Anda di halaman 1dari 14

Praktek

Nilai
Tujuan

Cita Hukum/ Rechtsidee


(Landasan Nilai-Nilai)
Peran

stakeholder
inisiasi

Proses

PP
politis

kebutuhan,
potensi,
peristiwa/
permasalahan

Yuridis

Etika/ moral

PUU
LN/ LD

Universal
Umum
Sanksi

Instrumen

Policy Making
Institusi

Model humanis
partisipatoris/
pemberdayaan

evaluasi

Masyarakat
Keadilan
Perlindungan

Birokrasi Penegakan Hukum

Tujuan tercapai/ tidak?


Social Capital
Heterogen,
plural, wilayah/
kota
(Max Weber)

(Esmi, 2005)

Komponen2 :
SDM
Budget
PUUan
Kultur Orgn
Sarana &
prasarana
Informasi

Tahap-Tahap Pembuatan
Hukum
Tahap Sosiologis :

Muncul suatu gagasan dalam


masyarakat

Tahap Sosio-Politis:

Pematangan dan penajaman


gagasan

Tahap Yuridis

Penyusunan bahan ke dalam


rumusan hukum dan kemudian
diundangkan

TARIKAN TERHADAP HUKUM


KE DUA ARAH YANG BERBEDA
DUNIA NILAI-NILAI
Ide,
Nilai,
Keadilan

HUKUM
Pengaturan Hubungan antar Manusia
Pengalokasian Sumber-Sumber Daya

DUNIA SEHARI-HARI

HUKUM

IDE, TUJUAN, NILAI

LEMBAGA

(SEBAGAI INSTRUMEN)

SUMBER DAYA

MENGKOMUNIKASIKAN
MENGKOORDINASIKAN
MENGITEGRASIKAN

MANUSIA
FASILITAS
TEKNIK
DANA
PERATURAN DLL

MASYARAKAT
MONITORING, PENGAWASAN
GABUNGAN TINDAKAN RENCANA
SUATU PROGRAM MOBILITAS
STRUKTUR, BIAYA, DLL.
MEMBUAT TIME SCHEDULE

PENGORGANISASIAN MASYARAKAT DAN


PERKEMBANGAN HUKUM
Pengorganisasian
Masyarakat:
Tiga Tipe Dasar
Kekuasaan yang Sah
1. Kekuasaan Kharismatis
2. Kekuasaan Tradisional
3. Kekuasaan Sekuler
4. Kekuasaan Rasional

Perkembangan
Penyelenggaraan Hukum

1. Pengadaan
hukum
melalui
pewahyuan oleh law prophets
2. Pengadaan hukum secara empiris,
oleh Kautelajuristen.
3. Pengadaan hukum melalui pembebanan dari atas, yaitu oleh
kekuatan sekular atau teknokratis.
4. Pengadaan hukum melalui penggarapan hukum secara sistematis,
dijalankan secara profesional.

BIDANG
BEKERJANYA
KEKUATAN
SOSIAL

PEMBUAT
UNDANG-UNDANG

BIROKRASI
PENEGAK HUKUM

AKTIVITAS
PENERAPAN SANKSI

UMPAN BALIK

BIDANG
BEKERJANYA
KEKUATAN
SOSIAL

PEMEGANG PERAN

BIDANG
BEKERJANYA
KEKUATAN
SOSIAL

Penegakan Hukum
(Suatu Proses Manajemen)
PUU

(Tujuan, Nilai-Nilai, Ide-Ide)

Birokrasi
Penegak Hukum

Struktur Masyarakat
(Keragaman)

PENEGAKAN HUKUM
P
R
O
S
E
S

MANAJEMEN
- ORANG/PERSONEL/TINGKAH LAKU
- FASILITAS FISIK
- TUJUAN ORGANISASI
- KULTUR
- KEUANGAN
- PERATURAN-PERATURAN
- INFORMASI

BASIS SOSIAL
MANUSIA
- SOSIAL
- BUDAYA
- EKONOMI
- POLITIK
dll

Peraturan
Faktor Personal/
Non Hukum
Budaya Hukum

Faktor Non Hukum


(Sosial, Ekonomi, Politik)

Dana

Penegak Hukum:

Polisi
Jaksa
Hakim
Advokat

Budaya Organisasi
Tujuan Organisasi
SDM, Informasi

MASYARAKAT
Struktur Masyarakat

Norma Hukum
(Tidak Tertulis)

Budaya Hukum
Kelembagaan Informal

BUDAYA HUKUM

IDE/ NILAI
SIKAP
KEYAKINAN
HARAPAN
PERSEPSI

Merupakan bensin
yang dapat
menggerakkan
manusia untuk taat /
tidak taat terhadap
norma hukum
Penggunaan,
Penyalahgunaan
Proses Hukum serta
Sistem Hukum

Budaya Hukum Penegak Hukum


berbeda dengan Budaya Hukum
Masyarakat karena fungsi hukum
saat ini bukan sekedar mengukuhkan
nilai-nilai yang ada melainkan
untuk membangun nilai-nilai baru

Hukum yang Logis Formal Rational


dan bersifat seragam berhadapan
dengan Basis Sosial Hukum
yang memiliki seperangkat
nilai, kelembagaan, proses,
norma hukum yang berbeda

Tujuan Hukum yang telah


melembaga secara Legalistik
Formal semakin jauh jaraknya
dari masalahmasalah
sosial yang diatur

Penegakan Hukum
sebagai Suatu Proses
- Pergeseran Tujuan
- Pergantian Tujuan