Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kedudukan kita sebagai mahasiswa kita tidak bisa lepas dari
interaksi dan komunikasi baik dengan sesama mahasiswa, dosen, keluarga,
dan masyarakat. Dalam proses interaksi dan komunikasi diperlukan
keterampilan berbahasa aktif, kreatif, produktif dan resesif apresiatif yang
mana salah satu unsurnya adalah keterampilan menyimak yang bertujuan
untuk menangkap dan memahami pesan ide serta gagasan yang terdapat
pada materi atau bahasa simakan.
Karena Sering kali di dalam kita berinteraksi dan berkomunikasi
mengalami kendala; kita (sebagai simakan) atau orang lain (sebagai
penyimak) tidak dapat menangkap dengan baik pesan ide atau gagasan pada
saat komunikasi berlangsung.
Dengan demikian menyimak sangat penting dalam proses kehidupan
kita

sebagai

mahasiswa

juga

sebagai

manusia

dalam

kehidupan

bermasyarakat yang selalu berinteraksi dan berkomunikasi, oleh karena itu


kami akan mencoba menyusun kontribusi ilmu menyimak dalam
peningkatan mutu interaksi dan komunikasi agar lebih terarah dan efisien.
B. Permasalahan
Berdasarkan

latar

belakang

diatas,

masalah

utama

dalam

pembahasan makalah ini akan difokuskan pada beberapa masalah yaitu:


1. Apa pengertian menyimak?
2. Apa saja tahap-tahap dalam menyimak?
3. Berapa banyak jenis menyimak?
4. Apa tujuan menyimak?
5. Bagaimanakah proses dalam meyimak?

C. Tujuan Penulisan

1.
2.
3.
4.
5.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk :


Mengetahui pengertian menyimak
Mengetahui tahap-tahap menyimak
Mengetahui jenis-jenis menyimak
Mengetahui tujuan menyimak
Mengetahui proses dalam menyimak

D. Manfaat Penulisan
Penulis berharap agar penulisan makalah ini dapat bermanfaat, dan
bisa menambah wawasan atau pengetahuan bagi para pembaca dan khususnya
penulis.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Penyimak
Beberapa pendapat mengenai pengertian menyimak :
1. Hendry Guntur Tarigan (1994: 28)
Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambanglambang lisan dan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi serta
interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta
memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh sang
pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.
2. Russell dan Russell dalam Tarigan (1994: 28)
Menyimak bermakna mendengarkan dengan penuh pemahaman
dan perhatian serta apresiasi
3. Subana dan Sunarti (tanpa tahun :213)
Menyimak adalah mendengarkan dengan penuh pemahaman dan
perhatian, interpretasi serta apresiasi untuk memperoleh informasi secara
lisan.
4. Drs. NatasasmitaHanapi (panduan bahasa dan sastra
Indonesia, 1995: 18)
Menyimak adalah mendengar secara khusus dan terpusat pada
objek yang disimak.
5. DjagoTarigan (1991: 4)

Menyimak dapat didefinisikan sebagai suatu aktivitas yang


mencakup kegiatan mendengar dan bunyi bahasa, mengidentifikasi,
menilik, dan mereaksi atas makna yang terkandung dalam bahan
simakan.
B. Tahap-tahap menyimak
Menyimak adalah suatu kegiatan yang merupakan sutu proses, dalam
proses ini terdapat tahap-tahap. Tarigan (1994:58) menyimpulkan lima tahap
dalam proses menyimak, yaitu:

1. Tahap mendengar, dalam tahap ini kita mendengar segala


sesuatu yang dikemukakan oleh sang pembicara dalam
ujaran atau pembicaraan;
2. Tahap memahami, yaitu tahap mengerti dengan baik isi
pembicaraan yang disampaikan oleh sang pembicara;
3. Tahap menginterpretasi, yaitu tahap menafsirkan isi dengan
cermat dan teliti ujaran sang pembicara;
4. Tahap mengevaluasi, yaitu tahap menilai pendapat dan
gagasan, keunggulan dan kelemahan, serta kebaikan dan
kekurangan sang pembicara.
5. Tahap

menanggapi,

merupakan

menyimak.

C. Ragam Menyimak
Pengklarifikasian menyimak berdasarkan:
1. Sumber suara

tahap

terakhir

dalam

Berdasarkan sumber suara yang disimak, penyimak dibagi


menjadi dua bagian yaitu:
a. Intrapersonal listening atau menyimak intra pribadi. Sumber suara
yang disimak berasal dari diri sendiri. Ini terjadi di saat kita
menyendiri merenungkan nasib diri, menyesali perbuatan sendiri atau
berkata-kata dengan diri sendiri.
b. Interpersonal listening atau penyimak antar pribadi. Sumber suara
yang disimak berasal dari luar diri penyimak, misalnya dalam
percakapan, diskusi, seminar, dan sebagainya.
2. Cara penyimak bahan yang disimak
Berdasarkan pada cara penyimakan bahan yang disimak, dapat
diklarifikasikan sebagai berikut:
a. Menyimak ekstensif
Menyimak ekstensif

ialah

kegiatan

menyimak

tidak

memerlukan perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak


hanya memahami seluruh secara garis besarnya saja. Menyimak
ekstensif meliputi :
1) Menyimak sosial, berlangsung dalam situasi sosial, misalnya
orang mengobrol, bercengkerama mengenai hal-hal yang
menarik perhatian semua orang dan saling menyimak satu
dengan yang lainnya.
2) Menyimak sekunder, mendengar secara kebetulan, maksudnya
menyimak sambil mengerjakan sesuatu.
3) Menyimak estetik, yakni penyimak duduk terpaku menikmati
suatu pertunjukan misalnya lakon drama, cerita, puisi baik
secara langsung maupun mendengarkan radio.
4) Menyimak pasif, merupakan penyerapan suatu bahasa tanpa
upaya sadar. Contoh ; tukang becak yang biasa mengantar turis
asing secara tidak langsung pandai berkomunikasi menggunakan
bahasa asing.
b. Menyimak Intensif

Menyimak intensif adalah kegiatan menyimak dengan penuh


perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak memahami
secara mendalam. Menyimak intensif meliputi:
1) Menyimak kritis, bertujuan untuk memperoleh fakta yang
diperlukan . penyimak menilai gagasan, ide, informasi dari
pembicara. Contoh ; orang yang menghadiri seminar akan
memberi tanggapan terhadap isi seminar.
2) Menyimak interogatif, merupakan kegiatan menyimak yang
menuntut konsentrasi dan selektivitas, pemusatan perhatian
karena penyimak akan mengajukan pertanyaan setelah selesai
menyimak. Contoh ; seseorang yang diinterogasi oleh Polisi
karena telah melakukan kejahatan.
3) Menyimak penyelidikan, menyimak dengan tujuan menemukan.
Contoh ; Polisi melakukan menyimak penyelidikan saat
tersangka menjawab pertanyaannya.
4) Menyimak kreatif, berhubungan dengan imajinasi seseorang,
penyimak dapat menangkap isi yang terkandung dalam puisi
dengan baik karena ia berimajinasi dan berapresiasi terhadap
puisi tersebut.
5) Menyimak konsentratif, merupakan kegiatan untuk menelaah
pembicaraan/hal yang disimak. Kegiatan ini memerlukan
konsentrasi penuh dari penyimak agar ide dari pembicara dapat
diterima dengan baik.
6) Menyimak selektif, dilakukan dengan menampung aspirasi dari
pembicara dengan menyeleksi dan membandingkan hasil
simakan dengan hal yang relevan. Contoh ; menyimak acara
televisi dan memilah-milah mana yang boleh ditonton oleh anak
kecil dan mana yang dilarang.
3. Berdasarkan Tujuan menyimak
Tujuan menyimak dapat dibedakan menjadi:
a. Menyimak sederhana, terjadi dalam percakapan ringan dengan
teman atau percakapan melalui telepon.

b. Menyimak diskriminatif, menyimak untuk membedakan suara atau


perubahan suara. Contoh: orang yang marah mengeluarkan nada
suara yang berbeda dengan orang yang sedang bergembira.
c. Menyimak santai, menyimak untuk tujuan kesenangan. Contoh: film,
drama, komedi, dan sebagainya.
d. Menyimak informatif, menyimak untuk mencari informasi. Contoh:
menyimak siaran televisi, radio pengumuman dan sebagainya.
e. Menyimak literatur, menyimak untuk mengorganisasikan gagasan.
Contoh: membahas hasil penemuan.
f. Menyimak kritis, adalah sejenis kegiatan menyimak yang berupa
untuk mencari kesalahan atau kekeliruan bahkan juga butir-butir baik
dan benar dari ujaran seorang pembicara dengan alasan-alasan yang
kuat yang dapat diterima oleh akal sehat. Contoh: ketika mengikuti
seminar proposal skripsi, karena ada hal yang kurang bisa diterima
dan dimengerti, maka saya meminta pada nara sumber untuk
menjelaskan maksudnya.
4. Taraf aktivitas penyimak
Berdasarkan pada titik pandang aktivitas penyimak dapat
diklarifikasikan:
a. Kegiatan menyimak bertaraf rendah (silent listening)
Kegiatan menyimak bertaraf rendah berupa penyimak baru
sampai pada kegiatan memberikan dorongan, perhatian, dan
menunjang pembicaraan. Biasanya aktivitas ini bersifannonverbal
seperti mengangguk-angguk, senyum, sikap tertib dan penuh
perhatian atau melalui ucapan-ucapan pendek seperti ; benar, saya
setuju, ya, dan sebagainya
b. Kegiatan menyimak bertaraf tinggi (active listening)
Pada kegiatan ini penyimak sudah dapat mengutarakan
kembali isi bahan simakan. Pengutaraan kembali isi bahan simakan
menandakan bahwa penyimak sudah memahami isi bahan simakan

D. Tujuan Menyimak
Tujuan utama menyimak adalah untuk menangkap dan memahami
pesan, ide serta gagasan yang terdapat pada materi atau bahasa simakan.
Tarigan (1994:56) menyimpulkan bahwa ada delapan tujuan menyimak,
yaitu:
1 Menyimak untuk belajar
2 Menyimak untuk menikmati
3 Menyimak untuk mengevaluasi
4 Menyimak untuk mengapresiasi
5 Menyimak untuk mengkomunikasikan ide-ide, gagasan
maupun perasaannya sendiri kepada orang lain dengan
lancar dan tepat
6 Menyimak untuk membedakan bunyi-bunyi dengan tepat
7 Menyimak untuk memecahkan masalah secara kreatif dan
analisis
8 Menyimak

untuk

meyakinkan

dirinya

terhadap

suatu

masalah atau pendapat yang selama ini meragukan.


E. Proses Menyimak
1. Proses menyimak komprehensif
Adapun komponen yang termasuk dalam proses menyimak:
a. Rangsang bunyi
Weafer 91972) memasukan kata-kata, bunyi isyarat dan
bunyi-bunyi lainnya sebagai tipe-tipe simbol bunyi yang dapat
diterima dan dapat dimaknai oleh penyimak.

b. Penerimaan alat peraga


c. Perhatian dan penyelesaian
d. Pemberian makna
2. Fungsi comprehensivelistening
Fungsinya berkonsentrasi pada pesan-pesan yang disampaikan
selanjutnya kaitan antara satu pesan dengan lainnya agar sampai
pemahaman yang dikehendaki.
3. Faktor-faktor

yang

berkaitan

dengan

menyimak

komprehensif
a. Memori
Adapun memori dalam diri kita memiliki tiga fungsi penting, yaitu:
1) Menyusun arah tentang apa yang akan kita lakukan dalam
aktivitas
2) Memberikan struktur baku terhadap pemahaman kita kepada
suatu aktivitas apabila konsep-konsep kita tersebut dikemukakan
oleh orang lain
3) Memberikan arah/pedoman

untuk

mengingat

pengalaman/

pengetahuan dan informasi-informasi yang telah diketahui


sebelumnya.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hakikat dari ilmu menyimak adalah suatu aktivitas yang mencakup
kegiatan mendengar dan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasi,
menilai dan merealisasi atas makna yang terkandung dalam bahan simakan.
Jadi menyimak sangatlah penting bagi para pelajar mahasiswa, menyimak
bertujuan untuk menangkap, memahami pesan, ide serta gagasan yang
terdapat pada materi atau bahasa simakan.
Keterampilan menyimak sangatlah penting, baik di luar maupun di
kampus, peranannya besar sekali dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dalam
kehidupan keluarga atau rumah tangga, di masyarakat di pabrik, di kantor, di
perusahaan, di sekolah dan sebagainya.
Akhir kata semoga makalah ini akan memberikan sedikit pencerahan
terhadap mayoritas orang terhadap keterbatasan keterampilan dalam ilmu
menyimak yang baik dan benar.
B. Saran
Penulis berharap kepada semua pihak terutama seorang guru yang
berperan sangat penting, agar membantu dalam meningkatkan keterampilan
menyimak pada siswa di tingkat Sekolah Dasar agar`terciptanya siswa yang
unggul dalam mengamati lingkungannya. Penulisan makalah ini masih
memiliki banyak keurangan, untuk itu diharapkan kritik dan saran yang
sangat membangun agar penulisan makalah selanjutnya dapat lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA
Supriatna Agus, M.Pd., Rukianti K. Enung Hj. Dra. M.Pd.; Modul pembelajaran
Program Diploma Dua Guru Kelas MI.
Natasamitahanapi, Drs. Panduan Bahasan Dan Sastra Indonesia
http://zoelfatas.blogspot.com/2009/01/ragam-menyimak.html
http://pramuka-achank.blogspot.com/2009/05/jenis-jenis-menyimak.html
http://affandy.ss.blog.plasa.com/2008/07/18/belajar-menyimak/.html