Anda di halaman 1dari 12

AKUNTANSI MANAJEMEN

Manajemen Biaya Berdasarkan Aktivitas

Oleh
Rexy Bara Asmara
041411331215
Fahrizal K
041411331218
Mohammad Sofyan Ismail
041411331240
Mohammad Husen R.
041411331264
Raditya Pratikto
041411333008

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2016

BAB 5
MANAJEMEN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS
Akuntansi aktivitas adalah faktor penting untuk mengoprasionalkan perbaikan berkelanjutan.
Memperbaiki berbagai proses berarti memperbaiki cara berbagai aktivitas terkait dilakukan.
Jadi,manajeman berbagai aktivitas bukan biaya adalah kunci keberhasilan pengendalian bagi
perusahaan yang beroprasi dalam lingkungan perbaikan yang berkelanjutan.
Manajemen berdasarkan aktivitas adalah pendekatan untuk keseluruhan sistem yang
terintregrasi dan berfokus pada perhatian manajemen atas berbagai aktivitas dengan tujuan
meningkatkan nilai bagi pelanggan dan laba yang dicapai dengan mewujudkan nilai ini jadi,
model manajemen berdasarkan aktivitas memiliki dua dimensi yaitu dimensi biaya dan
dimensi proses. Tujuan dimensi biaya adalah memperbaiki akurasi pembebanan biaya.
Seperti yang disarankan model tersebut, biaya berbagai sumber daya ditelusuri ke berbagai
aktivitas. Kemudian biaya berbagai aktivitas tersebut dibebankan pada objek biaya. Dimensi
proses,memberikan informasi mengenai aktivitas apa saja yang dilakukan, mengapa harus
dilakukan, dan seberapa baik aktivitas-aktivitas tersebut dilakukan. Tujuan dimensi ini adalah
mengurangi biaya.
Mengimplementasikan ABM
Manajemen berdasarkan aktivitas adalah sistem yang lebih komperehensif daripada sistem
ABC. ABM melibatkan ABC dan menggunakannya sebagai sumber informasi utama. ABM
dapat dipandang sebagai sistem informasi yang bertujuan memperbaiki pengambilan
keputusan dengan menginformasikan biaya yang akurat dan mengurangi biaya dengan
mendorong serta mendukung berbagai usaha perbaikan berkelanjutan. Tujuannya yaitu
domain dari ABC membutuhkan data yang lebih terperinci dari tujuan ABC dalam
memperbaiki keakuratan pembebanan biaya.
Perencanaan Sistem
Perencanaan sistem memberikan justifikasi untuk inplementasi ABM dan menjawab berbagai
masalah berikut ini :
1.
2.
3.
4.

Sasaran dan tujuan sistem ABM


Posisi persaingan perusahaan saat ini dan yang diinginkan
Proses bisnis dan bauran produk perusahaan
Jadwal, tanggung jawab yang dibebankan, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk

5.

implementasi.
Kemampuan perusahaan untuk mengimplementasikan, mempelajari, dan menggunakan
informasi baru.

Identifikasi, Definisi, dan Klasifikasi Aktivitas


Indentifikasi, definisi, dan klasifikasi aktivitas membutuhkan perhatian lebih banyak ABM
daripada ABC. Mengetahui pekerjaan apa saja yang membentuk suatu aktivitas merupakan
hal yang sangat berguna untuk meningkatkan efisiensi aktivitas yang bernilai tambah. Hal
penting yang perlu diketahui adalah implementasi yang berhasil membutuhkan waktu dan
kesabaran. Hal ini berlaku ketika menggunakan informasi baru yang disediakan sistem ABM.
Penyebab Kegagalan Implementasi ABM
Sebagai sistem, ABM bisa saja gagal karena berbagai alasan. Salah satu alasan utamanya
adalah kurangnya dukungan dari manajemen tingkat atas. Hilangnya dukungan bisa terjadi
jika implementasi membutuhkan waktu yang terlalu lama atau hasil yang diharapkan tidak
tampak nyata.
Kegagalan dalam mengintegrasikan sistem baru tersebut adalah alasan utama lain dari
kegagalan sistem ABM. Probabilitas dari keberhasilan meningkat jika sistem ABM tidak
bersaing dengan berbagai program perbaikan lain atau sistem akuntansi resmi lainnya.
ABM dan Akuntansi Pertanggungjawaban
Akuntansi pertanggungjawaban adalah alat fundamental untuk pengendalian manajemen dan
ditentukan melalui empat eleman penting, yaitu pemberian tanggung jawab, pembuatan
ukuran

kinerja,

pengevaluasian

kinerja,

dan

pemberian

penghargaan.

Akuntansi

pertanggungjawaban bertujuan memengaruhi perilaku dalam cara tertentu sehingga seseorang


atau kegiatan perusahaan akan disesuaikan untuk mencapai tujuan bersama.
Sistem akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan keuangan memberikan tanggung
jawab pada berbagai unit perusahaan dan menyatakan berbagai ukuran kinerja dalam bentuk
keuangan. Jadi, akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan aktivitas adalah sistem akuntansi
pertanggungjawaban yang dikembangkan untuk perusahaan yang beroprasi dalam lingkungan
yang mengalami perbaikan berkelanjutan. Sistem akuntansi ini mengukur kinerja sehingga
menekankan pada pandangan keuangan dan non keuangan.
Pertanggungjawaban

Berdasarkan

Pertanggungjawaban Berdasarkan Aktivitas


Pemberian Tanggung Jawab

Keuangan

Dibandingkan

dengan

Akuntansi Pertanggungjawaban berdasarkan keuangan berfokus pada unit fungsional


perusahaan dan berbagai individu. Pertama, sebuah pusat pertanggungjawaban akan
diidentifikasi. Pusat ini biasanya adalah unit perusahaan, seperti pabrik, departemen atau lini
produksi. Apa pun unit fungsionalnya, tanggung jawab didefinisikan dalam bentuk keuangan
(contohnya, biaya).
Sedangkan pertanggungjawaban berdasarkan aktivitas atau proses, titik utamanya akan
mengubah inti dan individu menjadi proses dan tim. Optimalisasi keseluruhan sistem adalah
penekanannya. Selain itu, tanggung jawab keuangan tetap merupakan hal yang penting.
Ada tiga metode yang memungkinkan perubahan cara berbagai hal dilakukan, yaitu
perbaikan proses, inovasi proses, dan penciptaan proses. Perbaikan proses merujuk pada
peningkatan bertahap dan konstan dalam efisiensi suatu proses yang telah ada. Inovasi proses
(reakayasa ulang bisnis) merujuk pada kinerja proses dalam cara baru yang radikal dengan
tujuan mencapai perbaikan yang dramatis dalam hal waktu respon, kualitas dan efisiensi.
Penciptaan proses merujuk pada instalasi sebuah proses yang seluruhnya baru dengan
maksud memenuhi tujuan pelanggan dan keuangan.
Penetapan Ukuran Kinerja
Setelah tanggung jawab ditetapkan, ukuran kinerja harus diidentifkasikan dan standar harus
ditetapkan untuk berfungsi sebagai benchmarking untuk ukuran kinerja. Anggaran dan
perhitungan biaya standar adalah tahap penting dalam aktivitas benchmarking untuk sistem
berdasarkan keuangan. Hal ini berarti ukuran kinerja bersifat objektif dan relatif stabil
sepanjang waktu. Pertama, ukuran kinerja berorientasi pada proses sehingga harus
memperhatikan berbagai atribut proses, seperti waktu proses, kualitas, dan efisiensi. Kedua,
standar ukuran kinerja berubah untuk mencerminkan berbagai kondisi dan tujuan baru, serta
membantu mempertahankan kemajuan apa pun yang telah dicapai. Ketiga, standar optimal
membutuhkan suatu peran penting. Standar ini menentukan pencapaian utama target sehingga
identifikasi potensi digunakan untuk perbaikan. Mengidentifikasi standar bernilai-tambah
untuk tiap aktivitas jauh lebih ambisius daripada sistem pertanggungjawaban keuangan
tradisional.
Evaluasi Kinerja
Dalam kerangka kerja berdasarkan keuangan, kinerja diukur dengan membandingkan
berbagai hasil sesungguhnya dengan hasilyang dianggarkan. Kinerja keuangan yang diukur
melalui kemampuan untuk memenuhi atau mengalahkan standar keuangan tertentu yang tidak
berubah, sangatlah ditekankan.

Perspektif proses menambah waktu, kualitas, dan efisiensi sebagai berbagai dimensi
yang sangat penting atas kinerja. Kinerja dievaluasi dengan menilai apakah berbagai ukuran
ini membaik dengan berjalannya waktu. Hal yang sama juga berlaku untuk berbagai ukuran
yang berkaitan dengan kualitas dan efisiensi.berbagai ukuran pengurangan biaya yang
dicapai, tren dalam biaya, dan biaya per unit hasill adalah berbagai indikator yang sangat
bergunauntuk melihat apakah suatu proses telah membaik atau belum. Tujuannya adalah
menghasilkan biaya rendah, produk yang berkualitas tinggi, dan pengiriman secara tepat
waktu.
Pemberian Penghargaan
Sistem penghargaan dalam sistem akuntansi keuangan berdasarkan keuangan didesain untuk
mendorong setiap orang dalam mencapai atau mengalahkan standar anggaran. Dalam sistem
pertanggungjawaban berdasarkan aktivitas, sistem penghargaannya lebih rumit. Tiap orang
bertanggungjawab sebagai tim serta atas kinerja individual. Karena perbaikan yang berkaitan
dengan proses kebanyakan dicapai melalui usaha tim, penghargaan berbasis kelompok adalah
paling tepat daripada penghargaan untuk perorangan.
ANALISIS NILAI PROSES
Analisis nilai proses adalah hal yang fundamental bagi akuntansi pertanggungjawaban
berdasarkan aktivitas, analisis ini berfokus pada akuntabilitas berbagai aktivitas sebagai ganti
biaya dan analisis ini menekankan pada memaksimalisasi kinerja keseluruhan sistem sebagai
ganti kinerja individual. Analisis nilai proses membantu mengubah berbagai konsep
akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan aktivitas dari tingkat konseptual menjadi
operasional.
Analisis Penggerak: Pencarian Akar Pemicu
Mengelola berbagai aktivitas membutuhkan pemahaman atau penyebab biaya aktivitasnya.
Setiap aktivitas terdiri atas input dan output. Input aktivitas adalah berbagai sumber daya
yang dikonsumsi suatu aktivitas dalam rangka menghasilkan output-nya. Output aktivtas
adalah hasil atau produk dari suatu aktivitas. Akar pemmicu (root cause) adalah penyebab
yang paling dasar dari suatu aktivitas yang dilakukan. Analisis penggerak bertujuan untuk
mengungkapkan akar pemicu. Jadi, analisis penggerak adalah usaha yang dilakukan untuk
mengidentifikasi berbagai faktor yang merupakan akar pemicu dari biaya aktivitas.
Analisis Aktivitas: Mengidentifikasi dan Menilai Isi Nilai

Analisis aktivitas adalah proses untuk mengidentifikasi, menjelaskan, dan mengevaluasi


berbagai aktivitas yang dilakukan perusahaan. Analisis aktivitas haurs menunjukkan empat
hasil: (1) aktivitas apa saja yang dilakukan, (2) berapa banyak orang yang melakukan
aktivitas tersebut, (3) waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas,
dan (4) penilaian atas aktivitas bagi perusahaan, termasuk saran untuk memilih dan
mempertahankan berbagai aktivitas yang menambah nilai. Menentukan isi nilai tambah dari
aktivitas, berkaitan dengan pengurangan biaya daripada pembebanan biaya. Oleh karena itu,
hal ini merupakan bagian yang paling penting dalam analisis aktivitas. Berbagai aktivitas
tersebut dapat diklasifikasikan sebagai bernilai-tambah atau tak-bernilai-tambah.
Aktivitas Bernilai-Tambah
Aktivitas bernilai tambah merupakan berbagai aktivitas yang dibutuhkan untuk dapat
bertahan dalam bisnis. Beberapa aktivitas yang disyaratkan memang dibutuhkan untuk
memenuhi hukum. Berbagai aktivitas lainnya merupakan aktivitas bernilai tambah
berdasarkan peraturan. Aktivitas dalam perusahaan adalah aktivitas discretionary. Aktivitas
discretionary diklasifikasikan sebagai aktivitas yang bernilai tambah jika secara simultan
memenuhi berbagai syarat : ( 1 ) aktivitas yang menyebabkan perubahan kondisi, ( 2 )
perubahan kondisi yang tidak dapat dicapai melalui aktivitas melalui sebelumnya dan ( 3 )
aktivitas yang memungkinkan berbagai aktivitas lainnya dilakukan.
Aktivitas Tak-Bernilai-Tambah
Semua aktivitas selain berbagai aktivitas yang paling penting untuk tetap bertahan dalam
bisnis sehingga dipandang tidak perlu, disebut sebagai aktivitas tak bernilai tambah. Aktivitas
ini dapat di identifikasi melalui ketidakmampuannya memenuhi salah satu dari tiga syarat
yang disebut di atas. Pelanggaran atas dua syarat pertama adalah conoh umum dari aktivitas
tak bernilai tambah. Perubahan kondisi aktivitas tak bernilai tambah karena merupakan
pekerjaan diulang, aktivitas itu melakukan sesuatu yang seharusnya telah dilakukan oleh
sebelumnya. Biaya tak bernilai tambah adalah berbagai biaya yang disebabkan oleh aktivitas
tak berniali tambah atau kinerja tidak efesien dari akvitas bernilai tambah.
Contoh Aktivitas Tak-Bernilai-Tambah
Pemesanan ulang, suku cadang, pengiriman produksi dan pengerjaan ulang adalah contoh
aktivitas tak bernilai tambah. Dalam operasi produksi, lima aktivitas utama berikut sering
disebut sebagai aktivitas yang sia sia dan tidak dibutuhkan. :

1.

Penjadwalan. Suatu aktivitas yang menggunakan waktu dan sumber daya untuk
menentukan kapan produk memiliki akses ke proses serta beberapa banyak yang akan

2.

diproduksi.
Perpindahan. Suatu aktivitas menggunakan waktu dan sumber daya unuk memindahkan
bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi dari satu departemen ke departemen

3.

lainnya.
Waktu Tunggu. Suatu aktivitas dimana bahan baku dan barang dalam proses memerlukan

4.

waktu tunggu untuk menunggu proses selanjutnya.


Pemeriksaan. Suatu aktivitas dimana waktu dan sumber daya digunakan untuk

5.

memastikan bahwa produk memenuhi spesifikasinya.


Penyimpanan. Suatu aktivitas yang menggunakan waktu dan sumber daya dimana
barang atau bahan baku terkait tetap berada dalam persediaan.

Pengurangan Biaya
Kondisi persaingan memaksa perusahaan untuk mengirimkan produk yang diinginkan para
konsumen secara tepat waktu dengan biaya serendah mungkin. Hal ini berarti perusahaan
harus terus berusaha keras untuk memperbaiki biayanya. Analisis aktivitas dapat mengurangi
biaya melalui empat cara :
1.
2.
3.
4.

Eleminasi aktivitas
Pemilihan aktivitas
Pengurangan aktivitas
Penyatuan aktivitas.
Eliminasi aktivitas berfokus pada berbagai aktivitas yang tidak berniali tambah. Hal ini

dilakukan jika perusahaan gagal menambah nilai maka perusahaan mengeliminasi aktivitas
aktivitas tersebut. Pemilihan aktivitas melibatkan pemilihan berbagai rangkaian aktivitas
yang ditimbulkan oleh beberapa strategi yang saling bertentangan. Pengurangan biaya
mengurangi waktu dan sumber daya yang dibutuhkan suatu aktivitas sehingga berbagai
aktvitas tak bernilai tersebut ditiadakan untuk emperbaiki efisiensi dari berbagai aktivitas.
Penyatuan aktivitas meningkatkan efesiensi dari berbagai aktivitas yang dibutuhkan dengan
menggunakan economic of scale.
Pengukuran Kinerja Aktivitas
Pengukuran kinerja aktivitas terdapat dalam bentuk keuangan dan non keuangan. Berbagai
ukuran ini didesain untuk menilai seberapa baik suatu aktivitas dilakukan dan seberapa baik
hasil yang dicapai. Ukuran kinerja aktivitas berpusat pada tiga dimensi utama ; efesiensi,
kualitas dan input.

Efesiensi berfokus pada hubungan berbagai input aktivitas dengan output aktivitas.
Kualitas berkaitan dengan melakukan aktivitas yang benar sejak aktivitas tersebut dilakukan
pertama kali. Ukuran waktu untuk kinerja cenderung bersifat nonkeuangan sedangkan
efesiensi dan kualitas adalah ukuran keuangan dan non keuangan.
UKURAN KINERJA AKTIVITAS
Ukuran keuangan dari kinerja seharusnya juga meberikan informasi khusus mengenai
pengaruh dalam bentuk uang atas perubahan kinerja aktivitas. Jadi berbagai ukuran keuangan
harus menunjukkan potensi penghematan sesungguhnya. Ukuran keuangan untuk efesiensi
aktivitas meliputi laporan biaya bernilai tambah dan tak bernilai tambah, trend dalam lapran
biaya aktivitas, penetapan standar kaizen, benchmarking dan perhitungan biaya sirklus hidup.
Pelaporan Biaya Bernilai dan Tak Bernilai-Tambah
Mengurangi biaya bernilai tambah adalah salah satu cara meningkatkan evisien aktivitas.
Penekanan pada biaya tak bernilai tambah menunjukan tingkat pemborosan yang dialami
perusahaan, sehingga memberi memberikan informasi mengenai potensi perbaikan. Hal ini
akan mendorong para manajer untuk lebih menekan pengadilan aktivitas tak bernilai tambah.
Biaya bernilai tambah adalah berbagai biaya yang harus ditanggung perusahaan.
Standar bernilai tambah membutuhkan eliminasi atas seluruh aktivitas tak bernilai tambah.
Untuk berbagai aktivitas ini, output optimalnya adalah nol dengan biayanya nol. Standar
bernilai tambah juga membutuhkan eliminasi seluruh ketidak evisienan berbagai aktivitas
yang dibutuhkan, tetapi tidak dilaksasnakan secara efisien. Jadi, aktivitas bernilai tambah
juga memiliki tingkat output optimal. Oleh sebab itu, standar bernilai tambah
mengidentifikasi output aktivitas optimal. Pengidentifikasian output aktivitas optimal
membutuhkan pengukuran output aktivitas.
Menetapkan standar bernilai tambah bukan berarti berbagai standar tersebut akan
dicapai dengan segera. Mengukur evisiensi tiap pekerja dan pengawas bukanlah cara
mengeliminasi aktivitas tak bernilai tambah. Memusatkan perhatian pada berbagai aktivitas
dan memberikan insentif untuk mamperbaiki berbagai proses adalah pendekatan yang lebih
produktif. Dengan membandingkan biaya aktivitas sesungguhnya dengan biaya aktivitas
bernilai-tambah, pihak manajemen dapat menilai tingkat ketidakefisienan aktivitas serta
menentukan potensi untuk perbaikan.
Standar bernilai tambah untuk penyetelan membutuhkan waktu penyetelan nol.
Idealnya seharusnya tidak ada produk yang cacat dengan memperbaiki kualitas, mengubah
proses produksi, dan lain-lain. Untuk kemudahan dan menunjukan hubungan dengan berbagai

biaya aktual, harga aktual perunit untuk penggerak aktivitas terkait diasumsikan dengan harga
standarnya.
Mengurangi waktu penyetelan adn mengimplementasikan program evaluasi pemasok
adalah berbagai tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja aktivitas
penyetelan dan pengawasan. Jadi, melaporkan biaya yang bernilai dan tak bernilai tambah
pada saat tertentu dapat memicu berbagai tindakan untuk mengelola berbagai tindakan untuk
mengelola berbagai pelaksanaan aktivitas terkait dan menghasilkan pengurangan biaya.
Pelaporan Tren
Perbandingan antaara biaya tak bernilai tambah tahun 2008 secara langsung dengan biaya
pada tahun 2007 membutuhkan SQ pada nilai yang sama untuk kedua tahun tersebut. Jika SQ
berubah, paada tahun sebelumnya, biaya tak-bernilai tambah akan disesuaikan hanya dengan
asumsi ada penyimpangan dalam presentase yang sama dari standarnya pada tahun ini jika
dibandingkan dengan realisasinya pada tahun sebelumnya.
Laporan tren menunjukan pengurangan pengurangan biaya terjadi. Perbandingan
berbagai biaya aktual dari dua periode akan menghasilkan penurunan yang sama. Namun,
pelaporan biaya yang tak-bernilai-tambah tidak hanya menunjukan penurunan, tetapi juga
tempat penurunan tersebut terjadi.
Standar bernilai-tambah , seperti juga lainnya, bukanlah hal yang tetap. Teknologi baru,
desain baru, dan berbagai inovasi lainnya dapat mengubah sifat dari aktivitas yang dilakukan.
Aktivitas bernilai-tambah dapat diubah menjadi aktivitas tak-bernilai-tambah dan tingkat
nilai tambahnya juga dapat berubah. Jadi, ketika berbagai cara baru untuk perbaikan yang
bermunculan, standar bernilai-tambah akan berubah. Sebaiknya para manajer harus terus
mencari cara untuk mencapai efisiensi yang tingkatnya lebih tinggi.
Peran Standar Kaizen
Perhitungan biaya kaizen berkaitan dengan penurunan biaya berbagai produk dan proses yang
telah ada. Dalam istilah operasional, perhitungan biaya ini mengarah pada penurunan yang
tak-bernilai-tambah. Pengendalian berbagai proses penurunan biaya ini dapat dicapai melalui
penggunaan berulang dua subsiklus utama; (1) kaizen atau perbaikan berkelanjutan dan (2)
siklus pemeliharaan. Subsiklus kaizen ditentukan oleh rangkaian.
Siklus pemeliharaaan mengikuti urutan standar-lakukan-periksa- bertindak. Standar
ditetapkan berdasarkan pada perbaikan sebelumnya. Selanjutnya, kegiatan dilakukan dan
berbagai hasilnya akan diperiksa untuk memastikan kinerjanya sesuai dengan tingkat standar
baru ini. jika tidak, tindakan perbaikan harus dilakukan untuk memulihkan kinerja.
Benchmarking

Pendekatan lain untuk menentukan standar yang digunakan untuk mengidentifikasi berbagai
peluang perbaikan aktivitas disebut sebagai benchmarking. Benchmarking menggunakan
pabrik terbaik sebagai standar untuk mengevaluasi kinerja aktivitas.

Dalam suatu

perusahaan, berbagai unit berbeda yang melakukan beberapa aktivitas yang sama akan
diperbandingkan.
Melalui pembagian biaya aktivitas pembelian dengan jumlah pemesanan pembelian
yang dibuat akan menghasilkan biaya perunit $20 per pesanan. Kini jika biaya unit yang
terbaik adalah $15 per pesanan, maka pabrik dengan biaya perunit $20 perpesanan akan tau
bahwa pabrik tersebut akan mampu memperbaiki evisiensi aktivitasnya paling tidak $5
perunit. Dengan mempelajari praktik pembelian dari pabrik yang terbaik, evisiensi aktivitas
harusnya meningkat.
Pengaruh Penggerak dan Perilaku
Ukuran output aktivitas dibutuhkan untuk menghitung dan menelusuri berbagai biaya takbernilai tambah. Mengurangi aktivitas tak-bernilai-tambah seharusnya menghasilkan
pengurangan kebutuhan aktivitas tersebut sehingga menimbulkan pengurangan dalam ukuran
output aktivitasnya. Jika kinerja suatu tim dipengaruhi oleh kemampuannya untuk
mengurangi biaya tak-bernilai-tambah, maka seleksi berbagai penggerak aktivitas dan cara
bagaimana mereka digunakan dipengaruhi oleh perilaku.
Mengidentifikasi standar bernilai-tambah untuk jumlah suku cadang tiap produk
melalui penggunaan analisis fungsi dapat mencegah perilaku yang mengakibatkan pengaruh
negatif. Para desainer dapat didorong untuk mengurangi biaya tak-bernilai-tambahdengan
mendesain produk untuk mencapaistandar bernilai-tambah dalam hal jumlah suku
cadang.standar tersebut memberikan tujuan yang nyata dan menentukan jenis perilaku yang
dimukinkan melalui intensif.
Manajemen Kapasitas Aktivitas
Kapasitas aktivitas adalah jumlah frekuensi suatu aktivitas dapat dilakukan. Penggerak
aktivitas mengukur kapasitas aktivitas.
Variansi Kapasitas
Variansi volume kapasitas adalah selisih antara tingkat aktivitas sesungguhnya yang diadakan
(kapasitas praktis, AQ) dengan kuantitas standar bernilai tambah aktivitas yang seharusnya
digunakan(SQ). Dengan asumsi bahwa pengawasan adalah aktivitas tak-bernilai-tambah,
SQ=0 adalah nilai dari standar bernilai tambah. Variansi volume dalam kerangka kerja ini
memiliki interpretasi ekonomi yang berguna. Variansi ini adalah biaya tak-bernilai-tambah
untuk aktivitas pengawasan.

Ketika pasokan melebihi permintaan dalam kuantitas yang cukup besar, pihak
manajemen dapat bertindak untuk mengurangi kuantitas aktivitas yang disediakan. Jadi,
variansi kapasitas yang tidak digunakan, selisih antara ketersedian aktivitas (AQ) dengan
penggunaan aktivitas (activity usage-AU) adalah informasi penting yang harus disediakan
pihak manajemen. Tujuannya adalah mengurangi kebutuhan akan aktivitas tersebut sampai
periode tertentu dimana variansi kapasitas yang tidak digunakan sama dengan variansi
volume aktivitas. Mengapa? Karena variansi volume aktivitas tidak digunakan untuk
mengukur kemajuan yang dihasilkan dalam usaha mengurangi biaya tak-bernilai-tambah.
Perbaikan aktivitas bisa menciptakan kapasitas yang tidak digunakan, tetapi manajer
harus bersedia dan mampu mengambil keputusan yang berat untuk mengurangi pengeluaran
sumber daya yang tidak perlu untuk mendapatkan peningkatan laba yang potensial.

PERHITUNGAN

BIAYA

PELANGGAN

DAN

PEMASOK

BERDASARKAN

AKTIVITAS
Dalam sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas, keakuratan perhitungan harga pokok
produk diperbaiki dengan penelusuran biaya aktivitas pada produk yang memakai aktivitas.
ABC juga dapat digunakan untuk menentukan keakuratan biaya pelanggan dan pemasok.
Pengetahuan biaya pelanggan dan pemasok dapat menjadi informasi penting untuk
memperbaiki profitabilitas suatu perusahaan.
Perhitungan Biaya Pelanggan Berdasarkan Aktivitas
Para pelanggan adalah objek biaya yang cukup berpengaruh. Manajemen atas pelanggan
dapat menghasilkan pendapatan signifikan dalam laba. Memiliki keanekaragaman pelanggan
merupakan hal yang mungkin, sebagaimana kemungkinan untuk memiliki keanekaragaman
produk. Sumber keanekagaman pelanggan meliputi beberapa hal, seperti frekuensi pesanan,
fekuensi pengiriman, jarak geografis, dukungan penjualan dan promosi, serta kebutuhan
dukungan rekayasa teknik.
Perhitungan Biaya Pelanggan versus Perhitungan Harga Pokok Produk
Pembebanan biaya layanan pelanggan pada pelanggan dilakukan dengan cara yang sama
dengan biaya produksi dibebankan pada produk. Aktivitas yang digerakkan pelanggan-seperti
memasukkan pesanan, mengambil pesanan, mengirim, melakukan tindakan penjualan, dan
mengevaluasi kredit klien-diidentifikasikan dan dimasukkan dalam daftar kamus aktivitas.
Perhitungan Biaya Pemasok Berdasarkan Aktivitas

Perhitungan

biaya

berdasarkan

aktivitas

juga

dapat

membantu

manajer

untuk

mengidentifikasi biaya yang sebenarnya dari para pemasoknya. Biaya pemasok lebih banyak
dari pada harga pembelian komponen atau bahan yang dibutuhkan. Pemasok dapat
mempengaruhi banyak aktivitas internal suatu perusahaan dan meningkatkan biaya
pembelian secara signifikan.
Pandangan yang lebih tepat adalah biaya ditambahkan pada biaya pembelian,
kemudian, para manajer diminta mengevaluasi para pemasok berdasarkan biaya total, tidak
hanya pada harga pembelian.

Metodologi Perhitungan Biaya Pemasok


Pembebanan biaya untuk aktivitas yang berhubungan dengan pemasok mengikuti pola yang
sama dengan perhitungan biaya pelanggan dan perhitungan harga pokok produk pada ABC.
Aktivitas yang digerakkan pemasok, seperti membeli, menerima, memeriksa komponen yang
datang, mengerjakan ulang produk, mempercepat pengiriman produk, dan memperbaiki
produk yang masih dalam masa garansi, diidenifikasikan dan di daftarkan dalam kamus
aktivitas. Biaya sumber daya yang dipakai dibebankan pada aktivitas ini dan biaya aktivitas
dibebankan pada pemasok terkait.