Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Proyek adalah suatu kegiatan yang menggunakan modal/resources/factor produksi
untuk mencapai suatu tujuan/target tertentu sedemikian rupa sehingga kegiatan tersebut dapat
memberikan manfaat (benefit) setelah suatu jangka waktu tertentu.
Tahapan kegiatan proyek biasanya dimulai dari lahirnya suatu gagasan yang muncul
dari suatu kebutuhan, pemikiran tentang kemungkinan terlaksananya, memutuskan untuk
menjelaskan lebih merinci tentang hal yang dibutuhkan, menungkannya pada bentuk rencana
awal rancangan yang labih detail dan pasti, melakukan persiapan administrasi untuk
pelaksanaan pembangunan dengan memilih calon pelaksana, kemudian melakukan
pembangunan pada area konstruksi, serta mempersiapkan pemeliharaan dan penggunaan
bangunan tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan SDLACOM?
2. Bagaimana tahapan pelaksanaan proyek?
3. Bagaimana peraturan menteri pekerjaan umum?
1.3 Tujuan
2. Untuk mengetahui maksud SIDLACOM.
3. Untuk mengetahui bagaimana tahapan pelaksanaan proyek.
4. Untuk mengetahui peraturan Menteri Pekerjaan Umum yang mendukung SIDLACOM.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Tahapan SIDLaCOM, yaitu S (Survey),I (Investigation), D (Design), La (Land
Acquisation), C (Construction), O (Operation) & M (Maintenance). Tergantung dari besarkecilnya scope proyek yang akan dibangun maka implementasi SIDLaCOM juga akan
menyesuaikan dengan scope proyek dimaksud.
Ditinjau dari aspek teknis, ekonomis serta lingkungan maka pembangunan suatu
proyek perlu juga dilakukan studi yang dikenal sebagai studi teknik (capability study: civil
engineering), studi kelayakan (feasibility study: economic engineering), studi analisis
dampak lingkungan ( acceptability stud : environment impact assessment). Semua tahapan
studi sebagaimana disebutkan diatas akan menghasilkan kesimpulan bahwa semua aspek
akan bisa diterima dan bisa dipertanggung-jawabkan secara teknis, ekonomis serta
lingkungan dengan manfaat yang sebesar-besanya bagi kehidupan masyarakat.
2.2 Tahap Pelaksanaan Proyek
Untuk mewujudkan proyek dengan skala kecil kemungkinan pengadaannya bisa
langsung dilakukan oleh pihak penggagas atau owner proyek tanpa membutuhkan bantuan
pihak lain (Konsultan). Akan tetapi apabila yang akan diwujudkan merupakan proyek dengan
skala besar dengan tingkat kesukaran yang cukup rumit dan komplexs maka untuk
mewujudkan proyek dimaksud akan diperlukan bantuan Konsultan dengan tahapan
pelaksanaan proyek berupa SIDLaCOM sebagaimana disebutkan diatas.

Survey
Survey merupakan perencanaan yang bersifat umum dengan tujuan untuk
mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan maksud akan dibangunnya proyek
dimaksud. Survey akan menjawab hal-hal bersifat teknis maupun non-teknis tentang
apa; dimana; kapan; mengapa serta bagaimana: proyek dimaksud yang akan dibuat,
sehingga data hasil survey yang diperlukan adalah data tentang hal-hal yang terkait
dengan bangunan proyek/tujuan proyek, tapak/lokasi proyek, pengaruh proyek
terhadap manusia dan lingkungannya. Survey yang akan dilakukan antara lain tentang
tapak dimana proyek akan dibangun akan dilakukan dengan maksud untuk
mengetahui keadaan topografi, hidro-meteorologi, demografi, sosial budaya,
ekonomi, dan lain-lainya pada wilayah atau areal yang akan terpengaruh oleh
keberadaan proyek. Dengan survey yang dilakukan akan diperoleh hasil survey yang
2

dapat dipakai untuk dasar-dasar perencanaan umum atas proyek yang akan dibangun.
Terkait dengan analisis ekonomi teknik yang akan dilakukan maka kegiatan survey
yang tentu membutuhkan biaya yang cukup besar akan diperhitungkan sebagai bagian
dari Investasi Proyek.

Investigation / Investigasi
Langkah selanjutnya setelah survey adalah pengambilan data (investigasi) atas
survey yang diperlukan dalam perencanaan umum (survey) untuk kemudian
dilakukan pengambilan data teknis. Data teknis yang akan diambil adalah data yang
dibutuhkan guna proses perencanaan teknis (design) atau data teknis yang dibutuhkan
dalam rangka pembangunan struktur bangunan sipil /non sipil lainnya, antara lain
adalah berupa data geologi teknik, mekanika tanah, hidrologi, seismologi, oceanologi,
humidity dan data teknis /standart lainnya. Terkait dengan analisis ekonomi teknik
yang akan dilakukan maka kegiatan investigasi yang tentu membutuhkan biaya yang

cukup besar akan diperhitungkan sebagai bagian dari Investasi Proyek.


Design
Tahapan (detail) Design akan dilaksanakan setelah Rencana Proyek
dinyatakan Feasibel.Tahapan sebelumnya akan diawali dengan langkah Survey dan
Investigasi sebagaimana diuraikan diatas. Detail Design akan mempertimbangkan
aspek Teknis secara utuh, artinya Proyek yang akan dibangun harus cukup stabil
sebagai bangunan dan mampu berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

Land Acquisation (Pembebasan Lahan)


Pembebasan Lahan untuk keperluan tapak bangunan perlu disediakan dengan
proses yang cukup rumit, oleh sebab itu proses Pembebasan Lahan sejatinya
memerlukan Teknis, Strategi dan Cara / Perlakuan yang tepat. Hal ini mengingat
bahwa pada era setelah reformasi, terbukanya kebebasan berpendapat dalam
menyampaikan hak-hak warga masyarakat, terkadang maksud baik proyek bisa
terkendala oleh kurang jelasnya misi proyek untuk bisa diterima warga, atau malah
sebaliknya bisa juga ada orang yang sengaja menggunakan kesempatan pembebasan
lahan sebagai ajang untuk memanipulasi harga ganti rugi lahan-demi keuntungan
pribadi ybs. Oleh sebab itu maka proses pembebasan lahan perlu diantisipasi dengan
strategi, teknis dan perlakuan, sebagai berikut :
Warga Masyarakat merupakan bagian dari Stake Holder yang akan ikut
menikmati keuntungan (bukan menderita kerugian), sehingga pada bagian

mana warga akan menikmati keuntungan, hal ini harus dirumuskan terlebih
dulu.
Sosialisasi Proyek dengan sebaik-baiknya sehingga warga (sebagai bagian
dari salah satu Stake Holder) bisa menerima kehadiran proyek dan akan
bermanfaat bagi semuanya.
Negosiasi Harga harus berdasarkan saling menguntungkan. Terutama untuk
proyek yang akan difungsikan sebagai proyek komersial.
Negosiasi akan dilakukan hanya diantara mereka yang berkepentingan. Dll.

Construction
Pelaksanaan Konstruksi akan menjadi domain Kontraktor dan akan
dilaksanakan dengan memperhatikan hasil studi Amdal. Memenuhi Ketentuan
Kontrak Pelaksanaan Pekerjaan Proyek dengan Gambar Teknis, Metode Kerja,
Menjaga Kualitas dan Kuantitas agar sesuai persyaratan teknis / spesifikasi yang telah
ditentukan, harus dilaksankan oleh Kontraktor. Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
sebagai bagian dari kegiatan Proyek dengan semua kebutuhan dananya perlu
dijelaskan kepada mahasiswa.

Operation & Maintenance (O&M)


Pembiayaan O & M proyek dalam analisa Ekonomi Teknik akan
diperhitungkan sebagai bagian dari Annual Cost, yang bersifat rutin. Berapa dan apa
saja yang akan masuk sebagai biaya Operasi dan Pemeliharaan Proyek akan
dirumuskan dan ditentukan oleh Management Proyek.

2.3 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum

MENTERI PEKERJAAN UMUM


4

REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM


NOMOR: 603/PRT/M/2005

TENTANG

PEDOMAN UMUM SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN


PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN PRASARANA DAN SARANA BIDANG
PEKERJAAN UMUM
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PEKERJAAN UMUM

Menimbang

:a. bahwa

dalam

rangka

meningkatkan

tertib

penyelenggaraan

pembangunan guna mewujudkan prasarana dan sarana bidang


pekerjaan umum yang efisien, efektif, dan produktif, dipandang perlu
menyempurnakan materi sistem pengendalian manajemen yang
tertuang dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor
67/KPTS/1998 tentang Petunjuk Praktis Pengendalian Pelaksanaan
Proyek

di

Bidang

Pekerjaan

Umum

untuk

Para

Pemimpin

Proyek/Bagian
Proyek;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a
perlu menetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang
Pedoman Umum Sistem Pengendalian Manajemen Penyelenggaraan
Pembangunan Prasarana dan Sarana Bidang Pekerjaan Umum;

Mengingat

1. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentang


Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2000 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3956);
2. Peraturan Presiden RI Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan
Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Negara
Republik Indonesia;
3. Peratuan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi
dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia;
4. Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
5. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman
Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 120, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4330);
6. Keputusan Presiden RI Nomor 187/M Tahun 2004 tentang
Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu;
7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 286/PRT/M/2005 tentang
Organisasi dan Tata kerja Departemen Pekerjaan Umum;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan

: PERATURAN

MENTERI

PEKERJAAN

UMUM

TENTANG PEDOMAN UMUM SISTEM PENGENDALIAN


MANAJEMEN PENYELENGGARAAN
PRASARANA

PEMBAGUNAN

DAN SARANA BIDANG PEKERJAAN

UMUM.
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
a. Sistem Pengendalian Manajemen, disingkat dengan Sisdalmen, adalah Pedoman Umum
Sistem Pengendalian Manajemen Penyelenggaraan Pembangunan
6

Prasarana dan Sarana Bidang Pekerjaan Umum;


b. Departemen adalah Departemen Pekerjaan Umum;
c. Menteri adalah Menteri Pekerjaan Umum.

Pasal 2
Peraturan Menteri ini ditetapkan dengan maksud agar para penyelenggara proyek/satuan kerja
di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum dapat melaksanakan tugasnya secara profesional
dengan tidak menyimpang dari peraturan dan ketentuan yang berlaku, sehingga diperoleh
hasil yang tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, dan tepat manfaat.

Pasal 3
(1) Ruang lingkup Sisdalmen ini meliputi pengendalian atas kegiatan perencanaan
konstruksi, pengadaan lahan, pelaksanaan konstruksi, dan persiapan operasi dan
pemeliharaan prasarana dan sarana bidang pekerjaan umum.
(2) Pelaksanaan pengendalian kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
dengan menggunakan daftar simak Sisdalmen sebagai dokumen catatan pengendalian
penyelenggaraan kegiatan dimaksud.

Pasal 4
Peraturan Menteri ini terdiri atas:
a. Petunjuk Penggunaan Daftar Simak Sisdalmen sebagaimana tercantum dalam
Lampiran I; dan
b. Daftar Simak Sisdalmen sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang disusun
menurut:
1) Tahap Survei, Investigasi, dan Desain (SID)
2) Tahap Pengadaan Lahan (Land Acquisition/LA)
3) Tahap Pelaksanaan Konstruksi (Construction/C)
4) Tahap Operasi dan Pemeliharaan/O&P (Operation & Maintenance/O&M) yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 5
(1) Para

Pejabat

Eselon

terkait

di

lingkungan

Departemen

berkewajiban

menyebarluaskan, membina, dan mengawasi pelaksanaan peraturan ini di lingkungan


kerjanya masing-masing.
(2) Ketentuan teknis yang belum diatur dalam Peraturan Menteri ini diatur lebih lanjut oleh
Para Pejabat Eselon I terkait.

Pasal 6
Dengan ditetapkannya Peratutan ini, maka ketentuan dalam Keputusan Menteri Pekerjaan
Umum Nomor 67/KPTS/1998 tentang Petunjuk Praktis Pengendalian Pelaksanaan Proyek di
Bidang Pekerjaan Umum untuk Para Pemimpin Proyek/Bagian Proyek, masih tetap berlaku
sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan ini.

Pasal 7
Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Peraturan ini disebarluaskan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk diketahui dan
dilaksanakan.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 28 Desember 2005
MENTERI PEKERJAAN UMUM,
ttd
DJOKO KIRMANTO
Lampiran I Permen PU
Nomor
Tanggal

603/PRT/M/2005

28 Desember 2005

PEDOMAN UMUM SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN


8

DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

I. LATAR BELAKANG
Dalam rangka meningkatkan tertib penyelenggaraan pembangunan guna mewujudkan
prasarana dan sarana bidang pekerjaan umum yang efisien, efektif, dan produktif,
dipandang perlu menyempurnakan materi sistem pengendalian manajemen yang tertuang
dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 67/KPTS/1998 tentang Petunjuk
Praktis Pengendalian Pelaksanaan Proyek di Bidang Pekerjaan Umum untuk Para
Pemimpin Proyek/Bagian Proyek;
Peraturan Menteri ini ditetapkan dengan maksud agar para penyelenggara proyek/satuan
kerja di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum dapat melaksanakan tugasnya secara
profesional dengan tidak menyimpang dari peraturan dan ketentuan yang berlaku,
sehingga diperoleh hasil yang tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, dan tepat manfaat.

II. PETUNJUK PENGGUNAAN DAFTAR SIMAK SISDALMEN


A. Daftar Simak Sisdalmen ini menguraikan secara rinci, lengkap, dan jelas tentang tata
cara pelaksanaan kegiatan Penyelenggaraan Kontrak Jasa Pelaksanaan Konstruksi
(Pemborongan), yang disusun sesuai kaidah penyelenggaraan pembangunan
prasarana dan sarana dalam lingkungan Departemen Pekerjaan Umum, dengan urutan
tahapan kegiatan SIDLACOM.
B. Daftar Simak Sisdalmen yang merupakan sarana baik pengawasan melekat maupun
pengendalian penyelenggaraan pembangunan oleh setiap kepala satuan kerja (pejabat
yang ditugasi), minimal harus digunakan pada setiap tahapan pelaksanaan kegiatan
secara sistematis dan berkesinambungan.
C. Daftar Simak Sisdalmen ini berisi hal-hal sebagai berikut :
1. Perencanaan Konstruksi (SID)
a. Tahap Pra Kontrak
1) Persiapan Pengadaan
2) Pemilihan Penyedia Jasa
b. Tahap Penandatanganan Kontrak
1) Penyusunan Dokumen Kontrak

2) Penandatanganan Kontrak
c. Tahap Pasca Penandatanganan Kontrak
1) Persiapan Pelaksanaan Kontrak
2) Pelaksanaan Kontrak
3) Serah Terima Pekerjaan
4) Evaluasi Produk Konsultan / Desain
5) Pemanfaatan Produk
2. Pengadaan Lahan (Land Acquisition) a. Penetapan Lokasi Pembangunan
b. Permohonan Pengadaan Tanah
c. Pelaksanaan Pengadaan Tanah
d. Keberatan atas Keputusan Panitia
e. Pelaksanaan Pemberian Ganti Rugi
f. Pelepasan, Penyerahan, dan Permohonan Hak atas Tanah
g. Risalah Pengadaan Lahan
h. Pengamanan Aset
3. Pelaksanaan Konstruksi (Construction)
a. Tahap Pra Kontrak
1) Persiapan Pengadaan
2) Pemilihan Penyedia Jasa
c. Tahap Penandatanganan Kontrak
1) Penyusunan Dokumen Kontrak
2) Penandatanganan Kontrak
d. Tahap Pasca Penandatanganan Kontrak
1) Persiapan Pelaksanaan Kontrak
2) Pelaksanaan Kontrak
a) Mobilisasi
b) Pemeriksaan bersama
c) Tinjauan desain
d) Pembayaran uang muka
e) Buku harian dan laporan harian, mingguan, dan bulanan
10

f) Pengendalian pelaksanaan pekerjaan


g) Pengukuran prestasi pekerjaan
h) Pembayaran prestasi pekerjaan
i) Perubahan kegiatan pekerjaan
j) Denda dan ganti rugi
k) Penyesuaian/eskalasi harga
l) Keadaan kahar/force majeure
m) Penghentian dan pemutusan kontrak
n) Perpanjangan waktu
o) Kerja sama dengan sub kontraktor
p) Kompensasi
q) Perselisihan/dispute
r) Serah terima pekerjaan
s) Laporan hasil penilaian pelaksanaan program mutu
3) Serah Terima Pekerjaan
4) Evaluasi Produk Konsultan / Desain
5) Pemanfaatan Produk
4. Operasi dan Pemeliharaan / O & P (Operation & Maintenance / O & M)
a. Penyiapan perangkat O & P
b. Program O & P
c. Ketersediaan perangkat/sumber daya O & P
d. Perencanaan Perbaikan
e. Pelaksanaan Perbaikan
f. Kegagalan Bangunan
g. Keluaran/output
h. Manfaat/outcome
i. Penyerahan proyek selesai

Lampiran II Permen PU
Nomor

: 603/PRT/M/2005
11

Tanggal

: 28 Desember 2005

Tentang

: Pedoman Umum Sistem


Pengendalian Manajemen di
Lingkungan Departemen
Pekerjaan Umum

BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
SIDLACOM adalah singkatan dari tahapan-tahapan pembangunan yang terdiri dari
Survey, Investigation, atau bisa disebut Feasibility Study (Studi Kelayakan),Design,

La (Land Aquisition), Construction, Operational, & Maintenance.


Peraturan Menteri Pekerjaan Umum yang mendukung tentang tahapan-tahapan
pembangunan (SIDLACOM) adalah Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor:
603/PRT/M/2005.

3.2 Saran
Mahasiswa hendaknya belajar memahami serta banyak membaca khususnya
mengenai materi Tahapan-tahapan Pembangunan (SIDLACOM) agar ada korelasi dari apa
yang dijelaskan oleh dosen dan menambah wawasan agar mahasiswa yang sedang menempuh
kompetensi keahlian di bidang Teknik Sipil tidak begitu awam dan mulai mengenal perlahan
dengan istilah tersebut.
12

DAFTAR PUSTAKA
Rizaldy.

(2012,

Juli).

Tahapan

Kegiatan

Proyek

[online].

Diakses

dari

http://rizaldyberbagidata.blogspot.co.id/2012/07/tahapan-kegiatan-proyek.html [Dikutip
12 September 2016]
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 603 Tahun 2005
tentang

Pedoman

Umum

Sistem

Pengendalian

Manajemen

Penyelenggaraan

Pembangunan Prasarana dan Sarana Bidang Pekerjaan Umum.


Iksan, Muhammad. 2014, EKONOMI REKAYASA / EKONOMI TEKNIK. Tersedia:
http://civilemotion.blogspot.co.id/2014/06/ekonomi-rekayasa-ekonomi-teknik.html?=1.
[Dikutip 12 September 2016]