Anda di halaman 1dari 6

Praktikum MK.

Riset dan Konsumen


Anggota kelompok :
Desy Dwikawati
Nines Mia R
Uput Sri
Nurhidayati
Ruri Nurashri R

I24130023
I24130027
I24130028
I24130029
I24130030

Motivasi dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga


A. Definisi Variabel
Motivasi
Motivasi yang muncul dari faktor-faktor seperti minat, atau kuriositas
dinamakan motivasi intrinsik, sedangkan motivasi yang timbul dari keinginan
untuk mendapatkan pujian atau hadiah dan menghindari hukuman dinamakan
motivasi ekstrinsik (Woolfolk 1993: 337, diacu dalam Surahman dan Hermawan
2011). Kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat dalam diri seseorang yang
mengukur tindakannya dengan cara tertentu (Crowl et.al 1997 diacu dalam
Surahman dan Hermawan 2011). Menurut Robbin (2003), motivasi adalah proses
yang menghasilkan suatu intensitas, arah dan ketekunan individual dalam usaha
untuk mencapai satu tujuan.
Pengelolaan sampah
Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan
berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah
(Widiastuti 2015). Pengelolaan sampah di permukiman terdiri dari sistem
pewadahan, sistem pengumpulan, sistem pemindahan, sistem perangkutan,
sistem pembuangan akhir, dan sistem pengolahan sampah (SK SNI 2008)
Sampah
Menurut Artiningsih, Hadi, Syafrudin (2008), sampah adalah Limbah dari
kehidupan, kegiatan dan usaha manusia dipermukaan bumi. Ecolink (1996),
diacu dalam Marliani (2014), sampah adalah Suatu bahan yang terbuang atau
dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum
memiliki nilai ekonomis. Sampah adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari
zat organik dan zat anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus
dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi
pembangunan (SK SNI 1990). Sedangkan menurut Suyoto (2008), diacu dalam
Riswan, Sunoko, Hadiyarto (2011), sampah adalah Sisa kegiatan sehari-hari
manusia dan/atau dari proses alam yang berbentuk padat.
Rumah Tangga
Menurut UU. No. 23 Tahun 2004 dijelaskan bahwa lingkup dari rumah
tangga terdiri dari suami, isteri, dan anak yang mempunyai hubungan keluarga
karena hubungan darah, perkawinan, pengasuhan, dan perwalian, yang menetap
dalam rumah tangga. Dalam ilmu sosial, rumah tangga didefinisikan sebagai
bagian terkecil dari masyarakat. Rumah tangga juga merupakan institusi yang
paling penting pengaruhnya terhadap sosialisasi manusia.

Sampah Rumah Tangga


Menurut UU No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
mendefinisikan sampah rumah tangga sebagai sampah yang berasal dari
kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, tidak termasuk tinja dan sampah
spesifik (sampah yang mengandung bahan beracun). Selajutnya Widyadmoko
(2002), mengelompokkan sampah rumah tangga yaitu sampah yang berasal dari
kegiatan rumah tangga yang terdiri dari bermacam-macam jenis sampah sebagai
berikut:
1.
Sampah basah atau sampah yang terdiri dari bahan organik yang mudah
membusuk yang sebagian besar adalah sisa makanan, potongan hewan,
sayuran, dan lain-lain.
2.
Sampah kering yaitu sampah yang terdiri dari logam seperti besi tua,
kaleng bekas dan sampah kering non logam, misalnya kertas, kaca, keramik,
batu- batuan, dan sisa kain.
3.
Sampah lembut, misalnya debu yang berasal dari penyapuan lantai
rumah, gedung dan penggergajian kayu.
4.
Sampah besar atau sampah yang terdiri dari bangunan rumah tangga
yang besar, seperti meja, kursi, kulkas, radio dan peralatan dapur.
B. Definisi Oprasional
1. Motivasi adalah sesuatu atau hal baik dari dalam maupun dari luar diri
yang mendorong terjadinya suatu perilaku.
2. Pengelolaan adalah adalah suatu proses pemilahan, pembuangan, daur
ulang, dari sampah rumah tangga.
3. Rumah Tangga adalah adalah sekumpulan orang yang yang tinggal
dalam satu rumah dan berbagi kebutuhan secara bersama-sama.
4. Sampah Rumah Tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan
sehari-hari dalam rumah tangga baik itu organik maupun anorganik.
5. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri
seseorang tanpa dipengaruhi oleh orang lain untuk melakukan
pengelolaan sampah.
6. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi untuk mengelola sampah yang
datang dari luar diri seseorang dengan harapan dapat mencapai sesuatu
tujuan yang dapat menguntungkan dirinya.
C. Instrumen
Instrumen ini dikembangkan dari jurnal yang berjudul An Investigation
Into The Factors Influencing The Participation Of Households In Recycling Of
Solid Waste In Palestine yang mana terdapat kuesioner mengenai faktorfaktor yang mempegaruhi pengelolaan sampah padat ini kota Gaza.
Intrumen tesebut terdiri atas 12 pertanyaan dengan skala likert dari 1 (sangat
tidak setuju) sampai 5 (Sangat setuju). Selain itu, instrumen juga
dikembangkan dari jurnal yang berjudul Hubungan Faktor Individu dan
Lingkungan Sosial dengan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan
Sampah Rumah Tangga dan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di
Kecamatan Daha Selatan.
D. Sampel
Sampel dalam pengukutan tingkat motivasi ini adalah rumah tangga
yang ada di Babakan Raya Kabupaten Bogor yaitu sebanyak 60 KK

E. Kuesioner
Identitas responden
1 Nama
2 Usia
3 Jenis kelamin
4 Pendidikan terakhir
5 Pekerjaan
:
6 Pendapatan perbulan
7 Jumlah keluarga :
No
1.

2.
3.
4.

5.
6.
7.
8.
9.

10.

No
1.
2.
3.

4.
5.

:
:
:
:
:

Motivasi instrinsik

SS

TS

ST
S

Saya memisahkan sampah berdasarkan


jenisnya karena mengetahui manfaat memilah
sampah
Saya membawa kantung belanja sendiri untuk
mengurangi penggunaan kantong plastik
Saya memisahkan sampah karena menyukai
lingkungan yang nyaman dan bersih
Saya membuang sampah secara rutin karena
mengetahui dampak dari sampah yang
menumpuk
Saya membuang sampah secara rutin agar
tidak menjadi sarang tikus, nyamuk, dan kecoa
Saya terbiasa membakar sampah agar tidak
repot
Saya membuang sampah secara rutin agar
tidak menjadi sarang penyakit
Saya membuang sampah di sembarang tempat
agar tidak repot
Saya memilah sampah untuk melestarikan
sumberdaya
demi
kelangsungan
hidup
generasi berikutnya
Saya memilah sampah berdasarkan jenisnya
karena memiliki ketertarikan dan minat
terhadap kegiatan pengelolaan sampah
Motivasi ekstrinsik

SS

TS

ST
S

Adanya peraturan di wilayah tempat tinggal


mengenai pengelolaan sampah
Saya mendapatkan tambahan uang dari hasil
pengolahan sampah
Saya memisahkan sampah berdasarkan
jenisnya karena mendapat informasi dari
penyuluh lingkungan
Saya mengelola sampah karena mengikuti
trend ekologi
Saya membuang sampah pada tempatnya agar

6.

7.

8.

9.

10.

tidak mendapatkan sanksi


Saya mendiskusikan pengelolaan sampah
rumah tanggan bersama warga lainnya untuk
menciptakan lingkungan yang asri
Saya memisahkan sampah karena tempat
kerja/rumah saya berdekatan dengan tempat
pengolahan sampah
Saya memisahkan sampah berdasarkan
jenisnya
karena
tokoh
masyarakat
di
lingkungan tempat tinggal saya memberikan
contoh
kepada
masyarakat
untuk
melaksanakan pengelolaan sampah rumah
tangga
Saya memisahkan sampah berdasarkan
jenisnya karena masyarakat di lingkungan
tempat tinggal saya saling mengingatkan untuk
melakukan pengelolaan sampah rumah tangga
Saya memisahkan sampah berdasarkan
jenisnya karena di lingkungan tempat tinggal
saya tersedia sarana untuk mengolah sampah
rumah tangga

DAFTAR PUSTAKA
------------, 2008, SNI 3242:2008 tentang pengelolaan sampah di permukiman,
Departemen PU, Jakarta.
Delistavrou A, Tilikidou I, Sarmaniotis C. 2005. The role of motivation in the
consumers recycling behavior. 8: 245-261. https://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&cad=rja&uact=8&ved=0ahUK
Ewj9q7KY1prPAhVEsJQKHQVQBXIQFgg3MAQ&url=http%3A%2F
%2Fwww.mkt.teithe.gr%2Fwp-content%2Fuploads%2Fpersonnel
%2Fpapers_tilikidou%2F13%2520Delistavrou%2C%2520A.%2C
%2520Tilikidou%2C%2520I.%2520and%2520Sarmaniotis%2C%2520C.
%2520(2005)..pdf&usg=AFQjCNGfcaYVRNusPk2ltj3X5ThUr3g3Rg&sig2
=MFLdE8Y2qSHzL-wJOqlvzA&bvm=bv.133178914,d.dGo [18 September
2016].
Marliani. 2014. Pemanfaatan limbah rumah tangga. Jurnal Formatif 4(2): 124132
Mujiburrahmad, Firmansyah. 2014. Jurnal agrisep. Hubungan faktor individu dan
lingkungan sosial dengan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan
sampah rumah tangga (kasus Kampung Sengked, RT 03/RW 03 Desa
Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor) 15(1): 47-66.
http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/agrisep/article/view/2092 [13 September
2016].
Omran A, Sarsour AK, Pakir AHK. 2012. International journal of health
economics. An investigation into the factors influencing the participation
of households in recycling of solid waste in Palestine (2): 4-19.
http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/agrisep/article/view/2092 [13 September
2016]
Riswan, Sunoko HR, Hadiyanto A. 2011. Jurnal ilmu lingkungan. Pengelolaan
sampah rumah tangga di Kecamatan Daha Selatan 9(1): 31-39.
http://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/2085/183
4 [13 September 2016].
Robbin PS. 2003. Perilaku Organisasi, Alih Bahasa, Tim Indeks. Gramedia:
Jakarta.
Surahman E, Hermawan Y. 2011. Pengaruh strategi penyuluhan dan motivasi
pemeliharaan kesehatan lingkungan terhadap pengetahuan ibu rumah
tangga tentang sampah. Jurnal Bumi Lestari 2(2): 360-370.
SNI 19-3983-1995 tentang Spesifikasi Timbulan Sampah. Departemen Pekerjaan
Umum
Tsaur RC. 2014. Analysis of the relationship among motivation to recycle,
willingness to recycle, and satisfaction with recovery station in Taiwan 10:
26-34.
http://www.wseas.org/multimedia/journals/environment/2014/a065715137.pdf [13 September 2016].
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008.
Young RD. 2000. Journal of social issues. Expanding and evaluating motives for
environmentally
responsible
behavior
56(3):
509-526.
https://web.stanford.edu/~kcarmel/CC_BehavChange_Course/readings/A
dditional%20Resources/J%20Soc%20Issues
%202000/deyoung_2000_10_intrinsicmotivcompetence_c.pdf
[13
Septmber 2016].