Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena telah
memberikan kekuatan dan kemampuan sehingga makalah ini bisa selesai tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah
Pendidikan Kewarganegaraan tentang Pendidikan Anti Korupsi.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan
mendukung dalam penyusunan makalah ini.
Penulis sadar makalah ini belum sempurna dan memerlukan berbagai perbaikan, oleh
karena itu kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan semua
pihak.
Pekanbaru, April 2015
Penulis,

PENDAHULUAN
Korupsi di negeri ini sekarang sedang merajalela bahkan telah menjadi suatu
kebiasaan. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam menangani korupsi dan hukum
yang sangat tegas. Namun, tetap saja korupsi masih terdapat di negeri ini. Salah satu mengapa
orang berani melakukan tindak pidana korupsi yaitu karena kurangnya kesadaran pribadi tentang
bahaya korupsi. Tentu saja kita tidak bisa menyadarkan para koruptor karena mereka sudah
terlanjur terbiasa dengan tindakannya tersebut.
Jadi, salah satu upaya jangka panjang yang terbaik untuk mengatasi korupsi adalah
dengan memberikan pendidikan anti korupsi dini kepada kalangan generasi muda sekarang.
Karena generasi muda adalah generasi penerus yang akan menggantikan kedudukan para
penjabat terdahulu. Juga karena generasi muda sangat mudah terpengaruh dengan lingkungan di
sekitarnya. Jadi, kita lebih mudah mendidikdan memengaruhi generasi muda supaya tidak
melakukan tindak pidana korupsi sebelum mereka lebih dulu dipengaruhi oleh budaya korupsi
dari generasi pendahulunya.

PERMASALAHAN
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apakah yang dimaksud dengan korupsi?
2. Bagaimanakah peran serta generasi muda dalam memberantas korupsi?
3. Bagimanakah peranan pendidikan anti korupsi dini dikalangan generasi muda dalam
mencegah terjadinya tindak korupsi?
4. Hambatan dan upaya apakah yang dilakukan dalam memberantas tindakan korupsi?
5. Peran dan keterlibatan Mahasiswa dalam Gerakan Anti Korupsi

PEMBAHASAN
1.Pengertian Korupsi
Menurut
Undang-Undang
Nomor
20
Tahun
2001
pengertian
korupsi
adalahperbuatanmelawanhukumdenganmaksudmemperkayadirisendiriatau orang lain yang dapat
merugikan keuangan atau perekonomian negara. Korupsi sebagai suatu fenomena sosial bersifat
kompleks, sehingga sulit untuk mendefisinikannya secara tepat tentang ruang lingkup konsep
korupsi. Korupsi di Indonesia berkembang secara sistemik, yang berarti tindakan korupsi yang
sepertinya sudah melekat kedalam sistem menjadi bagian dari operasional sehari-hari dan sudah
dianggap lazim serta tidak melanggar apa pun. Misalnya sebuah instansi yang menerima uang
dari rekanan dan kemudian dikelolanya sebagai dana taktis, entah itu sebagai semacam balas jasa
atau apa pun. Kalau mark up atau proyek fiktif sudah jelas-jelas korupsi, tetapi bagaimana
seandainya itu adalah pemberian biasa sebagai ungkapan terimakasih. Kalau itu dikategorikan
korupsi, maka mungkin semua instansi akan terkena. Dana taktis sudah merupakan hal yang
biasa dan itu salah satu solusi untuk memecahkan kebuntuan formal. Ada keterbatasan anggaran
lalu dicarilah cara untuk menyelesaikan banyak masalah.Bagi banyak orang korupsi bukan lagi
merupakan suatu pelanggaran hukum, melainkan sekedar suatu kebiasaan. Dalam seluruh
penelitian perbandingan korupsi antar negara, Indonesia selalu menempati posisi paling rendah.
Hingga kini pemberantasan korupsi di Indonesia belum menunjukkan titik terang melihat
peringkat Indonesia dalam perbandingan korupsi antar negara yang tetap rendah.Hal ini juga
ditunjukkan dari banyaknya kasus-kasus korupsi di Indonesia.
Mari kita tempatkan seorang pelajar yang ingin mencari bangku di sebuah sekolah yang
berlabel negeri dengan menggunakan jalur mandiri. Dia menyiapkan sejumlah uang untuk
menyuap orang dalam agar mendapatkan bangku di sekolah tersebut. Itulah contoh kecil
tindakan korupsi yang terjadi di kalangan pelajar. Oleh karena itu, pendidikan anti korupsi harus
cukup jelas dalam hal bagaimana dan seberapa banyak jenis korupsi serta tindakan yang tidak
halal itu merugikan masyarakat terutama diri sendiri.

2. Peran Serta Generasi Muda Dalam Memberantas Korupsi

Pemuda adalah aset zaman yang paling menentukan kondisi zaman tersebut dimasa depan.
Dalam skala yang lebih kecil, pemuda adalah aset bangsa yang akan menentukan mati atau
hidup, maju atau mundur, jaya atau hancur, sejahtera atau sengsaranya suatu bangsa.
Belajar dari masa lalu, sejarah telah membuktikan bahwa perjalanan bangsa ini tidak lepas dari
peran kaum muda yang menjadi bagian kekuatan perubahan. Hal ini membuktikan bahwa
pemuda memiliki kekuatan yang luar biasa. Tokoh-tokoh sumpah pemuda 1928 telah
memberikan semangat nasionalisme bahasa, bangsa dan tanah air yang satu yaitu Indonesia.
Peristiwa sumpah pemuda memberikan inspirasi tanpa batas terhadap gerakan-gerakan
perjuangan kemerdekaan di Indonesia. Semangat sumpah pemuda telah menggetarkan relungrelung kesadaran generasi muda untuk bangkit, berjuang dan berperang melawan penjajah
Belanda.
Untuk konteks sekarang dan mungkin masa-masa yang akan datang yang menjadi musuh
bersama masyarakat adalah praktek bernama Korupsi. Fakta bahwa korupsi sudah sedemikian
sistemik dan kian terstruktur sudah tidak terbantahkan lagi. Ada cukup banyak bukti yang bisa
diajukan untuk memperlihatkan bahwa korupsi terjadi dari pagi hingga tengah malam, dari mulai
soal pengurusan akta kelahiran hingga kelak nanti pengurusan tanah kuburan, dari sektor yang
berkaitan dengan kesehatan hingga masalah pendidikan, dari mulai pedagang kaki lima hingga
promosi jabatan untuk menduduki posisi tertentu di pemerintahan.
Oleh karena itulah, peran kaum muda sekarang adalah mengikis korupsi sedikit demi sedikit,
yang mudah-mudahan pada waktunya nanti, perbuatan korupsi dapat diberantas dari negara ini
atau sekurang-kurangnya dapat ditekan sampai tingkat serendah mungkin.

3. Peranan Pendidikan Anti Korupsi Dini Dikalangan Generasi


Muda Dalam Mencegah Terjadinya Tindak Korupsi
Pendidikan adalah salah satu penuntun generasi muda untuk ke jalan yang benar. Jadi, sistem
pendidikan sangat memengaruhi perilaku generasi muda ke depannya. Termasuk juga pendidikan
anti korupsi dini. Pendidikan, sebagai awal pencetak pemikir besar, termasuk koruptor
sebenarnya merupakan aspek awal yang dapat merubah seseorang menjadi koruptor atau tidak.
Pedidikan merupakan salah satu tonggak kehidupan masyarakat demokrasi yang madani, sudah
sepantasnya mempunyai andil dalam hal pencegahan korupsi. Salah satu yang bisa menjadi
gagasan baik dalam kasus korupsi ini adalah penerapan anti korupsi dalam pendidikan karakter
bangsa di Indonesia.
Pendidikan anti korupsi sesungguhnya sangat penting guna mencegah tindak pidana korupsi. Jika
KPK dan beberapa instansi anti korupsi lainnya menangkapi para koruptor, maka pendidikan anti
korupsi juga penting guna mencegah adanya koruptor. Seperti pentingnya pelajaran akhlak dan
moral. Pelajaran akhlak penting guna mencegah terjadinya kriminalitas. Begitu halnya
pendidikan anti korupsi memiliki nilai penting guna mencegah aksi korupsi. Maka dari itu,
sebagai wanita, pemelihara bangsa dan penelur generasi penerus bangsa, sudah pasti harus
mampu memberikan sumbangsih dalam hal pemberantasan korupsi. Satu hal yang pasti, korupsi

bukanlah selalu terkait dengan korupsi uang. Namun sisi korupsi dapat merambah dalam segala
hal bidang kehidupan. Misalnya tenaga, jasa, materi, dan sebagainya. Seperti yang dilansir dari
program KPK yang akan datang bahwa pendidikan dan pembudayaan antikorupsi akan masuk ke
kurikulum pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi mulai tahun 2012. Pemerintah akan
memulai proyek percontohan pendidikan antikorupsi di pendidikan tinggi. Jika hal tersebut dapat
terealisasi dengan lancar maka masyarakat Indonesia bisa optimis di masa depan kasus korupsi
bisa diminimalisir.

4. Hambatan Dan Upaya Yang Dilakakukan Dalam Penerapan


Pendidikan Anti Korupsi Dini
Dibawah ini adalah beberapa hambatan yang akan dihadapi, yaitu:
1. Penegakan hukum yang tidak konsisten dan cenderung setengah-setengah.
2. Struktur birokrasi yang berorientasi ke atas, termasuk perbaikan birokrasi yang cenderung
terjebak perbaikan renumerasi tanpa membenahi struktur dan kultur.
3. Kurang optimalnya fungsi komponen-komponen pengawas atau pengontrol, sehingga tidak
ada check and balance.
4. Banyaknya celah/lubang-lubang yang dapat dimasuki tindakan korupsi pada sistem politik dan
sistem administrasi Indonesia.
5. Kesulitan dalam menempatkan atau merumuskan perkara, sehingga dari contoh-contoh kasus
yang terjadi para pelaku korupsi begitu gampang mengelak dari tuduhan yang diajukan oleh
jaksa.
6. Taktik-taktik koruptor untuk mengelabui aparat pemeriksa, masyarakat, dan rasti yang
semakin canggih.
7. Kurang kokohnya landasan moral untuk mengendalikan diri dalam menjalankan amanah yang
diemban.

5.Peran dan keterlibatan Mahasiswa dalam Gerakan Anti Korupsi


Mahasiswa mempunyai potensi besar untuk menjadi agen perubahan dan motor penggerak dalam
gerakan anti korupsi. Peran mahasiswa dalam pemberantasan korupsi diantaranya :
1.Menjaga diri dan komunitas mahasiswa bersih dari korupsi dan perilaku koruptif
2.Membangun dan memelihara gerakan anti korupsi

Penjelasan sebelumnya telah dipaparkan bahwa pentingnya peran masyarakat dalam


memberantas korupsi. Masyarakat yang akan dibahas dalam artikel ini adalah masyarakat
intelektual atau kaum terpelajar terutama mahasiswa. Mengapa harus mahasiswa? Karena
mahasiwa adalah elemen masyarakat yang paling idealis dan memiliki semangat yang sangat
tinggi dalam memperjuangkan sesuatu. Selama ini mahasiswa dipandang bisa cukup signifikan
dalam mempengaruhi perubahan kebijakan atau struktur pemerintahan. Di sisi lain mahasiswa
juga bisa mempengaruhi lapisan masyarakat lainnya untuk menuntut hak mereka yang selama ini
kurang diperhatikan oleh pemerintah. Peran mahasiswa bisa dilihat dalam sejarah perjuangan
kemerdekaan mengenai kebangkitan bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda yang
mana dipelopori oleh para mahasiswa kedokteran Stovia. Presiden pertama Indonesia, Soekarno
sang Proklamator Kemerdekaan RI merupakan tokoh pergerakan dari kalangan mahasiswa.
Selain itu peristiwa lain yaitu pada tahun 1996, ketika pemerintahan Soekarno mengalami
keadaan politik yang tidak kondusif dan memanas kemudian mahasiswa tampil dengan
memberikan semangat bagi pelaksanaan Tritura yang akhirnya melahirkan orde baru. Akhirnya,
ketika masa orde baru, mahasiswa juga menjadi pelopor dalam perubahan yang kemudian
melahirkan reformasi.6)
Begitulah perjuangan mahasiswa dalam memperjuangkan idealismenya yaitu untuk memperoleh
cita-cita dalam menciptakan keadilan dan kesejahteraan di masyarakat. Maka tentunya
mahasiswa dituntut utuk benar-benar konsisten atau memegang teguh idelisme mereka. Memang
tidak dipungkiri sekarang ini banyak mahasiswa yang sudah luntur idealismenya karena terbuai
dengan budaya konsumtif dan hedonisme. Hal tersebuut ternyata membuat mereka semakin
berfikir dan bertindak apatis terhadap fenomena yang ada di sekitar mereka dan kecenderungan
memikirkan diri mereka sendiri. Padahal perjuangan mahasiswa tidak berhenti begitu saja ada
hal lainnya yang menanti untuk diperjuangankan oleh mereka, yaitu dalam melawan dan
memberantas korupsi.
Faktanya fenomena korupsi selalu tidak berhenti menggrogoti negeri kita, korupsi merupakan
kejahatan yang bukan hanya merugikan negara tetapi juga masyarakat. Artinya keadilan dan
kesejahteraan masyarakat sudah mulai terancam. Maka saatnya mahasiswa sadar dan bertindak.
Adapun upaya-upaya yang bisa dilakukan oleh mahasiswa adalah:
a.
Menciptakan
lingkungan
bebas
dari
korupsi
di
kampus.
Hal ini terutama dimulai dari kesadaran masing-masing mahasiswa yaitu menanamkan kepada
diri mereka sendiri bahwa mereka tidak boleh melakukan tindakan korupsi walaupun itu hanya
tindakan sederhana, misalnya terlambat datang ke kampus, menitipkan absen kepada teman jika
tidak masuk atau memberikan uang suap kepada para pihak pengurus beasiswa dan macammacam tindakan lainnya. Memang hal tersebut kelihatan sepele tetapi berdampak fatal pada pola
pikir dan dikhawatirkan akan menjadi kebiasaan bahkan yang lebih parah adalah menjadi sebuah
karakter.
Selain kesadaran pada masing-masing mahasiswa maka mereka juga harus memperhatikan
kebijakan internal kampus agar dikritisi sehingga tidak memberikan peluang kepada pihak-pihak
yang ingin mendapatkan keuntungan melalui korupsi. Misalnya ketika penerimaan mahasiswa
baru mengenai biaya yang diestimasikan dari pihak kampus kepada calon mahasiswa maka perlu
bagi mahasiswa untuk mempertanyakan dan menuntut sebuah transparasi dan jaminan yang jelas

dan hal lainnya. Jadi posisi mahasiswa di sini adalah sebagai pengontrol kebijakan internal
universitas.
Dengan adanya kesadaran serta komitmen dari diri sendiri dan sebagai pihak pengontrol
kebijakan
internal
kampus
maka
bisa
menekan
jumlah
pelaku
korupsi.
Upaya lain untuk menciptakan lingkungan bebas dari korupsi di lingkungan kampus adalah
mahasiswa bisa membuat koperasi atau kantin jujur. Tindakan ini diharapkan agar lebih
mengetahui secara jelas signifikansi resiko korupsi di lingkungan kampus.
Mahasiswa juga bisa berinisiatif membentuk organisasi atau komunitas intra kampus yang
berprinsip pada upaya memberantas tindakan korupsi. Organisasi atau komunitas tersebut
diharapkan bisa menjadi wadah mengadakan diskusi atau seminar mengenai bahaya korupsi.
Selain itu organisasi atau komunitas ini mampu menjadi alat pengontrol terhadap kebijakan
internal kampus.
Sebagai gambaran, SACW yang baru saja dibentuk pada kabinet KM (semacam BEM) ITB
2006/2007 lalu sudah membuat embrio gerakannya. Tersebar di seluruh wilayah Indonesia,
anggota SACW dari UIN Padang sudah mulai mengembangkan sayap. Begitu pula mereka yang
berada di UnHalu Sulawesi sudah melakukan investigasi terhadap rektorat mereka yang ternyata
memang terjerat kasus korupsi.7)
b. Memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang bahaya melakukan korupsi.
Upaya mahasiswa ini misalnya memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya
melakukan tindakan korupsi karena pada nantinya akan mengancam dan merugikan kehidupan
masyarakat sendiri. Serta menghimbau agar masyarakat ikut serta dalam menindaklanjuti
(berperan aktif) dalam memberantas tindakan korupsi yang terjadi di sekitar lingkungan mereka.
Selain itu, masyarakat dituntut lebih kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dirasa kurang
relevan. Maka masyarakat sadar bahwa korupsi memang harus dilawan dan dimusnahkan dengan
mengerahkan kekuatan secara massif, artinya bukan hanya pemerintah saja melainakan seluruh
lapisan masyarakat.
c.
Menjadi
alat
pengontrol
terhadap
kebijakan
pemerintah.
Mahasiswa selain sebagai agen perubahan juga bertindak sebagai agen pengontrol dalam
pemerintahan. Kebijakan pemerintah sangat perlu untuk dikontrol dan dikritisi jika dirasa
kebijakan tersebut tidak memberikan dampak positif pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat
dan semakin memperburuk kondisi masyarakat. Misalnya dengan melakukan demo untuk
menekan pemerintah atau melakukan jajak pendapat untuk memperoleh hasil negosiasi yang
terbaik.

KESIMPULAN
Dari berbagai pemaparan diatas dapat disimpukan jika Pendidikan anti korupsi penting
guna mencegah praktek korupsi yang kian hari kian memprihatinkan ini. Islam dengan beberapa
ayatnya dengan tegas melarang perilaku korupsi. Diantaranya QS. Annisa:58 yang artinya:
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya,
dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan
dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.
Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.
Dan beberapa tokohpun juga banyak yang mendukung akan pentingnya pendidikan
atikorupsi. Meskipun ada beberapa pihak yang mengatakan jika hal itu sulit dan butuh waktu
yang lama, namun secara umum mereka menyetujui adanya pendidikan anti korupsi sebagai
upaya pencegahan penyakit kronis yang telah mengakar di negeri ini. Karena hal itu adalah salah
satu jalan mutlak jika ingin mencapai kehidupan yang adil dan makmur serta Negara yang maju.
Semoga dengan kita memahami betapa sangat bahaya yang ditimbulkan akibat perbuatan
korupsi maka kita selayaknya harus kita awali dari diri kita sendiri yaitu berprilaku jujur dalam
segala aspek kehidupan.

MAKALAH PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN

PENDIDIKAN ANTI
KORUPSI

Anggota :
1.

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI


RIAU
ANGKATAN 2014/2015