Anda di halaman 1dari 4

Choking, Near Drowning, and Aspiration

Lecture by Prof.dr. Purnomo Suryantoro


By Yessy Martha
Definisi choking adalah ketidakmampuan untuk bernapas
mengalami penyumbatan, penyempitan atau pembengkakan

karena

trakea

Choking/tersedak merupakan suatu emergensi


karena udara tidak dapat
memasuki paru-paru dapat menyebabkan kematian sesaat (dalam 5-6 menit)
Pada anak-anak sering karena berhubungan dengan
fase oral yang suka
memasukkan mainan, biji-bijian, dan benda kecil lain yang dimasukkan ke dalam
mulut dan secara tidak sengaja teraspirasi sehingga tersedak.
Pembengkakan pada tenggorokan dan rongga mulut karena alergi/anafilaksis,
infeksi, strangulasi, kongesti yang disebabkan pengeluaran cairan yang
berlelbihan, dll). Bisa juga akibat sleep apnea, sering terjadi pada bayi prematur
yang tiba-tiba pusat napasnya berhenti. Selain itu juga bisa karena kegemukan,
emfisema, dan asap rokok sehingga menutup jalan napas.
Penyebab choking :
Obstruksi mekanis
Pembengkakan jaringan
Trauma pada trakea
Gejala choking pada anak-anak atau bayi :
-Tidak dapat bicara/menangis
-Wajah menjadi biru
-menggaruk-garuk leher
-Batuk lemah, berusaha bernapas dengan suara nada tinggi
-lama-lama menjadi tidak sadar
-jika terjadi selama tidur , maka napas menjadi gasping, berhenti bernapas
sesaat, kalo beruntung tiba-tiba terbangun, kalo ga beruntung ya ga bangun
Faktor Resiko

Angina ( pectoris )
Cervical spondylitis
Caustic material ( Nitrite oxide, Ammonia )
Cancer esophagus
Respiratory tract bleedings
Swallowing disorder ( orang tua )
When estrogen replacement ( wanita )
Drug overdoses ( vomiting )
Pseudo membranous angina ( biasanya terjadi pada anak-anak, terdapat
membran kebiru-biruan, nah kalo dia ga napas jangan lakukan intubasi,
karena kalo ketusuk dikit aja bisa berdarah, jadi malah bisa menutupin
jalan napas)

Electro Convulsive Therapy ( ECT )


Monocytic Angina
Reaksi alergi, biasanya alergi salisilat
Kenapa sih anak-anak lebih sering choking?
Kita lihat Perbedaan Anatomi dan morfologi dewasa dan anak-anak
Dewasa
Anak-anak
Lidah
Relatif kecil dibanding
Relatif besar dibanding
mulut
mulut
Laring
Setinggi C4-C5
Lebih tinggi, setinggi C3C4
Epiglotis
Lebar, elastis
Sempit, kaku
Ukuran terkecil
Pada pita suara
Pada kartilago krikoid
Panjang trakea
10-13 cm
Lebih pendek, Usia 1
bulan : 4-5 cm
18 bulan : 7 cm
Laring di bawah usia 5 tahun :
-diameter lebih kecil
-bagian kartilago lebih sedikit
-bentuk kerucut/conus, kalo dewasa kan bentuknya lebih silindris seperti tabung
gitu
Kalo kita ngomongin trakeanya nih,...
Nah kalo liat slide 17 itu kita bisa mbedain kalo pada infant diameternya kan
cuma 4mm, jadi kalo edema 1mm aja luas penampang trakea bisa berkurang
75% sehingga tahanannya naik 16 kali lipat Sedangkan pada dewasa diameter
trakeanya 8mm sehingga kalo edema 1mm Cuma berkurang 44% luas
penampangnya trakeanya, sehingga tahanannya cuma naik 3 kali lipat. Jadi
dapat kita simpulkan bahwasanya edema trakea pada anak-anak lebih bahaya
dari pada dewasa.
Kekuatan batuk pada anak-anak
-lebih banyak kartilago daripada tulang yang menyusun dinding dada, sehingga
otot-otot susah narik tulang rusuk ke atas.
-otot-otot pernapasan belum berkembang sepenuhnya
-keseluruhan pernapasan diatur oleh diafragma
Anak-anak lebih mudah megap-megap daripada dewasa karena:
-kebutuhan oksigen dewasa 3-4 ml/kg/detik, sedangkan kebutuhan anak-anak
lebih banyak yaitu 6-8 ml/kg/detik, sehingga dengan demikian anak-anak
membutuhkan oksigen 2 kali lipat dibandingkan dewasa.
Cairan di paru dapat menyebabkan severe distress jika melebihi batas :
1-3 th = 1-3cc/kgBB

>3th = 4-6cc/kgBB
Keduanya itu berartimengisi lebih dari 1/3 volume tidal. Hal ini dapat
menyebabkan kematian dalam 5-6 menit.
Sekarang kita masuk ke Near Drowning
Near drowning adalah tenggelam sebelum mati. Ga ada beda antara tenggelam
di air tawar dan air asin.
Ngatasinnya dengan resusitasi di tempat kejadian, makin cepat makin baik.
Hal-hal penting yang harus diperhatikan :
-clear airway, lalu jangan lupa lakukan napas buatan
-jika sudah 3-5 kali napas buatan, jangan lupa lakukan external cardiac massage
jika pulsasi <60kali per menit. Lakukan sambil perjalanan ke RS
-sampai di RS, lakukan ventilasi dan pasang IV kateter
-lakukan uji lab : Arterial blood gas analysis, cek elektrolit dan Hb.
-assess dan reassess
Ada lagi ditambahin tentang BURN sedikit juga, tapi kan ada kuliahnya sendiri
sama dr.Rosadi..
Menejemen Choking
Alat-alat yang digunakan, sbb :
1. Oropharynx Tube (Mayo Tube)
Tujuannya untuk mengangkat lidah dan epiglotis, dipasang pada pasien
yang ngga sadar. Karena kalo pasiennya sadar ntar bisa batuk dan
muntah. Ukuran alat ini 4-10cm, masukinnya dari kanan ke kiri lidah,
panjangnya dari bibir ampe angulus mandibula.
2. Nasopharyngeal Tube
Ukur panjangnya dari hidung sampe ke lubang telinga. Biasanya dipake
bagi pasien yang mengalami trauma maxillofacial yang ga mungkin pakai
mayo tube atau alat-alat lain yang via oral. Alat ini ga boleh dipake pada
pasien yang fraktur basis cranii dan kebocoran cairan cerebrospinal,
karena pemasangan alat ini dapat menyebabkan cedera nasal dan
salurannya. Selain itu keuntungan alat ini juga ga menyebabkan batuk dan
muntah.
3. Suction Catheter
Digunakan untuk menyedot cairan, darah, lendir dari saluran napas
sehingga ventilasi bisa 100%. Lakukan prosedurnya secara aseptik setiap
5 menit. Hati-hati juga karena bisa menimbulkan hipoxia dan bradikardi
(vagal refleks)
4. Resucitation mask
Ukurannya dari mandibula sampai pangkal hidung, pasang yang kencang,
tapi jangan sampe menekan hidung atau mata. Pakai mask yang
trasparan agar kalo ada muntah bisa kelihatan.
Untuk Bayi dan anak dibawah 5 tahun : Jempol dan telunjuk tangan kiri
menekan mask, jari tengahnya membuat posisi head tilt.
Untuk Anak yang lebih besar : jempol dan telunjuk menekan mask, jari 3,
4, dan 5 melakukan jaw thrust dan ekstensi leher.

Untuk teknik 2 orang : satu orang memegang mask, satu lagi melakukan
ventilasi/bagging.
Kadar O2 :
-ventilasi tanpa aliran O2 = 21% (sesuai dengan kadar O2 di atmosfer)
-baloon pediatrik tanpa reservoir, dan ditambah dengan aliran O 2
10L/menit =30-80%
-baloon pediatrik dengan reservoir dan aliran O 2 10-15 L/menit =60-95%
5. Laryngoscope
Untuk visualisasi glotis dan plica vocalis. Ada 2 macam , plain blade
(Miller) dan bent blade (Macintosh)
6. Endotracheal Pipe
Kalau pada dewasa, ukuran diameter yang kita pilih sebesar jari kelima
pasien tersebut. Tapi kalo pada anak-anak ada rumusnya :
Diameter : Usia (dalam tahun) / 4 + 4
Panjang :
-Oral = Usia (dalam tahun)/2 + 12
-Nasal = Usia (dalam tahun)/2 + 15