Anda di halaman 1dari 24

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Keuangan Berbasis Teknologi

Informasi (Studi Pada Koperasi Mahasiswa Universitas Islam Bandung)

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Keuangan Berbasis


Teknologi Informasi
(Studi pada Koperasi Mahasiswa Universitas Islam Bandung)
Oleh :
M. Anggionaldi
Anggih21@yahoo.co.id
Abstrak
Penelitian ini berjudul Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Keuangan
Berbasis Teknologi Informasi yang bertujuan untuk mengetahui sistem informasi
pelaporan akuntansi keuangan yang diterapkan di KOPMA UNISBA, apa saja
kelemahan yang terdapat pada sistem informasi pelaporan akuntansi keuangan di
KOPMA UNISBA, bagaimana metodologi analisis dan perancangan sistem informasi
pelaporan akuntansi keuangan yang digunakan dan untuk mengetahui bagaimana bentuk
spesifikasi sistem informasi akuntansi General Ledger, baik desain umum maupun
desain rinci yang sesuai dengan proses bisnis kegiatan pelaporan keuangan pada
KOPMA UNISBA.
Metode yang digunakan adalah metode analisis dan perancangan. Metode analisis
terdiri dari beberapa fase yaitu fase survei dan perencanaan, fase studi dan menganalisis
sistem yang ada, dan fase definisi kebutuhan sistem dan prioritas perbaikan sistem yang
baru. Sementara itu metode desain terdiri dari dua fase yaitu fase konfigurasi dan fase
desain dan integrasi.
Hasil yang didapatkan setelah melakukan analisis dan desain yaitu sebuah program
sistem informasi akuntansi yang mampu menunjang kebutuhan sistem informasi
akuntansi pelaporan keuangan KOPMA UNISBA.
Kata kunci : Sistem Informasi Akuntansi, Analisis, dan Perancangan
Abstact
The study entitled Analysis and Design of Information Systems Information Technology
Based Financial Reporting which aims to determine the reporting of financial
accounting information system is applied in KOPMA UNISBA, what are the weaknesses
contained in the reporting of financial accounting information systems in KOPMA
UNISBA, how the methodology analysis and design of information systems reporting
and financial accounting is used to determine how to form specifications general
Ledger accounting information systems design both general and detailed design in
accordance with the business processes of financial reporting activities on KOPMA
UNISBA .
The method used is the method of analysis and design. Analysis method consists of
several phases which survey and planning phase of the study and analyze the existing
system, and the system requirements definition phase of system improvements and new
priorities. While the design method consists of two phases which configuration and
design and integration phase .

31

Volume 10 No. 2, Nopember 2013 : 31 -52

The results obtained after the analysis and design of information systems is an
accounting program that is able to support the needs of financial reporting accounting
information systems KOPMA UNISBA.
Key word :
Accounting Information System, Analysis, and Design.
1.

Pendahuluan

1.1

Latar Belakang
Dalam menyambut era Globalisasi dan berubah-ubah sekarang ini, sebuah
perusahaan harus mampu untuk mengikuti perubahan yang terjadi, baik di dalam
maupun di luar perusahaan. Tentu untuk mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi
tersebut tidak mudah. Perusahaan yang cenderung berpikiran tradisional dan tidak
mengharapkan adanya perubahan akan menemui banyak kesulitan dalam menghadapi
kegiatan operasionalnya.
Kopma Unisba merupakan salah satu Lembaga Kegiatan Kemahasiswaan
(LKK) di Universitas Islam Bandung. Melalui pembinaan intensif dan pola pengkaderan
kewirausahaan Kopma Unisba membentuk orientasi kegiatan sosio-ekonomi yang
efisien dan efektif, sehingga diperlukan teknologi informasi untuk menangani kegiatan
pencatatan akuntansinya.
Kopma Unisba sudah mulai berkembang dalam melakukan kegiatan bisnisnya
dengan melihat pada tahun 2004 dengan omzet hingga mencapai 3,4 Milyar rupiah dan
total asset berkisar 700 juta rupiah, dengan mengelola 267 anggota yang merupakan
mahasiswa Unisba. Namun, Kopma Unisba dalam mengolah asset, keanggotaan dan
data transaksi hingga kini masih belum memiliki software khusus yang menangani
kegiatan akuntansinya.
Dikarenakan Kopma Unisba tidak memiliki software khusus yang menangani
masalah akuntansi tersebut, akibatnya manajemen kopma tidak dapat menerima laporan
keuangan dengan tepat waktu dan akurat untuk mengambil suatu keputusan yang
menyangkut masalah keuangan khususnya.
Berdasarkan kondisi tersebut maka penulis selaku analis sistem bidang akuntansi
mencoba menganalisis permasalahan tersebut dan mendesain sistem informasi
akuntansi untuk menghasilkan software akuntansi yang dapat membantu mengolah data
transaksi pembuatan laporan keuangan Kopma Unisba. Agar dapat menghasilkan data
yang lebih efektif dan efisien, baik dari segi waktu maupun dari segi biaya, termasuk
dapat menyajikan laporan keuangan secara tepat waktu dan akurat.
1.2 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan menjelaskan sistem informasi pelaporan akuntansi
keuangan yang diterapkan di KOPMA UNISBA, kelemahan yang terdapat pada sistem
informasi pelaporan akuntansi keuangan di KOPMA UNISBA dan metodologi analisis
dan perancangan sistem informasi pelaporan akuntansi keuangan.
1.3

Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat membantu pihak yang menjadi objek penelitian
yakni KOPMA UNISBA dalam meningkatkan penerapan sistem informasi pelaporan
akuntansi keuangan sehingga dapat memajukan proses bisnis KOPMA UNISBA itu
sendiri.
32

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Keuangan Berbasis Teknologi


Informasi (Studi Pada Koperasi Mahasiswa Universitas Islam Bandung)

2.

Landasan Teori dan Hipotesis

2.1

Sistem Informasi
Sistem merupakan konsep proses dimana perpaduan berbagai elemen untuk
mencapai suatu tujuan atau hasil yang dapat terdiri dari input, proses, dan output.
Pengertian sistem menurut West Chruchman dalam bukunya yang berjudul The System
Approach dalam Krismiaji (2005:1) bahwa sebuah sistem dapat didefinisikan sebagai
serangkaian komponen yang dikoordinasikan untuk mencapai serangkaian tujuan.
Sebuah sistem memiliki tiga karakteristik, yaitu: (1) komponen, atau sesuatu yang dapat
dilihat, didengar dan dirasakan; (2) proses,yaitu kegiatan untuk mengkoordinasikan
komponen yangterlibat dalam sebuah sistem; dan (3) tujuan, yaitu sasaran akhir yang
ingin dicapai dari kegiatan koordinasi komponen tersebut.
2.2

Sistem Informasi Akuntansi


Sistem informasi akuntansi menurut Stephen A. Moscove dan Mark G. Simkin
dalam Jogiyanto (1989:17) adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan,
mengkalisifikasikan, memproses, menganalisis, mengkomunikasikan informasi
pengambilan keputusan dengan orientasi finansial yang relevan bagi pihak-pihak luar
dan pihak-pihak dalam perusahaan (secara prinsip adalah manajemen).
Sedangkan menurut Robert G. Murdick, Thomas C. Fuller dan Joel E.Ross
dalam Jogiyanto (1989:17) SIA adalah kumpulan kegiatan-kegiatan dari organisasi yang
bertanggungjawab untuk menyediakan informasi keuangan dan informasi yang
didapatkan dari transaksi data untuk tujuan pelaporan internal kepada manajer untuk
digunakan dalam pengendalian dan perencanaan sekarang dan operasi masa depan serta
pelaporan eksternal kepada pemegang saham, pemerintah, dan pihak-pihak luar lainnya.
2.3

Tahap Analisis Sistem


Analisis sistem menurut Prof. Dr. Jogiyanto HM, MBA, Akt. dalam bukunya
yang berjudul Analisis dan Desain (1989:129) dapat didefinisikan sebagai penguraian
dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan
maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan,
kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan
yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.
Tahap analisis sistem merupakan tahap awal dari kegiatan analisis dan desain
sistem. Tahap analisis terdiri dari tiga kegiatan. Menurut Jeffry Whitten (2004:121)
yang menjelaskan bahwa Systems analysis is (1) the survey and planning of the system
and project, (2) the study and analysis of the existing business and information system,
and (3) the definition of business requirements and priorities for a new or improved
system.
2.4

Tahap Desain Sistem


Jogiyanto (1989:195) berpendapat bahwa desain sistem dapat dibagi dalam dua
bagian, yaitu desain sistem secara umum dan desain sistem secara terinci. Desain sistem
secara umum disebut juga dengan desain konseptual atau desain logikal atau desain
secara makro. Desain sistem terinci disebut juga desain sistem fisik atau desain internal.

33

Volume 10 No. 2, Nopember 2013 : 31 -52

Robert J. Verzello/John Reuter III dalam Jogiyanto (1989:196) bahwa desain


sistem merupakan tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem: pendefinisian
dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun
implementasi; menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.
3.
3.1

Metodologi Analisis dan Perancangan


Objek Analisis dan Perancangan
Analisis dan perancangan dilakukan di sebuah perusahaan yang berbadan hukum
koperasi, yaitu Koperasi Mahasiswa Universitas Islam Bandung (Kopma Unisba) yang
berlokasi di Jl. Tamansari No.1 Bandung. Objek analisis dan perancangan adalah sistem
informasi pelaporan akuntansi keuangan (General Ledger System).
.
3.2 Metode Analisis Sistem
3.2.1 Melakukan survei dan perencanaan pengembangan sistem
Aktifitas ini merupakan aktifitas awal atau siklus awal dari siklus analisis sistem
dengan adanya permintaan oleh anggota atau pengurus atau manajemen Kopma Unisba
untuk mengembangkan sistem informasi akuntansi kepada analis dan desainer sistem.
Maka langkah ini ditindaklanjuti oleh analis sistem dalam langkah-langkah berikut ini:
1. Analis mengadakan pertemuan dengan orang-orang yang berperan seperti
pengurus yang bertindak sebagai manajer pengguna (user manager) dan
karyawan yang bertindak sebagai pengguna akhir (end user) untuk mendapatkan
informasi mengenai sistem bisnis dan sistem informasi yang dijalankan.
2. Analis sistem melakukan survei untuk mengumpulkan dan mengamati
dokumentasi yang menggambarkan jalannya sistem bisnis dan sistem informasi
Kopma unisba.
3. Analis sistem menghasilkan hasil analisis berupa permasalahan, peluang, dan
batasan yang ada dalam pengembangan sistem yang akan dijalankan..
3.2.2 Mempelajari dan menganalisis sistem bisnis dan sistem informasi dijalankan
a. Membuat pemodelan sistem yang ada
Untuk mempelajari sistem bisnis dan sistem informasi yang dijalankan, maka
harus dibuat terlebih dahulu pemodelan sistem yang dijalankan. Untuk melakukan ini,
analis memerlukan peranan pengurus dan karyawan khususnya bagian administrasi dan
keuangan. Peranan pengurus dan karyawan untuk memudahkan analis dalam
mengumpulkan informasi dan dokumentasi mengenai sistem yang dijalankan di Kopma
Unisba.
Aktifitas ini dapat dilakukan setelah adanya persetujuan dari pengurus dan
pengawas supaya proyek ini dilanjutkan oleh analis sistem. Input untuk melakukan
kegiatan ini adalah scope statement.
Adapun langkah-langkah analis dalam membuat pemodelan sistem yang ada:
1. Mengamati scope statement yang telah dihasilkan.
2. Mengumpulkan fakta dan informasi tentang sistem yang ada.
3. Menggambarkan model sistem yang ada dalam bentuk flowchart, data flow
diagram (DFD) dan bentuk model sistem lainnya.

34

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Keuangan Berbasis Teknologi


Informasi (Studi Pada Koperasi Mahasiswa Universitas Islam Bandung)

b. Menganalisis proses bisnis


Sama halnya dengan ketika menganalisis sistem untuk dibuatkan model
sistemnya, menganalisis proses bisnis pun memerlukan peranan karyawan dan pengurus
untuk memudahkan analis dalam memperoleh informasi sistem bisnis yang dijalankan.
Aktifitas ini dilakukan dengan memperoleh pemodelan sistem yang telah dihasilkan
oleh tahap sebelumnya.
Untuk menganalisis proses bisnis, analis melakukan langkah-langkah berikut ini:
1. Menyaring model proses yang ada, untuk mengambil proses bisnis yang
dilakukan dalam pengembangan sistem.
2. Melakukan analisis alur dan waktu respon.
3. Melakukan analisis biaya dan tambahan nilai.
c. Menganalisis permasalahan dan peluang
Aktifitas ini dimulai setelah penyelesaian fase survei dan dengan adanya
persetujuan dari pengurus dan pengawas untuk melanjutkan proyek. Input untuk
aktifitas ini yaitu problem statement.
Langkah-langkah yang dilakukan analis untuk melakukan aktifitas ini:
1. Mengamati problem statement
2. Mengumpulkan fakta dan informasi tentang permasalahan dan peluang dalam
sistem yang ada.
3. Melakukan analisis dan mendokumentasikan setiap permasalahan dan
peluang dimana hasilnya yaitu analisis sebab akibat.
d. Mendirikan tujuan dan batasan pengembangan sistem
Input untuk aktifitas ini adalah model sistem dan analisis sebab akibat. Langkahlangkah yang dilakukan analis dalam tahap ini:
1. Mengamati hasil analisis lingkup dan permasalahan dari aktifitas utama.
2. Menegosiasikan tujuan berorientasi-bisnis untuk memecahkan tiap
permasalahan dan memanfaatkan tiap peluang.
3. Memecahkan batasan-batasan yang mungkin membatasi kemampuan untuk
secara penuh mencapai tujuan. Dengan menggunakan empat kategori (waktu,
biaya, teknologi, dan kebijakan) untuk melakukan diskusi.
e. Menentukan kebutuhan dan prioritas bisnis
Aktifitas ini dimulai dengan adanya persetujuan dari pengurus dan pengawas
untuk melanjutkan proyek ke dalam fase definisi. Input kuncinya yaitu tujuan perbaikan
sistem dari fase studi. Seluruh informasi yang relevan dari fase studi harus tersedia
untuk referensi yang dibutuhkan. Dalam aktifitas ini hanya menghasilkan sebuah skema
requirements statement.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam aktifitas ini:
1. Memeriksa dan menyaring tujuan perbaikan sistem
2. Untuk tiap tujuan :
- Mengidentifikasi dan mendokumentasi kejadian bisnis atau input dimana
sistem harus merespon. Singkatnya menetapkan tiap kejadian atau input,
tetapi jangan tetapkan ini sebagai data yang spesifik dari input apapun.

35

Volume 10 No. 2, Nopember 2013 : 31 -52

Mengidentifikasi dan mendokumentasikan kebijakan bisnis khusus,


pemrosesan, atau keputusan apapun yang harus dibuat untuk merespons
dengan cukup untuk tiap kejadian dan input.
- Mengidentifikasi dan mendokumentasikan output bisnis normal atau
respon kepada kejadian atau input bisnis yang disebut tadi diatas.
- Mengidentifikasi dan mendokumentasikan informasi apapun yang harus
dihasilkan atau dibuat.
3. Membandingkan tujuan perbaikan sistem dan kebutuhan terhadap problem
statement yang asli dari fase studi.
f. Pemodelan kebutuhan sistem bisnis
Aktifitas ini biasanya dimulai dengan adanya penyelesaian dari skema
requirements statement. Langkah-langkah berikut ini dilakukan untuk menyelesaikan
aktifitas ini :
1. Memeriksa tujuan perbaikan sistem dan skema requirements statement.
2. Mengumpulkan atau dapatkan model sistem apapun yang mungkin telah
dikembangkan dalam proyek utama.
3. Jika teknologi CASE yang layak tersedia, mempertimbangkan keahlian
tehnik berkebalikan database yang ada atau aplikasi ke dalam model sistem
fisik. Kemudian mewujudkan model fisik tersebut ke dalam model sistem
logikal yang bersahabat dangan bisnis.
4. Menggambarkan model antarmuka. Model antarmuka membangun ruang
lingkup dan batasan untuk keseluruhan proyek.
5. Mempraktekkan analisis terstruktur:
- membangun dan periksa model proses
- membangun dan periksa model data
- mengsinkronisasikan model proses dan data. Sinkronisasi itu
memastikan bahwa model tersebut konsisten dan cocok dengan yang
lain.
- membangun dan memeriksa model distribusi.
6. Mempraktekkan keahlian tehnik informasi:
- membangun dan memeriksa model data.
- membangun, memeriksa, dan mengsinkronisasikan model proses
- membangun dan memeriksa model distribusi.
7. Mempraktekkan analisis berorientasikan objek:
- mengidentifikasi penggunaan CASES. Penggunaan CASES metode
objek yang menghubungkan objek dengan kejadian bisnis yang sudah
lazim.
- membangun dan memeriksa beberapa standar model objek yang ada
3.3

Metode Perancangan Sistem


a. Menentukan solusi kandidat
Aktifitas ini dimulai dengan adanya persetujuan dari pemilik sistem untuk
melanjutkan proyek ke desain sistem. Input kuncinya yaitu skema kebutuhan bisnis
yang ditentukan selama analisis sistem, spesifikasi hardware dan software dari beragam

36

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Keuangan Berbasis Teknologi


Informasi (Studi Pada Koperasi Mahasiswa Universitas Islam Bandung)

sumber seperti pemasok dan penyerahan pelanggan, dan arsitektur teknologi yang
disetujui.
Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan untuk menyelesaikan aktifitas ini:
1. Mengamati skema kebutuhan bisnis dalam fase definisi dari analisis sistem.
2. Mengamati arsitektur teknologi untuk menentukan standar hardware dan
software yang diperlukan untuk tiap solusi kandidat.
3. Memikirkan solusi alternatif yang memenuhi kebutuhan bisnis. Kemudian
identifikasi solusi yang utama disarankan untuk fase desain.
4. Melakukan penelitian spesfikasi tehnikal yang memperinci karakteristik tiap
solusi kandidat.
b. Analisis kelayakan dari solusi alternatif
Aktifitas ini dimulai dengan adanya penentuan dari satu atau lebih solusi
kandidat. Untuk mengadakan analisis kelayakan, biaya hardware dan software yang
berasal dari referensi pelanggan dibutuhkan.
Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan untuk menyelesaikan aktifitas ini
1. Memperoleh seluruh informasi biaya untuk tiap produk.
2. Mendiskusikan solusi kandidat dengan pengurus dan karyawan pengguna
sistem untuk memperoleh perasaan bagaimana menerima dengan baik solusi
dari perspektif mereka.
3. Memperoleh umpan balik dari pelanggan yang memiliki atau telah
menggunakan produk hardware dan software.
4. Menentukan apakah ukuran ekonomi yang digunakan untuk melakukan
analisis kelayakan biaya-manfaat.
5. Mengevaluasi tiap solusi kandidat secara independen untuk kelayakan
operasional, teknikal, ekonomi, dan penjadwalan. Mendokumentasikan
analisis untuk tiap solusi kandidat.
c. Merekomendasikan sebuah solusi sistem
Aktifitas ini dimulai dengan adanya penyelesaian analisis kelayakan atas semua
solusi kandidat. Input kunci untuk aktifitas ini termasuk rencana proyek, estimasi
ukuran, solusi kandidat, dan penyelesaian analisis kelayakan
Langkah-langkah dalam aktifitas ini:
1. Mendirikan penimbangan untuk diberikan kepada tiap kriteria kelayakan.
2. Mengurutkan kandidat dan tentukan kandidat dengan urutan kriteria
kelayakan keseluruhan yang terbaik.
3. Mempersiapkan sebuah proposal sistem tertulis formal yang berisikan analisis
dan rekomendasi.
4. Mempersiapkan dan mempresentasikan sebuah rekomendasi secara oral
kepada pengurus dan pengawas
d. Meneliti Kriteria dan Pilihan Teknikal
Aktifitas ini dimulai dengan adanya persetujuan pemilik sistem atas proposal
sistem yang membutuhkan software dan hardware yang baru. Input kunci dari aktifitas
ini adalah kebutuhan hardware dan software yang dibangun dalam fase konfigurasi.

37

Volume 10 No. 2, Nopember 2013 : 31 -52

Analis juga akan memeperoleh fakta produk dan pemasok tambahan dari bermacam
sumber.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam aktifitas ini:
1. Melakukan penelitian untuk mendapatkan fakta yang penting mengenai
produk dan pemasok hardware dan software. Dengan hati-hati menyaring
bermacam sumber yang mungkin digunakan.
2. Menentukan pemasok potensial dari dimana produk mungkin diperoleh.
Langkah ini mungkin menjadi pilihan jika perusahaan memiliki komitmen
atau kontrak untuk memperoleh produk yang dapat dipercaya dari sumber
yang khusus.
3. Memeriksa penemuan produk, penjual dan pemasok.
e. Membentuk Kebutuhan Integrasi
Input dari aktifitas ini adalah spesifikasi hardware dan software dari produk
pemasok. Langkah-langkah berikut ini dilakukan untuk menyelesaikan aktifitas
ini:
1. Mengumpulkan dan mengamati spesifikasi hardware dan software produk
pemasok.
2. Mengamati model data dan proses sistem yang baru untuk menemukan
bagaimana produk pemasok akan bekerja dengan baik ke dalam skema
keseluruhan dari sistem yang baru.
3. Meninjau kembali model data dan proses untuk menggambarkan integrasi
atau dampak dari produk yang baru.
f. Analisis dan Distribusi Data
Input kunci dari aktifitas ini adalah model data yang ada dari analisis sistem.
Langkah dalam aktifitas ini yaitu:
1. Mengumpulkan model data dan proses yang ada yang telah dikonstruksi
selama analisis sistem.
2. Melakukan analisis dan normalisasi data atas model data.
3. Menentukan bagaimana data akan didistribusikan melalui lokasi jika sistem
memiliki lokasi yang berbeda.
4. Melakukan analisis kejadian atas tiap item data atas model data.
5. Memperbaiki model yang berdampak untuk menggambarkan kejadian dan
kondisi bisnis yang baru jika model proses diselesaikan sebelumnya.
g. Analisis dan Distribusi Proses
Input kunci dari aktifitas ini meliputi diagram model data yang ada, detail
mengenai solusi target, dan model proses. Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan
untuk menyelesaikan aktifitas ini :
1. Mengumpulkan dan mengamati model data dan proses yang ada.
2. Menentukan proses penting yang mana yang akan diimplementasikan dalam
proses komputer dan mana yang manual.
3. Mendirikan proses komputer kumpulan versus on-line berdasarkan atas
kebutuhan waktu respon,.
4. Menguraikan sistem yang baru ke dalam unti desain yang terpisah.
38

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Keuangan Berbasis Teknologi


Informasi (Studi Pada Koperasi Mahasiswa Universitas Islam Bandung)

5. Mengembangkan diagram topologi jaringan untuk mendokumentasikan lokasi


atau geografi sistem.
6. Mendistribusikan data dan proses ke lokasi tersebut. Dokumentasikan
keputusan ini dalam diagram arus data unit desain.
7. Menggunakan teknologi untuk unit desain. menggunakan teknologi yang
disetujui dalam fase desain, gunakan teknologi yang pantas untuk unit desain
yang berbeda.
h. Desain Database
Input kunci dari aktivitas ini adalah unit desain database. Langkah-langkah
berikut ini dilakukan untuk menyelesaikan aktifitas ini.
1. Mengumpulkan dan mengamati kebutuhan untuk unit desain database
2. Mendesain skema logikal untuk database. Sebuah skema adalah model
struktural untuk database. Ini merupakan gambar atau peta dokumen dan
relasi untuk diimplementasikan oleh database.
3. Membuat prototipe database (jika dibutuhkan). Prototipe database seharusnya
dengan cepat dibuat, diisi dengan data tes dan dites.
i. Desain Output dan Input Komputer.
Input kunci untuk aktifitas ini adalah kebutuhan desain input dan output yang
ditetapkan selama analisis sistem. Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan dalam
aktifitas ini :
1. Mengumpulkan dan mengamati kebutuhan desain input dan output.
2. Menentukan metode dan medium untuk tiap input dan output.
3. Membuat prototipe input dan output. Dengan bebas, dan meskipun tidak
umum, mendokumentasikan kertas tradisional dapat mengganti atau
melengkapi prototipe.
j. Desain Antarmuka Pengguna Langsung
Input kunci untuk aktifitas ini adalah kebutuhan desain antarmuka yang
ditentukan selama analisis sistem. Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan untuk
menyelesaikan aktifitas ini:
1. Mengumpulkan dan mengamati spesifikasi desain input dan output.
2. Mempelajari karakteristik kebiasaan karyawan pengguna sistem.
3. Memeriksa standar desain antarmuka jika ada.
4. Membuat prototipe antarmuka pengguna pastikan untuk melibatkan
karyawan pengguna sistem
4.
Hasil Analisis dan Perancangan Sistem
4.1. Hasil Tahap Analisis Sistem
a. Survey permasalahan
Permasalahan umum yang ada:
1. Pelaksanaan sistem informasi akuntansi yang masih manual (tidak
terintegrasi).
2. SIA yang dijalankan tidak berjalan secara efektif dan efisien.
3. Akurasi data yang dihasilkan sangatlah minim.
39

Volume 10 No. 2, Nopember 2013 : 31 -52

4. Waktu yang digunakan untuk menyelesakan laporan keuangan sangatlah


lama.
5. Tingkat kesalahan dalam pengerjaan laporan keuangan sangatlah tinggi.
6. Tidak adanya proteksi untuk masuk ke dalam sistem, sehingga orang yang
tidak bertanggungjwab dapat masuk ke dalam sistem dan melakukan
tindakan-tindakan yang tidak diinginkan
b. Pemodelan Sistem yang Ada
Analisis Model Input Sistem

Analisis Permasalahan:
1. Ketika melakukan pengentrian jurnal, user harus mengentri antara kode ref
dan nama jurnal. Hal ini meningkatkan risiko kesalahan ketika mengentri
jurnal dan tidak efisien dalam hal waktu.
2. Secara kontrol sangat berisiko tinggi, karena jumlah debet dan kredit tidak
ada tampilan secara khusus apakah saldo jurnal antara debet dan kredit telah
dalam kondisi balance (seimbang).

40

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Keuangan Berbasis Teknologi


Informasi (Studi Pada Koperasi Mahasiswa Universitas Islam Bandung)

Analisis Model Proses Sistem:

Analisis Permasalahan :
- Buku besar merupakan data yang harus dientri kembali oleh user setelah
mengentri jurnal yang disebut masih menggunakan proses manual. Hal ini
tidaklah efektif dan efisien dalam operasional karena mengakibatkan
kesalahan laporan dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan
laporan.
Analisis Model Output Sistem

Analisis Permasalahan :
1. Laporan yang ditampilkan di laporan laba rugi tersebut sangat kurang
informatif bagi pembaca laporan keuangan, karena minimnya sistematika
41

Volume 10 No. 2, Nopember 2013 : 31 -52

tampilan laporan yang dapat membantu pembaca untuk menganalisis lebih


dalam laporan laba rugi tersebut.
2. Angka yang ditampilkan di laporan ini merupakan hasil dari pengentrian
ulang user setelah melakukan pengentrian jurnal dan buku besar. Hal ini
berakibat tidak akuratnya data yang dihasilkan.
3. Minimnya bentuk laporan laba rugi, sehingga kurang dapat menggambarkan
kondisi riil operasional.
4. Laporan laba rugi ini tidak menampilkan form khusus untuk koreksi fiksal
yang nantinya akan digunakan untuk penghitungan PPh.
c. Analisis Proses Bisnis
Proses Penjualan :
Bagian yang terlibat Divisi Usaha dan Adm. & Keuangan
File-file yang digunakan Print Out Cash Register (POCR), Bukti Kas Masuk
(BKM), dan Buku Besar Penjualan (BBP)
Narasi:
Divisi Usaha:
1.
Setiap divisi usaha pada jam penyetoran menyiapkan Print Out Cash
Register beserta uang pendapatan per shift-nya.
Adm & Keuangan:
1.
Karyawan adm. & keuangan melakukan penagihan ke setiap divisi
dengan meminta bukti pendapatan per shift berupa Print Out cash
register (untuk mini market, mini caf, dan toserba) atau rekapitulasi
pendapatan (untuk wartel) yang dihitung kembali dengan uang
pendapatan yang akan disetorkan.
2.
Uang yang disetorkan disimpan di kantor adm. dan disiapkan Bukti Kas
Masuk (BKM) 3 rangkap untuk dijurnal sebagai pendapatan dan
diposting ke Buku Besar Pendapatan.
3.
BKM diarsipkan di adm. dan 1lembar lainya diarsipkan ke setiap divisi.
Berikut ini gambar flowchart yang mengambarkan alur dokumen mulai dari
transaksi hingga pembuatan jurnal penjualan :
Divisi Usaha

Adm & Keuangan

START

POCR

POCR
BKM 1

BKM 2

42

2
L/K

FINISH

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Keuangan Berbasis Teknologi


Informasi (Studi Pada Koperasi Mahasiswa Universitas Islam Bandung)

KETERANGAN:
1.
Karyawan divisi mempersiapkan dan mencocokkan uang setoran sesuai
dengan POCR untuk disetorkan ke karyawan Adm. & Keuangan.
2.
Karyawan Adm. & Keuangan membuat Bukti Kas Masuk.
3.
Karyawan Adm. & Keuangan menjurnal untuk Laporan Keuangan
Proses Pembelian:
Bagian yang terlibat:
1.
Divisi usaha
2.
Adm & keuangan
File-file yang dibutuhkan:
1.
Order Pembelian (OP)
2.
Anggaran pembelian (AP)
3.
Bukti Kas Keluar (BKK)/ Voucher Jurnal
4.
Faktur pembelian (FaP)
5.
Buku Besar Pembelian (BBP)
Narasi:
Divisi Usaha:
1.
Dalam menyiapkan pembelian atau belanja kadiv usaha menyiapkan
Order pembelian. Untuk pembelian dibawah sejuta rupiah kadiv
menyiapkan order pembelian untuk diserahkan kepada supplier
(pemasok), untuk pembelian diatas sejuta rupiah kadiv menyiapkan
anggaran pembelian untuk diserahkan ke adm. untuk diotorisasi pihak
yang
berhak
(Rp.1.000.000-Rp..5.000.000
Manajer
Usaha;
Rp.5.000.000-Rp.10.000.000 Manajer Keuangan; > Rp.10.000.000
Direktur).
Adm & Keuangan:
1.
Anggaran pembelian yang diserahkan oleh kadiv wartel diproses oleh
karyawan Adm. untuk diotorisasi.
2.
Setelah disetujui dan diotorisasi oleh manajemen sesuai kebijakan
otorisasi, angaran pembelian beserta uang diberikan ke kadiv.
Divisi Usaha:
1.
Setelah mendapatkan persetujuan dan uang, kadiv membuat order
pembelian untuk memesan barang yang dibutuhkan ke pihak supplier
(pemasok).
2.
Setelah mendapatkan barang disertai Faktur Pembelian, barang yang
diterima diperiksa kembali sesuai dengan Order Pembelian, kemudian
Faktur Pembelian diserahkan ke Adm.
Adm & Keuangan:
1.
Faktur belanja yang diterima dari kadiv usaha disiapkan untuk membuat
Bukti Kas Keluar (BKK) 3 rangkap untuk mencatat jurnal pembelian dan
diposting ke Buku Besar Pembelian, dimana 1 rangkap diberikan ke
divisi usaha untuk diarsip dan 2 rangkap lainnya diarsipkan di Adm.
Gambar berikut ini untuk menggambarkan alur dokumen proses pembelian di
KOPMA UNISBA mulai dari transaksi hingga ke pencatatan jurnal pembelian :
43

Volume 10 No. 2, Nopember 2013 : 31 -52

Divisi Usaha

Administrasi dan Keuangan


1

START

AP

< Rp.1.000.000

AP

> Rp.1.000.000
AP
AP

2
FaP

3
BKK 1

OP

PEMASOK
5
BARAN
G

FaP

BKK 2

L/K

Finish

Keterangan:
1.
Kadiv mempersiapkan Order Pembelian di berikan otorisasi sesuai
jumlah pembelian (< Rp.1.000.000 kadiv;Rp.1.000.000-<Rp.5.000.000
oleh Manajer Usaha;Rp.5000.000-Rp.10.000.000 oleh Manajer
Keuangan;>Rp10.000.000 oleh Direktur)
2.
Karyawan Adm. Mempersiapkan Form Pembelian untuk diisi sesuai
permintaan pembelian dan diotorisasi sesuai jumlah pembelian serta
mempersiapkan uang.
3.
Kadiv menyiapkan Order Pembelian

44

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Keuangan Berbasis Teknologi


Informasi (Studi Pada Koperasi Mahasiswa Universitas Islam Bandung)

4.
5.

Karyawan Adm. menerima faktur pembelian untuk dijurnal ke dalam


Laporan Keuangan
Karyawan Adm. mencatat jurnal umum.

4.1.3 Analisis permasalahan dan peluang


Permasalahan :
- Melihat dari proses bisnis, KOPMA UNISBA memiliki core bisnis
bertipe retail (barang eceran) dan juga memiliki sistem keuangan yang
terpusat dimana semua uang yang masuk dan keluar ke dan dari KOPMA
melalui bagian administrasi dan keuangan. Maka, berdasarkan analisis
permasalahan sebelumnya yaitu pembukuan yang dijalankan bagian
administrasi dan keuangan masih bersifat manual atau data yang dikelola
tidak bersifat terintegrasi.
Peluang
- Harus diciptakan sistem infomasi yang mampu menunjang hal tersebut,
yairu sistem informasi akuntansi yang dapat mengerjakan laporan
keuangan divisi dan pusat (total) dengan menggunakan teknologi
informasi yang dapat dijalnkan dengan efektif dan efisien
4.2.

Hasil Tahap Desain Sistem


a. Analisis dan Distribusi Data
Untuk menggambarkan data-data apa saja yang digunakan, dan baagaimana
hubungannya dengan data yang lain, maka dapat dijelaskan melalui gambar berikut ini :
Jurnal Umum
Nomor transaksi (primary key)
Tanggal transaksi
Nomor akun debet (foreign key)
Debet
Nomor akun kredit (foreign key)
Kredit

Bagan Perkiraan
Nomor Akun (primary key)
Kelompok Akun
Nama akun

Buku Besar
Nomor Akun (primary key)
Nomor transaksi
Tanggal transaksi
Keterangan Mutasi
Mutasi Debet
Mutasi Kredit

menghasilkan

Neraca Saldo
Nomor Akun (Primary Key)
Jenis Akun
Nama Akun
Saldo Awal
Mutasi periode berjalan
Saldo Akhir

menghasilkan

Perhitungan Hasil Usaha


Nomor Akun (Primary Key)
Jenis Akun
Nama Akun
Mutasi periode berjalan

45

Volume 10 No. 2, Nopember 2013 : 31 -52

b. Analisis dan Distribusi Proses


Sebelum bisa masuk ke dalam sistem, user harus memasukkan nama, jabatan,
dan password sesuai dengan otorisasi masing-masing. Hal ini untuk memberikan
proteksi terhadap sistem dan data.
Berikut ini gambar menggambarkan desain login utama ketika user masuk ke
dalam sistem:

Gambar berikut ini menggambarkan desain proses ketika user telah masuk ke
dalam sistem setelah melakukan login:

46

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Keuangan Berbasis Teknologi


Informasi (Studi Pada Koperasi Mahasiswa Universitas Islam Bandung)

c. Desain Input dan Output


Desain Input Login Utama:
Tampilan desain login utama yang digambarkan pada gambar muncul ketika user ingin
masuk ke dalam sistem. User harus memasukkan nama, jabatan, dan password sehingga
user bisa masuk ke dalam sistem.
NAMA

JABATAN

PASSWORD

MASUK

BATAL

Desain Login Karyawan Administrasi dan Keuangan


JURNAL UMUM

KEMBALI

BUKU BESAR

LAPORAN KEUANGAN

Desain Login Manajer Administrasi dan Keuangan


AKUN REFERENSI

KEMBALI

BUKU BESAR

LAPORAN KEUANGAN

47

Volume 10 No. 2, Nopember 2013 : 31 -52

Desain Login Staff Administrasi dan Keuangan


BUKU BESAR

KEMBALI

LAPORAN KEUANGAN

Desain Login Pengawas KOPMA UNISBA


LAPORAN KEUANGAN

KEMBALI

Keunggulan dibandingkan sistem yang lama :


1. Sistem ini mampu melakukan proteksi atau perlindungan terhadap sistem
atau data yang tersimpan dalam sistem, karena untuk memasuki sistem
pengguna harus memasukkan data nama, jabatan, dan password terlebih
dahulu. Jika tidak memiliki wewenang dalam menjalankan sistem maka
orang yang tidak berkepentingan tidak bisa masuk ke dalam sistem.
2. Secara tampilan lebih memudahkan pengguna untuk memilih fungsi yang
akan digunakan, karena didesain dengan tombol menu pilihan untuk
memilih fungsi yang akan dimasuki
Desain Input Bagan Perkiraan :
Gambar berikut menggambarkan desain input bagan perkiraan. Dalam tampilan ini user
dapat memasukkan akun baru, mengedit akun, dan menghapus akun.

Keunggulan dibandingkan sistem lama:


1.
Input bagan perkiraan tidak terdapat pada sistem yang lama, sehingga
untuk sistem yang baru dapat memasukkan, mengedit, dan menghapus
akun secara terintegrasi.
2.
Dengan adanya fungsi ini, maka untuk penggunaan akun di dalam sistem
akan bersumber dari input ini.

48

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Keuangan Berbasis Teknologi


Informasi (Studi Pada Koperasi Mahasiswa Universitas Islam Bandung)

Desain Input Jurnal Umum:


Gambar berikut menggambarkan tampilan desain input jurnal umum. Tampilan
tersebut dapat berfungsi membuat jurnal, mengedit, dan melakukan preview terhadap
jurnal-jurnal harian yang telah masuk.
Nomor transaksi

Tanggal

Nomor ref. Akun (D)

Debet

Nomor ref. Akun (K)

Kredit

Keterangan

Transaksi Baru

EDIT

PREVIEW

TUTUP

Jika jurnal yang dimasukkan salah seperti nomor transaksi yang berulang, nomor
referensi yang salah, atau jumlah angka pada kolom debet dan kredit yang dimasukkan
tidak balance maka tampilan gambar di bawah akan muncul. Maka user harus
memperbaiki jurnal atau batal membuat jurnal.
Nomor transaksi

Tanggal

Nomor ref. Akun (D)

Debet

Periksa lagi....!!!

Jurnal yang anda masukkan salah.....!!!!


BATAL
Nomor ref. Akun (K) COBA
: LAGI
Kredit

Keterangan

Transaksi Baru

EDIT

PREVIEW

TUTUP
49

Volume 10 No. 2, Nopember 2013 : 31 -52

Keunggulan dibandingkan sistem yang lama:


1.
Tampilan dalam sistem ini memudahkan pengguna untuk mengentri data,
karena sistem ini melakukan entri data ke dalam border khusus
pengentrian data. Tidak seperti sistem yang lama, pengguna harus
memasukkan jurnal ke dalam tabel.
2.
Secara kontrol sistem ini membantu dalam mengurangi kesalahan dalam
pengentrian jurnal, karena ketika ada data yang salah dimasukkan seperti
yang diuraikan di atas maka sistem akan menolak memasukkan data dan
meminta pengguna untuk mengulang memasukkan jurnal.
3.
Sistem ini juga mempermudah pengguna untuk masuk ke sistem lain
dengan meng-klik tombol yang ada apakah mau masuk ke preview jurnal
atau pindah ke fungsi lain dengan menutup interface jurnal umum.
Desain Output
Desain Output Neraca
Gambar berikut menggambarkan desain Laporan Neraca. Dalam tampilan ini
pengguna dapat membaca informasi neraca yang dapat dibandingkan antara saldo awal,
mutasi, dan saldo akhir. Pengguna bisa melakukan print dengan meng-klik tombol print.

Keunggulan dibandingkan sistem lama:


1.
Neraca yang ditampilkan informatif, karena neraca yang ditampilkan
memiliki neraca pembanding, yakni neraca saldo tahun kemarin (saldo
awal) dan saldo akhir beserta mutasinya.
2.
Angka yang ditampilkan di neraca melalui proses integrasi data, jadi data
yang ditampilkan bukanlah hasil pengentrian ulang oleh pengguna
seperti ketika menggunakan sistem yang lama.
Gambar di bawah menggambarkan laporan laba rugi divisi. Secara optional juga dapat
ditampilkan laba rugi total (seluruh divisi).

50

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Keuangan Berbasis Teknologi


Informasi (Studi Pada Koperasi Mahasiswa Universitas Islam Bandung)

5.
Simpulan dan Saran
5.1. Simpulan
Hasil yang didapatkan setelah melakukan analisis dan desain yaitu sebuah
program sistem informasi akuntansi yang mampu menunjang kebutuhan sistem
informasi akuntansi pelaporan keuangan KOPMA UNISBA. Adapun kelebihan atau
keunggulan sistem yang dihasilkan dibandingkan dengan sistem yang lama yaitu :
1. Proteksi dan perlindungan terhadap sistem dan data menjadi lebih terjamin
dan aman karena untuk masuk ke dalam sistem terdapat proteksi login.
2. Proses input jurnal hingga menjadi laporan keuangan tidak memakan waktu
yang lama karena input jurnal langsung secara komputerisasi menjasi laporan
keuangan.
3. Data laporan keuangan yang dihasilkan memiliki tingkat akurasi yang baik
jika dibandingkan dengan sistem yang lama.
5.2.

Saran dan Keterbatasan


Untuk dapat menjalankan hasil desain sistem yang baru tersebut, maka
yang perlu dilakukan oleh pihak KOPMA UNISBA yaitu :
1.
Pelatihan terhadap karyawan, pengurus serta pengawas keuangan
mengenai sistem yang baru. Sehingga dapat membantu dalam operasional
pelaksanaan sistem yang baru.
2.
Perlu penyesuaian perangkat hardware komputer untuk menunjang
sistem aplikasi yang baru dengan spesifikasi minimal sebagai berikut :
51

Volume 10 No. 2, Nopember 2013 : 31 -52

a.
b.
c.
d.
e.

Pentium III
Ruang harddisk kosong 1 giga byte
RAM minimal 256 MB
Sistem operasi menggunakan windows XP
Software pendukung : Microsoft Excel 2007 dan Microsoft Acces 2007

Daftar Pustaka
Boockhold. J.L, David.1995. Accounting Information System, Revised Edition. London:
Prentice Hall
Hall, James A. 2005. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Revisi. Jakarta: Mitra
Kencana Media
Ikatan Akuntan Indonesia. 2004. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta : Salemba
Empat.
Jogiyanto. 2007. Analisis dan Desain Sistem Informasi, Edisi Revisi. Yogyakarta:
Penerbit Andi.
Hartanto. 2002. Akuntansi Keuangan Menengah. Buku I. Yogyakarta: BPFE
Yogyakarta.
Ikatan Akuntan Indonesia. 1995. Standar Akuntansi Keuangan, Volume I. Jakarta:
Salemba Empat.
Krismiaji.2005. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi kedua. Jakarta : UPP AMP YKPN
Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi.Edisi 3. Jakarta: Salemba Empat.
Susanto, Azhar.2007. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi Perdana. Bandung: Lingga
Jaya
Biodata Penulis :
Muhammad Anggionaldi., SE. adalah, Dosen Tetap Jurusan Akuntansi pada Fakultas
Ekonomi Unjani

52

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Keuangan Berbasis Teknologi


Informasi (Studi Pada Koperasi Mahasiswa Universitas Islam Bandung)

Biodata
Nama Lengkap
Nama Panggilan
Tempat, Tanggal Lahir
Alamat

:
:
:
:

Agama
Jenis Kelamin
Nama Ayah
Nama Ibu
Alamat Orang Tua
Status
Hobi
Golongan Darah
Riwayat Pendidikan

:
:
:
:
:
:
:
:
:

Riwayat Organisasi

Muhammad Anggionaldi
Anggi
Palembang, 05 Desembar 1986
Jl. Cemara H-21 Komplek Bumi Adipura
Gedebage Bandung
Islam
Laki-laki
Suliadi
Mardiyanti
Jl. Baung 1 No. 5 Blok E Sako Pusri Palembang
Belum Kawin
Bermain Sepak Bola
O
1. TK YSP Pusri di Palembang, Lulus Tahun
1992
2. SD 1 YSP PUSRI di Palembang, Lulus Tahun
1998
3. SLTP YSP PUSRI di Palembang, Lulus Tahun
2001
4. SMU Negeri 5 di Palembang, Lulus Tahun
2004
5. Program Studi Akuntansi, Masuk Tahun
2004
1. Panitia Pendidikan dan Latihan Dasar
Koperasi (Diklatsarkop) XVI Koperasi
53

Volume 10 No. 2, Nopember 2013 : 31 -52

2.
3.
4.
5.

54

Mahasiswa Universitas Islam Bandung,


2005.
Panitia PPMB, 2005, Anggota Sekre.
Pengurus Kopma Unisba 2006-2007, Staff
Keuangan.
Pengawas Kopma Unisba 2007-2008,
Anggota.
Pengurus Kopma Unisba 2008-2009,
Manajer Administrasi dan Keuangan.

Beri Nilai