Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH BIOLOGI SEL

MEMBRAN SEL
Dosen Pengampu:
NURUL ASIKIN, S.Pd, M.Pd

Oleh:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Romy
Ryanda Bima Jatra
Wan Didit Saputra
Uji Rotoni
Rumi Ambarwati
Azuriyati

140384205042
140384205038
140384205006
140384205054
140384205032
140384205068

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah biologi sel ini
sesuai dengan waktu yang telah diberikan, dalam penyusunan makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan namun demikian penyusun telah berusaha semaksimal
mungkin agar hasil dari tulisan ini tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan
yang ada.
Atas dukungan dari berbagai pihak akhirnya penulis bisa menyelesaikan
makalah ini. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih
kepada Dosen yang mengajar mata kuliah Biologi Sel yang memberikan
pengajaran dan arahan dalam penyusunan makalah ini, dan tidak lupa kepada
teman-teman semua yang telah ikut berpartisipasi membantu penulis dalam upaya
penyusunan Makalah ini.
Penyusun menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,
karena tak ada gading yang tak retak, begitu pula dengan Makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang
sifatnya membangun demi kesempurnaan Makalah ini, dan mudah-mudahan ini
dapat bermanfaat bagi kita semua.

Tanjungpinang, 15 April 2016

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................ii
DAFTAR ISI...........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................4
1.1 Latar Belakang...............................................................................................4
1.2. Rumusan Masalah.........................................................................................4
1.3. Tujuan Penulisan...........................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................5
2.1 Pengertian Membran Plasma..........................................................................5
2.2 Struktur Membran Plasma..............................................................................5
2.2.1 Protein membran.....................................................................................6
2.2.2 Glikolipid dan glikoprotein.....................................................................7
2.2.3 Kolesterol................................................................................................7
2.2.4 Sitoskeleton.............................................................................................7
2.3 Komponen Penyusun Membran Plasma.........................................................8
2.3.1 Lipid........................................................................................................8
2.3.2 Protein...................................................................................................10
2.3.3 Karbohidrat...........................................................................................11
2.4 Fungsi Membran plasma..............................................................................12
2.5 Perkembangan Model Membran Plasma......................................................13
2.5.1 Model Membran Menurut Charles Overton (1895)..............................13
2.5.2 Model Membran Menurut Gorter dan Grendel (1925).........................14
2.5.3 Model membran menurut J.F. Danielli dan E.N. Harvey (1933)..........14
2.5.4 Model membran menurut Danielli dan Davson (1954)........................15
2.5.5 Model membran menurut Robertson (1957).........................................15
2.5.6 Model Membran Menurut Singer dan Nikolson (1972).......................16
BAB III PENUTUP...............................................................................................18
3.1 Kesimpulan...................................................................................................18
3.2 Saran.............................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................19

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Membran plasma merupakan batas kehidupan, batas yang memisahkan sel
hidup dari sekelilingnya yang mati.Lapisan tipis yang luar biasa ini tebalnya kirakira hanya 8nm.Membran plasma mengontrol lalu lintas ke dalam dan ke luar sel
yang dikelilinginya.Membran sel terdiri dari senyawa-senyawa lipida, protein, dan
karbohidrat, dengan senyawa penyusun tersebut menyebabkan membran sel
bersifat hidrofobik dan hidrofilik.
Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki membran plasma.Akan tetapi dinding
sel hanyaterdapat pada sel tumbuhan.Untuk itulah makalah ini disusun guna
membahas bagian darisel yaitu dinding sel dan membran plasma.
1.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yaitu sebagai berikut :
1. Bagaimana struktur dan komposisi penyusun membran plasma?
2. Apa saja fungsi masing-masing dari membran plasma?
3. Bagaimana perkembangan model membran plasma?
1.3. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari makalah yaitu sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Mengetahui dan memahami struktur membran plasma


Mengetahui dan memahami komponen penyusun membran plasma
Mengetahui dan memahami fungsi membran plasma
Mengetahui dan memahami perkembangan model membran plasma

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Membran Plasma
Membran plasma (disebut juga membran sel) adalah bagian sel yang
membatasi bagian dalam sel dengan lingkungan di sekitarnya, membran ini
4

dimiliki oleh semua jenis sel. Membran sel merupakan bagian terluar sel pada sel
hewan dan protozoa, namun pada sel tumbuhan dan bakteri terletak dibawah
dinding sel. Untuk mempelajari membran plasma, para peneliti menggunakan sel
darah merah sebagai objek penelitiannya. Sel darah merah digunakan karena tidak
memiliki organel-organel lain sehingga tidak mengganggu proses pemisahan
membran sel.
Membran sel bersifat selektif permeabel, membran ini akan menyeleksi
molekul-molekul apa saja yang boleh masuk ke dalam sel. Beberapa molekul
dapat lewat dengan mudah, namun yang lain harus melewati molekul transport
atau bahkan tidak bisa lewat sama sekali. Transportasi molekul keluar masuk sel
dibedakan menjadi tanspor pasif dan transpor aktif.Transpor pasif terjadi begitu
saja tanpa membutuhkan energi, sedangkan transport aktif membutuhkan energi.

Gambar 1. Struktur Membran Plasma


2.2 Struktur Membran Plasma
Struktur membran plasma hampir sama untuk setiap jenis sel. Struktur
membran dalam gambar di atas merupakan penggambaran untuk membran plasma
hewan. Secara struktural, membran plasma tersusun atas fosfolipid bilayer yaitu
dua lapisan lemak yang berikatan dengan fosfat.Struktur fosfolipid adalah sebagai
berikut.

Gambar 2.Fosfolipid bilayer


Fosfolipid merupakan molekul yang mirip dengan kepala dan ekor.Kepala dari
fosfolipid merupakan molekul fosfat sedangkan ekornya adalah lemak.Gambar
4.di atas merupakan dua lapis fosfolipid dimana kepala fosfatnya menghadap ke
arah luar dan dalam, sedangkan ekor lemaknya di tengah-tengah. Kepala fosfat
bersifat hidrofilik (suka air) sehingga terletak di luar, sedangkan bagian dalam
bersifat hidrofobik (tidak suka air) sehingga terletak di tengah.Fosfolipid bilayer
merupakan struktur utama pembentuk membran plasma, diantara fosfolipid
tersebut juga terdapat bagian-bagian lain yang menyempurnakan kerja membran
plasma. Bagian tersebut antara lain:
2.2.1 Protein membran
Protein membran merupakan protein yang terdapat pada membran sel.
Walaupun penyusun membran secara struktural adalah fosfolipid, namun protein
dalam fosfolipid dapat mencapai lebih 50% dari berat membran tersebut.Hal ini
terjadi karena struktur protein yang lebih besar dan kompleks dibandingkan
lemak.
Protein membran terdiri dari protein integral dan protein perifer.Protein
integral adalah protein yang menembus dua lapis fosfolipid, sedangkan protein
perifer adalah protein yang tidak menembus dua lapis fosfolipid. Protein integral
ini berperan dalam transpor molekul keluar dan masuk sel. Protein integral akan
berperan sebagai saluran/ channel yang memungkinkan beberapa molekul dapat
melewatinya. Protein perifer biasanya merupakan hormon atau enzim yang
menempel sementara di membran sel untuk mengatur kerja dari sel tersebut.
2.2.2 Glikolipid dan glikoprotein
Glikolipid dan adalah molekul karbohidrat yang menempel pada lemak,
sedangkan glikoprotein adalah molekul karbohidrat yang menempel pada molekul
protein. Glikolipid dan glikoprotein berfungsi sebagai tanda pengenal bagi sel.
Antara orang yang satu dengan orang yang lain memiliki jenis glikolipid dan
glikoprotein yang berbeda. Antibodi dalam tubuh kita akan menyerang sel-sel
asing yang masuk ke dalam tubuh, bagaimana caranya antibodi mengetahui bahwa
6

sel tersebut adalah sel asing? dengan mendeteksi struktur glikolipid dan
glikoproteinnya tentu saja. Glikolipid hanya terdapat pada sel hewan saja.
2.2.3 Kolesterol
Kolesterol dalam membran plasma akan berada di antara molekul
fosfolipid dengan bagian hidroxil yang bersifat polar akan berada di dekat kepala
fosfolipid. Kolesterol memiliki fungsi yang penting bagi membran plasma. Saat
kondisi lingkungan panas, kolesterol akan berperan dalam menghambat
pergerakan fosfolipid sehingga mencegah fosfolipid menjadi terlalu cair. Namun
saat suhu lingkungan dingin, kolesterol akan bekerja dengan menghambat
interaksi antar lemak sehingga menjaga membran dari beku dan mempertahankan
struktur membran cukup cair. Kolesterol terdapat pada membran sel hewan,
sedangkan pada membran sel tumbuhan fungsinya digantikan oleh sterol.
2.2.4 Sitoskeleton
Sitoskeleton atau tulangnya sel berguna untuk memperthankan bentuk sel
dan posisi organel sel. Sitoskeleton terdiri atas dua macam, yaitu mikrotubulus
dan mikrofilamen. Sitoskeleton bukan bagian langsung dari membran sel, hanya
saja sitoskeleton akan berikatan dengan bagian dasar dari protein integral.
Dengan mengikat protein integral di berbagai tempat, sitoskeleton akan
mempertahankan bentuk sel sehingga tidak berubah terlalu ekstrim.

Gambar 3.Sitoskeleton pada sel


2.3 Komponen Penyusun Membran Plasma
Komponen penyusun membran sel terdiri dari komponen lipid, protein dan
karbohidrat. Ratio komposisi tiap-tiap komponen tidaklah sama pada setiap
membran sel karena tergantung dari tipe selnya juga spesiesnya. Umumnya,
7

kandungan lipid pada membran sel berkisar 40%, protein 40%, karbohidrat 1-10%
dan air 20%.
Lipid pada membran sel memiliki dua lapisan dimana satu lapisan
terorientasi ke arah luar dan lapisan yang lain terorientasi ke arah sitoplasma.
Protein pada membran sel merupakan protein globuler.Protein-protein tersebut
terdistribusi secara tidak merata pada membran sel. Sebagian protein membran
terletak pada bagian perifer dan sebagian yang lainnya tertanam pada setengah
lapisan lipid atau tertanam menembus kedua lapisan lipid.Bagian karbohidrat
membran sel biasanya dalam bentuk oligosakarida.Karbohidrat pada membran
biasanya terikat pada lipid dan sebagian yang lainnya terikat pada protein.
2.3.1 Lipid
Setiap molekul lipid bersifat amfifatik.Lipid amfifatik mengandung komponen
ekor yang bersifat hidrofobik (tidak suka air) dan komponen kepala yang bersifat
hidrofilik (suka air). Lipid membran terdiri dari 3 kelas utama yaitu : fosfolipid,
glikospingolipid, dan sterol.
1) Fosfolipid
Terdapat

dua

macam

fosfolipid

yaitu

fosfogliserida

dan

sfingomielin.Fosfogliserida merupakan unsur yang paling banyak, mempunyai


rangka gliserin, mengikat dua asam lemak dengan ikatan ester pada C1 dan
C2.Bisa juga mengikat alkohol terfosforilasi (serin, etanolamin, kolin, inositol).
Sedangkan sfingomielin mempunyai rangka sfingosin (derivat amino
alkohol) mengikat satu asam lemak dengan ikatan amida yang merupakan unsur
dalam selubung mielin.Sfingomielin banyak dijumpai pada jaringan otak dan
saraf.
Fosfolipid pada umumnya mengandung gliserol.Gugus hidroksil 1 dan 2
diesterifikasi dengan asam lemak dengan rentang karbon 12-24.Esterifikasi
dengan rentang karbon 16 dan 18 paling umum dijumpai pada hewan berdarah
panas.Suatu kelompok fosfat terikat secara kuat pada posisi karbon 3.Fosfolifida
meliputi:
1. asam fosfatidat dan fosfatidilgliserol
2. fosfatidilkolin
3. fosfatidiletanolamin
8

4. fosfatidil-inositol
5. fosfatidilserin
Fosfatidilkolin atau lesitin mengandung gliserol dan asam lemak serta
asam fosfat dan kolin.Tersebar luas di dalam sel- sel tubuh dan mempunyai fungsi
metabolik

dan

struktural

yang

sangat

penting

pada

membran

sel.

Fosfatidiletanolamin atau sefalin mirip dengan fosfatidilkolin, hanya kolinnya


diganti

dengan

etanolamin.Seperti

halnya

fosfatidilserin

dan

fosfatidil-

etanolamin, fosfatidilinositol juga merupakan komponen membran yang sangat


penting.
Asam fosfatidat penting sebagai perantara pada sintesis triasigliserol dan
fosfolipida

tetapi

tidak

banyak

ditemukan

di

dalam

jaringan.

Kardiolipin adalah fosfolipid yang ditemukan di dalam membran mitokondria


yang dibentuk dari fosfatidilgliserol.
2) Glikospingolipid
Merupakan lipid yang mengandung gula seperti :
Serebrosida (mengandung ikatan heksosa tunggal, glukosa atau galaktosa) dan
gangliosida (mengandung ikatan gula yang lebih kompleks) dimana keduanya
secara khusus penting dalam system saraf pusat.
3) Sterol
Sterol yang lazim dijumpai adalah kolesterol. Merupakan komponen
utama dalam membran plasma, sedikit pada badan golgi, mitokondria dan
nucleus. Letak kolesterol tersisip diantara fosfolipid dan berperan dalam
menentukan tingkat fluiditas membran.
2.3.2 Protein
Berdasarkan posisinya pada membran, terdapat dua macam protein yaitu :
protein integral : globular, amfipatik dengan dua ujung hidrofil yang dipisahkan
region hidrofob dalam lapisan bilayer lipid dan protein perifer : terikat lemah pada
bagian hidrofil protein integral.
Protein plasma memiliki fungsi yang sangat luas, antara lain sebagai protein
pembawa senyawa yang melewati membran plasma, menerima isyarat (signal)

hormonal, dan meneruskan isyarat tersebut ke bagian sel sendiri atau ke sel
lainnya.
Protein membran plasma juga berfungsi sebagai pangkal pengikat komponenkomponen sitoskeleton dengan senyawa-senyawa ekstraseluler. Molekul-molekul
protein permukaan luar memberikan ciri-ciri individual tiap sel dan macam
protein dapat berubah sesuai dengan differensiasi sel.Protein perifer tidak
berinteraksi dengan bagian tengah membran hidrofobik, tetapi terikat secara
langsung melalui asosiasi dengan protein integral membran atau secara langsung
berinteraksi dengan bagian polar lipida membran.Misalnya protein sitokeleton,
protein kinase (pada permukaan sitoplasmik membran), dan protein matriks
ekstraseluler (permukaan eksoplasmik).Protein transmembran mengandung
segemen panjang asam-asam amino hidrofobik yang tertanam pada bilayer lipida.
Ada dua tipe interaksi yang menstabilkan protein integral membran, yaitu
interaksi ionic dengan daerah kepala yang bersifat polar dan interaksi hidrofobik
dengan bagian tengah yang bersifat hidrofobik, misalnya glikoforin.
Beberapa protein integral berikatan dengan membran melalui ikata
koovalen pada rantai hidrokarbon. Dikenal ada tiga tipe protein integral
berdasarkan

perlekatannya

phosphatidylinositol-Proteins,

pada

rantai

hidrokarbon,

Myristate-Proteins,

dan

yaitu:
Farnesyl-

GlycosylProteins.

Kedudukan dan orientasi protein pada membran bervariasi sesuai macam


membran, sel dan jaringan.Ia dapat berupa protein integral atau protein perifer.
Glikoprotein pada membran eritrosit merupakan suatu protein yang menembus
membran sel.
Protein integral membran terdiri atas empat kelas, yaitu protein tipe A,
protein tipe B, protein tipe C, dan protein tipe D. Protein tipe A dan C secara
struktural sama, tetapi tertanam pada setengah lapisan membran yang
berbeda.Contoh protein tipe A adalah Cytochrom b5 pada retikulum endoplasma.
Protein B adalah kompleks protein yang berperan dalam sistim transpor. Protein D
adalah protein trans membran. Protein tipe B merupakan kumpulan molekul yang
memiliki struktur yang terdiri atas Na+, K+, ATP-ase dan suatu anion protein
transpor.Contoh protein tipe D adalah glikoforin pada membran eritrosit.

10

Protein membran plasma dapat berfungsi sebagai enzim. Enzim-enzim pada


membran plasma dapat dikelompok-kan menjadi dua kategori berdasarkan tempat
aktivitas katalitiknya, yaitu:

Ektoenzim, yaitu enzim dimana aktivitas katalitiknya berlangsung pada

permukaan luar membran plasma.


Endoenzim, yaitu enzim dimana aktivitas katalitiknya berlangsung pada
permukaan dalam membran plasma.

Gambar 4.Struktur Protein Membran Sel


2.3.3 Karbohidrat
Karbohidrat pada membran plasma terikat pada lipid atau protein dalam
bentuk glikolipid dan glikoprotein.Glikolipid merupakan kumpulan berbagai jenis
unit-unit monosakarida yang berbeda seperti gula-gula sederhana D-glukosa, Dgalaktosa, D-manosa, L-fruktosa, L-arabinosa, D-xylosa, dan sebagainya.
Karbohidrat ini memegang peranan penting dalam berbagai aktivitas sel, antara
lain dalam sistim kekebalan. Karbo-hidrat pada membran plasma merupakan hasil
sekresi sel dan tetap berasosiasi dengan membran membentuk glikokaliks.

11

Gambar 5.Struktur Karbohidrat Membran Sel


2.4 Fungsi Membran plasma
Membran plasma sangat penting untuk menjaga kehidupan sel. Fungsi
membran plasmaadalah sebagai berikut.
a. Melindungi isi sel
Membran sel berfungsi mempertahankan isi sel.
b. Membatasi isi sel dari lingkungan luarnya.
c. Mengatur keluar masuknya molekul-molekul
Membran plasma bersifat semipermeabel (selektif permeabel), artinya ada
zat-zat tertentu yang dapat melewati membran dan ada pula yang tidak.
Molekul-molekul tersebut berguna untuk mempertahankan kehidupan sel.
d. Sebagai reseptor (penerima) rangsangan dari luar sel.
Rangsangan itu berupa zat-zat kimia, misalnya hormone, racun,
rangsangan listrik; dan rangsangan mekanik, misalnya tusukan dan tekanan.
Sebagai contoh sel Amoeba. Sel Amoeba yang tidak memiliki indera ternyata
mampu menerima rangsang, baik rangsang kimia, listrik, maupun mekanik.
Bagian sel yang berfungsi sebagai reseptor adalah glikoprotein.
e. Membran sel juga berfungsi sebagai Protein membran

12

Protein membran memiliki berbagai macam fungsi, antara lain: (i)


Melekatkan membrane pada sitoskeleton tau rangka sel, (ii) Membentuk junction
(pertemuan) diantara dua selyang bertetangga, (iii) Sejumlah protein membran
berperan sebagai enzim, (iv) sejumlahprotein membran berfungsi sebagai reseptor
permukaan bagi pesuruh-pesuruh kimia darisel-sel lain, dan (v) beberapa protein
membran membantu pergerakan subtansi-subtansimelintasi membrane.
2.5 Perkembangan Model Membran Plasma
Untuk menggambarkan tentang membran sel dan memudahkan dalam
mempelajarinya juga penjelasannya, para ilmuwan mengalami perkembangan
dalam membuat model untuk menggambarkan bagaimana sebenarnya membran
sel itu.Banyak ilmuwan yang telah mengusulkan model membran sel, namun
model membran sel yang diakui saat ini adalah model membran menurut Singer
dan Nikolson (model membran mosaik cair).Model membran yang diusulkannya
merupakan penyempurnaan dari berbagai model membran yang telah diusulkan
oleh para ilmuwan sebelumnya.Berikut merupakan berbagai model membran yang
pernah diusulkan oleh para ilmuwan.
2.5.1 Model Membran Menurut Charles Overton (1895)
Senyawa hidrofobik masuk ke dalam sel lebih cepat daripada senyawa
hidrofilik.Pada bagian sebelah luar sel terdapat senyawa hidrofobik yang mudah
larut.Overton menduga bahwa lapisan tersebut terdiri atas kolesterol, lesitin dan
minyak lemak. Oleh karena itu, berdasarkan pengamatannya ia mempostulatkan
bahwa zat yang larut dalam lipid memasuki sel jauh lebih cepat daripada zat yang
tidak larut dalam lipid.
Sedangkan Langmuir menemukan bahwa bila suatu lipida yang terdiri dari
molekul yang memiliki bagian polar (hidrofilik) dan non-polar (hidrofobik)
diteteskan pada air, maka lipida tersebut meluas membentuk lapisan
monomolekul.Bagian hidrofilik setiap molekul mengarah ke air, sedangkan bagian
hidrofobiknya menjauhi air.
Menurut Plowe, lapisan luar protoplasma pada sel tumbuhan adalah suatu
lapisan elastik yang berbeda dari bagian lain dari sitoplasma dan disebut
plasmalemma atau membrane plasma. Menurut Plowe, membrane plasma adalah

13

suatu satuan fisik yang mempunyai suatu organisasi molekul yang memisahkan
membrane plasma dari bagian lain sel.
2.5.2 Model Membran Menurut Gorter dan Grendel (1925)
Memperkenalkan konsep bahwa membran sel dibentuk oleh molekul lipid
bilayer. Ujung polar molekul lipid pada satu lapisan mengarah ke luar, sedangkan
ujung polar lipid pada lapisan yang lain mengarah kea rah dalam atau sitoplasma.

Gambar 6. Model membran Gorter dan Grendel


2.5.3 Model membran menurut J.F. Danielli dan E.N. Harvey (1933)
Dia mengusulkan bahwa membran plasma terdiri atas dua fase yaitu fase
cair dan fase minyak.Bagian lipid yang hidrofobik mengarah ke fase cair.Protein
terhidrasi bekerja sebagai suatu buffer diantara kepala lipid yang hidrofilik dan
fase cair.

Gambar 7. Model membran Danielli & Harvey

14

2.5.4 Model membran menurut Danielli dan Davson (1954)


Membran plasma terdiri dari dua lapisan lipidaprotein. Molekul lipid
amfifatik mengarah dengan daerah hidrofobik ke arah fase minyak dan permukaan
lain mengarah ke daerah eksternal. Protein terhidrasi berperan sebagai suatu
buffer pelapis antara kepala lipid yang hidrofilik dan fase cair.

Gambar 8. Model membran Danielli & Davson

2.5.5 Model membran menurut Robertson (1957)


Membran plasma merupakan struktur berlapis tiga yang terdiri dari dua
lapisan terluar yang padat yang etrdiri atas protein dengan tebal masing-masing
2,0 nm dan lapisan yang tengah berupa lipid dengan tebal 3,5 nm. Jadi tebal
membran keseluruhan adalah 7,5 nm. Ketiga lapisan membran tersebut disebut
Unit Membran.Protein pada kedua permukaan bilayer lipid memiliki konfirmasi
memanjang tetapi asimetris.Model membrane Robertson tidak dapat menerangkan
sifat-sifat permeabilitas dan transport zat melintasi membran.

15

Gambar 9. Model membran Robertson

2.5.6 Model Membran Menurut Singer dan Nikolson (1972)


Menurut Singer dan Nikolson, membran sel memiliki ketebalan berkisar
8,5 nm. Membran plasma terdiri dari :

Lapisan lipid bilayer yang dikelilingi oleh protein globular. Protein


globular ada yang tertanam pada matriks membrane dan ada yang terikat

pada polar lipida.


Protein membran, berada dalam keadaan tersebar bukan sebagai suatu

lapisan yang berkesinambungan.


Protein yang terikat pada permukaan polar lipid disebut protein perifer
atau protein ekstrinsik. Sedangkan protein yang tertanam pada matriks

atau menembus lapisan lipid disebut protein integral atau protein intrinsik.
Protein perifer dan integral yang berkaitan dengan molekul gula disebut
glikoprotein sedangkan molekul lipid yang berikatan dengan gula disebut
glikolipid.

Gambar 10. Model membran Singer & Nikolson

16

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Membran plasma (disebut juga membran sel) adalah bagian sel yang
membatasi bagian dalam sel dengan lingkungan di sekitarnya, membran ini
dimiliki oleh semua jenis sel. Fungsi membran sel yaitu membatasi isi sel dengan
lingkungannya,mengatur permeabilitas terhadap senyawa-senyawa atau ion ion
yang melewatinya yang diatur oleh protein integral, Bertindak sebagai reseptor,
misal terhadap zat kimia dan hormon. Berperan sangat penting dalam dalam
transpor berbagai molekul, baik mikromolekul maupun makromolekul.
3.2 Saran
Isi makalah dan beberapa pembahasan di atas tidak sepenuhnya sempurna,
untuk itu penulis mohon kepada para pembaca agar dapat memberikan kritik dan
saran yang baik. Penulis berharap dengan adanya kritik dan saran dari pembaca
akan membuat makalah ini lebih baik lagi.Atas perhatian para pembaca, penulis
mengucapkan terima kasih.

17

DAFTAR PUSTAKA

Cahpati,

Muhlis.

sejarah

perkembangan

membran

sel.

15

April

2016.http://whanday.blogspot.co.id/2011/11/sejarah-perkembanganmembran-sel.html
Dahlan, Ahmad. strukutur dan fungsi dinding sel dan membran sel. 15
2016. http://dokumen.tips/documents/dinding-sel-dan-membran-selkelompok2.html
Reece,campbell Mitchel. 2000. BIOLOGI JILID 1. Jakarta: Erlangga

18

April

Anda mungkin juga menyukai