Anda di halaman 1dari 16

USAHA BELA NEGARA SEBAGAI

PELAJAR DALAM KEHIDUPAN SEHARI


HARI

Kelompok 3:
Agung Setiawan (03)
Annisya Rizkia Ifani (11)
Aurora Kencono Hanum (13)
Bagus Dwi Zufar (14)
Hanif K. H. (19)
Intan Azahra R. (21)
Kirana Herdinrodia (23)
Yulinda Istiqomah (42)

SMA Negeri 2 Cirebon


JL. Dr. Cipto Mangunkusumo no. 1

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. Wb.


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang karena anugerah dari-Nya atas
segala nikmat yang telah diberikan kepada penulis, baik kesempatan
maupun kesehatan, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah PKN
ini dengan baik. Salam dan salawat selalu tercurah kepada junjungan kita
baginda Rasulullah SAW, yang telah membawa manusia dari alam
jahiliyah menuju alam yang berilmu seperti sekarang ini.
Makalah PKN yang telah Penulis buat berjudul Usaha Bela Negara
Sebagai Pelajar Dalam Kehidupan Sehari-hari. Makalah ini dapat
hadir seperti sekarang ini tak lepas dari bantuan banyak pihak. Untuk itu
Penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada mereka yang telah berjasa
membantu penulis selama proses pembuatan makalah ini dari awal
hingga akhir.
Namun, Penulis menyadari bahwa makalah ini masih ada hal-hal yang
belum sempurna dan luput dari perhatian penulis. Baik itu dari bahasa
yang digunakan maupun dari teknik penyajiannya. Oleh karena itu,
dengan segala kekurangan dan kerendahan hati, kami sangat
mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca sekalian demi
perbaikan makalah ini kedepannya.
Akhirnya, besar harapan penulis agar kehadiran makalah PKN ini dapat
memberikan manfaat yang berarti untuk para pembaca. Dan yang
terpenting adalah semoga dapat turut serta memajukan ilmu pengetahuan.
Waalaikumsalam wr. wb

Daftar Isi
Kata pengantar.2
2

Daftar
isi.3
Bab 1 Pendahuluan
1.1 Latar belakang4
1.2 Perumusan masalah4
1.3 Tujuan....................4
Bab 2 Pembahasan
2.1 Pengertian bela Negara5
2.2 Pengertian bela Negara Indonsia.5
2.3 Landasan hukum bela Negara.6
2.4 Bentuk-Bentuk Usaha Pembelaan Negara..7
2.4.1 Pendidikan Kewarganegaraan..7
2.4.2 Pelatihan dasar kemiliteran..7
2.4.3 Pengabdian sebagai TNI..8
2.4.4 Pengabdian sesuai keahlian atau profesi.8
2.5 Partisipasi dalam Usaha Pembelaan Negara Sebagai Pelajar8
2.5.1 Bela Negara dalam Keluarga ..9
2.5.2 Bela Negara di Sekolah...9
2.5.3 Bela Negara dalam Masyarakat...9
2.5.4 Bela Negara di Bidang Lain10
2.5.5 Contoh tindakan usaha bela negara yang dilakukan

oleh seseorang sebagai pelajar10-11


2.6 Nilai-nilai yang terkandung dalam upaya bela Negara.11-12
2.7 Pentingnya Usaha Bela Negara.13
2.8 Fungsi Usaha Bela Negara....14-16
Bab 3 Penutup
3.1 Kesimpulan17
3.2 Saran17

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Masalah

Seperti yang kita ketahui, untuk mencapai kemerdekaan, Bangsa


Indonesia harus mengalami perjuangan yang amat panjang dan luar biasa
beratnya paling sedikit tiga setengah abad lamanya bangsa Indonesia
berjuang untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, dengan
korban yang luar biasa banyaknya. Itulah pengorbanan yang harus
diberikan dalam suatu perjuangan, yang pada akhirnya berhasil membawa
bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan.
Kemerdekaan yang telah kita miliki harus dijaga dan dipertahankan, jika
kita tidak ingin direbut kembali. Sebab, meskipun bangsa Indonesia telah
merdeka, bukan berarti terlepas dari segala bentuk ancaman, tantangan,
hambatan dan gangguan. Oleh karena itu, kita sebagai warganegara harus
menjaga keutuhan bangsa dan membela negara dari masalah apapun.
Usaha bela negara dapat dilaksanakan dalam berbagai bidang dan bentuk.
Bukan hanya dalam ancaman fisik, tetapi juga nonfisik. Bukan hanya
terhadap ancaman militer, tetapi juga ancaman nonmiliter.

1.2

Perumusan Masalah

1. Apa pengertian pembelaan Negara?


2. Apa saja landasan hukum bela Negara?
3. Apa saja bentuk-bentuk usaha pembelaan Negara?
4. Bagaimana partisipasi dalam usaha pembelaan Negara sebagai pelajar?
5. apa saja Nilai nilai yang terkandung dalam bela Negara?

1.3

Tujuan

1. Menyelesaikan tugas kelompok mata pelajaran PKN


2. Mengetahui pengertian pembelaan Negara dan bentuk bentuk usaha
pembelaan Negara
3. Menambah wawasan tentang bela negara indonesia
4. Memahami partisipasi sebagai pelajar terhadap bela Negara

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Bela Negara

Pembelaan negara atau bela negara adalah tekad, sikap dan tindakan
warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan yang
dilandasi oleh kecintaan pada tanah air serta kesadaran hidup berbangsa
dan bernegara.
Konsep bela negara dapat diartikan secara fisik dan non-fisik, secara fisik
dengan mengangkat senjata menghadapi serangan atau agresi musuh,
secara non-fisik dapat didefinisikan sebagai segala upaya untuk
mempertanankan Negara dengan cara meningkatkan rasa nasionalisme,
yakni kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan
terhadap tanah air, serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan
negara.

2.2

Pengertian Bela Negara Indonesia

Bela Negara menurut UU No 3 tahun 2002 adalah sikap dan perilaku


warga Negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945
dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara.
Bagi warganegara Indonesia, usaha pembelaan negara dilandasi oleh
kecintaan pada tanah air dan kesadaran berbangsa dan bernegara
Indonesia dengan keyakinan pada Pancasila sebagai dasar serta berpijak
pada UUD 1945 sebagai konstitusi negara. Wujud dari usaha bela negara
adalah kesiapan dan kerelaan setiap warganegara untuk berkorban demi
mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan negara serta persatuan dan
kesatuan bangsa Indonesia, keutuhan wilayah Nusantara dan yursidiksi
nasional, serta nilai-nilai pancasila dan UUD 1945.

2.3

Landasan hukum Bela Negara

Berikut ini adalah landasan hukum pembelaan Negara, antara lain:


a. Pembukaan UUD 1945 alinea IV
"Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah
negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
5

b.

kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut


melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu UndangUndang Dasar negara Indonesia
UUD 1945 pasal 27 ayat 3 dan 1 dan pasal 30 ayat 1 dan 2
Isi dari pasal 27 ayat 3 UUD 1945 (hasil amandemen) setiap
warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan
Negara.
Isi dari pasal 27 ayat 1 UUD 1945 segala warga Negara
bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintah dan wajib
menjunjung hukum dan pemerintah.
Isi dari pasal 30 ayat 1 UUD 1945 tiap-tiap warga negara berhak
dan wajib ikut serta dalam pertahanan dan keamanan Negara.
Isi dari pasal 30 ayat 2 UUD 1945 usaha pertahanan dan
keamanan Negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan
kemanan rakyat semesta oleh TNI dan POLRI sebagai kekuatan
utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung..

c. Tap No VI/MPR/2000tentang pemisahan TNI dan POLRI


d. Tap No VII tentang peran TNI dan POLRI
e. UU No 3 tahun 2002 tentang pertahan Negara pasal 9 ayat 1segala
warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela Negara
yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan Negara.

2.4 Bentuk Bentuk Usaha Pembelaan Negara


Di dalam Undang-undang Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan
Negara Pasal 9 Ayat 2 ini menegaskan mengenai berbagai macam bentuk
usaha Pembelaan Negara.

2.4.1

Pendidikan Kewarganegaraan
6

Berdasar Pasal 7 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Republik


Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, dijelaskan
bahwasannya Pendidikan Kewarganegaraan ini merupakan salah
satu pelajaran wajib yang diajarkan di berbagai tingkat
pendidikan.
Pendidikan Kewarganegaraan tentu dapat memupuk jiwa
patriotisme, rasa cinta tanah air, semangat kebangsaan,
kesetiakawanan sosial, kesadaran akan sejarah perjuangan Bangsa
Indonesia dan menghargai jasa para pahlawan.

2.4.2

Pelatihan Dasar Kemiliteran

Selain TNI, salah satu komponen warga negara yang mendapat


pelatihan dasar militer adalah siswa sekolah menengah dan unsur
mahasiswa. Unsur mahasiswa ini tersusun di dalam organisasi
Resimen Mahasiswa (Menwa). Setelah memasuki resimen
tersebut, mahasiswa harus mengikuti latihan dasar kemiliteran.
Sedangkan itu, siswa sekolah menengah dapat mengikuti
organisasi yang menerapkan dasar kemiliteran, seperti halnya
Pramuka, Patroli Keamanan Sekolah, Pasukan Pengibar Bendera,
Palang Merah Remaja dan masih banyak lagi lainnya.

2.4.3

Pengabdian sebagai TNI

Di dalam Undang-undang Dasar Negara Tepublik Indonesia pada


tahun 1945 pasal 30 ayat 2 menyatakan bahwa TNI dan Polri
merupakan salah satu unsur utama dalam melakukan pertahanan
dan keamanan rakyat. Prajurit TNI dan Polri merupakan
pelaksanaan dan kekuatan utama di dalam bentuk usaha
pertahanan dan keamanan Negara

2.4.4

Pengabdian sesuai dengan Keahlian atau


7

Profesi
Upaya pembelaan negara tidak hanya melalui cara kemiliteran
saja, akan tetapi juga banyak usaha Bela Negara yang dapat
dilakukan tanpa cara militer. Seperti contohnya mengharumkan
nama bangsa dengan memperoleh medali emas dalam
pertandingan olahraga.
Sementara itu, siswa yang ikut dalam Olimpiade Fisika,
Matematika atau bahkan Kimia di Luar Negeri dan mendapatkan
penghargaan merupakan bentuk prestasi yang menunjukkan
salah satu sikap upaya bela negara

2.5

Partisipasi dalam Usaha Pembelaan Negara Sebagai


Pelajar

Partisipasi dalam upaya bela Negara bagi pelajar dapat diwujudkan


dangan cara belajar dengan tekun dan penuh semangat untuk
memperdalam iman dan takwa serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ketekunan belajar tersebut akan berhasil mewujudkan generasi yang
cerdas, beriman, bermoral, berwawasan luas,dan terampil untuk
membangun bangsa dan Negara di masa datang.

2.5.1

Bela Negara dalam Keluarga


Upaya dari setiap anggota keluarga untuk saling berbagi,
saling mendukung, saling menolong dan saling mengasihi
satu pada yang lain, adalah sikap yang dapat menciptkan
kerukunan dan keharmonisan dalam keluarga, sehingga akan
mewujudkan kebahagiaan lahir dan batin bagi keluarga itu.
Kondisi keluarga yang rukun dan bahagia ini adalah wujud
partisipasi mereka dalam menciptakan ketentraman dan
kedamaian keluarga. Upaya menjaga ketentraman dan
kedamaian keluarga ini sudah adalah bentuk partisipasi
dalam upaya pembelaan negara di lingkungannya.
8

2.5.2

Bela Negara di Sekolah


Apabila seorang pelajar belajar dengan tekun dan penuh
semangat untuk memperdalam keimanan dan ketaqwaannya
serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sesuai
minatnya masing-masing maka sudah adalah upaya
pembelaan negara yang nyata. Sebab kesungguhan dalam
belajar itu kelak akan menghasilkan generasi yang taqwa,
cerdas dan terampil guna membangun bangsa dan negara.

2.5.3

Bela Negara dalam Masyarakat


Saling membantu, tolong menolong, tenggang rasa dan
menjaga keharmonisan antar warga adalah hal-hal yang
dapat mewujudkan ketentraman masyarakat. Kondisi
tenteram ini akan dapat menciptakan masyarakat yang aman
dan damai. Hal seperti ini sudah adalah bentuk partisipasi
warga negara dalam upaya bela negara di lingkungannya.

2.5.4

Bela Negara di Bidang Lain


Perjuangan putra-putri Indonesia di bidang olah raga, seni
budaya, dan ilmu pengetahuan serta teknologi adalah bentuk
nyata dari bela negara. Keberhasilan para pelajar Indonesia
untuk memenangkan olimpiade fisika adalah contoh bela
negara. Begitu juga perjuangan tim bulutangkis untuk
memboyong pila Thomas Cup. Serta keberhasilan penyanyi
Indonesia untuk memenangkan festifal internasiona

2.5.5 Contoh tindakan usaha bela negara yang dilakukan


oleh seseorang sebagai pelajar

a. Lingkungan Keluarga
1)Saling menghormati sesama anggota keluarga
2) Mengembangkan sikap demokrasi dalam
9

menghadapi permasalahan keluarga


3) Menjaga keutuhan barang-barang milik keluarga
4) Menjalin silaturahmi antara sesama anggota
keluarga
5) Menjadikan kelurga sebagai tempat menyelesaikan
segala permasalahan keluarga

b.

Lingkungan Sekolah
1) Mematuhi seluruh tata tertib sekolah secara ikhas
dan bertanggung jawab
2) Mengikuti kegiatan belajar mengajar dan upacara
sekolah dengan baik
3) Menjaga nama baik sekolah, baik didalam maupun
diluar lingkungan sekolah
4) Menjalin hubungan dengan baik seluruh warga
sekolah
5) Ikut menciptakan lingkungan sekolah yang tertib
aman dan nyaman

c. Lingkungan Masyarakat
1) Rela berkorban demi kemajuan masyarakat
2) Melaksanakan tugas keamanan kampung secara
ikhlas
3) Menciptakan lingkungan yang indah, baik, tertib,
serta aman
4) Menjaga hubungan baik dengan tetangga
5) Menghormati tokoh-tokoh masyarakat

d.

Lingkungan Berbangsa dan Bernegara


1) Menghormati jasa para pahlawan
2) Bangga memiliki dan menggunakan bahasa
Indonesia
3) Menghormati simbol-simbol negara (bendera,
bahasa, kepala negara dan sebagainya).
4) Menjaga nama baik bangsa dan negara
10

5) Menghormati suku-suku lain.

2.6

Nilai-nilai yang terkandung dalam upaya bela negara:

Nilai-nilai bela negara yang dikembangkan adalah Cinta Tanah air, yaitu
mengenal, memahami dan mencintai wilayah nasional, menjaga tanah
dan pekarangan serta seluruh ruang wilayah Indonesia, melestarikan dan
mencintai lingkungan hidup, memberikan kontribusi pada kemajuan
bangsa dan negara, menjaga nama baik bangsa dan negara serta bangga
sebagai bangsa indonesia dengan cara waspada dan siap membela tanah
air terhadap ancaman tantangan, hambatan dan gangguan yang
membahayakan kelangsungan hidup bangsa serta negara dari manapun
dan siapapun.
Nilai yang kedua adalah Sadar akan berbangsa dan bernegara, yaitu
dengan membina kerukunan menjaga persatuan dan kesatuan dari
lingkungan terkecil atau keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan
pendidikan dan lingkungan kerja, mencintai budaya bangsa dan produksi
dalam negeri, mengakui, menghargai dan menghormati bendera merah
putih, lambang negara dan lagu kebangsaan indonesia raya, menjalankan
hak dan kewajiban sesuai peraturan dan perundang-undangan yang
berlaku dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan
pribadi, keluarga dan golongan.
Nilai ketiga adalah yakin kepada Pancasila sebagai ideologi negara, yaitu
memahami hakekat atau nilai dalam Pancasila, melaksanakan nilai
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan Pancasila sebagai
pemersatu bangsa dan negara serta yakin pada kebenaran Pancasila
sebagai ideologi negara.
Nilai keempat rela adalah berkorban untuk bangsa dan negara, yaitu
bersedia mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk kemajuan
bangsa dan negara, siap mengorbankan jiwa dan raga demi membela
bangsa dan negara dari berbagai ancaman, berpastisipasi aktif dalam
pembangunan masyarakat, bangsa dan negara, gemar membantu sesama
warga negara yg mengalami kesulitan dan yakin dan percaya bahwa
pengorbanan untuk bangsa dan negara tidak sia-sia.

11

Untuk nilai yang terakhir memiliki kemampuan awal bela negara secara
psikis dan fisik. Secara psikis, yaitu memiliki kecerdasan emosional,
spiritual serta intelegensia, senantiasa memelihara jiwa dan raganya serta
memiliki sifat-sifat disiplin, ulet, kerja keras dan tahan uji. Sedangkan
secara fisik yaitu memiliki kondisi kesehatan, ketrampilan jasmani untuk
mendukung kemampuan awal bina secara psikis dengan cara gemar
berolahraga dan senantiasa menjaga kesehatan

2.7

Pentingnya Usaha Bela Negara

Setiap manusia normal secara naluriah pasti akan selalu melindungi,


membela, dan mempertahankan apa yang dimiliki dari ganguan orang
lain. Lebih-lebih jika sesuatu itu sangat disenangi, sangat penting, dan
sangat berharga.
Pada dasarnya setiap orang membutuhkan suatu organisasi yang disebut
negara. Apa yang akan terjadi jika tidak ada negara? Thomas Hobbes
pernah melukiskan kehidupan manusia sebelum adanya negara yaitu
manusia merupakan serigala bagi manusia lainnya (Homo Homini
Lupus) dan perang manusia lawan manusia (Bellum Omnium Contra
Omnes). Dengan demikian, jika tidak ada negara pasti tidak akan ada
ketertiban, keamanan, dan keadilan. Supaya hidup tertib, aman, dan
damai maka diperlukan negara.
Negara akan tegak berdiri jika dipertahankan oleh setiap warga
negaranya.Oleh karena itu, membela negara sangat penting dilakukan
oleh setiap warga negaranya. Ada beberapa alasan mengapa usaha
12

pembelaan negara penting dilakukan oleh setiap warganegara Indonesia,


diantaranya yaitu:
a. untuk mempertahankan negara dari berbagai ancaman;
b. untuk menjaga keutuhan wilayah negara;
c. merupakan panggilan sejarah;
d. merupakan kewajiban setiap warga negara.
Alasan-alasan pentingnya usaha pembelaan negara tersebut dapat
dihubungkan dengan pertama, teori fungsi negara, kedua, unsur-unsur
negara, ketiga, aspek sejarah perjuangan bangsa (merupakan panggilan
sejarah), dan keempat, peraturan perundang-undangan tentang kewajiban
membela negara

2.8

Fungsi Usaha Bela Negara

Para ahli merumuskan fungsi negara secara berbedabeda. Perbedaan itu


tergantung pada titik berat perhatian latar belakang perumusan tujuan
negara serta dipengaruhi oleh pandangan atau ideologi yang dianut suatu
negara atau ahli tersebut. Seorang ahli bernama Miriam Budiardjo
menyatakan, bahwa setiap negara, apapun ideologinya,
menyelenggarakan beberapa fungsi minimum yaitu:
a. Fungsi penertiban (law and order). Untuk mencapai tujuan bersama dan
mencegah bentrokan-bentrokan dalam masyarakat, maka negara harus
melaksanakan penertiban atau bertindak sebagai stabilisator.
b. Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran. Untuk mencapai kesejahteraan
dan kemakmuran rakyat diperlukan campur tangan dan peran aktif dari
negara.
c. Fungsi Pertahanan, yaitu untuk menjaga kemungkinan serangan dari
luar, sehingga negara harus diperlengkapi dengan alat-alat pertahanan.
d. Fungsi keadilan, yang dilaksanakan melalui badan-badan
pengadilan.Ke empat fungsi tersebut merupakan fungsi minimum, yang
berarti fungsi negara tersebut bisa berkembang lebih luas sesuai dengan
tujuan yang hendak dicapai negara.
Jadi fungsi negara tidak bisa dipisahkan dari tujuan negara karena
keduanya saling berkaitan, sehingga para ahli seringkali
13

menggandengkan tujuan dengan fungsi negara. Bagaimana keterkaitan


fungsi negara dengan usaha pembelaan negara? Pada dasarnya fungsifungsi negara tersebut berkaitan dengan usaha pembelaan negara. Salah
satu fungsi negara yang sangat penting bagi jaminan kelangsungan hidup
negara adalah fungsi pertahanan negara.
Fungsi pertahanan negara dimaksudkan terutama untuk menjaga dan
mempertahankan negara dari segala kemungkinan serangan dari luar.
Oleh sebab itu harus diperlengkapi dengan alat-alat pertahanan yaitu TNI
(Tentara Nasional Indonesia) dan perlengkapannya. TNI terdiri atas TNIAD, TNI-AU, dan TNI-AL.

Perlengkapan TNI dikenal dengan sebutan alat utama sistem senjata


(Alutsista) Fungsi pertahanan negara tidak bisa dipisahkan dengan
pembelaan terhadap negara sebagaimana ditegaskan dalam UU RI Nomor
3 tahun 2003 bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta
dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan
pertahanan negara (Pasal 9 ayat 1). Hal ini mengandung makna, bahwa
partisipasi warga negara dalam melaksanakan fungsi pertahanan negara
merupakan wujud upaya pembelaan negara.
Selain fungsi pertahanan, fungsi lain yang juga sangat penting dalam
upaya pembelaan negara adalah fungsi keamanan (ketertiban) yaitu untuk
mencegah bentrokan-bentrokan dalam masyarakat. Untuk melaksanakan
fungsi keamanan tersebut di negara kita dibentuklembaga yang kita kenal
dengan POLRI.
Berdasarkan uraian di atas, fungsinegara yang sangat penting untuk
memelihara atau tetap tegaknya negara adalah fungsi pertahanan dan
ketertiban (keamanan). Untuk mewujudkan fungsi pertahanan dan
keamanan, selain negara harus memiliki alat-alat pertahanan dan
keamanan, juga diperlukan keikutsertaan segenap warga negara dalam
upaya pertahanan dan keamanan negara. Dengan demikian, keikutsertaan
segenap warga negara dalam melaksanakan fungsi pertahanan dan
keamanan negara berkaitan dengan upaya membela negara.
14

Fungsi pertahanan dan keamanan negara merupakan fungsi yang sangat


penting dalam kehidupan negara dan merupakan prasyarat bagi fungsifungsi lainnya. Hal itu karena negara hanya dapat menjalankan fungsifungsi lainnya jika negara mampu mempertahankan diri dari berbagai
ancaman baik dari luar maupun dari dalam. Pentingnya fungsi pertahanan
dan keamanan dalam kehidupan negara dapat diibaratkan pada kehidupan
pribadi sehari-hari kita
Demikian pula dalam organisasi negara, fungsi pertahanan dan keamanan
sangat penting karena negara tidak akan dapat mensejahterakan rakyat,
meningkatkan kualitas pendidikan, menegakkan keadilan, dan lain-lain
jika tidak mampu mempertahankan diri terhadap ancaman baik dari luar
maupun dari dalam. hal ini mengandung arti bahwa untuk
mempertahankan dan megamankan negara bukan hanya kewajiban TNI
dan POLRI, tetapi juga merupakan kewajiban setiap warga negara
Indonesia termasuk kalian sebagai siswa yang sekaligus juga sebagai
warga negara Indonesia.
Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran dijalankan oleh pemerintah dalam
bentuk pelayanan dan perniagaan. Fungsi pelayanan atau jasa yaitu
seluruh aktivitas yang mungkin tidak akan ada apabila tidak
diselenggarakan oleh negara, yang meliputi antara lain pemeliharaan fakir
miskin, pembangunan jalan, pembangunan jembatan, kesehatan,
pendidikan, dan program-program pembangunan lainnya.

15

BAB III
3.1

KESIMPULAN

Bela negara adalah sikap dan perilaku warga Negara yang dijiwai oleh kecintaannya
kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan pancasila dan
UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara. Upaya
membela Negara warga Negara sebenarnya tidak hanya berhubungan dengan upaya
mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman dan
serangan musuh, melainkan merupakan upaya warga Negara mempertahankan dan
memajukan bangsa Indonesia di segala bidang, baik dari luar maupun dari dalam
Negara kita sendiri. Jadi partisipasi kita sebagai seorang pelajar adalah dengan cara
belajar dengan tekun dan penuh semangat untuk memperdalam iman dan takwa serta
ilmu pengetahuan dan teknologi.

3.2

Saran

Sebagai warga Negara dan pelajar hendaklah kita menjaga nama bangsa
ini dengan baik yaitu dengan cara ikut serta dalam upaya bela negara.
Bela Negara dapat dilakukan bahkan bagi pelajar seperti Menjaga nama
baik bangsa dan mengharumkannnya dengan cara meraih prestasi.
Selain Prestasi bela Negara bagi pelajar juga dapat dilakukan dengan
Rajin belajar. Dengan rajin belajar berarti siswa tersebut sudah mengikuti
upaya bela negara, karena siswa tersebut akan dapat menjadi berguna
bangsa dan negara karena ilmu yang dimilikinya.

16