Anda di halaman 1dari 5

Nama Kelompok :

1. Yanuar Ramadhan
2. Zein Setyo Budi I.
3. Bangun Samudra

14.543.0066
14.543.0097
14.543.0105

Media Transmisi Data


Media Transmisi adalah media yang dapat digunakan untuk mengirimkan informasi dari suatu
tempat ke tempat lain. Dalam jaringan, semua media yang dapat menyalurkan gelombang listrik
atau elektromagnetik atau cahaya dapat dipakai sebagai media pengirim, baik untuk pengiriman dan
penerimaan data.
Terdapat 2 jenis media transmisi, yaitu Guided dan Ungiuded. Guided transmission media atau
media transmisi terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem kabel. Unguided
transmission media atau media transmisi tidak terpandu merupakan jaringan yang menggunakan
sistem gelombang.
Sampai saat ini terdapat 2 media transmisi terpadu(Guided), yaitu media tembaga dan media
optikal, dan media transmisi tidak terpadu(Unguided) yang banyak diketahui orang adalah media
wireless.
A. Media Tembaga (Copper Media)
Media Tembaga merupakan semua media transmisi data yang terbuat dari bahan tembaga
atau yang biasa orang sebut dengan kabel tembaga. Data yang dikirim melalui media ini
berbentuk sinyal sinyal listrik digital.
1. Kabel Coaxial

Kabel coaxial atau popular disebut coax terdiri atas konduktor silindris melingkar,
yang menggelilingi sebuah kabel tembaga inti yang konduktif. Untuk LAN, kabel coaxial
menawarkan beberapa keunggulan. Diantaranya dapat dijalankan dengan tanpa banyak
membutuhkan bantuan repeater sebagai penguat untuk komunikasi jarak jauh diantara
node network, dibandingkan kabel STP atau UTP. Repeater juga dapat diikutsertakan
untuk meregenerasi sinyal-sinyal dalam jaringan coaxial sehingga dalam instalasi network
cukup jauh dapat semakin optimal. Kabel coaxial juga jauh lebih murah dibanding Fiber
Optic, coaxial merupakan teknologi yang sudah lama dikenal. Digunakan dalam berbagai
tipe komuniksai data sejak bertahun-tahun, baik di jaringan rumah, kampus, maupun
perusahaan.

Kelebihan :
Murah
Jarak jangkauan yang luas
Dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon
Kekurangan :
Instalansi yang rumit
Redaman yang relative besar, sehingga untuk hubungan jauh harus dipasang
repeater.
Jika kabel dipasang diatas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang
dapat berakibat putusnya hubungan
2. Twisted-Pair Cable
Kabel twisted-pair terdiri atas dua pasang kawat yang terpilin. Twisted-pair lebih tipis,
lebih mudah putus, dan mengalami gangguan lain sewaktu kabel terpuntir atau kusut.
Twisted-Pair terdapat 2 jenis :
1.

Kabel STP (Shielded Twisted Pair)

Kabel STP mengkombinasikan teknik-teknik perlindungan dan antisipasi tekukan


kabel. STP yang peruntukan bagi instalasi jaringan ethernet, memiliki resistansi atas
interferensi elektromagnetik dan frekuensi radio tanpa perlu meningkatkan ukuran
fisik kabel. Kabel Shielded Twister-Pair nyaris memiliki kelebihan dan kekurangan
yang sama dengan kabel UTP. Satu hal keunggulan STP adalah jaminan proteksi
jaringan dari interferensi-interferensi eksternal, sayangnya STP sedikit lebih mahal
dibandingkan UTP.
Kelebihan Kabel STP :

Kabel yang tahan terhadap gangguan yang berasal dari luar (interference),
seperti arus listrik, cuaca, ataupun tekukan yang terjadi pada kabel.
Kualitas yang terjamin, karena pihak produsen dalam proses produksinya
menggunakan bahan mentah dengan kualitas yang terbaik, untuk menjamin
produk mereka tahan lama dan berkualitas.
Cocok untuk daerah geografis yang luas serta medan yang berat.
Dapat ditarik hingga lebih dari 100 m dari node ke client asal jangan sampai
melebihi 2 x lipatnya, karena sebaik-baiknya kabel STP masih memiliki
kekurangan.
Tak membutuhkan perhatian khusus.

Kekurangan kabel STP :


Harga yang mahal, membuat kabel ini jarang digunakan.
Membutuhkan konektor bermerek (brended), karena jika kabel STP di
crimping dengan konektor yang apa adanya, bisa membuat kinerja jaringan
menjadi kurang maksimal.
2.

Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)

Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) atau kabel tanpa pelindung merupakan
kabel yang digunakan untuk membangun sebuah jaringan/networking sehingga
terbentuk sebuah topologi komputer.
Kelebihan kabel UTP :
Mudah didapatkan/harga yang terjangkau.
Mudah dalam instalasi, karena kabel hanya terdiri dari 4 pilinan serta pelindung
yang tak seberapa tebal.
Mudah dalam pengerjaan crimping kabel, karena diameternya yang kecil, maka
membuat kabel ini cocok dengan konektor RJ 45 merk apapun.
Paling sering digunakan oleh teknisi-teknisi jaringan diluar sana yang benyak
kita temui, baik dalam instalasi jaringan/outdoor karena kualitas kabel UTP saat
ini sudah mulai banyak diperhitungkan.
Kelemahan kabel UTP :
Kabel ini tak kuat menahan interference (gangguan yang bersumber dari luar,
seperti arus listrik, cuaca dsb)
Karena sifatnya yang lentur dan mudah terkelupas membuat kabel ini tak cocok
untuk daerah geografis yang luas serta medan yang agak berat karena sulit untuk
bertahan dengan kondisi yang demikian.
Tak bisa diterapkan dalam instalasi jarak jauh, maksimal 100 m. Karena dari
pengalaman saya, kabel STP mampu ditarik hingga 150 m dari node ke client
tanpa mengalami loss sedikitpun, sedangkan kabel UTP sudah pasti tak dapat
melakukan hal yang demikian.
Kita sebagai teknisi jaringan, atau jika anda bekerja di suatu perusahaan teknologi
harus jeli memilih kualitas kabel UTP karena di pasaran sangat banyak merk
kabel yang serupa dengan kualitas dan harga yang variatif. Jadi, daripada anda
menyesal karena telah memilih kabel dengan merk yang kurang reliable maka
pilihlah kabel kabel UTP yang branded dan pastinya bergaransi.

B. Media Optikal (Optical Media)


Media Optikal merupakan media transmisi data yang terbuat dari kaca atau plastik. Data
yang dikirim melalui media ini berbentuk sinyal sinyal cahaya yang dapat dikonversi dengan
peralatan khusus
1. Kabel Fiber Optik
Ada tiga jenis fiber optic yang digunakan, yaitu single mode, multi mode dan plastic
optical fiber yang berfungsi sebagai petunjuk cahaya dari ujung kabel ke ujung kabel
lainnya. Dari transmitter receiver, yang mengubah pulsa elektronik ke cahaya dan
sebaliknya, dalam bentuk light-emmiting diode ataupun laser.

Kabel Fiber Optic single mode, merupakan jenis transmisi yang dapat mengantarkan
data berkapasistas besar dengan kecepatan tinggi dengan jarak yang jauh, dan
membutuhkan sumber cahaya dengan spectrum yang lebih kecil. 50 kali lebih cepat
dibandingkan dengan multimode dalam mengantarkan transmisi karena memiliki
core yang lebih kecil.

Kabel Fiber Optic Multimode, dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan
kecepatan tinggi untuk jarak menengah. Apabila jarak yang ditempuh melebihi 3000
kaki akan terjadi distrosi sinyal mengakibatkan pengiriman data tidak akurat.

Plastic Optical Fiber, kabel yang terbuat dari plastic yang tingkat performa sama
dengan fiber glass.

Kelebihan :
Kemampuan mengirim data dengan kapastitas yang besar dan jarak yang jauh.
Kecepatan transmisi hingga mencapai gigabits
Tingkat keamanan fiber optic yang tinggi
Lebih menghemat tempat, dibandingkan dengan kabel tembaga.
Kekurangan :
Harganya yang cukup mahal
Penggunaan yang cukup rumit.
C. Media Tanpa Kabel (Wireless Media)
Media transmisi wireless menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi. Biasanya
gelombang elektromagnetik dengan frekuensi 2.4 Ghz dan 5 Ghz. Data-data digital yang
dikirim melalui wireless ini akan dimodulasikan ke dalam gelombang elektromagnetik ini.

Kelebihan :

Dapat digunakan untuk komunikasi jarak jauh


Sangat dianjurkan untuk gedung yang susah dalam penginstalan kabel jaringan.

Kekurangan :

Sulit diperoleh karena spectrum frekuensi terbatas


Biaya yang mahal
Keamanan yang kurang terjamin
Transfer data lebih lambat dibandingkan dengan kabel.

Anda mungkin juga menyukai