Anda di halaman 1dari 4

AKUNTANSI SUMBER DAYA MANUSIA

A. Istilah akuntansi sumber daya manusia


Dalam pengertian harfiah akuntansi sumber daya manusia adalah akuntansi
untuk manusia sebagai suatu sumberdaya organisasional. Hal ini melibatkan
pengukuran biaya-bioaya yang dikeluarkan perusahaan oleh perusahaan-perusahaan
bisnis dan organisasi lainnya untuk merekrut, memilih, menyewa, mempekerjakan,
melatih dan mengembangkan asset manusia.
Istilah akuntansi sumber daya manusia sebaiknya tidak hanya dipandang
secara harfiah karena istilah tersebut juga memiliki arti simbolis.karena akuntansi
sumber daya manusai tidak hanya suatu system untuk mengukur biaya dan nilai
manusia bagi organisasi, melainkan juga cara berpikir mengenai manajemen manusia.
B. Lingkup dan sasaran dari akuntansi sumber daya manusia
Secara konseptual tujuan dari akuntansi sumberd aya manusia adalah
memasukkan nilai sumber daya manusia sebagai asset perusahaan pada neraca, sama
seperti asset umum lainnya.
C. Analisis biaya keluar
Berdasarkan konsep , biaya keluar dapat digolongkan kedalam 3 kategori,
yaitu :
1. Biaya atas hilangnya efisiensi
2. Biaya lowongan pekerjaan selama pencarian karyawan baru
3. Determinasi pembayaran
Mengacu pada perlakuan akuntansi kerugian, maka provisi untuk penggantian
kerugian seluruh karyawan perlu dicatat. Seperti contoh jika ada seorang karyawan
yang sudah selesai amsa kontraknya dan perusahaan memberikan jaminan, maka
proses pencatat penyisihan jaminan dilakukan saat perusahaan memutuskan untuk
mengakhiri kontrak-kontrak yang ada.
Sehingga kesimpulannya adalah penggantian kerugian personel merupakan
biaya untuk perusahaan. Jadi, biaya tersebut tidak seharusnya dipertimbangkan
sebagai asset.
Beberapa penulis mengatakan bahwa penggantian kerugian diakui, hal ini
akan memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan keuntungan dalam bentuk

pengurangan biaya. Penggantian kerugian dicatat sebagai asset diberlakukan sebagai


biaya yang tertunda.
D. Perkembangan sejarah akuntansi sumber daya manusia
Akuntansi sumber daya manusia muncul karena adanya kegagalan prinsipprinsip akuntansi yang memberikan informasi yang relevan kepada pihak manajemen
dan investor, karena biaya-biaya sumber daya manusia diberlakukan sebagai beban
pada saat terjadinya.
Pada akhir tahun 1960-an, para manajer, ilmuwan keperilakuan, analis
keuangan dan para akuntan menjadi semakin tertarik terhadap gagasana akuntansi
yang memandang manusia sebagai sumber daya organisasional. Berdasarkan sejarah
perkembangan akuntansi sumber daya manusia, Flamholtz membagi perkembangan
sejarah dibidang ini ke dalam 5 tahap, yaitu:
Tahap pertama (1960-1966)
Tahap ini ditandai dengan timbulnya minat terhadap akuntansi sumber daya
manusia dan merupakan asal mula dari munculnya konsep-konsep dasar akuntansi
sumber daya manusia dan kerangka teori yang berhubungan.
Tahap Kedua (1966-1971)
Tahap ini merupakan tahap periode riset akademik untuk mengembangkan dan
menilai validitas dari model-model pengukuran biaya sumber daya manusia dan niali
sumber daya manusia.
Tahap ketiga(1971-1976)
Tahap ini mencakup banyak riset akademik di seluruh dunia Barat, Australia,
dan jepang. Dalam masa ini, terjadi peningkatan usaha untuk menerapkan akuntansi
sumber daya manusia dalam usaha organisasi.
Tahap keempat(1976-1980)
Tahap ini merupakan periode menurunyya minat para akademik dalam dunia
perusahaan. Salah satu alasannya adalah karena kebanyakan riset pendahuluan yang
relative mudah telah diselesaikan.
Tahap kelima(1980-sekarang)
Tahap ini mencakup awal kebangkitan minat dalam teori dan praktik akuntansi
sumber daya manusia. Pada tahap ini terjadi peningkatan yang ditandai dengan
dilakukannya sejumlah riset baru yang signifikan terkait dengan pengembangan dan
penerapan akuntansi sumber daya manusia.
E. Konsep awal akuntansi sumber daya manusia
Hermanson (1964) merupakan orang yang pertama mencoba untuk
memasukkan modal manusia dalam neraca yang dikenal sebagai akuntani sumber
daya manusia. Pendekatan awal akuntansi sumber daya manusia digambarkan sebagai

proses pengidentifikasikan, pengukuran dan pengkomunikasian informasi tentang


sumber daya manusia untuk memudahkan efektivitas manajemen dalam suatu
organisasi.
Akuntansi sumber daya manusia digambarkan mencakup tiga unsur utama
yaitu, identifikasi dan pengukuran atas modal manusia dalam bagan, identifikasi dan
pengukuran dari modal manusia, termasuk istilah-istilah yang bukan bagan, dan
penyisihan informasi secara internal dan/secara eksternal pada modal manusia.
F. Arti penting akuntansi sumber daya manusia
Bidang akuntansi sumber daya manusia dikembangkan sejak tahun 1960-an.
Bidang tersebut adalah cabang dari kumpulan yang terdir atas beberapa aliran
pemikiran yang independen, namun saling berkaitan erat. Bidang tersebut juga
merupakan respons terhadap metamorphosis fundamental dari ekonomi amerika
serikat pasca masa industry kea rah ekonomi jasa. Kesemuanya ini telah mengarah
pada meningkatnya pengakuan bahwa modal manusia atau asset manusia merupakan
fitur yang berbeda dari perekonimian hari ini dan merupakan bagian utama dari asset
organisasional saat ini.
Meskipun akuntansi sumber daya manusia sangat bermanfaat, tetapi akuntansi
sumber daya manusia juga memiliki beberapa kritikan yaitu :
1. Sumber daya manusia tidak dapat dimiliki
2. Tidak ada model yang diterima secara umum untuk menilainya
3. Dalam perumusan standar akuntansi, tidak terdapat standar yang terpisah
untuk pelaporan sumber daya manusia.

G. Dukungan terhadap pengembangan akuntansi sumber daya manusia


Akuntansi sumber daya manusia mengakui bahwa manusia terdiri atas modal
dan asset. Teori ekonomi modal kerja manusia didasarkan pada konsep bahwa
manusia memiliki ketrampilan, pengalaman, dan pengetahuan yang merupakan
bentuk dari modal yang disebut modal manusia.
Akuntansi sumber daya manusia juga berkembang dari tradisi manajemen
sumber daya manusia yang dikenal sebagai aliran sumber daya manusia (human
respource school). Aliran ini didasarkan pada pemikiran bahwa manusia adalah

sumber daya organisasional yang berharga dank arena itu harus dikelola sebagai
sumber daya yang berharga.
Terdapat juga dukungan dari kalangan teoretikus akuntansi awal untuk
memperlakukan manusia sebagai asset dan menghitung nilainya, bahkan sebelum sifat
dari strukutur ekonomi berubah dan modal manusia menjadi semakin penting.
H. Penelitian awal tentang akuntansi sumber daya manusia
Salah satu pendekatan paling awal untuk mengukur dan mencatat nilai dari
akuntansi sumber daya manusia adalah sebagaimana yang dikembangkan oleh R.H.
Hermanson. Keprihatinan utama dari hermanson adalah bahwa laporan keuangan
konvensional gagal untuk mencerminkan dengan memadai posisi keuangan dari suatu
perusahaan karena laporan tersebut tidak memasukkan asset manusia.
Pada tahun 1966, sekelompok peneliti yang terdiri atas R.L. Brummert,
flamholtz, dan W.C. Pyle memulai suatu program penelitian tentang akuntansi sumber
daya

manusia

di

Universitas

Michigan.

Penelitian

ini

dirancvang

untuk

mengembangkan konsep-konsep, model dan teknik akuntansi biaya untuk mengukur


niali asset manusia.
I. Asumsi dasar dantujuan akuntansi sumber daya manusia
Asumsi dasar akuntansi sumber daya manusia adalah sebagai berikut:
1. Manusia adalah sumber daya organisasi yang bernilai.
2. Nilai dari sumber daya manusia dapat dipengaruhi oleh cara-cara dengan nama
mereka dikelola.
3. Informasi mengenail biaya dan nilai sumber daya manusia adalah perlu bagi
pengelolaan sumber daya manusia yang efektif dan efisien dalam berbagai aspek
dari proses manajemen sumber daya manusia, termasuk perencanaan dan
pengendalian dalam akuisisi.
4.