Anda di halaman 1dari 3

SPO

PENCATATAN OBAT PASIEN SECARA BERKESINAMBUNGAN


(MEDICATION RECONCILIATION)
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

01

1/3

RSUD Dr. SAIFUL ANWAR


MALANG

Tanggal terbit

Ditetapkan, Tgl. .

Prosedur Tetap

Direktur,

Dr Budi Rahayu , MPH


Pembina Utama Muda

Pengertian

NIP. 19551011 198210 2 001


Suatu proses mendapatkan dan mendokumentasikan daftar terkini
obat pasien sejak pasien pertama kali masuk ke Rumah Sakit
dengan melibatkan pasien dan keluarganya. Proses ini termasuk
membandingkan daftar obat yang dikonsumsi pasien sebelum masuk
RS dengan obat yang diberikan selama di RS. Daftar obat
selengkapnya dikomunikasikan dengan tenaga medis yang merawat
pasien selanjutnya (bila pasien pindah ruangan atau dirujuk ke RS

Tujuan

lain atau pulang).


Meningkatkan keamanan dan ketepatan pemberian obat-obatan
kepada setiap pasien yang dirawat di RS dengan cara membuat
daftar obat yang lengkap dan akurat meliputi obat sebelum MRS,
obat pada saat masuk, pindah ruangan dan obat untuk dibawa
pulang.

Kebijakan

Setiap pasien yang dirawat di RS harus dicatat obat-obatnya secara


berkesinambungan

untuk

menghindarkan

dari

kemungkinan

medication error yang disebabkan karena duplikasi obat serta

penambahan/pengurangan obat, terutama pada saat pemindahan


Prosedur

pasien dari satu ruang ke ruang lain atau dari RS ke rumah .


1. Pada saat pasien masuk RS, petugas farmasi harus menuliskan
secara lengkap semua obat yang dikonsumsi pasien sebelum
masuk RS termasuk herbal, suplemen, obat bebas, dll. Jika
dibutuhkan jam, dan frekuensi minum obat.
2. Petugas farmasi membandingkan obat yang akan diberikan di
RS dengan obat yang dikonsumsi pasien sebelum masuk RS .
Selanjutnya

petugas farmasi mengkomunikasikan dengan

dokter yang pertama kali merawat pasien supaya dapat


mempertimbangkan dengan seksama tiap-tiap obat apakah
dilanjutkan atau dihentikan atau disesuaikan dosisnya .
3. Bila obat perlu penyesuaian dosis, dokter menulis perintah
yang baru dengan dosis yang baru.
4. Dokter/petugas farmasi menulis obat yang diterima pasien di
lembar rekam medik penggunaan obat serta membubuhkan
tandatangan di tempat yang tersedia.
5. Bila pasien pindah ruangan, tenaga medis (dokter, petugas
farmasi

dan/

atau

perawat)

yang

merawat

harus

menginformasikan daftar obat yang ada kepada tenaga medis


berikutnya.
6. Petugas farmasi ruang asal pasien

wajib menyampaikan

informasi terkait administratif dan pengobatan pasien selama di


ruang asal kepada petugas farmasi ruang baru dalam waktu
1x24 jam.
7. Bila dalam waktu tersebut petugas farmasi ruang asal belum
menyampaikan informasi tersebut maka petugas farmasi ruang
baru wajib menghubungi petugas farmasi ruang asal.
8. Petugas farmasi yang menerima obat dari pasien pindahan
memeriksa kebenaran

pasien yang terdiri dari

memeriksa

kembali identitas pasien, mencocokkan nama pasien dengan

nama didalam rekam medis dan mencocokkan nama pasien


yang tertera dalam etiket/lebel obat dengan identitas pasien.
9. Petugas farmasi melakukan penyampaian informasi tersebut
secara lisan dan tertulis (dengan mengisi buku mutasi).
10. Bila pasien akan pulang, pasien diberi daftar obat beserta
informasi obat yang akan dibawa pulang. Pasien yang telah
diberi informasi diminta membubuhkan paraf/tandatangan di
dalam form discharge planning farmasi
Unit terkait

(rangkap dua: satu

untuk arsip, satu untuk pasien).


Petugas Farmasi Ruangan
Unit Pelayanan Farmasi Rawat Inap dan Rawat Jalan
Kepala Urusan Pelayanan

Anda mungkin juga menyukai