Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa kami panjatkan
kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan para umatnya
yang insyaallah setia sampai akhir jaman. Makalah ini disusun guna melengkapi Tugas MesinMesin Listrik. Dalam penyusunan makalah ini, dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai
pihak, kami telah berusaha untuk dapat memberikan serta mencapai hasil yang semaksimal
mungkin dan sesuai dengan harapan, walaupun di dalam pembuatannya kami menghadapi
berbagai kesulitan karena keterbatasan ilmu pengetahuadan keterampilan yang kami miliki.
Oleh sebab itu pada kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya khususnya kepada bapak selaku dosen pembimbing Mesin-Mesin Listrik. Saya
menyadari bahwa dalam penulisan dan pembuatan penulisan ilmiah ini, masih terdapat banyak
kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat Kami butuhkan untuk
dapat menyempurnakannya di masa yang akan datang. Semoga apa yang disajikan dalam
makalah ini dapat bermanfaat bagi kami dan teman-teman maupun pihak lain yang
berkepentingan.

BATAM, Maret 2015


Hormat Kami,

DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata Pengantar

Daftar Isi

Bab 1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan Pembahasan

Bab 2 Landasan Teori

Bab 3 Pembahasan

1. Pengertian Motor DC

2. Prinsip Dasar Dan Cara kerja Motor DC

2.1 Motor Shunt

2.2 Motor Seri

2.3 Motor Kompon

10

2.3.1 Karakteristik Putar Motor Kompon

11

2.3.2 Karakteristik Torsi Motor Kompon

11

2.3.3 Karakteristik Mekanis

11

2.3.4 Karakteristik Perbandingan Kecepatan Motor

11

Bab 4 Penutup
3.1 Kesimpulan
Daftar Pustaka

14
14
15

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada motor arus searah (motor DC) energi listrik yang diubah adalah energi arus searah
yang berasal dari sumber tegangan listrik arus searah. Dimana sumber tegangan ini
dihubungkan ke kumparan medan dan kumparan jangkar dari motor tersebut. Kumparan
medan pada motor DC disebut stator (bagian yang tidak berputar) dan kumparan jangkar
disebut rotor (bagian yang berputar)
Dalam dunia industri motor arus searah banyak digunakan sebagai motor
penggerak.pemilihan motor arus searah sebagai motor penggerak dibandingkan motor
induksi karena motor arus searah memiliki rentang pengaturan kecepatan yang lebar.
Pengaturan kecepatan motor searah juga mudah dilakukan dalam berbagai kecepatan dan
variasi beban.
Pada motor searah kompon jika beban bertambah maka kecepatan rotor cenderung
menurun oleh karena itu diperlukan pengaturan kecepatan, didalam melayani beban diharapkan
motor arus searah mampu memiliki efisiensi maksimal sehingga motor searah kompon
memiliki kinerja yang baik dalam melayani beban.
Berdasarkan hubungan rangkaian penguat medannya, salah satu jenis motor DC adalah
motor DC penguatan kompon. Motor DC penguatan kompon ada dua jenis yaitu motor DC
kompon panjang dan motor DC kompon pendek. Motor DC penguatan kompon memiliki torsi
penyalaan awal yang bagus sehingga sangat banyak digunakan sebagai motor penggerak. Motor
DC yang dipergunakan di bidang industri pada umumnya memiliki kapasitas daya yang relatif
besar dan disesuaikan dengan beban mekanis dan volume
Dengan demikian
perlu dilakukan pengujian untuk membandingkan pengaruh
pengaturan putaran terhadap efisiensi motor dc kompon panjang dan motor dc kompon pendek
sehingga dalam pengaturan kecepatan didapatkan efisiensi yang paling maksimal
1.2 Perumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam tugas ini adalah Prinsip Kerja Motor Kompon dan
Penggunaanya dalam Mesin Mesin Listrik.
1.3 Batasan Masalah
Adapun batasan masalah pada tugas akhir ini adalah:
1. Motor yang digunakan adalah motor DC kompon .
2. Penulisan dilakukan untuk membahas Prinsip Kerja Motor Kompon dan penggunaannya
di Mesin mesin listrik

BAB II
3

Landasan Teori
Motor DC merupakan perangkat yang berfungsi merubah besaran listrik menjadi besaran
mekanik. Prinsip kerja motor didasarkan pada gaya elektromagnetik. Motor DC bekerja bila
mendapatkan tegangan searah yang cukup pada kedua kutupnya. Tegangan ini akan
menimbulkan induksi elektromagnetik yang menyebabkan motor berputar.
Pada umumnya motor diklasifikasikan menurut jenis power yang digunakan dan prinsip
kerja motor. Ada tiga jenis motor DC (yang pokok) diklasifikasikan menurut metode penguatan
medan, yaitu :
Motor shunt, menggunakan kumparan medan magnet dengan tahanan relatif tinggi
dengan banyak lilitan kawat kecil, biasanya dihubungkan paralel (paralel dengan
jangkar) sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 2.1

Motor seri, menggunakan kumparan medan tahanan sangat rendah dengan lilitan
sangat sedikit, kawat besar dihubungkan seri dengan jangkar sebagaimana
ditunjukkan pada Gambar 2.2

Motor kompon, menggunakan kombinasi medan shunt (lilitan banyak dari kawat kecil)
paralel dengan jangkar dan medan seri (lilitan sedikit dari kawat besar) dihubungkan
seri dengan jangkar sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 2.3
4

Kinerja suatu motor DC dapat dikatakan baik jika torsi yang dihasilkan besar dan regulasi
tegangan yang baik. Motor Kompon DC merupakan gabungan motor seri dan shunt.Pada motor
kompon, gulungan medan (medan shunt) dihubungkan secara paralel dan seridengan gulungan
dinamo (A). Sehingga, motor kompon memiliki torque penyalaan awal yang bagus dan
kecepatan yang stabil. Makin tinggi persentase penggabungan (yakni persentase gulungan medan
yang dihubungkan secara seri), makin tinggi pula torque penyalaan awal yang dapat ditangani
oleh motor ini. Contoh, penggabungan 40-50% menjadikan motor ini cocok untuk alat
pengangkat hoist dan derek, sedangkan motor kompon yang standar (12%) tidak cocok.

BAB III
PEMBAHASAN

Motor Kompon
5

Sekilas tentang motor DC

1.Pengertian Motor DC
Motor DC merupakan salah satu jenis dari motor listrik dimana fungsi dasarnya adalah
sebagai perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.Energi
mekanik ini digunakan untuk, misalnya memutar impeller pompa, fan atau blower ,
menggerakan kompresor, mengangkat bahan,dll. Motor listrik digunakan juga di rumah (mixer ,
bor listrik, fan angin) dan diindustri. Motor listrik kadang kala disebut kuda kerja nya industri
sebab diperkirakan bahwa motor motor menggunakan sekitar 70% beban listrik total di
industri.Motor DC memerlukan suplai tegangan yang searah pada kumparan medan untuk
diubah menjadi energi mekanik. Kumparan medan pada motor dc disebut stator (bagian yang
tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Jika terjadi putaran
pada kumparan jangkar dalam pada medan magnet, maka akan timbul tegangan (GGL) yang
berubah-ubah arah pada setiap setengah putaran, sehingga merupakan tegangan bolak-balik.
Prinsip kerja dari arus searah adalah membalik phasa tegangan dari gelombang yang
mempunyai nilai positif dengan menggunakan komutator, dengan demikian arus yang berbalik
arah dengan kumparan jangkar yang berputar dalam medan magnet. Bentuk motor paling
sederhana memiliki kumparan satu lilitan yang bias berputar bebas di antara kutub-kutub
magnet permanen.

Catu tegangan dc dari baterai menuju ke lilitan melalui sikat yang menyentuh
komutator,dua segmen yang terhubung dengan dua ujung lilitan.Kumparan satu lilitan pada
gambar di atas disebut angker dinamo. Angker dinamo adalah sebutan untuk komponen yang
berputar di antara medan magnet.
2.Prinsip Dasar Cara Kerja Motor DC
Jika arus lewat pada suatu konduktor, timbul medan magnet di sekitar konduktor. Arah medan
magnet ditentukan oleh arah aliran arus pada konduktor. Aturan Genggaman Tangan Kanan bisa
dipakai untuk menentukan arah garis fluks disekitar konduktor. Genggam konduktor dengan
6

tangan kanandengan jempol mengarah pada arah aliran arus, maka jari-jari anda akan
menunjukkan arah garis fluks.
Medan magnet hanya terjadi di sekitar sebuah konduktor jika ada arus mengalir pada konduktor
tersebut. Pada motor listrik konduktor berbentuk U disebut angker dinamo. Jika konduktor
berbentuk U (angker dinamo) diletakkan di antara kutub utara dan selatan yang kuat medan

magnet konduktor akan berinteraksi dengan medan magnet kutub.

Lingkaran bertanda A dan B merupakan ujung konduktor yang dilengkungkan


(loopedconductor ).Arus mengalir masuk melalui ujung A dan keluar melalui ujung B. Medan
konduktor A yang searah jarum jam akan menambah medan pada kutub dan menimbulkan
medan yang kuat di bawah konduktor. Konduktor akan berusaha bergerak ke atas untuk keluar
dari medan kuat ini. Medan konduktor B yang berlawanan arah jarum jam akan menambah
medan pada kutub dan menimbulkan medan yang kuat di atas konduktor. Konduktor akan
berusaha untuk bergerak turun agar keluar dari medan yang kuat tersebut. Gaya-gaya tersebut
akan membuat angker dinamo berputar searah jarum jam.

Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara umum :


-Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya.

-Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran / loop,
makakeduasisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya padaarah
yang berlawanan.
-Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar / torqueuntuk memutar kumparan.
-Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenagaputaranyang
lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan elektromagnetik yang disebut
kumparan medan.
Agar proses perubahan energi mekanik dapat berlangsung secara sempurna, maka tegangan
sumber harus lebih besar dari pada tegangan gerak yang disebabkan reaksilawan. Dengan
memberi arus padakumparan jangkar yang dilindungi oleh medan maka menimbulkan
perputaran pada motor.
Jenis-jenis Motor DC
Berdasarkan sumber arus penguat magnetnya, motor arus searah (DC) dibedakan menjadi dua,
yaitu:1. Motor arus searah penguat terpisah, (jika arus penguat magnet diperoleh dari sumber
arus searah diluar motor tersebut).

Pada motor penguat terpisah, kumparan medan dihubungkan dengan sumber sendiri dan terpisah
dengan tegangan angker.
2. Motor arus searah dengan penguat sendiri, (jika arus penguat magnet diperoleh dari motor
itusendiri). Berdasarkan hubungan lilitan penguat magnet terhadap lilitan jangkar, motor arus
searahdibedakan menjadi:

2.1 Motor Shunt


8

Motor shunt mempunyai kecapatan hampir konstan. Pada tegangan jepit konstan, motor
inimempunyai putaran yang hampir konstan walaupun terjadi perubahan beban.

Pada motor penguat shunt, kumparan medan dihubungkan paralel dengan angker.
2.2 Motor seri
merupakan motor arus searah yang mempunyai putaran kecapatan yang tidak konstan, jika
bebantinggi maka putaran akan lambat.

Pada motor penguat seri, kumparan medan dihubungkan seri dengan angker.

2.3 Motor Kompon

Generator kompon merupakan gabungan dari generator shunt dan generator seri, yang
dilengkapi dengan kumparan shunt dan seri dengan sifat yang dimiliki merupakan gabungan dari
keduanya. Generator kompon bisa dihubungkan sebagai kompon pendek atau dalam kompon
panjang. Perbedaan dari kedua hubungan ini hampir tidak ada, karena tahanan kumparan seri
kecil, sehingga tegangan drop pada kumparan ini ditinjau dari dari tegangan terminal kecil sekali
dan terpengaruh.

Pada motor kompon mempunyai dua buah kumparan medan dihubungkan seri dan paralel
dengan angker. Bila motor seri diberi penguat shunt tambahan seperti gambar diatas disebut
motor kompon shunt panjang.
Dirumuskan sbb : V = Ea IaRa Is Rs
Is = Ia
V = Ea Ia ( Ra + Rs )
Vf = If Rf
Ia = IL + If

10

Motor kompon mempunyai dua buah kumparan medan dihubungkan seri dan paralel dengan
angker.Bila motor shunt diberi tambahan penguat seri seperti gambar diatas disebut motor
kompon shunt pendek.
Dirumuskan sbb : V = Ea - Ia Ra Is Rs
V = IL . RL
Ia = IL + If
Is = IL
Vf = If . Rf

Penjelasan Motor Kompon


2.3.1.Karakteristik putaran Motor kompon
Putaran pada motor dengan penguat terpisah relatif konstan, penurunan kecepatan
akibat perubahan beban sangat kecil. Hal ini disebabkan karena fluks medan pada motor relatif
konstan dan tahanan jangkar Ra sangat kecil, sehingga penurunan kecepatan antara tanpa beban
dan beban penuh adalah kecil sehingga motor bisa dikatagorikan sebagai motor yang mempunyai
kecepatan tetap. Karakteristik motor kompon berada diantara karakteristik motor seri dan motor
shunt, sedangkan berdasarkanarah melilit penguat medannya motor kompon bisa dibagi atas
Kompon Lawan dan Kompon Bantu.

2.3.2 Karakteristik torsi Motor kompon


11

Torsi pada motor DC bekerja jika tegangan terminal V konstan maka arus ke lilitan
medan penguat juga akan konstan, sehingga fluks yang ditimbulkan medan akan konstan.
Dengan demikian torsi pada motor dengan penguat terpisah hanya tergantung pada arus jangkar
atau perubahan torsi berbanding lurus dengan arus jangkar. Akibat adanya fluks medan seri dan
shunt pada motor kompon yang saling mempengaruhi, maka karakteristik. Torsi yang terjadi
merupakan gabungan dari karakteristik motor seri dan shunt. Pada saat beban normal dengan
naik nya la, maka pertambahan. Torsi motor shunt lebih besar bila dibandingkan motor seri dan
karakteristik motor kompon berada diantara kedua karakteristik tersebut, demikian juga pada saat
beban besar.
2.3.3 Karakteristik Mekanis
Salah satu faktor yang mengakibatkan kenaikkan Torsi adalah naiknya arus jangkar Ia, dan
akibat naiknya arus jangkar maka kecepatan akan turun dengan asumsi fluks kons-tan. Khusus
untuk motor dengan penguat terpisah yang memiliki Ra kecil penurunan kecepatan tidak terlalu
besar.

2.3.4.Karakteristik perbandingan kecepatan Motor dan Torsi pada Motor kompon

Motor shunt kecepatan pada prakteknya konstan tidak tergantung pada beban (hingga torque
tertentu setelah kecepatannya berkurang, lihat Gambar 5 dan oleh karena itu cocok untuk
12

penggunaan komersial dengan beban awal yang rendah, seperti peralatan mesin.Kecepatan dapat
dikendalikan dengan cara memasang tahanan dalam susunan seri dengan dinamo (kecepatan
berkurang) atau dengan memasang tahanan pada arus medan(kecepatan bertambah).

Motor seri kecepatan dibatasi pada 5000 RPM. Harus dihindarkan menjalankan motor seri tanpa
ada beban sebab motor akan mempercepat tanpa terkendali.Motor-motor seri cocok untuk
penggunaan yang memerlukan torque penyalaan awal yang tinggi, seperti derek dan alat
pengangkat hoist.

Motor Kompon DC merupakan gabungan motor seri dan shunt. Pada motor kompon,gulungan
medan (medan shunt) dihubungkan secara paralel dan seri dengan gulungan dinamo(A) seperti
yang ditunjukkan dalam gambar 5. Sehingga, motor kompon memiliki torque penyalaan awal
yang bagus dan kecepatan yang stabil. Makin tinggi persentase penggabungan (yakni persentase
gulungan medanyang dihubungkan secara seri), makin tinggi pula torque penyalaan awal yang
dapat ditangani oleh motor ini. Contoh, penggabungan 40-50% menjadikan motor ini cocok
untuk alat pengangkat hoistdan derek, sedangkan motor kompon yang standar (12%) tidak
cocok.

BAB IV
13

PENUTUP

Simpulan
Motor DC kompon merupakan penggabungan dari Motor DC seri dan Motor DC shunt.
Motor dc Jenis Compound Motor jenis ini menggunakan lilitan seri dan lilitan shunt, yang
umumnya digabung sehingga medan-medannya bertambah secara komulatif. Hubungan dua
lilitan ini menghasilkan karakteristik pada motor medan shunt dan motor medan seri. Kecepatan
motor tersebut bervariasi lebih sedikit dibandingkan motor shunt, tetapi tidak sebayak motor seri.
Motor dc jenis compound juga mempinyai torsi starting yang agak besar jauh lebih besar dari
pada motor jenis shunt, tapi lebih kecil dibandingkan jenis seri. Keistimewaan gabungan ini
membuat motor compound memberikan fariasi penggunaan yang luas. Ada dua buah tipe Motor
jenis kompon, yaitu : Motor kompon panjang dan Motor kompon pendek. Bila motor seri diberi
penguat shunt tambahan seperti gambar diatas disebut motor kompon shunt panjang dan jika
motor shunt diberi tambahan penguat seri seperti gambar diatas disebut motor kompon shunt
pendek. Tujuan dari pembuatan rangkaian Motor kompon ini adalah mendapatkan keunggulan
yang ada dari masing-masing tipe. Torsi yang besar dari Motor DC tipe seri dan regulasi
tegangan yang baik dari tipe shunt

Daftar Pustaka
www.google.com
https://www.scribd.com/doc/97481912/Motor-Kompon
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/17511/Chapter
%20II.pdf;jsessionid=A5EB440478083F240CB9DBC226A8F49D?sequence=3
http://deboralexandra2.blogspot.com/2013/05/materi-perkuliahan-teknik-tenagalistrik.html

14