Anda di halaman 1dari 15

STUDI PERBAIKAN FAKTOR DAYA DAN

REDUKSI HARMONIK KE LIMA SISTEM


KONVERTER DAYA SIX-PULSE JENIS STATIS
MENGGUNAKAN TAPIS PASIF TERTALA
TUNGGAL

SAPTO NISWORO
Program Studi Teknik Elektro
Fakultas Teknik Universitas Tidar Magelang
ABSTRACT
The development of the power of electric components are possible
to make large capacity power converter, so the general power
quality is decreasing.
The calculation of the result obtained in the ratio voltage RMS
across the capacitor 0,879503 PU, the value is smaller than IEEE18 standard that is 1,1 PU. Ratio peak voltage across capasitors
0,981045 PU smaller than IEEE-18 standart that is 1,8 PU. So
single tuned filter can get the value capasitor reactance 138,889
meet IEEE-18 standart and can reduce harmonic 5th olso to
improve 1 phase power reactance 1294,72 kVAR and to improve 3
phase 3 phase power reactance 3884,17 kVAR
Keyword : Power factor, improve, harmonic, filter

13

Studi Perbaikan Faktor Daya Dan Reduksi Harmonic (Sapto Nisworo)

A.

PENDAHULUAN

Penyaluran daya listrik yang ideal pada umumnya


menggunakan frekuensi tunggal dan konstan serta pada tegangan
tertentu. Harmonik merupakan tegangan atau arus yang sinusoida
dengan frekuensi yang merupakan kelipatan dari frekuensi
fundamental dari sistem tenaga. Distorsi harmonik berasal dari
beban non linear yang bersumber pada karakteristik beban dan
peralatan yang berada pada sistem tenaga listrik. Peralatan listrik
yang merupakan beban tidak linear, menimbulkan arus yang tidak
linear, dan arus ini akan menginterferensi jaringan listrik. [11]
Sistem tenaga listrik yang terkontaminasi gelombang
harmonik, merupakan persoalan yang sangat serius, perkembangan
komponen penyaklaran semi konduktor dengan kemampuan arus
yang besar berimplikasi menimbulkan harmonik pada sistem jaring
tenaga listrik, berupa cacat gelombang pada tegangan maupun arus.
Sebagai hasil akhir, terjadi menurunkan kinerja, meningkatnya
suhu dan bahkan terjadi malfungsi terhadap peralatan lain yang
menggunakan jaring tersebut [16].
Dampak daya dari gelombang harmonik dapat mengganggu
kinerja transformator. Rugi daya transformator meningkat dengan
meningkatnya faktor harmonik, mengakibatkan meningkatnya arus
netral [15].
Pengaruh yang sering timbul berupa distorsi yang
menyebabkan bentuk gelombang sinusoidal terganggu.
Penambahan kapasitor yang digunakan untuk menaikkan
faktor daya akan semakin memperkuat distorsi pada sistem. Akibat
adanya harmonik akan muncul daya aktif harmonik, daya semu
harmonik, total kuadrat harmonik arus, daya semu kuadrat yang
14

Vol. 39 No. 2, 15 Agustus 2013 : 13-27

frekuensinya bukan fundamental, sehingga biaya beban yang


dibayarkan akan relatif lebih mahal. Harmonik juga dapat
mempengaruhi meter pengukur daya sehingga daya yang terukur
menjadi terdistorsi dan akan mengakibatkan pengukuran menjadi
tidak akurat. Penyelesaian masalah harmonik pada level konsumen
akan membawa dampak yang sangat berarti pada tingkat penyedia
daya. [11]
Industri pelanggan daya listrik dari PT. PLN (persero) yang
mengoperasikan alat listriknya dengan faktor daya lebih kecil atau
sama dengan 0,85 dikenakan biaya pemakaian dan kVARH, untuk
sistem tegangan nominal 20 kV dan dibawahnya, termasuk sistem
tegangan rendah 220 V, total cacat harmonik tegangan maksimum
3 % [22].
B.

PEMBAHASAN

Kualitas sistem tenaga listrik salah satunya ditandai dengan


adanya tegangan sinusoida yang mempunyai amplitudo dan
frekuensi yang konstan, sehingga arus yang mengalir berbanding
lurus dengan beban yang terpasang. Sistem tenaga listrik secara
garis besar terdiri dari sistem pembangkit, sistem penyaluran dan
beban [15]. Standar konvensional dimodelkan menjadi sistem linear
dengan elemen-elemen pasif, tegangan sinusoidal konstan,
frekuensi, dan fasa konstan. Namun pada kenyataannya, beban
tenaga listrik sangat variatif, gejala harmonik dapat dirumuskan dan
dianalisis secara matematis setelah diketahui bentuk gelombang
yang dimaksud [18].
Kualitas tenaga listrik secara umum disefinisikan perbedaan
keadaan normal ke keaadaan tegangan yang naik - turun,
15

Studi Perbaikan Faktor Daya Dan Reduksi Harmonic (Sapto Nisworo)

meningkatnya faktor daya, keadaan yang membuat sistem transient,


interfernsi magnetig, pengosongan elektrotatik dan sistem
pentanahan yang buruk [4].
Gelombang harmonik selalu didefinisikan suatu gelombang
distorsi tunak dari gelombang arus dan atau tegangan secara
periodik yang tercampur dengan gelombang fundamental. Nilai
harmonik selalu diikuti dengan kelipatan bilangan bulat dari
frekuensi fundamental [11].
Untuk meminimumkan gelombang-gelombang harmonik
pada jaring listrik, perlu dipasang rangkaian tapis pelewat bidang
yang sesuai [5]. Tapis pasif dapat meningkatkan kompensasi kinerja
pada industri dengan beban non linear [6]. Untuk menekan
kandungan harmonik akibat proses penyearahan isyarat bolak-balik
menjadi searah pada sistem tenaga listrik tegangan tinggi arus
searah dipergunakan tapis pasif dengan penalaan ganda [13].
Sistem tenaga listrik pada konsumen non industri yang terdiri
dari beban 3 fasa dan 1 fasa mempunyai cacat harmonik arus yang
tinggi, mereduksi dilakukan dengan memasang tapis, sehingga
cacat harmonik dapat menurun, mereduksi harmonik dan
pengendalian faktor daya pada sistem 3 fasa dapat dilakukan
dengan memasang tapis yang sesuai [3]. Tapis yang dipasang secara
paralel dapat mengkompensasi harmonik dan tegangan tidak
seimbang secara simultan [17], dan untuk jaring satu fasa disamping
untuk tapis harmonik juga untuk mengkompensasi faktor daya
[2],[20],[1]
.
Menurut [9] berpendapat bahwa tapis harmonik tapis pasif
konvensional tapis tersebut dapat dipasang pada jaring yang
berbeban non linear selain sebagai tapis harmonik antara lain
sebagai koreksi faktor daya dan regulasi tegangan.
16

Vol. 39 No. 2, 15 Agustus 2013 : 13-27

Tapis pasif yang dipasang secara shunt secara umum dapat


mengkompensasi harmonik arus dan faktor daya dari penyearah
dan sejenisnya [21].
Mereduksi harmonik pada rumah tinggal dengan skala daya
yang relatif besar dapat dipergunakan tapis pasif [10]. Tapis pasif
yang dipasang pada industri sistem tenaga listrik dapat
dioperasikan sebagai peredam resonans harmonik, tapis pasif
dengan kapasitas kecil dipergunakan untuk mendeteksi harmonik
orde 5 untuk selanjutnya arus dialirkan pada tapis tersebut [13].
Tapis pasif daya pasif yang dipasang secara paralel dengan
beban sering digunakan untuk meredam harmonik orde 5 dan orde
7 yang secara umum mempunyai nilai yang relatif tinggi [19], [13].
Pemasangan kapasitor sebagai kompensasi daya reaktif dapat
menekan harmonik orde tertentu pada sistem jaring tenaga listrik
[7]
. Pemasangan kapasitor paralel yang sesuai menghasilkan
perbaikan faktor daya sebanding dengan nilai kapasitans yang
terpasang [8].
Representasi kuantitas tenaga listrik untuk situasi non
sinusoidal beban yang konstan, dihasilkan gelombang harmonik
yang tunak, untuk perubahan tegangan dan arus yang mendadak
menurut deret Fourier dapat presentasikan
f(t) =

a 0 + {a n cos(n 0 t) + b n sin(n 0 t)}


n =1
2

....... (1)

Sehingga untuk tegangan dan arus didefinisikan menjadi


persamaan (2) dan (3).

v(t) = v h (t) = 2Vn sin(n0 t + n )


n =1
n =1

17

.. (2)

Studi Perbaikan Faktor Daya Dan Reduksi Harmonic (Sapto Nisworo)

i(t) = i h (t) = 2I n sin(n0 t + n )


n =1
n =1

...

Untuk menentukan nilai daya didefinisikan dengan persamaan (4)

P = Vn I n cos( n + n ) = Pn
n =1
n =1

.....

dan untuk komponen reaktif Q didefinisikan dengan persamaan (5)

Q = Vn I n sin( n + n )
n =1
.

Notasi Q adalah daya reaktif dari gelombang fundamental,


hal ini sesuai dengan nilai n =1, nilai Q menjadi minimal bilamana
dilakukan perubahan sudut yang membentuk antara arus dan
tegangan. Hal ini dilakukan dengan memasang kapasitor secara
paralel, sehingga dapat meminimalkan sudut antara arus dan
tegangan [6].
Teknik mereduksi harmonik secara pasif dilakukan dengan
tapis pasif dengan memanfaatkan watak dari induktans (L) dan
kapasitans (C). Induktans menghasilkan reaktans berbanding lurus
dengan frekuensi yang dikenakan, sedang kapasitans mengahsilkan
reaktan berbanding terbalik dengan frekuensi yang dikenakan [8].
Tapis LCR dirancang untuk frekuensi dasar 50 Hz dan yang
lazim banyak digunakan untuk tapis pasif pada sistem tenaga listrik
khususnya di industri-industri. Perancangan tapis yang relatif
sederhana, sehingga mudah untuk dibuat oleh para teknisi-teknisi
tenaga listrik [8],[13].
Perancangan dimulai dengan menentukan angka kualitas (Q),
18

Vol. 39 No. 2, 15 Agustus 2013 : 13-27

angka ini menentukan nilai lebar bidang dari tapis yang dirancang.
Nilai Q menurut [12], nominal Q berkisar dari 30 sampai dengan 60,
nilai Q yang rendah sangat cocok digunakan pada perancangan
tapis untuk frekuensi tinggi [11],[15].
Besaran dari tapis didefinisikan sebanding dengan daya
reaktif dari catu daya pada frekuensi fundamental. Secara substansi
sepadan dengan daya reaktif frekuensi fundamental catu daya bolak
balik. Jumlah ukuran dari semua cabang dari tapis ditentukan oleh
kebutuhan perbaikan daya reaktif yang disebabkan oleh beban
maupun dari sisi sumber sebagai pencatu daya.
Kriteria ideal dari perancangan tapis adalah untuk
mengeliminasi dari semua pengaruh pengganggu yang
menyebabkan gelombang listrik cacat/terdistorsi, termasuk
didalamnya dalah gangguan pada interferensi telepon, yang sangat
sulit untuk dieliminasi, walaupun terkadang kriteria ideal tidak
realistis untuk segi keteknikan dan ekonomi. Dari sisi keteknikan
menunjukkan bahwa sangat sulit untuk menghilangkan gelombang
harmonik pada sisi jala-jala listrik secara sempurna, dan dari segi
ilmu ekonomi jumlah biaya yang dikeluarkan untuk realisasi tapis
harmonik sangat mahal, walaupun dalam keadaan jala-jala
terdistorsi gelombang harmonik, peralatan yang terpasang pada
jaring yang terdistorsi dengan gelombang harmonik masih dapat
dioperasikan dan tidak signifikan dampak yang ditimbulkan.
Pengendalian secara umum, praktis dengan mencoba
mereduksi arus harmonik dari titik penyambungan bersama dengan
pelanggan lain. Permasalahan diekspresikan dalam syarat-syarat
harmonik arus, harmonik tegangan dan keduanya.
Kriteria dasar pada harmonik tegangan sangat tepat untuk
perancangan suatu tapis, sebab hal ini sangat mudah untuk
19

Studi Perbaikan Faktor Daya Dan Reduksi Harmonic (Sapto Nisworo)

menjamin kondisi layak untuk tegangan dan arus serta jaring


pengganti AC.
Indeks tegangan THD banyak diwakili oleh penjumlahan
aritmatik daya harmonik secara bersama merupakan persoalan yang
sulit dari suatu gangguan sistem[18].
C.

PERMODELAN SISTEM

Kebanyakan sistem tenaga listrik pada industri terkendala


dengan adanya cacat harmonik yang disebabkan dari beban-beban
non linear yang ditambah dengan ketidaklinearan arus dan
tegangan dari sumber pencatunya.
A.

Model tapis tertala tunggal


Tapis pasif tertala tunggal selanjutnya dimodelkan seperti
pada gambar 1 dibawah ini

Gambar 1. Tapis teratala tunggal


Tapis pasif harmonik dibangun dengan memanfaatkan watak
dari komponen pasif kapasitor dan induktor, kedua komponen
20

Vol. 39 No. 2, 15 Agustus 2013 : 13-27

tersebut bilamana disusun secara seri menghasilkan frekuesi


resonans senilai :
.. (5)
dengan fo adalah frekuensi resonans dalam satuan Hz, L adalah
induktans dalam satuan Henry, dan C adalah kapasitans dalam
satuan Farad.
Selanjutnya dihitung nilai kualitas dari tapis dengan notasi Qf
yang merupakan perbandingan antara komponen reaktans induktif
dan kapasitif dibawah frekuensi resonans dan resitans.
Fluktuasi nilai Qf yang dipasang pada sistem tenaga listrik di
industri berkisar antara 15 sampai 80 yang didefinisikan:
(6)
Tapis dengan tegangan rendah antara 480 sampai dengan 600
Volt menggunakan inti besi dengan celah udara, impedans tapis
yang dipasang pada cabang adalah :
.... (7)
Untuk menghitung reaktans induktans dan kapasitans pada
frekuensi harmonik dilakukan dengan persamaan :
dan
dengan persamaan

dengan frekensi fundamental dihitung


, dengan indek h adalah nilai reaktans

pada frekuensi harmonik.


Agar terjadi resonans syarat yang harus dipenuhi
dengan mengacu persamaan diatas diperoleh:

......(8)

21

Studi Perbaikan Faktor Daya Dan Reduksi Harmonic (Sapto Nisworo)

dengan Ls adalah induktan dari sumber.


Tegangan RMS puncak dari kapasitor tidak boleh melebihi
120 % dari nilai tegangan kapasitor [23], dihitung dengan
persamaan:
dan
..

(9)

tegangan frekuensi fundamental yang terjadi pada kapasitor


diperoleh dengan
, IC1 adalah arus yang mengalir pada
kapasitor yang dihitung dari tegangan maksimum antara fasa dan
netral, dan diasumsikan 5% diatas nilai dasar :

. (10)
Arus RMS yang melalui kapasitor bank maksimum 135 %
dari nilai dasar kemampuan kapasitor, menurut aturan [23]. Nilai
tersebut dihitung dengan mempertimbangkan dari arus fundamental
dan dari arus harmonik:

(11)

sedang untuk menghitung kVAR menurut [23] ditentukan dengan


persamaan:
. (12)

22

Vol. 39 No. 2, 15 Agustus 2013 : 13-27

B.

Simulasi pengujian rangkaian


Kapasitor yang dipasang seri dengan induktans dipergunakan
sebagai kapasitor bank yang berfungsi untuk memperbai faktor
daya yang sekaligus digunakan untuk mereduksi harmonik ke 5
dari sistem konverter daya six-pulse.
Hasil hitungan dari simulasi dibandingkan dengan standar
yang direkomendasikan oleh IEEE-18. Simulasi dilakukan untuk
kapasitor arus harmonik yang ditapis adalah orde 5, tegangan antar
fasa 13,8 kV, data nilai/kapasitas kapasitor bank 4,5 MVAR, data
tegangan kapasitor bank senilai 25 kV, dan beban pada jaringan
yang terpasang senilai 8 MVA.
Dengan menggunakan persamaan-persamaan diatas yang
disusun dengan pemrograman MATLAB dijalankan menghasilkan
nilai berturut-turut sebagai berikut
HASIL PERHITUNGAN
NILAI REAKTANS KAPASITOR
NILAI REAKTANS INDUKTOR
PARAMETER OPERASI KAPASITOR
ARUS HARMONIK DARI BEBAN YANG MEMBALIK
KE ARUS FUNDAMENTAL
REAKTANS KAPASITOR PADA HARMONIK KE 5
TEGANGAN PUNCAK FUNDAMENTAL PADA KAPASITOR
TEGANGAN PUNCAK HARMONIK KE 5 PADA KAPASITOR
TEGANGAN PUNCAK PADA KAPASITOR
TEGANGAN RMS PADA KAPASITOR
RASIO TEGANGAN RMS KAPASITOR
..batas maksimal rekomendasi IEEE 1,1 PU
RASIO TEGANGANPUNCAK PADA KAPASITOR
..batas maksimal rekomendasi IEEE 1,2 PU
ARUS RMS KAPASITOR
ARUS RATE KAPASITOR
ARUS KAPASITOR
..batas maksimal rekomendasi IEEE 1,8 PU
RATIO ARUS RMS DENGAN ARUS RATED
kVAR SATU FASA

23

= 138.889 OHM
= 5.55556 OHM
= 90.9327 A
= 46.188 A
= 27.7778 OHM
= 12629.5 V
= 1283 V
= 19675.3 V
= 12694.5 V
= 0.879503 PU
= 0.963889 PU
= 101.991 A
= 103.923 A
= 0.981405 PU
= 1.17769
= 1294.72 kVAR

Studi Perbaikan Faktor Daya Dan Reduksi Harmonic (Sapto Nisworo)


kVAR TIGA FASA
MVA DERATED
RASIO kVAR 3 FASA / kVAR RATED

D.

= 3884.17 kVAR
= 2.88 MVA
= 1348.67

PENUTUP

Dengan tegangan antar fasa 20000 Volt, kapasitas kapasitor


bank 4500 VAR, tegangan kapasitor bank 25000 Volt dengan
rencana beban 8 MVA, diperoleh nilai reaktans kapasitor pada
harmonik ke 5 adalah 138,889 , dan nilai reaktans adalah 5,55556
, rasio tegangan RMS pada kapasitor 0,879503 pu, nilai tersebut
lebih kecil yang disyaratkan IEEE-18 yaitu 1,1 pu, rasio tegangan
puncak pada kapasitor 0,963889 pu lebih kecil yang disyaratkan
oleh IEEE-18 yaitu1,2 pu, dan arus kapasitor 0,981405 pu lebih
kecil yang disyaratkan oleh IEEE-18 yaitu 1,8 pu, maka semua
nilai hasil perhitungan sudah sesuai dengan standart IEEE-18
DAFTAR PUSTAKA
A.Omeri , A. Haddouce, L. Zellouma dan S. Saad, 2006, A Three
Phase Shunt Active Power Filter for Currents Harmonics
Suppession and Reactive Power Compensation, Asian
Journal of Technology, 5(12): pp 1454-1457;
A. N. Jog, dan G. A. Apte,., 2007, An Adaptive Hysteresis Band
Current Controlled Shunt Active Power Filter, IEEE, pp 14244;
B. Singh, K. Al-Haddad dan A.Chandra, 1998, A New Control
Approach to Three-Phase Active filter for Harmonic and

24

Vol. 39 No. 2, 15 Agustus 2013 : 13-27

Reactive Power Compensation, III Transaction on Power


System Vol. 13 No. 1 Januari, pp 133 138;
C. Shankaran, 2002, Power Quality, CRC Press, London;
D. G.Fink, 1975, Electronic Engineers Handbook, McGraw-Hill,
Inc, Lodon;
D. Rivas, L. Moran, J.W. Dixon dan J. R. Espinoza, 2003,
Improving Passive Filter Compensation Performance With
Active Techniques, IEEE Transaction on Industrial
Electronics, Vo. 50, No. 1; February
F. M.Fernandez dan C. P. S.Nair, 2007, Influence of Power Factor
Compensating Capacitors on Estimation of Harmonic
Distortion, 9th International Conference Electrical Power
Quality and Utilisation, Barcelona, pp 1 - 4;
Hadi Saadat,1999, Power System Analysis, Mc Graw-Hill Book
Company, Singapore;
Hirofuni Akagi, 2006, Modern Active Filter and Traditional
Passive Filter, Bulletin of the Polish Academy of Scince
Technical Science, Vo. 54, No. 3, pp 255 269;
H. Yang, Mansoor, Y. Gang, Z. Li-Dan, dan C. Chen, 2007,
Harmonic Mitigation of Residential Distribution System
Using a Novel Hybrid Active Power Filter, WSEAS
Transaction on Power System, Issue 12, Vol 2, pp 255-260;
25

Studi Perbaikan Faktor Daya Dan Reduksi Harmonic (Sapto Nisworo)

J. Arrilaga, C. B, Smitt.. , Watson dan R. Neville dan R. Wood


Alan, 1997, Power System Harmonic; John Willey & Son,
New York, USA; pp 2-15;
J.Arrilaga,. dan N.R. Watson, 2004, Power System Harmonics,
John Willey & Son, England, pp 219-259;
M. A. Zamani, 2007, Damped-Type Double Tuned Filter Design
for HVDXC System, 9th International Converence Electrical
Power Quality and Utilisation, Barcelona, 9-11 October;
M. Izhar, C. M Hadzer, S..Masri, dan S. Idris, , 2003, A Studi of
Fundamental Principles to Power System Harmonic,
National Power and Energy Converence (PECon), pp 225 232;
M. W. Grady, dan R. J.Gileskie, 1993, Harmonics and How They
Relate to Power Factor, Proc. Of The EPRI Power Quality
Issues & Opportunities Conference, pp 1 - 8;
N. R. Jayasinghe, J. R.Lucas dan K. B. I. M. Perera , 2003, Power
System Harmonic Effects on Distribution Transormers and
New Design Consideration for K Factor Transformer, IEE
Sri Lanka Annual Sessions, India;
P. Moran, I. Pastorini dan R. Wallace, 2000, Series Active Power
Filter Compensates Current Harmonics and Voltage
Unbalance Simultaneously, IEE Proc Transm Distrib, Vol
147 No. 1 Januari, pp 31- 36;
26

Vol. 39 No. 2, 15 Agustus 2013 : 13-27

R, A, J. Khan, dan Muhammad Akmal , 2008, Mathematical


Modeling of Current Harmonics Caused by Personal
Computer, International Journal of System Science &
Engineering 1;2, pp. 103 107;
R. Dejhini, B. Berbaoui, C. Benachaiba dan Harici, Otmane, 2010,
Shunt Hybrid Active Power Filter Improvement Based on
Passive Power Filter Synthesis by Generic Algorithm,
International Journal of Engineering Science and
Technology, Vol. 2(25), pp 1885-1193;
R.Pregitser, j. G. Pinto, M. J. Sepulveda dan J. L. F. Aonso,., 2007,
Parralel Association of Shunt Active Filter, IEEE
International Symposium on Industrial Electronics, June 47, Vigo, Spain;
T. Mahaleksmi, 2010, Current Harmonic Compensation and Power
Factor Improvement by Hybrid Shunt Active Power Filter,
International Journal of Computer Application (0975-8887),
vo. 4 No.3 July, pp 9 13;
Wardani,1996, Pengaruh Beban Industri Pada Mutu Tenaga Listrik,
Energi Listrik Vol VI, No. 2 Juni 1999
.. , 2002, IEEE-18, Standard for Shunt Power
Capasitors, IEEE Inc., New York.

27