Anda di halaman 1dari 5

KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS YOSOMULYO

NOMOR : 800/
/D-2.U.2/SK/ I /2016
TENTANG
PELAYANAN LABORATORIUM
KEPALA UPTD PUSKESMAS YOSOMULYO,
Menimbang

: a. bahwa untuk menunjang diagnosa penyakit dan meningkatkan


pelayanan klinis di UPTD Puskesmas Yosomulyo, maka perlu
dilakukan pengembangan pelayanan klinis yaitu melalui permintaan,
pemeriksaan, dan pelayanan laboratorium puskesmas;
b.

bahwa dalam melaksanakan pelayanan laboratorium dan menjamin


mutu pemeriksaan laboratorium di UPTD Puskesmas Yosomulyo maka
perlu reagen esensial yang harus tersedia, penetapan rentang nilai
rujukan hasil pemeriksaan laboratorium, waktu penyampaian hasil
pemeriksaan laboratorium, penandaan hasil laboratorium yang kritis
dan kasus kegawatdaruratan, agar memberi kejelasan kepada unit
pelayanan klinis untuk segera menindaklanjuti;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a dan b, perlu


menetapkan keputusan Kepala UPTD Puskesmas Yosomulyo tentang
pelayanan laboratorium;
Mengingat

: 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;


2. Peraturan Menteri kesehatan No. 657/MENKES/PER/VIII/2009
tentang Pengiriman Penggunaan Spesimen Klinik, Materi Biologik dan
Muatan Informasinya;
3. Peraturan Menteri Kesehatan No. 1501/MENKES/PER/X/2010 tentang
Jenis Penyakit Tertentu yang dapat menimbulkan wabah dan Upaya
Penanggulangannya;
4. Peraturanan Menteri Kesehatan Nomor 75 tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat;
5. Keputusan Menteri Kesehatan No. 364/MENKES/SK/III/2003 Tentang
Laboratorium Kesehatan;
7. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 37 Tahun 2012 tentang
Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan Masyarakat;

MEMUTUSKAN

Menetapkan

Kesatu

Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Yosomulyo Tentang Pelayanan


Laboratorium;

Kedua

Petugas laboratorium harus melaksanakan jenis- jenis pelayanan


laboratorium yang tersedia di UPTD Puskesmas Yosomulyo;

Ketiga

Jenis-jenis pelayanan laboratorium di UPTD Puskesmas Yosomulyo:


1. Permintaan pemeriksaan laboratorium oleh petugas pelayanan
2.
3.
4.
5.

klinis.
Pelayanan Laboratorium diluar jam kerja
Pemeriksaan laboratorium yang beresiko tinggi
Kesehatan dan keselamatan kerja petugas laboratorium
Waktu penyampaian laporan hasil pemeriksaan laboratorium pasien

umum dan pasien urgent(cito)


6. Pelaporan hasil pemeriksaan laboratorium yang kritis
7. Jenis reagensia esensial dan bahan lain yang harus tersedia
8. Batas bufferstock reagen untuk pemesanan
9. Rentang nilai yang menjadi rujukan hasil pemeriksaan laboratorium
10. Pengendalian mutu laboratorium
11. Penanganan dan pembuangan bahan berbahaya, sebagaimana
terlampir dalam keputusan ini;
Ketiga

Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian


hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya, maka akan diadakan
pembetulan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Yosomulyo
Pada tanggal :
Januari 2016
KEPALA UPTD PUSKESMAS YOSOMULYO

HENDARTO, SKM, M.Kes


NIP. 19770114 199602 1 001

Daftar Lampiran
Nomor
Tanggal

: Surat Keputusan Kepala


UPTD Puskesmas Yosomulyo
: 800 / / D-2.U.2/ SK / I / 2016
: Januari 2016

PELAYANAN LABORATORIUM
1. Permintaan pemeriksaan adalah tujuan utama untuk menentukan pemeriksaan, untuk
mengetahui jenis pemeriksaan laboratorium dan untuk menentukan diagnosa penyakit.
Dengan menggunakan blanko permintaan pemeriksaan lab, sebelumnya pasien
mendaftar di loket pendaftaran, pasien diperiksa terlebih dahulu di PU/ Gigi / KIA/ KB
sebelum ke laboratorium. Pasien ke laborat sambil membawa blanko permintaan
pemeriksaan laborat.
2. Pelayanan laboratorium yang dilakukan diluar jam kerja puskesmas yaitu untuk kasus
gawat darurat. Dengan menggunakan form pemeriksaan lab, petugas melakukan
anamnesa pada pasien yang membutuhkan pemeriksaan lab sebagai pemeriksaan
penunjang.
3. Pemeriksaan laboratorium yang berisiko tinggi bertujuan untuk menunjang diagnosis
penyakit, ditetapkan penandaan hasil laboratorium yang kritis, agar memberi kejelasan
kepada unit pelayanan klinis untuk segera menindaklanjuti. Guna meningkatkan mutu
dan pelayanan klinis di UPTD Puskesmas Yosomulyo.
4. Keselamatan dan Kesehatan kerja petugas laboratorium (K3) merupakan bagian dari
pengelolaan laborat, pemahaman keamanan laboratorium dengan melakukan tindakan
pengelolaan spesimen yang berasal dari manusia maupun bukan manusia, mencegah
potensi infeksi dari petugas ke petugas lain untuk keluarga dan ke masyarakat. Petugas
laboratorium wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) dalam setiap tindakan.
5. Pelaporan hasil pemeriksaan laborat yang kritis adalah pelaporan hasil laboratorium
yang menggambarkan kondisi patofisiologi pasien yang nilainya diluar batas normal
yang telah disepakati bersama , baik dibawah / diatas nilai normal, dimana pasien
memerlukan intervensi tindakan medis segera karena dapat membahayakan
keselamatan pasien. Petugas memberi tanda dengan warna hijau pada hasil
laboratorium yang kritis. Selanjutnya waktu penyampaian hasil pemeriksaan laborat
disesuaikan dengan jenis pemeriksaan lab yang dilakukan, khusus pasien urgent / cito
maka waktu penyampaian hasil pemeriksaan laboratorium harus didahulukan dari
pasien lainnya.
6. Jenis reagen dan esensial yang diperlukan disesuaikan dengan metode yang digunakan
untuk tiap pemeriksaan di laboratorium Puskesmas .Penanganan dan penyimpanan
reagen harus sesuai persyaratan.
7. Rentang Nilai Rujukan Hasil Pemeriksaan Laboratorium yaitu
a. Hematologi
- Hematologi : L : 13-18 g/dl,
P : 12-16 g/dl
- Hematokrit : L : 40-50 %,
P : 45-55 %
- Eritrosit
: L : 4 5 juta,
P : 4,5 5,5 juta
- Leukosit
: 5 10 10/ l
- Trombosit : 150 400 10/ l
- Laju Endap darah
: L : < 10,
P : < 15
- Masa Perdarahan
: 2 6 menit
- Masa Pembekuan
: 7 15 detik

A: 11-16 g/dl

b.

Urinalisis
Makroskopis
PH
Berat Jenis
Leukosit
Nitrit
Protein
Glukosa
Keton
Urobilinogen
Bilirubin
Darah Samar
Sedimen

: Kuning, Jernih
:57
: 1,005 1,030
: < 20 / l
: Negatif
: Negatif
: Negatif
: Negatif
: 1 mg/dl
: Negatif
: Negatif
: Leukosit
: 0 5/ LPB
Eritrosit

: 0 1/ LPB

Epitel

: < 10 / LPK

Kristal

: Negatif

c. Pemeriksaan Feses
- Makroskopis : Warna; Kuning coklat
Lendir; Negatif
Darah ; Negatif
- Darah Samar : Negatif
- Mikroskopis : Negatif
d. Pemeriksaan Sputum / BTA : Negatif
e. Serologi
- Dengue IgG : Negatif
- Dengue IgM : Negatif
- NS 1
: Negatif
f.

Kimia Darah
- Glukosa Puasa
: 80 109 md/ dL
- Glukosa 2 jam PP
: 70 140 mg/ dL
- Glukosa Sewaktu
: 80 200 mg/ dL
- Cholesterol total
: < 200 mg/ dL
- Asam Urat
: L : 3 7 mg/dl,
P : 3 5 mg/dL
8. Dalam melaksanakan pemeriksaan laboratorium dan menjamin dapat berlangsungnya
pemeriksaan secara berkesinambungan, maka perlu reagen esensial yang harus tersedia
di UPTD Puskesmas Yosomulyo, Adapun daftar reagen esensial yang tersedia di
UPTD Puskesmas Yosomulyo yaitu;
a). Alkohol 70 %
b). Metanol
c). Larutan truk
d). Larutan hayem
e). Na Citrat 3,8%
f). Giemsa stain
g) HCL 0,1 N
h). Amonium Oxalat
i). Widal

j). Eosin 1%
k). EDTA 10%
l). Oil Immersi
m). Glucosure stik
n). UA sure stik
o). Cholesterol stik
p). PP Tes
q). Golongan Darah

9. Batas bufferstock reagensia untuk pemesanan dalam pengadaan ketersediaan reagen


disesuaikan dengan kebutuhan reagen dalam batas tertentu dengan dilakukan
penambahan 20% dari kebutuhan reagen sebagai bufferstock/ persediaan.

10.

Pengendalian Mutu laboratorium adalah serangkaian kegiatan

laboratorium dari penerimaan pasien hingga penyerahan hasil kepada pasien. Dengan
tujuan untuk menjamin bahwa spesimen-spesimen yang diterima benar dan dari pasien
yang benar pula.
11. Prinsip pengelolaan limbah adalah pemisahan dan pengurangan volume, jenis limbah
harus diidentifikasikan dan dipilih serta mengurangi volume limbah. Klinis sebagai
syarat keamanan yang penting untuk petugas pembuangan sampah, petugas emergensy
dan masyarakat.
Mengetahui,
KEPALA UPTD PUSKESMAS YOSOMULYO

HENDARTO SKM, M.Kes


NIP. 197701141996021001