Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Judul yang diambil dalam pembuatan makalah ini adalah Perancangan Engsel
Pagar. Dalam perancangan engsel pagar ini, penulis ingin membuat engsel
dengan memodifikasi engsel pagar yang sudah ada. Engsel pagar yang sudah
ada di pasaran biasanya terdiri dari dua bagian, namun pada perancangan
engsel pagar ini penulis memodifikasi engsel pagar tersebut menjadi tiga
bagian. Pengunci pada perancangan engsel pagar ini menggunakan baud dan
mur. Kebanyakan pada engsel pagar dipasarang tanpa menggunakan baud dan
mur sebagai pengunci.
1.2 Permasalahan
Masalah yang akan dibahas dalam perancangan engsel pagar :
1.

Bahan yang cocok digunakan dalam pembuatan engsel pagar ?

2.

Alat apa yang digunakan dalam pembuatan engsel pagar ?

3.

Bagaimana proses pembuatan engsel pagar ?

4.

Bagaimana Pengelasan untuk dudukan Engsel ?

5.

Bagaimana Pembentukan ada plat ?

1.3 Pembatasan Masalah


Untuk memperjelas ruang lingkup permasalahan dan kalkulasinya, maka dalam
penulisan Makalah ini perlu adanya batasan batasan masalah yang akan
diuraikan, antara lain:
A.

Media atau obyek permasalahan adalah Proses pembuatan engsel pagar.

Dalam penyusunan makalah ini pembahasan ditekankan pada :

Rancangan Engsel Pagar ?

Bahan apa yang digunakan dalam pembuatan engsel pagar ?

Langkah Pembuatan Engsel Pagar ?

1.4 Metode Penelitian


Metode penelitian dalam pembuatan makalah ini adalah :
1.

Metode pencarian di internet.

2.

Metode perpustakaan

3.

Metode pengumpulan data dari anggota kelompok

1.5 Tujuan Pembuatan Makalah


Tujuan pembuatan makalah ini adalah :
1.

Sebagai referensi bagi mahasiswa dalam membuat engsel pagar.

2.

Untuk Memenuhi Tugas pada mata kuliah proses manufaktur II.

3.

Sebagai pembelajaran bagi mahasiswa dalam perancangan.

BAB II
TEORI PENDUKUNG

2.1 Mesin Gergaji


A.

Pengertian

Gergaji merupakan alat perkakas yang berguna untuk memotong benda kerja.
Mesin gergaji merupakan mesin pertama yang menentukan proses lebih lanjut.
Mesin gergaji yang akan dibahas dalam makalah ini adalah mesin gergaji
besi (Hacksawing Machine). Gergaji besi (Hacksawing Machine) biasa
digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan yang sederhana dalam jumlah produksi
yang rendah. Mesin gergaji ini umumnya memiliki pisau gergaji dengan panjang
antara 300 mm sampai 900 mm dengan ketebalan 1,25 mm sampai 3 mm
dengan jumlah gigi rata-rata antara 1 sampai 6 gigi iper inchi dengan material
HSS. Karena gerakkan yang bolak-balik, maka waktu yang digunakan untuk
memotong adalah 50%.

(a) Mesin Gergaji Bolak-Balik (Hacksawing Machine)


B.

Prinsip Kerja Gergaji Besi (Hacksawing Machine)

Gergaji besi digunakan memotong benda kerja seperti logam batangan, baja
profil, lembaran logam lainnya yang terlalu tebal untuk digunting. Dimana
gergaji besi (hacksaw mesin) ini digerakkan oleh mesin.

C.

Bagian bagian gergaji mesin

1.

Tuas apit moncong untuk mengatur penjepit benda kerja

2.

Moncong yang dapat digesr geserkan

3.

Benda kerja yaitu logam

4.

Daun gergaji untuk memotong benda kerja

5.

Bingkai gergaji yaitu penahan daun gergaji

6.

Hantaran bingkai gergaji

7.

Pipa alat pendingin

8.

Perkakas angkat

9.

Tumpuan

10. Penampang tumpuan


11. Motor penggerak
2.2 Mesin Bubut
A). Prinsip kerja mesin bubut
Prinsip kerja mesin bubut adalah benda kerja yang berputar,
sedangkan pisau bubut bergerak memanjang dan melintang dengan arah gerak
xz. Dalam kerja dihasilkan sayatan demi sayatan pada benda kerja yang
umumnya simetris.
Pekerjaan yang umum dilakukan pada mesin bubut anta lain :
1.

Membubut Luar

2.

Membubut Dalam

3.

Membubut Tirus

4.

Membubut Permukaan

5.

Memotong

6.

Membuat Ulir

Pada gambar 1 dapat dilihat bentuk bentuk benda kerja yang dibuat oleh
mesin bubut. Meskipun ada kemampuan lain yang dapat dikerjakan oleh mesin
bubut.

Gambar 1. Hasil Pembubutan


B). Bagian Bagian Mesin Bubut
Bagian bagian mesin bubut yang umum diketahui antara lain :
1.

Kepala Tetap (head stock)

2.

Spindel (spindle)

3.

Eretan (carrage)

4.

Ulir Pembawa (lad screw)

5.

Poros Penjalan (feed rod)

6.

Tempat Pahat (toolpost)

7.

Kepala Lepas (tail stock)

8.

Alas (bed)

9.
Alas Purva (swivel base)
10. Lemari Roda Gigi (gear Box)
Gambar 2 Mesin Bubut
Gambar 3 macam macam bentuk pahat
C). Macam macam pahat
1.

Pahat kiri

2.

Pahat potong

3.

Pahat alur

4.

Pahat papak

5.

Pahat bentuk bulat

6.

Pahat bubut kasar

7.

Pahat bubut kasar

8.

Pahat pinggul kanan

9.

Pahat bubut muka

D). Kecepatan potong


Putaran mesin pada waktu membubut tergantung dari diameter bahan
dan kecepatan potong, sedangkan kecepatan potong tergantung dari kekerasan
bahan. Untuk mengebor putaran ditentukan dari diameter bornya.menghitung
kecepatan pada mesin bubut dapat dicari dengan rumus :
n = 4Cs
dimana :
D/Cs = kecepatan potong, dapat dilihat dari tabel yang ada pada mesin bubut
yang kita gunakan.
D

= diameter bahan dalam inchi

= putaran mesin (rpm)

Tabel penyayatan juga dapat dicari :


t=
Kecepatan memotong :
n=
Dimana :
n = putaran mesin
Cs = kecepatan potong
D = diameter benda kerja dalam meter.
2.3 Las
Mengelas adalah salah satu cara menyambung dua bagian logam
secara permanen denga menggunakan tenaga panas. Tenaga panas ini
digunakan untuk mencairkan bahan dasar yang akan disambung dan kawat las
sebagai pengisi.
Dalam konstruksi yang menggunakan bahan baku logam. Hampir sebagian
besar sambungan smbungannya dikerjakan dengan cara pengelasn. Sebab
dengan cara ini dapat diperoleh sambungan yang kuatdan lebih ringan
dibanding dengan keling.
Proses pengelasan diklasifikasikan menjadi :
A.

Las Lumer (Las Cair)

B.

Las Tahanan Listrik

C.

Solder atau Blazing

A.

LAS LUMER (LAS CAIR)

Pada proses las cair bahan dasar dan kawat las dipanaskan hingga keduanya
mencair dan berpadu satu sama lain. Untuk jenis-jenis sambungan tertentu las
cair ini kadang-kadang tidak diperlukan kawat las, sehingga yang dicairkan
hanyalah bagian bahan dasar yang akan disambungkan saja.
1.

Las gas

Las gas adalah cara pengelasan di mana panas yang digunakan untuk
pengelasan diperoleh dan nyala api pembakaran bahan bakar gas dengan
oksigen (zat asam). Bahan bakar gas yang biasa digunakan pada pengelasan
gas adalah gas asetilin (gas karbit). Untuk pekerjaan yang tidak memerlukan
suhu terlalu tinggi digunakan jenis gas lain, misalnya propan, gas alam
(methan) dan LPG(Liquid Petroleum Gas). Gas-gas tersebut mempunyai nilai
panas yang lebih rendah dari gas asetilin.
Las gas yang menggunakan bahan bakar asetilin lebih populer disebut las
asetilin atau las oksi-asetilin atau las karbit.
2.

Las asetlin

Las asetilin (las karbit) adalah cara pengelasan dengan menggunakan nyala api
yang didapat dari pembakaran gas asetilin dan oksigen (zat asam).
Seperti halnya cara pengelasan yang lain, las asetilin digunakan untuk
menyambung dua bagian logam secara permanen. Dalam penyambngan dua
logam ini, dapat dilakukan tanpa bahan pengisi atau dengan tambahan bahan
pengisi. Hal ini bergantung pada ketebalan pelat yang disambungkan dan jenis
sambungan yang diinginkan.

Selain digunakan untuk menyambung dan menyolder, las asetilin dipaki juga
untuk pemotongan logam. Untuk pengelasan (menyambung) digunakan
pembakar (torch), sedangkan untuk memotong logam digunakan pembakar
pemotong (cutting torch).

3.

Las listrik

Las listrik atau las busur adalah cara pengelasan dengan menggunakan tenaga
listrik sebagai sumber panasnya. Beberapa macam proses las yang termasuk
pada kelompok las listrik adalah :
a. Las listrik elektroda karbon
b. Las listrik dengan elektroda berselaput
c. Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas)
d. Las listrik MIG (Metal Inert Gas)
e. Las listrik busur rendam (Submerged)
B. LAS TAHANAN LISTRIK
Las tahanan listrik adalah cara pengelasan dengan menggunakan tahanan
(hambatan) listrik yang terjadi antara dua bagian logam yang akan
disambungkan. Cara pengelasan ini digunakan pada las titik, las tekan atau las
roll.
C. SOLDER ATAU BRAZING
Penyolderan adalah cara penyambungan logam dibawah pengaruh penyaluran
panas dengan bantuan logam menyambung (solder) yang mempunyai titik
lebur lebih rendah daripada logam yang akan disambingkan. Pada proses solder
atau brazing, hanya bahan penyambungannya saja yang dicairkan, sedang
bahan dasarnya dipanaskan sampai suhu cair bahan penyambungan tersebut.
Sebagai alat pemanas untuk penyolderan ini dapat digunakan pipa hembus,
pemanas listrik, atau alat pembakar yang biasa digunakan dalam las gas (las
asetilin). Pelapisan permukaan (mempertebal permukaan) termasuk juga proses
pengelasan, bahan pelapis yang dilapiskan pada permukaan benda dapat
berupa kawat las atau serbuk las.
Dari beberapa cara pengelasan yang disebutkan di atas, yang akan dibahas
lebih mendalam pada blog ini adalah:
1.
Las gas, lebih khusus lagi las asetilin, termasuk cara pemotongan
dengan las asetilin dan brazing.
2. Las listrik, khususnya las listrik dengan elektroda berselaput.
Kedua cara pengelasan ini lebih luas pemakainya, mudah penggunaannya, dan
relatif murah peralatannya dibanding cara pengelasan lain.
2.4 Alat Ukur
A.

Mikrometer

Gambar 4 Micrometer
Mikrometer Sekrup adalah alat ukur yang dapat melihat dan mengukur
benda dengan satuan ukur yang memiliki ketelitian 0.01 mm Satu mikrometer
adalah secara luas digunakan alat di dalam teknik mesin electro untuk
mengukur ketebalan secara tepat dari blok-blok, luar dan garis tengah dari
kerendahan dan batang-batang slot. Mikrometer ini banyak dipakai dalam
metrology, studi dari pengukuran, Mikrometer memiliki 3 jenis umum
pengelompokan yang didasarkan pada aplikasi berikut :


Mikrometer Luar Mikrometer luar digunakan untuk ukuran memasang
kawat, lapisan-lapisan, blok-blok dan batang-batang.

Mikrometer dalam Mikrometer dalam digunakan untuk mengukur garis


tengah dari lubang suatu benda

Mikrometer kedalaman Mikrometer kedalaman digunakan untuk


mengukur kerendahan dari langkah-langkah dan slot-slot.
Satu mikrometer ditetapkan dengan menggunakan satu mekanisme sekrup titik
nada. Satu fitur yang menarik tambahan dari mikrometer-mikrometer adalah
pemasukan satu tangkai menjadi bengkok yang terisi. Secara normal, orang
bisa menggunakan keuntungan mekanis sekrup untuk menekan material,
memberi satu pengukuran yang tidak akurat. Dengan cara memasang satu
tangkai yang roda bergigi searah keinginan pada satu tenaga putaran tertentu.
B.

Vernier caliper

Vernier caliper sering juga disebut sigmat atau jangka sorong adalah sebuah
alat ukur yang dapat dipakai untuk mengukur diameter luar, diameter dalam,
ketebalan dan kedalaman celah. Vernier caliper ini dapat mengukur dengan
tingkat akurasi sampai dengan 0,05 mm (didapat dari jumlah strip pada skala
slider ada 20 strip, berarti 1 mm : 20 adalah 0,05mm).
Dalam aplikasi pemakaian vernier caliper yang perlu diperhatikan selain dari
pemakaian yang tepat, juga pada cara pembacaan skala yang ditunjukan oleh
meter. Dalam vernier caliper terdapat dua skala yang saling terkait dan
mendukung keakuratan data yang akan kita dapatkan.

Contoh pengukuran outside diameter dengan vernier caliper :

Hasil pengukuran : skala utama + skala kedua


Skala utama : 23 mm (didapat dari angka nol pada slider scale melewati angka
23)
Skala kedua : 0,5 mm (didapat dari garis lurus antara skala pada slider scale
dengan main
scale yaitu pada angka 5 atau pada garis ke 10, sehingga hasilnya 10 x 0,05 =
0,5 mm)
PERHATIAN DALAM PENGUKURAN DENGAN VERNIER CALIPER.
a) Pastikan vernier caliper yang kita gunakan dalam kondisi baik, lakukan
pengetesan dengan cara seperti gambar dibawah ini:

Posisikan caliper seperti gambar disamping.

nol.

Amati penunjukan skala utama dan skala kedua, semua harus pada posisi

Amati celah antara jaw dan beaks harus benar-benar rapat dan tidak ada
celah sedikitpun.

Jika kita akan menggunakan bar untuk mengukur kedalaman suatu celah
atau lubang pastikan pada posisi ini semua bar masuk dan rata dengan skala
utama.

Jika salah satu syarat diatas tidak dipenuhi berarti caliper tersebut sudah
tidak akurat.

b) Pegang caliper pada skala utama dan jari telunjuk kita pada posisi skala
kedua, sehingga skala kedua caliper dapat kita geser dengan telunjuk kita.
c) Pasang part yang akan kita ukur pada jaws (outside), beaks (inside) atau bar
(untuk kedalaman) pada posisi yang tepat.
d) Geser skala kedua sehingga part yang akan diukur dapat dipegang oleh
caliper, kunci lock agar skala tidak berubah.
e) Baca skala utama dan skala kedua dengan akurat, amati dengan tepat agar
hasil tidak salah dalam pembacaan.
f) Berikut ini adalah posisi pengukuran yang benar dan yang salah.
g) Pastikan juga untuk diperhatikan posisi part yang diukur terhadap caliper.
C.

Mistar baja

Mistar baja adalah alat ukur yang terbuat dari baja tahan karat. Permukaan dan
bagian sisinya rata dan halus, di atasnya terdapat guratan-guratan ukuran, ada
yang dalam satuan inchi, sentimeter dan ada pula yang gabungan inchi dan
sentimeter/milimeter.
Fungsi lain dari penggunaan mistar baja antara lain: - mengukur lebar mengukur tebal serta, - memeriksa kerataan suatu permukaan benda kerja. Di
samping itu mistar baja (steelrule) dapat dipergunakan untuk mengukur dan
menentukan batas-batas ukuran juga biasa dipergunakan sebagal pertolongan
menarik garis pada waktu menggambar pada permukaan benda pekerjaan.
Mistar baja juga dapat digunakan untuk mengukur diameter luar secara kasar.
Dalam pelaksanaannya harus dibantu dengan menggunakan alat ukur lain
seperti jangka bengkok dan bagian diameter dalam diperlukan bantuan jangka
kaki.
2.5 Mesin Bor
Mesin Bor adalah suatu jenis mesin perkakas yang geraknya memutarkan alat
pemotong yang arah pemakan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut
(pengerjaan pelubangan). Sedangkan pengeboran adalah oprasi menghasilkan
lubang bebentuk bulat dalam lembaran kerja dengan menggunakan pemotong
berputar yang disebut BOR.
Fungsi Mesin Bor :
1.

Membuat Lubang.

2.

Pembesaran Lubang.

3.

Chamfer

a.

Chamfer untuk membersihkan chip / bram.

b.

Chamfer untuk dudukan kepala baut konus.

c.

Chamfer untuk dudukan paku keling.

Bagian Mata Bor dan Fungsinya :

a.

Base (Dudukan)

Base merupakan penopang dari semua komponen mesin bor. Base terletak
dibagian bawah menempel pada lantai, biasanya dibaut. Pemasangan harus
kuat karena akan mempengaruhi keakuratan pengeboran akibat dari getaran
yang terjadi.
b.

Column (Tiang)

Column adalah bagian dari mesin bor yang digunakan untuk menyangga bagian
bagian yang digunakan untuk proses pengeboran. Column berbentuk silinder
yang mempunyai alur atau rel untuk jalur gerak vertikal dari meja kerja.
c.

Table (Meja)

Meja adalah bagian yang digunakan untuk meletakan benda kerja yang akan di
bor. Meja kerja dapat disesuaikan secara vertikal untuk mengakomodasi
ketinggian pekerjaan yang berbeda atau bisa berputar ke kiri dan ke kanan
dengan sumbu poros pada ujung yang melekat pada tiang (Colomn). Untuk
meja yang berbentuk lingkaran bisa diputar 360 derajat dengan poros ditengah
tengah meja. Kesemuaannya dilengkapi pengunci (table clamp) untuk
menjaga agar posisi meja sesuai dengan yang dibutuhkan. Untuk menjepit
benda kerja agar diam menggunakan ragum yang diletakan di atas meja.
d.

Drill Chuck (Mata Bor)

Mata bor adalah suatu alat pembuat lubang atau alur yang efisien. Mata bor
yang paling sering digunakan adalah bor spiral, karena daya hantarnya yang
baik, penyaluran serpih (geram) yang baik karena alur alurnya yang bebentuk
sekrup, sudut sudut sayat yang menguntungkan dan bidang potong dapat
diasah tanpa mengubah diameter bor. Bidang bidang potong bor spiral tidak
radial tetapi digeser sehingga membentuk garis garis singgung pada
lingkaran kecil yang merupakan hati bor.
e.

Spindel

Spindel adalah bagian yang menggerakan chuck atau pencekam, yang


memegang/mencekam mata bor.
f.

Spindel Head

Spindel Head merupakan rumah dari kenstruksi spindel yang digerakan oleh
motor dengan sambungan berupa belt dan diatur oleh drill feed handle untuk
proses pemakanan.
g.

Drill Feed Hendle

Handle untuk menurunkan atau menekankan spindle dan mata bor ke benda
kerja (memakan).
h.

Table Clamp

Table Clamp digunakan untuk mengunci kedudukan table.


Jenis Jenis Mesin Bor
1.

Mesin Bor Meja

Mesin Bor Meja adalah mesin bor yang diletakan diatas meja. Mesin ini
digunakan untuk membuat lubang benda kerja dengan diameter kecil (terbatas
samai dengan diameter 16 mm). Prinsip kerja mesin bor meja adalah putaran
motor listrik diteruskan ke poros mesin sehingga poros berputar. Selanjutnya
poros berputar yang sekaligus sebagai pemegang mata bor dapat digerakkan
naik turun dengan bantuan roda gigi lurus dan gigi rack yang dapat mengatur
tekanan pemakanan saat pengeboran.
2.

Mesin Bor tangan (Pistol)

Mesin bor tangan adalah mesin bor yang pengoprasiannya dengan


menggunakan tangan dan bentuknya mirip pistol. Mesin bor tangan ini
biasanya digunakan untuk melubangi kayu, tembok maupun plat logam.
Khusus mesin bor ini selain digunakan untuk membuat lubang juga digunakan
untuk mengencangkan baud maupun melepas baud kerena dilengkapi 2
putaran yaitu kanan dan kiri.
3.

Mesin Bor Radial

Mesin bor radial ini khusus dirancang untuk pengeboran benda benda kerja
yang besar dan berat. Mesin ini langsung dipasang pada lantai, sedangkan

meja mesin telah terpasang secara permanen pada landasan atau alas mesin.
Pada mesin ini benda benda kerja tidak bergerak. Untuk mencapai proses
pengeboran terhadap benda kerja, proses utama yang digeser utama yang
digeser ke kanan dan kekiri serta dapat digerakkan naik turun melalui
perputaran batang berulir.
4.

Mesin Bor Tegak (Vertikal Drilling Mechine)

Digunakan untuk mengerjakan benda kerja dengan ukuran yang lebih besar,
dimana proses pemakanan dari mata bor dapat dikendalikan secara otomatis
naik turun. Pada proses pengeboran, poros utamanya digerakkan naik turun
sesuai kebutuhan. Meja dapat diputar 3600 , mejanya diikat bersama sumbu
berulir pada batang mesin, sehingga mejanya dapat digerakkan naik turun
dengan menggerakkan engkol.

5.

Mesin Bor Koordinat

Mesin bor koordinat pada dasarnya sama prinsipnya dengan mesin bor yang
lainnya. Perbedaannya terdapat pada sistem pengaturan posisi pengeboran.
Mesin bor koordinat digunakan untuk membuat/membesarkan lobang dengan
jarak titik pusat dan diameter lobang antara masing-masingnya memiliki
ukuran dan ketelitian yang tinggi. Untuk mendapatkan ukuran ketelitian yang
tinggi tersebut digunakan meja kombinasi yang dapat diatur dalam arah
memanjang dan arah melintang dengan bantuan sistem optik. Ketelitian dan
ketepatan ukuran dengan sistem optik dapat diatur sampai mencapai toleransi
0,001 mm.
6.

Mesin Bor Lantai

Mesin bor lantai adalah mesin bor yang dipasang pada lantai. Mesin bor lantai
disebut juga mesin bor kolom. Jenis lain mesin bor lantai ini adalah mesin bor
yang mejanya disangga dengan batang pendukung. Mesin bor jenis ini biasanya
dirancang untuk pengeboran benda-benda kerja yang besar dan berat.
7.

Mesin Bor Berporos

Mesin bor ini mempunyai lebih dari satu spindel, biasanya sebuah meja dengan
empat spindel. Mesin ini digunakan untuk melakukan beberapa operasi
sekaligus, sehingga lebih cepat.untuk produksi masal terdapat 20 atau lebih
spindel dengan sebuah kepala penggerak.
Mata Bor
Mata bor adalah alat yang paling ideal untuk membuat lubang yang rapih dan
presisi. Bisa digunakan pada bahan kayu, plastik ataupun logam. Banyak jenis
dan ukuran lubang yang bisa dibuat dengan menggunakan bor, akan tetapi
dengan mempertimbangkan ukuran lubang dan jenis bahan kita perlu
menggunakan mata bor yang tepat.
Jenis Jenis Mata Bor
a.

Twist Bits

Jenis mata bor yang paling banyak digunakan dan cukup universal fungsinya.
Bisa digunakan menggunakan mesin bor tangan atau mesin bor duduk baik
secara horisontal maupun vertikal. Mata bor ini bisa untuk membuat lubang
pada bahan kayu, plastik atau logam. Biasanya tersedia dalam ukuran 4 - 12
mm. Lebih baik buat sebuah titik pusat menggunakan paku atau sekrup untuk
arahan mata bor ini ketika anda menggunakan
mesin bor tangan.

b.
Masonry Bits

Dirancang untuk membuat lubang pada tembok, beton atau batu. Digunakan
dengan mesin bor pada setelan martil (gerakan bir bergetar seperti ketukan
martil) dan pada ujung mata bor terdapat logam keras sebagai pemotong.
Biasanya tersedia dalam 4-15mm dan mata bor lebih panjang daripada twist
bits (300 - 400mm).
c.
Spurn Bits

Dikenal sebagai mata bor kayu dengan ujung mata bor runcing pada bagian
tengahnya dan pisau pengiris pada bagian kelilingnya. Ujung runcing di tengah
berfungsi untuk menjaga agar mata bor tetap lurus sehingga lubang yang
dihasilkan presisi dan dengan yang sama. Ukuran yang tersedia sekitar 615mm.
d.
Countesink Bits

Mata bor ini bersudut 90 pada ujungnya dan berfungsi untuk membuat lubang
45 terhadap permukaan kayu. Biasanya dipakai pada saat membuat lubang
untuk kepala sekrup agar permukaan sama rata dengan kayu. Mata bor ini bisa
berdiri sendiri dan ada juga yang terpasang langsung dengan mata bor utama
untuk membuat lubang sekrup.
e.

Foster Bits

Yaitu mata bor yang berfungsi untuk membuat lubang engsel sendok. Paling
baik apabila dioperasikan dengan mesin bor duduk yang lebih stabil. Karena
apabila menggunakan mesin bor tangan akan sulit untuk mengendalikan
kestabilan posisi mata bor dan lubang yang dihasilkan kurang berkualitas.
Diameter yang tersedia mengikuti standar diameter engsel sendok, dari 15,
atau 35 mm.
f.
Hole Saw Bits

Lebih tepat mungkin kita sebut gergaji lubang karena bentuk mata bornya yang
seperti gergaji dengan diameter yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Berdiameter antara 25 - 60mm.
Kecepatan Potong
Kecepatan potong ditentukan dalam satuan panjang yang dihitung berdasarkan
putaran mesin per menit. Atau secara defenitif dapat dikatakan bahwa
kecepatan potong adalah panjangnya bram yang terpotong per satuan waktu.
Setiap jenis logam mempunyai harga kecepatan potong tertentu dan berbedabeda. Dalam pengeboran putaran mesin perlu disesuaikan dengan kecepatan
potong logam. Bila kecepatan potongnya tidak tepat, mata bor cepat panas dan
akibatnya mata bor cepat tumpul atau bisa patah.
Untuk mendapatkan putaran mesin bor per menit ditentukan berdasarkan
keliling mata bor dalam satuan panjang . Kemudian kecepatan potong dalam
meter per menit dirubah menjadi milimeter per menit dengan perkalian 1000.
akhirnya akan diperoleh kecepatan potong pengeboran dalam harga milimeter
per menit.Dalam satu putaran penuh, bibir mata bor (Pe) akan menjalani jarak
sepanjang garis lingkaran (U). Oleh karena itu, maka
Dimana:
U = Keliling bibir mata potong bor

D = Diameter mata bor


p = 3.14
Jarak keliling pemotongan mata bor tergantung pada diameter mata bor. Waktu
pemotongan juga menentukan kecepatan pemotongan. Oleh karena itu jarak
yang ditempuh oleh bibir pemotong mata bor harus sesuai dengan kecepatan
putar mata bor. Berdasarkan hal tersebut maka jarak keliling bibir pemotongan
mata bor (U) selama n putaran per menit dapat dihitung dengan rumus:
U=pxdxn

Dimana:
U = keliling bibir potong mata bor
D = Diameter mata bor
N = putaran mata bor per menit
Biasanya kecepatan potong dilambangkan dengan huruf V dalam satuan meter
per menit. Jarak keliling yang ditempuh mata bor adalah sama dengan jarak
atau panjangnya bram yang terpotong dalam satuan panjang per satuan waktu.
Berdasarkan hal tersebut maka jarak keliling yang ditempuh mata potong bor
(U) sama dengan panjangnya bram terpotong dalam satuan meter per menit.
Berarti kecepatan potong sama dengan jarak keliling pemotongan mata bor.
Maka:
V=U
V= p x d x n (m/menit)
Pemakanan Pengeboran
Pemakanan adalah jarak perpindahan mata potong bor ke dalam lubang/benda
kerja dalam satu kali putaran mata bor. Besarnya pemakanan dalam
pengeboran dipilih berdasarkan jarak pergeseran mata bor dalam satu putaran,
sesuai dengan yang diinginkan. Pemakanan juga tergantung pada bahan yang
akan dibor, kualitas lobang yang dibuat, kekuatan mesin yang ditentukan
berdasarkan diameter mata bor.

BAB III
PROSES PERANCANGAN
3.1 Bahan Yang Digunakan
Bahan yang digunakan dalam pembuatan engsel pagar adalah Baja
Karbon Rendah ST41. Dengan komposisi material bahan sebagai berikut :
No.

Nama Unsur (simbol)

Persentase (%)

Besi (Fe)

98,985

Mangan (Mn)

0,6

Karbon (C)

0,10

Silikon (Si)

0,25

Fosfor (P)

0,03

Belerang (S)

0,035

3.2 Sifat Bahan


Baja ST 41 ini memiliki sifat sebagai berikut :
1.

Mampu las

2.

Mampu mesin dengan kekerasan baja sedang

3.

Tahan terhadap korosi

4.

Pendinginan lebih cepat

5.

Pemanasan temperatur hingga 9000

6.

Memiliki kadar karbon rendah sekitar 0,1%

3.3 Alat Yang Digunakan


Alat yang digunakan dalam pembuatan Engsel Pagar dapat dilihat
dalam tabel berikut :
Nama Produk

Bahan

Alat Yang Digunakan


1.
Mesin Gergaji dan
perlengkapannya
2.
Mesin Bubut dan
perlengkapannya

Engsel Pagar

ST 41

3.

Las dan perlengkapannya

4.

Vernier Caliver

5.

Micrometer

6.

Penitik

7.

Mesin Bor

8.

Mistar Baja

9.

Tap

10. Palu
11. Penggores

3.4 Proses Pembuatan


Tabel 1 Susunan Pembuatan Engsel Pagar :
N
o

Langkah Kerja

Alat dan Mesin

Pemotongan Bahan
ST 41

Mesin Gergaji

Membubut Muka

Mesin Bubut dan


perlengkapanny
a

Membubut Rata
hingga mencapai
diameter = 25 mm

Mesin Bubut dan


perlengkapanny
a

Parameter
Pemotongan

Waktu Teoritis

menit

Cs = 25

Cs = 25

x 7 kali
penyayatan
= 1,162 menit

Membubut Dalam

Mesin Bubut dan


perlengkapanny
a

Drilling 8 mm

Mesin Bubut dan


perlengkapanny
a

Drilling 10 mm

Mesin Bubut dan


perlengkapanny
a

Cs = 25

Cs = 3

Cs = 3

Tabel 2 Pembuatan engsel pagar


N
o

Langkah Kerja

Alat dan Mesin

Pemotongan Bahan
ST 41

Mesin Gergaji

Membubut Muka

Mesin Bubut dan


perlengkapanny
a

Membubut Rata
hingga mencapai
diameter = 25 mm

Mesin Bubut dan


perlengkapanny
a

Drilling 8 mm

Mesin Bubut dan


perlengkapanny
a

Drilling 10 mm

Mesin Bubut dan


perlengkapanny
a

Parameter
Pemotongan

Waktu Teoritis

menit

Cs = 25

Cs = 25

x 7 kali
penyayatan
= 1,162 menit

Cs = 3

Cs = 3

Tabel 3 Pembuatan engsel Pagar


N
o

Langkah Kerja

Alat dan Mesin

Pemotongan Bahan
ST 41

Mesin Gergaji

Membubut Muka

Mesin Bubut dan


perlengkapanny
a

Membubut Rata
hingga mencapai
diameter = 25 mm

Mesin Bubut dan


perlengkapanny
a

Parameter
Pemotongan

Waktu Teoritis

menit

Cs = 25

Cs = 25

x 7 kali
penyayatan
= 1,162 menit

Membubut Dalam

Mesin Bubut dan


perlengkapanny
a

Drilling 8 mm

Mesin Bubut dan


perlengkapanny
a

Drilling 10 mm

Mesin Bubut dan


perlengkapanny
a

Cs = 25

Cs = 3

Cs = 3

Tabel 4 Proses pembuatan plat pada engsel pagar


Langkah Kerja

Alat dan Mesin

Pemotongan Plat

Mesin Gergaji

Pemotongan 10x5
mm pada ujung plat

Mesin Gergaji

Pemotongan 60x5
mm

Mesin Gergaji

Pemotongan 10x5
mm pada ujung plat

Mesin Gergaji

Parameter
Pemotongan

Waktu Teoritis

menit

Tabel 3 Penyatuan Bagian 1 dan 2


Langkah Kerja

Alat dan Mesin

Parameter
Pemotongan

Waktu Teoritis

Pengelasan Bagian
1 dan Bagian 2

Las

Finishing

Grinding

Waktu yang di gunakan dalam pembuatan engsel pagar adalah :


Tabel 1 : 2,5 + 0,02 + 1,162 + 0,078 + 0,6 + 0,6
: 4,96 Menit
Tabel 2 : 2,5 + 0,02 + 1,162 + 0,6 + 0,6
: 4,88 Menit
Tabel 3 : 2,5 + 0,02 + 1,162 + 0,078 + 0,6 + 0,6
: 4,96 Menit
Tabel 4 : 1,04 + 0,3 + 1,08 + 0,3
: 2,72 Menit

Waktu keseluruhan : 4,96 Menit + 4,88 Menit + 4,96 Menit + 2,72 Menit
: 17,52 Menit
Jika ongkos satu jam membubut Rp.50.000,00, Maka :
Total Pembuatan Engsel =
=

17,52 Menit x Rp.50.000,00

Rp.876.000,00

Satu Jam 60 menit maka ;


=

Rp.876.000,00 : 60 menit

Rp. 14.600,00

Jika Harga Bahan Rp.100.000/meter maka ;


=
=

Rp. 10.0000

Harga Plat Rp.20.000,00/meter, maka ;


=
=

Modal Awal

Keuntungan

Harga Jual

Rp.4.000,00

Harga Bahan + Harga Plat + Ongkos pembuatan

Rp.10.000 Rp.4.000 + Rp.14.600

Rp.28.600,00

Harga Pembuatan x 20%

Rp. 28.600,00 x 20%

Rp. 5.720,00

Rp. 28.600,00 + Rp. 5.720,00

Rp. 34.520,00 dibulatkan Rp. 35.000,00

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Dalam pembuatan engsel pagar ini membutuhkan ketelitian serta
pemahaman dalam permesinan. Mesin mesin yang digunakan dalam
pembuatan engsel pagar ini antara lain :
Mesin bubut
mesin gerinda tangan
las
mesin bor
dan peralatan perkakas lain seperti palu kunci pas dll.
Hasil perhitungan dan harga yang diperoleh dari pembuatan engel pagar ini
adalah :
Waktu Pembuatan ensel pagar 17,52
Modal Awal Rp.28.600,00

Keuntungan yang ingin diperoleh 20 %


Maka Harga Jual Engsel Pagar Rp. 35.000,00
4.2 Saran
Harus diperhatikan dalam proses pembubutan haruslah sesuai prosedur, dan
ketelitian dalam membubut. Sehinggan tidak melenceng dari perancangan
yang sudah dibuat.
Dalam Proses pembuatan masih terbilang kekurangan materi tentang bahan
dan permesinan.