Anda di halaman 1dari 18

PERBANDINGAN BUMN, BUMS DAN KOPERASI

Diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Koperasi


Dosen Pengampu Mata Kuliah:
Fivien Muslihatinningsih S.E., M.Si.

Disusun oleh :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Ayu Novita
Ahvin Satriyo Putra
Dzulfiqar Addarda
Yulida Rahmawati
Fariz Suryaputra
Handayani Novika S

(130810101106)
(130810101113)
(130810101120)
(130810101132)
(130810101149)
(130810101150)

ILMU EKONOMI STUDI PEMBANGUNAN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS JEMBER
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan YME atas segala rahmat dan karunia-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah Ekonomi Koperasi dengan pokok
bahasan Perbandingan BUMN, BUMS, dan Koperasi.
Makalah ini disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah Ekonomi Koperasi
yang diampu oleh Fivien Muslihatinningsih S.E., M.Si. Dalam penyusunan makalah ini
tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu penulis sampaikan terima kasih
kepada:
1. Fivien Muslihatinningsih S.E., M.Si. selaku dosen Pengampu mata kuliah;
2. Seluruh anggota kelompok yang berpartisipasi dalam penyelesaian makalah
Penulis juga menerima segala kritik dan saran dari semua pihak demi
kesempurnaan makalah ini. Akhirnya, penulis berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat.

Jember, 24 April 2016

Penulis

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pengertian badan usaha berbeda dengan pengertian perusahaan. Badan usaha adalah
kesatuan yuridis yang menggunakan faktor- faktor produksi untuk menghasilkan barang dan
jasa dengan tujuan untuk memperoleh laba. Perusahaan adalah suatu unit kegiatan yang
melakukan aktivitas pengolahan faktor- faktor untuk menyediakan barang dan jasa bagi
masyarakat, mendistribusikannya, serta melakukn upaya- upaya lain dengan tujuan
memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat. Pengusaha adalah orang
yang mengatur tata kerja ataupun kerja sama antara modal dan tenaga kerja untuk
menghasilkan barang atau jasa dengan tujuan mencari keuntungan.
Tujuan utama dan akhir dari badan usaha adalah keuntungan atau laba. Tujuan
tersebut dapat dicapai jika perusahaan mengelola secara optimal semua sumber daya yang
dimilkinya. Pengelolaan itu dapat dilakukan dengan sistem manajemen yang tepat seperti,
adanya perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian;. Ada pula yang disebut
fungsi operasional seperti penyediaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup.
Menurut lapangan usaha lainnya atau kegiatannya, perusahaan atau badan saha
digolongkan menjadi lima, yaitu:
a.
b.
c.
d.
e.

Ekstraktif
Agraris
Industri
Pedagangan
Jasa
Di dalam sistem perekonomian Indonesia dikenal ada tiga pilar utama yang

menyangga perekonomian. Ketiga pilar yang dimaksudkan di sini adalah Bdan Usaha Milik
Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) dan Koperasi. Dalam hal ini dapat
dikatakan bahwa dalam perekonomian nasional, ada dua kelompok pelaku ekonomi, yaitu
swasta dan pemerintag. Kelompok swasta dapatdibagi dalam dua sub kelompok, yaitu
koperasi dan perusahaan- perusahaan non koperasi. Sedangkan dalam kelompok pemerintah
adalah adanya BUMN.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) , macam- macam
BUMN, birokrasi, struktur organisasi dan juga kelemahan dan kelebihan BUMN?

2. Bagaimana pengertian Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), kelemahan dan kelebihan
dari BUMS, peranan BUMS terhadap perekonomian Indonesia serta kebijakan
pemerintah dalam pengaturan BUMS?
3. Bagaimana definisi, tujuan, fungsi, peranan koperasi, modal koperasi dan juga
perangkat organisasi yang ada dalam Koperasi?
1.3 Manfaat
1. Mengetahui pengertian dari BUMN, BUMS dan juga Koperasi serta dapat
membandingkan antar ketiga badan usaha tersebut dilihat dari berbagai aspek yang
telah dijelaskan dalam rumusan masalah.

BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Badan Usaha Milik Negara (BUMN)


a. Definisi Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Pengertian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) adalah Badan Usaha yang
permodalannya baik itu sebagian maupun seluruhnya dimiliki oleh pemerintah. Status dari
pekerja BUMN bukan sebagai pegawai negeri sipil, akan tetapi sebagai pegawai BUMN.
Menurut UU RI No.19 Tahun 2003, Pengertian BUMN adalah badan usaha yang baik
seluruh maupun sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara, di mana melalui penyertaan
secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang terpisahkan.
BUMN (Badan Usaha Milik Negara) memiliki peran yang sangat penting dalam
mengasilkan berbagai macam barang dan jasa untuk mewujudkan cita cita bangsa Indonesia,
yaitu kesejahteraan untuk rakyat. BUMN mencakup berbagai sektor, seperti halnya sektor
keuangan, sektor industri, sektor pertanian, sektor perkebunan, sektor kehutanan, sektor
transportasi dan lain sebagainya.
b. Jenis- jenis BUMN
1. Perusahaan perseroan
Perusahaan

perseroan

(persero)

adalah

BUMN

yang

berbentuk perseroan

terbatas yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamnya
dimiliki oleh pemerintah (atas nama negara) yang tujuan utamanya mengejar keuntungan.
Ciri-ciri persero adalah sebagai berikut:

Pendirian persero diusulkan oleh menteri kepada presiden


Pelaksanaan pendirian dilakukan oleh mentri dengan memperhatikan perundang-

undangan
Statusnya berupa perseroan terbatas yang diatur berdasarkan undang-undang
Modalnya berbentuk saham
Sebagian atau seluruh modalnya adalah milik negara dari kekayaan negara yang
dipisahkan
Pada beberapa persero, pemerintah telah melakukan perubahan mendasar pada

kepemilikannya dengan membuat persero tersebut menjadi perusahaan terbuka yang


sahamnya bisa dimiliki oleh publik. Contohnya adalah PT Telekomunikasi Indonesia
(Persero) Tbk. Persero terbuka sesuai kebijakan pemerintah tentang privatisasi. Privatisasi
adalah penjualan sebagian atau seluruh saham persero kepada pihak lain untuk peningkatan
kualitas. Persero yang diprivatisasi adalah yang unsur usahanya kompetitif dan teknologinya
cepat berubah. Persero yang tidak bisa diubah ialah:

Persero yang menurut perundang-undangan harus berbentuk BUMN


Persero yang bergerak di bidang hankam negara
Persero yang diberi tugas khusus untuk kepentingan masyarakat
Persero yang bergerak di bidang Sumber Daya Alam yang secara tegas dilarang
diprivatisasi oleh UU
Ada dua persero

yakni Askes dan Jamsostek yang

yang
kini

berubah

menjadi

berubah

badan

menjadi BPJS

layanan

umum,

Kesehatan dan BPJS

Ketenagakerjaan.
2. Perusahaan umum
Perusahaan umum (perum) adalah BUMN yang seluruh modalnya dimiliki negara dan
tidak terbagi atas saham, yang bertujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang
dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan sekaligus mengejar keuntungan berdasarkan prinsip
pengelolaan perusahaan.
Ciri-ciri perum:

Melayani kepentingan masyarakat umum.


Dipimpin oleh seorang direksi/direktur.
Mempunyai kekayaan sendiri dan bergerak di perusahaan swasta. Artinya, perusahaan

umum (PERUM) bebas membuat kontrak kerja dengan semua pihak.


Dikelola dengan modal pemerintah yang terpisah dari kekayaan negara.
Pekerjanya adalah pegawai perusahaan swasta.
Memupuk keuntungan untuk mengisi kas negara.
Modalnya dapat berupa saham atau obligasi bagi perusahaan yang go public
Dapat menghimpun dana dari pihak
3. Perusahaan jawatan
Perusahaan jawatan (perjan) sebagai salah satu bentuk BUMN memiliki modal yang
berasal dari negara. Saat ini hanya TVRI yang merupakan satu-satunya perjan yang dimiliki
oleh BUMN. Besarnya modal perjan ditetapkan melalui APBN.
Perusahaan jawatan (perjan) memiliki ciri-ciri berikut:

Tujuan usaha perjan adalah public service, artinya pengabdian serta pelayanan kepada
masyarakat. Dalam menjalankan kegiatannya perjan tetap memegang teguh syarat-

syarat efisiensi, efektivitas, dan ekonomis.


Perjan merupakan bagian atau berada di bawah suatu departemen, direktorat jenderal,

direktorat atau pemerintah daerah.


Modal dan anggaran perjan merupakan bagian dari anggaran departemen yang
bersangkutan.

Perjan dipimpin oleh seorang kepala dari suatu bagian di departemen.


Pegawai perjan pada pokoknya adalah pegawai negeri.
Sebagai bagian dari lembaga pemerintah, perjan memiliki dan memperoleh segala

fasilitas negara.
Perjan mempunyai hubungan hukum publik. Artinya, apabila perjan melakukan
tuntutan atau dituntut, maka kedudukannya adalah sebagai pemerintah.
Pada saat ini, tidak ada lagi BUMN yang berstatus perjan karena statusnya telah

dialihkan menjadi bentuk-bentuk badan hukum/usaha lainnya.


Perjan yang beralih status menjadi persero

Perjan Kereta Api

Perjan yang beralih status menjadi perum

Perjan Pegadaian (sekarang telah beralih status lagi menjadi persero)

Perjan yang beralih status menjadi badan layanan umum

Perjan Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita


Perjan Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo
Perjan Rumah Sakit Dr. Sardjito
Perjan Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo
Perjan Rumah Sakit Fatmawati

Perjan yang beralih status menjadi lembaga penyiaran publik


Perjan Radio Republik Indonesia
Perjan Televisi Republik Indonesia
c. Birokrasi BUMN
Diminannya peran negara menjadikan BUMN sebagai keanjangan tangan penguasa
yang sarat akan kepentingan politik, merupakan salah satu sebeb BUMN tidak bisa
berkembang sebagaimana layaknya badan usaha lainnya.
- Struktur Organisasi BUMN:
1. Pemilik
: Pemerintah RI yang diwakili Menteri Keuangan dan Menteri Negara
Investasi dan BUMN
2. Komisaris
: Para pejabat Departemen Keuangan, Kementerian Negara Investasi
dan BUMN dan departeman lainnya
3. Direktur
: diisi orang- orang yang memilki latar belakang beragam
4. Hukum
: Undang- Undang Perseroan Terbatas (UU PT)

d. Kelebihan BUMN
1. Menguasai sektor yang vital bagi kehidupan rakyat banyak
2. Mendapat jaminan dan dukungan dari negara
3. Permodalannya sudah pasti karena mendapat modal dari negara
4. Kelangsungan hidup perusahaan terjamin
5. Sebagai sumber pendapatan negara
6. Jumlah dan nilai aset yang besar
7. Posisi dan bidang usaha yang strategis
8. Perlakuan birokrasi berbeda dengan swasta
9. Definisi negara sebagai pemilik dan pemerintah sebagai regulator sulit untulk dipisah
dan melekat pada BUMN itu sendiri
e. Kelemahan BUMN
1. Karena sebagian BUMN bertujuan memberi layanan pada masyarakat, seolah-olah
BUMN tidak perlu efisien dalam pengelolaannya
2. Lambat dalam mengambil keputusan karena pemilik (pemegang saham) atau pemodal
adalah pemerintah sehingga untuk memutuskan sesuatu harus melalui birokrasi yang
berbelit-belit.
3. Keterlibatan birokrasi dengan kepentingannya menimbulkan penyimpangan policy
direction yang merugikan BUMN sendiri.
4. Policy direction yang merugikan timbul karena adanya kepentingan elite BUMN yang
ditampilkan melalui formal policy.
5. Birokrat BUMN sulit membedakan dirinya sebagai birokrat atau profesional
perusahaan, sehingga menimbulkan political cost yang sulit diukur.
6. Aset yang besar dan tidak disertai utilitas optimal berakibat over-investment dan
pemborosan yang membebani BUMN.
7. Kemudahan dari negara adalah bentuk subsidi yang setara dengan cost bagi rakyat
banyak
8. Perlakuan istimewa negara kepada BUMN menjadikannya tidak peka terhadap
lingkungan usahanya, lemah dalam persaingan, tidak lincah dalam bertindak, lamban
mengambil keputusan, sehingga hilangnya mementum yang terakhir pada kerugian
9. Keterlibatan birokrasi dalam BUMN yang berlangsung lama sering menyulitkan
direksi untuk bertindak objektif.
2.2 Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
a. Definisi BUMS
Secara umum, Pengertian Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) adalah badan usaha
yang modalnya dimiliki oleh pihak swasta. Tujuan BUMS adalah mencari keuntungan
seoptimal mungkin dalam mengembangkan usaha dan modalnya serta membuka lapangan
kerja. Berdasarkan Pasal 33 UUD 1945 pada badan usaha milik swasta yang berbunyi bahwa
bidang-bidang usaha yang diberikan kepada pihak swasta adalah mengelola sumber daya

ekonomi yang bersifat tidak vital dan strategis atau yang tidak menguasai hajat hidup orang
banyak.
Badan Usaha Swasta (BUMS) dibedakan dua jenis yaitu badan usaha swasta dalam
negeri dan badan usaha swasta asing. Arti dari badan usaha swasta dalam negeri adalah badan
usaha yang modalnya dimiliki oleh pihak masyarakat dalam negeri. Sedangkan arti dari
badan usaha swasta asing adalah badan usaha yang modalnya miliki oleh pihak masyarakat
asing.
b. Jenis jenis BUMS
Badan Usaha Milik Swatas terdiri atas tiga jenis, yaitu badan usha perseorangan,
persekutuan (partnership), dan perseroan terbatas.

Badan Usaha Perseorangan

Badan Usaha Perseorangan dimilki oleh satu orang. Oleh karena itu, pengelolaan badan usaha
ini mudah da biaya yang dikeluarkan pun murah. Pengusaha sebagi pemilik bebas
mengemukakan dan menerapkan kebijakannya kepada bawahan, tanpa melalui jalur
birokratis. Pendirian badan usaha ini mudah dan murah, begitu pula dengan penutupannya.
Begitupemilik merasa bahwa badan ushanya tidak menguntungkan lag, dengan mudah ia
dapat menutup badan usahanya. Modal badan usaha perorangan menjadi satu (tidak terpisah)
dengan modal pribadi pemilik, karena pemilik harus mendanai sendiri usahanya. Dengan
demikian, setiap pergerakan keuangan badan usaha ini otomatis memengaruhi kondisi
keuangan pemilik.

Badan Usaha Persekutuan (partnership)

Perusahaan persekutuan (partnership) adalah perusahaan yang memilki dua pemilik modal
atau lebih. Dalam Badan Usaha Persekutuan ini ada 3 bentuk persahaan, diantaranya adalah:
1. Firma
Pengertian firma adalah perusahaan yang modal usahanya berasal dari dua orang atau
lebih. Jadi firma ini adalah dua pengusaha atau lebih yang bergabung membuat perusahaan
dengan ketentuan yang mengatur perusahaan ditentukan oleh kesepakatan diantara pengusaha
pendiri perusahaan.

Ciri-Ciri Usaha Persekutuan Firma (Fa)

Memiliki modal yang besar

Pemakaian nama bersama dalam kegiatan usaha

Memiliki tanggung jawab atas resiko yang tidak terbatas

Setiap anggota memiliki kewenangan dalam menjalankan usaha maupun mengadakan


perjanjian dengan pihak lain tanpa menunggu persetujuan anggota lain.
Pada perusahaan berbentuk firma, para sekutu harus menyerahkan kekayaannya

sesuai yang tertera di akta pendirian. Maka konsekuensi yang dialami tidak berbeda dari
perusahaan perseorangan. Apabila firma didirikan secara resmi, maka harus didaftarkan ke
Berita Negara Republik Indonesia (BNRI).

2. Persekutuan Komanditer (CV)


Pengertian perusahaan Komanditer atau CV adalah perusahaan yang modal usahanya
berasal dari kelompok yang bergabung untuk mendirikan perusahaan. Sekelompok orang ini
bersekutu mendirikan dan menjalankan perusahaan dengan berbagai kesepakatan. Contohnya
kesepakatan pembagian keuntungan antara satu orang dengan yang lain berbeda tergantung
besar kecilnya modal yang diberikan. Dalam CV ini pemodal dapat ikut aktif dalam
menjalankan perusahaan, dapat pula hanya tidak ikut menjalankan perusahaan hanya ikut
dalam permodalan saja. Perusahaan berbentuk CV, pendirian persekutuan harus
menggunakan akta dan harus didaftarkan.
Ciri-Ciri Persekutuan Komanditer (CV)

Keanggotan terdiri atas anggota pasif dan aktif

Badan usaha persekutuan yang memiliki beberapa orang anggota

Sekutu aktif menjalankan perusahaan

Sekutu pasif tidak menjalankan perusahaan, namun hanya penanam modal.


3. Perseroan
Dalam perseroan dikenal adanya sekutu aktif dan sekutu pasif. Yang dimaksud sekutu

aktif adalah sekutu yang memberikan modal (uang) dan juga tenaganya untuk kelangsungan
perusahaan yang dijalankan.
1.
2.
3.
4.
1.
2.
3.

Kelebihan Persahaan Persekutuan:


Permodalannya lebih besar dari perusahaan perorangan
Kelangsungan hidup perusahaan lebih lama
Pengelolaan lebih mudah dan profesional karena banyak pengelolanya
Ide- ide inovasi lebih lancar mengalir
Kekurangan Peusahaan Persekutuan:
Kerahasiaan perusahaan tidak terjamin
Mudah terjadi konflik antar pemilik modal
Adanya pemilik modal yang tidak bertanggung jawab

Badan Usaha Perseroan

Perusahaan perseroan adalah perusahaan yang semua modalnya berbentuk saham,


yang jenis peredarannya tegantung jenis saham tersebut. Perusahaan perseroan ini dikelola
secara profesional sehingga biasanya perusahaan- perusahaan ini mencantumkan namanya
keadalam bursaha efek, untuk dipejual belikan. Dalam perusahaan perseroan, setiap
pemegang surat saham mempunyai hak atas perusahaan dan setiap pemegang surat saham
berhak atas keuntungan (deviden).

Yayasan
Yayasan adalah suatu badan usaha, tetapi tidak merupakan perusahaan karena

tidak mencari keuntungan. Badan usaha ini didirikan untuk sosial dan berbadan
hukum.
-

Kelebihan:
Membantu masyarakat sosial dengan tidak mencari keuntungan.

Kekurangan:

Terbatasnya dana- dana yang di perlukan.


c. Peran Badan Usaha Milik Swasata dalam Perekonomian Indonesia
Badan usaha swasta juga memiliki peran penting dalam perekonomian. Kekuatan
finansial (dana), profesionalisme, dan fleksibilitas yang dimiliki badan usaha swasta
membuat pemerintah perlu melibatkan badan usaha swasta dalam bentuk kemitraan untuk
membangun perekonomian Indonesia. Adapun peran badan usaha swasta dalam
perekonomian Indonesia antara lain sebagai berikut:

Meningkatkan penerimaan devisa negara dari perusahaan swasta yang melakukan

kegiatan ekspor dan import


Membantu pemerintah mengusahakan kegiatan produksi dalam rangka meningkatkan

kemakmuran rakyat
Meningkatkan lapangan kerja untuk mengatasi pengangguran
Membantu pemerintah meningkatkan penerimaan negara melalui berbagai pajak

Sebagai partner pemerintah dalam mengusahakan sumber daya dan mendorong


pertumbuhan ekonomi.

Membantu pemerintah dalam mengelola dan mengusahakan kegiatan produksi,


distribusi, dan konsumsi yang tidak ditangani pemerintah.

Sebagai mitra BUMN. Saat ini, badan usaha swasta mulai dilibatkan dalam sektorsektor ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak, yang sebelumnya selalu
dikuasai sepenuhnya oleh BUMN. Badan usaha swasta dibutuhkan kontrobusinya
dalam hal penanaman modal (investasi), pengembangan usaha, peningkatan efisiensi,
dan kemampuan teknis, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat yang pada akhirnya
menuju pada peningkatan laba BUMN dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Contohnya, PT Pertamina menggandeng PT Medco Energi International Tbk untuk
membangun pabrik gas alam di Sulawesi, dan menggandeng China Petrochemical
Corporation (Sinopec) untuk membangun kilang minyak di Tuban, Jawa Timur.

Sebagai Penambah Produksi Nasional. Keberlangsungan usaha yang dilakukan oleh


badan usaha swasta dan dibarengi dengan iklim usaha yang kompetitif akan
meningkatkan produksi nasional.

Sebagai Pembuka Kesempatan Kerja. Kurangnya kesempatan kerja dan besarnya


tingkat pengangguran merupakan masalah yang belum terpecahkan hingga kini.
Dengan berpartisipasinya badan usaha swasta dalam perekonomian, banyak tenaga
kerja yang terserap ke dalamnya. Oleh karena itu, angka pengangguran pun
diharapkan semakin lama semakin berkurang.

Sebagai Penambah Kas Negara dan Pemacu Pendapatan Nasional. Berpartisipasinya


badan usaha swasta dalam perekonomian berdampak positif bagi penerimaan negara.
Kas negara bertambah melalui pajak dan laba BUMN yang bermitra dengan badan
usaha swasta. Tersedianya lapangan kerja di sektor swasta membuat pendapatan
masyarakat meningkat sehingga secara otomatis turut meningkatkan pendapatan
nasional.

d. Kebijakan Pemerintah dalam BUMS


Untuk meningkatkan peranan BUMS seperti yang telah dijelaskan di atas, pemerintah
melalui kewenangannya melakukan beberapahal berikut, diantaranya:
Pemerintah berusaha menetapkan berbagai peraturan, baik untuk perlindungan bagi
pengusaha- pengusaha maupun tenaga kerja misalnya dengan menetapkan upah
minimum (UMR).
Pemerintah memberikan peluang usaha seluas- luasnya kepada pihak swasta bagi
cabang- cabang produksi yang tidak dikelola Negara.
Penunjukkan berbagai BUMN sebagi bapak angkat bagi perusahaan- perusahaan kecil
untuk mengayomi, melindungi dan membina usaha- usaha yang dilakukan.
2.3 Koperasi
a. Definisi Koperasi
Secara bahasa, Kata Koperasi berasal dari bahasa inggris yaitu Cooperation yang
artinya usaha bersama. Secara Umum, Koperasi adalah kumpulan individu atau badan usaha
yang menjalankan kegiatan usaha dengan asas kekeluargaan dan bertujuan untuk
mensejahterakan anggotanya. Sedangkan Secara Resmi, Definisi Koperasi menurut Undang
Undang No. 25 tahun 1992, Koperasi adalah Badan usaha yang beranggotakan orang-seorang
atau badan hukum, koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi
sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Adapun maksud dan tujuan dari adanya koperasi itu sendiri adalah:
1. Memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada
umumnya.
2. Ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangkat mewujudkan
masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila.
b. Fungsi dan Peran Koperasi
Adapun Fungsi koperasi adalah sebagai berikut :
-

Sebagai Pusat Penting Perekonomian Indonesia

Sebagai Upaya Mendemokrasikan Sosial Ekonomi Indonesia

Meningkatkan Kesejahteraan anggota dan Masyarakat

Ikut Membangun Tatanan perekonomian nasional untuk mewujudkan masyarakat


yang maju, adil, dan Makmur dengan berlandaskan dasar hukum negara.

Koperasi diharapkan mampu Mencapai Tujuannya yaitu sebagai berikut (dalam pasal
4 UU N. 25 tahun 1992) :

Membangun dan mengembangkan potensi atau kemampuan ekonomi anggota pada


khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan
ekonomi dan sosialnya.

Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan
masyarakat.

Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan


perekonomian nasional dengan koperasi sebagai gurunya.

Berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan


usaha bersama berdasarkan asas keluarga dan demokrasi ekonomi.

c. Modal Koperasi
Dalam membahas suatu badan usaha, kita harus membahas pula pendapatan dari
badan usaha tersebut. Modal koperasi merupakan Pemasukkan sumber daya Koperasi baik
dari dalam maupun dari luar. Modal Koperasi dibagi kedalam tiga kelompok Utama, yaitu :
1. Modal Sendiri
Modal sendiri merupakan pemasukkan yang berasal dari anggota atau kegiatan dari
koperasi itu sendiri sesuai dengan ketentuan koperasi. Modal Sendiri meliputi, Simpanan
Pokok, Simpanan Wajib, dana cadangan, dan Hibah. Adapun pengertian nya, adalah :

Simpanan Pokok, yaitu dana yang harus dibayarkan setiap anggota saat masuk
menjadi anggota. Jumlah uang yang harus dibayarkan setiap anggota sama, tidak ada
perbedaan. Selama pihak yang bersangkutan masih menjadi anggota, maka simpanan
pokok tidak bisa diambil kembali.

Simpanan Wajib, yaitu dana yang harus dibayarkan anggota koperasi dalam waktu
tertentu. Jumlahnya tidak harus sama setiap anggota, mungkin setiap pihak yang
bersangkutan harus membayar jumlah yang berbeda sesuai aturan. Simpanan wajib
tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota.

Dana Cadangan, yaitu sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil Usaha
(SHU). Dana Cadangan terus disimpan dan digunakan untuk menumpuk modal atau
mengganti kerugian koperasi apabila diperlukan.

Hibah, yaitu pemasukkan yang berasal dari sumbangan pihak tertentu dalam upaya
pengembangan koperasi. Hibah tidak dapat dibagikan kepada anggota selama
koperasi tersebut belum dibubarkan.

2. Modal Pinjaman
Sesuai dengan namanya, Modal Pinjaman merupakan modal yang berasal dari
pinjaman. Modal Pinjaman dapat berupan pinjaman dari anggota, koperasi lain, Bank, atau
lembaga keuangan lainnya.
3. Modal Penyertaan
Modal Penyertaan adalah investasi atau penanaman modal dari pihak luar yang bukan
anggota koperasi, contohnya adalah dari pihak swasta, pemerintahan ataupun dari
perseorangan.
d. Perangkat Organisasi Koperasi
Dalam rangka mencapai tujuannya, koperasi tentu harus memiliki struktur organisasi
yang baik agar fungsi berjalan baik pula, oleh karena itu dibutuhkan perangkat organisasi
koperasi, yaitu sebagai berikut:
1. Rapat anggota
Melalui rapat anggota akan ditentukan banyak hal, yaitu :
Anggaran Dasar, Kebijakan umum dalam bidang organisasi dan manajemen usaha koperasi,
Pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian pengawas dan pengurus, Melakukan
perencanaan dan pelaporan terkait seluruh kegiatan koperasi, Pembagian sisa hasil usaha
(SHU) Penggabungan, Peleburan, atau pembubaran Koperasi.

2. Pengurus
Dari hasil rapat akan dipilih pengurus untuk koperasi tersebut, tugas pengurus antara
lain:
-

Bertanggung jawab terhadap koperasi dan usahanya

Mengajukan rancangan rencana kerja, anggaran pendapatan, dan belanja koperasi

Bertanggungjawab terhadap laporan keuangan dan laporan kinerja

Menyelenggarakan rapat anggota

Memelihara daftar anggota pengurus

3. Pengawas
Pengawas koperasi ini juga merupakan perangkat organisasi koperasi Indonesia, yang
dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat anggota, serta bertanggung jawab kepada rapat
anggota. Semua hasil pengawasan yang dilakukan oleh pengawas harus dirahasiakan dari
pihak luar koperasi. Sebagi anggota pengawas, tidak dapat merangkap sebagai pengurus,
sebab kedudukan dan tugas pengawas ini adalah mengawasi pelaksanaan tugas kepengurusan
yang dilakukan oleh pengurus.
-

Tugas Pengawas

a. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi


b. Melaporkan hasil pengawasan secara tertulis kepada rapat anggota.
-

Wewenang Pengawas

a. Meneliti catatan yang ada pada koperasi


b. Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan
-

Manajer (Pengelola Usaha)


Pengurus koperasi dapat mengangkat pengelola yang diberi wewenang untuk

mengelola usaha koperasi. Rencana pengangkatan pengelola diajukan kepada rapat anggota
untuk mendapat persetujuan. Pengelola bertanggung jawab kepada pengurus. Sebenarnya
pengelola membayar dirinya sendiri berdasarkan kemampuannya dalam mengelola usaha.
Pengelola menanggung kerugian usaha koperasi karena kelalaian dan kesengajaannya.

BAB 3. PENUTUP
Kesimpulan
Perbedaan BUMN, BUMS dan Koperasi:
NO
1

BUMN
Pemilik modal mayoritas
adalah negara

Tujuan usahanya untuk


melayani kepentingan
umum

Bidang usahanya sektorsektor yangvital dan


strategis

BUMS
Pemilik modal mayoritas
adalah individu atau
kelompok individu
Tujuan usahanya untuk
mencapai kemakmuran
pemilik modal (mencari
untung sebesar- besarnya)
Bidang usahanya tidak
menguasai hajat hidup
orang banyak

KOPERASI
Pemilik modal adalah
seluruh anggota koperasi
Tujuan usahanya adalah
untuk meningkatkan
kesejahteraan
anggotanya
Bidang usahanya sesuai
dengan kebutuhan
anggota koperasi

Kekuasaan tertinggi
adalah pemerintah

Cara kerjanya terbuka


untuk umum

Permodalan berasal dari


kekayaan negara yang
dipisahkan dan bersifat
tetap

Organisasinya dikelola
oleh negara

Hubungan usahanya
adalah berusaha
mengadakan hubungan
usaha, baik dengan
koperasi maupun BUMS

Kekuasaan tertinggi
dipegang oleh pemegang
saham dan atas nama
pemerintah
Cara kerjanya tertutup

Permodalan berasal dari


perseorangan atau dari
para pemegang saham dan
penjualan obligasi sifatnya
tetap
Organisasinya terbatas,
maksudnya ditujukan
kepada orang- orang yang
memiliki modal
Hubungan usahanya jarang
terjadi karena BUMS ini
lebih mengutamakan
kemajuan dari
perusahaannya, sehingga
hal ini akan berujung pada
oersaingan

Kekuasaan tertinggi
dalam koperasi adalah
Rapat Anggota (RA)
Cara kerjanya terbuka
dan diketahui oleh
semua anggota
Permodalan berasal dari
simpanan anggota dan
sifatnya berubah- ubah

Organisasi mempunyai
kepentingan yang sama
antara para anggotanya
Hubungan usahanya
adalah senantiasa
mengadakan koordinasi
kerjasama antara
koperasi yang satu
dengan yang lain.