Anda di halaman 1dari 11

MATA KULIAH

: TERMODINAMIKA KEBUMIAN

DOSEN

: Dr. Imran Hilman

TUGAS KE -

:2

KELOMPOK

:1

Soal:
Halaman 49-50, (Zemansky Mark . W, Dittman Richard H. 1986. Kalor dan Termodinamika.
Bandung. ITB)

2.3

Persamaan keadaan hampiran gas nyata pada tekanan sedang mempunyai bentuk Pv =
R (1+B/v), dengan R tetapan dan B fungsi dari saja. Tunjukkan bahwa :
v +B+

a)

1
=

b)

1
p

2.4

( dBd )

v +2 B
.

1
1+ BR / Pv 2

logam yang kemuaian volumnya 5,0 x 10 -5 K-1 dan ketermampatan isotermnya 1,2 x 10-11
Pa ada pada tekanan 1 x 105 Pa dan temperatur 200C. logam ini dilingkungi secara pas
oleh invar tebal yang kemuaian dan ketermampatannya dapat diabaikan.

a) berapakah tekanan akhir jika temperatur dinaikkan 320C ?


b) b). jika lengkungan penutup dapat menahan tekanan maksimum 1,2 x 10 8 Pa, berapakah
temperatur tertinggi sistem itu?
2.5

Suatu balok logam yang sama seperti dalam soal 2.4 pada tekanan 1 x 10 5 Pa, volum 5
liter, dan temperatur 200C mengalami kenaikan temperatur 12 derajat dan pertambahan
volum 0,5 cm3. Hitunglah tekanan akhirnya.

2.6

a) Ungkapkan kemuaian volum dan ketermampatan isoterm, nyatakan dalam kerapatan


dan turunan parsialnya.

b) Jabarkan persamaan
dV
V

2.7

dP.

Kemuaian termal dan ketermampatan cairan oksigen diberikan dalam tabel berikut ini.
Gambarkan grafik yang memperlihatkan bagaimana ( P/ v

bergantung pada

temperatur.
,K

,10-3,

60

65

70

75

80

85

90

3,48

3,60

3,75

3,90

4,07

4,33

4,60

0,95

1,06

1,20

1,35

1,54

1,78

2,06

K-1
, 10-9

Pa-1

2.8

Kemuaian dan ketermampatan air diberikan dalam tabel berikut ini. Gambarlah grafik
yang menunjukkan bagaimana ( P/ v

bergantung pada temperatur. Jika air

dipertahankan pada volum tetap dan temperaturnya terus dinaikkan, apakah tekanannya
terus bertambah tanpa batas ?
t, 0C

2.9

, 10-3, K-1

0
0,07

50
0,46

100
0,75

150
1,02

200
1,35

250
1,80

300
2,90

, 10-9 Pa-1

0,51

0,44

0,49

0,62

0,85

1,50

3,05

Pada temperatur kritis ( P/ T

= 0. Tunjukkan bahwa pada titik kritis, kemuaian

volum dan ketermampatan menjadi tak berhingga.

Jawaban:
PV = R ( 1 +

2.3

R (1+
V=

B
)
V

P
R (

V=

B
saja.
V ) , B adalah Fungsi

v+ B
)
V
P

R V + R B
VP

.(i)

V /
Mencari

RB /VP
=
R V / VP+

R/ p R/ p B B / V R
+
. +
.
=

R R B 1 R B
+ . + .
+
P P V V P

R R 1 R B
+ + .
+
P P V P

R 1 R B
+ .
+
=
P V P

R
B B
1+ + .
=
P
V V

1 B
V , sehingga:

1
R+ RB R
B B
=
1+ + .
VP
P
V V

( [

])

( [

])

VP
R
B B
1+ + .
V V
R (V +B) P

V
B B
1+ + .
(V + B)
V V

Untuk

V +B+ +
V +B

2.4

k=

V
B
1
P(V + B)
V

k=

V +B
P(V + B)

k=

1
P

Dik:
=

5,0 x 105 K 1

=1,2 x 1011 Pa

Pi = 1 x 105 Pa
= 200C
Dit:
a) Pf jika dinaikkan jadi 320C
b)
Jawab:

tertinggi jika P maks 1,2 x 108 Pa

a) Pf Pi =

( f i

5,0 x 105 K1 . ( 305293 ) K


=1,2 x 1011 Pa

= 6 x 10-4/1,2 x 10-11
= 5 x 107 Pa
Pf = 5 x 107 Pa + 1 x 105 Pa
= 500 x 105 Pa + 1 x 105 Pa
= 501 x 105 Pa
= 5,01 x 107 Pa
Jadi, tekanan akhirnya adalah 5,01 x 107 Pa

b).

Pf Pi =

( f i

= 5x10-5 / 1,2 x 10-11 .

1200 x 105 1 x 105 = 5x10-5 / 1,2 x 10-11 .

1,2 x 108 1 x 105

1199 x 105

= 4,17 x 106 .

= 1199 x 105 / 41,7 x 105

= 28,750C


1
P=
.V

.V

2.5

P=

5 10 5
1
.12
.5 104
11
11
1,2 10
1,2 10 .5

5 105 .12
1 104
P=

1,2 1011 1,2 1011

P=

2.6

5 10
5
=
107=4,16 107
11
1,2
1,2 10

(a)
(b) Untuk mencari

dV
=
V

d - dP dapat diperoleh dari persamaan perubahan

tekanan
infinitesimal yang diungkapkan dalam kuantitas fisis yaitu:

( P )

dP=

d +

( VP )

dV

d +

( VP )

dV

Sehingga:

( P )

dP=

dP =

d -

1
kV

dV

Kita kalikan kedua ruas dengan k agar k pada ruas sebelah kanan bisa hilang:

dP k

( d kV1 dV ) k

dP k

( d V1 dV )

dP k

( d dVV )

dP =

( k d dVV )

dV
=k dP d
V
Kita kalikan dengan negative (-) di kedua ruas:
dV
=k dP+ d
V
dV
= dk dP
V
2.7
3.48
=
K 0.95

= 3,66 x 106

(K)

x 106

3.60
=
K 1.06

= 3,40 x 106

3.75
=
K 1.20

= 3,13 x 106

3.90
=
K 1.35

= 2,89 x 106

3.66
3.4
3.14
2.89
2.64
2.44
2.23

60
65
70
75
80
85
90

4.07
=
K 1.54

= 2,64 x 106

4.33
=
K 1.78

= 2,44 x 106

4.60
=
K 2.06

= 2,23 x 106

Grafik (/ ) bergantung pada temperatur


4

3.66

3.4

3.14

2.89

2.64

2.44

2.23

/k 2
x 106
1
0
55

60

65

70

75

80

(K)

2.8
0.07
=
K
0.51

(oC)

x 106
= -0,14

-0.14
1.04
1.53
1.64
1.59
1.2
0.95

0
50
100
150
200
250
300

85

90

95

0.46
=
K 0.44

= 1,04

0.75
=
K 0.49

= 1,53

1.02
=
K 0.62

= 1,64

1.35
=
K 0.85

= 1,59

1.80
=
K 1.50

= 1,2

2.90
=
K 3.05

= 0,95

Grafik (/ ) bergantung pada temperatur


2

1.53

1.5

1.64

1.59
1.2

1.04

0.95

1
/k
x 106 0.5
-0.14
0
0
-0.5

50

100

150

200

250

(oC)

2.9

( VP )

=0

Kita dapat meninjaunya dari persamaan:

300

350

dV
V

= d dP

Ini artinya besar nilai

Karena

( VP )

( VP )

dV
V .

dV
V = d dP, maka

= d dP = 0. Dengan demikian besar nilai d = dP.

Secara matematis dapat dibuktikan sebagai berikut:

( VP )

= d dP

P
V

( )

( VP )

= ( a (b)

d
a

dP
b

Sehingga besar nilai ( - a) = ( b .

Beri Nilai