
lain.

10

Gambar 2 Contoh Perbandingan Histologi[8].


Contoh dari gambaran histologi yang ditampilkan dengan perwarnaan Alizarin Red.
Grup A merupakan grup kontrol terlihat gambaran histologi; tidak ada jaringan
granulasi yang terbentuk, tidak terlihat kalus atau permulaan proses regenerasi
tulang, proses regenerasi tulang tidak berjalan. Grup B Merupakan terapi PRP
tunggal terdapat gambaran aktifitas osteogonik yang baik ditunjukan
mendominasinya sel osteoblast di daerah korteks disertai dengan hadirnya jaringan
fibrous dan matriks kartilago.
Grup C merupakan grup yang menggunakan
Autobonegraft tampak adanya soft callus yang terdiri dari sel sel kondrosit dan
fibroblast, hadir juga sel inflamasi yang menunjukan terjadinya proses regenerasi,
tetapi interaksi antara graft dan tulang sedikit terbentuk terlihat adanya jarak yang
lebar. Grup D adalah Grup yang menggunakan terapi kombinasi PRP dan Autobone
graft, Aktivitas Osteogenik terbaik ditunjukkan oleh kelompok ini, terlihat dari
tingginya aktifitas osteoblast dan terbentuksnya mineral matriks tulang Terbentuk
11

juga

hard

callus

yang

berhasil

menyambung

celah

fraktur

Perbandingan Outcome Radiologi


Dari 10 studi yang didapatkan, evaluasi gambaran radiologi terdiri dari 9 studi.(Tabel 3)
Evaluasi radiologi menggunakan berbagai metode antara lain dangan melihat secara langsung
terjadi atau tidak terjadinya union dan pemeriksaan lebih spesifik dengan mengukur densitas
tulang melalui Computed Tomography (CT) melalui berbagai software yang ada. Dari 9 studi
didapatkan gambaran positif dalam pemberian PRP tunggal ataupun PRP dikombinasikan dengan
faktor pertumbuhan lain terdiri dari 7 studi [8,10,11,12.13.15,16] 1 studi menunjukan tidak ada
perbedaan yang signifikan dalam pengukuran densitas dalam pemberian PRP dan non PRP[9], 1
studi menunjukkan hasil berbeda dibandingkan yang lain yaitu hasil pemberian PRP lebih
rendah skor densitasnya dibanding dengan tidak diberi PRP [14]. Autobonegraft yang berasal
dari subjek penderita ternyata memiliki efek yang positif dibandingkan dengan Allobonegraft,
Autobonegraft yang digunakan bersama dengan PRP memiliki outcome yang lebih baik
dibandingkan dengan pemakaian PRP tunggal evaluasi berdasarkan score cheung et all,
sedangkan penggunaan Allograft bersama dengan PRP dibandingkan dengan penggunaan PRP
tunggal tidak memiliki perbedaan yang bermakna, hal ini terjadi karena alasan yang sudah
dibahas sebelumnya bahwa penggunaan material biologis lebih memiliki efek sinergis hal ini
terbukti dari penelitian-penelitian sebelumnya karena proses regenerasi tulang yang terbentuk
akan lebih baik dengan sedikitnya darah yang hilang dan kecilnya angka kejadian infeksi dan
nyeri8.
Dua Studi yang membandingkan penggunaan PRP dengan kontrol Placebo (Nacl)
menunjukkan hasil positif, tulang yang mengalami defek atau fraktur mengalami union dengan
hasil yang memuaskan ketika menggunakan PRP. Evaluasi berdasarkan angka densitas tulang
dilakukan pada kelompok penggunaan PRP & Bioglas, PRP yang digunakan bersama dengan
Bioglass memiliki skor tertinggi dibanding penggunaan PRP tunggal (66,2). Pada penelitian yang
lain juga digunakan pengukuran densitas tulang , hasil yang ditunjukan berbeda dimana
kelompok menggunakan PRP memiliki angka densitas yang lebih rendah dibandingkan dengan
kelompok kontrol, PRP dalam penelitian ini dikombinasikan dengan Allograft Bone (tabel 3)
[14], rendahnya densitas tulang pada kelompok PRP di penelitian ini, sesuai dengan penelitian
12

sebelumnya [9] yang menunjukan hasil kombinasi PRP dengan Allograft bone tidak
menunjukkan hasil yang positif, selain itu belum adanya panduan yang pasti dalam penyiapan
PRP kemungkinan konsentrasi PRP terlalu tinggi atau terlalu rendah, seperti yang sudah
disebutkan dalam penelitian yang lainnya [11] dosis yang terlalu rendah

tidak dapat

menginduksi proses osteogenesis yang optimal, dosis yang terlalu tinggi dapat menghambat
osteogenesis dan menghambat aktivitas osteoblast, terlihat hasil optimal dari gambaran radiologi
menunjukan kelompok yang menggunakan dosis PRP sedang menunjukan gambaran radiologi
yang sempurna yang ditunjukan dengan gambaran radiologi celah fraktur telah terisi oleh kalus
(union), tidak terlihat gambaran gap atau celah fraktur. Dalam penelitian lain yang
membandingkan PRP dengan Bone Marrow Concentrate (BMC) menunjukan hasil PRP lebih
unggul dibandingkan dengan BMC dimana kelompok yang menggunakan PRP menunjukkan
gambar konsolidasi tulang baru, sedangkan kelompok yang menggunakan BMC gambaran
radiologinya tidak menunjukkan tulang baru, tidak optimalnya penggunaan BMC kemungkinan
disebabkan BMC membutuhkan waktu yang lebih lama untuk proses kondensasi tulang
dibandingkan PRP. Tidak selamanya kombinasi PRP dengan faktor pertumbuhan lainnya
memiliki efek sinergis dalam penelitian ini PRP yang dikombinasikan dengan DBM tidak
menunjukkan efek sinergis gambaran radiologi PRP dan DBM menunjukan masih ada celah
fraktur terbentuk sedangkan kelompok yang menggunakan PRP sebagai terapi tunggal
memperlihatkan hasil celah fraktur sudah tertutup sempurna dengan terbentuknya tulang baru.
Tabel 4. Outcome Evaluasi Radiologi
Reff Perbandingan

Evaluasi Radiologi

Kontrol

Pada evaluasi minggu ke 3 tidak terdapat perbedaan signifikan antara


kelompok lain, pada evaluasi minggu ke 3,7,11 kelompok ini memiliki
hasil score yang terendah dibanding kelompok lain, tidak ada gambaran
union pada minggu ke 11 evaluasi (skor: 2,33)

PRP

Hasil yang nyata terlihat pada evaluasi minggu ke 7 menunjukkan


outcome yang lebih baik dibandingkan grup control dan grup bone graft,
tetapi outcomenya lebih rendah dari kombinasi PRP & ABG (skor:4,33)

AutoBone
Graft (ABG)

Hasil yang nyata terlihat pada evaluasi minggu ke 7 menunjukkan


outcome yang lebih baik daripada grup control (Skor:5,22)
13

10

11

12

PRP & ABG

Pada Minggu ke 7, 11 evaluasi kelompok ini memberikan hasil yang


terbaik dibandingkan dengan kelompok lainnya. (Skor:6)

Autograft

Tidak ada perbedaan yang signifikan antara ketiga kelompok, evaluasi


radiologi menunjukkan hasil yang memuaskan terjadinya union.

PRP+Allograft

Tidak ada perbedaan yang signifikan antara ketiga kelompok, evaluasi


radiologi menunjukkan hasil yang memuaskan terjadinya union.

Allograft

Tidak ada perbedaan yang signifikan antara ketiga kelompok, evaluasi


radiologi menunjukkan hasil yang memuaskan terjadinya union.

Placebo(Nacl)

Terdapat sebagian subjek (44,9%) yang mengalami failure healing

PRP

Terdapat sebagian subjek (18,9%) yang mengalami failure healing,


sisanya gambaran radiologi union terbentuk sempurna dengan hasil
memuaskan

Kontrol

Radiologi diambil 8 minggu post operasi, grup kontrol menunjukan


gambaran kalus tetapi tidak menutupi celah fraktur

Platelet Poor
Plasma

Terdapat gambaran kalus yang sedikit menjembatani dan menutupi


antara sisi fraktur

PRP
Konsentrasi
Rendah

Terdapat gambaran kalus yang sedikit menjembatani dan menutupi


antara sisi fraktur

PRP
Konsentrasi
Sedang

Menunjukan gambaran kalus yang sempurna, celah fracture tidak ada


lagi (Perfect fracture union)

PRP
Konsentrasi
Tinggi

Terlihat gambaran union fracture tetapi masih ada sedikit garis fraktur
dan dijumpai kalus yang besar.

Kontrol

Tidak ada perubahan dari awal sampai 8 minggu post operasi, tidak ada
bentukan kalus yang menjadi penghubung kedua sisi fracture

Deminerallized Terdapat gambaran penghubung berupa kalus di sisi medial dan lateral
Bone Matrix
dengan gambaran radiodensitas yang sama, tetapi celah fraktur masih
(DBM)
sedikit terlihat di ujung penghubung fraktur
PRP

Terdapat gambaran tulang baru menghubungi dengan sempurna celah


fraktur, tidak ada celah fraktur yang tampak lagi, hasil ini yang terbaik
dibanding kelompok lainnya
14

13

14

15

16

DBM & PRP

Terdapat gambaran peningkatan radiodensitas, terdapat bentukan tulang


baru tetapi hanya di satu sisi dari pangkal kortex.

Kontrol

Hari ke 14 post operasi menunjukan 0-25% bentukan formasi tulang,


hari ke 28 post operasi, bentukan tulang yang terbentuk tidak ada
perubahan, masih sama dengan hari ke 14 yaitu 0-25% bentukan tulang
yang terbentuk, pada hari ke 42 post operasi bentukan tulang dalam
tahap 25-75% dari celah fraktur, pada evaluasi terakhir hari 56 post
operasi gambaran formasi tulang yang terbentuk dalam tahap 25-75%

PRP

Hari ke 14 post operasi bentukan formasi tulang yang terbentuk


mencapai angka 25-50% lebih tinggi daripada kelompok kontrol, pada
hari ke 28 post operasi menunjukkan angka 50-75% tulang baru yang
terbentuk, terjadi peningkatan yang signifikan, evaluasi hari ke 42
menunjukan 50-75% formasi tulang baru terlihat dan pada hari ke 56
100% bentukan tulang baru terlihat menutupi seluruh celah fraktur.

Kontrol

Satu minggu post operasi dilakukan pemeriksaan CT mengukur densitas


tulang didapatkan angka 119,0, lebih tinggi dibandingkan kelompok
PRP, pada minggu ke enam post operasi tidak ada perbedaan angka yang
signifikan antara kedua kelompok, pada minggu ke 12 post operasi
kelompok ini angka densitasnya lebih tinggi dibanding kelompok PRP

PRP & Bone


Chips
(Allograft)

Satu minggu post operasi dilakukan pemeriksaan densitas tulang


didapatkan angka 50,8 lebih rendah daripada kontrol, pada minggu ke
enam post operasi tidak ada perbedaan angka yang signifikan antara
kedua kelompok, pada minggu ke 12 post operasi kelompok ini angka
densitasnya lebih rendah dibanding kelompok kontrol

Blood Clot
(BC)

Angka densitas diukur dengan software Image J didapatkan angka


densitas 47,1 densitas tulang terendah dibanding kelompok lainnya

Bioactive
Glass (BG)

Angka densitas tulang 51,3

PRP

Angka densitas tulang 60,7 lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok


BG

PRP&BG

Angka densitas tulang 66,2 paling tinggi dibandingkan dengan


kelompok lain

PRP

Dengan pemeriksaan CT image ditemukan konsodilasi bentukan tulang


baru di daerah fraktur dengan ketebalan kortex 1,3 mm

Bone Marrow

Tidak terbentuk konsolidasi di daerah fraktur


15

Concentrate
(BMC)

Gambar 3. Contoh Perbandingan Outcome Radiologi [12] . (a) Grup control.


Tidak ada perubahan yang terlihat setelah dilakukan evaluasi Post operasi (b) Grup
yang menggunakan PRP. Celah fraktur telah ditutupi oleh tulang baru, ujung dari
korteks fraktur tidak terlihat lagi (c) Grup yang menggunakan PRP dan DBM. Terlihat
ada gambaran peningkatan radiodensitas, tapi hanya satu ujung korteks fraktur
saja yang terbentuk fraktur (d) Grup yang menggunakan DBM. Celah fraktur telah
tertupi dari sisi medial dan lateral dengan densitas yang seragam, tetapi ujung
salah satu fraktur masih terlihat, celah fraktur tidak tertutup sempurna.

Perbandingan Outcome Evaluasi Klinis


Dari 10 studi yang didapatkan, hanya 4 kelompok yang mengevaluasi secara klinis,
umumnya penilaian berdasarkan skor yang sudah ditetapkan, parameter ini berupa penilaian
fungsional setelah operasi, penilaian skala nyeri (VAS), dan penilaian biomekanik. Dari penilaian
Post Surgical Functional Score [9] yang dilakukan 24 bulan dan 72 bulan post operasi digunakan
skor yang ditetapkan AOFAS (American Orthopaedic Foot and Angkle Society) yang dinilai
adalah derajat nyeri, aktifitas berjalan, sudut kaki dan engkel, ternyata outcomenya tidak ada
perbedaan yang bermakna antara grup yang memakai PRP kombinasi Bone Allograft dan yang
tidak memakai PRP, seperti yang sudah dibahas di atas PRP lebih sinergis kerjanya apabila
dipakai bersama dengan Autograft dibandingkan dengan Allograft. Penelitian yang lain berupa
penilaian derajat nyeri VAS (Visual Analog Scale) dan hasilnya menunjukan perbedaan yang
16

bermakna, kelompok yang menggunakan PRP merasakan angka kesakitan yang lebih rendah
dibanding kelompok kontrol[10] hal ini mungkin berkaitan dengan waktu penyembuhan
kelompok PRP terjadi lebih cepat dibandingkan terapi non PRP. Dua penelitian lainnya menilai
fungsi klinis dengan proses biomekanika dengan memberikan beban maksimal pada tulang yang
sudah mengalami union dan hasilnya menunjukkan perbedaan yang bermakna, kelompok yang
menggunakan PRP mencapai beban maksimal yang tertinggi.
Tabel 5 Outcome Evaluasi Klinis
Ref

Perbandingan

Hasil

Parameter

Allograft

90,84

PRP&Allograft

91,39

Post-Surgical Functional Score (Tidak ada


perbedaan signifikan ketiga kelompok)

Autograft

91,47

Nacl (Placebo)

Hari (H) 45 : 3,5


H 90 : 3,1
H 135 : 2,3
H 180 : 1,7
H 225 : 1,3
H 270 :1,1
H 45 : 2,8
H 90 : 2,1
H 135 : 1,6
H 180 : 1,4
H 225 : 1,2
H 270 :1,1
60,2
62,2

10

PRP

11

12

Kontrol
Platelet Poor
plasma
PRP konsentrasi
rendah
PRP konsentrasi
sedang
PRP konsentrasi
tinggi
Kontrol
PRP

69,4
92,3

VAS : Visual Analog Score, angka VAS


berbeda signifikan lebih rendah kelompok
PRP dibandingkan kelompok kontrol

Biomechanical Load Bearing (Beban


Maksimal
yang diberi hingga terjadi
refraktur) = Beban maksimal
terbesar
terdapat dalam kelompok PRP konsentrasi
sedang

68,6
38,6
99,1

Diberikan ultimate Load Bearing sampai


terjadinya fraktur, beban maksimal terdapat
pada kelompok PRP dengan perbedaan yang
signifikan
17

Kesimpulan
Sebagian besar penelitian yang dilakukan memiliki hasil yang positif ketika diberikan PRP,
kombinasi PRP dengan healing promotive agent lainnya memiliki efek yang sinergis terutama
healing promotive agent yang berasal dari individu itu sendiri karena sifatnya yang tidak memicu
reaksi alergi imunogi dan rendahnya angka infeksi adapun yang tidak memiliki dampak postif
terhadap pemberian PRP kemungkinan akibat waktu observasi yang terlalu singkat dan dosis
PRP yang terlalu rendah atau terlalu tinggi.
Referensi
1. Wang HL, Avila G. Platelete Rich Plasma Myth or Reality. European Journal of Dentistry
[Serial

online]

2007

Oct

[Cited

29

July

2016]

1(1).

Avaible

From

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2609914/pdf/dent1_p192.pdf.
2. El-Sharkawy H, Kantarci A, Deady J, Haturk H, Liu H, Alshahat, et al. Platelet-Rich
plasma: growth factors and pro and anti-inflammatory properties. J Periodontal 2007;
78;661-669. Avaible From http://www.joponline.org/doi/pdf/10.1902/jop.2007.060302.
3. Lenza M, Ferraz SD, Viola MC, Fernando O, Neto CM, Ferreti M, Platelete Rich Plasma
for Long Bone Healing. Einstein J. 2013 Feb ; 11(1);122-7 Avaible From
http://www.scielo.br/pdf/eins/v11n1/en_a23v11n1.pdf.
4. Anitua E.Plasma rich in growth factors; preliminary results of use in the preparation of
future sites for implants. Int J Oral Mazillofac Implants 1999; 14:529-525 Avaible From
http://www.dentalxp.com/vendors/1/PRGF-%20Preliminary%20Results.pdf
5. Weibrich G, Kleis WK, Kunz-Kostomanolakis M, Loos AH, Wagner W. Correlation of
Platelet Concentration in Platele Rich Plasma to the extraction method, age, sex, and
platelet count of the donor. Int J Oral Maxillofac Implants 2001; 16:693-699 Avaible
From http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11669252.
6. Axelrad. Autologous Platelet Derived Wound Healing Factors for Treatment of : Non
Healing Cutaneus Wound Non Healing Fractures and The Associated GEM21STM
Device Platelet Rich Plasma Injections for The Treatment of Tendinopathy. Clinical
Review

Criteria

GroupHealth

2007.

Avaible

From

https://provider.ghc.org/all-

sites/clinical/criteria/pdf/procuren.pdf.
18

7. Alsoussou J, Thompson M, Hulley P, Noble A, Willett K. The Biology of Platelete Rich


Plasma and its application in trauma and orthopaedic surgery. The Journal of Bone &
Joint

Surgery.

2009

Aug

91(8)

987-995

Avaible

From

http://www.institutoallende.com.ar/backend/UploadFiles/PdfClaseYAteneo/46.pdf
8. Kanthan S.R, Kavitha G, Addi S, Choon D.S. Platetelet Rich Plasma (PRP) enhances
bone healing in non united critical sized defects: A preliminary study involving rabbit
models. Injury International Journal. 2011 January ; 42 782-789. Avaible From
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0020138311000246
9. Wei Cheng L, Lei GH, Sheng PY, GAo GS, Xu Mai. Efficay of Platelet-Rich Plasma
Combined With Allograft Bone in the management of displaced Intra Articular Calcaneal
Fractures: A Prospective Cohort Study. Journal of Orthopaedic Research 2012 October 42
1570-1577. Avaible from http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/jor.22118/pdf
10. 10. Ghaffarpasand F, Shahrezai M, Dehghankhalili M. Effects of Platelet Rich Plasma on
Healing Rate of long bone non union fractures : A Randomized Double Blind Placebo
Controlled Clinical Trial. Bulletin of Emergency and Trauma, 2016 Juni 4(3) 134-140
Avaible from http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4989039/pdf/bet-4-134.pdf
11. Chen L, Yang X, Song D, Ye XS. Platelet rich plasma promotes healing of osteoporotic
fractures Orthopedics Heallo.com Jurnal. 2013 June 6(36) 687-694 Avaible from
http://www.healio.com/orthopedics/journals/ortho/2013-6-36-6/%7Be5ca56ba-7e814531-86e9-2dc207e9ab96%7D/platelet-rich-plasma-promotes-healing-of-osteoporoticfractures
12. Turhan E, Kemal M, Bayar A, Songur M, Keser S. The comparison of the effect of
platelet rich plasma and memineralized bone matrix on critical bone defects: an
experimental study on rats. Ulus Travma Aci Cerrahi Derg Journal. 2016 Avaible from
http://www.journalagent.com/travma/pdfs/UTD-68249-RESEARCH_ARTICLETURHAN.pdf
13. Sarvestani SZ, Oryan A, Parizi MA, Sadegh BA. Histological, Biomechanical, and
Radiological Evaluation of Bone Repair with human platelet rich plasma in Rabbit Model
19

Zahedan Journal of research in Medical Sciences 2014 Januari 17(2) 1-6 Avaible from
http://www.journalagent.com/travma/pdfs/UTD-68249-RESEARCH_ARTICLETURHAN.pdf
14. Joost C, Anita A, Daniel J. No Positive bone healing after using platelet rich plasma in a
skeletal defect. An Observational prospective cohort study International Orthopaedics
(SICOT)

Journal.

2012

April

36

2113-2119

Avaible

From

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3460096/pdf/264_2012_Article_1603.pd
f.
15. Penteado LM, Colombo DC, Penteado PM. Evaluation of bioactive glass and plateletrich plasma for bone healing in rabbit calvarial defect. Journal of Oral Science . 2013
July

55(3)

225-232.

Avaible

From

https://www.jstage.jst.go.jp/article/josnusd/55/3/55_225/_pdf.
16. Batista MA, Leivas PT, Rodrigues CJ, Guarniero R. Comparison between the effects of
platelet-rich plasma and bone marrow concentrate on defect consolidation in the rabbit
tibia.

Journal

of

Clinics.

2011

March

66

(10)

1787-1794

Avaible

from

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3180168/pdf/cln-66-10-1787.pdf
17. Neves FC, Abib Vieira CS, Neves FR, Pirzchio K, Saad F. Effect of Hiperbaric oxygen
therapy combined with autologous platelet concentrate applied in rabbit fibula fraction
healing. Journal of clinics. 2013 April 68 (9) 1293-1246 Avaible
fromhttps://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3782723/pdf/cln-68-09-1239.pdf

20