Anda di halaman 1dari 6

A.

EVOLUSI BUDAYA DAN WUJUD PERADABAN DALAM KEHIDUPAN


SOSIAL BUDAYA
Evolusi adalah perubahan bentuk secara perlahan-lahan. Perubahan yang
terjadi secara bertahap. perubahan yang lambat, pelan, dan bertahap. Evolusi budaya
merupakan suatu proses evolusi yang terjadi hingga saat ini. Kita bisa mengamati
bagaimana fakta akan evolusi tersebut dalam banyak hal, seperti dalam bahasa, gaya
hidup hingga ke dinamika dalam sistem ekonomi.
Evolusi kebudayaan ini berlangsung sesuai dengan perkembangan budi daya
atau akal pikiran manusia dalam menghadapi tantangan hidup dari waktu ke waktu.
Proses evolusi untuk tiap kelompok masyarakat di berbagai tempat berbeda-beda,
bergantung pada tantangan, lingkungan, dan kemampuan intelektual manusianya
untuk mengantisipasi tantangan tadi.
Proses evolusi budaya dan wujud peradabaan dalam kehidupan sosial budaya
diantaranya: Proses evolusi sosial budaya yang dapat di pandang dalam dinamika
kehidupan sehari-hari, dalam tiap masyarakat di Dunia. Proses-proses ini disebut
proses berulang atau Recurrent Processes.
Proses evolusi sosial budaya yangt dipandang seolah-olah dari jauh hanya
akan menampakkan kepada peneliti perubahan-perubahan besar yang terjadi dalam
jangka waktu yang panjang. Proses ini di sebut proses-proses menentukan arah atau
Directional Processes.
Masa dalam kehidupan manusia dapat kita bagi dua, yaitu masa prasejarah
(masa sebelum manusia mengenal tulisan sampai manusia mengenal tulisan) dan
masa sejarah (masa manusia telah mengenal tulisan). Data-data tentang masa
prasejarah diambil dari sisa-sisa dan bukti-bukti yang digali dan diinterpretasi. Masa
sejarah bermuda ketika adanya catatan tertulis untuk dijadikan bahan rujukan.
Penciptaan tulisan ini merupakan satu penemuan revolusioner yang genius. Bermula
dari penciptaan properti dan lukisan objek, seperti kambing, lembu, wadah, ukuran
barang, dan sebagainya; diikuti dengan indikasi angka; kemudian diikuti simbol yang
mengindikasikan transaksi, nama, dan alamat yang bersangkutan; selanjutnya simbol
untuk fenomena harian, hubungan antara mereka, dan akhirnya intisari, seperti warna,
bentuk, dan konsep. Ada dua produk revolusioner hasil dari akal manusia dalam
zaman prasejarah, yaitu:
a. Penemuan roda untuk transportasi, pada mulanya roda digunakan hanya
untuk mengangkat barang berat di atas sebuah pohon. Kemudian, roda disambung
dengan kereta, lalu berkembang menjadi mobil seperti saat ini.
b. Bahasa adalah suara yang diterima sebagai cara untuk menyampaikan
pikiran seseorang kepada orang lain. Ketika tanda-tanda diterima sebagai representasi
dan bunyi-bunyi arbitrer yang mewakili ide-ide, masa prasejarah pun beralih ke masa
sejarah tertulis. Mengenai masa prasejarah ini, ada dua pendekatan untuk membagi
zaman prasejarah, yaitu: Pendekatan berdasarkan hasil teknologi, terdiri dari zaman
batu tua (paleolitikum), zaman batu tengah/madya (Mesolitikum), dan zaman batu
baru (Neolitikum)

Pendekatan berdasarkan model social ekonomi atau mata pencaharian


hidup yang terdiri atas:
a. Masa berburu dan mengumpulkan makanan, meliputi masa berburu
sederhana
(tradisi Paleolit) dan masa berburu tingkat lanjut (tradisi Epipaleolitik).
b. Masa bercocok tanam, meliputi tradisi Neolitik dan Megalitik.
c. Masa kemahiran teknik atau perundagian, melliputi tradisi semituang besi.
Manusia berkembang dari homo menjadi human karena kebudayaan dan
peradaban yang diciptakannya.
Sedangkan untuk sejarah kebudayaan di Indonesia, R. Soekmono (1973),
dibagi menjadi empat masa, yaitu:
1. Zaman prasejarah, yaitu sejak permulaan adanya manusia dan kebudayaan
sampai kira-kira abad ke-5 masehi.
2. Zaman purba, yaitu sejak datangnya pengaruh India pada abad pertama
Masehi sampai dengan runtuhnya Majapahit sekitar tahun 1500 Masehi.
3. Zaman madya, yaitu sejak datangnya pengaruh Islam menjelang akhir
kerajaan Majapahit sampai dengann akhir abad ke-19.
4. Zaman baru/modern, yaitu sejak masuknya anasir Barat (Eropa) dan teknik
modern kira-kira tahun 1900 sampai sekarang.
Peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mendapat
tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya. Taraf kebudayaan yang telah
mencapai tingkat tertentu tercermin pada pendukungnya yang dikatakan sebagai
beradab atau mencapai peradaban yang tinggi. Jadi, evolusi kebudayaan bisa
mencapai sampai pada taraf tinggi yaitu: peradaban.
Peradaban merupakan tahapan dari evolusi budaya yang telah berjalan
bertahap dan berkesinambungan, memperlihatkan karakter yang khas pada tahap
tersebut, yang dicirikan oleh kualitas tertentu dari unsur budaya yang menonjol,
meliputi tingkat ilmu pengetahuan, seni, teknologi, dan spiritualitas yang tinggi.
Sebagai contoh, peradaban Mesir Kuno tercermin dari hasil budaya yang tinggi dalam
sosok bangunannya (piramid, obeliks, spinx) yang terkait dengan ilmu bangunan,
tulisan, serta gambar yang memperlihatkan tahap budaya. Contoh lainnya, tentang
peradaban Cina Kuno, yang juga menampakkan tingkat ilmu pengetahuan dan
teknologi tinggi dalam hal tulisan yang menjadi ciri budaya setempat. Peradaban kuno
di Indonesia menghasilkan berbagai bangunan seni yang bernilai tinggi, seperti Candi
Borobudur, Prambanan, dan lain-lain.
Peradaban bangsa di Indonesia dimulai sejak masa kemahiran teknik atau
zaman perundagian. Zaman perundagian terdiri dari dua masa, yaitu tradisi seni
tulang perunggu dan tradisi tuang besi. Meskipun saat itu masih zaman prasejarah
(masa sebelum mengenal tulisan), namun telah mengenal teknologi terbatas dan
sederhana, yaitu pada upaya pemenuhan peralatan yang dibutuhkan masyarakat
Indonesia dalam kehidupannya yang sudah mulai menetap. Di Indonesia, penggunaan
logam sudah mulai dikenal beberapa abad sebelum masehi. Mereka menggunakan
peralatan dari logam, seperti peralatan berburu, bercocok tanam, peralatan rumah
tangga, dan lain-lain, tetapi tidak semua masyarakat dapat membuat peralatan itu.

Membuat peralatan dari logam membutuhkan keahlian. Orang yang ahli membuat
peralatan logam disebut undagi, tempat pembuatannya disebut perundagian. Beberapa
contoh alat dari perunggu adalah kayak corong, nekara, bejana perunggu. Alat-alat ini
ditemukan diberbagai daerah di Indonesia.
Peradaban bangsa Indonesia semakin maju dan berkembang setelah datangnya
pengaruh Hindu dan Budha ke Indonesia. Pengaruh tulisan dari budaya Hindu Budha
membawa dampak besar bagi peradaban Indonesia, yaitu memasuki masa sejarah
(masa mengenal bahasa tulis). Salah satu hasil budaya tulis di Indonesia adalah
prasasti. Huruf yang dipakai dalam prasasti yanng ditemukan Sejak tahun 400M
adalah Pallawa dan bahasa Sanksekerta. Kemampuan baca tulis masyarakat Indonesia
lama-kelamaan berpengaruh dalam bidang kesusastraan, yaitu munculnya banyak
kitab-kitab kuno ini dapat ditelusuri peradaban bangsa Indonesia terutama dalam masa
kerajaan. Peradaban bangsa semakin berkembang dengan masuknya pengaruh Islam
dan masuknya peradaban bangsa Barat Eropa, termasuk pengaruh agama Kristen
Katolik. Dengan ini, pengaruh peradaban global semakin kuat akibat kemajuan bidang
komunikasi dan informasi.
B. DINAMIKA PERADABAN GLOBAL
A.

Asal Mula Munculnya Peradaban Global


Menurut Arnold Y Toynbee, seorang sejarawan asal Inggris, lahirnya
peradaban itu diuraikan dengan teori challenge and respons. Peradaban itu lahir
sebagai tanggapan (respons) manusia yang dengan segenap daya upaya dan akalnya
menghadapi, menaklukkan, dan mengolah alam sebagai tantangan (challenge) guna
mencukupi kebutuhan dan melestarikan kelangsungan hidupnya. Alam menawarkan
sejumlah tantangan dan kemungkinan-kemungkinan. Ada alam yang tandus atau
subur, di pegunungan atau pantai, daerah yang rawan gempa atau yang tanahnya
stabil, dan seterusnya. Jika tantangan alam itu berat maka manusia pun akan gigih dan
berusaha keras dalam menangggapi alam tersebut, begitu pun sebaliknya. Contoh
bangsa Jepang yang terkenal ulet, gigih, dan bekerja keras karena alamnya yang
cukup berat untuk ditaklukkan. Keadaan alam Jepang bergunung-gunung, sering
terjadi gempa, dan lahan. Setiap kali timbul kebutuhan akan sesuatu, manusia akan
berusaha menemukan jalan untuk memperolehnya. Seluruh perangkat ide, metode,
teknik, dan benda material yang digunakan dalam suatu jangka waktu tertentu dalam
suatu tempat tertentu maupun kegiatan untuk merombak perangkat tersebut demi
memenuhi kebutuhan hidup manusia disebut teknologi.
Teknologi lahir dan dikembangkan oleh manusia, dan ilmu untuk menguasai
dan memanfaatkan lingkungan sehingga kebutuhannya dapat terpenuhi. Penerapan
teknologi itu bertujuan untuk memudahkan kerja manusia, agar meningkatkan
efisiensi dan produktivitas. Alvin Toffler menganalisis gejala-gejala perubahan dan
pembaharuan peradaban masyarakat akibat majunya ilmu dan teknologi. Dalam
bukunya The Third Wave (1981), ia menyatakan bahwa gelombang perubahan
peradaban umat manusia sampai saat ini telah mengalami tiga gelombang, yaitu:
a. Gelombang I, peradaban teknologi pertanian berlangsung mulai 800 SM-1500 M.
b. Gelombang II, peradaban teknologi industri berlangsung mulai 1500 M-1970 M.

c. Gelombang III, peradaban informasi berlangsung mulai 1970 M- sekarang.


Setiap gelombang peradaban tersebut dikuasai oleh tingkat teknologi yang
digunakan. Gelombang pertama (the first wave) dikenal dengan revolusi hijau. Dalam
gelombang pertama ini manusia menemukan dan menerapkan teknologi pertanian.
Pertanian terbatas pada pengelolaan lahan-lahan pertanian untuk mencukupi
kebutuhan manusia. Pada awalnya, manusia berpindah-pindah dalam memanfaatkan
lahan untuk mendapatkan hasil pertanian melalui teknologi pengumpulan hasil hutan.
Selanjutnya, mereka berpindah ke penerapan teknologi pertanian, di mana manusia
cenderung bertempat tinggal di suatu tempat yang kemudian menumbuhkan desa.
Gelombang kedua adalah adanya revolusi industri terutama di negara-negara
Barat yang dimulai dengan revolusi industri di Inggris. Masa gelombang kedua adalah
masa revolusi industri, yaitu kira-kira tahun 1700-1970. Masa ini dimulai dengan
penemuan mesin uap pada tahun 1712. Pada masa itu ditemukan mesin elektro
mekanis raksasa, mesin-mesin bergerak cepat, dan ban jalan. Mesin-mesin tersebut
tidak hanya menggantikan otot-otot manusia, tetapi peradaban industri juga memberi
mesin-mesin tersebut alat-alat panca indra sehingga mesin-mesin dapat mendengar
dan melihat lebih tajam daripada indra manusia, dan dapat menghasilkan/melahirkan
bermacam-macam mesin baru, yang akhirnya dikoordinir dengan rapi menjadi pabrik.
Penggunaan mesin industri, mesin uap, dan mesin pemintal dalam industri garmen
dan industri tambang telah memajukan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa Eropa.
Gelombang ketiga merupakan revolusi informasi yang ditandai dengan kemajuan
teknologi informasi yang memudahkan manusia untuk berkomunikasi dalam berbagai
bidang. Gelombang ketiga terjadi dengan kemajuan teknologi dalam bidang:
a. Komunikasi dan data prosesing.
b. Penerbangan dan angkasa luar.
c. Energi alternatif dan energi yang dapat diperbarui.
d. Terjadinya urbanisasi, yang disebabkan oleh kemajuan teknologi komunikasi dan
transportasi.
Gelombang ketiga ini melahirkan suatu masyarakat dunia yang dikenal dengan
sebutan the global village (kampung global). Kita sekarang berada pada gelombang
ketiga atau masa revolusi informasi. Diperkirakan era informasi ini akan mencapai
puncaknya pada 10-20 tahun mendatang.
John Naisbitt dalam bukunya Megatrends (1982), menyatakan bahwa
globalisasi memunculkan perubahan-perubahan yang akan dialami oleh negara-negara
dunia. Perubahan itu terjadi karena interaksi yang dekat dan intensif antarnegara,
terutama negara berkembang akan terpengaruh oleh kemajuan di negara-negara maju.
Perubahan-perubahan tersebut ialah:
1. Perubahan dari masyarakat industri ke masyarakat informasi.
2. Perubahan dari teknologi yang mengandalkan kekuatan tenaga ke
teknologi canggih.
3. Perubahan dari ekonomi nasional ke ekonomi dunia.
4. Perubahan dari jangka pendek ke jangka panjang.
5. Perubahan dari sentralisasi ke desentralisasi.

6. Perubahan dari bantuan lembaga ke bantuan diri sendiri.


7. Perubahan dari demokrasi perwakilan ke demokrasi partisipatori.
8. Perubahan dari sistem hierarki ke jaringan kerja.
9. Perubahan dari utara ke selatan.
10. Perubahan dari suatu di antara dua pilihan menjadi macam-macam pilihan.

a. Pengertian Peradaban Global


Secara umum peradaban global dapat diartikan sebagai perkembangan budaya
yang menjadi ciri khas dan milik suatu masyarakat secara menyeluruh. Peradaban
global juga diartikan sebagai sebuah tahapan tertinggi dari kemajuan budaya (Evolusi
Budaya) yang membedakan manusia yang beradab dengan manusia yang tidak
beradab/ biadab.
b. Dampak Positif Dan Negatif Peradaban Global
Adapun aspek positif globalisasi antara lain sebagai berikut.
a. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempermudah manusia dalam
berinteraksi.
b. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempercepat manusia untuk
berhubungan dengan manusia lain.
c. Kemajuan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi meningkatkan
efisiensi.
Aspek negatif globalisasi antara lain sebagai berikut.
a. Masuknya nilai budaya luar akan menghilangkan nilai-nilai tradisi suatu bangsa dan
identitas suatu bangsa.
b. Eksploitasi alam dan sumber daya lain akan memuncak karena kebutuhan yang
makin besar.
c. Dalam bidang ekonomi, berkembang nilai-nilai konsumerisme dan individual yang
menggeser nilai-nilai sosial masyarakat.
d. Terjadi dehumanisasi, yaitu derajat manusia nantinya tidak dihargai karena lebih
banyak menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi.
C. PROBLEMATIKA PERADABAN GLOBAL PADA KEHIDUPAN MANUSIA
Peradaban global yang tengah terjadi dewasa ini tidak bisa dipisahkan dari
globalisasi itu sendiri. Kata globalisasi diambil dari kata global, yang maknanya ialah
universal. Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang
bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia
global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat
akselerasi proses globalisasi ini.

Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan


berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam
upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Wacana globalisasi
sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Globalisasi
digerakkan oleh kemajuan yang pesat dalam teknologi transportasi dan informasi
komunikasi. Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya
fenomena globalisasi di dunia:
Hilir mudiknya papal-kapal pengangkut barang antarnegara menunjukkan keterkaitan
antarmanusia diseluruh dunia.
Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan Internet
menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui
pergerakkan massa semacam turisme,memungkinkan kita merasakan banyak hal dari
budaya yang berbeda.
Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling
bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internacional, peningkatan
pengaruh perusahaan multinasioanal, dan dominasi organisasi semacam World Trade
Organization (WTO).
Peningkatan interaksi cultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi,
film, musik, serta transmisi berita dan olahraga internacional. Saat ini kita dapat
mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang
melintasi beraneka ragam budaya misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan
makanan.
Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis
multinacional, inflasi regional, dan lain-lain.