Anda di halaman 1dari 238

1281.

Syarat lahir sungsang:


a. Pembukaan lengkap, bayi telah melewati bawah panggul
b. Pembukaan >8, bayi telah melewati bawah pangul
Pembahasan: Dijelaskan di nomer 1289.
1282. Ibu hamil 36 minggu datang dengan keluar perdarahan berwarna
kehitaman nyeri perut , didapaatkan pemeriksaaan djj - , janin tidak
teraba. Diagnosa kasus tersebut adalah
a. Atonia
b. Plasenta previa
c. Solutio plasenta
d. Invertio
e. Vasa previa
Pembahasan:
- Atonia: Atonia uteria (relaksasi otot uterus) adalah uterus tidak berkontraksi dalam 15 detik
setelah dilakukan pemijatan fundus uteri (plasenta telah lahir). (JNPKR, Asuhan Persalinan
Normal, Depkes Jakarta; 2002).
Gejala dan tanda yang selalu ada :
1. Uterus tidak berkontraksi dan lembek
2. Perdarahan segera setelah anak lahir (perdarahan pascapersalinan primer)
Gejala dan tanda yang kadang-kadang ada :
Syok (tekanan darah rendah,denyut nadi cepat dan kecil, ekstremitas dingin, gelisah,
mual,dan lain-lain).
-

Plasenta previa: Menurut Wiknjosastro (2002), Placenta Previa adalah plasenta yang
letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah uterus sehingga menutupi sebagian atau
seluruh pembukaan jalan lahir. Menurut Manuaba (1998), klasifikasi plasenta previa
secara teoritis dibagi dalam bentuk klinis, yaitu: a) Plasenta Previa Totalis, yaitu
menutupi seluruh ostium uteri internum pada pembukaan 4 cm. b) Plasenta Previa
Sentralis, yaitu bila pusat plasenta bersamaan dengan kanalis servikalis. c) Plasenta
Previa Partialis, yaitu menutupi sebagian ostium uteri internum. d) Plasenta Previa
Marginalis, yaitu apabila tepi plasenta previa berada di sekitar pinggir ostium uteri
internum. Perdarahan tanpa sebab, tanpa rasa nyeri serta berulang, darah berwarna
merah segar, perdarahan pertama biasanya tidak banyak, tetapi perdarahan
berikutnya hamper selalu lebih banyak dari sebelumnya, timbulnya penyulit pada ibu
yaitu anemia sampai syok dan pada janin dapat menimbulkan asfiksia sampai
kematian janin dalam rahim, bagian terbawah janin belum masuk pintu atas panggul
dan atau disertai dengan kelainan letak oleh karena letak plasenta previa berada di
bawah janin (Winkjosastro, 2002).

Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau keseluruhan plasenta dari


implantasi normalnya (korpus uteri) setelah kehamilan 20 minggu dan sebelum janin
lahir.(9) .
Solusio plasenta ringan
Solusio plasenta ringan ini disebut juga ruptura sinus marginalis, dimana terdapat
pelepasan sebagian kecil plasenta yang tidak berdarah banyak. Apabila terjadi
perdarahan pervaginam, warnanya akan kehitam-hitaman dan sedikit sakit. Perut
terasa agak sakit, atau terasa agak tegang yang sifatnya terus menerus. Walaupun
demikian, bagian-bagian janin masih mudah diraba. Uterus yang agak tegang ini
harus selalu diawasi, karena dapat saja menjadi semakin tegang karena perdarahan
yang berlangsung.
Solusio plasenta sedang
Dalam hal ini plasenta terlepas lebih dari 1/4 bagian, tetapi belum 2/3 luas
permukaan Tanda dan gejala dapat timbul perlahan-lahan seperti solusio plasenta
ringan, tetapi dapat juga secara mendadak dengan gejala sakit perut terus menerus,
yang tidak lama kemudian disusul dengan perdarahan pervaginam. Walaupun
perdarahan pervaginam dapat sedikit, tetapi perdarahan sebenarnya mungkin telah
mencapai 1000 ml. Ibu mungkin telah jatuh ke dalam syok, demikian pula janinnya
yang jika masih hidup mungkin telah berada dalam keadaan gawat. Dinding uterus
teraba tegang terus-menerus dan nyeri tekan sehingga bagian-bagian janin sukar
untuk diraba. Jika janin masih hidup, bunyi jantung sukar didengar. Kelainan
pembekuan darah dan kelainan ginjal mungkin telah terjadi,walaupun hal tersebut
lebih sering terjadi pada solusio plasenta berat
Solusio plasenta berat
Plasenta telah terlepas lebih dari 2/3 permukaannnya. Terjadi sangat tiba-tiba.
Biasanya ibu telah jatuh dalam keadaan syok dan janinnya telah meninggal. Uterus
sangat tegang seperti papan dan sangat nyeri. Perdarahan pervaginam tampak tidak
sesuai dengan keadaan syok ibu, terkadang perdarahan pervaginam mungkin saja
belum sempat terjadi. Pada keadaan-keadaan di atas besar kemungkinan telah terjadi
kelainan pada pembekuan darah dan kelainan/gangguan fungsi ginjal
Sumber:
:
http://jurnalbidandiah.blogspot.com/2012/04/solusio-plasentalengkap.html#ixzz3cElVuJ14
-

Invertio
Inversio uterus adalah keadaan dimana lapisan dalam uterus (endometrium) turun dan
keluar lewat ostium uteri eksternum yang dapat bersifat inkomplit sampai komplit .

Inversi dapat di klasifikasikan berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu :


1. Derajat pertama : fundus mencapai os internal
2. Derajat kedua : badan atau korpus uterus mengalami inversi kedalam os internal
3. Derajat ketiga : uterus, serviks dan vagina mengalami inversi dan dapat dilihat.
Inverse juga dapat di klasifikasikan berdasarkan waktu terjadinya :
1. Inversi akut
: terjadi dalam 24 jam pertama
2. Inversi subakut : terjadi setelah 24 jam pertama dan dalam 4 minggu

3. Inversi kronis : terjadi setelah 4 minggu dan jarang terjadi


Klinis:
Dijumpai pada kala III atau post partum dengan gejala nyeri
perdarahan yang banyak sampai syok. Apalagi bila plasenta masih
sebagian sudah ada yang terlepas dan dapat terjadi strangulasi dan nekrosis.
2.
Pemeriksaan dalam
a. Bila masih inkomplit maka pada daerah simfisis uterus teraba
cekung ke dalam.
b. Bila komplit, di atas simfisis uterus teraba kosong dan dalam
tumor lunak.
c. Kavum uteri sudah tidak ada (terbalik).

yang hebat,
melekat dan

fundus uteri
vagina teraba

- Vasa Previa
Vasa praevia adalah komplikasi obstetrik dimana pembuluh darah janin melintasi atau
berada di dekat ostium uteri internum (cervical os) . Pembuluh darah tersebut berada
didalam selaput ketuban ( tidak terlindung dengan talipusat atau jaringan plasenta)
sehingga akan pecah bila selaput ketuban pecah.
See
more
at:
previa.html#sthash.jsahxbea.dpuf

http://reproduksiumj.blogspot.com/2011/09/vasa-

1283. Ibu hamil 40 minggu, demam 39 C, pembukaan lengkap, his 3-4x /


10 menit, air ketuban hijau keruh. Bagaimana penatalaksanaan pada
pasien
a. Sc
b. Pecah ketuban, pimpin meneran
c. Forsep
d. Vakum
e. Pimpin meneran
Pembahasan:
Soal ini sih agak membingungkan ya, tapi ya coba saya bahas. SC itu
selalu menjadi alternatif terakhir sebagai cara melahrkan bayi. Kalo untuk
kasus ini kontraindikasi yang jelas adalah infeksi nya. Kalo infeksi tu
sebisa mungkin per vaginam. Berarti tinggal forcep, vakum, atau spontan.
Ketuban kan posisinya udah pecah dan air ketubannya hijau, berarti kan
kemungkinan distress. Berarti persalinan harus dipercepat. Jadi pilihannya
tinggal forcep atau vakum. Nah dua ini yang membingungkan karena
indikasi nya itu hampir sama, Cuma beda preferensi tiap operator aja.
Coba baca indikasi dan kontra indikasi yang sudah saya dapat. Anda lebih
ke forcep atau vakum. Soal ini tapi gak jelas letak nya gimana. Kan kalo
letak muka gmgkn vakum. Kalo saya sih forcep, karena lebih cepet. Kalo
vakum kan harus diulang-ulang tu kalo gagal.
a.SC
1. Plasenta previa sentralis dan lateralis [posterior].

2. Panggul sempit.
3. Disporposi sefalo- pelvik yaitu ketidakseimbangan antara ukuran kepala dan panggul.
4. Ruptura uteri mengancam
5. Partus lama [prolonged labor].
6. Partus tak maju [obstructed labor].
7. Distosia serviks.
8. Pre- eklampsi dan hipertensi.
9. Malpresentasi janin.
Letak lintang
b.Letak bokong (presbo)
Seksio sesarea dianjurkan pada letak bokong bila ada :
Panggul sempit.
Primigravida.
Janin besar dan berharga.
Presentasi dahi dan muka [letak defleksi] bila reposisi dan cara-cara lain tidak berhasil.
Presentasi rangkap, bila reposisi tidak berhasil.
Kehamilan Gemelli dianjurkan untuk SC:
Bila janin pertama letak lintang atau presentasi bahu [shoulder presentation].
- Bila terjadi interlock [locking of the twins].
- Distorsia oleh karena tumor.
- Gawat janin dan sebagainya.
- Pecah ketuban pimpin meneran: bukannya kalo udah tau air ketubannya keruh berarti
ketubannya udah pecah ya?jadi kayaknya sih ga perlu dipecahin lagi
-Forcep:
Indikasi Persalinan Ekstraksi Forcep
1) Ibu : eklamsi, preeklampsia, ruptur uteri membakat, penyakit jantung, penyakit paruparu, gangguan kesadaran dan infeksi intra partum, ibu keletihan.
2) Janin : janin yang mengalami disstress, presentasi yang belum pasti, janin berhenti
rotasi, kelahiran kepala pada presentasi bokong.
3) Waktu : persalinan kala II lama (Mansjor A, 1999:329 dan Bobak, 2004:798).
c. Jenis-jenis Persalinan Forcep
1) Forcep rendah (low forcep) adalah istilah yang digunakan bila forcep telah
dipasang pada kepala janin sekurang-kurangnya pada stasiun +2.
2) Forcep tengah (midforcep) adalah pemasangan forcep pada saat kepala janin sudah
masuk dan menancap di panggul tetapi diatas stasiun +2.
3) Forcep tinggi, dilakukan pada kedudukan kepala diantara H I atau H II, artinya
ukuran terbesar kepala belum melewati pintu atas panggul dengan perkataan lain

kepala masih dapat goyang. Forcep tinggi sudah diganti dengan seksio cesaria.
(Bobak, 2004:798 dan Mochtar Rustam 1998: 68-70).
d. Kontra Indikasi Persalinan Ekstraksi Forcep
Kontra indikasi dari ekstraksi forcep meliputi:
1) Janin sudah lama mati sehingga sudah tidak bulat dan keras lagi sehingga kepala
sulit dipegang oleh forceps.
2) Anencephalus.
3) Adanya disproporsi cepalo pelvic.
4) Kepala masih tinggi.
5) Pembukaan belum lengkap.
6) Pasien bekas operasi vesiko vagina fistel.
7) Jika lingkaran kontraksi patologi bandel sudah setinggi pusat atau lebih
1. - Vakum:
2. Indikasi Ekstraksi Vakum
1. Kala II memanjang
o Pada Nulipara 2 jam
o Pada Multipara 1 jam
2. 2. Mempersingkat Kala II :
o Kelainan jantung
o Kelainan serebrovaskuler
o Kelainan neuromuskuler
o Ibu lelah
3. Gawat janin
Kontraindikasi Ekstraksi Vakum

Dokter tidak memiliki kompetensi untuk melakukan tindakan EV

Aplikasi cawan penghisap secara tepat tidak dapat dilakukan

Riwayat gangguan kemajuan persalinan kala I yang nyata

Indikasi tindakan EV tidak jelas

Posisi dan penurunan kepala janin tidak dapat ditentukan dengan jelas

Terdapat dugaan gangguan imbang sepalopelvik

Kelainan letak (letak muka, letak dahi)

Diduga atau terdapat gangguan faal pembekuan darah pada janin.

KONTRA INDIKASI RELATIF :

Kehamilan preterm - Masih lunaknya kepala dan rentannya vaskularisasi kepala


janin prematur.

Riwayat pengambilan darah dari kulit kepala janin sebelumnya.

Aplikasi cunam sebelumnya gagal Struktur dan konsistensi kepala janin pasca
aplikasi cunam yang sudah berubah. Selain itu, kegagalan aplikasi tersebut dapat
membuktikan bahwa terdapat gangguan imbang sepaloelvik.

Molase dan pembentukan caput succadenum yang berlebihan - keadaan ini sering
terjadi pada kasus gangguan imbang sepalopelvik.

Dugaan makrosomia (Berat badan janin > 4.5 kg).

Janin mati Oleh karena tidak dapat terbentuk caput succadeneum.

See
more
at:
vakum.html#sthash.mFpiPflg.dpuf

http://reproduksiumj.blogspot.com/2010/01/ekstraksi-

1284. Pasien nyeri pada payudara kanan sedang menyusui,


kemerahan batas difus, nyeri. Penanangan ?
a. Antibiotik kompres hangat, lanjut asi
b. Kompres dingin stop asi
c. Kompres hangat stop asi
d. Antibiotik dosis tinggi, stop asi
e. Kompres dingin, analgesik asi
Pembahasan:
Kompres dingin biasanya justru pada ASI yang keluarnya berlebihan. Jadi
supaya stop tu dikasih kompres dingin. Nah kalo masalahnya adalah nyeri
pada payudara gini dan terjdi pembengkakan gitu biasanya justru dikasih
kompres hangat supaya terjadi vasodilatasi. Pada ibu menyusui nyeri dan
kemerahan pada payudara kebanyakan karena ASI yang tak keluar. Dan
kalo indikasi stop ASI pada infeksi itu hanya kalo ada discharge keluar. Jadi
opsi yang ada kompres hangat dan lanjut ASI nya Cuma A. Kalopun
antibiotik harus yang dosis gak tinggi, kan ada tu antibiotik tu yang bisa di
ekskresikan lewat ASI. Kalo kayak Amox gitu kelasnya masih B kok yang
artinya tak ada bukti resiko bahaya pada manusia
1285. Wanita 39 tahun P5a0 ,mau kb, tidak mau punya anak, kb yang
teapt ?
a. IUD
b. Tubektomi

c. Implan
d. Pil
Pembahasan:
Kalo pada soal ini kan intinya adalah udah punya anak 5 trus udah
beresiko klo punya anak lagi karena umurnya udah 39 tahun. Jadi KB
paling aman dan efektifitasnya tinggi adalah tubektomi.
1286. Wanita p1a0 22 tahun, sedang menyusui, post partum 1 bulan,
KB yg tepat ?
a. IUD
b. Pil kb
c. Suntik 1 bulan
d. Implan
e. Suntik 3 bulan
Pembahasan:
KB pada ibu menyusui itu kuncinya adalah KB nya gboleh yang kombinasi
antara progresteron dan estrogen. Bolehnya yang progresteron doang.
Karena estrogen bisa mengurangi produksi ASI. Nah yang progresteron
doang tu contohnya mini pil. Sebenarnya yang agak membingungkan
adalah pil kb kan jenisnya banyak, ada yang campuran ada yang
progresteron aja. Gtau yang dimaksud di soal ini pil yang mana. Kalo
suntik 1 bulan itu ada kombinasi progresteron dan estrogennya. Implan
dan IUD itu tidak mempengaruhi produksi ASI karena isinya ada yang
levonogestrel atau etonogestrel. Tetapi levonogestrel dapat masuk ke
susu sehingga sebaiknya tidak diberikan. Jadi paling aman adalah suntik 3
bulan atau IUD yang un-medicated. hmmm
Jenis-jenis Pil menurut kandungan hormon estrogennya adalah :
Dosis
:
1. Pil dosis tinggi ( High Dose ) : Berisi 50 Mcg
Adalah yang mengandung estrogen 50 150 mcg dan progesteron 1 10 Mg. Yang termasuk
jenis ini adalah :
- Pil KB Noriday ( dari Population Council )
- Pil KB Kimia Farma
- Pil KB Ovostat ( PT Organon )
2. Pil Dosis rendah ( Low Dose ) : Berisi 30 cmg. Adalah pil yang mengadung 30 50 mcg
estrogen dan kuran gdari 1 mg progesteron.Yang termasuk jenis ini adalah :

- Pil KB Microgynon 30 ( PT Schering )


- Pil KB Marvelon (PT Organon ).
3. Pil Mini :
Adalah pil yang mengandung hormon progesteron sebesar kurang
Yang termasuk jenis ini adalah Pil KB exluton.

dari 1 mg.

1287. Wanita 28 tahun, p2a0 , td 160/100. Kb yang tepat ?


a. IUD
b. Implan
c. Suntik 3 bulan
d. Pil KB
e. Suntik 1 bulan
Pembahasan:
Implan dan Pil KB itu menyebabkan hipertensi sehingga pada pasien ini
dua jenis KB itu tak dapat diberikan. Suntik 1 bulan efek sampingnya mirip
dengan pil KB sehingga juga tak diberikan untuk pasien ini. Intinya yang
resiko nya paling rendah untuk hipertensi itu yang gak pake hormon.
Namun IUD pun ada yang pake hormon ada yang gak. Jadi ya mungkin
IUD tapi yang un-medicated
1288. Pasien 25 tahun kontrol ANC tanggal 18 april 2015, HPHT tanggal 13
September 2014, TFU umblicius proc xyphoid. Umur kehamilan pasien
?
a. 28 minggu
b. 30 minggu
c. 34 minggu
d. 32 minggu
e. 36 minggu
Pembahasan:

1289. Wanita G2P1A0 27 tahun dengan janin presentasi bokong murni


datang ke puskesmas. Syarat lahiran PSP adalah
a. Bukaan lengkap, tidak ada CPD, bokong sampai dasar panggul

b. Bukaan >8 cm ,tidak ada CPD, bokong sampai dasar panggul


c. Bukaan lengkap, tidak ada CPD, bokong Hodge 2-3
Pembahasan:
Bingung juga sih mau bahas soal yang ini. Mungkin lebih cocok adalah
mengetahui mengenai skor zatuchini andros. Jadi skor ini syarat untuk per
vaginam atau SC. Jadi intinya bukaannya harus lebih dari 4, gak ada CPD
itu jelas. Dan penurunannya lebih dari -1..karena opsinya ga lengkap jadi
juga gbisa jawab.

1290. Wanita 25 tahun P1A0, datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut
bawah, keluar bercak warna kehitaman dari kemaluan. 2 bulan tidak haid.
Hb 8.9 , nyeri goyang servix +. Test kehamilan + .Diagnosis ?
a. Uretritis kronis
b. Trauma seksual
c. Vaginitis

1291. Wanita 26 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut bawah,
keluar bercak warna kehitaman dari kemaluan. 2 bulan tidak haid. Hb 8.9 ,
nyeri goyang servix +, test kehamilan +. Diagnosis ?
a. KET
b. App akut
c. Pielonefritis
Pembahasan:
Dua soal diatas itu hampir sama persis Cuma beda umur dan yang satu
udah pernah punya anak. Keluhan perut bawah berarti mengindikasikan
masalah ada di rongga abdomen. Bercak warna hitam pada kemaluan
mengerucutkan bahwa masalah cenderung berada di sistem reproduksi.
Bercak warna kehitaman dari kemaluan, nyeri goyang servix, dan tes
kehamilan yang positif tersebut cenderung mengarahkan diagnosis ke
KET. App akut khas dengan Nyeri pada McBurney. Lebih lanjut dapat
dilihat pada alvarado score

Kalo pyelonefritis itu seharusnya ada demam, nyeri perut, nausea, dan
yang paling penting adalah gejala pada traktus urinarius. Hampir hampir
mirip dengan pyelonefritis, namun ureteritis kronis mempunyai fokus
infeksi di ureter.
1292. Wanita 22 tahun mens 3 5 hari. Terakhir mens Februari 2015.
Mengeluh telat datang bulan dan tidak teratur. Kondisi yang terjadi pada
pasien
a. Menoragia
b. Metroragia
c. Amenorea
d. Menometroragia
Pembahasan:

- Menoragia adalah jumlah perdarahan haid yang berlebihan (lebih dari 80 ml ) dan
metroragia adalah perdarahan per vaginam antara dua siklus haid.
- Amenorea ialah keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut. Lazim
diadakan pembagian antara amenorea primer dan amenorea sekunder. Kita berbicara tentang
amenorea primer apabila seorang wanita berumur 18 tahun ke atas tidak pernah mendapat
haid, sedang pada amenorea sekunder penderita pernah mendapat haid, tetapi kemudian tidak
dapat lagi (Wiknjosastro, 2008)
1293. Wanita hamil dengan anemia. Komplikasi dari penyakit ini
a. Lahir prematur
b. Pecah ketuban
c. Solutio plasenta
Pembahasan:
Komplikasi anemia pada kehamilan
Trimester I akan dapat mengakibatkan: Abortus, Missed Abortus dan kelainan kongenital.
v Trimester II dapat menyebabkan: Persalinan prematur, perdarahan antepartum, gangguan
pertumbuhan janin dalam rahim, asfiksia aintrauterin sampai kematian, BBLR, gestosis
dan mudah terkena infeksi, IQ rendah dan bahkan bisa mengakibatkan kematian.
v Saat inpartu, anemia dapat menimbulkan gangguan his baik primer maupun sekunder, janin
akan lahir dengan anemia, dan persalinan dengan tindakan yang disebabkan karena ibu
cepat lelah.
v Saat post partum anemia dapat menyebabkan: tonia uteri, rtensio placenta, pelukaan sukar
sembuh, mudah terjadi febris puerpuralis dan gangguan involusio uteri.

1294. Wanita hamil dengan anemia defisiensi besi. Diberikan tablet Fe,
Makanan yang harus dihindari adalah
a. Apel
b. Jeruk
c. Susu
d. Sirup
Pembahasan:
1. Zat pemacu (enhancers) Fe
a.
Vitamin C (asam askorbat) pada buah.
b.
Asam malat dan tartrat pada sayuran: wortel, kentang, brokoli, tomat, kobis, labu
kuning.
c.
Asam amino cystein pada daging sapi, kambing, ayam, hati, ikan. Suatu hidangan yang
mengandung salah satu atau lebih dari jenis makanan tersebut akan membantu
optimalisasi penyerapan zat besi.
d.
Protein hewani maupun protein nabati tidak meningkatkan absorpsi tetapi bahan
makanan yang disebut meat factor seperti daging, ikan dan ayam walaupun dalam
jumlah yang sedikit akan meningkatkan zat besi non heme yang berasal dari serealia
dan tumbuh-tumbuhan. Jadi apabila dalam konsumsi makanan sehari-hari tidak ada

bahan makanan tersebut diatas, maka absorpsi zat besi dari makanan sangat rendah.
Perlu diketahui bahwa susu, keju dan telur tidak meningkatkan absorpsi zat besi (Yanni,
2003)
2.
a.
b.
c.

Zat penghambat (inhibitors) Fe


Fitat pada dedak, katul, jagung, protein kedelai, susu coklat dan kacang- kacangan.
Polifenol (termasuk tannin) pada teh, kopi, bayam, kacang-kacangan.
Zat kapur atau kalsium pada susu, keju.

1295. Wanita hamil, merasa kehamilannya lebih besar


sebelumnya. Saat diperiksa, teraba 3 bagian yang besar.
Diagnosisnya:
a. Kehamilan ganda
b. Kehamilan tunggal dengan molahidatidosa
c. Kehamilan makrosomia

daripada

Pembahasan:
Kalo mola seharusnya justru lebih kecil dari umur kehamilan, kalo makrosomia memang
besar namun bagian besarnya harusnya gak 3.
DIAGNOSIS KEHAMILAN KEMBAR
1. Anamnesis
- Perut lebih buncit dari semestinya sesuai dengan umur tuanya kehamilan
- Gerakan janin lebih banyak dirasakan ibu hamil
- Uterus terasa lebih cepat membesar
- Pernah hamil kembar atau ada riwayat keturunan kembar.
2. Inspeksi dan palpasi
Pada pemeriksaan pertama dan ulangan ada kesan uterus lebih besar dan lebih cepat
tumbuhnya dari biasa.
- Gerakan-gerakan janin terasa lebih sering.
- bagian-bagian kecil teraba lebih banyak.
- Teraba ada 3 bagian besar janin.
- Teraba ada 2 balotemen.
3. Auskultasi
Terdengar 2 denyut jantung janin pada 2 tempat yang agak berjauhan dengan perbedaan
kecepatan sedikitnya 10 denyut permenit atau bila dihitung bersamaan terdapat selisih 10.
4. Rontgen foto abdomen
Tampak gambaran 2 janin.
5. Ultrasonografi
Bila tampak 2 janin atau dua jantung yang berdenyut yang telah dapat ditentukan pada
triwulan I.
6. Elektrokardiogram total
Terdapat gambaran dua EKG yang berbeda dari kedua janin.
7. Reaksi kehamilan
Karena pada hamil kembar umumnya plasenta besar atau ada 2 plasenta, maka produksi HCG
akan tinggi, jadi titrasi reaksi kehamilan bisa positif, kadang-kadang sampai 1/200. Hal ini
dapat dikacaukan dengan mola hidatidosa.

Kadangkala diagnosa baru diketahui setelah bayi pertama lahir, uterus masih besar dan
ternyata ada satu janin lagi dalam rahim. Kehamilan kembar sering terjadi bersamaan
dengan hidramnion dan toksemia gravidarum.
1296. Wanita usia 28 tahun G1P0A0 hamil 36 minggu datang untuk ANC.
Pada pemeriksaan leopold ditemukan : Leopold I : teraba keras,
Ballotement +, leopold II : teraba punggung kiri, leopold III : teraba lunak.
Pada pemeriksaan USG, ditemukan kaki dan lutut janin menekuk dan
tangan dan lengan janin juga menekuk.presentasi janin ini menurut USG :
a. Incomplete breech
b. Complete breech
c. Frank breech
d. Vertex
Pembahasan:

1297. Wanita usia 32 tahun sudah menikah selama 3 tahun dan belum
memiliki keturunan. Dokter meminta pasien memeriksan suhu tubuh dan
mukus vagina setiap pagi untuk mengetahui masa subur. Yang diharapkan
dari pemeriksaan tersebut
a. Mukus encer, suhu tubuh naik
b. Mukus encer, suhu tubuh turun
c. Mukus kental, suhu tubuh naik
d. Mukus kental, suhu tubuh turun
Pembahasan:
Kalo masa subur itu kan deket2 nya ovulasi. Dan ovulasi itu ditandai
dengan mukus vagina yang mengental dan suhu basal tubuh naik. Dicatat
ya gaes.
1298. Wanita usia 33 tahun G3P2A0 hamil 29 minggu datang untuk ANC.
Didapatkan TD 150/90 mmHg, edema -, proteinuria -. Pasien memiliki
riwayat hipertensi sebelum kehamilan. Diagnosis ?

a. Preeklamsia ringan
b. Preeklamsia berat
c. Hipertensi kronik
d. Hipertensi gestasional
Pembahasan:
Hipertensi yang timbul sebelum dan menetap setelah persalinan berarti
dia HT kronis. Nah tambahan aja, obat-obat HT yang gak boleh dikasih
pada bumil adalah ACE inhibitor, ARB, dan klorothiazid. Kalo HT
gestasional timbul setelah 20 minggu dan hilang setelah persalinan.
Sama, ga ada proteinuria nya.
Preeklampsia Ringan

Tekanan darah 140/90 mmHg pada usia kehamilan > 20 minggu

Tes celup urin menunjukkan proteinuria 1+ atau pemeriksaan protein kuantitatif


menunjukkan hasil >300 mg/24 jam
Preeklampsia Berat

Tekanan darah >160/110 mmHg pada usia kehamilan >20 minggu

Tes celup urin menunjukkan proteinuria 2+ atau pemeriksaan protein kuantitatif


menunjukkan hasil >5 g/24 jam

Atau disertai keterlibatan organ lain:


o Trombositopenia (<100.000 sel/uL), hemolisis mikroangiopati
o Peningkatan SGOT/SGPT, nyeri abdomen kuadran kanan atas
o Sakit kepala , skotoma penglihatan
o Pertumbuhan janin terhambat, oligohidramnion
o Edema paru dan/atau gagal jantung kongestif
o Oliguria (< 500ml/24jam), kreatinin > 1,2 mg/dl

Superimposed preeklampsia pada hipertensi kronik

Ibu dengan riwayat hipertensi kronik (sudah ada sebelum usia kehamilan 20 minggu)

Tes celup urin menunjukkan proteinuria >+1 atau trombosit <100.000 sel/uL pada
usia kehamilan > 20 minggu

Eklampsia

Kejang umum dan/atau koma

Ada tanda dan gejala preeklampsia

Tidak ada kemungkinan penyebab lain (misalnya epilepsi, perdarahan subarakhnoid,


dan meningitis)

1299. Pasien melahirkan pervaginam dengan forceps. 1 minggu stlh


melahirkan pasien datang ke dokter dgn laserasi sfingter ani
interna. Pasien mengalami laserasi jalan lahir grade?
a. Grade I
b. Grade II
c. Grade III
d. Grade IV
e. Grade V
Pembahasan:
Tingkat robekan perineum dapat dibagi atas 4 tingkatan :
Tingkat I

Robekan hanya terjadi pada selaput lender vagina dengan atau tanpa mengenai kulit perineum
sedikit2,5
Tingkat II:
Robekan yang terjadi lebih dalam yaitu selama mengenai selaput lendir vagina juga mengenai
muskulus perinei transversalis, tapi tidak mengenai sfingter ani2,5
Tingkat III:
Robekan yang terjadi mengenai seluruh perineum sampai mengenai otot-otot sfingter ani.2,5
Ruptura perinei totalis di beberapa kepustakaan yang berbeda disebut sebagai termasuk
dalam robekan derajat III atau IV. Beberapa kepustakaan juga membagi tingkat III menjadi
beberapa bagian seperti :
Tingkat III a.
Robekan < 50 % ketebalan sfingter ani 6
Tingkat III b.
Robekan > 50% ketebalan sfinter ani 6

Tingkat III c.
Robekan hingga sfingter ani interna 6
Tingkat IV
Robekan hingga epitel anus

c1300. Wanita hamil 32minggu, mengeluh pusing, tensi 180/110,


proteinuria +3, edema pada kedua tungkai. Diagnosis pasien Ini
adalah
a. Eklampsia
b. Hipertensi
c. PEB
d. PER
e. PE sedang
Pembahasan: Sudah dijelaskan diatas

1301. Seorang wanita 45 thn, datang ke puskesmas dengan keluhan keputihan berulang.
Keputihan berwarna kekuningan, kental, tidak gatal dan berbau. Saat Ini pasien masih
menstuasi dengan riwayat menikah sudah 35 tahun dengan buruh bangunan yang sering
keluar kota. Pasien sudah berobat diberi antibiotic namun belum membaik. PF TD 110/70,
HR 92x/menit, RR 20x/men it. Pada pemeriksaan spekulum didapatkan serviks hiperemis dan
erosi. PP yg tepat?
a. Pemeriksaan IVA
b. Pap smear
c. Swab vagina
d. Biopsi serviks
e. Kuretase diagnosis
Gejala dari kanker serviks:
Pada kanker serviks stadium awal, tidak ada gejala yang jelas. Seiring berjalannya penyakit,
gejala-gejala secara muncul bertahap dikaitkan dengan gejala sistemik.
Gejala khas dari Ca serviks:
1. Perdarahan vagina, terutama setelah berhubungan seksual.
2. Keputihan abnormal yaitu keputihan yang berbau, berwarna, berdarah atau bernanah.
3. Nyeri pada pinggang dan perut
Faktor risiko infeksi HPV dan kanker serviks:
1. Multiple partner seksual atau berhubungan dengan orang yang memiliki multiple
partner seksual.
2. Riwayat memiliki sexual transmitted disease
3. Hubungan seksual pertama pada usia muda (<18 tahun)
4. Tidak menggunakan kondom saaat berhubungan
Metode IVA (inspeksi visual dengan aplikasi asam asetat) dapat digunakan sebagai
metode skrining untuk kanker leher rahim. Pertimbangan tersebut didasarkan bahwa metode
skrining IVA itu mudah, praktis dan sangat mampu laksana. Dapat dilaksanakan oleh tenaga

kesehatan bukan dokter ginekologi, dapat dilakukan oleh bidan di setiap tempat pemeriksaan
kesehatan ibu. Alat-alat yang dibutuhkan sederhana. Metode skrining IVA sesuai untuk pusat
pelayanan sederhana.
1302. Wanita usia 20 tahun mengeluh keluar darah bergumpal seperti mata ikan dari
kemaluan. Pasien sudah tidak haid selama 3 bulan. Pf ditemukan tfu lebih besar dari usia
kehamilannya. Diagnosis pasien adalah:
a. abortus iminens
b. abortus insipiens
c. hiperemesis gravidarum
d. mola hidatidosa
e. lupa
Abortus imminens
1. Amenorrea
2. Terdapat perdarahan, disertai nyeri perut (mulas)
3. Terjadi kontraksi uterus
4. Pada pemeriksaan dijumpai besar uterus sesuai dengan usia kehamilan
5. Pada pemeriksaan dalam terdapat perdarahan dari kanalis servikalis, kanalis servikalis
masih tertutup, dapat dirasakan kontraksi otot rahim
Abortus insipien
1. Amenorrea
2. Perdarahan lebih banyak, nyeri perut (mulas) lebih hebat
3. Pada pemeriksaan didapatkan kanalis servikalis terbuka dan hasil konsepsi dapat
diraba
Mola Hidatidosa
1. Amenorrea 1-2 bulan
2. Mual dan muntah signifikan
3. Perdarahan uterus (spotting hingga perdarahan hebat)
4. Pertumbuhan uterus lebih cepat dari perkiraan
5. Tidak terdeteksi gerakan jantung janin
Cunningham, Gary. dkk. 2012. Obstetri Williams. Antepartum. Jakarta : EGC.
1303. Wanita usia 20 thn, laki2 usia 24 tahun baru menikah. Mau mencari alat kontrasepsi
untuk suami. Riwayat mens sang istri tdk tratur. Alat kontrasespsi yg cocok untuk pasangan
ini :
a. Pil hormon
b. Kondom
c. Senggama terputus
d. Vasektomi
e. Pantang berkala
Riwayat menstruasi yang tidak teratur, kurang sesuai apabila menggunakan pil hormon
karena memiliki efek samping berupa amenorrea, perdarahan/spotting, dan
meningkatnya/menurunnya berat badan. Selain itu, keduanya baru saja menikah, sehingga
vasektomi bukan merupakan pilihan karena bersifat jangka panjang.

Pasien menginginkan alat kontrasepsi untuk suami, sehingga yang sesuai adalah metode
barrier (kondom) dengan keuntungan :
1. Sederhana, ringan, disposable, dan mudah digunakan.
2. Tidak memerlukan pemeriksaan medis, supervisi, atau follow-up
3. Pria ikut aktif dalam kegiatan KB
4. Efektif segera setelah dipasang
5. Dapat digunakan sebagai pendukung metode kontrasepsi lain
6. Tidak mengganggu kesehatan
Saifuddin Bari, dkk. 2006. Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : Bina Pustaka
Sarwono Pawirohardjo.
1304. Ibu hamil, mengeluhkan keputihan dari kemaluan, tes Chlamydia +. Pengobatan yang
tepat diberikan adalah?
a. Doxycycline
b. Metronidazole
c. Azithromycin
Terapi infeksi Chlamydia trachomatis selama kehamilan
Pilihan :
1. Azithromycin, 1000 mg per oral sebagai dosis tunggal, atau
2. Amoxicillin, 500 mg per oral 3x sehari selama 7 hari
Alternatif :
1. Eritromisin basa, 500 mg per oral 4x sehari selama 7 hari
2. Eritromisin etilsuksinat, 800 mg per oral 4x sehari selama 7 hari
3. Eritromisin basa, 250 mg per oral 4x sehari selama 14 hari
4. Eritromisin etilsuksinat, 400 mg per oral 4x sehari selama 14 hari
Cunningham, Gary. dkk. 2012. Obstetri Williams. Komplikasi Medis dan Bedah. Jakarta :
EGC.
1305. Wanita, 25 tahun, mengeluhkan nyeri perut hebat. Ia sudah telat haid 3 bulan.
Pemeriksaan culdocentesis +. Tata laksana yang tepat pada pasien ini adalah?
a. Laparotomi
b. Laparoskopi
c. Kuretase
Kuldosintesis digunakan untuk identifikasi hemoperitonium. Cairan yang
mengandung fragmen bekuan darah, atau cairan berdarah yang tidak membeku, dapat
digunakan sebagai diagnosis hemoperitonium akibat kehamilan ektopik.
Laparoskopi adalah terapi bedah yang dianjurkan untuk kehamilan ektopik, kecuali
jika wanita yang bersangkutan secara hemodinamsi tidak stabil. Jika hasil
kuldosentesis positif, sebaiknya segera dilakukan laparotomi.
Cunningham, Gary. dkk. 2012. Obstetri Williams. Komplikasi Medis dan Bedah. Jakarta :
EGC.
Wiknjosastro. 2007. Ilmu Kandungan. Jakarta : PT Bina Pustaka SarwonoPrawirohardjo.

1306. Seorang wanita 35 tahun, hamil 37 minggu, pasien merasa perutnya membesar
dibanding kehamilan sebelumnya. Pada pemeriksaan Leopold III didapatkan tiga bagian
besar. DJJ 142X/menit. Diagnose yang tepat?
a. Kehamilan ganda
b. Frank breech
c. Floating breech
d. Mola
Tanda-tanda kehamilan kembar :
1. Besarnya uterus melebihi lamanya amenorrea
2. Uterus tumbuh lebih cepat dari biasanya pada pemeriksaan berulang
3. Penambahan berat badan ibu yang mencolok, namun tidak disebabkan karena edema
atau obesitas
4. Banyak bagian kecil teraba
5. Teraba tiga bagian besar janin
6. Teraba banyak gerak janin
7. Sering disertai hidramnion
8. Terdengar 2/lebih pungtum maksimum detak jantung janin
9. Pada pemeriksaan USG terdapat lebih dari satu kerangka janin, kepala janin, dan
jantung janin
Ilmu Kebidanan (hal 392-292)
IBG Manuaba, dkk. 2007. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta : EGC.
1307. Seorang wanita hamil, pada pemeriksaan Leopold 1 didapatkan bagian besar yang
lunak, Leopold 3 terdapat bagian lebih kecil dan keras. Pemeriksaan fisik untuk mengetahui
posisi punggung?
a. Leopold 2
b. Leopold 4
c. Vaginal toucher
d. USG
Leopold I
Bertujuan untuk menentukan usia kehamilan dan juga untuk mengetahui bagian janin apa
yang terdapat di fundus uteri (bagian atas perut ibu).
Leopold II
Bertujuan untuk menentukan di mana letak punggung ataupun kaki janin pada kedua sisi
perut ibu.
Leopold III
Bertujuan untuk menentukan bagian janin apa (kepala atau bokong) yang terdapat di bagian
bawah perut ibu, serta apakah bagian janin tersebut sudah menyentuh pintu atas panggul.
Leopold IV
Bertujuan untuk mengkonfirmasi ulang bagian janin apa yang terdapat di bagian bawah perut
ibu, serta untuk mengetahui seberapa jauh bagian bawah janin telah memasuki pintu atas
panggul.
1308. Dari Leopold II hasilnya didapatkan kanan kepala dan kiri bokong. Leopold 3 teraba
bagian kecil janin. Dan Leopold 4 sudah masuk panggul. Maka presentasi bayi?
a. Shoulder presentation
b. Complete breech

c. Frank breech
d. Floating breech

Shoulder presentation

A. Frank breech (bokong murni)


1. Kedua tungkai lurus ke atas
2. Kaki lurus bertindak sebagai penyangga badan janin sehingga sulit dilakukan veri luar
B. Complete breech (5-10%) yaitu tungkai atas lurus keatas, tungkai bawah ekstensi
1. Bokong disertai dengan kedua tungkai melipat pada badan janin
2. Janin melengkung seolah-olah bulat
3. Mudah dilakukan versi luar
C. Incomplete breech
1. Kaki lebih rendah daripada bokong sehingga terjadi presentasi lutut kaki
2. Bokong hanya dengan satu kaki melipat pada badan janin
1309. Ibu hamil 35 tahun, G3P2A0, datang dengan perut mulas menjalar ke punggung.
Pemeriksaan didapatkan pembukaan sudah lengkap. Kepala bayi di Hodge 3. Apa yg harus
dilakukan?
a. Memimpin persalinan
b. Memberikan oksitosin
Kala I
Keluarnya lendir bercampur darah (bloody show) karena serviks mulai berdilatasi dan
mendatar (effacement).
Dibagi menjadi fase :
1. Fase laten : Pembukaan serviks berlangsung lambat. Hingga pembukaan 3 cm
berlangsung 7-8 jam
2. Fase aktif : Berlangsung selama 6 jam dan dibagi 3 sub fase :
Akselerasi : berlangsung 2 jam, pembukaan menjadi 4 cm
Dilatasi maksimal : selama 2 jam, pembukaan hingga 9 cm
Deselerasi : lambat, dalam 2 jam, pembukaan menjadi 10 cm

Kala II
His menjadi lebih kuat dan lebih cepat . Mulai dirasakan pula tekanan kepada rectum dan
hendak buang air besar. Kemudian perineum mulai menonjol dan menjadi lebar dengan anus
membuka. Labia mulai membuka dan tidak lama kemudian kepala janin tampak dalam vulva
pada waktu his. Primigravida kala II berlangsung rata rata 1,5 jam dan pada multipara rata
rata 0,5 jam.
Sinopsis Obstetri Jilid I
1310. Ibu hamil usia 21 th. Didapatakan pembukaan lengkap. Kapan ibu ini boleh dipimpin
meneran?
a. Pembukaan lengkap
b. Pembukaan lengkap dan hodge 3-4
Ibu dipimpin meneran pada saat Kala II fase akhir (ekspulsif) yaitu saat serviks membuka
lengkap (10 cm) dan bagian terbawah telah mencapai dasar panggul
Hodge menetapkan bidang-bidang pada jalan lahir untuk menetapkan apakah persalinan
dapat dilakukan per vaginam atau melalui seksio secarea.
Jika kedudukan kepala lebih tinggi dari Hodge III, dilakukan persalinan SC karena lebih
legeartis dan atraumatis.
Pembagian ruang panggul menurut Hodge :
Hodge I : Bidang yang dibentuk sama dengan pintu atas panggul
Hodge II : Bidang ini sejajar dengan Hodge I, langsung di bawah simfisis
Hodge III : Bidang ini sejajar dengan Hodge I dan Hodge II, terletak setinggi spina ischiadika
Hodge IV : Bidang ini sejajar dengan bidang Hodge I, Hodge II, Hodge III, memalui ujung os
sakrum
Persalinan per vaginam yang dianjurkan adalah persalinan spontan belakang kepala, dan
hanya jika sudah berada di Hodge III atau lebih.
IBG Manuaba, dkk. 2007. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta : EGC.
1311. Perempuan habis melahirkan, sedang menyusui, payudara sakit bengkak, keluar nanah.
Diagnosis?
a. Mastitis
b. Tumor phylloides
c. Ca mammae
d. FAM
Mastitis merupakan suatu proses peradangan pada satu atau lebih segmen payudara yang
mungkin disertai infeksi atau tanpa infeksi. Dalam proses ini dikenal pula istilah stasis ASI,
mastitis tanpa infeksi, dan mastitis terinfeksi. Apabila ASI menetap di bagian tertentu
payudara, karena saluran tersumbat atau karena payudara bengkak, maka ini disebut stasis
ASI. Bila ASI tidak juga dikeluarkan, akan terjadi peradangan jaringan payudara yang disebut
mastitis tanpa infeksi, dan bila telah terinfeksi bakteri disebut mastitis terinfeksi.

Diagnosis mastitis ditegakkan berdasarkan kumpulan gejala sebagai berikut:

Demam dengan suhu lebih dari 38,5oC

Menggigil

Nyeri atau ngilu seluruh tubuh

Payudara menjadi kemerahan, tegang, panas, bengkak, dan terasa sangat nyeri.

Peningkatan kadar natrium dalam ASI

Timbul garis-garis merah ke arah ketiak.

http://idai.or.id/public-articles/klinik/asi/mastitis-pencegahan-dan-penanganan.html
1312. Pria 45 tahun sudah punya 2 remaja. Ingin kontrasepsi tp tidak mau yg menurunkan
hasrat seksual. Pakai apa?
a. Kb hormonal
b. Vasectomy
c. Senggama terputus
d. Kondom
Vasektomi(Metode Operasi Pria/MOP) adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas
reproduksi pria dengan cara mengoklusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma
terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi.
Kelebihan :
a. Jarang ada keluhan sampingan
b. Untuk seterusnya, pasangan terhindar dari kehamilan.
c. Angka kegagalan hampir tidak ada.
d.Tindakan operatif sangat sederhana.
e.Tidak mengganggu gairah seksual, karena tetap dapat ereksi dan keluar air mani
Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Kesehatan (BKKBN
dan Kemenkes R.I., 2012)
1313. Pria 45 th, sudah punya anak. Tidak mau punya anak lagi. Kontrasepsi yg disarankan?
a. Vasektomi
b. Senggama terputus
c. KB hormonal
1314. Ibu hamil 32 minggu, saat ini sering mengeluhkan sesak. 1 tahun lalu sering kambuh.
Tapi sekarang sejak hamil makin sesak. Pemeriksaan terdapat Wheezing. Yg dikhawatirkan
ke bayi?
a. Hipoperfusi janin
b. Pilihan lainnya lupaaa

Pengaruh asma terhadap kehamilan pada umumnya tidak mempengaruhi janin, namun
serangan asma yang berat dan tidak terkontrol dapat menyebabkan hipoksia janin. Keadaan
hipoksia yang tidak segera diatasi akan memberikan pengaruh buruk pada janin berupa
abortus, persalinan premature, dan berat janin yang tidak sesuai dengan usia kehamilan.
Pengaruh asma terhadap morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal
Pada Ibu
1. Pre eklampsia
2. SC
3. Asma kambuh
4. KPD
Pada perinatal
1. Kematian
2. Prematuritas
3. Berat badan lahir rendah
4. Hipoksia dan asfiksia
5. Kekurangan adrenalin
6. Intoksikasi teofilin
IBG Manuaba, dkk. 2007. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta : EGC.
1315. Soal Ibu yg sama di atas. Kenapa ibu makin sesak saat kehamilan?
a. Penurunan prostaglandin di trimester 3
b. Peningkatan prostaglandin di trimester 3
c. Peningkatan progesteron di trimester 3
Perubahan hormone progesterone selama kehamilan menyebabkan peningkatan volume tidal.
Volume tidal meningkat dari 450 cc menjadi 600 cc sehingga terjadi peningkatan ventilasi per
menit. Progesteron dapat meningkatkan sensitivitas pusat pernafasan terhadap karbon
dioksida.
1316. Ibu yg sama lagi. Penanganannya?
a. Salbutamol inhalasi 2,5 mg lalala
b. Ad steroid inhalasi dpnnya s
c. Ipratropium inhalasi
d. Aminophyllin
e. Triklosan or sth lupaa
Pada umumnya semua obat asma dapat dipakai saat kehamilan kecuali komponen
adrenergik, bromfeniramin dan epinefrin.. Kortikosteroid inhalasi sangat bermanfaat untuk
mengontrol asma dan mencegah serangan akut terutama saat kehamilan (bukti B). Bila terjadi
serangan, harus segera ditanggulangi secara agresif yaitu pemberian inhalasi agonis beta-2
(Salbutamol), oksigen dan kortikosteroid sistemik.
Pemilihan obat pada penderita hamil, dianjurkan :
1.

Obat inhalasi

2.
Memakai obat-obat lama yang pernah dipakai pada kehamilan
sebelumnya yang sudah terdokumentasi dan terbukti aman.

Klasifikasi derajat berat asma berdasarkan gambaran klinis (Sebelum Pengobatan)


Derajat Asma
I. Intermiten

II. Persisten
Ringan

III. Persisten
Sedang

IV. Persisten
Berat

Gejala

Gejala Malam

Faal paru

Bulanan
* Gejala < 1x/minggu
* Tanpa gejala di luar
serangan
* Serangan singkat

APE 80%
* 2 kali sebulan * VEP1 80% nilai prediksi
APE 80% nilai terbaik
* Variabiliti APE < 20%

Mingguan
* Gejala > 1x/minggu,
tetapi < 1x/ hari
* Serangan dapat
mengganggu aktiviti
dan tidur

APE > 80%


* > 2 kali sebulan * VEP1 80% nilai prediksi
APE 80% nilai terbaik
* Variabiliti APE 20-30%

Harian
* Gejala setiap hari
* Serangan mengganggu
aktiviti dan tidur
*Membutuhkan
bronkodilator
setiap hari
Kontinyu
* Gejala terus menerus
* Sering kambuh
* Aktiviti fisik terbatas

*
>
1x
seminggu

APE 60 80%
/ * VEP1
60-80% nilai
prediksi
APE 60-80% nilai terbaik
* Variabiliti APE > 30%

* Sering

APE 60%
* VEP1 60% nilai prediksi
APE 60% nilai terbaik
* Variabiliti APE > 30%

Semua tahapan : ditambahkan agonis beta-2 kerja singkat untuk pelega bila
dibutuhkan, tidak melebihi 3-4 kali sehari.
Berat
Asma
Asma

Medikasi
pengontrol harian

Alternatif / Pilihan lain

Alternatif lain

Tidak perlu

--------

-------

Intermiten
Asma
Persisten
Ringan

Glukokortikosteroi
d inhalasi

(200-400 ug
BD/hari atau
ekivalennya)

Teofilin lepas

------

lambat
Kromolin

Leukotriene
modifiers

Asma
Persisten
Sedang

Kombinasi inhalasi
glukokortikosteroid

Glukokortikosteroid
Ditambah
inhalasi (400-800 ug BD atau
agonis beta-2 kerja
ekivalennya) ditambah Teofilin
lama oral, atau
lepas lambat ,atau

Glukokortikosteroid
inhalasi (400-800 ug BD atau
ekivalennya) ditambah agonis
beta-2 kerja lama oral, atau

(400-800 ug
BD/hari atau
ekivalennya) dan

agonis beta-2 kerja


lama

Glukokortikosteroid
inhalasi dosis tinggi (>800 ug
BD atau ekivalennya) atau

Glukokortikosteroid
inhalasi (400-800 ug BD atau
ekivalennya) ditambah
leukotriene modifiers

Asma
Persisten
Berat

Kombinasi inhalasi
glukokortikosteroid

Prednisolon/ metilprednisolon
oral selang sehari 10 mg

(> 800 ug BD atau


ekivalennya) dan
agonis beta-2 kerja
lama, ditambah 1
di bawah ini:

ditambah agonis beta-2 kerja


lama oral, ditambah teofilin lepas
lambat

- teofilin lepas
lambat
- leukotriene

Ditambah
teofilin lepas lambat

modifiers
glukokortikosteroid
oral
Semua tahapan : Bila tercapai asma terkontrol, pertahankan terapi paling tidak 3 bulan,
kemudian turunkan bertahap sampai mencapai terapi seminimal mungkin dengan
kondisi asma tetap terkontrol
http://www.klikpdpi.com/konsensus/asma/asma.html
1317. Pasien wanita hamil datang dengan HPHT 30 Desember 2011. Siklus menstruasi 35
hari. Perkiraan waktu kelahirannya?
a. 7 September 2012
b. 14 September 2012
c. 30 September 2012
d. Oktober 2012
Rumus Naegele :
HPHT ditambah 7, kemudian bulan haid 3 (Januari-Maret bulan + 9) , pada tahun ditambah
angka 1. Rumus Naegele lebih sering digunakan pada wanita yang memiliki siklus haid yang
teratur, yaitu setiap 28 hari atau 30 hari.
rumus HPL:
HPHT + 9bulan + (lama siklus haid 21 hari)
FORENSIK DAN IKM
1318. Seorang laki-laki ditemukan dalam kondisi meninggal dengan adanya luka tusuk
dibagian dada kiri atas, dari pemeriksaan otopsi ditemukan luka tusuk dengan ukuran panjang
4 cm dan kedalaman luka 7 cm. dengan pendarahan aktif. Dari hal tersebut dapat
disimpulkanukuran alat yang digunakan pelaku?
a. Panjang 4 cm dan lebar 7 cm
b. Panjang 3 cm dan lebar 4 cm
c. Panjang 7 cm dan lebar 4 cm
d. Panjang 12 cm dan lebar 7 cm
e. Panjang 7 cm dan lebar 12 cm
Luka tusuk
Panjang : 4 cm
Kedalaman : 7 cm

Alat yang digunakan :


Lebar : 4 cm
Panjang : 7 cm

1319. Seorang bayi dtemukan mengapung di sungai. Utk mendiagnosa bayi tersebut meninggal
karena tenggelam adalah melakukan pemeriksaan. Bagaimana cara mengetahui pada bayi ini
apakah bayi sempat hidup sebelumnya?
a. Periksa diatom
b. Uji apung paru
c. Ada air susu di lambung
d. Air dan benda asing masuk di saluran pernafasan
Uji apung paru digunakan untuk menilai apakah bayi lahir hidup atau mati. Apabila paru dapat
tenggelam, maka kemungkinan bayi lahir dalam keadaan mati, maupun sebaliknya.
1320. Seorang wanita 39 tahun ditemukan meninggal dunia d dalam kamar ny dalam keadaan
tergantung. Pada pemeriksaan luar d dapatkan tanda lebam mayat, pada bagian leher terdapat tali
dengan ikat simpul mati, gari lingkar leher dan gambaran v terbalik, keadaan kamar, bantal
selimut berserakan d lantai. Kematiannya adalah?
a. Pembunuhan
b. Gantung diri
c. Bunuh diri
d. Simulad haging
e. Hanging
Perkiraan cara kematian pada pemeriksaan TKP

Ilmu Kedokteran Forensik FKUI edisi ke 2

Jawaban: D
Pembahasan :

Jawaban : B
Pembahasan
:lebammayatberwarnamerahterangmerupakanciridariadanyaintoksikasisianida(CN)
dan
COdanuntuknitrittandapastinyaadalahlebamberwarnabiru.
Bedakandenganwarnamerahkebiruan
yang
merupakanwarna
normal
darilebam.Sedangkanuntukarsentandapastinyaadalah

Jawaban : C
Pembahasan :

Jawaban :B
Pembahasan : menurut teori kinetic, partikel terbagi atas tiga dengan berbagai
karakteristiknya, yaitu :

Jawaban :B

Pembahasan :Untuk pengelolaan sampah hal yang paling ditekankan


adalahpengumpulan, pengangkutan dan pembuangan sampah ke TPA. Apabila
system tersebut tidak ada, maka sampah dapat dibuang ke lubang sampah dengan
catatatan setiap minggu sampah harus ditutup dengan tanah. Atau dapat juga
sampah tersebut untuk dibakar sehingga mencegah terjadinya pembusukan
(Gibo/KesMasUnsoed.RangkumanDepKes. 2011).

Jawaban : C/D
Pembahasan :lalat adalah serangga yang dalam hidupnya membutuhkan media air.
Tanpa adanya media air, lalat hanya dapat bertahan hidup selama 48 jam. Dalam
siklus hidupnya, lalat hanya dapat menghisap makanan dan melumasi
makanankering agar dapat dihisap. Lalat paling suka tinggal pada daerah yang
lembab dan basah. Untuk itu, dalam pengendalian lalat ada beberapa hal penting
yakni, perbaikan hygiene, perawatan kandang ternak-timbunan kotoran ternakkotoran manusia dan sampah basah maupun organik. Pada perawatan timbunan
kotoran, terutama kotoran hewan, sebaiknya ditutupi dengan plastic untuk
mencegah
lalat
meletakkan
telurnya
dan
dapat
membunuh
larva
karenapanas.Untukpengelolaansampahhal
yang
paling
ditekankanadalahpengumpulan,
pengangkutandanpembuangansampahke
TPA.Apabilasistemtersebuttidakada,
makasampahdapatdibuangkelubangsampahdengancatatatansetiapminggusampahh
arusditutupdengantanah.Ataudapatjugasampahtersebutuntukdibakarsehinggamenc
egahterjadinyapembusukan (Gibo/KesMasUnsoed. RangkumanDepKes. 2011).
4R
adalaprinsippenganganansampah
yang
meliputi
reduce
(meminimalisirmaterial
yang
mneyebabkanpenumpukansampah),
reuse
(gunakanbarang yang bisadipakailagi, recycle (pendaur-ulang-an barang-barang
yang habispakai), replace (menggantibarangsekalipakaidenganbarang yang tahan
lama).

Jawaban : D
Pembahasan : air lautmemilikiberatjenis yang lebihbesardibandingkandengan air
tanah, sehinngaloginkanya air lautdapatdenganmudahmasukkedalam air tanah.
Namun, air tanahternyatamemilikipiezometric yang ternyatadapatmenahan air laut
agar
tidakdapatmasukkedalam
air
tanah,
danterbentuklah
interface
atauzonabatasantara air lautdan air tanah.Inilah yang disebutdengankeseimbangan
air
lautdan
air
tanah.Namun,
kondisi
normal
inidapatrusakolehadanyapengeboranberlebihdari air tanah. Dan akanmunculsuatu
proses yang disebutdenganintrusi (meresapnya air lautkedalam air tanah).
Sehingga, apabila proses intrusisudahterjadi, makasumurakanmenjaditidak normal
lagidantidakdapatdipakailagisebagaikebutuhansehari-hari
(Vienastra,
S.Si,
M.Eng/UGM).

Jawaban : C
Pembahasan : terjadinya peningkatan kejadian 2 kali lipat dalam waktu 2 bulan
dapat dikategorikan sebagai KLB. Metopen yang tepat untuk penelitian adanya KLB
adalah Menurut Kelsey et al., 1986; Goodman et al., 1990 dan Pranowo, 1991,
rancangan penelitian dapat merupakan suatu penelitian prospektif atau retrospektif
tergantung dari waktu dilaksanakannya penyelidikan. Dapat merupakan suatu
penelitian deskriptif, analitik atau keduanya.

Jawaban : A/B
Pembahasan : Jenis Penelitian ada 2 yaitu :
1.

Penelitian observasional

Mengamati timbul atau tidaknya suatu masalah kesehatan pada individu atau
kelompok menurut derajat pemaparannya terhadap faktor risiko yang di duga
menjadi penyebab.
Terbagi menjadi :
a.

Penelitian deskriptif

Mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran suatu masalah kesehatan, biasanya


dinyatakan dalam variabel : orang, tempat dan waktu.
b.

Penelitian analitik

Mempelajari/mencari/membuktikan adanya hubungan kausal (sebab-akibat) dengan


faktor-faktor yang di duga menyebabkan timbulnya masalah kesehatan. Yang terdiri
dari prospektif (cohort), retrospektif (case control), cross sectional.

Dalam suatu cross-sectional , variabel bebas (faktor risiko) dan tergantung


(efek) dinilai secara simultan pada suatu saat; jadi tidak ada followup.Dengan study cross-sectional di peroleh prevalens suatu penyakit dalam
populasi pada suatu saat; oleh karena itu study cross-sectional itu di sebut
pula studi prevalens (prevalence study). Dapat dibandingkan prevalens
penyakit pada kelompok dengan risiko, dengan prevalens penyakit pada
kelompok tanpa risiko.
Case control study = case comparison study = case referent study =
retrospektif study = trohoc study (studi kasus kontrol = studi kasus kelola).
Merupakan penelitian epidemiologi analitik observasional yang menelaah
hubungan antara efek dengan faktor risiko, dimana penelitian di mulai
dengan mengidentifikasi pasien dengan efek atau penyakit tertentu (case)
dan pasien tanpa efek (kontrol) kemudian ditelusuri secara retrosfektif
apakah ada faktor risiko atau tidak.
Penelitian Cohort membandingkan proporsi subyek yang menjadi sakit ( efek
positif ) antara kelompok subjek yang diteliti dengan faktor positif dengan
kelompok subjek dengan faktor resiko negatif ( kelompok kontrol ). Cohort

study yaitu penelitian observasional analitik yang didasarkan pada


pengamatan sekelompok penduduk tertentu dalam jangka waktu tertentu.
Dalam hal ini kelompok penduduk yang diamati merupakan kelompok
penduduk dengan 2 kategori tertentu yakni yang terpapar dan atau yang
tidak terpapar terhadap faktor yang dicurigai sebagai faktor
penyebab. Penelitian ini (cohort)adalah kebalikan dari case control.
2.

Penelitian eksperimental.

Mempelajari pengaruh yang timbul akibat intervensi dengan suatu faktor risiko.

Jawaban : D
Pembahasan :1) Endemiadalahberlangsungnyasuatupenyakitpadatingkatan yang
samaataukeberadaansuatupenyakit
yang
terusmenerusdidalampopulasiatauwilayahtertentu.
Fenomena
endemic
yaitupenyakitfilariasis.
2)
Pandemiadalahepidemipenyakitmenular
yang
menyebarmelaluipopulasimanusia di kawasan yang luas, misalnyabenua,
ataubahkan di seluruhdunia. Fenomena pandemic yaitu Flu babipadatahun
2009. 3) Dalamepidemiologi, epidemiberasaldaribahasaYunaniyaitu epi
berartipadadan demos berartirakyat. Dengan kata lain, epidemiadalahwabah
yang terjadisecaralebihcepatdaripada yang diduga. Jumlahkasusbarupenyakit di
dalamsuatupopulasidalamperiodewaktutertentudisebutincide
rate
(lajutimbulnyapenyakit).
Fenomena
epidemic
yaitu
HIV
(budiarto/pengantarepidemiolgi/EGC).

Petunjukpenetapan KLB, adalah :


1.
Angkakesakitan/kematiansuatupenyakitmenular
di
suatukecamatanmenunjukkankenaikan 3 kali ataulebihselamatigamingguberturutturutataulebih.
2.
Jumlahpenderitabarudalamsatubulandarisuatupenyakitmenular
di
suatuKecamatan,
menunjukkankenaikandua
kali
lipatataulebih,
biladibandingkandenganangka
rata-rata
sebulandalamsetahunsebelumnyadaripenyakitmenular
yang
sama
di
kecamatantersebutitu.
3.
Angka
rata-rata
bulananselamasatutahundaripenderita-

penderitabarudarisuatupenyakitmenular
di
suatukecamatan,
menjukkankenaikandua kali ataulebih, biladibandingkandenganangka rata-rata
bulanandalamtahunsebelumnyadaripenyakit yang sama di kecamatan yang sama
pula.
4. C 1658 ase Fatality Rate (CFR) suatupenyakitmenulartertentudalamsatubulan di
suatukecamatan, menunjukkankenaikan 50% ataulebih, biladibandingkan CFR
penyakit
yang
samadalambulan
yang
lalu
di
kecamatantersebut.
5. Proportional rate penderitabarudarisuatupenyakitmenulardalamwaktusatubulan,
dibandingkandengan proportional rate penderitabarudaripenyakitmenular yang
samaselamaperiodewaktu yang samadaritahun yang lalumenunjukkankenaikandua
kali
ataulebih.
6.
Khususuntukpenyakit-penyakitKholera,
Cacar,
Pes,
DHF/DSS
:

Setiappeningkatanjumlahpenderita-penderitapenyakittersebut
di
atas,
di
suatudaerahendemis
yang
sesuaidenganketentuan-ketentuan
di
atas.
Terdapatnyasatuataulebihpenderita/kematiankarenapenyakittersebut di atas. Di
suatukecamatan
yang
telahbebasdaripenyakit-penyakittersebut,
paling
sedikitbebasselama
4
mingguberturut-turut.
7.
Apabilakesakitan/kematianolehkeracunan
yang
timbul
di
suatukelompokmasyarakat.
8.
Apabila
di
daerahtersebutterdapatpenyakitmenular
yang
sebelumnyatidakada/dikenal.
Definisi outbreak hakikatnyasamadenganepidemi (wabah). Perbedaannyaadalah
kata
outbreak
biasanyadigunakanuntuksuatukeadaanepidemik
yang
terjadi padapopulasidan area geografis yang relatifterbatas.Area terbatas yang
merupakantempat terjadinya outbreak disebutfokusepidemik.

Jawaban :e
Pembahasan :hal yang perludiperhatikandalampembuatansumuradalah 1) lokasi
yang baikartinyatidakdekatdenganwc, toilet, kamarmandi, sumberlimbah 2)
konstruksisumur yang standar 3) membuatdindingtemboksumurdenganjarak 3
meter daripermukaantanah agartidakterjadiperembesandnakontaminasi
4)
padabagianatassumurdiberitutup 5) gunakankaporitsebagaidesinfektandengandosis
1 gram/100 liter untukmembunuhbakteriterutamaapabilamenggunakan ember
ataualattimba yang lain.

Jawaban : E

Pembahasan : 1. Pencegahan Primer


Dengan promosi kesehatan sebagai salah satu pencegahan TBC paling efektif, walaupun hanya mengandung tujuan
pengukuran umum dan mempertahankan standar kesehatan sebelumnya yang sudah tinggi.
Proteksi spesifik dengan tujuan pencegahan TBC yang meliputi ; (1) Imunisasi Aktif, melalui vaksinasi BCG secara
nasional dan internasional pada daerah dengan angka kejadian tinggi dan orang tua penderita atau beresiko tinggi
dengan nilai proteksi yang tidak absolut dan tergantung Host tambahan dan lingkungan, (2)Chemoprophylaxis, obat
anti TBC yang dinilai terbukti ketika kontak dijalankan dan tetap harus dikombinasikan dengan pasteurisasi produk
ternak, (3) Pengontrolan Faktor Prediposisi, yang mengacu pada pencegahan dan pengobatan diabetes, silicosis,
malnutrisi, sakit kronis dan mental.
2. Pencegahan Sekunder
Dengan diagnosis dan pengobatan secara dini sebagai dasar pengontrolan kasus TBC yang timbul dengan 3
komponen utama ; Agent, Host dan Lingkungan.
Metode tidak langsung dapat dilakukan dengan indikator anak yang terinfeksi TBC sebagai pusat, sehingga
pengobatan dini dapat diberikan. Selain itu, pengetahuan tentang resistensi obat dan gejala infeksi juga penting
untuk seleksi dari petunjuk yang paling efektif. Langkah kontrol kejadian kontak adalah untuk memutuskan rantai
infeksi TBC, dengan imunisasi TBC negatif dan Chemoprophylaxis pada TBC positif. Kontrol lingkungan dengan
membatasi penyebaran penyakit, disinfeksi dan cermat mengungkapkan investigasi epidemiologi, sehingga
ditemukan bahwa kontaminasi lingkungan memegang peranan terhadap epidemi TBC. Melalui usaha pembatasan
ketidakmampuan untuk membatasi kasus baru harus dilanjutkan, dengan istirahat dan menghindari tekanan psikis.
3. Pencegahan Tersier
Rehabilitasi merupakan tingkatan terpenting pengontrolan TBC. Dimulai dengan diagnosis kasus berupa trauma
yang menyebabkan usaha penyesuaian diri secara psikis, rehabilitasi penghibur selama fase akut dan hospitalisasi
awal pasien, kemudian rehabilitasi pekerjaan yang tergantung situasi individu. Selanjutnya, pelayanan kesehatan
kembali dan penggunaan media pendidikan untuk mengurangi cacat sosial dari TBC, serta penegasan perlunya
rehabilitasi.

Jawaban :
Pembahasan
:
Autonomy
adalahmengutamakanseluruhdarihakpasien
(merahasiakanhasilpemeriksaanapabiladimintapasien).
Untuk
justice
adalahetikamedis
yang
menitikberatkanpadapertimbangan
status
ekonomipasien.Beneficence
sendiriadalahetika
yang
kesemuanya
demi
kesembuhanpasien (rujukkekulitketikaverukadiobatitapibelumsembuh).Sedangkan
non maleficence adalahmengutamakanpasien yang gawatdarurat (melayanipasien
KDK padahalantrianke 6).

Jawaban : e
Pembahasan
:halinisesuaidenganetikakedokteranyakni
autonomy.
Dimanadoktersebagaitenagamedismengutamakanhakpasien,termasukdalammerah
asiakankondisimedispasien.
Sehingga,
ketikapasienmemintauntukmerahasiakankeadaannyatermasukpadakeluarganya,
makadokterberkewajibanuntuktetapmerahasiakannya.

Jawaban : c
Pembahasan :samasepertisoaldiatas.Confidelitytidakmasukdalametikakedokteran,
yang masuk dalam etika kedokteran adalah confidentiality, yakni prinsip kerahasian
klien yang tetap harus dijaga privasi-nya (merahasiakan isi rekam medis kepada
siapapun )

Jawaban : e
Pembahasan :beneficience 1) semuanyauntukkesembuhanpasien 2)
menyesuaikankondisiekonomiapsien 3) memperkecildampakburuk yang akantimbul.
Padakasusini,doktermemberikanusulanuntukdilakukannyaamputasisecaralangsung
agar gangrene segerahilangdansecaratidaklangsungmempertimbangkandampak
yang akanmunculpadapasienyaituinfeksisekunder.
Fidelity adalahprinsipmenghargaijanjidankomitmenseorangdokterterhadappasien
(komitmenmengobatidengansemaksimalmungkin)

Jawaban :
Pembahasan :

Jawaban : E

Pembahasan : bintik perdarahan pada jantung disebut juga dengan tardieus spot.
Tardieus spot terjadi karena peningkatan tekanan vena secara akut yang
menyebabkan overdistensi dan rupturnya dinding perifer vena terutama pada
jaringan longgar seperti kelopak mata. Selain itu dapat juga terjadi di permukaan
jantung, paru dan otak.

Jawaban : D
Pembahasan
:lebammayatberwarnamerahterangmerupakanciridariadanyaintoksikasisianida(CN)
dan CO danuntuknitrittandapastinyaadalahlebamberwarnabiru.
Bedakandenganwarnamerahkebiruan yang merupakanwarna normal darilebam.

Jawaban : A
Pembahasan :LUKA IRIS/SAYATAkibatkekerasantajam yang
bergerakk.lsejajardenganpermukaankulit. Panjang luka jauh melebihi
dalamnya luka. Sering pada kasus pembunuhan.Diduga tangan kanan yang
mengenggam merupakan tanda adanya perlawanan dari korban sebelum
dilakukan pembunuhan (BIKO dr.Hendro,Sp.F).
1341. Perempuan 70 tahun didapatkan tidak bernyawa dan diantar polisi untuk
dibuatkan visum. Didapatkan jejas pada leher 30x2 cm melingkar tidak penuh
mengarah ke atas. Terdapat bintik perdarahan pada kelopak mata bawah kanan dan
kiri. Terdapat busa halus pada tenggorokan. Terdapat bintik darah pada jantung.
Penyebab kematian?
a. Sufokasi
b.

c. Pencekikan
d.
e. Strangulasi
Didapatkan jejas pada leher 30x2 cm melingkar tidak penuh mengarah ke
atas. Terdapat bintik perdarahan pada kelopak mata bawah kanan dan kiri.
Terdapat busa halus pada tenggorokan. Terdapat bintik darah pada jantung. -
mengarah ke atas, tanda2 asfiksia -> penjeratan
Gambaran Postmortem pada Asfiksia Karena asfiksia merupakan mekanisme
kematian, maka secara menyeluruh untuk semua kasus akan ditemukan tandatanda umum yang hampir sama, yaitu:
1.

Pada pemeriksaan luar :

a.
Muka dan ujung-ujung ekstremitas sianotik (warna biru keunguan) yang
disebabkan tubuh mayat lebih membutuhkan HbCO2 daripada HbO2.
b.
Tardieus spot pada konjungtiva bulbi dan palpebra. Tardieus spot
merupakan bintik-bintik perdarahan (petekie) akibat pelebaran kapiler darah
setempat.
c.
Lebam mayat cepat timbul, luas, dan lebih gelap karena terhambatnya
pembekuan darah dan meningkatnya fragilitas/permeabilitas kapiler. Hal ini akibat
meningkatnya kadar CO2 sehingga darah dalam keadaan lebih cair. Lebam mayat
lebih gelap karena meningkatnya kadar HbCO2..
d.
Busa halus keluar dari hidung dan mulut. Busa halus ini disebabkan adanya
fenomena kocokan pada pernapasan kuat.
Pada pemeriksaan dalam :
a.
Organ dalam tubuh lebih gelap & lebih berat dan ejakulasi pada mayat lakilaki akibat kongesti / bendungan alat tubuh & sianotik.
b.

Darah termasuk dalam jantung berwarna gelap dan lebih cair.

c.
Tardieus spot pada pielum ginjal, pleura, perikard, galea
apponeurotika, laring, kelenjar timus dan kelenjar tiroid.
d.

Busa halus di saluran pernapasan.

e.

Edema paru.

f.
Kelainan lain yang berhubungan dengan kekerasan seperti fraktur laring,
fraktur tulang lidah dan resapan darah pada luka.

Tanda penjeratan pada leher. Hal ini sangat penting diperhatikan oleh dokter, dan
keadaannya bergantung kepada beberapa kondisi :
a. Tanda penjeratannya jelas dan dalam jika tali yang digunakan kecil
dibandingkan jika menggunakan tali yang besar. Bila alat penjerat
mempunyai permukaan yang luas, yang berarti tekanan yang ditimbulkan
tidak terlalu besar tetapi cukup menekan pembuluh balik, maka muka korban
tampak sembab, mata menonjol, wajah berwarna merah kebiruan dan lidah
atau air liur dapat keluar tergantung dari letak alat penjerat. Jika permukaan
alat penjerat kecil, yang berarti tekanan yang ditimbulkan besar dan dapat
menekan baik pembuluh balik maupun pembuluh nadi; maka korban tampak
pucat dan tidak ada penonjolan dari mata.
b. Alur jerat : bentuk penjeratannya berjalan miring (oblik atau
berbentuk V) pada bagian depan leher, dimulai pada leher bagian
atas di antara kartilago tiroid dengan dagu, lalu berjalan miring
sejajar dengan garis rahang bawah menuju belakang telinga. Tanda
ini semakin tidak jelas pada bagian belakang.
c. Tanda penjeratan atau jejas jerat yang sebenarnya luka lecet akibat tekanan
alat jerat yang berwarna merah kecoklatan atau coklat gelap dan kulit
tampak kering, keras dan berkilat. Pada perabaan, kulit terasa seperti
perabaan kertas perkamen, disebut tanda parchmentisasi, dan sering
ditemukan adanya vesikel pada tepi jejas jerat tersebut dan tidak jarang jejas
jerat membentuk cetakan sesuai bentuk permukaan dari alat jerat.
d. Pada tempat dimana terdapat simpul tali yaitu pada kulit dibagian bawah
telinga, tampak daerah segitiga pada kulit dibawah telinga.
e. Pinggiran berbatas tegas dan tidak terdapat tanda-tanda abrasi disekitarnya.
f. Jumlah tanda penjeratan. Kadang-kadang pada leher terlihat 2 buah atau
lebih bekas penjeratan. Hal ini menunjukkan bahwa tali dijeratkan ke leher
sebanyak 2 kali.
SKYDRUGZ: Refarat
Penggantungan/Hanging http://skydrugz.blogspot.com/2012/05/refaratpenggantunganhanging.html#ixzz3cFOUmUjI

1342. Seorang laki-laki didapatkan luka pada dada kiri. Pada pemeriksaan
didapatkan status lokalis pada dada kiri terdapat luka ukuran (lupa) berbentuk
lubang. Pada saat operasi didapatkan luka mengenai jantung. Setelah dioperasi
pasien berangsur-angsur pulih. Apabila pasien ingin menuntut maka bias dikenai
pasal?
a. Pasal 90 KUHP
b. pasal 352 KUHP
c. pasal 531 KUHP
d. Pasal 351 KUH

e. pasal. KU P
1. Dalam Pasal 531 KUH Pidana dinyatakan:
"Barang siapa menyaksikan sendiri ada orang di dalam keadaan bahaya maut, lalai
memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sedang pertolongan itu dapat
diberikannya atau diadakannya dengan tidak akan mengkhawatirkan, bahwa ia sendiri atau
orang lain akan kena bahaya dihukum kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda
sebanyak-banyaknya Rp. 4.500,- Jika orang yang perlu ditolong itu mati, diancam dengan :
KUHP 45, 165, 187, 304s, 478, 525, 566."
Pasal 531 KUHP ini berlaku bila pelaku pertolongan pertama dapat melakukan pertolongan
tanpa membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain.

3. Pasal 351
(1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan
bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan
pidana penjara paling lama lima tahun.
(3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh
tahun.
(4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.
(5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.
4. Pasal 352
(1) Kecuali yang tersebut dalam pasal 353 dan 356, maka penganiayaan yang tidak
menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau
pencaharian, diancam, sebagai penganiayaan ringan, dengan pidana penjara paling
lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
(2) Pidana dapat ditambah sepertiga bagi orang yang melakukan kejahatan itu
terhadap orang yang bekerja padanya, atau menjadi bawahannya.
(3) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.

1343. Seorang dokter diadili di pengadilan karena melakukan tindakan


recklessness. Dibawah ini yang merupakan tindakan yang dilakukan adalah ?
a. Membuat surat keterangan palsu
b. Tidak meminta informed consent sebelum melakukan tindakan
c. Saat operasi kassa tertinggal dalam luka operasi
d. Melakukan aborsi yang illegal
Malpraktek Pidana (Criminal Malpractice)
Terjadi apabila pasien meninggal dunia atau mengalami cacat akibat dokter atau
tenaga kesehatan lainnya kurang hati-hati atua kurang cermat dalam melakukan upaya
penyembuhan terhadap pasien yang meninggal dunia atau cacat tersebut.
Malpraktek pidana karena kesengajaan (intensional)
Misalnya pada kasus-kasus melakukan aborsi tanpa indikasi medis, euthanasia,
membocorkan rahasia kedokteran, tidak melakukan pertolongan pada kasus gawat
padahal diketahui bahwa tidak ada orang lain yang bisa menolong, serta memberikan
surat keterangan dokter yang tidak benar.
Malpraktek pidana karena kecerobohan (recklessness)
Misalnya melakukan tindakan yang tidak lege artis atau tidak sesuai dengan
standar profesi serta melakukan tindakn tanpa disertai persetujuan tindakan
medis.
Malpraktek pidana karena kealpaan (negligence)
Misalnya terjadi cacat atau kematian pada pasien sebagai akibat tindakan dokter yang
kurang hati-hati atau alpa dengan tertinggalnya alat operasi yang didalam rongga
tubuh pasien.
Malpraktek Administratif (Administrative Malpractice)
Terjadi apabila dokter atau tenaga kesehatan lain melakukan pelanggaran terhadap
hukum Administrasi Negara yang berlaku, misalnya menjalankan praktek dokter tanpa
lisensi atau izinnya, manjalankan praktek dengan izin yang sudah kadaluarsa dan
menjalankan praktek tanpa membuat catatan medik.

https://wonkdermayu.wordpress.com/artikel/malpraktek-dan-pertanggungjawabanhukumnya/

1344. Seorang korban mati ditemukan di sungai. Hasil otopsi menyatakan terdapat
buih halus keluar dari hidung dan mulut, tenggorokan. Pada pemeriksaan jantung
ada bercak perdarahan. Maka korban termasuk tenggelam derajat ....
a. 1a
b. 2a
c. 3a
d. 4a
e. 5a
belum nemuu
1345. Seorang korban mati ditemukan di sungai. Hasil otopsi menyatakan terdapat
buih halus keluar dari hidung dan mulut, tenggorokan. Pada pemeriksaan jantung
ada bercak perdarahan. Penyebab bercaka perdarahan pada jantung adalah .....
1346. Seorang korban datang bersimbah darah karena diserang korban tak dikenal
(pokoknya berupa penganiayaan, lupa soal pasti) dengan luka di dada kiri
sebesar .... Dokter segera melakukan tindakan pembedahan. Maka jika ingin
dilaporkan ke pihak hukum
a. KUHP 90
b. ....
c. KUHP 351
d. KUHP 352
e. KUHP 531
1. Dalam Pasal 531 KUH Pidana dinyatakan:
"Barang siapa menyaksikan sendiri ada orang di dalam keadaan bahaya maut, lalai
memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sedang pertolongan itu dapat
diberikannya atau diadakannya dengan tidak akan mengkhawatirkan, bahwa ia sendiri atau
orang lain akan kena bahaya dihukum kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda
sebanyak-banyaknya Rp. 4.500,- Jika orang yang perlu ditolong itu mati, diancam dengan :
KUHP 45, 165, 187, 304s, 478, 525, 566."
Pasal 531 KUHP ini berlaku bila pelaku pertolongan pertama dapat melakukan pertolongan
tanpa membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain.

http://pertolonganpertama-pertolonganpertama.blogspot.com/2011/01/dasar-hukumpertolongan-pertama-dan.html
5. Pasal 351

(1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun
delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus
rupiah.
(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam
dengan pidana penjara paling lama lima tahun.
(3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama
tujuh tahun.
(4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.
(5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.
6. Pasal 352
(1) Kecuali yang tersebut dalam pasal 353 dan 356, maka penganiayaan
yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan
pekerjaan jabatan atau pencaharian, diancam, sebagai penganiayaan
ringan, dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda
paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
(2) Pidana dapat ditambah sepertiga bagi orang yang melakukan
kejahatan itu terhadap orang yang bekerja padanya, atau menjadi
bawahannya.
(3) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.
http://hukumpidana.bphn.go.id/babbuku/bab-xx-penganiayaan/
1347. Seorang bayi ditemukan meninggal tenggelam di sungai, untuk
membuktikan dilakukan tes?
A. Uji apung paru
Uji apung paru.
Uji ini harus dilakukan dengan teknik tanpa sentuh (no touch technique), paru-paru
tidak disentuh untuk menghindari untuk timbulnya artefak pada sediaan

histopotologi jaringan paru akibat manipulasi berlebihan. Setelah organ leaher dan
dada dikeluarkan dari tubuh, lalu dimasukkan kedalam air dan dilihat apakah
mengapung atau tenggelam. Kemudian paru kiri dan kanan dilepaskan dan
dimasukkan kedalam air lagi, dan dilihat apakah mengapung atau tenggelam.
Setelah itu setiap lobus dipisahkan dan di masukkan ke dalam air dan dilihat
apakah mengapung atau tenggelam. 5 potong kecil dari bagian perifer tiap lobus
dimasukkan ke dalam air, dan diperhatikan apakah mengapung ataukah tenggelam.
Hingga tahap ini, paru bayi yang baru lahir mati masih dapat mengapung oleh
karena kemungkinan adanya gas pembusukan. Bila potongan kecil itu mengapung,
letakkan di antara dua karton dan ditekan (dengan arah tekanan tegak lurus,
jangan bergeser) untuk mengeluarkan gas pembusukan yang terdapat pada
jaringan interstisial paru, lalu masukkan kembali ke dalam air dan di amati apakah
masih mengapung atau tenggelam. Bila masih mengapung berarti paru tersebut
berisi udara residu yang tidak akan keluar. Kadang-kadang dengan penekanan,
dinding alveoli pada bayi yang telah membusuk akan pecah dan udara residu
keluar dan memperlihatkan hasil uji apung paru negatif.
Uji apung paru harus dilakukan menyeluruh sampai potongan kecil-kecil, mengingat
kemungkinan adanya pernafasan sebagian yang dapat bersifat buatan (pernafasan
buatan) ataupun alamiah, yaitu bayi yang sudah bernafas walaupun kepala masih
dalam vagina.
Hasil negatif belum berarti pasti lahir mati, karena adanya kemungkinan bayi
dilahirkan hidup tapi kemudian berhenti bernafas meskipun jantung masih
berdenyut, sehingga udara dalam alveoli diresopsi. Pada hasil negatif ini,
pemeriksaan histopatologi harus dilakukan untuk memastikan bayi lahir mati atau
hidup. Hasil uji apung paru positif berarti pasti lahir hidup.

1348. Seorang wanita ditemukan tidak bernyawa, ditemukan bau amandel +,


wanita tersebut keracunan?
A. Sianida

Tercium bau dari hidung, mulut, pakaian, bau amandel (sianida), minyak tanah
(insektisida), amoniak, fenol, alkohol

Pakaian: Penyebaran bercak racun ( Pembunuhan atau bunuh diri)

Lebam Mayat : merah terang (CO/CN).

Luka-luka bakar pada bibir, kulit akibat asam dan basa kuat.

Bekas suntikan ( Narkotik), hiperpigmentasi, keratosis, melanosis.(As,Pb,Hg)

Kelainan pada kuku, rambut dan sklera.

http://riskichairi.blogspot.com/2011/06/toksikologi-toksikologi-merupakan-ilmu.html

1349. Seorang pria ditemukan tidak sadar dengan jejas V terbalik, penyebab?
a. Gantung diri
b. Dijerat
c. Dibekap
d.
e.
Tanda penjeratan pada leher. Hal ini sangat penting diperhatikan oleh dokter,
dan keadaannya bergantung kepada beberapa kondisi :
g. Tanda penjeratannya jelas dan dalam jika tali yang digunakan kecil
dibandingkan jika menggunakan tali yang besar. Bila alat penjerat
mempunyai permukaan yang luas, yang berarti tekanan yang ditimbulkan
tidak terlalu besar tetapi cukup menekan pembuluh balik, maka muka korban
tampak sembab, mata menonjol, wajah berwarna merah kebiruan dan lidah
atau air liur dapat keluar tergantung dari letak alat penjerat. Jika permukaan
alat penjerat kecil, yang berarti tekanan yang ditimbulkan besar dan dapat
menekan baik pembuluh balik maupun pembuluh nadi; maka korban tampak
pucat dan tidak ada penonjolan dari mata.
h. Alur jerat : bentuk penjeratannya berjalan miring (oblik atau
berbentuk V) pada bagian depan leher, dimulai pada leher bagian
atas di antara kartilago tiroid dengan dagu, lalu berjalan miring
sejajar dengan garis rahang bawah menuju belakang telinga. Tanda
ini semakin tidak jelas pada bagian belakang.
i. Tanda penjeratan atau jejas jerat yang sebenarnya luka lecet akibat tekanan
alat jerat yang berwarna merah kecoklatan atau coklat gelap dan kulit
tampak kering, keras dan berkilat. Pada perabaan, kulit terasa seperti
perabaan kertas perkamen, disebut tanda parchmentisasi, dan sering
ditemukan adanya vesikel pada tepi jejas jerat tersebut dan tidak jarang jejas
jerat membentuk cetakan sesuai bentuk permukaan dari alat jerat.
j. Pada tempat dimana terdapat simpul tali yaitu pada kulit dibagian bawah
telinga, tampak daerah segitiga pada kulit dibawah telinga.
k. Pinggiran berbatas tegas dan tidak terdapat tanda-tanda abrasi disekitarnya.
l. Jumlah tanda penjeratan. Kadang-kadang pada leher terlihat 2 buah atau
lebih bekas penjeratan. Hal ini menunjukkan bahwa tali dijeratkan ke leher
sebanyak 2 kali.
SKYDRUGZ: Refarat
Penggantungan/Hanging http://skydrugz.blogspot.com/2012/05/refaratpenggantunganhanging.html#ixzz3cFOUmUjI

1350. Seorang dokter terpaksa mengikuti serangkaian proses hukum karena


dianggap melakukan refle tless berikut ini yang termasuk tindakan yang dimaksud
:
a. Tidak memberikan informed consent
b. Menggugurkan kandungan tanpa indikasi
c. Melakukan tindakan operasi dan ada yang tertinggal dalam organ tubuh
pasien
d.
e.
Malpraktek pidana karena kecerobohan (recklessness)
Misalnya melakukan tindakan yang tidak lege artis atau tidak sesuai dengan
standar profesi serta melakukan tindakn tanpa disertai persetujuan tindakan
medis.

1351. Pasien datang dengan mulut berbuih, pada pemeriksaan didapatkan (...?),
pupil pin poin dan pasien terdapat riwayat meminum obat pembasmi serangga,
maka kasus ini diakibatkan oleh keracunan zat :
a. Organofosfat karbamat
b. Organofosfat murni
c.
d.
e.
Menurut Taylor racun adalah setiap bahan atau zat yang dalam jumlah relatif kecil
bila masuk kedalam tubuh akan menimbulkan reaksi kimiawi yang akan
menyebabkan penyakit atau kematian ( 1 ) . Baygon termasuk kedalam racun
serangga ( insektisida ). Berdasarkan struktur kimianya insektisida dapat
digolongkan menjadi : (1,3)
1. Insektisida golongan fospat organik ; seperti : Malathoin, Parathion, Paraoxan ,
diazinon, dan TEP.
2. Insektisida golongan karbamat ; seperti : carboryl dan baygon
3. Insektisida golongan hidrokarbon yang diklorkan ; seperti ,DDT endrin ,
chlordane, dieldrin dan lindane.
Keracunan akibat insektisida biasanya terjadi karena kecelakaan dan pecobaan
bunuh diri , jarang sekali akibat pembunuhan ( 3 ) .

1352. seorang direktur rumah sakit mengetahui ada seorang dokter bedah yang
HIV(+). Hal ini membuat ia takut bahwa pasiennya akan tertular melalui tindakan
bedah. Namun ia tidak dapat memberhentikan dokter itu begitu saja karena belum
ada hukum yang mengatur tentang hal tersebut. Untuk itu ia ingin mengadakan
penelitian apakah pasien2 dapat tertular bila dibedah oleh dokter yang HIV(+). Jenis
penelitian yang dapat digunakan pada direktur ini adalah:
a. case control
b. cross sectional
c. cohort prospektif
d. cohort retrospektif
1353. Seorang ibu hamil 3 minggu datang dengan keluhan mual. Saat akan
diperiksa dan dibawa dengan kursi roda tiba2 rodanya lepas, membuat ibu
terjatuh dan abortus. Yang terjadi adalah:
a. Kelalaian medis
b. Kesalahan medis
c. . Medis (lupa)
d. Kesalahan teknis rumah sakit
e. Hal yang tidak diinginkan.
Suatu perbuatan atau tindakan medis disebut sebagai kelalaian apabila memenuhi
empat unsur di bawah ini :
1. Duty atau kewajiban tenaga medis untuk melakukan sesuatu tindakan medis
atau untuk tidak melakukan sesuatu tindakan tertentu terhadap pasien tertentu
pada situasi dan kondisi yang tertentu.
Dasar dari adanya kewajiban ini adalah adanya hubungan kontraktual-profesional
antara tenaga medis dengan pasiennya, yang menimbulkan kewajiban umum
sebagai akibat dari hubungan tersebut dan kewajiban profesional bagi tenaga
medis tersebut. Kewajiban profesional diuraikan di dalam sumpah profesi, etik
profesi, berbagai standar pelayanan, dan berbagai prosedur operasional.
Kewajiban-kewajiban tersebut dilihat dari segi hukum merupakan rambu-rambu
yang harus diikuti untuk mencapai perlindungan, baik bagi pemberi layanan
maupun bagi penerima layanan; atau dengan demikian untuk mencapai safety
yang optimum.
2. Dereliction of the duty atau penyimpangan kewajiban tersebut.

Dengan melihat uraian tentang kewajiban di atas, maka mudah buat kita untuk
memahami apakah arti penyimpangan kewajiban. Dalam menilai kewajiban dalam
bentuk suatu standar pelayanan tertentu, haruslah kita tentukan terlebih dahulu
tentang kualifikasi si pemberi layanan (orang dan institusi), pada situasi seperti apa
dan pada kondisi bagaimana. Suatu standar pelayanan umumnya dibuat
berdasarkan syarat minimal yang harus diberikan atau disediakan (das sein),
namun kadang-kadang suatu standar juga melukiskan apa yang sebaiknya
dilakukan atau disediakan (das sollen). Kedua uraian standar tersebut harus hatihati diinterpretasikan. Demikian pula suatu standar umumnya berbicara tentang
suatu situasi dan keadaan yang normal sehingga harus dikoreksi terlebih dahulu
untuk dapat diterapkan pada situasi dan kondisi yang tertentu. Dalam hal ini harus
diperhatikan adanya Golden Rule yang menyatakan What is right (or wrong) for
one person in a given situation is similarly right (or wrong) for any other in an
identical situation.
3. Damage atau kerugian.
Yang dimaksud dengan kerugian adalah segala sesuatu yang dirasakan oleh pasien
sebagai kerugian akibat dari layanan kesehatan/ kedokteran yang diberikan oleh
pemberi layanan. Jadi, unsur kerugian ini sangat berhubungan erat dengan unsur
hubungan sebab-akibatnya. Kerugian dapat berupa kerugian materiel dan kerugian
immateriel. Kerugian yang materiel sifatnya dapat berupa kerugian yang nyata dan
kerugian sebagai akibat kehilangan kesempatan. Kerugian yang nyata adalah real
cost atau biaya yang dikeluarkan untuk perawatan/pengobatan penyakit atau
cedera yang diakibatkan, baik yang telah dikeluarkan sampai saat gugatan diajukan
maupun biaya yang masih akan dikeluarkan untuk perawatan/pemulihan. Kerugian
juga dapat berupa kerugian akibat hilangnya kesempatan untuk memperoleh
penghasilan (loss of opportunity). Kerugian lain yang lebih sulit dihitung adalah
kerugian immateriel sebagai akibat dari sakit atau cacat atau kematian seseorang.
4. Direct causal relationship atau hubungan sebab akibat yang nyata. Dalam hal ini
harus terdapat hubungan sebab-akibat antara penyimpangan kewajiban dengan
kerugian yang setidaknya merupakan proximate cause.6
Beberapa contoh kelalaian yang sering terjadi
a. Kelalaian tidak merujuk.
Apabila keadaan pasien secara wajar dapat diatasi oleh dokternya, maka ia tidak
wajib untuk merujuk pasien itu kepada seorang dokter spesialis. Oleh karena pasien
tidak responsive terhadap pengobatan yang diberikan, tidaklah langsung berarti
bahwa ia wajib merujuknya kepada seorang dokter spesialis. Namun apabila
seorang dokter mengetahui atau seharusnya mengetahui bahwa kondisi atau kasus
pasien itu berada di luar kemampuannya dan dengan merujuknya kepada dokter
spesialis akan dapat menolongnya, maka ia wajib melakukannya. Namun, segala

sesuatu juga tergantung keadaan financial pasien, keadaan emosi pasien dan
keberadaan dokter spesialisnya.
b. Lalai tidak konsultasi dengan dokter terdahulu.
Kadang-kadang seorang pasien sudah pernah berada di bawah pengobatan dari
dokteratau beberapa dokter lain yang memberikan obat-obatan tertentu atau telah
melakukan prosedur pembedahan. Untuk mencegah adanya resiko di
dalampenerapan suatu prosedur pengobatan adalah sangat dianjurkan untuk
mengadakan konsul kepada dokter-dokter terdahulu yang telah memberikan
pengobatan sebelumnya.
c. Lalai yang merujuk pasien ke rumah sakit dengan peralatan/tenaga
yang terlatih.
Seorang dokter tidak hanya harus sadar akan ilmu pengetahuannya
secara pribadi dan keterbatasannya, tetapi juga akan peralatan yang
sesuai dalam menangani pasien. Di dalam praktek seorang dokter bias saja
berhadapan dengan suatu pasien yang penanganannya memerlukan instrument
tertentu khusus dan prosedur yang ia tidak punyai. Atau juga memerlukan asisten
dalam menanganinya. Praktek yang baik menuntut agar dokter itu merujuk pasien
itu ke suatu rumah sakit dimana tersedia peralatan dan asisten terlatih.
d. Tidak mendeteksi adanya infeksi.
Kegagalan seorang dokter untuk mendeteksi bahwa pasien menderita semacam
infeksi, tidak selalu berarti kelalaian. Apabila tidak terdeteksinya infeksi tersebut
disebabkan karena keadaannya tidak memungkinkan untuk melakukan
pemeriksaan yang singkat pun, maka tanpa adanya justifikasi yang dapat diterima,
ia dapat dipersalahkan karena kekurangan ketelitian. Sebaiknya apabila seorang
dokter telah melakukan segala macam pemeriksaan yang oleh para dokter lain juga
akan melakukan hal yangh sama apabila berhadapan dengan gejala-gejala sama,
maka ia tidak dapat dianggap bertanggung jawab, apabila infeksi itu tidak
ditemukan untuk beberapa waktu.
e. Instruksi per telepon.
Adalah merupakan suatu praktek bahaya bagi dokter untuk memberikan
pengobatan atau resep kepada pasien per telepon. Selain bertentangan dengan
etik, praktek semacam inipun termasuk di bawah standar profesi medic. Demikian
pula tidak dianjurkan jika dokter memberikan instruksi kepada perawat dan
penjaganya per telepon. Bisa saja perawat yang menerima instruksi per telepon
tersebut melakukannya, tetapi hal ini dilakukan atas resikonya sendiri.
f. Tidak bisa dihubungi per telepon.

Seorang pasien diperbolehkan pulang setelah menjalani suatu bedah plastic untuk
membuang lemak dibawah mata. Dokter memberikan instruksi bahwa apabila
timbul perdarahan didalam waktu 48 jam, maka dokter spesialis itu harus
dihubungi. Instruksi ini ini adalah wajar dan penting, karena apabila terjadi
perdarahan, maka harus ditangani segera untuk mencegah terjadinya kegagalan
operasi. Sebelum 48 jam lewat terjadilah perdarahan, sang pasien menelpon dokter
bedah tersebut tetapi tidak mendapatkan jawaban karena dokternya tidak di
tempat. Hakim berpendapat bahwa adalah kewajiban dokter bedah itu termasuk
pengawasan pasca bedah. Lagipula sudah disetuji bahwa apabila dalam waktu 48
jam terjadi perdaraha, dokter itu minta dihubungi per telepon.
g. Lalai karena kurang pengalaman
Kurangnya pengalaman tidak bias dipakai sebagai pemaaf kelalaian. Hakim
banding secara tegas menolak pendapat bahwa adanya variasi dalam standar
profesi medic. Hal ini diparalelkan dengan seorang pengendara mobil yang
walaupun telah berusaha untuk mengendarai sebaik mungkin, namun ukuran
standar adalah sama seperti seorang pengendara lain yang pandai dan
berpengalaman.7
1354. Seorang pria didiagnosis dengan HIV. Pasien meminta dokter untuk tidak
memberitahukan pada siapapun termasuk istrinya. Yang harusnya dilakukan adalah
a. memberitahu rumah sakit demi kepentingan bersama
b. memberitahu istri pasien secara diam2
c. menyarankan pasien untuk memberitahu kepada istrinya demi
kesehatan istri
d. menuruti kemauan pasien
e. (satu lagi lupa)
kewajiban :

Memberikan pelayanan medis sesuai standar profesi dan standar operasional prosedur
serta kebutuhan medis

Apabila tidak tersedia alat kesehatan atau tidak mampu melakukan suatu
pemeriksaan/pengobatan, bisa merujuk pasien ke dokter/sarana kesehatan lain yang mempunyai
kemampuan lebih baik.

Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien, bahkan setelah


pasien itu meninggal dunia

Melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang
lain yang mampu melakukannya

Mengikuti perkembangan ilmu kedokteran

1355. pasien sedang dirawat di ICU dengan penurunan kesadaran. Dokter


mengatakan bahwa pasien mengalami kematian batang otak. Keluarga pasien
setuju untuk melepas alat bantu kehidupan, aspek etik medis apa?
a. justice
b. non maleficence
c. autonomy
d. beneficence
e.
Konsil Kedokteran Indonesia, dengan mengadopsi prinsip etika kedokteran barat,
menetapkan bahwa, praktik kedokteran Indonesia mengacu kepada kepada 4
kaidah dasar moral yang sering juga disebut kaidah dasar etika kedokteran atau
bioetika, antara lain:
Beneficence
Non-malficence
Justice
Autonomy
1. Beneficence Dalam arti prinsip bahwa seorang dokter berbuat baik, menghormati
martabat manusia, dokter tersebut juga harus mengusahakan agar pasiennya
dirawat dalam keadaan kesehatan. Dalam suatu prinsip ini dikatakan bahwa
perlunya perlakuan yang terbaik bagi pasien. Beneficence membawa arti
menyediakan kemudahan dan kesenangan kepada pasien mengambil langkah
positif untuk memaksimalisasi akibat baik daripada hal yang buruk. Ciri-ciri prinsip
ini, yaitu;
Mengutamakan Alturisme

Memandang pasien atau keluarga bukanlah suatu tindakan tidak hanya

menguntungkan seorang dokter


Mengusahakan agar kebaikan atau manfaatnya lebih banyak dibandingkan

dengan suatu keburukannya


Menjamin kehidupan baik-minimal manusia
Memaksimalisasi hak-hak pasien secara keseluruhan

Meenerapkan Golden Rule Principle, yaitu melakukan hal yang baik seperti

yang orang lain inginkan


Memberi suatu resep

2. Non-malficence Non-malficence adalah suatu prinsip yang mana seorang dokter


tidak melakukan perbuatan yang memperburuk pasien dan memilih pengobatan
yang paling kecil resikonya bagi pasien sendiri. Pernyataan kuno Fist, do no harm ,
tetap berlaku dan harus diikuti.
Non-malficence mempunyai ciri-ciri:

Menolong pasien emergensi


Mengobati pasien yang luka
Tidak membunuh pasien
Tidak memandang pasien sebagai objek
Melindungi pasien dari serangan
Manfaat pasien lebih banyak daripada kerugian dokter
Tidak membahayakan pasien karena kelalaian
Tidak melakukan White Collar Crime

3. Justice
Keadilan (Justice) adalah suatu prinsip dimana seorang dokter memperlakukan
sama rata dan adil terhadap untuk kebahagiaan dan kenyamanan pasien tersebut.
Perbedaan tingkat ekonomi, pandangan politik, agama, kebangsaan, perbedaan
kedudukan sosial, kebangsaan, dan kewarganegaraan tidak dapat mengubah sikap
dokter terhadap pasiennya. Justice mempunyai ciri-ciri :

Memberlakukan segala sesuatu secara universal


Mengambil porsi terakhir dari proses membagi yang telah ia lakukan
Menghargai hak sehat pasien
Menghargai hak hukum pasien

4. Autonomy Dalam prinsip ini seorang dokter menghormati martabat manusia.


Setiap individu harus diperlakukan sebagai manusia yang mempunyai hak
menentukan nasib diri sendiri. Dalam hal ini pasien diberi hak untuk berfikir secara
logis dan membuat keputusan sendiri. Autonomy bermaksud menghendaki,
menyetujui, membenarkan, membela, dan membiarkan pasien demi dirinya sendiri.
Autonomy mempunyai ciri-ciri:

Menghargai hak menentukan nasib sendiri


Berterus terang menghargai privasi
Menjaga rahasia pasien
Melaksanakan Informed Consent

http://www.academia.edu/7245584/BIOETIKA_KEDOKTERAN
1356. pasien dibawa ke IGD setelah kecelakaan lalu lintas, ternyata pasien harus
dilakukan amputasi segera. Tindakan dokter masuk kedalam kaidah dasar bioetik?
a. justice
b. non maleficence
c. autonomy
d. beneficence
e.
1357. Pasien wanita dinyatakan dokter harus dilakukan tindakan histerektomi.
Dokter memberikan kesempatan kepada pasien untuk membicarakannya terlebih
dahulu dengan keluarga. Tindakan dokter termasuk dalam kaidah dasar bioetik?
a. Justice
b. Non maleficiency
c. Autonomy
d. Beneficence
e.

1358. Pasien meninggal di rumah sakit akibat HIV. Tindakan yang tidak tepat untuk
dilakukan dokter adalah
a. Diberitahukan kepada kepolisisan*
b. Diberitahukan kepada Dinas Kesehatan*
c. Diberitahukan kepada keluarga pasien
d. Diberitahukan kepada dokter yang tidak merawat pasien*
e. Diberitahukan kepada petugas kamar jenazah*
* untuk prevensi penyebaran HIV
kewajiban :

Memberikan pelayanan medis sesuai standar profesi dan standar operasional prosedur
serta kebutuhan medis

Apabila tidak tersedia alat kesehatan atau tidak mampu melakukan suatu
pemeriksaan/pengobatan, bisa merujuk pasien ke dokter/sarana kesehatan lain yang mempunyai
kemampuan lebih baik.

Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien, bahkan setelah


pasien itu meninggal dunia

Melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang
lain yang mampu melakukannya

Mengikuti perkembangan ilmu kedokteran

1359. Seorang pasien wanita usia 25 tahun datang ke dokter dirujuk dari bidan
dengan keluhan nyeri dan keluar cairan dari kemaluannya, dan mengaku belum
pernah melakukan hubungan badan. Namun pasien menolak saat dokter hendak
melakukan pemeriksaan dalam dan meminta dokter untuk hanya memberikan
obat penghilang nyeri. Hak apakah yang tidak didapatkan oleh dokter?
a. Hak imbalan jasa
b. Hak mendapatkan informasi yang sejujurnya dari pasien
c. Hak
d. Hak
e. Hak
Undang-undang No.29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran Pasal 50
dan 51, Hak dan Kewajiban Dokter
Hak

Memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai standar profesi


dan standar operasional prosedur

Memberikan pelayanan medis sesuai standar profesi dan standar operasional prosedur

Memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari pasien atau keluarganya

Menerima imbalan jasa


Kewajiban
Memberikan pelayanan medis sesuai standar profesi dan standar operasional prosedur
serta kebutuhan medis

Apabila tidak tersedia alat kesehatan atau tidak mampu melakukan suatu
pemeriksaan/pengobatan, bisa merujuk pasien ke dokter/sarana kesehatan lain yang mempunyai
kemampuan lebih baik.

Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien, bahkan setelah pasien itu
meninggal dunia

Melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang
lain yang mampu melakukannya
Mengikuti perkembangan ilmu kedokteran

Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran Pasal 50


dan 51, Hak dan Kewajiban Pasien
Hak

Mendapatkan penjelasan lengkap tentang rencana tindakan medis yang akan dilakukan
dokter

Bisa meminta pendapat dokter lain (second opinion)

Mendapat pelayanan medis sesuai dengan kebutuhan

Bisa menolak tindakan medis yang akan dilakukan dokter bila ada keraguan

Bisa mendapat informasi rekam medis


Kewajiban

Memberikan informasi yang lengkap, jujur dan dipahami tentang masalah kesehatannya

Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter

Mematuhi ketentuan yang berlaku di sarana pelayanan kesehatan

Memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang prima


http://www.rshs.or.id/edukasi/hak-dan-kewajiban/

1360. seorang dokter menolak merawat pasien yang ternyata merupakan mantan
pacarnya. Dimana pada masa sebelumnya dokter tersebut sering mengalami
intimidasi dari mantan pacarnya tsb. Setelah merawat pasien tsb dokter langsung
merujuk pasien ke dokter lain.
a. Hak untuk mendapatkan privacy, ketenangan dalam bekerja
b. untuk tidak melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan hati nurani
c. dokter tetap melakukan pekerjaan sesuai dengan Standar pelaksanaan
tindakan
hak dokter :

Memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai standar


profesi dan standar operasional prosedur

Memberikan pelayanan medis sesuai standar profesi dan standar operasional


prosedur

Memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari pasien atau keluarganya

Menerima imbalan jasa

kewajiban :

Memberikan pelayanan medis sesuai standar profesi dan standar operasional


prosedur serta kebutuhan medis

Apabila tidak tersedia alat kesehatan atau tidak mampu melakukan suatu
pemeriksaan/pengobatan, bisa merujuk pasien ke dokter/sarana kesehatan lain yang mempunyai
kemampuan lebih baik.

Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien, bahkan setelah pasien itu
meninggal dunia

Melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang
lain yang mampu melakukannya

Mengikuti perkembangan ilmu kedokteran

1361. Dokter jaga di suatu klinik mendapatkan seorang pasien kecelakaan, dimana terdapat
perdarahan yang hebat pada kakinya. Dokter jaga tersebut langsung melakukan tindakan guna
menyelamatkan pasien. Agar dokter tersebut terlindungi dari hukum, apa yang sebaiknya
dilakukan?
a. mencatat semua hasil temuan pada pemeriksaan dan penanganan secara
lengkap pada rekam medik
b. menelpon keluarga terlebih dahulu untuk mendapatkan izin
c. menunggu pasien sadar dahulu untuk mendapatkan izin
d. cukup melaporkan kejadian kecelakaan tersebut pada polisi
e. meminta persetujuan kepada pengantar pasien
Pembahasan : Tindakan dokter melakukan tindakan tanpa informed consent guna
menyelamatkan pasien dapat dibenarkan karena menurut peraturan Menteri Kesehatan No 585
Tahun 1989, meskipun penyampaian informasi merupakan hal yang terpenting dalam informed
concent yang harus disampaikan kepada pasien, namun dalam kondisi tertentu penyampaian
informasi tidak berlaku, seperti keadaan emergensi.
Dalam kondisi seperti ini informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tindakan
medis tidak perlu disampaikan, mengingat kondisi pasien yang tidak sadar dan tidak bisa
memberikan persetujuan, dan hal yang terpenting adalah penyelamatan nyawa pasien, maka
dalam kondisi seperti ini tidak praktis lagi untuk menunda tindakan atau mempermasalahkan
informed consent, tindakan penyelamatan pasien merupakan hal yang terpenting, karena di
khawatirkan jika terlambat dilakukan tindakan pasien akan celaka, ketentuan ini tercantum dalam

Permenkes No 585 Tahun 1989 Pasal 11 yang berbunyi, dalam hal pasien yang tidak sadar atau
pingsan serta tidak didampingi oleh keluarga terdekat dan secara medik berada dalam keadaan
gawat dan atau darurat yang memerlukan tindakan medik segera, untuk kepentingannya tidak
perlu minta persetujuan dari siapapun.
Jadi yang perlu dokter lakukan selanjutnya adalah a. mencatat semua hasil temuan pada
pemeriksaan dan penanganan secara lengkap pada rekam medik
1362. seorang dokter A bertemu dengan dokter B, lalu membisikka kata-kata kamu kalau sudah
memasukkan sesuatu jangan lupa untuk dikeluarkan lagi dong.. lalu 1 minggu kemudian dokter
B bertengkar dengan istrinya akibat mendengar gurauan dari dokter A tersebut. Kaidah apa yang
dilanggar oleh dokter A?
a. Confidentiality
b. Non-malaficence
c. Beneficence
d. Altruisime
e. Honesty
Pembahasan : Confidentiality yaitu asas kerahasiaan dimana dokter harus mampu menjaga
privasi meskipun telah meninggal dunia.
1363. seorang wanita hamil 38 minggu datang diantar suami dan ibunya ke klinik dokter untuk
melakukan persalinan. Dokter menjelaskan kepada pasien dan pengantarnya mengenai proses
persalinan normal dan apa-apa saja yang perlu dipersiapkan oleh keluarga. Dokter tersebut
melakukan apa?
a. right of privacy
b. right of second opinion
c. right of information
d. right of
e. right of
Pembahasan : karena dokter menyampaikan informasi secera benar dan tepat

1364. Seorang pasien datang dengan keluhan sebelumnya merasa pusing dan saat dilakukan
pemeriksaan pasien TD 180/100, nadi 98x/mnt, RR dan Suhu dalam batas normal, tidak lama
setelah diperiksa pasien merasa gelisah dan seperti mau pingsan, akhirnya dokter meminta pasien
untuk tiduran dan meminta perawat untuk memasang iv line seandainya terjadi hal yang tidak
diinginkan, maka pemberian obat melalui akses yang telah dibuat dapat lebih mudah, tindakan
dokter termasuk :
a. Benificence
b. Non Maleficence
c. Autonomy
d. Justice
e. ....
Pembahasan : Beneficence dalam arti prinsip bahwa seorang dokter berbuat baik, menghormati
martabat manusia, Dalam suatu prinsip ini dikatakan bahwa perlunya perlakuan yang terbaik
bagi pasien. Beneficence membawa arti menyediakan kemudahan dan kesenangan kepada pasien
mengambil langkah positif untuk memaksimalisasi akibat baik daripada hal yang buruk,
Menyeimbangkan hal-hal yang menguntungkan dan merugikan/membahayakan dari tindakan
yang dilakukan. Melakukan hal-hal yang baik untuk orang lain. Ciri-ciri prinsip ini, yaitu;

Mengutamakan Alturisme
Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia
Memandang pasien atau keluarga bukanlah suatu tindakan tidak hanya menguntungkan

seorang dokter
Tidak ada pembatasan goal based
Mengusahakan agar kebaikan atau manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan suatu

keburukannya
Paternalisme bertanggung jawab/kasih sayang
Menjamin kehidupan baik-minimal manusia
Memaksimalisasi hak-hak pasien secara keseluruhan
Menerapkan Golden Rule Principle, yaitu melakukan hal yang baik seperti yang orang

lain inginkan
Memberi suatu resep berkhasiat namun murah
Mengembangkan profesi secara terus menerus
Minimalisasi akibat buruk

1365. seorang direktur rumah sakit mengetahui ada seorang dokter bedah yang HIV(+). Hal ini
membuat ia takut bahwa pasiennya akan tertular melalui tindakan bedah. Namun ia tidak dapat
memberhentikan dokter itu begitu saja karena belum ada hukum yang mengatur tentang hal
tersebut. Untuk itu ia ingin mengadakan penelitian apakah pasien2 dapat tertular bila dibedah
oleh dokter yang HIV(+). Jenis penelitian yang dapat digunakan pada direktur ini adalah:
a. case control
b. cross sectional
c. cohort prospektif
d. cohort retrospektif
Pembahasan : Pada studi kohort, pemilihan subjek dilakukan berdasarkan status paparannya,
kemudian dilakukan pengamatan dan pencatatan apakah subyek mengalami outcome yang
diamati atau tidak. Studi kohort memiliki karakteristik:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Studi kohort bersifat observasional


Pengamatan dilakukan dari sebab ke akibat
Studi kohort sering disebut sebagai studi insidens
Terdapat kelompok kontrol
Terdapat hipotesis spesifik
Dapat bersifat prospektif ataupun retrospektif
Untuk kohort retrospektif, sumber datanya menggunakan data sekunder

Penelitian kohort prospektif adalah suatu penelitian survei (non eksperimen) yang paling baik
dalam mengkaji hubungan antara faktor resiko dengan efek (penyakit). Faktor risiko yang akan
dipelajari diidentifikasi dahulu kemudian diikuti kedepan secara prospektif timbulnya efek yaitu
penyakit atau salah satu indikator status kesehatan.
1366. penelitian tentang ibuprofen dan paracetamol untuk mengetahui efektivitasnya dalam
menurunkan demam. Didapatkan hasil. Paracetamol p value= 0.05 dan ibuprofen p value=0.03.
artinya?
a. paracetamol lebih efektif Karen p value 0.05
b. ibuprofen lebih efektif karena p value 0.03
Pembahasan : p value bermakna jika nilai p < 0,05 dan tidak bermakna jika p value
hasilnya > 0,05

1367. Seseorang ingin melakukan uji komparatif hitung kolesterol total pada semua pria di desa
dan semua pria di kota. Uji hipotesis yang tepat?
a. T pair
b. Chi square
c. Z test
d. Correlation analysis
e.
Pembahasan : T-pair karena skalanya numerik vs nominal
1368. Dokter bedah HIV (+). Sebagai direktur rumah sakit khawatir dgn pasien yg ditangani oleh
dokter bedah tsb terkena HIV (+). Namun samapai sekarang belum ada hokum yg melarang
seorg dokter bedah HIV (+) tidak boleh menangani pasien. Direktur RS ingin melakukan
penelitian untuk mengetahui apakah ada pasien yg terkena HIV setelah dibedah oleh dokter tsb.
Metode penelitian yg cocok?
a. Cross sectional
b. d. cohort
c. Case control
d. cohort retrospektif
e. Cohort prospective
Pembahasan : Pada studi kohort, pemilihan subjek dilakukan berdasarkan status paparannya,
kemudian dilakukan pengamatan dan pencatatan apakah subyek mengalami outcome yang
diamati atau tidak. Studi kohort memiliki karakteristik:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Studi kohort bersifat observasional


Pengamatan dilakukan dari sebab ke akibat
Studi kohort sering disebut sebagai studi insidens
Terdapat kelompok kontrol
Terdapat hipotesis spesifik
Dapat bersifat prospektif ataupun retrospektif
Untuk kohort retrospektif, sumber datanya menggunakan data sekunder

Penelitian kohort prospektif adalah suatu penelitian survei (non eksperimen) yang paling baik
dalam mengkaji hubungan antara faktor resiko dengan efek (penyakit). Faktor risiko yang akan

dipelajari diidentifikasi dahulu kemudian diikuti kedepan secara prospektif timbulnya efek yaitu
penyakit atau salah satu indikator status kesehatan.
1369. Salah satu tindakan yang perlu dilakukan yaitu pencegahan penyakit. Untuk pencegahan
penyakit tidak menular apa jargon yg tepat?
a. SMART
b. CERMAT
c. CERDAS
d. TELADAN
e. CERDIK
1370. Seorg ibu datang membawa bayinya untuk diimunisasi BCG karena ayah terdiagnosis TB
paru. Termasuk apa?
a. Early diagnosis
b. rehabilitation
c. Specific protection
d. Early diagnosis and prompt treatment
Pembahasan : untuk mengatasi masalah kesehatan termasuk penyakit di kenal tiga tahap
pencegahan:

Pencegahan primer: promosi kesehatan (health promotion) dan perlindungan khusus

(specific protection).
Pencegahan sekunder: diagnosis dini dan pengobatan segera (early diagnosis and prompt

treatment), pembatasan cacat (disability limitation)


Pencegahan tersier: rehabilitasi.

Yg dilakukan ibu tersebut adalah termasuk pencegahan primer yaitu Spesific Protection atau
Perlindungan khusus : upaya spesifik untuk mencegah terjadinya penularan penyakit tertentu,
misalnya melakukan Imunisasi, peningkatan ketrampilan remaja untuk mencegah ajakan
menggunakan narkotik dan untuk menanggulangi stress dan lain-lain.
1371. Dalam suatu penelitian untuk mengetahui efektivitas obat penurun panas didapatkan
Paracetamol, rata-rata penurunan panas 10 C, p-value 0,05 Ibuprofen, ratarata penurunan panas

0,30 C, p-value 0,01 Rata-rata perbandingan penurunan panas antara paracetamol dan ibuprofen
0,70 C. Manakah obat yg anda pilih?
a. Paracetamol krn rata-rata penurunan panas 10 C
b. Ibuprofen krn rata-rata penurunan panas 0,30 C
c. Paracetamol krn p value 0,05
d. Ibuprofen krn pvalue 0,01
Pembahasan : p value bermakna jika nilai p < 0,05 dan tidak bermakna jika p value
hasilnya > 0,05
1372. Penelitian terhadap kanker paru-paru. Resiko relative antara yg terpapar dgn factor resiko
dan tidak adalah lebih besar daripada 1 (satu)
a. kemungkinan terjadinya kanker paru pada yg terpapar factor resiko dan
tidak terpapar adalah sama
b. resiko terjadinya kanker paru pada yang terpapar factor resiko lebih tinggi
Pembahasan : karena resiko relative (RR) nya lebih dari 1 artinya faktor resikonya tinggi
RR adalah perbandingan antara insidensi penyakit yang muncul dalam kelompok terpapar dan
insidensi penyakit yang muncul dalam kelompok tidak terpapar. Berdasarkan tabel kontingensi di
atas maka rumus RR adalah

Jika nilai RR = 1, berarti variabel yang diduga sebagai faktor risiko tidak ada pengaruh

dalam terjadinya efek.


Jika nilai RR > 1 dan rentang interval kepercayaan tidak mencakup angka 1, berarti

variabel tersebut faktor risiko dari penyakit.


Jika nilai RR < 1 dan rentang nilai interval kepercayaan tidak mencakup angka 1, berarti

faktor risiko yang kita teliti merupakan faktor protektif untuk terjadinya efek.
Jika nilai interval kepercayaan RR mencakup nilai 1, berarti mungkin nilai RR = 1
sehingga belum dapat disimpulkan bahwa faktor yang kita teliti sebagai faktor risiko atau
faktor protektif.

1373. Setelah melakukan vaksin campak ingin diketahui anka keberhasial vaksin tersebut. Yang
diperlukan adalah?
a. Insidensi
b. Prevalensi

Insidensi mengacu pada frekuensi perkembangan penyakit yang baru dalam suatu populasi
dalam periode waktu tertentu, biasanya satu tahun. Pada insidensi, angka yang dianggap masuk
di dalamnya hanyalah kasus yang BARU terjadi atau BARU TERDIAGNOSIS di periode
tersebut. Jadi untuk mengetahui angka keberhasilan vaksin bisa dilihat dari insidensi apakah
masih ada kasus baru campak post vaksinasi
1374. Seorang dokter baru lulus ditempatkan di puskesmas ingin menjalankan MDGs yg
berhubungan dengan angka kematian ibu. Didapatkan angka kematian ibu di wilayah tsb 405
dibanding 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu nasional 208 dibanding 100.000
kelahiran hidup. Menurut teori Blum dilihat dari factor apa?
a. Lingkungan
b. pelayanan kesehatan
c. Status kesehatan
d. usia
e. Genetic
Pembahasan : Menurut Hendrik L Blum ada 4 faktor yang mempengaruhi status derajat
kesehatan masyarakat atau perorangan. Faktor-faktor tersebut dapat digambarkan sebagai
berikut:
1. Lingkungan
Lingkungan memiliki pengaruh yang dan peranan terbesar diikuti perilaku, fasilitas kesehatan
dan keturunan. Lingkungan sangat bervariasi, umumnya digolongkan menjadi tiga kategori,
yaitu yang berhubungan dengan aspek fisik dan sosial. Lingkungan yang berhubungan dengan
aspek fisik contohnya sampah, air, udara, tanah, ilkim, perumahan, dan sebagainya. Sedangkan
lingkungan sosial merupakan hasil interaksi antar manusia seperti kebudayaan, pendidikan,
ekonomi, dan sebagainya
2. Perilaku
Perilaku merupakan faktor kedua yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat karena sehat
atau tidak sehatnya lingkungan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat sangat tergantung

pada perilaku manusia itu sendiri. Di samping itu, juga dipengaruhi oleh kebiasaan, adat istiadat,
kebiasaan, kepercayaan, pendidikan sosial ekonomi, dan perilaku-perilaku lain yang melekat
pada dirinya.
3. Pelayanan kesehatan
Pelayanan kesehatan merupakan faktor ketiga yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat
karena keberadaan fasilitas kesehatan sangat menentukan dalam pelayanan pemulihan kesehatan,
pencegahan terhadap penyakit, pengobatan dan keperawatan serta kelompok dan masyarakat
yang memerlukan pelayanan kesehatan. Ketersediaan fasilitas dipengaruhi oleh lokasi, apakah
dapat dijangkau atau tidak. Yang kedua adalah tenaga kesehatan pemberi pelayanan, informasi
dan motivasi masyarakat untuk mendatangi fasilitas dalam memperoleh pelayanan serta program
pelayanan kesehatan itu sendiri apakah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang memerlukan.
4. Keturunan
Keturunan (genetik) merupakan faktor yang telah ada dalam diri manusia yang dibawa sejak
lahir, misalnya dari golongan penyakit keturunan seperti diabetes melitus dan asma bronehial.

1375. Dokter puskesmas ingin agar masyarakat berobat ke puskesmas dan tidak ke dukun lagi,
apa yg perlu dilakukan?
a. Mengadakan pengobatan gratis
b. Mengharapkan agar masy bisa berobat ke puskesmas bukan ke dukun
c. Memberi tau masyarakat untuk dapat menilai hal apa saja yang dilayani di puskesmas
melalui bagi-bagi brosur
d. Memasang petunjuk yg mengarah ke puskesma
e. Memasang plang yg jelas ttg puskesmas agar dpt dilihat
1376. Pasien kanker sudah metastasis ke otak dan keadaan sudah menurun. Keluarga
memutuskan untuk membawa pulang pasien tsb. Saran anda sbg dokter?
a. Sarankan rawat ICU
b. Sarankan ke alternative

c. Sarankan terapi paliatif


d. Ijinkan krn sudah tidak ada harapan
e.
Pembahasan : Perawatan paliatif merupakan pendekatan yang bertujuan memperbaiki kualitas
hidup pasien dan keluarga yang menghadapi masalah yang berhubungan dengan penyakit yang
dapat mengancam jiwa, melalui pencegahan dan identifikasi dini penanganan nyeri dan masalahmasalah lain, fisik, psikososial dan spiritual.
Penyakit terminal merupakan penyakit progresif yaitu penyakit yang menuju ke arah kematian
yang membutuhkan pendekatan dengan perawatan Palliative sehingga menambah kualitas hidup
seseorang. Metodenya sendiri dapat bersifat holistik ataupun melibatkan aspek BIO-PSIKOSOSIAL. Prinsip perawatan palliative adalah menghormati atau menghargai martabat dan harga
diri dari pasien dan keluarga pasien,dukungan untuk caregiver.

1377. Hasil sebuah penelitian tentang efektifitas obat paracetamol dibandingkan ibuprofen :
Paracetamol menurunkan 1C dengan p 0,05 Ibuprofen menurunkan 0,2C dengan p 0,03 (atau
lupa berapa turunnya). Maka sebagai seorang dokter anda akan memberikan .........
a. Paracetamol karena p value 0,05
b. Ibuprofen karena p value 0,03
c. Paracetamol karena perbedaan dengan ibuprofen 0,08C
d. Paracetamol karena p value ibuprofen 0,03C
e. ..............
Pembahasan : p value bermakna jika nilai p < 0,05 dan tidak bermakna jika p value
hasilnya > 0,05
1378. Seorang dokter ingin melakukan pencegahan penyakit menular di suatu desa. Jargon yang
digunakan dokter itu adalah
.....
a. SMART
b. ...
c. ....

d. ...
e. TELADAN
1379. Seorang dokter memberikan imunisasi campak untuk mencegah terjadinya campak pada
anak d lingkungan tersebut. Setelah pemberan imunisasi, untuk mengetahui efektifitas imunisasi,
maka yang harus diketahu adalah ..
a. insiden
b. Prevalensi
Pembahasan : Insidensi mengacu pada frekuensi perkembangan penyakit yang baru dalam suatu
populasi dalam periode waktu tertentu, biasanya satu tahun. Pada insidensi, angka yang dianggap
masuk di dalamnya hanyalah kasus yang BARU terjadi atau BARU TERDIAGNOSIS di periode
tersebut. Jadi untuk mengetahui angka keberhasilan vaksin bisa dilihat dari insidensi apakah
masih ada kasus baru campak setelah vaksinasi
1380. Seorang dokter ingin mengfokuskan pelayanan kesehatan sesuai dengan MDGs 015. MR
ibu tahun 015 adalah 53/100.000 kelahiran hidup. Sedangkan IMR pada daerah itu 423/100.000
(lupa angka pasti). Maka menurut teori Blum dokter tersebut memberikan pelayanan sesuai
dengan..
a. Lingkungan
b. pelayanan kesehatan
c. Status kesehatan
d. usia
e. Genetic
Pembahasan : Menurut Hendrik L Blum ada 4 faktor yang mempengaruhi status derajat
kesehatan masyarakat atau perorangan. Faktor-faktor tersebut dapat digambarkan sebagai
berikut:
1. Lingkungan
Lingkungan memiliki pengaruh yang dan peranan terbesar diikuti perilaku, fasilitas kesehatan
dan keturunan. Lingkungan sangat bervariasi, umumnya digolongkan menjadi tiga kategori,
yaitu yang berhubungan dengan aspek fisik dan sosial. Lingkungan yang berhubungan dengan

aspek fisik contohnya sampah, air, udara, tanah, ilkim, perumahan, dan sebagainya. Sedangkan
lingkungan sosial merupakan hasil interaksi antar manusia seperti kebudayaan, pendidikan,
ekonomi, dan sebagainya
2. Perilaku
Perilaku merupakan faktor kedua yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat karena sehat
atau tidak sehatnya lingkungan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat sangat tergantung
pada perilaku manusia itu sendiri. Di samping itu, juga dipengaruhi oleh kebiasaan, adat istiadat,
kebiasaan, kepercayaan, pendidikan sosial ekonomi, dan perilaku-perilaku lain yang melekat
pada dirinya.
3. Pelayanan kesehatan
Pelayanan kesehatan merupakan faktor ketiga yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat
karena keberadaan fasilitas kesehatan sangat menentukan dalam pelayanan pemulihan kesehatan,
pencegahan terhadap penyakit, pengobatan dan keperawatan serta kelompok dan masyarakat
yang memerlukan pelayanan kesehatan. Ketersediaan fasilitas dipengaruhi oleh lokasi, apakah
dapat dijangkau atau tidak. Yang kedua adalah tenaga kesehatan pemberi pelayanan, informasi
dan motivasi masyarakat untuk mendatangi fasilitas dalam memperoleh pelayanan serta program
pelayanan kesehatan itu sendiri apakah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang memerlukan.
4. Keturunan
Keturunan (genetik) merupakan faktor yang telah ada dalam diri manusia yang dibawa sejak
lahir, misalnya dari golongan penyakit keturunan seperti diabetes melitus dan asma bronehial.

Seorang pasien didiagnosis diabetes (kalau ga salah). Kemudian dokter segera memberikan obat
yang sesuai untuk mengontrol gula darah, dan mencegah terjadinya komplikasi dari
diabetes. Tindakan dokter tersebut termasuk dalam ...
a. Promosi kesehatan
b. Proteksi spesifik

c. Diagnosis awal dan pengobatan tepat


d. Pembatasan disabilitas
e. Rehabilitasi
Jawab:
Penjelasan: c. Diagnosis awal dan pengobatan tepat
- Promosi Kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui
pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong
dirinya sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai
sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan
kesehatan.
1382. Seorang dokter bedah diketahui menderita HIV oleh direktur RS. Namun sampai sekarang
tidak ada hukum yang menatur tentang dokter bedah yang menderita HIV tidak boleh
melakukan operasi. Direktur tersebut ingin melakukan penelitian tentang orang yang
dioperasi oleh dokter tersebut dan menderita HIV. Metode penelitian yang dpakai adalah ..
a. Kohort
b. Potong lintang
c. Kasus kontrol
d. ..
e. ..
Jawab : a. Kohort
Penjelasan: Sama dengan no.1388
1383. Sudah diketahui ttg hubungan antara merokok dengan kanker paru. Tetapi para peneliti
ingin mengetahui seberapa besar factor hubungan antara merokok dengan kanker paru dari
Kasus diatas termasuk epidemiologi apa?
a. Epidemiologi klinis
b. Epidemiologi analitik
c. Epidemiologi deskriptif
d. Epidemiologi observasional
e. Epidemiologi
Jawab: b. Epidemiologi analitik
Penjelasan:
- Epidemiologi klinis Penerapan prinsip--prinsip dan metode-metode epidemiologi ke
dalam praktek kedokteran klinik. Epidemiologi klinik merupakan salah satu dari ilmuilmu kedokteran dasar yang meliputi metode-metode yang digunakan oleh para klinisi
didalam melakukan audit terhadap proses-proses dan hasil-hasil dari pekerjaan mereka

-Epidemiologi analitik adalah sebuah penelitan yang mengevaluasi hubungan


antarapaparan bahan berbahaya dengan penyakit melalui pengujian hipotesis ilmiah.
-Epidemiologi desriptif adalah studi yang ditujukan untuk menentukan jumlah atau
frekuensi dan distribusi penyakit di suatu daerah berdasarkan variabel orang, tempat dan
waktu.
-Epidemiologi observasional merupakan penelitian dimana peneliti hanya melakukan
observasi, tanpa memberikan intervensi pada variabel yang akan diteliti.
-Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah
kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhi masalah
kesehatan.
1384. Dilakukan penelitian dari 1000 orang dewasa didapatkan ada 440 org yg mengalami
hiperteNsi, 180 org diantaranya baru mengetahui jika dia memiliki hipertensi. Pernyataan
diatas adalah termasuk?
a. Prevalens
b. Insiden
Jawab: a. Prevalens
Penjelasan:
- Prevalens merupakan ukuran tentang jumlah atau proporsi dari kasus atau masalah
kesehatan pada suatu populasi tertentu.
-Insiden adalah jumlah kasus penyakit dimulai, atau kematian terjadi, selama suatu
periode tertentu pada populasi tertentu.
1385. Ibu hamil menderita demam tinggi. Oleh dokter diperintahkan untuk rawat inap. Saat
pasien dibawa brankar menuju ruangan rawat tiba-tiba roda brankar copot, pasien jatuh
lalu mengalami aborsi. Termasuk kejadian apakah hal tersebut ?
a. Kelalaian medik
b. Kelalaian alat medis
c. Kejadian tidak diinginkan
jawab: b. Kelalaian alat medis
Penjelasan: dikarenakan kursi roda merupakan salah satu sarana alat2 medis maka itu
kejadian diatas merupakan kejadian kelalaian alat medis
1386. Seorang anak usia 12 tahun, dibawa karena tidak sadar setelah mengalami kecelakaan.
Terdapat banyak luka terbuka yang bepotensi menimbulkan perdarahan. Dokter jaga

melakukan tindakan penyelamatan nyawa. Manakah yang dapat dilakukan oeh dokter
untuk menghindari proses hukum?
a. mencatat semua tindakan dan terapi pada pasien di rekam medis
b. menunggu pasien sadar dan meminta informed consent
c. menghubungi keluarga pasien lewat telepon untuk meminta persetujuan
d. cukup melaporkan pada polisi
e. meminta persetujuan pengantar pasien
Jawab : e. meminta persetujuan pengantar pasien
Penjelasan: Melakukan tindakan atau operasi segera tanpa informed consent pada kondisi
emergenci, tindakan penyelamatan jiwa ( live saving ) dapat dilakukan tanpa adanya
informed consent. Hal ini dikarenakan pasien tidak kompeten untuk memutuskan sesuatu
hal. Sehingga dokter dapat memberikan penanganan untuk kepentingan pasien.
Sumber: Ulus travma acil cerrahi derg 2010
1387. Seorang wanita datang untuk melakukan persalinan secara normal ditemani suami dan
ibunya. Setalah memberikan penjelasan mengenai apa yang dilakukan dan persiapan yang
dibutuhkan, dokter meminta pasien untuk menandatangani informed consent. Apa yang
dilakukan dokter tersebut?
a. the right to protection of privacy
b. the right to self determination
c. the right to authority
d. the right to second opinion
e. the right to information
1388. Seorang dokter ingin memeriksa hubungan antara faktor risiko merokok dengan kanker
paru. Untuk itu diambil sampel yaitu pasien Ca paru yang berobat ke poliklinik dalam 3
bulan dan pasien rawat jalan lainnya yang diambil secara acak. Apakah jenis desain
penelitian yang digunakan oleh dokter tersebut?
a. potong lintang
b. kohort
c. case control
d. deskriptif
e. eksperimental
Jawab : c. case control
Penjelasan:
-Kohort adalah: Merupakan study yang mengidentivikasi kelompok populasi yang telah
ditentukan dan mengikuti hingga waktu tertentu untuk mengetahui perbedaan efeknya.
Study kohort umumnya dilakukan untuk membedakan pasien terpapar dengan pasien tak
terpapar, atau pasien terpapar A dan terpapar B.

-Case control adalah: Merupakan study yang membandingkan kasus dengan suatu
penyakit untuk mengontrol kasus tanpa penyakit, mencari perbedaan dalam paparan
sebelumnya
Sumber: Budiarto, 2004, metodologi penelitian kedokteran, sebuah pengantar, Jakarta,
EGC
1389. Seorang dokter ingin memeriksa tingkat kematian ibu anak di Indonesia. Tingkat KIA di
Indonesia tahun 2011 156/100, tahun 2012 144/100, tahun 2013 134/100. Berapa skor
yang masih kurang untuk mencapai MDG tahun 2015?
a. 32
b. 20
c. 28
d. 26
e. 24
1390. Dr A bertemu dr B, kemudian dr A bercanda dengan membisikkan ke dr B " Lain kali kalo
masukin jangan lupa keluarin" 1 minggu kemudian dr B bertengkar dengan istrinya.
Pelanggaran apa yang dilakukan oleh dr. A?
a. confidentiality
b. altruism
c. honesty
Jawab:
1391. Seorang dokter mendapat rujukan seorang pasien wanita keluar darah dari jalan lahir dan
mengeluh sangat kesakitan di bagian perutnya. Dari TTv didapatan TD 80/60, RR 28x,
HR 120x. Dokter menduga hal ini adalah KET dan menganjurkan dilakukan tes
kehamilan. Hasil Plano tes + dan psien belum menikah. Manakah hak dokter yang
dilanggar dalam kasus ini?
a. hak untuk mendapat perlindungan hukum
b. hak untuk mendapat penghargaan atas jasanya
c. hak untuk mendapatkan informasi yang benar dan jujur dari pasien
d. hak untuk menolak sesuatu yang bukan spesialisasinya kecuali dalam
keadaan gawat darurat.
Jawab:
1392. Seorang laki-laki dinyatakan telah mati batang otak oleh dokter. Kemudian keluarga
memutuskan untuk mencabut ventilator. Kaidah isu bioetik di atas?
a. Beneficence

b. Non-maleficence
c. Autonomy
d. Justice
e. Veracity
Jawab : a. Beneficence
Penjelasan:
-Beneficence adalah: Melakukan sesuatu unyuk kebaikan ( menghindari membunuh,
menghindari kesakitan )
-Non-maleficence adalah: Menghindari keburukan ( inti dari prinsip ini adalah tidak
melakukan sesuatu, tidak membunuh, tidak menyebabkan kesakitan )
-autonomi adalah: Setiap individu mempunyai hak untuk membuat keputusan dan rencana
sesui keinginan meeka setelah mendapatkan penjelasan yang lengkap dari dokter
-justice adalah: Melakukan sesuatu secara adil dan rata
-Veracity adalah:
Sumber: biomedethics section 5.
1393. Seorang laki-laki dinyatakan menderita HIV. Keluarganya datang ke dokter 1 minggu
kemudian, dan menanyakan diagnose anaknya. Dokter tidak memberi tahu keluarganya.
Kaidah bioetik yang diterapkan adalah?
a. Beneficence
b. Non-maleficence
c. Autonomy
d. Justice
e. Confidentiality
Jawab : c. Autonomy
Penjelasan: sama dengan atas

1394. Dokter ingin mengetahui distribusi penyakit campak di suatu wilayah. Jenis penelitian:
a. Epidemiologic survailans
b. Epidemiologic deskriptif
c. Studi analitikal
Jawab:
1395. Pada Puskesmas A tiba-tiba ditemukan penderita penyakit campak pada 2 minggu terakhir
meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Jenisnya?

a. Endemi
b. Pandemic
c. Epidemic
d. KLB
Jawaban: c. Epidemic
Penjelasan:
- Endemik adalah penyakit yang asli atau menyebar terbatas pada populasi, masyarakat
atau wilayah tertentu. Sebagai contoh, polio endemik di wilayah Pakistan, Afghanistan,
Nigeria dan India. Wabah polio di negara-negara seperti Republik Demokratik Kongo
dan Niger terjadi hanya setelah orang yang terinfeksi virus polio melintasi perbatasan ke
negara-negara tersebut dan, dengan demikian, polio tidak dianggap endemik di sana.
- Menurut World Health Organization (WHO), pandemik terjadi jika telah memenuhi tiga
kondisi: Munculnya penyakit baru pada penduduk, Menginfeksi manusia, menyebabkan
penyakit berbahaya, Penyakit dapat menyebar dengan mudah di antara manusia
- Epidemik adalah terjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah
penderitanya meningkat pada waktu dan daerah tertentu. Kondisi lingkungan yang
buruk, kepadatan populasi, perubahan iklim, makanan dan pola hidup masyarakat yang
salah serta berita di berbagai media merupakan beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi terjadinya wabah ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
- Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah salah satu status yang diterapkan di Indonesia untuk
mengklasifikasikan peristiwa merebaknya suatu wabah penyakit.
Menurut aturan itu, suatu kejadian dinyatakan luar biasa jika ada unsur: Timbulnya suatu
penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal.
Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-menerus selama 3 kurun waktu berturutturut menurut jenis penyakitnya (jam, hari, minggu)
Peningkatan kejadian penyakit/kematian 2 kali lipat atau lebih dibandingkan dengan
periode sebelumnya (jam, hari, minggu, bulan, tahun).
Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan 2 kali lipat atau lebih
bila dibandingkan dengan angka rata-rata perbulan dalam tahun sebelumnya.
1396. Saran sumur sehat?
a. Sumur dibuat 1 meter dari atas tanah (pilihan lain lupa)

1397. Di daerah pantai, banyak penduduk yang menggunakan sumber air dari sumur. Para
petugas kesehatan ingin memberi edukasi mengenai air bersih berhubungan dengan sumur
mereka. Alas an memberikan edukasi
a. Air bersih, karena sumur dilapisi sampai ke dasar
b. Permukaan sumur dekat dengan permukaan tanah
Jawab: a. Air bersih, karena sumur dilapisi sampai ke dasar
1398. Pada suatu daerah tingkat polusi udara nya sudah sangat tinggi. Ditemukan banyak solid
particle. Cara menanggulangi yang efektif dan jangka panjang adalah dengan:
a. Menciptakan hujan buatan
b. Menanam tumbuhan hijau yang banyak
c. Membatasi jumlah kendaraan bermotor
Jawab: b. Menanam tumbuhan hijau yang banyak
Penjelasan: Karena dengan menanam tumbuhan hijau yang banyak maka akan
memperbanyak produksi 02 dan membantu penyerapan karbon dioksida
1399. Pada suatu daerah sampah yang diangkut setiap harinya 1.500 ton. Cara menanggulangi
polusi tersebut adalah dengan
a. Memperluas area pemukiman
b. Mengajari penduduk membuat pupuk kompos di setiap rumah
c. Edukasi penduduk mengubur sampah di pekarangan rumah
Jawab: c. Edukasi penduduk mengubur sampah di pekarangan rumah
1400. Ditemukan banyak lalat yang menghinggapi sampah. Cara menanggulangi hal tersebut
adalah dengan:
a. Membakar sampah
b. Membuang dan menutup sampah
c. Menyemprot kerumunan lalat dengan insektisida
Jawab : a. Membakar sampah
Penjelasan : Karena dengan membakar sampah kita menghilangkan pencetus dari
datangnya lalat tersebut.
Jika kita hanya membuang dan menutup sampah saja itu masih menimbulkan bau yang
memicu datangnya lalat

Jika kita hanya menyemprot menggunakan insektisida saja tanpa kita menghilangkan
pencetusnya ( sampah ) maka lalat tersebut akan dating kembali
1401.Dokter A berkata pada rekan sejawatnya dokter B saat jam istirahat Kalau memasukan
sesuatu, jangan lupa mengeluarkannya lagi. sambil bergurau. Beberapa hari kemudian dokter B
bertengkar dengan istrinya karena perkataan dokter A. Aspek etik apa yang dilanggar disini?
a. non-maleficence
b. honesty
c. autonomy
d. altruisme
e. confidential
jawaban : E.Confidential
pembahasan :
1. Non-maleficence adalah prinsip menghindari terjadinya kerusakan atau prinsip moral
yang melarang tindakan yang memperburuk keadaan pasien. Prinsip ini dikenal sebagai
primum non nocere atau above all do no harm
2. Autonomy (self-determination) yaitu prinsip yang menghormati hak-hak pasien, terutama
hak otonomi pasien (the rights to self determination) dan merupakan kekuatan yang
dimiliki pasien untuk memutuskan suatu prosedur medis. Dalam konteks Autonomy,
Prima Facie disini muncul ketika pasien adalah sosok yang dewasa dan berkepribadian
matang untuk menentukan nasibnya sendiri.
3. Altruisme : menolong tanpa pamrih, rela berkorban untuk kepentingan orang
4. Honesty atau kejujuran adalah suatu asas yang mengutamakan kejujuran dimana pasien
harus jujur menceritakan riwayat penyakitnya tanpa harus ada yang disembunyikan
kepada dokter, demikian pula dokter harus jujur menginformasikan hasil pemeriksaan,
penyakit serta langkah langkah pengobatan yang akan dilakukannya tentu dengan cara
cara bijaksana,
5. Prinsip kerahasiaan dalam pelayanan kesehatan adalah menjamin bahwa provider
kesehatan wajib menahan diri untuk tidak membocorkan informasi yang diperoleh dari
pasien selama terapi medis dan mengambil tindakan pencegahan yang layak untuk
melindungi informasi tersebut.
1402. Seorang dokter bedah terkena HIV, namun dia masih sering melakukan operasi. Kepala RS
ingin mengetahui berapa orang yang terkena HIV. Desain penelitian apa yang digunakan:
a. Case control
b. Kohort prospektif
c. Kohort retrospektif
d. Clinical trial
jawaban :

pembahasan : c. kohort retrospektif


a. Penelitian case control merupakan penelitian jenis analitik observasional yang dilakukan
dengan cara membandingkan antara kelompok kasus dan kelompok kontrol berdasarkan
status paparannya. Hal tersebut bergerak dari akibat ( penyakit ) ke sebab ( paparan ).Ciriciri dari penelitian case control adalah pemilihan subyek yang didasarkan pada penyakit
yang diderita, kemudian lakukan pengamatan yaitu subyek mempunyai riwayat terpapar
faktor penelitian atau tidak. Penelitian case control dapat digunakan untuk mencari
hubungan seberapa jauh faktor resiko mempengaruhi terjadinya suatu penyakit.
b. Kohort prospektif : Studi kohort disebut prospektif apabila faktor risiko, atau faktor
penelitian diukur pada awal penelitian, kemudian dilakukan follow up untuk melihat
kejadian penyakit dimasa yang akan datang. Lamanya follow up dapat ditentukan
berdasarkan lamanya waktu terjadinya penyakit. Bentuk ini dua macam yaitu (1) kohor
prospektif dengan pembanding internal, di mana kelompok yangterpapar dan yang tidak
terpapar (sebagai kelompok pembanding atau kontrol) berasal darisatu populasi yang
sama; (2) kohor prospektif dengan pembanding eksternal di manakelompok terpapar dan
kelompok pembanding tidak berasal dari satu populasi yang sama.
c. Prinsip studi kohort retrospektif tetap sama dengan kohort prospektif, namun
pada studiini, pengamatan dimulai pada saat akibat (efek) sudah terjadi. Yang
terpenting dalam studi retrospektif adalah populasi yang diamati tetap memenuhi
syarat populasi kohort, dan yang diamati adalah faktor risiko masa lalu yang
diperoleh melalui pencatatan
data yang
lengkap.
Dengandemikian,
bentuk
penelitian kohort retrospektif hanya dapat dilakukan, apabila data tentang faktorrisiko
tercatat dengan baik sejak terjadinya paparan pada populasi yang sama dengan efek yang
ditemukan pada awal pengamatan
d. Clinical trial adalah suatu penelitian eksperimen yang direncanakan terhadap sekelompok
penderita penyakit tertentu dengan tujuan menemukan cara pengobatan yang paling baik
bagi penderita lain dengan kondisi medis yang sama di masa mendatang.
1403. Warga di suatu desa sering datang ke dukun untuk pengobatannya. Sebagai dokter
Puskesmas, untuk membuat pasien tersebut datang ke Puskesmas media promosi apa yang
digunakan:
a. Membagi2 kan brosur
b. Memasang plang nama puskesmas
1404. Pria ditemukan dalam keadaan basah sekujur tubuhnya buih pada mulut, Autopsi
ditemukan buih trakea, bintik perdarahan pada jantung . Penyebab kematian pada kasus ini tipe :
a. 1a
b. 1b
c. 2a
d. 2b

e. 3a
1405. Pria ditemukan dalam keadaan basah sekujur tubuhnya buih pada mulut, Autopsi
ditemukan buih trakea, bintik perdarahan pada jantung . Penyebab bintik perdarahan pada
jantung adalah :
a. pecahnya kapiler
b. pecahnya vena
c. pechanya arteri
d. bendungan vena
e. bendungan arteri
Jawaban : D. Bendungan Vena
Pembahasan : Tanda khas asfiksia bila terjadi kongesti sistemik pada kulit dan organ selain paruparu, termasuk dilatasi jantung kanan. Sebagai akibat dari kongesti vena, akan terlihat adanya
bintik-bintik perdarahan (petechial haemorrages) atau disebut tardieus spot. Bintik perdarahan
terjadi karena timbulnya peningkatan permeabilitas kapiler dan juga karena rusak/pecahnya
dinding endotel kapiler akibat hipoksia. Bintik perdarahan ini lebih mudah terjadi pada jaringan
longgar, seperti misalnya jaringan bawah kelopak mata, atau organ dengan membran trasnparan
(pleura, perikardium). Pada asfiksia hebat, bintik perdarahan dapat terlihat pada faring dan
laring.
1406. Wanita 20 tahun, dibawa orang ke IGD karena tidak sadarkan diri, Pemeriksaan terdapat
luka sejajar pada lengan bawah,Beberapa luka tampak dangkal. Penyebab luka ?
a. kesengajaan
b. bunuh diri
c. penganiayaan
jawaban : B. Bunuh diri
Luka iris percobaan: Luka lebar tapi dangkal, terjadi akibat kekerasan yang sejajar kulit
merupakan luka khas pada kasus bunuh diri dengan benda tajam. Umumnya berupa luka sayatan
yang berulang dan biasanya sejajar satu sama lain serta terdapat pada daerah leher, pergelangan
tangan,lekuk siku, lipatan paha.
1407.Seorang pasien anda di rumah sakit meninggal akibat HIV AIDS. Anda sebagai dokternya,
apa yang tepat dilakukan dengan diagnosis pasien tersebut?
a. Diagnosis tidak boleh dilaporkan ke DINKES
b. Diagnosis tidak boleh dilaporkan ke kepolisian
c. Diagnosis tidak boleh diberitahukan ke keluarga pasien
d. Diagnosis tidak boleh diberitahukan ke dokter yang tidak merawat

pasien
jawaban : d. Diagnosis tidak boleh diberitahukan ke dokter yang tidak merawat
pasien
pembahasan :
1408. Skala untuk usia yg dikelompokkan 55-60th, 60-65 th, 70-75th
adalah:
a. nominal
b. ordinal
c. interval
d. ratio
e. range
jawaban : c. Interval
pembahasan : Skala interval adalah suatu skala pemberian angka pada klasifikasi atau kategori
dari objek yang mempunyai sifat ukuran ordinal, ditambah satu sifat lain yaitu jarak atau interval
yang sama dan merupakan ciri dari objek yang diukur. Sehingga jarak atau intervalnya dapat
dibandingkan. Skala interval bisa dikatakan tingkatan skala ini berada diatas skala ordinal dan
nominal. Selanjutnya skala ini tidak mempunyai nilai nol mutlak sehingga tidak dapat
diinterpretasikan secara penuh besarnya skor dari rasio tertentu. Contoh Skala Interval:
Suhu,Tingkat kecerdasan (IQ),Beberapa indeks pengukuran tertentu.
1409. Ada temuan 3 kasus baru DBD. Dokter ingin melakukan pemberantasan sumber infeksi
termasuk vektor penularan nyamuk dewasa. Yg hrs dilakukan...
a. bagi kelambu
b. fogging fokus
c. fogging massal
d. 3m
e. Lupa
jawaban : B. Fogging focus
Kegiatan yang dilakukan dalam upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan
meliputi abatisasi, fogging focus dan penyuluhan/promosi kesehatan disamping pengobatan
penderita. (pusat data dan surveilance epidemiologi kemenkes RI)
1410. Wanita demam didiagnosa malaria, di tempatnya tinggal ternyata dari dulu memang sudah
ada malaria. Puskesmas setempat telah mengusahakan berbagai hal untuk mencegah terjadi kasus
baru tetapi belum berhasil. Disebut apakah kejadian ini?

a. Endemi
b. Pandemi
c. Epidemi
jawaban : A. Endemi
pembahasan :
a. Endemi : Endemik adalah suatu keadaan dimana penyakit secara menetap berada dalam
masyarakat pada suatu tempat / populasi tertentu.
b. Pandemi merupakan epidemi yang cakupan wilayahnya meluas sehingga dapat mencakup
seluruh dunia.
c. Epidemi ialah Wabah atau epidemi adalah istilah umum untuk menyebut kejadian
tersebarnya penyakit pada daerah yang luas dan pada banyak orang, maupun untuk
menyebut penyakit yang menyebar tersebut. Epidemi dipelajari dalam epidemiologi.
Dalam epidemiologi, epidemi berasal dari bahasa Yunani yaitu epi berarti pada dan
demos berarti rakyat. Dengan kata lain, epidemi adalah wabah yang terjadi secara lebih
cepat daripada yang diduga. Jumlah kasus baru penyakit di dalam suatu populasi dalam
periode waktu tertentu disebut incide rate (laju timbulnya penyakit).
1411. Terdapat banyak wacana di internet bahwa penggunaan ponsel dapat menyebabkan kanker
otak. Oleh karena itu peneliti meneliti hubungan antara penggunaan ponsel dengan kejadian
kanker otak. Termasuk epidemiologi apakah ini?
a. Epidemiologi analitik
b. Epidemiologi deskriptif
c. Epidemiologi Klinik
jawaban : A. epidemiologi analitik
pembahasan :
a. Epidemiologi analitik merupakan studi epidemiologi yang ditujukan untuk mencari
faktor-faktor penyebab timbulnya penyakit atau mencari penyebab terjadinya variasi
yaitu tinggi atau rendahnya frekuensi penyakit pada kelompok individu. (Eko
Budiarto, 2002:111)
b. Epidemiologi deskriptif adalah studi pendekatan epidemiologi yang bertujuan untuk
menggambarkan masalah kesehatan yang terdapat di dalam masyarakat dengan
menentukan frekuensi, distribusi dan determinan penyakit berdasarkan atribut & variabel
menurut segitiga epidemiologi (orang, Tempat, dan Waktu).
c. Epidemiologi klinik adalah penerapan dari konsep dan teknik dari epidemiologi, statistik,
dan analisis keputusan untuk masalah klinis. Fokusnya adalah pada diagnosis, prognosis,
dan treatment dari suatu penyakit dan juga mempelajari etiologi dari suatu penyakit.

Secara khusus epidemiologi klinik mempelajari pengembangan dari diagnostik dan


model prognostik
1412. Peneliti meneliti satu daerah dengan jumlah penduduk 4000, dari 4000 didapatkan 400 org
memiliki tekanan darah tinggi, dan 140 diantaranya baru pertama kali mengetahui bahwa
tekanan darahnya tinggi. Disebut apakah angka140 ini?
a. Insiden
b. Prevalensi
c. Relative risk
d. Odd ratio
jawaban : A. Insidensi
a. Insidensi : Adalah gambaran tentang frekuensi penderita baru suatu penyakit yang
ditemukan pada suatu waktu tertentu di suatu kelompok masyarakat. Angka insidensi
(Insiden rate) adalah jumlah kasus baru penyakit tertentu yang dilaporkan pada periode
waktu dan tempat tertentu dibagi dengan jumlah penduduk dimana penyakit tersebut
berjangkit.
b. Prevalensi : Adalah gambaran tentang frekuensi penderita lama dan baru yang ditemukan
dalam jangka waktu tertentu disekelompok masyarakat tertentu. Angka prevalensi adalah
jumlah keseluruhan orang yang sakit yang menggambarkan kondisi tertentu yang menimpa
sekelompok penduduk tertentu pada titik waktu tertentu (Point prevalen) atau periode waktu
tertentu (Period prevalence), tanpa melihat kapan penyakit itu dimulai dibagi dengan jumlah
penduduk pada titik waktu dan periode waktu tertentu.
c. Resiko relatif atau Relative risk adalah ratio atau perbandingan antara angkai nsiden
kelompok yang terpajan dengan angka insiden kelompok tidak terpajan.
d. Rasio odds (odds ratio) adalah perbandingan kemungkinan peristiwa terjadi dalam satu
kelompok dengan kemungkinan hal yang sama terjadi di kelompok lain. Rasio odds adalah
ukuran besarnya efek dan umumnya digunakan untuk membandingkan hasil dalam uji
klinik.
1413. Wanita 28 tahun berobat dengan keluhan demam 3 hari. Dokter menyarankan untuk rawat
inap. Pasien sedang hamil 2 bulan. Saat diantar dengna memakai kursi roda, ternyata roda lepas,
pasien terjatuh dan terjadi abortus. Aspek medikolegal dalam kejadian ini:
a. Kelalaian medis
b. Kecelakaan medis
c. Kesalahan prosedur medis
d. Kesalahan manajemen teknik
e.Kejadian yang tidak diinginkan
jawaban : B. Kecelakaan medik

KECELAKAAN MEDIK: Kecelakaan mengandung unsur yang tidak dapat dipersalahkan, tidak
dapat dicegah, dan terjadinya tidak dapat diduga sebelumnya.
1414. Seorang laki-laki usia 31 tahun datang dengan keluhan hidung terasa gatal disertai sejak 1
tahun yang lalu, setelah bersin, keluar ingus encer, disertai hidung tersumbat. Keluhan dirasakan
>5x terutama pagi hari. Dan kadang membuat sulit konsentrasi kerja. Pada pemeriksaan fisik
ditemukan kedua cavum nasi sempit, konka edema, permukaan licin, tidak terdapat cairan
serous. Apakah diagnosis yang paling tepat?
a. Rhinitis alergi intermiten derajat ringan
b. Renitis alergi intermiten derajat sedang berat
c. Renitis aleregi persisten derajat ringan
d. Renitis aleregi persisten derajat sedang berat
e. Renitis aleregi kronik derajat ringan
jawaban : d. Renitis aleregi persisten derajat sedang berat
pembahasan : klasifikasi rinitis alergi berdasarkan rekomendasi dari WHO Iniative ARIA
(Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma) tahun 2000, yaitu berdasarkan sifat berlangsungnya
dibagi menjadi :
1. Intermiten (kadang-kadang) : bila gejala kurang dari 4 hari/minggu atau kurang dari 4
minggu
2. Persisten/menetap bila gejala lebih dari 4 hari/minggu dan atau lebih dari 4 minggu
Sedangkan untuk tingkat berat ringannya penyakit, rinitis alergi dibagi menjadi :
1. Ringan, bila tidak ditemukan gangguan tidur, gangguan aktifitas harian, bersantai,
berolahraga, belajar, bekerja dan hal-hal lain yang mengganggu
2. Sedang atau berat bila terdapat satu atau lebih dari gangguan tersebut diatas
1415. Seorang laki-laku datang dengan keluhan penurunan pendengaran pada telinga kanan.
Pada pemeriksaan di temukan telingga kanan terdapat masa/kotoran berwarna coklat. Kiri
terdapat liang telinga hiperemis (+), cairan kekuningan tidak lengket dan membran timpani sulit
dinilai. Diagnosis kasus tsb adalah?
a. Otitis eksterna difus telinga kiri dan serumen telinga kanan
b. Otitis eksterna sirkumskripta telinga kiri dan serumen telinga kanan
jawaban : a. Otitis eksterna difus telinga kiri dan serumen telinga kanan
pembahasan :

Otitis Eksterna Difusa


Pengertian:
Otitis eksterna difus adalah infeksi pada 2/3 dalam liang telinga akibat infeksi bakteri. Umumnya
bakteri penyebab yaitu Pseudomonas. Bakteri penyebab lainnya yaitu Staphylococcus albus,
Escheria coli, dan sebagainya. Otitis media difus juga sering terjadi sekunder dari OMSK atau
OMA.
Klinis:
Sama dengan Sirkumkripta. Tampak 2/3 telinga luar kulit terlihat hiperemis dan udem yang
batasnya tidak jelas. Tidak terdapat furunkel (bisul). Sering ditemukan nyeri tekan tragus, liang
telinga tampak sempit, pembesaran KGB, terdapat sekret yang berbau namun tidak
bercampur lendir (musin), bila disertai musin dapat berasal dari OMA atau OMSK.
Otitis Eksterna Sirkumkripta
Pengertian:
Telinga bagian luar memiliki adneksa kulit dengan kelenjar sebasea, folikel rambut, dan kelenjar
serumen. Otitis Eksterna sirkumskripta terjadi apabila infeksi bermula dari kelenjar pilosebaseus
di liang telinga yang disebabkan oleh bakteri stafilokokus aureus dan stafilokokus albus sehingga
menyebabkan furunkel terutama di liang telinga di 1/3 luar. Sering timbul pada seseorang yang
menderita diabetes.
Klinis:
Gejala klinis otitis eksterna sirkumskripta berupa rasa sakit yang hebat tidak dipengaruhi oleh
ukuran furunkel, lebih lagi apabila daun telinga disentuh nyeri semakin hebat. Nyeri terjadi
akibat kulit liang telinga tidak memiliki jaringan ikat longgar dibawahnya, sehingga penekanan
langsung pada perikondrium. Rasa nyeri timbul spontan bila membuka sendi temporomandibula.
Keluhan kurang pendengaran, bila furunkel menutup liang telinga. Pembengkakan pada liang
telinga tampak terlokalisir dengan batas yang tegas.
1416. Seorang wanita usia 29 tahun datang ke praktik anda mengeluhkan kedua telinga
berkurang pendengarannya, penurunan pendengaran sudah dirasakan sejak 2 bulan yang lalu,
semakin lama semakin berat. Pasien berbicara dengan suara pelan meski di tempat yang ramai.
Pasien juga sering merasa pusing dan telinga berdengung. Diagnosis yang tepat
a. Timpanosklerosis
b. Otosklerosis
c. Kolesteatom
d. Serumen prop
e. Mastoiditis
jawaban : b. Otosklerosis
pembahasan :

Otosklerosis adalah penyakit primer dari tulang-tulang pendengaran dan otic capsule. 5 Proses ini
menghasilkan tulang yang lebih lunak dan berkurang densitasnya (otospongiosis). Gangguan
pendengaran disebabkan oleh pertumbuhan abnormal dari spongy bone-like tissue yang
menghambat tulang- tulang di telinga tengah, terutama stapes untuk bergerak dengan baik. 2
Pertumbuhan tulang yang abnormal ini sering terjadi di depan dari jendela oval, yang
memisahkan telinga tengah dengan telinga dalam. Normalnya, stapes yang merupakan tulang
terkecil pada tubuh bergetar secara bebas mengikuti transmissi suara ke telinga dalam.Ketika
tulang ini menjadi terfiksasi pada tulang sekitarnya, getaran suara akan dihambat menuju ke
telinga dalam sehingga fungsi pendengaran terganggu.
Diagnosis : kehilangan pendengaran dan tinnitus adalah gejala yang utama. Penurunan
pendengaran berlangsung secara progressif dengan angka kejadian bervariasi, tanpa adanya
penyebab trauma atau infeksi.. Tinnitus merupakan variasi tersering sebanyak 75 % dan
biasanya berlangsung menjadi lebih parah seiring dengan derajat tingkat penurunan
pendengaran. Umumnya, dizziness dapat terjadi. Pasien mungkin mendeskripsikan seperti
vertigo, pusing yang berputar, mual dan muntah. Dizziness yang hanya diasosiasikan dengan
otosklerosis terkadang menunjukan proses otosklerosis pada telinga dalam. Adanya dizziness ini
sulit untuk dibedakan dengan causa lain seperti sindrom Menieres. Pada 60% kasus, riwayat
keluarga pasien yang terkena otosklerosis dapat ditemukan.
Pemeriksaan Fisik: Membran timpani biasanya normal pada sebagian besar kasus. Hanya
sekitar 10% yang menunjukan Schwartze Sign. Pemeriksaan garputala menunjukan kesan tuli
konduktif. ( Rinne negative ) Pada fase awal dari penyakit tuli konduktif didapat pada frekuensi
256 Hz. Adanya proses fiksasi stapes akan memberikan kesan pada frekuensi 512 Hz. Akhirnya
pada frekuensi 1024 Hz akan memberi gambaran hantaran tulang lebih kuat daripada hantaran
udara. Weber test menunjukan lateralisasi ke arah telinga yang memiliki derajat conduting
hearing loss lebih besar. Pasien juga akan merasa lebih baik dalam ruangan yang bising
(Paracusis Willisi)
1417. Seorang pria 30 tahun datang setelah terjatuh dari motor dengan posisi telinga kiri
membentur aspal. Pasien mengaku pendengaran telinga kiri berkurang. Kemungkinan hasil
pemeriksaan pada pasien adalah
a. Rinne telinga kanan negatif
b. Rinne telinga kiri negatif
c. Scwabach telinga kanan memanjang
d. Lateralisasi ke telinga kanan
e. Rinne telinga kiri positif
5
2

jawaban : b. Rinne telinga kiri negatif


pada pasien tersebut kemungkinan terjadi trauma timpani yang Trauma pada membran
timpani disebabkan oleh tamparan, ledakan (barotrauma), menyelam yang terlalu dalam, luka
bakar ataupun tertusuk. Akibatnya timbul gangguan pendengaran berupa tuli konduktif karena
robeknya membran timpani atau terganggunya rangkaian tulang pendengaran, yang terkadang
disertai tinitus.
a. Pada pemeriksaan rinne hasilnya :
Normal : Rinne positif
Tuli konduksi : Rinne negatif
Tuli sensori neural : Rinne positif
b.
Pada pemeriksaan swabach hasilnya :
Tuli konduksi : Schwabach memanjang
Tuli sensorineural : Schwabach memendek
c. Pada pemeriksaan weber interpretasi :
Normal : Tidak ada lateralisasi
Tuli konduksi : Mendengar lebih keras di telinga yang sakit
Tuli sensorineural : Mendengar lebih keras pada telinga yang sehat
1418. Seorang anak 10 tahun dibawa ibunya ke poli THT-KL dengan keluhan nyeri pada
telinganya sejak 1 minggu. Sebelumnya pasien batuk dan pilek. Pada pemeriksaan didapatkan
liang telinga dbn, nyeri tekan auricula -, membran timpani tampak kemerahan dan boombing.
Diagnosis pada pasien?
a. Otititis media akut
b. Otitis media supuratif kronik
jawaban : a. Otitis media akut
-otitis media akut stadium supuratif : Stadium ini ditandai dengan terbentuknya eksudat purulen,
edema pada mukosa telinga tengah menjadi makin hebat dan epitel superfisial terhancurkan.
Terbentuknya eksudat pada kavum timpani menyebabkanmembran tympani menonjol/ bulging
ke arah telinga luar
- Otitis media supuratif kronik ( OMSK ) ialah infeksi kronis di telinga tengah dengan perforasi
membrane timpani dan sekret yang keluar dari telinga tengah terus-menerus atau hilang timbul,
sekret dapat encer atau kental, bening atau berupa nanah. Otitis media supuratisf kronis selian
merusak jaringan lunak pada telinga tengah dapat juga merusak tulang dikarenakan terbentuknya
jaringan patologik sehingga sedikit sekali / tidak pernah terjadi resolusi spontan.
1419. Seorang anak 7 tahun dibawa ibunya berobat ke RS karena sering bersin-bersin terutama
pagi hari. Keluar cairan berwarna bening dan pada pemeriksaan rinoskopi didapatkan konka
pucat dan kebiruan. Pemeriksaan selanjutnya yang

dilakukan?
a. Prick test
b. ?
c. ?
d. ?
Jawaban : Prick test
Pembahasan : kemungkinan anak tersebut mengalami rhinitis alergi, karena pada pemeriksaan
rhinoskopi rinitis alergik ditemukan tanda klasik yaitu mukosa edema dan pucat kebiruan dengan
ingus encer yang khas pada rinitis alergi. Tanda ini hanya ditemukan pada pasien yang sedang
dalam serangan. Tanda lain yang mungkin ditemukan adalah otitis media serosa atau hipertrofi
adenoid.
Pemeriksaan selanjutnya yang dilakukan adalah :
Pemeriksaan penunjang diagnosis dipertimbangkan sesuai dengan fasilitas yang ada.
1. Uji kulit cukit (Skin Prick Test). Tes ini mudah dilakukan untuk mengetahui jenis alergen
penyebab alergi. Pemeriksaan ini dapat ditoleransi oleh sebagian penderita termasuk anak-anak.
Tes ini mempunyai sensitifitas dan spesifisitas tinggi terhadap hasil pemeriksaan IgE spesifik.
Akan lebih ideal jika bisa dilakukan Intradermal Test atau Skin End Point Titration Test bila
fasilitas tersedia.
2. IgE serum total. Kadar meningkat hanya didapati pada 60% penderita rinitis alergi dan 75%
penderita asma. Kadar IgE normal tidak menyingkirkan rinitis alergi. Kadar dapat meningkat
pada infeksi parasit, penyakit kulit dan menurun pada imunodefisiensi. Pemeriksaan ini masih
dipakai sebagai pemeriksaan penyaring tetapi tidak untuk diagnostik. Bagian Ilmu Kesehatan
Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 6
3. IgE serum spesifik. Pemeriksaan ini dilakukan apabila pemeriksaan penunjang diagnosis
rinitis alergi seperti tes kulit cukit selalu menghasilkan hasil negatif tapi dengan gejala klinis
yang positif. Sejak ditemukan teknik RAST (Radioallergosorbent test) pada tahun 1967, teknik
pemeriksaan IgE serum spesifik disempurnakan dan komputerisasi sehingga pemeriksaan
menjadi lebih efektif dan sensitif tanpa kehilangan spesifisitasnya, seperti Phadebas RAST,
Modified RAST, Pharmacia CAP system dan lain-lain. Waktu pemeriksaan lebih singkat dari 2-3
hari menjadi kurang dari 3 jam saja.
4. Pemeriksaan sitologis atau histologis, bila diperlukan untuk menindaklanjuti respon terhadap
terapi atau melihat perubahan morfologik dari mukosa hidung.
5. Tes provokasi hidung (Nasal Challenge Test). Dilakukan bila ada keraguan dan kesulitan
dalam mendiagnosis rinitis alergi, dimana riwayat rinitis alergi positif, tetapi hasil tes alergi
selalu negatif. 6. Foto polos sinus paranasal/CT Scan/MRi. Dilakukan bila ada indikasi

keterlibatan sinus paranasal, seperti adakah komplikasi rinosinusitis, menilai respon terhadap
terapi dan jika direncanakan tindakan operasi.
1420. Laki-laki usia 20 tahun mengeluh keluar cairan dari telinga kiri. Keluhan kambuh
kambuhan sejak 1 bulan. Pada pemeriksaan otoskop, ditemukan membran timpani subtotal,
keluar cairan kuning kehijauan. Dokter akan melakukan pemeriksaan kultur pada cairan tersebut.
Mikroorganisme penyebab kemungkinan
adalah ...
A. Micobacter
B. Enterobacter
C. Streptococcus
D. Pseudomonas
E. Staphylococcus
Pembahasan :
Kemungkinan pasien mengalami omsk, Bakteri yang sering dijumpai pada OMSK adalah
Pseudomonas aeruginosa, Stafilokokus aureus dan Proteus. Sedangkan bakteri pada OMSA
Streptokokus pneumonie, H. influensa, dan Morexella kataralis. Bakteri lain yang dijumpai pada
OMSK E. Coli, Difteroid, Klebsiella, dan bakteri anaerob adalah Bacteriode Sp.
1421. Seorang anak perempuan 8 tahun datang ke UGD dengan diantar oleh
orangtuanya karena keluar darah dari hidung sejak 1 jam yang lalu. Keluhan
tersebut dirasakan sering kambuh sejak umur 6 tahun. Riwayat trauma
disangkal. Pada pemeriksaan rhinoskopi anterior didapatkan darah yang
menetes dan gumpalan darah di sisi sisi septum nasi. Tindakan awal yang
tepat
adalah dengan memberikan ....
A. Antibiotika
B. Asam Traneksamat
C. Kompres dingin
D. Tampon adrenalin
E. Analgesik
Jawaban: D
Dx: Epistaksis anterior.
Etiologi: trauma, kelainan pembuluh darah local(biasanya kongenita),
infeksi local, tumor(hemangioma, karsinoma, angiofibroma), CVD(hipertensi,
sirosis hepatis, DM), kelainan darah, infeksi sistemik(DBD), perubahan
tekanan admosfer, gg. Hormonal
Pembagian epistaksis berdasarkan sumber perdarahan: epistaksi anterioar
dan epistaksi posterior penting untuk tatalaksana!!
Epistaksis anterior asal perdarahan: plexus Kisselbach atau a. etmoidalis
anterior.
Epistaksis posterior asal perdarahn : a. etmoidalis posterior atau a.
sfenopalatina.

Tx: Prinsip: perbaiki keadaan umum, cari sumber perdarahan,


hentikkan perdarahan, cari factor penyebab untk mencegah
berulangnya perdarahan.
Posisi pemeriksaan: posisi duduk, kecuali kondisi lemah posisi setengah
duduk atau berbaring dg kepala ditinggikan.
Cara menghentikan perdarahan
Epistaksis anterior inisial: menekan hidung dari luar selama 10-15
menit
Definitive: dikauter dg nitrat perak, jika tidak berhasil pasang tampon
anterior+Vaseline+lidocaine+epinefrin. Lepas tampon setelah 48 jam
Epistaksis posterior pasang tampon belloq selama 72 jam. (tampon
bellocq terbuat dari kasa padat berbentuk lingkaran ataukubus yang
terikat 3 utas benang, 2 di satu sisi satu disisi berlawanan).
1422. Seorang perempuan 22 tahun mengeluhkan hidungnya sering
tersumbat dan keluar cairan sekitar 2 bulan terakhir. Pasien merasa ada
cairan yang mengalir ke tenggorokan. Bagian pipi dan bagian dahi dirasakan
sering nyeri terutama saat menunduk. Saat kecil pasien sering bersin
bersin bila terkena debu atau udara dingin. Dokter akan melakukan
pemeriksaan penunjang pada pasien tersebut. Pemeriksaan penunjang
apakah yang paling tepat?
A. Rontgen Chadwig
B. Rontgen Lateral
C. Rontgen Waters
D. Rontgen maksilamandibular
E. Rontgen PA
Jawab: C
Dx. Sinusitits maksillaris et frontalis
Px. penunjang untuk sinusitis: Gold standar CT Scan SPN(indikasi: gagal
terapi atau sinusitis kronik)
Foto polos temuan: opasifikasi, penebalan mukosa sinus dan atau air fluid
level.
Posisi yang dipakai:
a.
Waters maxilla dan frontal
b.
Caldwell frontalis
c.
Lateral sphenoid
Pemeriksaan kepala untuk mengevaluasi sinus paranasal terdiri atas berbagai
macam posisi, antara lain: a. Foto kepala posisi anterior-posterior (posisi Caldwell)
posisi kepala menghadap kaset, bidang midsagital kepala tegak lurus pada film

b. Foto kepala lateral

a.

Foto kepala posisi Waters menengadahkan kepala


sedemikian rupa sehingga dagu menyentuh permukaan meja

pasien

1423. Laki2 kena KLL datang dngan keluhan mimisan, racoon eyes. Foto apa
yang harus dikerjakan?
a. Cadwell
b. waters
c. Schedel
d. Panoramic
Jawaban: C.
Dx: Fraktur basis cranii--> ro. Schedel=foto polos kepala
1424. Laki2 seorang pekerja dites rinne +/+, weber +/-, pemeriksaan apa
lagi yg dianjurkan?
a. Audiometer
b. timpanometer

Pembahasan:
Tes Weber: garpu tala diletakan di linea mediana, dahi, atau gigi
insisivus atas. Cek adakah lateralisasi ke telinga kanan atau kiri.
Lateralisasi ke telinga yang sakit tuli konduktif; lateralisasi ke telinga
sehat tuli sensorineural.
Tes rinne membedakan hantaran Air Conduction(AC) dan Bone
Conduction(BC).
Garputala dibandingkan di depan liang telinga(AC) dan tulang mastoid
(BC).
Rinne (+): didepan telinga(AC) lebih lama atau lebih keras dari tulang
mastoid (BC) normal atau SNHL
Rinne (-): ditulang mastoid(BC) lebih keras atau lebih lama dari didpan
telinga(AC) tuli konduktif
Tes Scwabach membandingkan kepekaan hantaran tulang penderita
dengan pemeriksa.
Penderita=pemeriksa normal
Penderita > pemeriksa (Schwabach memanjang) konduktif
Penderita< pemeriksa (Schwabach memendek) SNHL
Tes Rinne
Positif
Positif

Negative

Tes Weber
Tes Schwabach
Tidak
ada Sama
dengan
lateralisasi
pemeriksa
Lateralisasi
ke Memendek
telinga
yang
sehat
Lateralisasi
ke Memanjang
telinga sakit

Diagnosis
normal
Tuli sensori neural

tulikonduktif

Pada soal diatas tes rinne +/+, weber +/-, kemungkinan telinga kanan
mengalami tuli sensorineural, untuk memastikan jenis ketulian dapat
dilakukan audiometri.
1425. Anak laki 15 th dtg dg mimisan tdk berhenti. Terapix? (Angiofibroma
nasofaring)
a.Eksisi tumor
c. radioterapi
d. Eksisi & radioterapi
e. Komoterapi
Dx: Angiofibroma nasofaring
Definisi: suatu tumor jinak nasofaring yang secara histologik jinak dan secara
klinis bersifat ganas, karena dapat mendestruksi tulang dan meluas ke jaringan
sekitarnya. Sifatnya sangat mudah berdarah yang sulit dihentikan.
Predileksi anak dan remaja laki-laki. Itulah sebabnya tumor ini disebut juga
angiofibroma nasofaring belia (Juvenile nasopharyngeal angiofibroma)

Gejala klinis: sumbatan hidung progresif hingga penderita bernafas melalui


mulut; epistaksis berulang massif, sulit dihentikan; rinorhea kronis purulent dan
gg. Penciuman, tinnitus(akibat obstruksi tuba eusthacius, otitis media; gg.
Pendengaran; jika meluas hingga intracranial sefalgia progresif, paralisis
nervus.
Pemeriksaan fisik: rinoskopi posterior: masa tumor, kenyal, warna abu hingga
merah muda, bagian tumor yang terlihat biasanya diliputi oleh selaput lendir
berwarna keunguan, sedangkan bagian yang keluar nasofaring berwarna putih
atau abu-abu, mukosanya mengalami hipervaskularisasi dan tidak jarang
ditemukannya adanya ulserasi.
Pemeriksaan penunjang: Pemeriksan radiologik konvensional (foto kepala
potongan anterior, posterior, lateral, posisi waters) akan terlihat gambaran
colman miller yaitu pendorongan prosesus pterigoideus ke belakang, sehingga
fisura pterigopalatna akan melebar, akan terlihat juga massa jaringan lunak
didaerah nasofaring yang dapat mengerosi dinding orbita, arkus zigoma dan
tulang disekitar nasofaring
Pengobatan angiofibroma terdiri dari :
a. Pembedahan
b. Radioterapi
Radiioterapi prabedah diberikan untuk tumor yang sudah meluas ke jaringan
intrekranial dan sekitarnya yang telah mendestruksi dasar tengkorak dan tidak
mungkin dilakukan reseksi. Adanya kecendrungan tumor berubah menjadi ganas
pasca radioterapi, merupakan komplikasi yang tidak diharapkan, dapat juga
diberikan terapi hormonal meskipun hasilnya tidak sebaik radioterapi.
c. Pengobatan hormonal
Pengobatan hormonal dengan dietilstilbestrol 5 mg perhari selama 6 minggu
dapat mengecilkan tumor dan mengurangi kecendrungan terjadinya perdarahan.
Oleh sebab itu pemberian hormon seaiknya diikuti dengan pembedahan.

1426. Pasien anak dibawa dengan gejala sulit menelan dan demam. Dari
pemeriksaaan didapatkan pseudomembran berwarna keabuabuan di
tenggorokan. Pemeriksaan yang sebaiknya dilakukan dokter..
a. swab tenggorokan
b. kultur darah
c. darah rutin
Dx: tonsillitis Difteria
1427. Apa mikroorganisme penyebab penyakit ini?
a. staphilococcus aureus
b. hemophilus influenza
c. candida albicans

d. corynebacterium diphteriae
1428. Apa imunisasi yang dibutuhkan untuk pencegahan penyakit ini?
a. Polio
b. Hep B
c. DPT
d. MMR
Pembahasan untuk nomer 1426-1428
Tonsilitis Difteria
Penyebab: Corynebacterium diphteriae (gram +). Tidak semua orang yang
terinfeksi akan menjadi sakit, tergantung titer anti toksin dalam darah,
minimal 0,03 satuan per cc darah.
Gambaran klinik:
Gejala umum: febris/subfebris, nyeri kepala, tidak nafsu makan, badan
lemah, nyeri telan
Gejala local: tonsil bengkak, tertutup bercak putih kotoh membentuk
membrane semu, meluas ke palatum mole, uvula, nasofaring, laring,
trakea, dan bronkus. Membrane melekat erat diatas dasar, sehingga
jika diangkat akan mudah berdarh. Kelenjar limfa leher akan
membengkak hingga menyerupai leher sapi (Burgemeesters hals)
Gejala akibat eksotoksin 1. Jantung(miokarditis sampe dekomp
cordis), 2. Saraf kranial(kelumpuhan otot palatum, 2. Otot pernapasan,
4. Ginjal(albuminuria)
Diagnosis: gambaran klinik, px. preparat langsung uman yang diambil dari
permukaan bawah membrane semu.
Terapi:
Anti Difteri Serum, dosis: 20.000-100.000
Antibiotik penisilin atau eritromisin
Kortikosteroid 1,2 mg/kgbb/hari
Antipiretik
Bed rest 2-3 minggu
Isolasi
1429. Seorang anak laki-laki, mengeluh mengalami penurunan pendengaran.
Pda telinga kanan ditemukan massa kecoklatan. Pada liang telinga kiri
ditemukan kulit hiperemi, edema. Membran timpani tak terlihat.
a. Telinga kanan serumen obturans, telinga kiri otitis eksterna
difusa
Pembahasan:
Otitits eksterna akut:
a. Otitis eksterna sirmukskripta/furunkulosa

Etiologi: Stapylococcus aureus, S. alba. Infeksi terjadi 1/3 luar liang


telinga.
Gambaran klinis: furunkel/bisul, nyeri hebat, nyeri saat membuka
mulut, nyeri pada penekanan perikondrium(nyeri tragus), gg.
Pendengaran jka furunkel besar.
b. Otitis eksterna difusa
Etiologi: Pseudomonas/S. albus. Infeksi pada 2/3 dalam telinga luar
Klinis: nyeri tekan tragus, keluar sektret berbau tanpa lender, gg.
Pendengaran. Liang telinga menyempit, kelenjar getah bening
membesar dan nyeri tekan.
1430. Laki-laki 55 tahun mengeluh adanya penurunan pendengaran yang
dirasakan sudah lama. Pada pemeriksaan audiometri didapatkan ambang
pendengaran sebesar 95 dB. Derajat kelainan pendengaran tersebut
termasuk:
a. tuli derajat ringan
b. tuli derajat sedang
c. tuli derajat sedang-berat
d. tuli derajat berat
e. tuli derajat sangat berat
Audiometri dapat diketahui pendengaran normal atau tidak dan jenis
ketulian(tuli sensorineural atau tuli campur).
Derajat ketulian dihitung menggunakan indeks Fletcher=ambang dengar.
Pada audiometri diperiksa ambang dengar hantaran udara (AC) dan hantaran
tulang (BC). Untuk menentukan derajat ketulian yang dihitung hanya
ambang dengar hantaran udara (AC)
Derajat ketulian IS0:
0-25dB: normal
>25-40 dB : tuli ringan
>40-55 dB : tuli sedang
>55-70 dB: tuli sedang berat
>70-90 dB: tuli berat
>90 dB : tuli sangat berat
1431. Anak 5 tahun diantar oleh ibunya dengan keluhan hidungnya sering
tersumbat dan sering mengeluarkan ingus bercampur kotoran yang berbau
busuk dan terkadang disertai darah. Pada
pemerksaan rhinoskopi anterior didapatkan massa pada dasar konkha
nasalis. Diagnosa pasien ini adalah:
a. Sinusitis Maksilaris
b. Rhinitis Alergi
c. Benda Asing
d. Rhinitis Virus
e. Polip Nasi

Jawab: C/E
Polip nasi
Etiologi: inflamasi kronik di mukosa nasal atau sinus paranasal
Anamnesis: hidung tersumbat, rinorea, hiposmia/anosmia, bersin-bersin,
nyeri dihidung, suara sengau, jika disertai infeksi sekunder post nasal drip
dan rinorea purulent.
PF: masa pucat, mudah digerakan, tidak nyeri.
Penunjang: nasoendoskopi, ro. Spn(Kurang manfaat), CT scan(jika polip gagal
dengan medikamentosa)
Tx: menghilangkan keluhan, mencegah komplikasi, mencegah rekurensi polip
Kortikosteroid(topical atau oral)
Jika tidak membaik dg medikamentosa polipektomi.
1432. Anak 5 tahun diantar oleh ibunya dengan keluhan hidungnya sering
tersumbat dan sering mengeluarkan ingus bercampur kotoran yang berbau
busuk dan terkadang disertai darah. Pada
pemerksaan rhinoskopi anterior didapatkan massa pada dasar konkha
nasalis. Diagnosa pasien ini adalah:
a. Sinusitis Maksilaris
b. Rhinitis Alergi
c. Benda Asing
d. Rhinitis Virus
e. Polip Nasi
Jawab: C/E
1433. Wanita 40 thn. Keluhan pendengaran menurun perlahan2. TTV dbn.
Mengaku bila mendengar di tempat berisik lebih mudah, apa Dxnya?
Macam gangguan pendengaran: tuli konduktif, tuli sensorineural, tuli
campuran,

Tuli konduktif, disebabkan oleh kelainan yang terdapat di telinga luar


atau telinga tengah. Telinga luar yang menyebabkan tuli konduktif
ialah atresia liang telinga, sumbatan oleh serumen, otitis eksterna
sirkumskripta, osteoma liang telinga.
Kelainan di telinga tengah yang menyebabkan tuli konduktif ialah tuba
katar/sumbatan tuba eustachius, otitis media, otoslerosis,
timpanosklerosis, hemotimpanum dan dislokasi tulang pendengaran.
Tuli sensorineural (perseptif) dibagi dalam tuli sensorineural koklea dan
retrokoklea.
a. Tuli Koklea

Rekrutmen:suatu fenomena terjadi peningkatan sensitifitas


pendengaran yang berlebihan diatas ambang dengar. Keadaan ini khas
pada tuli koklea.
Tuli sensorineural koklea disebabkan oleh aplasia (kongenital),
labirintitis (oleh bakteri/virus), intoksikasi obat streptomisin, kanamisin,
garamisin, neomisin, kina, asetosal atau alcohol. Selain itu juga dapat
disebabkan oleh tuli mendadak (sudden deafness), trauma kapitis,
trauma akustik dan pajanan bising.
b. Tuli retrokoklea
Decay (Fatigue, kelelahan): merupakan adaptasi abnormal, dimana
saraf pendengaran cepat lelah bila dirangsang terus menerus dan bila
diberi istirahat akan pulih kembali. Khas pada tuli retrokoklea. Tuli
sensorineural retrokoklea disebabkan oleh neuroma akustik, tumor
sudut pons serebelum, mieloma multipel, cedera otak, perdarahan
otak dan kelainan otak lainnya.
Gangguan Pendengaran Pada Geriatri
Proses degenerasi organ Pendengaran ggn pendengaran. Jenis ketulian :
tuli saraf, tuli konduktif, tuli campur.

Tuli Konduktif pada geriatric


Proses degenerasi T. luar &T.tengah perubahan / kelainan :
DT bertambah besar & elastisitas
Berkurang
LT kaku & atrofi
Penumpukan serumen
MT bertambah tebal & kaku
Sendi tl. pendegaran kaku.
Tuli Saraf( Presbikusis)
Tuli sensorineural Frek. Tinggi
Bilateral
Terjadi usia 60 thn
Progresifitas penurunan pend. Laki- laki> perempuan.

Tuli Saraf( Presbikusis)


Etiologi: Proses degenerasi
Faktor yg mempengaruhi:

herediter

pola makanan, metabolisme, arteriosclerosis,infeksi, bising, gaya


hidup.
Patologi


Perubahan struktur koklea & n.VIII

Atrofi & degenerasi sel rambut.

Perub. vaskuler pd stria vaskularis

jumlah&ukuran sel ganglion& saraf <<


Klasifikasi Berdasarkan patologik

Sensorik

Neural

Metabolik ( strial presbycusis)

Mekanik( cohlear presbycusis)


Gejala Klinik
Pendengaran berkurang perlahan-lahan dan progresif, bilateral
Tinitus nada tinggi
Penderita dpt mendengar suara percakapan, ttp sulit u/ dipahami
pd lingkungan riuh Coctail party deafness
Bila intensitasnya ditinggikan rasa nyeri.
1434. Wanita muda. Hidung tersumbat. Dari PF nasal ada sekret hijau kental
berbau, apa Dxnya?
a. sinusitis
b. rhinitis atopik
c. rhinitis simple
d. rhinitis alergika
Jawaban: A
Pembahasan:
Dx: Sinusitis. Anamnesis: gejala dan tanda ISPA, nyeri di wajah (pipi, dahi,
periorbital) diperberat dengan menunduk sekret purulent, hidung tersumbat,
PF: nyeri tekan sinus(+), mukosa hiperemis, sekret purulent, tes
transluminasi (+)
1435. Anak2, telinga nyeri. Dari PF membran timpani hiperemis, bulging ke
arah luar, hidung di konka ada sekret kental, berbau, hijau. Apa
penyebabnya? Tersumbatnya saluran eustasius
1436. Terapi?
a. Miringotomi
b. antibiotik
c. mukolitik
1437. Stadium? Supuratif
Pembahasan no 1435-1437
Dx: Otitis Media Akut
Etiologi: Streptococcus pneumonia (35%), H. Influenza (25%)

Stadium:
Oklusi tuba: retraksi membrane timpani, bisa terlihat pucat tx:
topical dekongestan+antibiotic oral
Hiperemis/presupurasi: membrane timpani tampak hiperemis dan
edema tx: topical dekongestan+antibiotic oral+analgetik
Supurasi: membrane timpani buldging, eksudat purulent di cavum
timpani, edema, demam, nyeri tx: antibiotic oral+miringotomi
Perforasi : sekret mengalir keluar, nyeri menhilang, suhu dan nadi
turun, membrane timpani rupture tx: antibiotic oral+ cuci telinga
dengan H2O2 3% selama 3-5 hari.
Resolusi : jika membrane timpani utuh, maka membrane timpani
akan normal kembali, bila ada perforasi, sekret akan berkurang,
kemudian resolusi. Jika perforasi menetap akan berkembang menjadi
OMSK tx: antibiotic oral
1438. Nyeri telinga, terutama saat mengunyah. 3 hari lalu baru di korek
telinganya. PF telinga ada sekret. Apa Dxnya??
a. Otitis media akut
b. Otitis externa
c. Otitis media kronik
Jawab: B
Otitits eksterna akut:
a. Otitis eksterna sirmukskripta/furunkulosa
Etiologi: Stapylococcus aureus, S. alba. Infeksi terjadi 1/3 luar liang
telinga.
Gambaran klinis: furunkel/bisul, nyeri hebat, nyeri saat membuka
mulut, nyeri pada penekanan perikondrium(nyeri tragus), gg.
Pendengaran jka furunkel besar.
b. Otitis eksterna difusa
Etiologi: Pseudomonas/S. albus. Infeksi pada 2/3 dalam telinga luar
Klinis: nyeri tekan tragus, keluar sektret berbau tanpa lender, gg.
Pendengaran. Liang telinga menyempit, kelenjar getah bening
membesar dan nyeri tekan.
1439. Anak perempuan usia 10 tahun dibawa ke RS dengan keluhan batuk
dan nyeri menelan yang disertai dengan demam. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan pembengkakan pada tonsil disertai dengan adanya membran
yang berwarna keabuan. Apakah diagnosis nya?
a. difteri
b. pertusis
c. epiglotitis
d. tonsilofaringitis virus
e. tonsilofaringitis bakteri

Jawab: A
Pembahasan idem no. 1426-1428
1440. Anak perempuan usia 10 tahun dibawa ke RS dengan keluhan batuk
dan nyeri menelan yang disertai dengan demam. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan pembengkakan pada tonsil disertai dengan adanya membran
yang berwarna keabuan. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan pada
anak ini?
px. Swab tenggorokan
*1421-1440 Sumber: Buku Ajar THT UI
1441. Seorang bayi perempuan usia 2 bulan datang dengan keluhan
nafas berbunyi dan semakin kencang saat menangis dan posisi
tidur. Diagnosis ?
a. Laringomalasia

Laringomalasia atau laring flaksid congenital merupakan penyebab tersering dari


kelainan laring congenital berupa stridor inspirator kronik pada anak. Dari
anamnesis dapat ditemukan:
1. Riwayat stridor inspiratoris diketahui mulai 2 bulan awal kehidupan. Suara
biasa muncul pada minggu 4-6 awal.
2. Stridor berupa tipe inspiratoris dan terdengar seperti kongesti nasal, yang
biasanya membingungkan. Namun demikian stridornya persisten dan tidak
terdapat secret nasal.
3. Stridor bertambah jika bayi dalam posisi terlentang, ketika menangis, ketika
terjadi infeksi saluran nafas bagian atas, dan pada beberapa kasus, selama
dan setelah makan. selain itu stridor ini juga dapat dicetuskan saat berteriak
atau menangis. Stridor berkurang ketika berbaring telungkup
4. Tangisan bayi biasanya normal. Biasanya tidak terdapat intoleransi ketika
diberi makanan, namun bayi kadang tersedak atau batuk ketika diberi makan
jika ada refluks pada bayi.
Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan:
1.
2.
3.
4.

Pada pemeriksaan bayi dapat berinteraksi secara wajar


Dapat terlihat takipneu ringan
Tanda-tanda vital normal, saturasi oksigen juga normal
Biasanya terdengar aliran udara nasal, suara ini meningkat jika posisi bayi
terlentang dan berkurang jika bayi dalam posisi telungkup
5. Tangisan bayi biasanya normal
6. Stridor murni berupa inspiratoris atau dapat juga pada saat ekspirasi. Suara
terdengar lebih jeals di sekitar angulus sternalis.

Pemeriksaan penunjang: Flexible laryngoscopy. Gold standard.


Tx: tidur posisi telungkup. Intervensi bedah.
Komplikasi: obstructive sleep apneu

1442. Laki-laki 51 tahun. Keluhan penurunan pendengaran sejak 1


tahun yg lalu. Riwayat trauma telinga Kiri 1 tahun yang lalu. Hasil
pemeriksaan :
Rinne : +/- Schwabach : memanjang/memendek
Weber : Lateralisasi kanan
Diagnosis:
a. Tuli sensorineural kanan
b. Tuli sensorineural Kiri
c. Tuli konduksi kanan
d. Tuli konduksi Kiri
e. Tuli campuran
Rinne : Normal AC: BC = 2:1 - jika tes Rinne positif.
Tuli konduktif AC< BC - Jika tes Rinne negatif.
Tuli sensorineural - Jika tes Rinne positif.
Tujuan: membandingkan hantaran melalui udara dan melalui tulang.
Cara pemeriksaan: penala digetarkan, dasar penala diletakkan pada
processus mastoideus telinga yang akan diperiksa, jika pasien tidak mendengar
bunyi lagi, penala dipindahkan ke depan liang telinga pemeriksa, sekitar 2,5 cm dari
liang telinga
Weber : Normal - Jika tidak ada lateralisasi.
Tuli konduktif - Jika pasien mendengar lebih keras pada telinga yang sakit.
Tuli sensorineural - Jika pasien mendengar lebih keras pada telinga yang sehat.
Tujuan: membandingkan hantaran tulang telinga kiri dengan telinga kanan
Cara pemeriksaan:
- Penala digetarkan
- Dasar penala diletakkan pada garis tengah kepala: ubun-ubun, glabella,
dagu, pertengahan gigi seri (paling sensitive)
Schwabach : Normal - Schwabach normal BC pasien = BC pemeriksa.
Tuli konduktif - Schwabach memanjang, BC pasien > BC pemeriksa.
Tuli sensorineural - Schwabach memendek.
Tujuan: membandingkan hantaran tulang orang yang diperiksa dengan pemeriksa
yang pendengarannya normal
Cara pemeriksaan:
- Penala digetarkan
- Dasarnya diletakkan pada prosesus mastoideus pasien
- Bila sudah tidak terdengar lagi, penala dipindahkan pada processus
mastoideus pemeriksa
- Bila masih terdengar, kesan: pendengaran pasien memendek
- Bila pemeriksa juga tidak mendengar, ulangi tes lagi

Penala digetarkan kembali dan diletakkan di processus mastoideus pemeriksa


terlebih dahulu, bila sudah tidak terdengar lagi pindahkan pada pasien
Karena lateralisasi ke kanan padahal yang mengalami trauma telinga kiri, artinya
ada lateralisasi ke telinga sehat, artinya sensorineural aurikula sinistra.

1443. Seorang laki-laki,usia 20 thn mengeluh keluar cairan Dari


telinga Kiri. Keluhan tersebut dirasakan kambuh-kambuhan sejak 1
tahun yang lalu. Pada pemeriksaan otoskopi didapatkan perforasi
membran timpani subtotal, tampak sekret purulen kuning
kehijauan. Dokter meminta pemeriksaan kultur cairan tersebut. Apa
kemungkinan tersebar kuman yang ditemukan pada kultur
tersebut?
a. staphylococcus
b. pseudomonas
c. enterobacter
d. streptococcus
e. klebsiella
otitis media sering disebabkan oleh streptococcus pneumonia, pada anak di
bawah umur 5 tahun, haemophilus influenza juga sering dijumpai. Organism
yang lebih jarang adalah streptococcus beta hemolitikus grup A, stafilokokus
aureus, moraxella catarrhalis, dan organism enteric gram negative.
Stadium Otitis media akut berdasarkan perubahan mukosa telinga sebagai
akibat infeksi:
1. Stadium oklusi tuba eustachius ialah gambaran retraksi membrane timpani
2.

3.

4.
5.

akibat terjadinya tekanan negative di dalam telinga tengah akibat absorpsi


udara. Efusi mungkin telah terjadi tetapi tidak dapat terdeteksi.
Stadium hiperemis (presupurasi): tampak pembuluh darah yang melebar di
membrane timpani atau seluruh membrane timpani tampak hiperemis dan
edema. Secret yang telah terbentuk mungkin masih bersifat eksudat yang
serosa sehingga sukar terlihat.
Stadium supurasi: edema yang hebat pada mukosa telinga tengah dan
hancurnya sel epitel superficial serta terbentuknya eksudat yang purulen di
kavum timpani menyebabkan membrane timpani menonjol (bulging) kea rah
liang telinga luar. Pada keadaan ini pasien tampak sangat sakit, nadi dan
suhu meningkat, serta rasa nyeri di telinga bertambah berat.
Stadium perforasi: keterlambatan pemberian antibiotika atau virulensi kuman
yang tinggi, maka dapat terjadi rupture membrane timpani dan nanah keluar
mengalir dari telinga luar
Stadium resolusi: menyembuh atau perforasi menetap

1444. Edukasi untuk org tua dari anak yg membran timpaninya


perforasi:
a. Korek kuping dgn cutton bud
b. Jaga telinga tetap kering jgn kemasukan air
c. Timpanoplasti
d. e lupa

untuk mencegah terjadinya infeksi, pada kasus perforasi membrane timpani


biasanya diberikan antibiotik per oral. Penderita harus menjaga agar
telinganya tetap kering. Jika terjadi infeksi, bisa diberikan tetes telinga yang
mengandung antibiotik. Biasanya tanpa pengobatan lebih lanjut, gendang
telinga akan membaik. Tetapi bila dalam waktu 2 bulan tidak terjadi
perbaikan, maka perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaiki gendang
telinga (timpanoplasti).
1445. Pria usia 32 tahun datang ke klinik dengan keluhan
mendengkur sudah 6 bulan. Pada pemeriksaan ditemukan kedua
tonsil membesar, kripta melebar dan detritus +. Komplikasi yang
dapat terjadi pada penyakit tersebut :
a. Ludwig angina
b. Abses peritonsilar
komplikasi tonsillitis akut dan kronik yaitu:
1. Abses peritonsilar. Terjadi di atas tonsil dalam jaringan pilar anterior dan
palatum molle. Abses ini terjadi beberapa hari setelah infeksi akut dan
biasanya disebabkan oleh streptokokus grup A.
2. Otitis media akut: infeksi dapat menyebar ke telinga tengah melalui tuba
auditoris dan dapat menyebabkan otitis media yang dapat mengakibatkan
otitis media dan mengarah pada rupture spontan gendang telinga
3. Mastoiditis akut: rupture spontan gendang telinga lebih jauh menyebarkan
infeksi ke dalam sel-sel mastoid
4. Laryngitis
5. Sinusitis
6. Rhinitis

1446. Pria usia 18 tahun dibawa ke UGD karena keluar darah dari
hidung. Penderita jatuh dari motor 2 hari yang lalu. Hidung
tersumbat, nyeri di daerah batang hidung diikuti penglihatan ganda.
Wajah tampak kebiruan di bawah kedua mata dan bengkak di
sekitar batang hidung. Pemeriksaan penunjang ?
a. Rontgen posisi waters
b. Rontgen posisi schuller
c. Rontgen posisi caldwell
d. Rontgen panoramic
pada trauma muka paling serin terjadi fraktur hidung. Diagnosis fraktur
hidung dapat dilakukan dengan inspeksi, palpasi, dan pemeriksaan hidung
bagian dalam dilakukan dengan rinoskopi anterior, biasanya ditandai dengan
adanya pembengkakan mukosa hidung, terdapatnya bekuan dan
kemungkinan ada robekan pada mukosa septum, hematoma septum,
dislokasi atau deviasi pada septum. Pemeriksaan penunjang berupa foto os
nasal, foto sinus paranasal posisi waters dan juga bila perlu dapat dilakukan

pemeriksaan CT scan untuk melihat kemungkinan fraktur lain. Pandangan


kabur dapat terjadi jika origo otot penggerak bola mata mengalami cedera.
1447. Seorang wanita 30 tahun mengeluh pendengaran telinga
kanan menurun sedangkan telinga kiri tidak ada keluhan. Keluhan
dirasakan 3 hari ini. Telinga kanan sudah diperiksa dan didiagnosa
otitis media supuratif akut. Hasil pemeriksaan garpu tala adalah:
a. Tes Weber lateralisasi kanan
b. Tes weber lateralisasi kiri
c. Tes Weber tidak ada lateralisasi
d. Tes Rinne kanan positif
e. Tes Rinne kiri negative
Rinne : Normal AC: BC = 2:1 - jika tes Rinne positif.
Tuli konduktif AC< BC - Jika tes Rinne negatif.
Tuli sensorineural - Jika tes Rinne positif.
Tujuan: membandingkan hantaran melalui udara dan melalui tulang.
Cara pemeriksaan: penala digetarkan, dasar penala diletakkan pada
processus mastoideus telinga yang akan diperiksa, jika pasien tidak mendengar
bunyi lagi, penala dipindahkan ke depan liang telinga pemeriksa, sekitar 2,5 cm dari
liang telinga
Weber : Normal - Jika tidak ada lateralisasi.
Tuli konduktif - Jika pasien mendengar lebih keras pada telinga yang sakit.
Tuli sensorineural - Jika pasien mendengar lebih keras pada telinga yang sehat.
Tujuan: membandingkan hantaran tulang telinga kiri dengan telinga kanan
Cara pemeriksaan:
- Penala digetarkan
- Dasar penala diletakkan pada garis tengah kepala: ubun-ubun, glabella,
dagu, pertengahan gigi seri (paling sensitive)
Weber lateralisasi ke telinga sakit pada tuli konduksi, berarti pada kasus otitis
media, karena gangguan konduksi os maleus incus stapes, lateralisasi ke kanan
yaitu pada telinga yang sakit.

1448. Laki-laki 35 tahun datang dengan keluhan sakit kepala berat


saat bersujud disertai demam, pipi bengkak, ingus berbau busuk.
Riwayat gigi berlubang. Apa pemeriksaan penunjang yang tepat?
a. Foto rontgen kepala lateral
b. Foto rontgen Waters
c. Foto rontgen Caldwell
d. CT Scan
e. MRI
sinusitis dentogen merupakan salah satu penyebab penting sinusitis kronik
karena gigi berlubang. Dasar sinus maksila adalah prosesus alveolaris
tempat akar gigi rahang atas, sehingga rongga sinus maksila hanya
terpisahkan oleh tulang tipis dengan akar gigi, bahkan kadang-kadang tanpa
tulang pembatas. Keluhan utama rinosinusitis akut ialah hidung tersumbat

disertai nyeri/rasa tekanan pada muka dan ingus purulen yang sering kali
turun ke tenggorok (post nasal drip). Dapat disertai gejal sistemik seperti
demam dan lesu. Keluhan nyeri atau rasa tekanan di daerah sinus yang
terkena merupakan ciri khas sinusitis akut serta kadang-kadang nyeri juga
terasa di tempat lain. Nyeri pipi menandakan sinusitis maksila, nyeri di
antara atau di belakang kedua bola mata menandakan sinusitis etmoid, nyeri
di dahi atau seluruh kepala menandakan sinusitis frontal. Pada sinusitis
sphenoid, nyeri dirasakan di vertex, oksipital, belakang bola mata, dan
daerah mastoid. Pada sinusitis maksila kadang-kadang ada nyeri alih ke gigi
dan telinga.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan
pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan fisik dengan rinoskopi anterior dan
posterior, pemeriksaan nasoendoskopi sangat dianjurkan untuk diagnosis
yang lebih tepat dan dini. Tanda khas ialah adanya pus di meatus medius
(pada sinusitis maksila dan etmoid anterior dan frontal), atau di meatus
superior pada sinusitis etmoid posterior dan sphenoid. Pada rinosinusitis
akut, mukosa edema dan hiperemis. Pada anak sering ada pembengkakan
dan kemerahan di daerah kantus medius.
Pemeriksaan pembantu yang penting adalah foto polos atau CT scan. Foto
polos posisi waters, PA, dan lateral, umumnya hanya mampu menilai kondisi
sinus-sinus besar seperti sinus maksila dan frontal. Kelainan akan terlihat
perselubungan, batas udara cairan (air fluid level), atau penebalan mukosa.
CT scan sinus merupakan gold standard diagnosis sinusitis karena mampu
menilai anatomi hidung dan sinus, adanya penyakit dalam hidung dan sinus
secara keseluruhan dan perluasannya.
JIWA
1449. Seorang anak laki-laki datang kepuskesmas dalam keadaan
penurunan kesadaran , sebelumnya anak tersebut meminum obat
dari lemari beberapa pil. Pada pemeriksaan fisik pasien terlihat
supor, dan hasil lab terdapat paracetamol 100 ml. apakah
antidotum intoksikasi pada kasus ini?
a. Cocain
b. Asetazolamid
c. N-asethylisistein
Keracunan paracetamol akibat mengonsumsi parasetamol dosis besar (20-30
tablet = 10-15 gram), menyebabkan akumulasi salah satu metabolitnya
yaitu NAPQI sehingga mengakibatkan kerusakan liver atau ginjal. Gambaran
klinis:
1. Stadium 1 (0-24 jam). Asimtomatis atua gangguan sistem pencernaan
berupa mual, muntah, pucat, malaise, berkeringat. Pada anak-anak
lebih sering terjadi muntah-muntah tanpa berkeringat.
2. Stadium 2 (24-72 jam). Peningkatan SGOT SGPT. Gejala sistem
pencernaan menghilang dan muncul ikterus, nyeri perut kanan atas,
meningkatnya bilirubin dan waktu protrombin. Terjadi pula gangguan

faal ginjal berupa oligouria, disuria, hematuria, atau proteinuria. Dapat


ditemukan adanya takikardia dan hipotensi.
3. Stadium 3 (72-96 jam) merupakan puncak gangguan faal hati, mual
dan muntah muncul kembali, ikterus dan terjadi penurunan kesadaran,
ensefalopati hepatikum. Pada beberapa pasien dalam keadaan kritis
dapat terjadi gagal ginjal akut. Kematian akibat kegagalan multiorgan
dapat terjadi.
4. Stadium 4 (4-10 hari) terjadi proses penyembuhan, tetapi jika
kerusakan hati luas dan progresi dapat terjadi sepsis, DIC, dan
kematian.
Penatalaksanaan:
1. Dekontaminasi sebelum ke RS. Dapat diberikan karbon aktid atau sirup
ipekak untuk menginduksi muntah pada anak-anak dengan waktu
paparan 30 menit.
2. Rumah sakit. Pemberian karbon aktif, jika terjadi penurunan kesadaran,
karbon aktif diberikan melalui pipa nasogastrik. Jika dipilih pemberian
metionin sebagai antidotum untuk menstimulasi glutation, karbon aktif
tidak boleh diberikan karena akan mengikat dan menghambat
metionin.
3. Antidotum.
a. N-asetilsistein merupakan antidotum terpilih untuk keracunan
parasetamol. Bekerja mensubstitusi glutation, meningkatkan
sintesis glutation, dan meningkatkan konjugasi sulfat pada
parasetamol. Nasetilsistein sangat efektif bila diberikan segera 810 jam yaitu sebelum terjadi akumulasi metabolit.
b. Metionin peroral, absorpsi lebih lambat dari Nasetilsistein.
1450. Seorang wanita datang untuk berkonsultasi karena keluhan
marah marah karena mendapati suaminya selingkuh dengan
perempuan lain. Istri melihat sms mesra di telefon genggam
suaminya. Suami mengaku bahwa hal tersebut tidak terjadi. pada
hp suaminya banyak contact wanita lain. Pasien merasa suaminya
akan mencerainya. Namun suaminya menyangkal. apa yang
dilakukan untuk pembelaan pada pasien tersebut?
a. Sublimasi
b. Introyeksi
c. Proyeksi
d. displacement
Bentuk-bentuk mekanisme pertahanan:
1. Represi
Menyingkirkan pengalaman dari kesadaran pikiran dan perasaan yang
mengancam, ke alam tidak sadar. Represi terjadi secara tidak disadari.
Pada represi, hal-hal tersebut dapat muncul ke dalam impian, anganangan, lelucon, dan keseleo lidah. Menyebabkan neurosis.
2. Supresi

Analog represi. Pengesampingan yang sengaja tentang suatu bahan


dari kesadaran seseorang, kadang-kadang dapat mengarah pada
represi yang berikutnya. Rasa tidak nyaman dirasakan tetapi ditekan.
Perlu dibedakan dengan represi karena pada supresi seseorang secara
sadar menolak pikirannya keluar alam sadarnya dan memikirkan yang
lain.
3. penyangkalan (denial)
mekanisme paling sederhana dan primitive. Berusaha melindungi diri
sendiri terhadap kenyataan yang tidak menyenangkan, hal ini
dilakukan dengan cara melarikan diri dari kenyataan atau kesibukan
dengan hal-hal lain.
4. Proyeksi
Impuls internal yang tidak dapat diterima dan yang dihasilkannya
adalah dirasakan dan ditanggapi seolah berasal dari luar diri. Pada
tingkat psikotik, menjadi waham yang jelas tentang kenyataan
eksternal, biasanya waham kejar, dan termasuk persepsi perasaan diri
sendiri dalam orang lain dan tindakan selanjutnya terhadap persepsi.
Impuls mungkin berasal dari id atau superego (tuduhan halusinasi)
tetapi dapat mengalami transformasi dalam proses. Proyeksi
merupakan usaha untuk menyalahkan orang lain atau kondisi lain
terkait kegagalannya.
5. Sublimasi
Dorongan kehendak atau cita-cita yang tidak dapat diterima oleh
norma-norma di masyarakat lalu disalurkan menjadi bentuk lain yang
lebih dapat diterima bahkan ada yang mengagumi.
6. reaksi formasi
penyusunan reaksi mencegah keinginan yang berbahaya baik yang
diekspresikan dengan cara melebih-lebihkan sikap dan perilaku yang
berlawanan dan menggunakannya sebagai rintangan untuk
dilakukannya.
7. Introyeksi
Introyeksi akan terjadi bila seseorang menerima dan memasukkan ke
dalam pendiriannya berbagai aspek keadaan yang akan
mengancamnya. Misalnya anak yang mematuhi nilai dan peraturan
masyarakat.
8. pengelakan atau salah pindah (displacement)
Terjadi apabila kebencian terhadap seseorang dicurahkan atau
dialihkan kepada orang atau obyek lain yang kurang membahayakan.
Kritik yang destruktif dan desas desus sebagai pembalas dendam
merupakan cara yang terselubung dalam menyatakan perasaan
permusuhan.
9. Rasionalisasi
Upaya untuk membuktikan bahwa perilakunya itu masuk akal
(rasional) dan dapat disetujui oleh dirinya sendiri dan masyarakat.
10.
Simbolisasi

Suatu mekanisme apabila suatu idea tau obyek digunakan untuk


mewakili ide atau obyek lain sehingga sering dinyatakan bahwa
simbolisme merupakan bahasa dari alam tak sadar.
11.
Konversi
Menggunakan mekanisme represi, identifikasi, penyangkalan,
pengelakan, dan simbolis. Suatu konflik yang berakibat penderitaan
afek akan dikonversikan menjadi terhambatnya fungsi motorik atau
sensorik dalam upayanya menetralisasi pelepasan afek.
12.
Identifikasi
Upaya untuk menambah rasa percaya diri dengan menyamakan diri
dengan orang lain atau institusi yang mempunyai nama.
13.
Regresi
Upaya untuk mundur ke tingkat perkembangan yang lebih rendah
dengan respon yang kurang matang dan biasanya dengan aspirasi
yang kurang.
14.
Kompensasi
Upaya untuk menutupi kelemahan dengan menonjolkan sifat yang
diinginkan atau pemuasan secara frustasi dalam bidang lain.
Kompensasi ini dirangsang oleh suatu masyarakat yang bersaing.
15.
pelepasan (undoing)
upaya menebus sehingga dengan demikian meniadakan keinginan
atau tindakan yang tidak bermoral.
16.
penyekatan emosional (emotional insulation)
penyekatan emosional akan terjadi apabila seseorang mempunyai
tingkat keterlibatan emosionalnya dalam keadaan yang dapat
menimbulkan kekecewaan atau yang menyakitkan.
17.
isolasi (intelektualisasi dan disosiasi)
bentuk penyekatan emosional, contoh bila orang terdekat meninggal,
maka kesedihan dikurangi dengan mengatakan sudah nasibnya sambil
tersenyum.
18.
pemeranan (acting out)
dapat mengurangi kecemasan yang dibangkitkan oleh berbagai
keinginan yang terlarang dengan membiarkan ekspresinya dan
melakukannya. Dalam keadaan biasa, hal ini tidak dilakukan kecuali
bila orang tersebut lemah dalam pengendalian kesusilaannya.
1451. Seorang wanita melaporkan suami nya karena setiap
berhubungan seksual berprilaku kasar sperti menggigit dan
mencekik. Sebelumnya setiap berhubungan tidak pernah seperti
itu. Suami seperti melampiaskan masalahnya. Gangguan seksual
apa yang dialami wanita ini?
a. Sadism
b. Masochism
c. Ekshibisme
d. Voyeurisme

e. fetihisme
Parafilia (kelainan seksual) adalah perasaan seksual atau perilaku yang
dapat melibatkan mitra seksual manusia maupun non manusia tanpa ijin
atua yang melibatkan penderitaan atau siksaan oleh satu atau kedua
pasangan.
Eksibisionisme
Suka memperlihatkan organ kelamin kepada orang lain yang tidak
ingin melihatnya. Menurut PPDGJ:
- Kecenderungan yang berulang atau menetap untuk memamerkan alat
kelamin kepada asing, biasanya lawan jenis, atau kepada orang
banyak di tempat umum tanpa ajakan atau niat untuk berhubungan
lebih akrab
Fetishisme
Menurut PPDGJ: mengandalkan pada beberapa benda mati sebagai
rangsangan untuk membangkitkan keinginan seksual dan memberikan
kepuasan seksual. Kebanyakan benda tersebut (obyek fetis) adalah
ekstensi dari tubuh manusia seperti pakaian atau sepatu. Diagnosis
ditegakkan apabila objek fetis benar-benar merupakan sumber yang
utama dari rangsangan seksual atau penting sekali untuk respons
seksual yang memuaskan.
Masokisme
Melibatkan kesenangan dan kegembiraan yang diperoleh dari rasa
sakit pada diri sendiri baik yang berasal dari oranng lain atau dengan
diri sendiri.
Sadisme
Seorang individu sadism mencapai kepuasan seksual dengan
menyakiti orang lain. Kriteria diagnosis: pengulangan perilaku selama
setidaknya enam bulan dan kesulitan yang signifikan atau penurunan
kemampuan untuk berfungsi sebagai akibat dari perilaku atau terkait
dorongan atau fantasi.
Voyeurisme
Menurut PPDGJ: kecenderungan yang berulang atau menetap untuk
melihat orang yang sedang berhubungan seksual atau berperilaku
intim seperti sedang menanggalkan pakaian. Hal ini biasanya menjurus
kepada rangsangan seksual dan masturbasi yang dilakukan tanpa
orang yang diintip menyadarinya.
1452. E. FetihismePasien laki laki datang dengan keluhan memiliki
gangguan dalam seksnya, pasien tersebut suka membuka baju di
jalan dan suka mengintip wanita saat mandi. Pasien harus
melakukan seperti itu untuk meningkatkan hasrat. Membuat pasien
merasa ingin selalu masturbasi. Gangguan apa yang dialami pasien
tersebut?
a. Fetihisme

b. Exhibition
c. Pedofilia
d. Voyeurisme
e. Transversal fetihisme
Parafilia (kelainan seksual) adalah perasaan seksual atau perilaku yang
dapat melibatkan mitra seksual manusia maupun non manusia tanpa ijin
atua yang melibatkan penderitaan atau siksaan oleh satu atau kedua
pasangan.
Eksibisionisme
Suka memperlihatkan organ kelamin kepada orang lain yang tidak
ingin melihatnya. Menurut PPDGJ:
- Kecenderungan yang berulang atau menetap untuk memamerkan alat
kelamin kepada asing, biasanya lawan jenis, atau kepada orang
banyak di tempat umum tanpa ajakan atau niat untuk berhubungan
lebih akrab
Fetishisme
Menurut PPDGJ: mengandalkan pada beberapa benda mati sebagai
rangsangan untuk membangkitkan keinginan seksual dan memberikan
kepuasan seksual. Kebanyakan benda tersebut (obyek fetis) adalah
ekstensi dari tubuh manusia seperti pakaian atau sepatu. Diagnosis
ditegakkan apabila objek fetis benar-benar merupakan sumber yang
utama dari rangsangan seksual atau penting sekali untuk respons
seksual yang memuaskan.
Pedofilia
Menurut PPDGJ: preferensi seksual terhadap anak-anak, biasanya pra
puberta atau awal masa pubertas baik laik-laki maupun perempuan,
harus berulang dan menetap.
Voyeurisme
Menurut PPDGJ: kecenderungan yang berulang atau menetap untuk
melihat orang yang sedang berhubungan seksual atau berperilaku
intim seperti sedang menanggalkan pakaian. Hal ini biasanya menjurus
kepada rangsangan seksual dan masturbasi yang dilakukan tanpa
orang yang diintip menyadarinya.
1453. Seorang laki-laki berusia 16 tahun senang mengurung diri di
kamar, badan lusuh, muka bingung. Menurut orang tua anak
malas2an pergi ke sekolah, pf di temukan midriasis pupil. Dokter
menduga anak tersebut kecanduan NAPZA. Obat apa yang
meyebabkan hal tersebut?
a. Amfetamin
b. Cocain
c. Codein
d. opiate

opiate: contoh kodein. menghasilkan perasaan mengantuk, euphoria, miosis, analgesia,


peredaman batuk, dan terkadang mual, muntah, pruritus, hipotermia, hipotensi postural,
konstipasi, dan penurunan libido. Overdosis menyebabkan trias kondisi berikut: koma, pupil
pinpoint, dan depresi respirasi; penatalaksanaan terdiri dari dukungan respirasi dan naloxone, 2
mg intravena, diulang sesuai kebutuhan sampai 20 mg. jika respirasi tidak depresi, dosis yang
lebih kecil, 0,4 0,8 mg, diberikan untuk menghindari munculnya gejala penarikan obat.
Observasi ketat dibutuhkan karena naloxone bekerja singkat. Gejala putus opioid: terjadi setelah
6-8 jam penggunaan terakhir. Berupa gelisah, sulit tidur, bersin, pilek, pengeluaran air mata,
piloereksi, pupil dilatasi, diare, demam
Psikostimulant: amfetamin dan kokain. Efek yang diharapkan seperti euphoria, peningkatan
aktivitas motorik, dan peningkatan ketahanan tubuh. Gejala putus amfetamin: nafsu makan
bertambah, berat badan bertambah, energy berkurang, mood depresi, disforik, waham curiga,
isolasi sosial.
Cocaine didenguskan melalui hidung, disuntik melalui pembuluh darah, atau sebagai sisa
alkaloid dihirup asapnya. Bentuk yang dapat dihirup dari methamphetamine disebut es. Kokain
atau methamphetamine yang dihirup atau disuntikkan menghasilkan serangan yang dapat
dibedakan dengan jelas dari opioid. Penggunaan berulang menyebabkan aktivitas stereotipik
yang berlanjut menjadi bruksisme atau diskinesia lain dan paranoia menjadi psikosis halusinasi.
Overdosis menyebabkan kombinasi bermacam-macam dari nyeri kepala, nyeri dada, hipertensi
(terkadang berat), takikardia, aritmia atrial atau ventricular, demam, kegembiraan, delirium,
myoclonus, kejang, dan myoglobinuria. Koma, shock, dan kematian dapat terjadi; hipertermia
malignant dan koagulasi intravascular diseminata pernah terjadi. Penatalaksanaan termasuk
sedasi, oksigen, bikarbonat, antikonvulsan, pendingin, penurun tekanan darah, monitor jantung,
dan dukungan tekanan darah serta respirasi.
1454. anak usia 8 tahun minum obat2an dalam jumlah banyak. dari
pemeriksaan lab AST dan ALT meningkat. obat apa yang
mempengaruhi ?
a. acetaminofen
b. paracetamol
c. codein
pada dosis terapi, salah satu metabolit parasetamol bersifat hepatotoksik,
didetoksifikasi oleh glutation membentuk asam merkapturi yang bersifat
nontoksik dan diekskresikan melalui urin, tetapi pada dosis berlebih produksi
metabolit hepatotoksik meningkat melebihi kemampuan glutation untuk
mendetoksifikasi, sehingga metabolit tersebut bereaksi dengan sel-sel hepar
dan timbullah nekrosis sentrolobuler. Oleh karena itu, pada penanggulangan
keracunan parasetamol terapi ditujukan untuk menstimulasi sintesa

glutation. Parasetamol dosis 140 mg/kg BB pada anak dan 6 gram pada
orang dewasa berpotensi hepatotoksik.
1455. Seorang anak berusia 10 tahun di bawa ibu nya ke poliklinik
dengan keluhan penurunan konsentrasi terutama saat membaca
dan menulis. Anak juga tidak bisa duduk lama. Saat di kelas tidak
mau mendengarkan guru. IQ = 105 Apa diagnosis anak tersebut?
a. ADHD tipe inatensi
b. Retardasi Mental
c. Autis
d. ADHD tipe hiperaktif
e. ADHD tipe kombinasi
diagnosis ditegakkan bila 6 gejala atau lebih menetap minimal selama 6
bulan atau lebih yang berpengaruh pada tingkat perkembangan mental.
1. gejala gangguan tipe inatensi
- sulit berkonsentrasi, mengorganisir tugas, atau mempersiapkan peralatan
untuk tugas
- mudah terpengaruh atau kehilangan konsentrasi bila ada faktor gangguan
atau suara
- tidak mampu berkonsentrasi pada hal-hal detil atau mengikuti instruksi
- sering membuat kesalahan pada tugas di sekolah atau aktivitas tertentu
- gagal dalam menyelesaikan tugas-tugas penting di sekolah
- mudah lupa
- seperti tidak menyimak pembicaraan, terlihat lesu atau kurang bergairah
dan sering melamun
2. gejala gangguan tipe hiperaktif-kompulsif
- selalu terlihat aktif, ingin melakukan sesuatu
- Gelisah, selalu melipat tangan atau kakinya ketika duduk
- tidak bisa diam, selalu ingin bergerak
- pada anak relative kecil suka berlari, melompat, dan memanjat
secara konstan
- berbicara setiap waktu
- langsung menjawab sebelum pertanyaan selesai diajukan
- tidak sabar dalam menunggu giliran
- suka menyeletuk pembicaraan orang lain
3. tipe kombinasi antara gangguan atensi dan hiperaktif kompulsif
Diagnosis autism (DSM IV): harus ada sedikitnya 6 gejala dari (1), (2), dan (3)
dengan minimal harus ada 2 gejala dari (1), dan satu gejala masing-masing
dari (2) dan (3)
(1)gangguan kualitatif dalam interaksi sosial, minimal harus ada dua
manifestasi: hendaya dalam perilaku nonverbal seperti: kontak mata
sangat kurang, ekspresi muka kurang hidup, sikap tubuh atau gerak
tubuh dalam interaksi sosial. Kegagalan dalam berhubungan dengan
anak sebaya sesuai dengan perkembangannya. Tidak dapat

merasakan apa yang dirasakan orang lain. Kurangnya hubungan sosial


dan emosional.
(2)Gangguan kualitatif dalam bidang komunikasi, minimal 1 gejala di
bawah ini: bicara terlambat atau bahkan sama sekali tak berkembang
(tak ada usaha untuk mengimbangi komunikasi dengan cara lain tanpa
bicara). Bila bisa bicara tidak dipakai untuk komunikasi. Sering
menggunakan bahasa yang aneh dan diulang-ulang. Cara bermain
kurang variasi, kurang imajinatif, dan kurang bisa meniru.
(3)Suatu pola yang dipertahankan dan diulang-ulang dalam perilaku,
minat, dan kegiatan. Sedikitnya harus ada 1 gejala di bawah ini:
mempertahankan satu minat atau lebih dengan cara yang sangat khas
dan berlebihan. Terpaku pada satu kegiatan ritual atau rutin yang tidak
ada gunanya. Terdapat gerakan-gerakan aneh yang khas berulangulang. Seringkali terpukau pada bagian bagian benda.
Sebelum usia 3 tahun tampak adanya keterlambatan atau gangguan
dalam bidang: interaksi sosial. Bicara dan berbahasa. Cara bermain yang
kurang variasi.
Gangguan tersebut bukan disebabkan oleh sindrom Rett atau gangguan
disintegrative masa kanak-kanak.
Retardasi mental menurut ICD 10 dibagi menjadi 4 golongan:
- Retardasi mental ringan = IQ 50-69
- Retardasi mental sedang = IQ 35-49
- Retardasi mental berat = IQ 20-34
- Retardasi mental sangat berat = IQ<20
1456. Anak laki laki datang dengan keluhan sulit berkonsentrasi,
sulita mengerjakan pr dirumah dan belajar. apabila diajak bicara
pasien tidak bisa menfokuskan diri. Pada pemeriksaan Didapatkan
IQ 38. Apakah diagnosis pada kasus ini?
a. Retardasi mental berat
b. Retardasi mental ringan
c. Retardasi mental sedang
d. Autism
e. ADHD
Retardasi mental menurut ICD 10 dibagi menjadi 4 golongan:
- Retardasi mental ringan = IQ 50-69
- Retardasi mental sedang = IQ 35-49
- Retardasi mental berat = IQ 20-34
- Retardasi mental sangat berat = IQ<20
1457. Kepribadian cemas menyeluruh , dan takut pada atasan. Itu seorang
laki laki mempunyai rasa teliti yg berlebihan sehingga sering di marahi
atasan lewat deadline
a. Anankastik

b. Schizoid
c. Fobia sosial
Gangguan kepribadian schizoid ditandai dengan deskripsi berikut, minimal 3:
- sedikitnya (bila ada) aktivitas yang memberikan kesenangan
- emosi dingin, afek mendatar, atau tak peduli (detachment)
- kurang mampu untuk mengekspresikan kehangatan, kelembutan, atau
kemarahan pada orang lain
- tampak nyata ketidak-pedulian baik terhadap pujian maupun kecaman
- kurang tertarik untuk mengalami pengalaman seksual dengan orang lain
(perhitungkan usia penderita)
- hampir selalu memilih aktivitas yang dilakukan sendiri
- preokupasi dengan fantasi dan introspeksi yang berlebihan
- tidak mempunyai teman dekat atau hubungan pribadi yagn akrab (kalau
ada hanya satu) dan tidak ada keinginan untuk menjalin bubungan seperti
itu
- sangat sensitive terhadap norma dan kebiasaan sosial yang berlaku
Gangguan kepribadian anankastik, minimal 3:
- Perasaan ragu-ragu dan hati-hati yang berlebihan
- Preokupasi dengan hal-hal yang rinci (detail), peraturan, daftar, urutan,
organisasi, atau jadwal
- Perfeksionisme yang mempengaruhi penyelesaian tugas
- Ketelitian yang berlebihan, terlalu hati-hati, dan keterikatan yang tidak
semestinya pada produktivitas, sampai mengabaikan kepuasan dan
hubungan interpersonal
- Keterpakuan dan keterikatan yang berlebihan pada kebiasaan sosial
- Kaku dan keras kepala
- Pemaksaan yang tak beralasan agar orang lain mengikuti persis
caranya mengerjakan sesuatu atua keengganan yang tak beralasan
untuk mengizinkan orang lain mengerjakan sesuatu
- Mencampuradukkan pikiran dan dorongan yang memaksa dan yang
enggan
Gangguan kepribadian disosial, minimal 3:
- Bersikap tidak peduli dengan perasaan orang lain
- Sikap yang amat tidak bertanggung jawab dan berlangsung terus
menerus (persisten) serta tidak peduli terhadap norma, peraturan, dan
kewajiban sosial
- Tidak mampu memelihara suatu hubungan agar berlangsung lama,
meskipun tidak ada kesulitan untuk mengembangkannya
- Toleransi terhadap frustasi sangat rendah dan ambang yang rendah
untuk melampiaskan agresi, termasuk tindakan kekerasan
- Tidak mampu mengalami rasa salah dan menarik manfaat dari
pengalaman, khususnya dari hukuman
- Sangat cenderung menyalahkan orang lain, atau menawarkan
rasionalisasi yang masuk akal untuk perilaku yang membuat pasien
konflik dengan masyarakat

1458. Seorang laki-laki memiliki ketakutan berlebihan terhadap kupu2. Dia


merasa kupu2 akan mengigit nya apakah gangguan tersebut?
a. Fibia sosial
b. Fobia spesifik
Fobia spesifik, DSM IV TR 300.29:
A. Ketakutan yang jelas dan menetap yang berlebihan atau tidak
beralasan, ditandai oleh adanya atau antisipasi dari suatu obyek atau
situasi spesifik (misalnya naik pesawat terbang, ketinggian, binatang,
mendapat suntikan, melihat darah
B. Pemaparan stimulus fobik hampir selalu mencetuskan respons
kecemasansegera, dapat berupa serangan panic yang berhubungan
dengan situasi atau predisposisi oleh situasi. Catatan: pada anak-anak,
kecemasan dapat diekspresikan dengan menangis, tantrum, diam
membeku, atau melekat erat menggendong.
C. Orang menyadari bahwa ketakutan adalah berlebihan atau tidak
beralasan
D. Situasi fobik dihindari atau kalau dihadapi adalah dengan kecemasan
atau dengan penderitaan yang jelas
E. Penghindaran, kecemasan antisipasi, atau penderitaan dalam situasi
yang ditakuti secara bermakna mengganggu rutinitas normal, fungsi
pekerjaan (atau akademik), atau aktivitas sosial atau hubungan
dengan orang lain, atau terdapat penderitaan yang jelas karena
menderita fobia
F. Pada individu yang berusia di bawah 18 tahun, durasi paling sedikit 6
bulan
G. Kecemasan, serangan panic, atau penghindaran fobik dihubungkan
dengan objek atau situasi spesifik tidak lebih baik dijelaskan oleh
gangguan mental lain, seperti gangguan obsesif kompulsif, gangguan
stress pasca trauma, fobia sosial, gangguan panic dengan
agoraphobia, atau agoraphobia tanpa riwayat gangguan panic.
Contoh fobia spesifik:
- acrophobia: takut akan ketinggian
- agoraphobia: takut akan tempat terbuka
- ailurofobia: takut kucing
- hidrofobia: takut air
- claustrophobia: takut tempat tertutup
- cynofobia: takut anjing
- Mysofobia: takut kotoran dan kuman
- pyrofobia: takut api
- Xenophobia: takut orang asing
- zoophobia: takut hewan
Kriteria diagnosis fobia sosial:

A. Ketakutan yang jelas dan menetap terhadap satu atau lebih situasi
sosial atau memperlihatkan perilaku di mana orang bertemu dengan
orang asing atau kemungkinan diperiksa oleh orang lain. Ketakutan
bahwa ia akan bertindak dengan cara (atau menunjukkan gejala
kecemasan) yang akan menghinakan atau memalukan.
B. Pemaparan dengan situasi sosial yang ditakuti hampir selalu
mencetuskan kecemasan, dapat berupa serangan panic yang
berhubungan dengan situasi atau dipredisposisi oleh situasi
C. Orang menyadari bahwa ketakutan adalah berlebihan atau tidak
beralasan
D. Situasi sosial atau memperlihatkan perilaku dihindari atau kalau
dihadapi adalah dengan kecemasan atau penderitaan yang jelas
E. Penghindaran, kecemasan antisipasi, atau penderitaan dalam situasi
yang ditakuti secara bermakna mengganggu rutinitas normal, fungsi
pekerjaan atau akademik atau aktivitas sosial atau hubungan dengan
orang lain, atau terdapat penderitaan yang jelas karena menderita
fobia
F. Pada individu yang berusia di bawah 18 tahun, durasi paling sedikit 6
bulan
G. Kecemasan, atau penghindaran fobik bukan karena efek fisiologis
langsung dari zat (misalnya penyalahgunaan zat, pengobatan) atau
suatu kondisi medis umum dan tidak lebih baik dijelaskan oleh
gangguan mental lain (misalnya gangguan panic dengan atau tanpa
agoraphobia, gangguan cemas perpisahan, gangguan dismorfik tubuh,
gangguan perkembangan pervasive, atau gangguan kepribadian
schizoid).
H. Jika terdapat suatu kondisi medis umum atau gangguan mental
dengannya misalnya takut adalah bukan gagap, gemetar pada
penyakit Parkinson, atau memperlihatkan perilaku makan abnormal
pada anoreksia nervosa atau bulimia nervosa.
1459. Baru melahirkan 5 hari, jadi murung, males makan?
a. gang. Penyesuaian
b. gang. Disosiasi
c. Depresi postpartum
d. Psikotik postpartum
depresi post partum atau baby blues syndrome, gejala:
[ dalam masa post partum (<40 hari)
[ - gejala depresi: berkurangnya energy, penurunan afek, hilang minat
[ - mimpi buruk
[ - insomnia
[ - fobia
[ - kecemasan
[ - meningkatkan sensitivitas
[ - perubahan mood

Post partum psikotik, gejala:


[ - delusi
[ - halusinasi
[ - gangguan tidur
[ - obsesi mengenai bayi
Kriteria diagnosis gangguan penyesuaian:
A. Perkembangan gejala emosional atau perilaku sebagai respon stressor
yang dapat dikenali yang terjalin dalam 3 bulan onset stressor
B. Gejala atau perilaku tersebut bermakna secara klinis seperti yang
ditunjukkan oleh salah satu berikut:
1) penderitaan yang jelas melebihi apa yang diperkirakan dari
pemaparan stressor
2) gangguan bermakna dalam fungsi sosial atau pekerjaan
C. Gangguan berhubungan stress tidak memenuhi kriteria untuk
ganggaun aksis 1 spesifik lain dan tidak semata-mata suatu
eksaserbasi gangguan aksis 1 atau aksis 2 yang telah ada sebelumnya
D. Gejala tidak mencerminkan kehilangan
E. Jika stressor dan akibatnya telah berhenti, gejala tidak akan menetap
selama lebih dari 6 bulan lagi
Gangguan disosiatif didefinisikan sebagai adanya kehilangan (sebagian atau
seluruh) dari integrasi normal (di bawah kendali sadar) meliputi ingatan
masa lalu, kesadaran identitas, dan penginderaan segera (awareness of
identity and immediate sensations) serta kontrol terhadap gerak tubuh.
Dalam penegakan diagnosis gangguan disosiatif harus ada gangguan yang
menyebabkan kegagalan mengkoordinasikan identitas, memori persepsi,
maupun kesadaran, dan menyebabkan gangguan yang bermakna dalam
fungsi sosial, pekerjaan, dan memanfaatkan waktu senggang.
1460. laki" 56 thn dtg dgn keluhan sering lupa. Tidak ada riwayat
jatuh sblmnya. Riw ht (+) riw dm dan stroke disangkal. Td : 160/90
nadi rr suhu dbn. Diagnosis?
a. Demensia alzheimer
b. Demensia vaskular
c. Demensia with lewy bodies
d. Parkinson
Demensia Alzheimer:
1. Gejala awal: berkurangnya fungsi memori yang berlangsung progresif dan
2.
3.
4.
5.

lambat selama beberapa tahun


Status mental: episodic memory loss
Awitan sulit ditentukan (<65 tahun onset dini, >65 tahun onset lambat)
Gejala awal lainnya dapat berupa kemampuan verbal menurun, kesulitan
mengurus keuangan, berbelanja, mengikuti perintah, menemukan kata atau
mengemudi
Pemeriksaan fisik dan motorik umumnya masih baik, tidak ada gejala
neurologic kerusakan otak fokal

6. Imaging: atrofi korteks etorhinal dan hipokampus

Demensia vascular:
1. Gejala awal biasanya timbul mendadak: apatis, jatuh, kelemahan fokal
2. Status mental: gangguan fungsi eksekusi dan perlambatan fungsi kognitif dan
visuospatial, bisa terdapat delusi dan anxietas
3. Riwayat stroke dengan gangguan neurologis lainnya, terdapat defisit
neurologic
4. Biasa terjadi pada pasien dengan hipertensi, atrial fibrilasi, penyakit vascular
perifer, dan diabeter
Demensia dengan badan Lewy:
1. Gejala awal: perubahan kepribadian, disinhibisi, peningkatan berat badan,
obsesi terhadap makanan, poor judgement /insight
2. Dapat pula ditemukan apatia, hilangnya fungsi eksekutig, abnormalitas
progresif fungsi berbicara, keterbatasan kemampuan memori dan
visuospatial
3. Defisit fungsi eksekutif frontal atau bahasa
4. Imaging: atrofi lobus frontal dan temporal

1461. wanita dtg dgn keluhan sering lupa. apa sudah d kerjakan, dia merasa
belum di kerjakan. riwayat jatuh sblmnya dan stroke disangkal. TTV dalam
batas normal. Diagnosis?
a. penyakit alzheimer
b. Demensia vaskular
c. Demensia with lewy bodies
d. Parkinson
Jawaban : A
Pembahasan :
Keyword : Sering lupa, riwayat trauma dan stroke disangkal, TTV dalam batas
normal

Penyakit Jisim Lewy (demensia with lewy bodies)


adalah suatu
demensia yang secara klinis mirip dengan penyakit Alzheimer dan sering
ditandai oleh adanya halusinasi, gambaran Parkinsonisme, dan gejala
ekstrapiramidal. Inklusi Jisim Lewy ditemukan di daerah korteks serebri.
Insiden yang sesungguhnya tidak diketahui. Pasien dengan penyakit Jisim
Lewy ini menunjukkan efek yang menyimpang (adverse effect) ketika diberi
pengobatan dengan antipsikotik
Parkinson adalah penyakit gangguan syaraf kronis dan progresif yang
ditandai dengan gemetar, kekakuan, berkurangnya kecepatan gerakan, dan
ekspresi wajah kosong seperti topeng dg salivasi berlebihan. Faktor resiko
tidak diketahui, tapi sebagian besar pasien yang etiologinya dapat
diidentifikasi adalah pasien yang menerima antagonis dopamine
Tanda utama:
tremor --> pada saat istirahat, tingkat keparahan relatif stabil
kekakuan --> gerakan putar siku dan pergelangan tangan berkurang,
ekspresi wajah kaku
melemahnya gerakan --> akinesia atau bradikinesia --> langkah
pendek pendek,lambaian tangan berkurang
ketidakseimbangan tubuh --> sering jatuh
1462. Pasien tidur jam 22 sampe jam 5, tidur ngorok, kalo siang pasien
mengantuk terus, Apakah diagnosis pada pasien ini?
a. Hypersomnia
b. Obstruktif apneu sleep
c. Narkolasme
Jawaban : B
Pembahasan :

Keyword : cukup tidur ( pukul 22.00 -05.00 ) , tidur mengorok , siang


mengantuk terus : terjadi gangguan tidur
Mengorok : Terjadi karena vibrasi jaringan lunak faring, palatum mole dan
ovula
Hipersomnia , gambaran klinis yang esensial untuk diagnosis pasti :
rasa kantuk pada siang hari yang berlebihan atau ada serangan tidur /
sllep attacks (tidak disebabkan oleh jumlah tidur yang kurang) dan
atau transisi yang memanjang dari saat mulai bangun tidur sampai
sadar sepenuhnya (sleep drunkennes)
gangguan tidur menyebabkan penderitaan yang cukup berat dan
mempengaruhi fungsi dalam sosial dan pekerjaan
tidak ada gejala tambahan "narcolepsy" atau bukti klinis "sleep apnea"
Sleep apneu
Berhenti aliran udara ke dalam paru 10 detik, berulang kali 10 20x perjam,
gejala :
Mengantuk berat pada siang hari
Mendengkur keras
Didapatkan episode napas berhenti saat tidur
Terbangun dengan mulut kering atau suara serak
Sakit kepala pagi hari
Tipe henti napas tidur
Henti napas tipe sentral --> henti aliran udara ke paru saat tidur +
terhenti pergerakan dada dan perut
Henti napas tipe obstruktif --> henti aliran udara ke paru saat tidur
Henti napas tipe campuran
Narkolepsi dalam bahasa awam, bisa dikatakan sebagai serangan tidur
dimana penderitanya amat sulit mempertahankan keadaan sadar. Hampir
sepanjang waktu ia mengantuk. Rasa kantuk dapat dipuaskan setelah tidur
selama 15 menit, tetapi dalam waktu singkat kantuk sudah menyerang
kembali. Sebaliknya di malam hari, banyak penderita narkolepsi yang
mengeluh tidak dapat tidur.Yang terutama terganggu adalah mekanisme
pengaturan tidur, di mana tahap tidur REM dapat menembus kesadaran
disaat kita terjaga. Tahap tidur REM adalah tahap dimana kita bermimpi
(lihat bagian Gambaran Pola Tidur.) Tidak jarang penderitanya berada dalam
kondisi tidak sepenuhnya terjaga atau tidak sepenuhnya tertidur, terdapat 4
gejala klasik (classic tetrad) :
Rasa kantuk berlebihan (EDS)
Katapleksi (cataplexy) --> (melemasnya otot secara mendadak tanpa
disertai penurunan kesadaran)
Sleep paralysis --> (tidak dapat bergerak/lumpuh saat mulai tertidur
atau beberapa menit setelah terbangun)
Hypnagogic/hypnopompic hallucination --> (halusinasi yang sering kali
muncul begitu saja saat penderita hendak tidur)

Rasa kantuk yang berlebihan di siang hari merupakan gejala umum


gangguan tidur. Tetapi jika rasa kantuk ini timbul pada orang yang tidak
menderita OSA (Obstructive Sleep Apnea) ataupun PLMS (Periodic Limb
Movements) dengan disertai gejala lain (4 gejala klasik,) narkolepsi harus
dipertimbangkan sebagai diagnosa.
1463. pasien susah tidur, gembira dan sedih bersamaan, ada waham.
Apakah penatalaksaan yang tepat pada pasien tersebut?
a. clozapin, butiron, haloperidol
b. respiridon buspiron, triheksifenidil
c. haloperidol, clozapine, diazepam
Jawaban : B
Pembahasan :
Keyword : susah tidur, gembira dan sedih bersamaan, waham : Skizoafektif,
terapi : anti psikotik, bila ada gejala manik:ditambah anti manik., bila ada
gejala depresi: ditambah anti depresi, pada gangguan mental organik :
ditambah terapi kausal gangguan organiknya.
Obat anti psikosis ini dibedakan menjadi dua golongan, karena terjadi
perbedaan mekanisme kerja yang terjadi pada kedua obat ini. Obat tipikal
hanya bekerja sebagai Dopamine D2 receptor antagonis yaitu mem-blokade
Dopamine pada reseptor pasca-sinaptik neuron di Otak, khususnya di sistem
limbik dan sistem Ekstrapiramidal ). Sedanglan Obat yang atipikal, pada
Dopamine D2 Receptor dan Serotonin 5 HT2 Receptor.
Perbedaan yang terjadi tersebut menyebabkan jika Obat Anti-Psikosis Tipikal
lebih efektif untuk mengobati Gejala Positif saja dan Anti-Psikosis Atipikal
efektif mengobati Gejala Positif dan Negatif, karena pada atipikal selain
bekerja pada Dopamin D2 Receptor juga bekerja pada Serotonin 5 HT
Receptor.
Anti Psikosis Tipikal dibagi menjadi tiga golongan, yaitu :
Golongan Phenothiazine yang dibagi 3 golongan --> 1. Rantai
Aliphatic : Clorpomazine (largactil), 2. Rantai Piperazine : Perphenazine
(stelazine), Trifluophenazine (anatensol), 3. Rantai Piperidine :
Thioridazine
Golongan Butyrophenone : Haloperidol (haldol, serenace, dll)
Golongan Diphenyl-butyl-piperidine :Pimozide (Orap)
Anti Psikosis Atipikal dibagi menjadi tiga golongan, yaitu :
Golongan Benzamide : Supiride (dogmatil)
Golongan Dibenzodiazepine : Clozapine (Clozaril), Olanzapine
(zyprexa) Quentiapine (seroquel), Zotepine (ludopin)
Golongna Benzioxazole : Risperidone (risperidal), Apiprazole (abilify)
Efek samping obat anti-psikosis sangat penting kita ketahui, mengingat
pengguanaan oabat ini kemungkinan diberikan dalam jangka panjang. efek
samping dapat berupa :

Sedasi dan Inhibisi Psikomotor (rasa mengantuk, kewaspadaan


berkurang, kinerja psikomotor menurun, kemampuan kognitif
menurun)

Gangguan Otonomik (hipotensi, antikolinergik/parasimpatolitik :mulut


kering, kesulitan miksi dan defekasi, hidung tersumbat, mata kabur,
tekanan intreokuler yang tinggi, gangguan irama jantung)

Gangguan ekstrapiramidal (distonia akut, akathisia, sindrom


parkinson : tremor, bradikinesia, rigiditas)

Gangguan Endokrin (amenorrhoe, gynaecomastia) metabolik


(jaundice), hematologik (agranulositosis), biasanya pada pemakaian
panjang.
Dalam obat anti-psikosis yang ingin dicapai adalah "optimal respone with
minimal
side
effects"
Efek samping dapat juga yang "irreversible" : tardive dyskinesia (gerakan
berulang involunter pada : lidah, wajah, mulut/rahang, anggota gerak,
dimana pada waktu tidur gejala tersebut menghilang). biasanya terjadi pada
pemakaian jangka panjang (terapi pemeliharaan) dan pada pasien usia
lanjut. Efek samping ini tidak berkaitan dengan dosis obat anti-psikosis (non
dose
related)
Bila terjadi gejala tersebut : obat anti-psikosis perlahan-laha dihentikan, bisa
dicoba pemberian obat Reserpine 2,5 mg/h (dopamine depleting agent),
pemberian obat anti parkinson atau I-dopa dapat memperburuk keadaan.
Obat pengganti anti-psikosis yang paling baik adala Clozapine 50-100 mg/h.
Pada pengguanaan obat anti-psikosis jangka panjang, secara periodik harus
dilakukan pemeriksaan laboratorium : darah rutin, urine lengkap, fungsi hati,
fungsi ginjal untuk deteksi dini perubahan akibat efek samping obat.
Diazepam adalah obat penenang di kelas benzodiazepin dan diperkenalkan
pada tahun 1963. Diazepam termasuk dalam golongan psikotropika, nama
dagangnya antara lain Valium. Indikasinya sebagai obat anti-ansietas,
sedatif-hipnotic, dan obat anti-kejang. Efek sampingnya, menimbulkan rasa
kantuk, berkurangnya daya konsentrasi dan waktu reaksi. Diazepam
mempunyai waktu paruh yang panjang (24 s/d 200 jam). Pemakaian jangka
pendek pada ansietas atau insomnia, serangan panik, tambahan pada putus
alkohol akut, status epileptikus, kejang demam, tetanus dan spasme otot.
Trihexyphenidil adalah jenis obat muskarinik untuk mengobati efek
samping extrapyramidal yang tidak diinginkan akibat obat tertentu dan
mengobati penyakit Parkinson
1464. pasien datang dengan keluhan ketakutan dan cemas sejak 8 bulan
yang lalu, apakah obat yang tepat pada pasien tersebut ?
a. alprazolam
b. diazepam

c. asam valproate
d. haloperidol
Jawaban : A / B
Pembahasan :
Keyword : ketakutan dan cemas 8 bulan : gangguan cemas menyeluruh, obat
: anti anxietas
Alprazolam adalah Alprazolam merupakan obat yang termasuk ke dalam
golongan benzodiazepine (minor tranquilezer) yang bekerja dengan cepat
setelah dikonsumsi. Indikasi alprazolam adalah untuk mengatasi anxiety
(kecemasan), panick attack, serta depresi ringan. Xanax bekerja pada
Gamma-Amino Butyric Acid (GABA) receptor, neurotransmitter yang penting
di otak manusia. Cara kerja alprazolam yang cepat diserap sistem
pencernaan, merupakan keunggulan obat ini dalam mengatasi panic attack.
Puncak konsentrasi alprazolam dalam plasma manusia diperoleh hanya
dalam waktu 1 sampai 2 jam setelah dikonsumsi.
Diazepam adalah turunan bezodiazepin. Kerja utama diazepam yaitu
potensiasi inhibisi neuron dengan asam gamma-aminobutirat (GABA)
sebagai mediator pada sistim syaraf pusat. Dimetabolisme menjadi
metabolit aktif yaitu N-desmetildiazepam dan oxazepam. Kadar puncak
dalam darah tercapai setelah 1 2 jam pemberian oral. Waktu paruh
bervariasi antara 20 50 jam sedang waktu paruh desmetildiazepam
bervariasi hingga 100 jam, tergantung usia dan fungsi hati. Indikasi untuk
pengobatan jangka pendek pada gejala ansietas. Sebagai terapi tambahan
untuk meringankan spasme otot rangka karena inflamasi atau trauma;
nipertdnisitairotot (kelaTrian motorik serebral, paraplegia). Digunakan juga
untuk meringankan gejala-gejala pada penghentian alkohol akut dan
premidikasi anestesi.
Asam valproate adalah mempengaruhi fungsi neurotransmitter GABA
dalam otak manusia, sehingga alternatif untuk garam litium dalam
pengobatan gangguan bipolar. Asam valproat adalah obat pilihan utama
untuk pengobatan epilepsi umu seperti serangan umum lena (petit mal),
untuk serangan mioklonik, serangan tonik-klonik umum, dan juga epilepsi
parsial misalnya bangkitan parsial kompleks, terutama bila serangan ini
merupakan bagian dari sindrom epilepsi umum primer. Sedangkan terhadap
epilepsi fokal lain efektivitasnya kurang memuaskan. Obat ini juga dapat
digunakan untuk semua jenis serangan lainnya. Penggunaan untuk anak
kecil harus dibatasi karena obat ini bersifat hepatotoksik.
Haloperidol adalah butyrophenone antipsikotik turunan dengan sifat-sifat
yang telah dianggap sangat efektif dalam pengelolaan hiperaktivitas,
gelisah,
dan
mania.
Haloperidol adalah neuroleptic yang efektif dan juga memiliki sifat
Antimuntah, tetapi memiliki kecenderungan untuk memprovokasi ditandai

efek ekstrapiramidal dan relatif lemah adrenolytic alfa-properti. Ini juga


menunjukkan
anorexiant
hipotermia
dan
efek
dan mungkin terjadi tindakan barbiturates, anestesi umum, dan obat-obatan
depresan SSP lain. Selain itu dapat memblok reseptor dopaminergik D1 dan
D2 di postsinaptik mesolimbik otak. Menekan penglepasan hormon
hipotalamus dan hipofisa, menekan Reticular Activating System (RAS)
sehingga mempengaruhi metabolisme basal, temperatur tubuh, kesiagaan,
tonus vasomotor dan emesis. Indikasi psikosis akut dan kronis, termasuk
skizofrenia dan manik negara. Ini mungkin juga nilai dalam pengelolaan
perilaku agresif dan gelisah pada pasien dengan sindrom otak kronis dan
keterbelakangan mental dan dalam mengendalikan gejala Gilles de la
Tourette's syndrome atau sindroma Tourette pada anak dan dewasa.
1465. Perempuan 40 tahun-an datang diantar adiknya dengan keluhan suka
berbicara sendiri dan mengurung diri di kamar akhir-akhir ini. Riwayat
minum obat antiepilepsi rutin setiap hari
sejak umur 12 tahun. Apakah obat antiepilepsi yang menimbulkan efek
samping tersebut?
a. Asam valproate
b. Carbamazepin
c. Astazolamid
d. Donazemid
e. Fenitoin
Jawaban : B / E
Keyword : suka berbicara sendiri dan mengurung diri di kamar : gejala
skizofrenia
Pembahasan :
Salah satu etiologi skizofrenia adalah obat-obat yang meningkatkan aktivitas
dopaminergik, seperti levodopa, amfitamin, apomorphine, baik yang
mengakibatkan skizoprenia/psikosis, contohnya (LSD, XTC, dan mescalin),
juga metronidazol, fenitoin, karbamazepin, dan glikosida digitalis.
1466. Pasien 18 tahun diantar ke IGD dengan keluhan mengamuk.
Sebelumnya didiagnosis penyakit kencing manis oleh dokter pasien rutin
menggunakan insulin namun sejak 2 hari ini berhenti. Pemeriksaan fisik TD
normal, RR meningkat, S:37,3 C. Mulut kering, turgor kulit menurun. Apakah
yang menyebabkan kondisi tersebut?
a. Hiperglikemi
b. Hipoglikemi
c. Dehidrasi
d. Hipertensi
e. Hipoksia
Jawaban : A
Keyword : mengamuk, riwayat DM, dan dehidrasi (RR meningkat mulut
kering dan penurunan turgor kulit) efek DM
Pembahasan :

Efek diabetes pada lemak dan metabolisme timbulkan Ketoasidosis


Diabetik
Jika hormon hormon insulin yang memecah glukosa berkurang, tubuh dapat
menggunakan lemak sebagai sumber bahan bakar jika kondisinya telah
parah. Meskipun hal ini mungkin baik karena penderita dapat kehilangan
beberapa lemak dan penurunan berat badan, tetapi hal ini dapat
mengahasilkan produk samping dari pencernaan lemak yang disebut 'keton'.
Ketika penderita diabetes tidak mengambil dosis insulin secara
teratur dan mengalami demam, diare, muntah atau terlalu stres,
penderita
dapat
mengembangkan
kondisi
yang
disebut
ketoasidosis. Kondisi tersebut ditandai oleh gejala seperti nyeri,
bernapas terengah-engah, pernapasan akut di perut, dehidrasi yang
buruk dan menyebabkan kelemahan, pingsan dan muntah.
Efek diabetes pada mata timbulkan Retinopati Diabetik.
Retina, lapisan paling dalam dari mata juga terpengaruh jika kontrol glukosa
darah tidak efektif. Pembuluh darah kecil di retina dapat melemah dan rusak
karena kondisi tersebut. Gejala awal dari masalah mata yang terkait diabetes
adalah kaburnya penglihatan dan penglihatan ganda. Hal ini juga dapat
menyebabkan gangguan penglihatan yang parah dan bersifat permanen.
Diabetes juga dapat meningkatkan risiko terhadap katarak dan glaukoma.
Efek diabetes pada ginjal timbulkan Nefropati Diabetik.
Ginjal merupakan organ tubuh yang dapat terpengaruh oleh tingkat gula
darah yang tidak terkontrol akibat diabetes. Jika penderita diabetes juga
memiliki hipertensi, hal ini akan semakin memperburuk kondisi ginjalnya.
Efek diabetes pada saraf bikin mati rasa timbulkan Diabetic
Gangrene.
Beberapa saraf terutama di sekitar kaki mungkin adalah bagian yang
pertama kali terpengaruh oleh diabetes dan menyebabkan hilangnya
sensasi. Kondisi ini disebut dengan diabetic gangrene, yaitu infeksi kaki yang
menyebabkan pembusukan daging dan jika kondisinya parah mungkin
memerlukan amputasi. Diabetes yang tidak terkontrol juga dapat
mempengaruhi saraf yang mengendalikan detak jantung, tekanan darah,
pencernaan, aliran darah ke organ tubuh dan menyebabkan diare, disfungsi
ereksi, kehilangan kontrol kandung kemih, perubahan visi, dan pusing.
Efek diabetes yang bisa timbulkan sakit jantung dan stroke
Penderita diabetes yang memiliki tekanan darah tinggi, kelebihan berat
badan dan mempunyai kebiasaan merokok, memiliki risiko yang lebih besar
terkena penyakit jantung dan stroke
1467. Pasien diantar ke IGD dengan gaduh gelisah. Obat pertama yang
diberikan?
a. Haloperidol
b. Diazepam
Jawaban : A / chlorpromazine kalo ada pilihannya
Pembahasan : gaduh gelisah kegawatdaruratan psikiatri

Bila seorang dalam keadaan gaduh gelisah dibawa kepada kita, penting
sekali kita harus bersikap tenang. Dengan sikap yang meyakinkan, meskipun
tentu waspada, dan kata-kata yang dapat menenteramkan pasien maupun
para pengantarnya, tidak jarang kita sudah dapat menguasai keadaan
(Maramis dan Maramis, 2009). Bila pasien masih diikat, sebaiknya ikatan itu
disuruh dibuka sambil tetap berbicara dengan pasien dengan beberapa
orang memegangnya agar ia tidak mengamuk lagi. Biarpun pasien masih
tetap dipegang dan dikekang, kita berusaha memeriksanya secara fisik.
Sedapat-dapatnya tentu perlu ditentukan penyebab keadaan gaduh gelisah
itu dan mengobatinya secara etiologis bila mungkin (Maramis dan Maramis,
2009).
Suntikan
intramuskular
suatu
neuroleptikum
yang
mempunyai dosis terapeutik tinggi (misalnya chlorpromazine HCL),
pada umumnya sangat berguna untu mengendalikan psikomotorik yang
meningkat. Bila tidak terdapat, maka suntikan neuroleptikum yang
mempunyai dosis terapeurik rendah, misalnya trifluoperazine,
haloperidol (5 10 mg), atau fluophenazine dapat juga dipakai, biarpun
efeknya tidak secepat neuroleptikum kelompok dosis terapeutik tinggi. Bila
tidak ada juga, maka suatu tranquailaizer pun dapat dipakai, misalnya
diazepam (5 10 mg), disuntik secara intravena, dengan mengingat
bahwa tranquilaizer bukan suatu antipsikotikum seperti neuroleptika,
meskipun kedua-duanya mempunyai efek antitegang, anticemas dan
antiagitasi (Maramis dan Maramis, 2009). Efek samping neuroleptika yang
segera timbul terutama yang mempunyai dosis terapeutik tinggi, adalah
hipotensi postural, lebih-lebih pada pasien dengan susunan saraf vegetatif
yang labil atau pasien lanjut usia. Untuk mencegah jangan sampai terjadi
sinkop, maka pasien jangan langsung berdiri dari keadaan berbaring, tetapi
sebaiknya duduk dahulu kira-kira satu menit (bila pasien sudah tenang)
(Maramis dan Maramis, 2009). Penjagaan dan perawatan yang baik tentu
juga perlu, mula-mula agar ia jangan mengalami kecelakaan, melukai diri
sendiri, menyerang orang lain atau merusak barang-barang. Bila pasien
sudah tenang dan mulai kooperatif, maka pengobatan dengan neuroleptika
dilanjutkan per oral (bila perlu suntikan juga dapat diteruskan). Pemberian
makanan dan cairan juga harus memadai. Kita berusaha terus mencari
penyebabnya, bila belum diketahui, terutama bila diduga suatu sindrom otak
organik yang akut. Bila ditemukan, tentu diusahakan untuk mengobatinya
secara etiologis (Maramis dan Maramis, 2009)
1468. Perempuan usia 20 tahunan dengan keluhan sulit tidur. Sulit tidur ini
sering terbangun di malam hari. Keluhan ini timbul sejak 2 bulan yang lalu
ketika diputus cinta. Diagnosis?
a. Parasomnia
b. Insomnia primer
c. Insomnia sekunder
d. Gangguan cemas
Jawaban : C

Keyword : sulit tidur, 2 bulan setelah di putus cinta : gangguan tidur akibat
faktor psikologis
Pembahasan :
Parasomnia adalah gangguan yang melibatkan kegiatan fisik yang tidak
diinginkan atau pengalaman yang terjadi selama tidur, masuk ke tidur, atau
gairah dari tidur.Gangguan tidur jenis ini lebih umum ditemukan pada anakanak (5% -15%) dibandingkan orang dewasa (1%). Biasanya bersifat jinak,
akan tetapi tidak menutup kemungkinan hubungan dengan adanya luka
trauma.
Insomnia Primer adalah seseorang mengalami masalah tidur, yang tidak
terkait dengan kondisi atau masalah kesehatan lain.
Insomnia Sekunder adalah seseorang mengalami masalah tidur karena
masalah lain, seperti:
Kondisi kesehatan, seperti: asma, depresi, arthritis, kanker, atau mulas,
Sakit
Obat-obatan atau zat yang digunakan, seperti: alkohol
Gangguan cemas atau Gangguan cemas menyeluruh (Generalized Anxiety
Disorder, GAD) merupakan kondisi gangguan yang ditandai dengan
kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan dan tidak rasional bahkan
terkadang tidak realistik terhadap berbagai peristiwa kehidupan sehari-hari.
Kondisi ini dialami hampir sepanjang hari, berlangsung sekurang-kurangnya
selama 6 bulan. Kecemasan yang dirasakan sulit untuk dikendalikan dan
berhubungan dengan gejala-gejala somatik seperti ketegangan otot,
iritabilitas, kesulitan tidur, dan kegelisahan sehingga menyebabkan
penderitaan yang jelas dan gangguan yang bermakna dalam fungsi sosial
dan pekerjaan
1469. Perempuan usia 30 tahunan dengan keluhan otot-otot tegang,
sepanjang hari selalu memikirkan tentang masa depan. Keluhan ini sejak
melahirkan anaknya 2 tahun lalu. Diagnosis?
a. Gangguan cemas menyeluruh
b. Gangguan cemas campur depresi
Jawaban : A
Keyword : otot tegang dan selalu memikirkan masa depan gangguan
cemas, keluhan sejak post partum 2 tahun yang lalu pencetus gejala
Pembahasan :
Gangguan cemas menyeluruh
(Generalized
Anxiety
Disorder,
GAD)
merupakan kondisi gangguan yang ditandai dengan kecemasan dan
kekhawatiran yang berlebihan dan tidak rasional bahkan terkadang tidak
realistik terhadap berbagai peristiwa kehidupan sehari-hari. Kondisi ini
dialami hampir sepanjang hari, berlangsung sekurang-kurangnya selama 6
bulan. Kecemasan yang dirasakan sulit untuk dikendalikan dan berhubungan
dengan gejala-gejala somatik seperti ketegangan otot, iritabilitas, kesulitan
tidur, dan kegelisahan sehingga menyebabkan penderitaan yang jelas dan
gangguan yang bermakna dalam fungsi sosial dan pekerjaan

1470. Perempuan keluhan pegal-pegal, nyeri otot, nyeri ulu hati. Sudah
berobat ke beberapa dokter namun tidak membaik. Diagnosis?
a. Gangguan cemas
b. Gangguan somatisasi
Jawaban : B
Keyword : pegal, nyeri otot, nyeri ulu hati, sudah berobat beberapa dokter
tidak membaik banyak keluhan dan dokter shooping
Pembahasan :
F45 GANGGUAN SOMATOFORM
Ciri utama gangguan ini adalah adanya keluhan-keluhan gejala fisik yang
berulang-ulang disertai permintaan pemeriksaan medik, meskipun sudah
berkali-kali terbukti hasilnya negatif dan juga sudah dijelaskan oleh
dokternya bahwa tidak ditemukan kelainan yang menjadi dasar
keluhannya. Penderita juga menyangkal dan menolak untuk membahas
kemungkinan kaitan antara keluhan fisiknya dengan problem atau konflik
dalam kehidupan yang dialaminya, bahkan meskipun didapatkan gejalagejala anxietas dan depresi.
Tidak adanya saling pengertian antara dokter dan pasien mengenai
kemungkinan penyebab keluhan-keluhannya menimbulkan frustasi dan
kekecewaan pada kedua belah pihak.
F45.0 Gangguan Somatisasi
Diagnosis pasti memerlukan semua hal berikut:
a) Adanya banyak keluhan-keluhan fisik yang bermacam-macam yang
tidak dapat dijelaskan atas dasar adanya kelainan fisik, yang sudah
berlangsung sedikitnya 2 tahun;
b) Tidak mau menerima nasehat atau penjelasan dari beberapa dokter
bahwa tidak ada kelainan fisik yang dapat menjelaskan keluhankeluhannya;
c) Terdapat disabilitas dalam fungsinya di masyarakat dan keluarga, yang
berkaitan dengan sifat keluhan-keluhannya dan dampak dari
perilakunya.
F45.1 Gangguan Somatoform Tak Terinci
Pedoman Diagnostik
a) Keluhan-keluhan fisik bersifat multipel, bervariasi dan menetap, akan
tetapi gambaran klinis yang khas dan lengkap dari gangguan
somatisasi tidak terpenuhi;
b) Kemungkinan ada ataupun tidak faktor penyebab psikologis belum
jelas, akan tetapi tidak boleh ada penyebab fisik dan keluhankeluhannya.
F45.2 Gangguan Hipokondrik
Untuk diagnosis pasti, kedua hal ini harus ada:
a) Keyakinan yang menetap adanya sekurang-kurangnya satu penyakit
fisik yang serius yang melandasi keluhan-keluhannya, meskipun
pemeriksaan yang berulang-ulang tidak menunjang adanya alasan fisik
yang memadai, ataupun adanya preokupasi yang menetap

kemungkinan deformitas atau perubahan bentuk penampakan fisiknya


(tidak sampai waham)
b) Tidak mau menerima nasehat atau dukungan penjelasan dari beberapa
dokter bahwa tidak ditemukan penyakit atau abnormalitas fisik yang
melandasi keluhan-keluhannya.
F45.3 Disfungsi Otonomik Somatoform
Diagnosis pasti memerlukan semua hal berikut:
a) Adanya
gejala-gejala
bangkitan
otonomik,
seperti
palpitasi,
berkeringat, tremor, muka panas/flushing, yang menetap dan
mengganggu;
b) Gejala subjektif tambahan mengacu pada sistem atau organ tertentu
(gejala tidak khas);
c) Preokupasi dengan dan penderitaan (distress) mengenai kemungkinan
adanya gangguan yang serius (sering tidak begitu khas) dari sitem
atau organ tertentu, yang tidak terpengaruh oleh hasil pemeriksaanpemeriksaan berulang, maupun penjelasan-penjelasan dari para
dokter;
d) Tidak terbukti adanya gangguan yang cukup berarti pada
struktur/fungsi dari sistem atau organ yang dimaksud.
F45.4 Gangguan Nyeri Somatoform Menetap
Pedoman Diagnostik
a) Keluhan utama adalah nyeri berat, menyiksa dan menetap, yang tidak
dapat dijelaskan sepenuhnya atas dasar proses fisiologik maupun
adanya gangguan fisik.
b) Nyeri timbul dalam hubungan dengan adanya konflik emosional atau
problem psikososial yang cukup jelas untuk dapat dijadikan alasan
dalam mempengaruhi terjadinya gangguan tersebut.
c) Dampaknya adalah meningkatnya perhatian dan dukungan, baik
personal maupun medis, untuk yang bersangkutan.
1471. Laki-laki 60 tahun keluhan nampak sedih, menyendiri, tidak mau
makan. Riwayat diagnosis skizofrenia, rutin minum obat tiap harinya, dulu
pernah mendengar suara- suara yang tidak didengar orang lain, namun
sudah satu tahun ini jarang. 1 tahun ini juga pasien sudah mampu
beraktiveitas sendiri. Diagnosis?
a. Skizofrenia remisi
b. Skizofrenia residual
c. Depresi pasca skizofrenia
Jawaban : C
Keyword : sedih, menyendiri, tidak mau makan gejala depresi , riwayat
skizofrenia selama 1 tahun terakhir tapi sudah membaik
Pembahasan :
Skizofrenia remisi : skizofrenia yang sembuh bebas gejala
Skizofrenia residual : Menurut PPDGJ III pedoman diagnostik untuk
Skizofrenia Residual (F20.5) adalah sebagai berikut:
Untuk suatu diagnosis yang meyakinkan, persyaratan berikut harus dipenuhi
semua:

a)

Gejala negatif dari skizofrenia yang menonjol, misalnya perlambatan


psikomotor, aktivitas menurun, afek yang tumpul, sikap pasif dan
ketidaan inisiatif, kemiskinan dalam kualitas atau isi pembicaraan,
komunikasi non verbal yang buruk seperti dalam ekspresi muka, kontak
mata, modulasi suara, dan posisi tubuh, perawatan diri dan kinerja sosial
yang buruk. (2,8)
b) Sedikitnya ada riwayat satu episode psikotik yang jelas dimasa lampau
yang memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofrenia.
c) Sedikitnya sudah melampaui kurun waktu satu tahun dimana intensitas
dan frekuensi gejala yang nyata seperti waham dan halusinasi telah
sangat berkurang (minimal) dan telah timbul sindrom negatif dari
skizofrenia
d) Tidak terdapat dimentia atau penyakit/gangguan otak organik lain,
depresi kronik atau institusionalisasi yang dapat menjelaskan disabilitas
negatif tersebut.
Depresi pasca skizofrenia adalah kondisi munculnya gejala depresi pada
penderita skizofrenia.
Diagnosis baru dapat ditegakan bila:
a) Gejala skizofrenia telah berlangsung sekurangnya 12 bulan
lamanya dan memenuhi kriteria diagnostik untuk salah satu jenis
skizofrenia.
b) Beberapa gejala skizofrenia masih tetap ada tetapi gejala-gejala
sudah berkurang sehingga tidak lagi nampak menonjol ditemui pada
pasien.
c) Gejala-gejala depresi menonjol dan mengganggu serta harus memenuhi
suatu kriteria episode depresi dan telah berlangsung dalam kurun waktu
sekurangnya 2 minggu.
1472. Pasien dengan penyakit kencing manis keluhan gangguan ereksi dtang
ke dokter. Kemudian diberikan oleh dokter obat. Sejak minum obat tersebut
pasien merasa matanya silau dan kabur. Obat apakah yang diberikan
sehingga menimbulkan efek samping tersebut?
a. Sildenafil
b. Yohimbin
Jawaban : A
Keyword : gangguan ereksi dan riw.DM salah satu komplikasi. Minum obat
dan maata silau kabur efek samping obat gangguan ereksi
Pembahasan :
Farmakoterapi disfungsi ereksi :
a) Penghambat fosfodiesterase
Sildenafil, tadanafil, dan vardenafil adalah penghambat fosfodiesterase
yang direkomendasikan untuk digunakan pada pengobatan disfungsi
ereksi. Obat-obat ini tidak boleh diberikan bersamaan dengan obat-obat
lain untuk pengobatan disfungsi ereksi untuk menghindari terjadinya
interaksi obat(Dipiro et al., 2008). Sildenafil, tadanafil, dan vardenafil
tidak diperbolehkan pada terapi dengan nitrat, kelainan aktivitas seksual,

infark miokardia atau stroke, hipotensif, neuropati optik iskemi non


arteritik arterior. Efek samping sildenafil, tadanafil, dan vardenafil
meliput sakit kepala, kemerahan pada wajah, pusing, gangguan
penglihatan, dan reaksi hipersensitif.
Dosis awal Sildenafil adalah 50 mg (manula 25 mg) dan diminum kira-kira
1 jam sebelum aktivitas seksual, dosis dilanjutkan sesuai menurut
responnya terhadap 25-100 mg sebagai dosis tunggal sesuai kebutuhan,
maksimal 1 dosis dalam 24 jam (dosis tunggal maksimum 100 mg). Dosis
awal Tadalafil 10 mg, paling tidak diminum 30 menit sebelum aktivitas
seksual, dosis berikutnya disesuaikan dengan respon, biasa sampai 20 mg
sebagai dosis tunggal, maksimal 1 dosis dalam 24 jam. Sedangkan dosis
awal Vardenafil 10 mg (lansia 5 mg) dan rata-rata diminum 25-60 menit
sebelum aktivitas seksual, dosis berikutnya disesuaikan dengan respon
maksimal sampai 20 mg sebagai dosis tunggal, maksimal 1 dosis dalam
24 jam. Dapat diberikan sebelum atau sesudah makan. Tidak
diindikasikan untuk individu dibawah 18 tahun.
b) Testoterone replacement regimens (Regimen penganti testoteron)
Regimen pengganti testosteron digunakan untuk mengembalikan kadar
serum testosteron dalam kisaran normal (300 sampai 1100 ng/dL).
Dengan
dilakukannya penggantian regimen testosteron maka gejala hipogonadis
me
dapat
diatasi, gejala
tersebut
meliputi kehilangan kekuatan
otot, depresi, dan libido menurun. Testosteron secara langsung dapat
merangsang dan menjaga dorongan seksual yang normal (Dipiro et
al., 2008).
c) Alprostadil
Alprostadil, juga dikenal sebagai prostaglandin E1, dapat merangsang
adenyl siklase, sehingga peningkatan produksi cAMP, messenger
sekunder yang menyebabkan relaksasi otot polos pembuluh darah arteri
dan jaringan sinusoidal dalam corpora tersebut. Hal ini mengakibatkan
peningkatan aliran darah (Dipiro et al., 2008). Berdasarkan rute
pemberian, alprostadil dibagi menjadi Alprostadil Intrakavernosa dan
Intraurethral Alprostadil
d) Unapproved agents
a. Trazodone
Mekanisme trazodone dalam menyebabkan ereksi belum jelas, namun
mungkin disebabkan karena efek perifernya pada -adrenergik reseptor
antagonis. Akibatnya, efek kolinergik muncul lebih dominan dan
menyebabkan vasodilatasi arteriol perifer dan relaksasi jaringan
kavernosus sehingga meningkatkan aliran darah ke corpora. Injeksi
trazodone intrakavernosa dalam studi eksperimental menunjukkan fakta
yang mendukung mekanisme tersebut. Studi awal menunjukkan bahwa
trazodone 50-200 mg per oral sehari mungkin efektif dalam terapi
disfungsi ereksi. Studi lain yang terkontrol baik menunjukkan bahwa
trazodone 50 dan 150 mg per oral sehari tidak lebih efektif dibandingkan

plasebo pada sebagian besar pasien dengan disfungsi ereksi (Dipiro et


al., 2008).
b. Yohimbin
Yohimbin dikenal juga sebagai yohimbe, secara luas digunakan
sebagaiaphrodisiac (perangsang keinginan seksual). Dosis oral biasanya
adalah 5,4 mg tiga kali sehari. yohimbin memiliki banyak efek samping
sistemik, termasuk kecemasan, insomnia, takikardia, dan
hipertensi (Dipiro et al.,2008).
c. Papaverine
Papaverine tidak disetujui FDA untuk terapi disfungsi ereksi. Papaverine
intrakavernosus tunggal tidak umum digunakan untuk disfungsi ereksi
karena diperlukan dosis yang besar dan menyebabkan efek samping
seperti hipotensi, dan hepatotoksik. Papaverine lebih sering
digunakan dalam dosis yang lebih rendah dan dikombinasikan dengan
phentolamine atau alprostadil. Kombinasi dianggap lebih aman karena
terkait dengan minimalnya potensi efek samping serius dari dosis tinggi.
Dosis papaverine adalah 7,5-60 mg bila digunakan sebagai terapi tunggal
untuk injeksi intrakavernosa. Ketika digunakan dalam kombinasi, dosis
menurun menjadi 0,5-20 mg. Jika diterapi dengan papaverine, pasien
dengan riwayat penyakit hati atau penyalahgunaan alkohol harus
melakukan tes fungsi hati dan dilakukan secara rutin pada awal terapi
dan setiap 6-12 bulan selama terapi berlangsung (Dipiro et al., 2008).
d. Phentolamine
Phentolamine paling sering digunakan dalam kombinasi dengan agen
vasoaktif lain untuk injeksi intrakavernosa. Kombinasinya yaitu 30 mg
papaverine dan 0,5-1 mg phentolamine dan dosis dari kombinasi tersebut
antara 0,1-1 mL. Kombinasi tersebut memperantarai efek lokal
phentolamine dan meminimalkan efek samping hipotensi sistemik. Ereksi
berkepanjangan jugatelah dilaporkan pada pasien yang menggunakan
kombinasi intrakavernosa dengan dosis yang berlebihan (Dipiro et
al., 2008
1473. Pasien 60 tahun dengan keluhan perubahan perilaku sejak 6 bulan.
Keluhan sering mengompol, aktivitas social menurun. Tidak dapat
mengendalikan mengompol, bahkan mengompol ketika tidur. Diagnosis?
a. Alzheimer
b. Demensia
Jawaban : B
Keyword : 60 tahun, perubahan perilaku 6 bulan gang. kognitif, sering
mengompol gang. fungsi otonom / gang. neurologis, aktivitas sosial
menurun gang.kognitif
Pembahasan : Kriteria diagnosis Alzheimer dan demensia di pembahasan
nomer 1461
1474. Wanita 40 tahun dengan keluhan penurunan daya ingat, aktivitas
social menurun sebelumnya pasien senang bersosialisasi, namun pekerjaan

rumah tangga masih dapat dikerjakan. Keluhan ini dirasakan sejak suaminya
meninggal 2 bulan yang lalu. Sebelum dilakukan pemeriksaan pasien
menyatakan tidak semangat dan malas mengikuti perintah dokter. MMSE 27.
Diagnosis?
a. Demensia
b. Pseudodemensia of depression
c. Major depressive disorder
Jawaban : B
Keyword : penurunan daya ingat dan penurunan aktivitas social gejala
demensia, tidak semangat dan malas sejak suami meninggal gejala
depresi
Pembahasan :
Pseudodemensia adalah suatu gangguan fungsi kognisi dengan gangguan
memori yang terjadi mendadak yang disebabkan karena depresi

1475. Pasien diarawat dengan pneumonia. Sejak 2 hari ini pasien menyendiri
dan tidak mau makan, ada disorientasi tempat dan waktu, tapi tidak
disorientasi orang. MMSE 24/30. Diagnosis?
a. Depresi
b. Delirium
Jawaban : B
Keyword : pneumonia, menyendiri tidak mau makan, disorientasi tempat dan
waktu, MMSE 24/30 gangguan perilaku akibat infeksi
Pembahasan :

Delirium adalah suatu kondisi yang dikarakterisasi dengan adanya


perubahan kognitif akut (defisit memori,disorientasi,gangguan berbahasa)
dan gangguaan pada sistem kesadaran manusia. Delirium bukanlah suatu
penyakit melainkan suatu sindrom dengan penyebab multipel yang terdiri
atas berbagai macam pasangan gejala akibat dari suatu penyakit dasar.
Delirium didefinisikan sebagai disfungsi cerebral yang reversible,akut dan
bermanifestasi klinis pada abnormalitas neuropsikiatri.

1476. Pasien dirawat di RS. Pasien marah-marah sendiri tanpa sebab dan
membasahi bed nya karena ada setan-setan berada di atas bednya. Tidak
mendengar suara-suara yang tidak didengar orang lain. Hasil lab adanya
infeksi dan gangguan elektrolit. Diagnosis?
a. Delirium
Jawaban : A
Keyword : marah membasahi bed karena ada setan halusinasi, infeksi dan
gangguan elektrolit stressor / pencetus gejala
Pembahasan : Sama dengan nomer 1475
1477. Pria berkelahi dengan tukang rokok karena tiap membeli rokok tidak
pernah membayar. Suka berkelahi, bersikap kasar, dan curang. Perilakunya
tersebut menimbulkan hambatan bagi orang lain
a. Gangguan kepribadian histrionic
b. Gangguan kepribadian ambang
c. Gangguan kepribadian antisocial
d. Gangguan kepribadian schizoid
e. Gangguan kepribadian emosi tidak stabil
Jawaban : E
Keyword : suka berkelahi, kasar dan curang tidak bisa mengendalikan
emosi
Pembahasan :
Menurut buku Pedoman Penggolongan Diagnosa Gangguan Jiwa Indonesia
(PPDGJ, 1983) danDiasnogtic Statistical Manual of Mental Disorder(DSM-IVTR, 2004), gambaran klinis Gangguan Kepribadian (Personality Disorder)
dibagi dalam 13 kategori yaitu sebagai berikut:

1. Gangguan Kepribadian Psikopatik(Psychopathic/Antisosial Personality


Disorders)adalah pola gangguan kepribadian yang didominasi oleh
ketidakpedulian dan pelanggaran terhadap tata tertib, norma, etika dan
hukum yang berlaku.
2.
Gangguan
Kepribadian
Paranoid (Paranoid
Personality
Disorders) adalah pola kepribadian yang didominasi oleh ketidak-percayaan
dan kecurigaan terhadap orang lain disertai rasa dengki.
3. Gangguan Kepribadian Skizoid (Schizoid Personality Disorders) adalah
pola kepribadian yang didominasi oleh pemisahan diri dari pergaulan sosial
dan menyempitnya ekspresi emosional (dingin).
4.
Gangguan
Kepribadian
Skizotipal (Schizotipal
Personality
Disorders) adalah pola kepribadian yang didominasi oleh rasa tidak nyaman
dalam
hubungan
dengan
orang
lain,
penyimpangan
pola
pikir (cognitive) atau persepsi dan perilaku yang eksentrik (aneh).
5.
Gangguan
Kepribadian
Ambang (Borderline
Personality
Disorders) adalah pola kepribadian yang didominasi oleh ketidak-stabilan
dalam
hubungan
pergaulan
sosial,
citra
diri (self-image), alam
perasaan (affects) dan tindakan yang tiada terduga serta menyolok(marked
impulsitivy).
6.
Gangguan
Kepribadian
Histerik (Histrionic
Personality
Disorders) adalah pola kepribadian yang didominasi oleh emosi yang
berlebihan dan mencari perhatian.
7.
Gangguan
Kepribadian
Narsistik (Narcissistic
Personality
Disorders) adalah pola kepribadian yang didominasi oleh perasaan dirinya
hebat, senang dipuji dan dikagumi serta tidak ada rasa empati (tidak punya
perasaan).
8.
Gangguan
Kepribadian
Menghindar (Avoidant
Personality
Disorders) adalah pola kepribadian yang didominasi oleh hambatan sosial,
perasaan tidak percaya diri dan sangat sensitif terhadap hal-hal yang negatif.
9.
Gangguan
Kepribadian
Astenik (Dependent
Personality
Disorders) adalah pola kepribadian yang didominasi oleh ketidak-mampuan
untuk berdiri sendiri, ketergantungan terhadap orang lain dan keinginan
untuk selalu dilayani.
10.
Gangguan
Kepribadian
Anankastik (Obsessive-Compulsive
Personality Disorders)adalah pola kepribadian yang didominasi oleh pikiran
yang terpaku (preoccupation)terhadap kebiasaan sehari-hari, kontrol diri
yang kuat dan serba ingin sempurna(perfectionism).
11.
Gangguan
Kepribadian
Siklotimik (Affective
Personality
Disorders) adalah pola kepribadian yang didominasi gangguan alam
perasaan (affective) yang ditandai oleh gejala gembira berlebihan dan sedih
berlebihan.
12.
Gangguan
Kepribadian
Eksplosif (Explossive
Personality
Disorders) adalah pola kepribadian yang didominasi oleh hilangnya
pengendalian emosi (agresif) yang mengakibatkan tindakan kekerasan dan
kerusakan harta benda.

13. Gangguan Kepribadian Pasif-Agresif (Passive-Agressive Personality


Disorders)adalah pola kepribadian yang didominasi oleh perilaku yang tidak
wajar terhadap pekerjaan maupun pergaulan sosial, msialnya berlambatlambat, mengulur waktu dengan alasan lupa.
1478. Perempuan usai 30 tahun an suka bertengkar dengan pasangannya,
tiap bertengkar selalu mengancam akan bunuh diri. Pasien mengatakan
bahwa pernikahannya karena perjodohan. Diagnosis?
a. Ciri kepribadian narsistik
b. Ciri kepribadian ambang
c. Ciri kepribadian antisocial
d. Ciri kepribadian histerionik
Jawaban : B
Keyword : suka bertengkar dengan pasangan, mengancam bunuh diri
gejala gangguan kepribadian
Pembahasan :
1. Paranoid
Gangguan kepribadian paranoid ditandai oleh ketidakpercayaan
kepada orang lain dan kecurigaan berlebih bahwa orang di sekitarnya
memiliki motif jahat. Orang dengan kelainan ini cenderung memiliki
kepercayaan yang berlebihan pada pengetahuan dan kemampuan
mereka sendiri dan biasanya menghindari hubungan dekat. Mereka
mencari makna tersembunyi dalam segala sesuatu dan membaca niat
bermusuhan ke dalam tindakanorang lain. Mereka suka mengetest
kesetiaan teman dan orang-orang terkasih dan sering tampak dingin
dan menjauh. Mereka biasanya suka menyalahkan orang lain dan
cenderung membawa dendam lama.
Gejala Paranoid Personality Disorder:
Enggan untuk memaafkan karena dianggap penghinaan
Sensitivitas yang berlebihan
Susah percaya kepada orang lain dan kemandirian berlebihan
Cenderung suka menyalahkan ke orang lain
Selalu melakukan mengantisipasi terhadap pengkhianatan
Agresif dan gigih untuk hak-hak pribadi
Curigaan parah
2.

Schizoid
Orang dengan gangguan kepribadian Schizoid menghindari hubungan
dengan orang lain dan tidak menunjukkan banyak emosi. Tidak seperti
avoidants, schizoids benar-benar lebih suka menyendiri dan tidak
diam-diam menginginkan popularitas. Mereka cenderung mencari
pekerjaan yang memerlukan sedikit kontak sosial. keterampilan sosial
mereka lemah dan mereka tidak menunjukkan perlunya perhatian atau
penerimaan. Mereka dianggap tidak punya selera humor dan jauh dan
sering disebut sebagai penyendiri.
Gejala Schizoid Personality Disorder:

Lemahnya kemampuan interpersonal


Kesulitan mengekspresikan kemarahan, bahkan ketika diprovokasi
penyendiri mentalitas; menghindari situasi social
Orang lain menganggap dia jauh, menyendiri, dan tidak bisa terikat
dengan orang lain
Rendah gairah seksual
Tidak responsif pada pujian atau kritik
3. Schizotypal
Banyak yang percaya bahwa gangguan kepribadian schizotypal
mewakili skizofrenia ringan. Gangguan ini ditandai oleh bentuk-bentuk
berpikir dan memahami dengan cara yang aneh, dan individu dengan
gangguan ini sering mencari isolasi dariorang lain . Mereka kadangkadang percaya untuk memiliki kemampuan indra yang ekstra atau
kegiatan yang tidak berhubungan berhubungan dengan mereka dalam
beberapa cara penting. Mereka umumnya berperilaku eksentrik dan
sulit berkonsentrasi untuk waktu yang lama. pidato mereka sering
lebih
rumit
dan
sulit
untuk
diikuti.
Gejala Personality Disorder Schizotypal :
Aneh atau tingkah laku atau penampilan eksentrik
Bertakhyul atau sibuk dengan fenomena paranormal
Sulit untuk mengikuti pola bicara
Perasaan cemas dalam situasi social
Kecurigaan dan paranoia
Suka berpikir menganai kepercayaan aneh atau magis
Nampak pemalu, suka menyendiri, atau menarik diri dari orang lain
4. Antisocial
Banyak yang salah paham bahwa gangguan kepribadian antisosial
mengacu pada orang yang memiliki keterampilan sosial yang buruk.
Sebaliknya, gangguan kepribadian antisosial ditandai oleh kurangnya
hati nurani. Orang dengan gangguan ini rentan terhadap perilaku
kriminal, percaya bahwa korban-korban mereka lemah dan pantas
dimanfaatkan. Antisocials cenderung suka berbohong dan mencuri.
Sering kali, mereka tidak hati-hati dengan uang dan mengambil
tindakan tanpa berpikir tentang konsekuensi nya . Mereka sering
agresif dan jauh lebih peduli dengan kebutuhan mereka sendiri
daripada kebutuhanorang lain.
Gejala Gangguan Kepribadian antisosial:
mengabaikan untuk perasaan orang lain
impulsif dan tidak bertanggung jawab pengambilan keputusan
Kurangnya rasa penyesalan karena merugikan orang lain
Berbohong, mencuri, perilaku kriminal lainnya
mengabaikan untuk keselamatan diri dan orang lain
5. Borderline
Borderline personality disorder ditandai oleh ketidakstabilan suasana
hati dan miskin citra diri. Orang dengan gangguan ini rentan terhadap
perubahan suasana hati dan kemarahan yang konstan. Sering kali,

mereka akan melampiaskan kemarahan pada diri mereka sendiri,


mencederai tubuh mereka sendiri, ancaman bunuh diri dan tindakan
yang tidak biasa. Batasan berpikir secara hitam dan putih sangat kuat,
hubungan yang sarat dengan konflik. Mereka cepat marah ketika
harapan
mereka
tidak
terpenuhi.
Gejala Borderline Personality Disorder:
Menyakiti diri sendiri atau mencoba bunuh diri
Perasaan yang kuat untuk marah, cemas, atau depresi yang
berlangsung selama beberapa jam
Perilaku impulsive
Penyalahgunaan obat atau alcohol
Perasaan rendah harga diri
Tidak stabil hubungan dengan teman, keluarga, dan pacar
6. Histrionic
Orang dengan gangguan kepribadian Histrionicadalah pencari
perhatian konstan. Mereka perlu menjadi pusat perhatian setiap waktu,
sering menggangguorang lain untuk mendominasi pembicaraan.
Mereka menggunakan bahasa muluk-muluk untuk menggambarkan
kejadian sehari-hari dan mencari pujian konstan. Mereka suka
berpakaian yang memancing atau melebih-lebihkan kelemahannya
untuk mendapatkan perhatian. Mereka juga cenderung membesarbesarkan persahabatan dan hubungan, percaya bahwa setiaporang
menyukai
mereka.
Mereka
sering
manipulatif.
Gejala Personality Disorder Histrionic:
Kebutuhan untuk menjadi pusat perhatian.
Berpakaian atau melakukan tindakan-tindakan provokatif.
Emosinya dapat berubah dengan cepat.
Melebih-lebihkan persahabatan.
Terlalu-dramatis , terkadang sangat lebay.
Mudah dipengaruhi, gampang dibujuk.
7. Narcissistic
Gangguan kepribadian Narcissistic dicirikan oleh keterpusatan diri.
Seperti gangguan Histrionic, orang-orang dengan gangguan ini senang
mencari perhatian dan pujian. Mereka membesar-besarkan prestasi
mereka, mengharapkan orang lain untuk mengakui mereka sebagai
superior. Mereka cenderung teman, karena mereka percaya bahwa
tidak sembarang orang yang layak menjadi teman mereka. Narsisis
cenderung membuat kesan pertama yang baik, namun mengalami
kesulitan menjaga hubungan jangka panjang. Mereka umumnya tidak
tertarik pada perasaanorang lain dan dapat mengambil keuntungan
dari mereka.
Gejala narsisistik Personality Disorder:
Membutuhkan pujian dan kekaguman berlebihan
Mengambil keuntungan dari orang lain
Merasa diri penting
Kurangnya empati

Berbohong, diri dan orang lain


Terobsesi dengan fantasi ketenaran, kekuasaan, atau kecantikan
8. Avoidant
Gangguan kepribadian yang ditandai dengan kegelisahan sosial yang
ekstrim. Orang dengan gangguan ini sering merasa tidak cukup,
menghindari situasi sosial, dan mencari pekerjaan dengan sedikit
kontak denganorang lain. Avoidant takut ditolak dan khawatir jika
mereka memalukan diri mereka sendiri di depan orang lain. Mereka
membesar-besarkan potensi kesulitan pada situasi baru untuk
membuat orang berpikir agar menghindari situasi itu. Sering kali,
mereka akan menciptakan dunia fantasi untuk pengganti yang asli.
Tidak seperti gangguan kepribadian skizofrenia, avoidant merindukan
hubungan sosial, tetapi belum merasa merekabisa mendapatkannya.
Mereka sering mengalami depresi dan memiliki kepercayaan diri yang
rendah.
Gejala Personality Disorder Avoidant :
Keengganan dalam relasi sosial; mundur dari orang lain dalam
mengantisipasi penolakan
Terobsesi denga tolakan atau kritikan dalam situasi social
Takut dianggap memalukan, sehingga menghindari kegiatan baru
Miskin citra diri; perasaan tidak puas dalam kehidupan social
Keinginan untuk meningkatkan hubungan social
Nampak sibuk sendiri dan tidak ramah
Menciptakan kehidupan fantasi rumit
9. Dependent
Gangguan kepribadian ini ditandai dengan kebutuhan untuk dijaga.
Orang dengan kelainan ini cenderung bergantung pada orang dan
merasa takut kehilangan mereka. Mereka mungkin menjadi bunuh diri
ketika berpisah dengan orang yang dicintai. Mereka cenderung untuk
membiarkan orang lain mengambil keputusan penting bagi mereka
dan sering melompat dari hubungan satuke hubungan yang lainnya.
mereka sering bertahan dalam suatu hubungan, walaupun sering
dikasari atau disakiti. kepekaan berlebih terhadap penolakan umum.
Mereka
sering
merasa
tak
berdaya
dan
tertekan.
Gejala Gangguan Kepribadian Dependent:
Kesulitan membuat keputusan
Perasaan tidak berdaya saat sendirian
Berpikir ingin bunuh diri jika ditalak
Pasrah
Merasa terpuruk jika dikritik atau ketika tisak disetujui idenya
Tidak dapat memenuhi tuntutan hidup sehari hari
10.
Obsessive Compulsive
Nama gangguan kepribadian Obsesif-Kompulsif (OCDP) mirip dengan
kecemasan obsesif-kompulsif, namun keduanya sangat berbeda. Orang
dengan gangguan kepribadian obsesif-kompulsif terlalu fokus pada

keteraturan dan kesempurnaan. Mereka harus melakukan segalanya


benar sering mengganggu produktivitas mereka. Mereka cenderung
untuk terjebak dalam halhal yang detil, namun kehilangan gambaran
yang lebih besar. Mereka menetapkan standar yang tinggi tidak masuk
akal untuk diri mereka sendiri dan orang lain, dan cenderung sangat
kritis terhadap orang lain ketika mereka tidak hidup sampai saat ini
standar yang tinggi. Mereka menghindari bekerja dalam tim, percaya
orang lain terlalu ceroboh atau tidak kompeten. Mereka menghindari
membuat keputusan karena mereka takut membuat kesalahan dan
jarang murah hati dengan waktu atau uang. Mereka sering mengalami
kesulitan mengekspresikan emosi.
Gejala Gangguan Kepribadian Obsesif-Kompulsif:
mencari kesempurnaan dan disiplin yang berlebihan
suka dengan ketertiban
kaku
Kurang murah hati
terlalu fokus pada detail dan aturan
suka bekerja keras untuk bekerja, kadang berlebihan
1479. Pria 20 tahun, keluarga pasien mengatakan pasien sering membeli
obat tanpa resep dokter untuk bersenang-senang. Ada agitasi psikomotor,
takikardi, berkeringat. Diagnosis?
a. Putus obat ansiolitik, sedative
b. Intoksikasi akut ansiolitik, sedative
c. Penyalahguanaan ansiolitik, sedative
d. Ketergantungan ansiolitik, sedative
e. Overdosis ansiolitik, sedative
Jawaban : C
Keyword : agitasi psikomotor, takikardi, berkeringat gejala intoksikasi
Pembahasan :
1. PENYALAHGUNAAN NAPZA adalah penggunaan salah satu atau
beberapa jenis NAPZA secara berkala atau teratur diluar indikasi
medis,sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik, psikis dan
gangguan fungsi sosial.
2. KETERGANTUNGAN NAPZA adalah keadaan dimana telah terjadi
ketergantungan fisik dan psikis, sehingga tubuh memerlukan jumlah
NAPZA yang makin bertambah (toleransi), apabila pemakaiannya
dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus zat (withdrawal
syamptom). Oleh karena itu ia selalu berusaha memperoleh NAPZA
yang dibutuhkannya dengan cara apapun, agar dapat melakukan
kegiatannya sehari-hari secara normal.
Tingkat pemakaian obat :
1. Pemakaian coba-coba (experimental use), yaitu pemakaian
NAPZA yang tujuannya ingin mencoba,untuk memenuhi rasa ingin
tahu. Sebagian pemakai berhenti pada tahap ini, dan sebagian lain
berlanjut pada tahap lebih berat.

2. Pemakaian sosial/rekreasi (social/recreational use) : yaitu


pemakaian NAPZA dengan tujuan bersenang-senang, pada saat
rekreasi atau santai. Sebagian pemakai tetap bertahan pada tahap
ini,namun sebagian lagi meningkat pada tahap yang lebih berat.
3. Pemakaian Situasional (situasional use) : yaitu pemakaian pada
saat mengalami keadaan tertentu seperti ketegangan, kesedihan,
kekecewaaqn, dan sebagainnya, dengan maksud menghilangkan
perasaan-perasaan tersebut.
4. Penyalahgunaan (abuse): yaitu pemakaian sebagai suatu pola
penggunaan yang bersifat patologik/klinis (menyimpang) yang ditandai
oleh intoksikasi sepanjang hari, tak mapu mengurangi atau
menghentikan, berusaha berulang kali mengendalikan, terus
menggunakan walaupun sakit fisiknya kambuh. Keadaan ini akan
menimbulkan gangguan fungsional atau okupasional yang ditandai
oleh : tugas dan relasi dalam keluarga tak terpenuhi dengan
baik,perilaku agresif dan tak wajar, hubungan dengan kawan
terganggu, sering bolos sekolah atau kerja, melanggar hukum atau
kriminal dan tak mampu berfungsi secara efektif.
5. Ketergantungan (dependence use) : yaitu telah terjadi toleransi
dan gejala putus zat, bila pemakaian NAPZA dihentikan atau dikurangi
dosisnya. Agar tidak berlanjut pada tingkat yang lebih berat
(ketergantungan), maka sebaiknya tingkat-tingkat pemakaian tersebut
memerlukan perhatian dan kewaspadaan keluarga dan masyarakat.
Untuk itu perlu dilakukan penyuluhan pada keluarga dan masyarakat.
6. SIndrom putus obat adalah sekumpulan gejala klinis yang
terjadi akibat menghentikan zat atau mengurangi dosis obat
yang persisten digunakan sebelumnya
1480. Perempuan 22 tahun datang ke RS dengan keluhan sulit tidur sejak 1
minggu yang lalu. Pasien mendengar suara hati mengatakan bahwa pasien
tidak berguna dan orang sekitar tidak menyukainya. Pasien tidak
mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. 2 bulan yang lalu
pasien mengaku putus cinta dari pacarnya
a. Gangguan cemas campur depresi
b. Gangguan depresi berat
Jawaban : B
Keyword : sulit tidur, merasa tidak berguna, merasa orang lain tidak
menyukainya gejala depresi, baru putus cinta pencetus gejala
Pembahasan :
F32. Episode Depresif
Pada semua tiga variasi dari episode depresif khas yang tercantum di bawah
ini: ringan, sedang dan berat, individu biasanya menderita suasana perasaan
(mood) yang depresif, kehilangan minat dan kegembiraan, dan berkurangnya
energy yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah dan berkurangnya
aktivitas. Biasanya ada rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja.
Gejala lazim lainnya adalah :

a. Konsentrasi dan perhatian berkurang


b. Harga diri dan kepercayaan diri berkurang
c. Gagasan tentang perasaan bersalah dan tidak berguna (bahkan pada
episode tipe ringan sekalipun)
d. Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis
e. Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri
f. Tidur terganggu
g. Nafsu makan berkurang
F32.0 Episode depresif ringan
Suasana perasaan mood yang depresif, kehilangan minat dan
kesenangan, dan mudah menjadi lelah biasanya dipandang sebagai
gejala depresi yang paling khas; sekurang-kurangnya dua dari ini,
ditambah sekurang-kurangnya dua gejala lazim di atas harus ada
untuk menegakkan diagnosis pasti. Tidak boleh ada gejala yang
berat di antaranya. Lamanya seluruh episode berlansung ialah
sekurang-kurangnya sekitar 2 minggu.
Individu yang mengalami episode depresif ringan biasanya resah
tentang gejalanya dan agak sukar baginya untuk meneruskan
pekerjaan biasa dan kegiatan social, namun mungkin ia tidak akan
berhenti berfungsi sama sekali.
F32.1 Episode depresif sedang
Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala yang paling khas
yang ditentukan untuk episode depresif ringan, ditambah
sekurang-kurangnya tiga (dan sebaiknya empat) gejala lainnya.
Beberapa gejala mungkin tampil amat menyolok, namun ini tidak
esensial apabila secara keseluruhan ada cukup banyak variasi
gejalanya. Lamanya seluruh episode berlangsung minimal sekitar 2
minggu. Individu dengan episode depresif taraf; sedang biasanya
menghadapi kesulitan nyata untuk meneruskan kegiatan sosial,
pekerjaan dan urusan rumah tangga.
F32.2 Episode depresif berat tanpa gejala psikotik
Semua tiga gejala khas yang ditentukan untuk episode depresif
ringan dan sedang harus ada, ditambah sekurang-kurangnya
empat gejala lainnya, dan beberapa diantaranya harus
berintensitas berat. Namun, apabila gejala penting (misalnya
agitasi atau retardasi) menyolok, maka pasien mungkin tidak mau
atau tidak mampu utnuk melaporkan banyak gejalanya secara
terinci. Dalam hal demikian, penentuan menyeluruh dalam
subkategori episode berat masih dapat dibenarkan. Episode
depresif biasanya seharusnya berlangsung sekurang-kurangnya 2
minggu, akan tetapi jika gejala amat berat dan beronset sangat
cepat, maka mungkin dibenarkan untuk menegakkan diagnosis
dalam waktu kurang dari 2 minggu. Selama episode depresif berat,
sangat tidak mungkin penderita akan mampu meneruskan kegiatan
sosial, pekerjaan atau urusan rumah tangga, kecuali pada taraf
yang sangat terbatas.

F32.3 Episode depresif berat dengan gejala psikotik


Episode depresif berat yang memenuhi kriteria menurut F32.2
terssebut di atas, disertai waham, halusinasi atau stupor depresif.
1481.
seorang laki-laki mengalami keluhan ketidakpuasan saat berhubungan seksual.
Pasien
mengaku merasa
puas
bila melakukan kekerasan saat melakukan hubungan
seks dengan istrinya, seperti memukul istrinya dengan sabuk, Gangguan seksual yang dialami
pasien tersebut adalah?
a. sadism
b. masokisme
c. fetihisme
d. voyeurism
e. ekshibisionisme
Jawaban : A. Sadism
Pembahasan :
Sesuai dengan PPDGJ III F65.5 Sadomasokisme, yaitu preferensi terhadap aktifitas seksual yang
melibatkan pengikatan atau menimbulkan rasa sakit atau penghinaan.
Sadism
Masochism

: pelaku kekerasan
: individu yg lebih suka menjadi resipien dari perangsangan

1482.
seorang laki-laki merasa puas saat melihat pasangan suami istri melakukan
hubungan intim di depannya. Gangguan?
a. sadism
b. masokisme
c. fetihisme
d. voyeurism
e. ekshibisionisme
Jawaban : D. Voyeurism
Pembahasan :
Sesuai dengan PPDGJ III F65.3 Voyeurisme

Kecenderungan berulang atau menetap untuk melihat orang yang sedang berhubungan
seksual atau berperilaku intim seperti sedang menanggalkan pakaian.
Hal ini biasanya menjurus kepada rangsangan seksual dan masturbasi, yang dilakukan
tanpa orang yang diintip menyadarinya.

1483.
seorang laki-laki lebih suka melakukan aktivitas di rumah saja, sulit bergaul
gangguan kepribadian?
a. schizoid
b. antisosial
c. anankastik
d. histrionic
e. ambang
Jawaban : A.Skizoid
Pembahasan : Sesuai dengan PPDGJ III F60.1

Gangguan kepribadian yang memenuhi deskripsi berikut :


a) Sedikit (bila ada) aktifitas yang memberikan kesenangan;
b) Emosi dingin, afek mendatar atau tak peduli (detachment);
c) Kurang mampu mengekspresikan kehangatan, kelembutan atau kemarahan
terhadap orang lain;
d) Tampak nyata ketidak pedulian baik terhadap pujian maupun kecaman;
e) Kurang tertarik untuk mengalami pengalaman seksual dengan orang lain;
f) Hampir selalu memilih aktifitas yang dilakukan sendiri;
g) Preokupasi denga fantasi dan introspeksi yang berlebihan;
h) Tidak mempunyai teman dekat atau hubungan pribadi yang akrab (kalau ada
hanya satu) dan tidak ada keinginan untuk menjalani hubungan seperti itu; sangat
tidak sensitif terhadap norma dan kebiasaan social yang berlaku.

1484.
seorang laki-laki selalu bekerja keras dengan selalu lembur dikantornya, dia membuat
orang lain harus mengikuti perintahnya. Apabila perintahnya tidak diikuti, maka dia
akan
preokupasi terhadap masalah tersebut. .. gangguan kepribadian ?
a. schizoid
b. antisosial
c. anankastik

d. histrionic
e. Ambang
Jawaban : C. Anankastik
Pembahasan : Sesuai dengan PPDGJ III F60.5 Gangguan Kepribadian Anankastik

Gangguan kepribadian dengan cirri-ciri :


a) Perasaan ragu-ragu dan hati-hati yang berlebihan;
b) Preokupasi dengan hal-hal yang rinci, peraturan, daftar, urutan , organisasi atau
jadwal;
c) Perfeksionisme yang mempengaruhi penyelesaian tugas;
d) Ketelitian yang berlebihan, terlalu hati hati, dan keterikatan yang tidak
semestinya pada produktivitas sampai mengabaikan kepuasan dan hubungan
interpersonal;
e) Keterpakuan dan keterikatan yang berlebihan pada kebiasaan social;
f) Kaku dan keras kepala;
g) Pemaksaan yang tak beralasan agar orang lain mengikuti persis caranya
mengerjakan sesuatu, atau keengganan yang tak beralasan u ntuk mengijinkan
orang lain mengerjakan sesuatu;
h) Mencampuradukan pikiran atau dorongan yang memaksa dan yang enggan.

1485.
Ny. A 27 tahun dibawa keluarganya ke dokter karena terlihat murung , berdiam diri
dan tidak mau menyusui bayinya , pasien tidak mau makan . pasien beru melahirkan 3
minggu yang lalu. kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah :
a. baby blues
b. postpartum blues
c. depresi post partum
d. psikosis postpartum
Jawaban : B. Postpartum Blues
Pembahasan : Postparum blues dialami oleh ibu baru melahirkan yang memiliki kencenderungan
mempunyai emosi yg labil (mood swing). Terjadi pada kurang dari 4minggu pertama setelah
melahirkan.
1486.
Ny. A merasa bersalah dan ingin membunuh anaknya , pasien 4 bulan melahirkan ,
kemungkinan diagnosis :
a. baby blues
b. postpartum blues

c. depresi post partum


d. psikosis postpartum
e. skizofrenia
Jawaban : C. Depresi Post Partum
Pembahasan : Depresi post partum merupakan gejala lanjutan yang lebih mengkhawatirkan dari
post partum blues yang biasanya berlangsung setelah beberapa bulan pasca melahirkan. Salah
satu gejala yang mungkin timbul adalah pemijiran berbuat yang merugikan dirinya ataupun
bayinya dalam hal ini dapat berupa tindakan membunuh anaknya.

1487.
Pasien wanita 25 tahun, punya 1 anak berumur 3 tahun datang dengan keluhan sakit
kepala, haid tidak teratur, mual, pusing, nyeri dan kesemutan pada lengan serta kaki. Sudah
pernah berobat ke beberapa dokter tapi belum sembuh. Diagnosis?
a. gangguan nyeri
b. gangguan cemas
c. gangguan depresi
d. gangguan somatisasi
e. gangguan cemas campur depresi
Jawaban : D. Gangguan Somatisasi
Pembahasan : Sesuai dengan PPDGJ III F45.0 Gangguan Somatisasi

Adanya banyak keluhan-keluhan fisik yang bermacam-macam yang tidak dapat


dijelaskan atas dasar adanya kelainan fisik, yang sudah berlangsung sedikitnya 2 tahun;
Tidak mau menerima nasehat atau penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak ada
kelainan fisik yang dapat menjelaskan keluah-keluhannya;
Terdapat disabilitas dalam fungsinya di masyarakat dan keluarga, yang berkaitan dengan
sifat keluhan-keluhannya dan dampak dari perilakunya.

1488. Pasien laki-laki 30 tahun datang karena bertengkar dengan penjual rokok. Dia sering
mengambil rokok namun beralasan hanya mengambil satu batang saja. Pasien sering bergantiganti pekerjaan namun tidak menemukan yang cocok karena menurut rekan kerjanya pasien
sering semena-mena, sering terlambat dan tidak bertanggung jawab. Kondisi ini mengganggu
kehidupan pasien dan orang sekitarnya. Diagnosis?

a. gangguan kepribadian skizotipal


b. gangguan kepribadian antisosial
c. gangguan kepribadian emosional tak stabil
d. gangguan kepribadian menghindar
Jawaban : B. Gangguan Kepribadian Antisosial
Pembahasan : Sesuai dengan PPDGJ III F60.2 Gangguan Kepribadian Dissosial

Gangguan kepribadian ini biasanya menjadi perhatian disebabkan adanya perbedaan yang
besar antara perilaku dan norma sosial yang berlaku, dan ditandai oleh :
a) Bersikap tidak peduli dengan perasaan orang lain;
b) Sikap yang amat tidak bertanggung jawab dan berlangsung terus menerus
(persistent), serta tidak peduli terhadap norma, peraturan, dan kewajiban social.
c) Tidak mampu memelihara suatu hubungan agar berlangsung lama, meskipun
tidak ada kesulitan untuk mengembangkannya.
d) Toleransi terhadap frustasi sangat rendah dan ambang yang rendah untuk
melampiaskan agresi, termasuk tindakan kekerasan;
e) Tidak mampu mengalami rasa salah dan menarik manfaat dari pengalaman,
khususnya dari hukuman;
f) Sangat cenderung menyalahkan orang lain, atau menawarkan rasionalisasi yang
masuk akal, untuk perilaku yang membuat pasien konflik dengan masyarakat

1489.
Wanita datang dengan keluhan berdebar-debar, keringetan sejak 1 minggu yang
lalu. Sebelumnya pasien pernah merasakan nyeri dada, diperiksa ke dokter hasilnya normal,
diagnosisnya?
Jawaban :
Pembahasan :

1490.
Anak 4tahun dengan keluhan tidak dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Selalu
mendapat nilai buruk di sekolah, dan berlari lari ditengah pelajaran tanpa memperhatikan
sekitarnya. Diagnosis...
a. autis
b. adhd tipe hiperaktif
c. adhd tipe non hiperaktif

Jawaban : B. ADHD Tipe Hiperaktif


Pembahasan : Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) muncul pada masa kanankanak awal, biasanya mulai timbul pada usia 3 tahun. Perbandingan anak laki-laki dan
perempuan 4:1. Gejala utama ADHD ada 3 yaitu :
Inatensi ( sulit memusatkan perhatian/sulit konsentrasi)
Impulsivitas (sulit menahan keinginan untuk melakukan sesuatu)
Hiperaktivitas (anak cenderung gelisah, saat pelajaran dikelas anak sering meninggalkan
kursi dan tidak bisa duduk tenang, berlari/memanjat berlebihan, selalu dalam keadaan
tergesa-gesa dan bicara terlalu banyak)

1491.
Anak 4 tahun blm bisa bicara, atensi kurang, kontak mata tidak adekuat, sering
mengetok2 meja dengan sendok dan tidak mau berhenti kecuali ditahan. Cenderung streotipik.
Apakah kengawuran pada anak ini:
a.

autis non spesifik

b. autis spesifik
c. adhd hiperaktif
d. enkoporesis non organic
e. enuresis non organic
Jawaban : B. ADHD Hiperaktif
Pembahasan : Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) muncul pada masa kanankanak awal, biasanya mulai timbul pada usia 3 tahun. Perbandingan anak laki-laki dan
perempuan 4:1. Gejala utama ADHD ada 3 yaitu :
Inatensi ( sulit memusatkan perhatian/sulit konsentrasi)
Impulsivitas (sulit menahan keinginan untuk melakukan sesuatu)
Hiperaktivitas (anak cenderung gelisah, saat pelajaran dikelas anak sering meninggalkan kursi
dan tidak bisa duduk tenang, berlari/memanjat berlebihan, selalu dalam keadaan tergesa-gesa dan
bicara terla

1492. Laki2 28th ud menikah sering sakit kepala, berdebar2, berkeringat, susah konsentrasi
sejak 18 bulan yg lalu. Pasien mencemaskan byk hal. Apakah nama kengawuran pasien ini?

a. gangguan cemas + depresi


b. gangguan depresi
c. gangguan cemas menyeluruh
d. gangguan disosiatif
e. lupa
Jawaban : C. Gangguan Cemas Menyeluruh
Pembahasan : Sesuai dengan PPDGJ III F41.1 Gangguan Cemas Menyeluruh

Penderita harus menunjukkan anxietas sebagai gejala primer yang berlangsung hamper
setiap hari untuk beberapa minggu sampai beberapa bulan, yang tidak terbatas atau hanya
menonjol pada keadaan situasi khusus tertentu saja
Gejala-gejala tersebut biasanya mencakup unsure-unsur berikut:
a) Kecemasan (khawatir akan nasib buruk, merasa seperti di ujung tanduk, sulit
konsentrasi, dsb)
b) Ketegangan motyorik (gelisah, sakit kepala, gemetaran, tidak dapat santai); dan
c) Overaktivitas otonomik (kepala terasa ringan, berkeringat, jantung berdebardebar, sesak napas, keluhan lambung, pusing kepala, mulut kering, dsb.)

1493. Laki2 68 th dibawa ke rs krn ngatur jalanan di lampu merah. Tampak marah dan gelisah.
Cenderung ganti2 mood dr marah ke gembira. Riwayat depresi hampir bunuh diri 1 th yg lalu.
Apakah nama kengawuran pasien ini?
a. depresi
b. demensia
c. disosiasi
d. gangguan cemas
e. gangguan bipolar
Jawaban : E. Gangguan Bipolar
Pembahasan : Sesuai dengan PPDGJ III F31.6 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini
Campuran

Episode yang sekarang menunjukkan gejala-gejala manic, hipomanik, dan depresif yang
tercampur atau bergantian dengan cepat (gejala mania/hipomania dan depresi sama0sama mencolok selama masa terbesar dari episode penyakit yang sekaran, dan telah
berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu); dan

Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik, manic atau campuran di
masa lampau

1494.
Seorang pasien wanita dibawa Karena menyulutkan rokok ke tubuhnya sendiri.
Diketahui pasien baru saja putus dari pacarnya. Pasien mengaku melakukan hal tersebut setiap
kali merasa sakit hati. Tetapi setelah melakukan hal tesebut ia merasa bersalah kepada dirinya
sendiri. Pasien memiliki riwayat sering mengalami pelecehan seksual. Kelainan yang diderita
pasien..
a. gangguan kepribadian anti sosial
b. gangguan kepribadian schizoafektif
c. gangguan kepribadian borderline
d. gangguan kepribadan konversi
e. gangguan kepribadian
Jawaban :
Pembahasan :

1495. Pasien, ditemukan tampak gelisah dan berantakan di kamarnya. Akhir-akhir ini pasien
tampak lebih kurus. Pasien dibawa ke UGD dengan keluhan muntah, diare, pupil mid-dilatasi.
Kemungkinan intoksikasi?
a. Amfetamin
b. Ganja
c. Kokain
d. Morfin
Jawaban : A. Amfetamin
Pembahasan : Menurut DSM IV TR criteria diagnostic untuk intoksikasi amfetamin adalah :
1) Baru menggunakan amfetamin atau zat sejenis (misal methylphenidate)
2) Tingkah laku maladaptive yang bermakna secara klinis atau perubahan psilokogis
(euphoria atau afek tumpul, perubahan kemampuan social, sensitifitas interpersonal,
waspada berlebi, anxietas, ketegangan atau gusar, perilaku stereotipi, psikomotor,

gangguan penilaian atau fungsi social atau pekerjaan) yang terjadi selama atau segera
setelah pemakaian amfetamin atau zat sejenisnya
3) Ada 2 atau lebih tanda-tanda berikut :
Takikardi atau bradikardi
TD meningkat atau turun
Persipirasi atau menggigil
Nausea atau vomitus
BB turun
Diare
Agitasi atau retardasi psikomotor
Kelemahan otot
Depresi respirasi
Nyeri dada
Aritmia
Kebingungan
Kejang
Dyskinesia
1496.

Obat depresan apa yang dapat menimbulkan efek samping palpitasi?


a. amiltriptilin
b. fluoxetine
c. venlafaxine

Jawaban : A. Amiltriptilin
Pembahasan :

1497.

Tidak bisa tidur karena gangguan cemas. Termasuk ?


a. insomnia primer
b. insomnia sekunder
c. hipersomnia
d. parasomnia

Jawaban : B. Insomnia Sekunder


Pembahasan : Insomnia Sekunder merupakan kondisi susah tidur yang disebabkan oleh sesuatu
yang diketahui penyebabnya ( seperti nyeri, cemas atau kondisi medis yang lain)

1498. Pasien, ditemukan tampak gelisah dan berantakan di kamarnya. Akhir-akhir ini pasien
tampak lebih kurus. Pasien dibawa ke UGD dengan keluhan muntah, diare, pupil mid-dilatasi.
Kemungkinan intoksikasi?
a. Amfetamin
b. Ganja
c. Kokain
d. Morfin
Jawaban : A. Amfetamin
Pembahasan :

1499.
Seorang anak datang dengan keluhan kaki nya bengkak, hiperemis dan nyeri.
Sebelumnya anak mengalami demam sejak 3 hari. pada pemeriksaan rontgen ditemukan.
Diagnosis anak tersebut?

a. Osteomyelitis TB
b. Ostiomielitis piogenik akut
c.

oeteosarkoma

d. Osteoarthritis

Jawaban : B. Osteomielitis Piogenik Akut


Pembahasan :

1500. Seorang bayi umur 7 hari datang dengan keluhan tidak pernah buar air besar sejak lahir.
Apabila minum susu langsung dimuntahkan. Pada pemeriksaan fisik terlihat perut buncit dan
menangis saat di tekan. Pada pemeriksaan colok dubur menyemprot. Apakah diagnosis pada
kasus ini ?
a. Atresia duodenum

b. Atresia jejunum
c. Atresia esophagus
d. Hisprung / megakolon
e. Atresia ani
Jawaban : D. Hisprung / Megakolon
Pembahasan :
1501. Seorang bayi usia 3 hari dibawa ibunya kepuskesmas dalam keadaan
benjolan pada perut pada pemeriksaan fisik terdapat benjolan dengan lapisin
tipis yang membungkus. Apa diagnosis pada kasus ini?
a. Omfalokel
b. Gastroschisis
c. Omfalitis
d. Hernia umbilicalis
e. Hernia diagframa
JAWABAN: A
PMENBAHASAN:
Omfalokel adalah penonjolan dari usus atau isi perut lainnya melalui akar pusat
yang hanya dilapisi oleh peritoneum (selaput perut) dan tidak dilapisi oleh kulit.
Usus terlihat dari luar memalui selaput peritoneum yang tipis dan transparan.
Gastroschisis adalah suatu herniasi pada isi usus dalam fetus yang terjadi pada
salah satu samping umbilical cord. Jenis gastroschisis terjadi seperti omfalokel.
Bedanya tali pusat tetap ada pada tempatnya. Penonjalan organ visera ini tidak
terbungkus selaput.
Omfalitis adalah infeksi pada tali pusat bayi baru lahir yang ditandai dengan kulit
kemerahan disertai pus.
Hernia Umbilicalis adalah penonjolan usus maupun omentum lewat defek fascia
pada umbilikus. Diagnosis ditegakan bila dijumpai penonjolan yang hilang timbul
pada umbilikus yang tertutup kulit, dan pada perabaan didapatkan celah pada
umbilikus dengan ukuran kaliber yang bervariasai. Apabila terjadi inkarserasi
maupun strangulasi, penonjolan akan menetap dan disertai tanda-tanda ileus
dengan rasa sakit yang hebat.
Hernia diafragmatika adalah masuknya visera abdomen ke rongga thorax
melewati defek kongenital diafragma yang mengakibatkan distres respirasi segera
setalah lahir. Diagnosis ditegakan berdasarkan adanya gangguan repirasi berat
dalam beberapa jam setelah lahir, abdomen skapoid, suara jantung terdengar di sisi

lain, suara penapasan diperlemah dan didapatkan suara peristaltik didada. Pada
pemeriksaan rontgen didapatkan gambaran viscera intrathoraks.

1502.
Seorang anak laki-laki dibawa orangtua nya ke RS dengan keluhan
nyeri pada saat buang air kecil. Apabila buang air kecil ujung penis terlihat
menggembung. Pada pf ditemukan massa di OUE sebesar 0,5cm, kenyal,
mobile, tidak nyeri. Preputium lengket. Apakah diagnosis pada kasus ini?
a. Parafimosis dengan resistensi smegma
b. Fimosis dengan resistensi smegma
c. Hipospadia dengan resistensi smegma
d. Lipoma dengan resistensi smegma
e. Ateroma dengan resistensi smegma
JAWABAN: B
PEMBAHASAN:
Parafimosis adalah keadaan di mana prepusium tidak dapat ditarik ke depan
(distal)/menutup.Pada keadaan ini, glan penis atau batang penis dapat terjepit oleh
prepusium yang bengkak.Keadaan ini paling sering oleh peradangan.Pada
parafimosis sebaiknya kita melakukan reduksi sebelum disirkumsisi.
Fimosis adalah keadaan di mana prepusium tidak dapat di tarik ke belakang
(proksimal)/membuka.Kadang-kadang lubang pada prepusium hanya sebesar ujung
jarum, sehingga sulit untuk keluar. Pada 95% bayi, kulub masih melekat pada glans
penis sehingga tidak dapat di tarik ke belakang dan hal ini tidak dikatakan fimosis.
Hipospadia adalah merupakan kelainan bawaan dimana meatus uretra
eksternusterletak dipermukaan ventral penis dan lebih proksimal dari tempatnya yang
normalpada ujung gland penis. Semakin ke proksimal defek uretra maka penis akansemakin
mengalami pemendekan dan membentuk kurvatur yang disebut chordee. Hipospadia
merupakan Kelainan pada muara uretra eksterna. Pada hipospadi berada di ventral
penis mulai dari glans penis sampai perineum. Hipospadi terjadi karena kegagalan
atau kelambatan penyatuan lipatan uretra digaris tengah.
Lipoma adalah tumor lemak yang pertumbuhannya lambat dan berada di
antara kulit dan lapisan otot. Seringkali lipoma mudah diidentifikasi karena tumir ini
langsung bergerak juka ditekan dengan jari. Lipoma dapat terjadi pada segala usia
dan tumor ini dapat bertahan dikulit selama bertahun-tahun. Tumor ini seringkali
dapat terdeteksi pada usia pertengahan. Lokasi. Lipoma terletak di bawah kulit dan
tidak menonjol.. Lipoma sering terjadi di leher, punggung, lengan dan paha.
Kista ateroma adalah benjolan dengan bentuk yang kurang lebih bulat dan
berdinding tipis, yang terbentuk dari kelenjar keringat (sebacea), dan terbentuk
akibat adanya sumbatan pada muara kelenjar tersebut. Disebut juga kista sebacea,
kista epidermal. Sumbatan pada muara kelenjar sebacea, dapat disebabkan oleh
infeksi, trauma (luka/benturan), atau jerawat. Banyak dijumpai di kulit yang banyak

mengandung kelenjar keringat, misalnya di muka, kepala, punggung. Bentuk bulat,


berbatas tegas, berdinding tipis, dapat digerakkan, melekat pada kulit di atasnya.
Isinya cairan kental berwarna putih abu-abu, kadang disertai bau asam. Merah dan
nyeri jika terjadi peradangan.

1503. Seorang laki laki datang dengan keluhan muntah dan kembung terdapat
benjolan pada lipat paha yang bisa masuk kembali sejak 6 bulan yang lalu,
namun tadi pagi benjolan tidak bisa dimasukan lagi, pada pemeriksaan fisik
terdapat benjolan, dan bunyi metallic sound (+) apakah diagnosis pada kasus
ini?
a. Hernia scrotalis obturan
b. Hernia inguinalis inkarserata
c. Hernia ingunalis stralungata
d. Hernia inguinalis reponibel
e. Hernia inguinalis irreponibel
JAWABAN: B
PEMBAHASAN:
Hernia inguinalis inkarserata adalah hernia yang sudah berkomplikasi
terhadap pasase usus karena bagian usus terjepit
Hernia inguinalis strangulata adalah hernia dengan komplikasi terjepitnya
pembuluh darah, biasanya pasien datang sangat kesakitan dan pada bagian
inguinal kebiruan sampai hitam karena iskemik. Indikasi dilakukannya cito.
Hernia reponible adalah hernia inguinalis yang masih bisa keluar masuk
sendiri melewati canalis nya. Biasanya masuk bila pasien istirahat atau berbaring.
Hernia irreponible adalah hernia yang sudah tidak bisa masuk lagi
1504. Seorang laki laki datang dengan keluhan muntah dan kembung terdapat
benjolan pada lipat paha yang bisa masuk kembali sejak 6 bulan yang lalu,
namun tadi pagi benjolan tidak bisa dimasukan lagi, pada pemeriksaan fisik
terdapat benjolan, apakah pemeriksaan pada kasus ini?
a. Finger test (Jari telunjuk dimasukkan melalui anulus inguinalis, ke arah
anulus internus lalu pasien disuruh batuk atau mengejan, jika ada
pendesakan di jari tes +)

1505. Laki-laki datang dengan keluhan BAB berdarah, warna merah terang. Pasien
juga mengeluh nyeri perut kiri bawah. Pada saat pf nyeri di regio iliaca
desensen saat RT tidak di temukan massa (-) pada pemeriksaan foto polos

abdomen lateral terdapat gambaran paruh burung (bird beak) . Apalah


diagnosis kasus tsb?
a. Divertikel
b. Volvulus
c. Invaginasi
d. Ileus obstruktif
e. Ileus paralitik
JAWABAN: B
PEMBAHASAN:

Divertikerl kolon :

95% di sigmoid, tapi dapat dimanapun

Sebagian kecil divertikulosis berkembang menjadi


diverkulitis

Komplikasi
o Perforasi

o Peritonitis
o Fistel
o abses intraabdomen
o perdarahan
o Salah satu karsinoma paling sering ditemui
o Familial tendencies
o Insiden meningkat pada penderita dengan adenoma polip dan ulkus ulseratif
o Tumor meluas dengan invasi lokal, melaui pembuluh darah dan limfatik\
o Staging Dukes
o Adenokarsinoma histologi

gejala utama : Perdarahan per rectum

Gambaran radiologis barium enema:


o Penonjolan ke dalam lumen
o apple-core' stricture,
o Napkin ring
o irregular polypoid lesions
o plaque- or saddle-like tumour
o fungating besar (agak jarang) dan predominan di caecum
o Stenosis anular tapi tumor infiltratif difus

Volvulus Pada Sigmoid


Tiga kondisi yang dapat menjadi predisposisi terjadinya
volvulus sigmoid adalah redundant sigmoid, mesocolon sigmoid
yang panjang, konstipasi kronik pada bagian distal sigmoid.
Sigmoid akan terpuntir 360 berlawanan dengan arah jarum jam,
menyebabkan closed loop obstruksi dan jepitan vaskularisasi
pada mesenterium. Sigmoid menjadi ganggren dan perforasi.
Pada umumnya distensi obdomen sangat menonjol dan disertai
dengan nyeri kolik suprapubic. Suara peristaltik usus akan
sangat meningkat. Bagian kolon lain yang juga dapat mengalami
volvulus adalah sekum dan kolon tranversum.
Diagnosis didasarkan pada banyak pasien menghubungkan episode distensi
abdomen sebelumnya yang telah dihilangkan dengan enema atau posisi
menungging yang diikuti oleh pengeluaran banyak flatus dan feses. Hitung leukosit
bisa normal atau meningkat sedang dalam pasien tanpa strangulasi. Pemeriksaan
rektum biasanya menunjukkan usus kosong atau terisi feses cair. Dari pemeriksaan
fisik tampak adanya distensi perut yang mencolok. Pada perkusi terdengar timpani
karena sigmoid yang besar sekali.

Diagnosis dapat dikonfirmasi dengan foto polos abdomen yang akan


menunjukkan gambaran dilatasi hebat dari sigmoid yang membentuk huruf U, pada
kasus kolon sigmoid akan menyerupai coffe bean (biji kopi). Gambaran lain yang
menyertai adalah multiple air-fluid level. Pada foto barium enema (jika fasilitas
memungkinkan) akan tampak gambaran seperti birds beak (paruh burung)

Ileus Obstruktif

Tampak dilatasi usus (diameter


usus halus normal 1,53cm pada
foto dengan skala 100%).
Tampak coil spring (bentukan
seperti per) yang apabila ia
berdekatan dengan coil spring
yang lain, ia akan tampak seperti
tulang ikan (herring bone).
Lalu tampak pula step ladder
appearance (penampakan step
ladder) karena cairan transudasin
berada dalam usus halus yang mengalami distensi.
Ileus Paralitik

Terdapat dilatasi usus secara menyeluruh dari gaster


sampai rektum.
Coil spring dan herring bone juga nampak. Air fluid
level pendekpendek (di usus halus) dan panjang (di
colon)
Step ladder appearance

1506. Laki-laki datang dengan keluhan BAB berdarah, warna merah terang. Pasien
juga mengeluh nyeri perut kiri bawah. Pada saat pf nyeri di regio iliaca
desensen saat RT tidak di temukan massa (-). Apalah diagnosis kasus tsb?
a. Divertikel
b. Volvulus
c. Invaginasi
JAWABAN: C
PEMBAHASAN:
Penyebab dari hematochezia berdasarkan kelompok umur adalah sebagai berikut:
1. Dewasa: hemoroid internal, malformasi vaskuler, diverticulosis, infeksi
(Campylobacter, shigellosis, amebiasis), fisura ani, colitis ulseratif kronis,
colitis granulomatosa, adenokarsinoma, tumor jinak, colitis iskemik, lesi
saluran pencernaan atas.
2. Anak-anak: polip (juvenile polyps), colitis ulseratif kronis, colitis
granulomatosa, infeksi, intussusception (usus masuk ke usus), Meckels
diverticulum

3. Bayi/ neonates: anal fissure, necrozing enterocolitis, midgut volvulus.


DIVERTIKULUM
Divertikulum Meckel merupakan kelainan kongenital dari traktus
gastrointestinal yang sering ditemukan dengan prevalensi 2% pada populasi umum,
akibat
adanya
kegagalan
penutupan
an
penyerapan
dari
duktus
omphalomesenterik. Selain menjadi divertikulum, kegagalan ini nantinya juga akan
dapat berujung menjadi fistula umbilikoileal, sinus duktus omphalomesenterik, kista
duktus omphalomesenterik, dan pita fibrosis. Pasien dengan elainan ini lebih
banyak bersifat asimptomatis dan jika menjadi simptomatis, cenderung diakibatkan
oleh komplikasinya, seperti karena adanya obsrtruksi usus (35%), pendarahan
(32%), divertikulum (22%), kelainan umbilicus (10%), hernia littre, dan neoplasma.
Karena sifatnya yang asimptomatis, sehingga pada fase awal penyakit ini justru
ditemukan secara insidental. Pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk
menkonfirmasi secara akurat adalah dengan melakukan skanning Meckel yaitu
skintiskan technetium 99m pertechnetate.
.

INVAGINASI
Invaginasi disebut juga intususepsi adalah suatu keadaan dimana segmen
usus masuk ke dalam segmen lainnya; yang bias berakibat dengan obstruksi
/strangulasi. Umumnya bagian yang peroksimal (intususeptum) masuk ke bagian
distal (intususepien) Untuk menegakkan diagnose invaginasi didasarkan pada
anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium dan radiologi. Gejala klinis yang
menonjol dari invaginasi adalah suatutrias gejalam yang terdiri dari :
1. Nyeri perut yang datangnya secara tibatiba, nyeri bersifat serang
serangan., nyeri menghilang selama 1020 menit, kemudian timbul lagi
serangan baru.
2. Teraba massa tumor di perut bentuk bujur pada bagian kanan atas, kanan
bawah, atas tengah, kiri bawah atau kiri atas.
3. Buang air besar campur darah dan lender. Bila penderita terlambat
memeriksakan diri, maka sukar untuk meraba adanya tumor, oleh karena itu
untuk kepentingan diagnosis harus berpegang kepada gejalan trias
invaginasi. Mengingat invaginasi sering terjadi pada anak berumur di bawah
satu tahun, sedangkan penyakit disentri umumnya terjadi pada anakanak
yang mulai berjalan dan mulai bermain sendiri maka apabila ada pasien
dating berumur di bawah satu tahun, sakit perut yang bersifat kolik sehingga
anakm menjadi rewel sepanjang hari/ malam, ada muntah, buang air besar
campur darah dan lender maka pikirkanlah kemungkinan invaginasi.
VOLVULUS

Volvulus usus adalah kondisi terputarnya segmen usus terhadap usus itu
sendiri, mengelilingi mesenterium dari usus tersebut dimana mesenterium itu
sebagai aksis longitudinal sehingga menyebabkan obstruksi saluran pencernaan.
Apabila volvulus mengenai midgut maka disebut midgut volvulus. Keadaan ini
disebabkan karena adanya rotasi gelung usus di sekeliling cabang arteri
mesenterika superior. Volvulus bisa mencapai 720o atau lebih, Peningkatan derajat
volvulus akan menyebabkan obstruksi lumen usus, aliran limfatik, aliran vena dan
arteri.
Midgut volvulus merupakan merupakan kasus gawat darurat dibidang bedah
yang memerlukan intervensi segera. Keterlambatan diagnosis dan penanganan
dapat menyebabkan obstruksi pembuluh darah yang dapat berakibat nekrosis usus
sampai kematian pasien.
Manifestasi klinis klasik dari midgut volvulus pada bayi baru lahir adalah
muntah hijau dengan atau tanpa distensi abdomen, tetapi gejala ini tidak identik
dengan diagnosis midgut volvulus. Setiap obstruksi distal ampula vateri dapat
menyebabkan muntah empedu, terutama pada bayi baru lahir. Selain muntah,
banyak pasien malrotasi termasuk banyak dengan volvulus, memiliki riwayat yang
normal dan tanpa temuan fisik yang abnormal. Gejala lain termasuk sakit perut
intermiten, diare dan sembelit. Hematochezia terjadi pada 10-15% pasien dengan
volvulus dan menandakan prognosis yang lebih buruk karena merupakan indikasi
dari usus yang iskemia. Malrotasi dengan volvulus sebagai kondisi acute abdomen
adalah jarang. Pasien dengan syok memiliki prognosis yang lebih buruk. Dengan
manifestasi sebagai distensi abdomen dengan peritonitis, tinja berdarah dan
gangguan hemodinamik dengan hipotensi dan peningkatan denyut jantung.
Malrotasi dapat muncul sebagai gejala kronis yang berkembang selama beberapa
hari, bulan atau bahkan bertahun-tahun. Dalam suatu penelitian oleh Spigland et al.
Diagnosis untuk malrotasi dapat muncul setelah periode neonatal yaitu 1,7 tahun.
Volvulus midgut intermitten memiliki gejala dan tanda nyeri perut non spesifik
kronik, muntah yang bersifat intermitten (kadang tidak berwarna hijau), rasa cepat
kenyang, penurunan berat badan, gagal tumbuh, diare dan malabsorbsi. Pasien
mungkin salah didiagnosis secara kronis dengan sindrom sakit perut lain, muntah
siklik, atau bahkan gangguan psikologis.

1507.

Pasien bab menetes dengan darah merah segar, kerjaan supir, pada
pemeriksaan rectar toucher tidak terdapat kelianan apakah pemeriksaan
lanjutannya abdomen yang dilakukan?
a. Barium
b. USG
c. Foto polos abdomen
d. Fenoscopy

JAWABAN: A
PEMBAHASAN:

BARIUM ENEMA
Definisi : Barium enema adalah pemeriksaan X-ray pada usus besar ( colon )
yang sebelumnya colon diisi dengan barium sulfate (a radioopaque contrast
medium).
Indikasi : Gangguan pola buang air besar Nyeri daerah colon, Kecurigaan
massa daerah colon, Melena Kecurigaan obstruksi colon.
Setelah penderita menelan barium, maka barium akan tampak putih pada
foto rontgen dan membatasi saluran pencernaan, menunjukkan kontur dan lapisan
dari kerongkongan, lambung dan usus halus. Barium yang terkumpul di daerah
abnormal menunjukkan adanya ulkus, erosi, tumor dan varises kerongkongan. Foto
rontgen bisa dilakukan pada waktu-waktu tertentu untuk menunjukkan keberadaan
barium. Atau digunakan sebuah fluoroskop untuk mengamati pergerakan barium di
dalam saluran pencernaan. Proses ini juga bisa direkam.
Dengan mengamati perjalanan barium di sepanjang saluran pencernaan,
dokter dapat menilai:

fungsi kerongkongan dan lambung


kontraksi kerongkongan dan lambung
penyumbatan dalam saluran pencernaan.

Barium juga dapat diberikan dalam bentuk enema untuk melapisi usus besar
bagian bawah. Kemudian dilakukan foto rontgen untuk menunjukkan adanya polip,
tumor atau kelainan struktur lainnya. Prosedur ini bisa menyebabkan nyeri kram
serta menimbulkan rasa tidak nyaman. Barium yang diminum atau diberikan
sebagai enema pada akhirnya akan dibuang ke dalam tinja, sehingga tinja tampak
putih
seperti
kapur.
Setelah pemeriksaan, barium harus segera dibuang karena bisa menyebabkan
sembelit yang berarti. Obat pencahar bisa diberikan untuk mempercepat
pembuangan barium.
USG PERUT
USG menggunakan gelombang udara untuk menghasilkan gambaran dari
organ-organ dalam. USG bisa menunjukkan ukuran dan bentuk berbagai organ
(misalnya hati dan pankreas) dan juga bisa menunjukkan daerah abnormal di
dalamnya. USG juga dapat menunjukkan adanya cairan. Tetapi USG bukan alat
yang baik untuk menentukan permukaan saluran pencernaan, sehingga tidak
digunakan untuk melihat tumor dan penyebab perdarahan di lambung, usus halus
atau usus besar.
USG merupakan prosedur yang tidak menimbulkan nyeri dan tidak memiliki
resiko.
Pemeriksa menekan sebuah alat kecil di dinding perut dan mengarahkan
gelombang suara ke berbagai bagian perut dengan menggerakkan alat tersebut.

Gambaran dari organ dalam bisa dilihat pada layar monitor dan bisa dicetak atau
direkam dalam filem video.

FOTO POLOS ABDOMEN


Foto polos perut merupakan foto rontgen standar untuk perut, yang tidak
memerlukan persiapan khusus dari penderita. Sinar X biasanya digunakan untuk
menunjukkan:

suatu penyumbatan
kelumpuhan saluran pencernaan
pola udara abnormal di dalam rongga perut
pembesaran organ (misalnya hati, ginjal, limpa).

1508. Laki- laki 25 thn dtg dgn keluhan ada benjolan dianus. Nyeri saat BAB. Pasien
memiliki riwayat penyakit DM. pada rectal toucher teraba benjolan pd arah
jam 9, sebesar 3 cm penatalaksanaan apa yang dilakukan pada pasien ini?
a. Rectoscopy
b. Anuscopy
c. Biopsy
JAWABAN: B
PEMBAHASAN:

1509. Seorang laki laki datang dengan keluhan nyeri saat BAK , apabila kencing
terasa tidak terlampiaskan. Pada pemeriksaan fisik didapatnya nyeri
suprapubik, komplikasi dari diagnosis tersebut adalah ?
a. Toneysistitis
b. Parauretritis
c. Rupture uretra
d. Strictur uretra
JAWABAN: A
PEMBAHASAN:
STRIKTUR URETRA
Striktur urethra adalah penyempitan akibat dari adanya pembentukan
jaringan fibrotik (jaringan parut) pada urethra atau daerah urethra. Keluhan berupa
kesukaran dalam kencing, Pancaran air kencing kecil, lemah, bercabang serat
menetes dan sering di sertai dengan mengejan, biasanya karena ada retensio urin
timbul gejala-gejala sistitis, gejala gejala ini timbul perlahan-perlan selama

beberapa bulan atau bertahun-tahun apabila sehari keadaannya normal kemudian


satu hari timbul tiba-tiba pancaran kecil dan lemah tidak dipikirkan striktur urethra
tapi dipikirkan kearah batu bulibuli yang turun keurethra. Dapat terjadinya
pembengkakan dan getah/nanah dari daerah perineum, scrotom dan kadangkadang dapat juga didapat adanya bercakbercak darah dicalana dalam, dicurigai
adanya infeksi sistemik
RUPTUR URETRA
Trauma tumpul merupakan penyebab dari sebagian besar cedera pada uretra pars
posterior. Melalui gambaran uretrogram, Colapinto dan McCollum (1976) membagi
derajat cedera uretra dalam 3 jenis :
1. Uretra posterior masih utuh dan hanya mengalami stretching (perengangan).
Foto uretrogram tidak menunjukkan adanya ekstravasasi, dan uretra hanya
tampak memanjang
2. Uretra

posterior

terputus

pada

perbatasan

prostate-membranasea,

sedangkan diafragma urogenitalia masih utuh. Foto uretrogram menunjukkan


ekstravasai kontras yang masih terbatas di atas diafragma
3. Uretra posterior, diafragma urogenitalis, dan uretra pars bulbosa sebelah
proksimal ikut rusak. Foto uretrogram menunjukkan ekstvasasi kontras
meluas hingga di bawah diafragma sampai ke perineum
Gambaran Klinis
Pada ruptur uretra posterior terdapat tanda patah tulang pelvis : jejas
hematom, dan nyeri tekan. Bila disertai ruptur kandung kemih, bisa dijumpai tanda
rangsangan peritoneum. Pasien biasanya mengeluh tidak bisa kencing dan sakit
pada daerah perut bagian bawah. Teraba buli-buli yang cembung (distended), urin
tidak bisa keluar dari kandung kemih atau memar pada perineum atau ekimosis
perineal merupakan tanda tambahan yang merujuk pada gangguan uretra. Trias
diagnostik dari gangguan uretra prostatomembranosa adalah fraktur pelvis, darah
pada meatus dan urin tidak bisa keluar dari kandung kemih.
Keluarnya darah dari ostium uretra eksterna. Pada pemeriksaan rektum bisa
didapatkan hematoma pada pelvis dengan pengeseran prostat ke superior.
Bagaimanapun pemeriksaan rektum dapat diinprestasikan salah, karena hematoma
pelvis bisa mirip denagan prostat pada palpasi. Pergeseran prostat ke superior tidak
ditemukan jika ligament puboprostikum tetap utuh. Disrupsi parsial dari uretra
membranasea tidak disertai oleh pergeseran prostat.

Prostat dan buli-buli terpisah dengan uretra pars membranasea dan


terdorong ke atas oleh penyebaran dari hematoma pada pelvis. High riding prostat
merupakan tanda klasik yang biasa ditemukan pada ruptur uretra posterior.
Hematoma pada pelvis, ditambah dengan fraktur pelvis kadang-kadang
menghalangi palpasi yang adekuat pada prostat yang ukurannya kecil. Sebaliknya
terkadang apa yang dipikirkan sebagai prostat yang normal mungkin adalah
hematoma pada pelvis. Pemeriksaan rektal lebih penting untuk mengetahui ada
tidaknya jejas pada rektal yang dapat dihubungkan dengan fraktur pelvis. Darah
yang ditemukan pada jari pemeriksa menunjukkan adanya suatu jejas pada lokasi
yang diperiksa.

1510. Seorang perempuan 22 tahun ke puskesma dengan keluhan keputihan pada


vagina disertai nyeri saat buang air kecil, dirasakan kencing sulit terlampias
desertai dengan panas. Sekarang pasien merasakan nyeri menjalar
kepinggang. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nyeri suprapubik. Cara
penyebaran pada kasus ini adalah?
a. Ascenden
b. Hematogen
c. Limfogen
d. Descenden
Jawaban: A (infeksi sal.kemih biasanya asendens, infeksi bisa didapat dari oue,
perineum, atau anus)
1511. Gambar ibu jari kaki bengak dan kemerahan. as urat 8,7
a. Arthritis gout
b. Remathoid gout
c. Osteoarthritis
JAWABAN: A
PEMBAHASAN:
ARTHRITIS GOUT
Artritis pirai (Gout) adalah suatu proses inflamasi yang terjadi karena deposisi
kristal asam urat pada jaringan sekitar sendi. gout terjadi sebagai akibat dari hyperuricemia yang
berlangsung lama (asam urat serum meningkat) disebabkn karena penumpukan purin atau
ekresi asam urat yang kurang dari ginjal. Artritis gout adalah suatu sindrom klinis yang
mempunyai gambaran khusus, yaitu artritis akut. Artritis akut disebabkan karena reaksi inflamasi
jaringan terhadap pembentukan kristal monosodium urat monohidrat. Gout adalah kerusakan
metabolic yang ditandai dengan peningkatan konsentrasi serum asam urat dan deposit
kristal asam urat dalam cairan sinovial dan disekitar jaringan sendi. Gout juga
dapat didefinisikan sebagai kerusakan metabolisme purin herediter yang menyebabkan
Peningkatan asam urat yang terakumulasi dalam jaringan tubuh dan sendi.

Gejala awal dari artritis gout adalah panas, kemerahan dan pembengkakan pada sendi
yang tipikal dan tiba-tiba. Persendian yang sering terkena adalah persendian kecil pada basis
dari ibu jari kaki. Beberapa sendi lain yang dapat terkena ialah pergelangan kaki, lutut,
pergelangan tangan, jari tangan, dan siku. Pada serangan akut penderita gout dapat
menimbulkan gejala demam dan nyeri hebat yang biasanya bertahan berjam-jam sampai
seharian, dengan atau tanpa pengobatan. Seiring berjalannya waktu serangan artritis gout akan
timbul lebih sering dan lebih lama.
Perbedaan OA, RA, gout:

RA dapat memengaruhi setiap sendi di tubuh, tetapi sendi tulang kecil di


tangan dan kaki yang paling terpengaruh. Di sisi lain, gout biasanya
mempengaruhi sendi yang lebih besar di pergelangan kaki, tumit, lutut,
pergelangan tangan, jari, siku dll. OA paling umum menyerang bantalan sendi
berat seperti pinggul dan lutut.

RA biasanya menyebabkan nyeri atau kekakuan berkepanjangan


(berlangsung lebih dari 30 menit) di pagi hari atau setelah istirahat panjang.
Kekakuan akibat gout hadir hanya pada saat serangan terjadi, yang biasanya
di malam hari setelah mengkonsumsi makanan tinggi purin atau obat
perangsang air seni (diuretik). Pada OA, rasa sakit timbul setelah beraktivitas.
Kekakuan di pagi hari hanya berlangsung singkat (kurang dari setengah jam),
dan rasa sakit persendian dapat memburuk di sepanjang hari.

RA memengaruhi sendi yang sama di kedua sisi tubuh (simetris), meskipun


pada awalnya mungkin hanya satu sisi. Sedangkan Gout dan OA dapat
melibatkan hanya satu sendi tunggal.

RA tiga kali lebih umum pada perempuan dan seringkali dimulai antara usia
25 dan 55. Gout lebih umum pada laki-laki, terutama mereka yang berusia
antara 40 dan 50. Wanita lebih jarang mengembangkan gout sebelum
menopause. OA bisa menyerang laki-laki maupun perempuan, tapi
insidennya lebih umum pada mereka yang kelebihan berat badan. Pada
umumnya pengembangan OA dimulai pada usia yang lebih tua daripada RA
dan gout.

RA mungkin hanya berlangsung untuk waktu yang singkat, atau gejala bisa
datang dan pergi. Bentuk RA yang berat dapat berlangsung seumur hidup.
Rasa sakit dan bengkak gout dapat hilang dengan pengobatan dan
perubahan gaya hidup. Bila timbul kembali, gout biasanya menyerang sendi
yang sama atau sendi yang sama di sisi lain tubuh. Kerusakan sendi OA
bersifat permanen.

RA dapat memengaruhi bagian tubuh selain sendi, seperti mulut, mata,


ginjal, jantung dan paru-paru sehingga menyebabkan kelelahan ekstrim,
penurunan berat badan dan malaise (lesu). Gout dan OA hanya memengaruhi
sendi.

1512. Laki laki usia 35 datang dengan keluhan nyeri pada leher sejak bangun tidur,
nyeri dirasakan saat menoleh kekanan dan kekiri. Apa diagnosis tersebut?
a. Neck warm
b. Spasme sternocleidomasteudius
c. Spasme trapezius
JAWABAN : B
1513. Laki laki usia 35 datang dengan keluhan nyeri pada leher sejak bangun tidur,
nyeri dirasakan saat menoleh kekanan dan kekiri. pada pemeriksaan fisik
pasien di tolehkan kepala kekanan, kiri, atas, dan bawah, apa pemeriksaan
yang dilakukan tersebut?
a. Thinnel
b. Phanel

1514. Laki- laki 26 tahun datang dengan keluhan baru kecelakaan. Kepala terbentur
terlebih dahulu. Pasien mengenakan helm. Pada tangan kanan hanya bisa
posisi pronasi. Reflek jari" (+/+). Penyebab keluha pada pasien :
a. Bell's palsy
b. Erb palsy
c. Klumpke palsy
d. Saturday night palsy
e. Pleksus brachial palsy
JAWABAN: B
PEMBAHASAN :

Bells Palsy

Erb Palsy

Klumpke Palsy

Saturday Night Palsy

Bells Palsy adalah penyakit saraf yang mengenai saraf fasialis (wajah),
menyebabkan kelumpuhan otot-otot salah satu sisi wajah, sehingga wajah menjadi
asimetris, karena salah satu sisi wajah tampak melorot/ mencong. Hanya salah satu
sisi wajah penderita saja yang dapat tersenyum, dan selain itu, hanya satu mata
saja yang dapat menutup dengan sempurna.

Gejala Bells Palsy secara umum:

Terjadi secara tiba-tiba, berupa kelumpuhan ringan sampai total pada salah
satu sisi wajah, menyebabkan pasien sulit tersenyum atau menutup salah
satu kelopak mata

Wajah melorot menjadikan wajah sulit berekspresi

Dapat terjadi rasa nyeri di sekitar rahang atau di belakang telinga pada salah
satu sisi wajah yang terpengaruh

Sensitivitas terhadap suara akan meningkat pada sisi wajah yang


terpengaruh

Kadang timbul nyeri kepala

Penurunan kemampuan indera pengecap pada sisi yang lumpuh

Penurunan jumlah air mata dan liur yang diproduksi pada sisi yang terkena

Pada beberapa kasus, Bells Palsy dapat mempengaruhi saraf kedua sisi
wajah, walaupun hal tersebut jarang terjadi

Erb palsy merupakan paralisis pada nervus C5 dan C6 (ikut menyusun


pleksus brakialis) yang biasa terjadi pada saat persalinan sebagai akibat dari
menarik kepala secara berlebihan selama melahirkan bagian bahu. Erb palsy juga
dapat merupakan akibat dari trauma yang menyebabkan tarikan berlebihan dari
kepala terhadap leher (misalnya akibat jatuh dengan kepala tertekuk di leher). Pada
kasusdewasa dan anak-anak, biasanya ditemukan dengan riwayat trauma atau
kecelakaan dengan jatuh pada bahu dengan kepala yang terlalu menekuk ke
samping, sehingga menyebabkan penarikan yang hebat pada plexus brachialis
terutama bagian atas. Kelumpuhan melanda beberapa otot lengan dan tangan. Oleh
karena itu, lengan bergantung lemas dengan posisisendorotasi pada sendi bahu dengan
siku lurus dan lengan bawah sikap pronasi. Pada umumnyagerakan tangan pada persedian
pergelangan tangan masih dapat digerakan dan gerakan jari-jari tidak ada yang terganggu.
Klumpke palsy merupakan paralisis pada nervus C8 dan T1 merupakan akibat
dari trauma yang menyebabkan tarikan berlebihan dari kepala terhadap leher
(misalnya akibat jatuh dengan kepala tertekuk di leher) atau karena trauma saat
kelahiran.
Saturday night palsy merupakan kelumpuhan pada nervus radialis, biasanya
karena tertekan oleh tulang humerus yang lama menindih sandaran kursi. Karena
kelumpuhan tersebut paling sering dijumpai pada orang-orang Barat yang pada
malam minggu berpacaran kemudian tertidur dengan pacarnya dalam pelukannya
atau tertidur di kursi dengan memeluk sandaran kursi karena mabuk, maka disebut
Saturday night palsy.

1515. Pasien tidak bisa nyisir rambut'y , kelemahan pada otot?


a. Musculus profundus digitorum
b. Musculus ulnaris
c. Musculus radialis
d. Musculus biceps
JAWABAN: D (TIDAK YAKIN)
PEMBAHASAN:

Berdasarkan cara kerjanya, otot dibedakan menjadi otot antagonis dan otot sinergis. otot
antagonis menyebabkan terjadinya gerak antagonis, yaitu gerak otot yang berlawanan arah. Jika
otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi, sehingga menyebabkan tulang
tertarik / terangkat atau sebaliknya. Otot sinergis menyebabkan terjadinya gerak sinergis, yaitu
gerak otot yang bersamaan arah. Jadi kedua otot berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama.
Gerak Antagonis
Contoh gerak antagonis yaitu kerja otot bisep dan trisep pada lengan atas dan lengan bawah.
Otot bisep adalah otot yang mempunyai dua tendon ( dua ujung ) yang melekat pada tulang dan
terletak di lengan atas bagian depan.
Otot trisep adalah otot yang mempunyai tiga tendon ( tiga ujung ) yang melekat pada tulang dan
terletak di lengan atas bagian belakang.
Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi.
Untuk menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.
Gerak Sinergis
Gerak sinergis terjadi apabila ada 2 otot yang bergerak dengan arah yang sama.
Contoh : gerak tangan menengadah dan menelungkup.
Gerak ini terjadi karena kerja sama antara otot pronator teres dengan otot pro nator kuadratus.
Contoh lain gerak sinergis adalah gerak tulang rusuk akibat kerja sama otot-otot antara tulang
rusuk ketika kita bernapas.

1516. Terapi definitive hemoroid?

Penatalaksanaan hemoroid interna meliputi :


1. Modifikasi gaya hidup. Penatalaksanaan meliputi p erbaikan gaya hidup ,
perbaikan pola makan dan minum, dan perbaikan cara defekasi
a. Diet seperti minum 30-40 ml/kgBB/hari dan makanan 4 tinggi serat 2030 g/hari. Perbaikan pola defekasi dapat dilakukan dengan berubah ke
jongkok pada saat defekasi. Penangananlain seperti melakukan warm
sitz baths dengan merendam area rektal pada air hangat selama 10-15
menit 2-3 kali sehari.
2. Penatalaksanaan farmakologi
a. Obat-obatan yang dapat memperbaiki defekasi. Serat bersifat laksatif
memperbesar volume tinja dan meningkatkan peristaltic.
b. Obat simptomatik yang mengurangi keluhan rasa gatal dan nyeri.
Bentuk suppositoria untuk hemoroid interna dan ointment untuk
hemoroid eksterna.
c. Obat untuk menghent ikan perdarahan campuran diosmin dan
hesperidin
3. Penatalaksanaan invasive minimal. Penanganan dilakukan bila manajemen
konservatif mengalami kegagalan.
a. Skleroterapi yaitu penyuntikan cairan kimia menyebabkan luka
jaringan hemoroid. Skleroterapi dengan suntikan aethoxysclerol 0,51
ml dan didapatkan pengecilan hemoroid minggu ke 45 setelah 35
kali prosedur.
b. Rubber band ligation merupakan prosedur dengan menempatkan karet
pengikat di sekitar jaringan hemoroid interna sehingga mengurangi
aliran darah ke jaringan tersebut menyebabkan hemoroid nekrosis,
degenerasi, dan ablasi.
c. Laser, inframerah, atau koagulasi bipolar menggunakan laser atau
sinar inframerah atau panas untuk menghancurkan hemoroid interna.
4. Penatalaksanaan bedah: Pembedahan meliputi tindakan hemoroidektomi

1517. Wanita, 20 tahun mengalami luka bakar mengenai wajah, alis, bibir, pada
dahak didapatkann arang. Seluruh tangan dan kaki juga terbakar. Tatalaksana
awal yang tepat untuk kasus ini?
a. Memasang infuse RL
b. Memberikan bantuan nafas dengan menggunakan BVM
c. Trakeostomi
d. Segera memasangkan ventilator
e. Segera mengkopres luka bakar dengan kassa yang basah
JAWABAN: C
PEMBAHASAN:
Pertolongan harus berprinsip pada ABCDE yang simultan

Tatalaksana

Rawat inap semua pasien


dengan luka bakar >10%
permukaan tubuh; yang
meliputi wajah, tangan, kaki,
perineum, melewati sendi;
luka bakar yang melingkar
dan yang tidak bisa berobat
jalan.

Periksa apakah pasien


mengalami cedera saluran
respiratorik karena
menghirup asap (napas
mengorok, bulu hidung
terbakar),
o

Luka bakar wajah yang


berat atau trauma
inhalasi mungkin
memerlukan intubasi,
trakeostomi

Jika terdapat bukti ada distres pernapasan, beri oksigen.

Resusitasi cairan (diperlukan untuk luka bakar permukaan tubuh > 10%).
Gunakan larutan Ringer laktat dengan glukosa 5%, larutan garam normal
dengan glukosa 5%, atau setengah garam normal dengan glukosa 5%.
o

24 jam pertama: hitung kebutuhan cairan dengan menambahkan


cairan dari kebutuhan cairan rumatan dan kebutuhan cairan resusitasi
(4 ml/kgBB untuk setiap 1% permukaan tubuh yang terbakar)

Berikan dari total kebutuhan cairan dalam waktu 8 jam


pertama, dan sisanya 16 jam berikutnya.
Contoh: untuk pasien dengan berat badan 20 kg dengan luka
bakar 25%
Total cairan dalam waktu 24 jam pertama
= (60 ml/jam x 24 jam) + 4 ml x 20kg x 25% luka bakar
= 1440 ml + 2000 ml
= 3440 ml (1720 ml selama 8 jam pertama)

24 jam kedua: berikan hingga cairan yang diperlukan selama hari


pertama

Awasi pasien dengan ketat selama resusitasi (denyut nadi, frekuensi


napas, tekanan darah dan jumlah air seni)

Transfusi darah mungkin diberikan untuk memperbaiki anemia atau


pada luka-bakar yang dalam untuk mengganti kehilangan darah.

Mencegah Infeksi
o

Jika kulit masih utuh, bersihkan dengan larutan antiseptik secara


perlahan tanpa merobeknya.

Jika kulit tidak utuh, hati-hati bersihkan luka bakar. Kulit yang melepuh
harus dikempiskan dan kulit yang mati dibuang.

Berikan antibiotik topikal/antiseptik (ada beberapa pilihan bergantung


ketersediaan obat: peraknitrat, perak-sulfadiazin, gentian violet,
povidon dan bahkan buah pepaya tumbuk). Antiseptik pilihan adalah
perak-sulfadiazin karena dapat menembus bagian kulit yang sudah
mati. Bersihkan dan balut luka setiap hari.

Luka bakar kecil atau yang terjadi pada daerah yang sulit untuk ditutup
dapat dibiarkan terbuka serta dijaga agar tetap kering dan bersih.

Obati bila terjadi infeksi sekunder


o

Jika jelas terjadi infeksi lokal (nanah, bau busuk, selulitis), kompres
jaringan bernanah dengan kasa lembap, lakukan nekrotomi, obati
dengan amoksisilin oral (15 mg/kgBB/dosis 3 kali sehari), dan
kloksasilin (25 mg/kgBB/dosis 4 kali sehari). Jika dicurigai terdapat
septisemia gunakan gentamisin (7.5 mg/kgBB IV/IM sekali sehari)
ditambah kloksasilin (2550 mg/kgBB/dosis IV/IM 4 kali sehari). Jika
dicurigai terjadi infeksi di bawah keropeng, buang keropeng tersebut .

Menangani rasa sakit


o

Pastikan penanganan rasa sakit yang diberikan kepada pasien


adekuattermasuk perlakuan sebelum prosedur penanganan, seperti
mengganti balutan.

Beri parasetamol oral (1015 mg/kgBB setiap 6 jam) atau analgesik


narkotik IV (IM menyakitkan), seperti morfin sulfat (0.050,1 mg/kg BB
IV setiap 24 jam) jika sangat sakit.

Periksa status imunisasi tetanus


o

Bila belum diimunisasi, beri ATS atau immunoglobulin tetanus (jika


ada)

Bila sudah diimunisasi, beri ulangan imunisasi TT (Tetanus Toksoid) jika


sudah waktunya.

Nutrisi

Bila mungkin mulai beri makan segera dalam waktu 24 jam pertama.

Anak harus mendapat diet tinggi kalori yang mengandung cukup


protein, vitamin dan suplemen zat besi.

Anak dengan luka bakar luas membutuhkan 1.5 kali kalori normal dan
2-3 kali kebutuhan protein normal.

Kontraktur luka bakar


Luka bakar yang melewati permukaan fleksor anggota tubuh dapat mengalami
kontraktur, walaupun telah mendapatkan penanganan yang terbaik (hampir selalu
terjadi pada penanganan yang buruk).

Cegah kontraktur dengan mobilisasi pasif atau dengan membidai permukaan


fleksor Balutan dapat menggunakan gips. Balutan ini harus dipakai pada
waktu pasien tidur.

1518. Seorang laki laki datang ke IGD dengan penurunan kesadaran, pasien dapat
membuka mata saat dipanggil namanya, dapat mengangkat tangannya saat
diperintah, dan pasien dapat berbicara kata per kata, berapa nilai GCS pada
pasien tersebut?
a. 6
b. 9
c. 12
d. 14
e. ?
JAWABAN: C
PEMBAHASAN:

Eye 1. +
2. membuka mata dengan rangsang NYERI
3. membuka mata dengan PANGGILan
4. membuka mata SPONTAN

Movement 1. +
2. Deserebrasi/ Ekstremitas atas EKSTENSI

3. Dekortikasi/ Ekstremitas atas FLEXI


4. WITHDRAWAL (menghindar)
5. LOCALIZED (Lokalisasi sumber nyeri)
6. Sesuai perintah

Verbal 1. +
2. meNGERANG (aww!)
3. KATA (Aduh!; Sakit!)
4. Kalimat TIDAK jelas
5. Kalimat jelas (sesuai yg ditanyakan)

1519. Seorang laki-laki 21 tahun, terjatuh dari lantai 2 dengan posisi terduduk
membentur besi,pasien mengeluh nyeri saat BAK dan terkadang keluar
darah, diagnosis pada pasien terserbut
a. Rupter uretra anterior
b. Ruptr uretera posterior
c. Striktur uretra
d. ?
e. e. ?
JAWABAN: B
PEMBAHASAN :
Sama dengan soal sebelumnya yang ada rupture urtra
Trias ruptur uretra anterior:
1. Bloody discharge
2. Retensio urin
3. Hematom/jejas peritonealurin infilltrat
Trias ruptur uretra posterior: biasanya disertai dengan fraktur pelvic, jatuh dari
ketinggian
1. Bloody discharge
2. Retensio urin

3. Floating prostate

1520. Pasien laki-laki, mengalami lusuk pada dada kiri tepat diatas putting lalu
pasien merasa sesak tiba-tiba. Lalu pasien di torakostomi tetapi pasien tetap
sesak, JVP meningkat, lanjutannya lupa?
a. Pneumothorakas spontan
b. Hematopneuthoraks
c. Pneumothoraks dan tamponade jantung
d. ?
e. ?
JAWABAN: C
PEMBAHASAN:
Pneumothorax karena kebocoran udara one way valve, udara memenuhi rongga
thorax, paru kolaps, mediatinum terdorong ke arah yang sehat
Tamponade jantung dengan Triad Becks (peningkatan tekanan vena; penurunan
tekanan arteri; dan suara jantung yang menjauh)

1521. Anak laki-laki 1,5 tahun sering menangis saat berkemih, seorang
dokter pernah menyarankan untuk dilakukan operasi agar tidak mengganggu
sirkulasi darah. Diagnosis anak ini? (ada fotonya)
a. Phimosis
b. Varikokel
c. HIdrokel
d. Hipospadia
e. ?
JAWABAN : A Phimosis
PEMBAHASAN:

KEYWORD
o Disuria
o Gangguan sirkulasi darah
Phimosis

o Kondisi dimana prepotium tidak dapat ditarik kebawah atau


membuka seluruh glands penis
o Phimosis fisiologis lubang OUE terlihat sehat
o Phimosis patologis cincin fibrosa berwrna putih dapat terlihat
disekitar permukaan orifisium
o Gejala:
Retensi urin dan pembesaran gland
Nyeri BAK
Pancaran BAK ditak normal
Demam dan iritasi penis
o Komplikasi
Recurent
Posthitis
Phimosis menjadi paraphimosis
Necrosis dan gangren menyebabkan autoamputasi
1522. Seorang anak didapatkan OUEnya terdapat di ventral batang penis.
Diagnosisnya pada pasien ini?
a. Parafimosis
b. Hidrokel
c. Varikokel
d. Epispadia
e. Hipospadi
JAWABAN : E Hipospadia
PEMBAHASAN:
Kata kunci: OUE terdapat di ventral
A. Hiposadia
Anak rewel
Lubang OUE posisi ventral/dibawah
Malformasi pada minggu 8-14 minggu kehamilan
Biasanya memiliki penis melengkung (CURVED) dan kesulitan kencing
berdiri

Faktor resiko : Ibu usia >35 taun dan obes, pengobatan stimulasi
fertilitas
Tatalaksana : bedah usia 3-18 bulan
Klasifikasi
Granular : OUE terletak pada glands penis tetapi tidak pada

ujung
Coronal: terletak pada sulcus coronarius
Subcoronal : berada di bawah sulcus coronarius
Penil : pada corpus penis
Penoscrotal : antara corpus dan scrotal
B. Epispadia
Lubang penis di dorsal/diatas kejadiannya jarang
Dapat terjadi pada wanita
C. Parafimosis
Prepusium terperangkap dibelakang sulcus coronarius pada pasien

yang tidak sirkumsisi


Nyeri dan bengkak pada glas penis Gawat darurat bisa necrosis

pada glans penis


D. Hidrokel
Penumpukan cairan

dalam

tunika

vaginalis

skrotum/sepanjang

spermatic cord;
bengkak, nyeri(-),
transiluminasi(+) tanpabayangan
Th/ operasi
E. Varikokel
Dilatasi pleksus vena pampiniform & vena spermatika interna
biasanya asimptomatik, bs nyeri
pe fertilitas,
bag of worms.
Th/ operasi
Sumber Emedicine
1523. Ada fotonya epipispadi

1524. Seorang wanita terjatuh dan menahan berat badannya menggunakan


tangan kanannya untuk menumpu beratbadannya. Lalu pasien merasa sakit
untuk menggerakan tangan kanannya sehingga harus ditumpu oleh tangan
kirinya. Pada pemeriksaan fisik

pada daerah bahu tidak didapatkan deformit, nyeri +, ROM terbatas.


Artikulasio genu tidak didapatkan keterbatasn gerak.
Diagnosa pasien ini ?
a. Fraktru humerus
b. DIslokasi artikulasio glenohumeral anterior
c. Dislokasi artikulasio glenohumera posterior
d. ?
e. ?
JAWABAN :
PEMBAHASAN:
Apabila jatuh bertumpuh pada 1 tangan maka resiko terjadai cidera ada
pada radioulna dan clafikula

KEYWORD :
o Jatuh menumpuh pada tangan kanan
o NYERI
o Tangan kanan bertumpuh tangan kiri
o Deformitas (-)
o ROM terbatas

DIslokasi artikulasio glenohumeral anterior


o Trauma rudapaksa pada lengan saat abduksi(lurus) dan exorotasi
o Caput humeri berada dibawah glenoid, sub korakoid dab
klavikuler
o Nyeri hebat
o ROM berkurang
o Posisi lengan abduksi-eksorotasi
o 2 tanda khas sumbu humerus yang tidak yang tidak menunjukke
bahu, kontur bahu berubah karena dibawah akromion kosong
saat palpasi
o Tangan sehat menumpuh tangan yang cidera dan tidak dapat
menyentuh dada atau bahu kontralateral
o Apprehension sign (tanda kecemasan) saat pemeriksaan lengan
cidera diangkat dan dilipat (adduksi) lalu diabduksi penderita
tegang karna merasa tangannya akan lepas

DIslokasi artikulasio glenohumeral posterior


o Sangat jarang Trauma lanngsung pada bahu

o Trauma pada lengan yang sedang adduksi (melipat) dan


endorotasi
o Pasien memegang lengan yang cidera dan meletakkannya pada
perut
Faktur Humerus
o Terdapat deformitas pada brachii
o Nyeri hebat
Kemungkinan jawaban fraktur humerus atau clavikula

1525. Seorang wanita, sedang menyusui, mengeluh demam, payudara kiri


nyeri dan keluar nanah. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan suhu
meningkat, lain2 normal. Pada perabaan didapatkan konsistensi kenyal,
tampak hiperemis, nyeri tekan. Apa diagnosis kasus diatas?
a. Mastitis
b. Fibroadenoma Mamae
c. Tumor pilloides
d. Karsinoma invasif
e. Papiloma intra ductus

JAWABAN :A. MASTITIS


PEMBAHASAN :
Keywords:
o tanda peradangan (demam, hiperemis, nyeri tekan)
o Fluktuasi (keluar nanah)
o Kenyal
o Menyusui
Mastitis
Peradangan jaringan payudara, akibat infeksi maupun noninfeksi
Penyebab: Staphylococcus aureus, Streptococcus, E. coli
Faktor risiko
Metode menyusui salah
Pakaian ketat gesekan, iritasi pada puting
Trauma pada payudara atau puting (digigit bayi atau papanya bayi)
Sumbatan pada puting
Berhenti menyusui tiba-tiba
Riwayat mastitis

Tanda/gejala: tanda peradangan di payudara tetapi tidak teraba


massa
Dapat berkembang menjadi abses mammae
Tata laksana: lanjutkan dan perbaiki metode menyusui, antibiotik

Fibroadenoma Mamae
Massa kenyal, berbatas tegas, mobile, tanpa tanda peradangan
Tumor Phyllodes
Berasal dari sel periduktal
80-85% jinak, sisanya ganas
Massa keras, berbatas tegas, mobile, kulit permukaan tipis dan
mengkilat, vena dapat terlihat, ukuran bisa mencapai 30 cm
Karsinoma invasif
Ca mammae
Massa keras, permukaan tidak rata/bernodul, tidak berbatas tegas,
immobile, peau dorange, retraksi puting, nipple discharge,ulserasi
Papiloma intra ductus
Tumor benign di dalam ductus lactiferosa
Berjumlah banyak dan kecil sehingga sukar di palpasi
Keluarnya discharge serous datau darah dari puting
Retraksi puting

Sumber, emedicine (pembahasan TO padi)

1526. Bayi laki-laki usia 3 bulan dibawa ke Poliklinik oleh ibunya karena
bentuk lengan dan kaki yang berbeda dari bayi lainnya. Pada pemeriksaan
didapatkan tanda vital normal, pemeriksaan rontgen didapatkan beberapa
garis fraktur. Apa diagnosis pasien tsb?
a. Osteogenesis imperfecta
b. Marfan's Syndrome
c.
d.
e.
JAWABAN
PEMBAHASAN : A

KEYWORD: Foto Ro didapatkan beberapa garis fraktur

Osteogenesis imperfecta
o Berkurangnya massa tulang akibat kekurangan kolagen yang
merupakan penyakit kongenital akibat genetik
o Disebut juga osteoporosis pada usia belia
o Trias OI : Sclera berwarna biru, kelainan gigi (dentigenous
imperfecta) dan gangguan pendengaran
o Pada foto Ro sering tampak multiple fracture dan deformitas
bentuk
o Terapi : Gizi terutama vitamin D dan kalsium, latihan fisik dan
renang meningkatkan massa tulang, pembedahan jika sudah
terjadi fraktur

Marfans syndrome
o Gangguan genetik jaringan ikat
o Penderita marfans syndrome biasanya tinggi, tungkai panjang
dan jari jari panjang dan tipis
o Muncul saat lahir, gangguan, deformitas
1527. Laki-laki umur 50 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan
terdapat benjolan di paha kirinya sejak 1 minggu yg lalu. 1 bln
yg lalu pasien mengalami patah tulang dan pergi ke dukun.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan range of movement yang
berkurang. Pemeriksaan radiologis didapatkan reaksi periosteal
minimal, lesi litik
Apa diagnosis kasus diatas?
a. Osteosarcoma
b. Osteomyelitis pasca fraktur
c. Dislokasi anterior
d. Fraktur femur
e. Fraktur Tibia
JAWABAN B . Osteomyelitis pasca fraktur
PEMBAHASAN
o KEYWORD
1 Bulan yang lalu fraktur, 1 minggu mungul benjolan
ROM berkurang
Foto Ro reaksi periosteal minimal dan lesi litik

o Osteomyelitis pasca fraktur


Infeksi tulang yang ditandai dngan gejala infeksi sistemik dan
keterbatasan gerak lokal
Dapat ditemukan skuestrum yang menonjol keluar dari kulit
Tanda- tanda kardinal timbulnya saluran(sinus), deformitas,
instabilitas, keterbatasan gerak dan gangguan vaskular serta
neurologis
Foto RO : osteolisis, reaksi periosteum, dan sekuester.
Theraphy : debridement dan antibiotik sesuai dengan hasil
o Osteosarcoma
Osteosarkoma: tumor ganas tersering,
gejala: nyeri pada tulang terutama saat aktivitas, pembesaran
tulang.
Xray: osteolitik (30%), osteoblastik (45%), Codman triangle,
sunburst appearance (60%)
Reaksi Periosteal
Temuan radiografi nonspesifik yang terjadi akibat iritasi
periosteal
Klasifikasi
o Jinak : Pembentukan kalus pada bekas fraktur
o Ganas: berupa lamelar, sunbrust, coddment triangle
(osteomielitis dan osteosarcoma)
Perbedaan osteosarcoma dan osteomyelitis, yaitu pada
osteosarcoma terdapat triangle coddman adalah peninggian
periosteal ke arah jaringan lunak berbentuk segitiga.

1528. Seorang perempuan 20 thn kecelakaan lalu lintas mengeluh


pergelangan tangannya memar dan nyeri. Pada rontgen didapatkan
diskontinuitas tulang radius 1/3 tengah disertai dislokasi ulna. Apa diagnosis
kasus di atas?
a. Fraktur Montegia
b. Fraktur Galleazi
c. Fraktur Colles
d. Fraktur Smith
e. Fraktur
JAWABAN
PEMBAHASAN: B . Fraktur Galleazii

KEYWORD: diskontinuitas tulang radius 1/3 tengah disertai dislokasi


ulna.
Fraktur Galeazzi:
o Jatuh dengan posisi lengan outstretchedFraktur1/3 distal radius
dengan dislokasi sendi radioulnar

Fraktur Monteggia:
o Fraktur 1/3 proksimal ulna dan dislokasi caput radius

Fraktur Colles
o Jatuh pergelangan tangan ekstensi Fraktur radius distal
dengan dislokasi pergelangan tangan ke arah posterior (dorsal) .
Deformitas pada fraktur ini berbentuk seperti sendok makan
(dinner fork deformity).

Fraktur Smith:
o fraktur dislokasi ke arah anterior (volar), karena itu sering
disebut reverse Colles fracture.

1529. Seorang laki-laki, KLL, pergelangan tangan memar dan nyeri. Pada
rontgen didapatkan diskontinuitas tulang radius 1/3 distal disertai dislokasi
ulna.

a. Fraktur Montegia
b. Fraktur Galleazi
c. Fraktur Colles
d. Fraktur Smith
e. Fraktur
JAWABAN : B Fraktur Galleazi
PEMBAHASAN:

KEYWORD: diskontinuitas tulang radius 1/3 tengah disertai dislokasi


ulna.
Fraktur Galeazzi:
o Jatuh dengan posisi lengan outstretchedFraktur1/3 distal radius
dengan dislokasi sendi radioulnar

Fraktur Monteggia:
o Fraktur 1/3 proksimal ulna dan dislokasi caput radius

Fraktur Colles
o Jatuh pergelangan tangan ekstensi Fraktur radius distal
dengan dislokasi pergelangan tangan ke arah posterior (dorsal) .
Deformitas pada fraktur ini berbentuk seperti sendok makan
(dinner fork deformity).

Fraktur Smith:

o fraktur dislokasi ke arah anterior (volar), karena itu sering


disebut reverse Colles fracture.
1530. Seorang anak mengeluh pergelangan tangannya memar dan nyeri.
Pemeriksaan rontgen didapatkan adanya diskontinuitas tulang radius dekat
pergelangan. Apa diagnosis kasus di atas?
a. Fraktur avulsi 1/3 distal radius
b. Fraktur green stick 1/3 distal radius
c. Fraktur Salter Haris 1/3 distal radius
d. Fraktur impacted 1/3 distal radius
e. Fraktur non-impacted 1/3 distal radius
JAWABAN : C. . Fraktur Salter Haris 1/3 distal radius
PEMBAHASAN:

KEYWORD:
o Anak mengeluh Memar dan nyeri
o diskontinuitas tulang radius dekat pergelangan
Fraktur avulsi
o Tertariknya fragmen tulang oleh ligamen atau tendon pada
perlekatannya
Fraktur green stick
o Fractur tidak sempurna atau garis patahnyatidak lengkap
o Fracture dimana satu sisi tulang fracktur dan satu sisi lannya
bengkak
o Sering pada anak-anak
Fraktur Salter Haris
o Melibatkan epifisis dekat ujung tulang panjang
o Terjadi pada anak 0-12 tahun dan tidak bisa terjadi pada dewasa
o Mengakibatkan gangguan pertumbuhan tulang berdasarkan
derajatnya dan usia anak

Fraktur impacted 1/3 distal radius

o Atau fraktur kompresi


o Terjadi ketika dua tulang menumbuk tulang ketiga yang berada
diantaranya
1531. Seorang bayi laki-laki dibawa ibunya dengan keluhan testis kiri
membesar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan scrotum membesar,
mengkilat, transluminasi positif, isi cairan serous
a. Varicocele
b. Hydrocelle
c.
d.
e.
JAWABAN B Hydrocelle
PEMBAHASAN:

Keyword: OUE terdapat di ventral


Hidrokel
Penumpukan cairan dalam
tunika

vaginalis

skrotum/sepanjang

spermatic cord;
bengkak, nyeri(-),
transiluminasi(+) tanpabayangan
Th/ operasi
Varikokel
Dilatasi pleksus vena pampiniform & vena spermatika interna
biasanya asimptomatik, bs nyeri
pe fertilitas,
bag of worms.
Th/ operasi

1532. Pasien Laki-laki usia 56 tahun datang ke IGD dengan keluhan mual,
muntah serta nyeri perut. Pasien mengaku keluhan ini muncul setelah pasien
mengangkat barang berat beberapa jam sebelumnya. Pasien mengaku
terdapat benjolan di lipatan paha yang biasanya hilang timbul sekarang

muncul di buah zakar kanannya. Pada PF didapatkan skrotum kanan sebesar


bola tenis, merah, mengkilat, hangat pada perabaan dan nyeri tekan. Apa
kemungkinan diagnosis pada pasien ini ?
a. Hernia Inguinoskrotalis Inkarserata Dextra
b. Hernia Inguinoskrotalis Irreponible Dextra
c. Hernia Skrotalis Dextra Inkarserata
d. Hernia Skrotalis Dextra Irreponible
e. Hernia Skrotalis Dextra Reponible
JAWABAN C Hernia Skrotalis Dextra Inkarserata
PEMBAHASAN:

Keyword:
o Mual, Muntah dan nyeri perut (tanda obstructif)
o Faktor resiko mengankat barang berat
o Riwayat enjolan lipatan paha
o Benjolan di zakar kanan, besar, mengkilat, hangat, nyeri tekan
(tanda iskemi)
HERNIA BERDASARKAN KONDISI KLINIS:
o REPONIBEL: ususdapatdimasukkankembali
o IREPONIBEL: ususTIDAK dapatdimasukkankembali
o INKARSERATA: obstruksiusus(muntah, konstipasi)

o STRANGULATA: obstruksiusus+ NYERI !!

INDIREK
(lateral)

INGUINALIS

HERNIA

FEMORAL

DIREK
(medial)

kongenital/dew
asa
melalui
inguinal ring
- dilapisi fasia
spermatikus
interna
- bisa menjadi
hernia
sacrotalis
- masukan jari
melalui inguinal
ring --> hernia
teraba di atas
jari

- dewasa
- melalui weak
poin /
hasselbach
triangle
- tidak dilaopisi
fasia
- masukan jari
melalui inguinal
ringa teraba
hernia di
samping

1533. Perempuan 25 thn datang dgn keluhan benjolan di payudara kanan


sejak 6 bulan yg lalu. Benjolan ukuran 1x1 cm, teraba lunak, dpt digerakkan,
tidak nyeri. Diagnosis kasus ini:
a. FAM
b. Karsinoma mammae
c. Fibrocystic disease
JAWABAN: A FAM
PEMBAHASAN
KEYWORD
o Benjolan Dipayudara
o Lunak, mobile, tidak nyeri
Fibroadenoma Mamae
o Massa kenyal, berbatas tegas, mobile, tanpa tanda peradangan

Ca mammae
o Massa keras, permukaan tidak rata/bernodul, tidak berbatas
tegas, immobile, peau dorange, retraksi puting, nipple
discharge,ulserasi
Fibrokistik (fibrocystic breast changes)
o Akibat hiperproliferasi jaringan ikat
o Massa kenyal, permukaan rata, batas tegas, muncul berkaitan
dengan siklus menstruasi

1534. Laki-laki datang dengan keluhan kantung kemaluan kiri membesar.


Tidak nyeri, tidak ada demam, tidak ada gangguan fungsi seksual. Tidak
teraba massa tumor, perabaan kenyal. Tes transiluminasi (+).
Diagnosis kasus ini:
a. Hidrocele
b. varicocele
c. Hernia femoralis
d. Tumor testis
JAWABAN: A Hidrokel
PEMBAHASAN
KEYWORD : transluminasi (+)
Hidrokel
o Penumpukan cairan dalam

tunika vaginalis skrotum/sepanjang

spermatic cord;
o bengkak, nyeri(-),
o transiluminasi(+) tanpabayangan
o Th/ operasi
Varikokel
o Dilatasi pleksus vena pampiniform & vena spermatika interna
o biasanya asimptomatik, bs nyeri
o pe fertilitas,
o bag of worms.
o Th/ operasi

Sumber Emedicine

1535. Pasien datang karena kecelakaan lalu lintas. Kesadaran compos


mentis, TD dan nadi dlm batas normal, RR 26x/menit. Terdapat luka terbuka

pada tungkai kiri dengan tulang tampak di atas luka. Alur penatalaksanaan
yg benar adalah
a. Spalk-Xray-Debridement-ORIF
b. Eradikasi Infeksi-Reposisi-Fiksasi
c. Reposisi-Debridement-Fiksasi
d. Debridement-Eradikasi Infeksi-Reposisi
JAWABAN: D. Debridement-Eradikasi Infeksi-Reposisi
PEMBAHASAN
KEYWORD
o Compos mentis, Vital Sign DBN
o Tulang tampak di atas luka
Alur penatalaksanaan Fraktur terbuka
Semua fraktur terbuka dikelola sebagai emergensi
Debridement dengan irigasi larutan NaCl dengan meghilangkan benda
asing yang melekat
Balut luka untuk menghentikan perdarahan, fraktur terbuka dengan
tulang menonjol hindari memasukkan kembali kedalam luka
Fraktur luka yang berat memerlukan traksi skletal, fraktur terbuka
derajat II-III sebaiknya difiksasi dengan fiksasi eksternal
Pemberian Antibiotik untuk menghilangkan infeksi, antibiotik yang
digunakan dalam dosis besar sebaiknya menggunakan golongan
Cefalosporin dan dikombinasikan dengan golongan aminoglikosida
Pencegahan tetanus : pasien dengan imunisasi aktif cukup diberikan
toksoid tetapi jika belum diberikan Ig tetanus.
Sumber Permenkes 2014,Panduan praktik klinis bagi dokter di primary
health care

1536. Pasien wanita 27 tahun jatuh dari truk setinggi 3 meter. Jatuh
mengenai tangan kiri dahulu. Pasien datang ke IGD dgn GCS 13, merintih,
sambil memegangi tangan kirinya. Terdapat deformitas, nyeri tekan, dan
nyeri sumbu. TTV dalam batas normal.Penanganan awal pada pasien ini
a. airway management
b. pemasangan infus
c. mobilisasi sendi

d. reposisi
JAWABAN: B. Pemasangan Infus
PEMBAHASAN
KEYWORD
o GCS 13, Vital Sign dbn
o Tanda tanda fraktur (+) tangan kiri
Penangannan awal pada fraktur tertutup
o Semua fraktur di kelola secara emergensi
o Penilaian awal terhadap cidera lain yang dapat mengancap
nyawa
o Pasang cairan untuk mengantisipasi kehilangan darah yang tidak
terlihat misalnya fraktur pelvis dan fraktur tulang panjang
o Lakukan stabilisasi fraktur dengan spalk, waspadai adanya
kompartement syndrome seperti oedem, kulit mengkilat dan
adanya nyeri tekan
o Rujuk ke layanan sekunder
Sumber Permenkes 2014,Panduan praktik klinis bagi dokter di primary
health care
1537. Laki-laki datang ke IGD dengan penurunan kesadaran. Didapatkan luka
tusuk di sela iga ke 3 linea midclavicularis kanan, perkusi redup, suara nafas
melemah, palpasi asimetris,
kanan tertinggal. Apakah diagnosis dari pasien ini?
a. Pneumothorax
b. Tension pneumothorax
c. Efusi pleura
d. Hematotorax
e. Cyclothorax
JAWABAN: D. Hematothorax
PEMBAHASAN
KEYWORD
o luka tusuk di sela iga ke 3 linea midclavicularis kanan
o perkusi redup, suara nafas melemah, palpasi asimetris,kanan
tertinggal
Pada trauma dada dipikirkan 2 kemungkinan hematotoraks dan
pneumotoraks. Keduanya dapat dibedakan melalui perkusi dan foto
thorax

Hematothorax
o adalah terkumpulnya darah didalam pleural space dan dapat
disebabkan oleh adanya benturan maupun trauma tusuk
o Perkusi Redup
o Auskultasi melemah
o Palpasi asimetris
o RO : Radiopaq pada pulmo yang sakit, ada pergeseran trachea,
penumpulan sudut costoprenicus
o Tx Drainase torakostomi, perdarahan masif
Pneumothorax
o Perkusi hipersonor
o Ro: pleural line, radiolusen pada hemithorax yang sakit,
o Tx : chest tube dan WSD jika trauma, pada ics 3 midclavicula
Tension pneumothoraks
o Klinis pneumothoraks diikuti Hipotensi, trachea terdorong,
distensi vena jugular
o Tx: decompresi jarum lanjut chest tube dan WSD
Efusi pleural
o Penumpukan cairan abnormal diruang pleura karena produksi
yang berlebihan atau absorbsi yang kurang
o Gejala : sesak napas, batuk, nyeridada,
o Ro thorax: sudut costofrenicus tumpul, pleural line
o Efusi pleural Transudat : CHF, Perikarditis konstriktif, sirosis
o Efusi pleural Eksudat : Infeksi, Keganasan, Emboli paru, penyakit
vaskuler (SLE,RA), penyakit GI(pangkreatitis, ruptur esophagus,
abses abdomen)
o Tx: torakosintesis jika simptomatik, antibiotik jika infeksi, efusi
refrakter jika keganasan
Cyclothorax
o Efusi pleura yang disebabkan oleh kebocoran duktus torasikus,
yang berisi cairan limfa

1538. Seorang laki-laki datang ke IGD dengan penurunan kesadaran. Pada


pemeriksaan fisik didapatkan dada sisi kiri tertinggal, suara nafas sisi kiri (-),
perkusi sonor-hipersonor. Apakah yang harus segera dilakukan pada pasien
ini?
a. torakosentesis
b. needle decompression
c. pemasangan WSD

d. rehidrasi
e. pemasangan bidai
JAWABAN: D. Needle decompression
PEMBAHASAN
KEYWORD
o dada sisi kiri tertinggal, suara nafas sisi kiri (-), perkusi sonorhipersonor
Pada pasien ini terdapat tanda-tanda pneumotoraks tension perkusi
hipersonor, suara nafas kiri(-) sehingga tatalaksana awal yang
dilakukan
segera adalah dekompresi jarum di sela iga 2 linea
midklavikula sisi terkena (needle torakosintesis)
Tatalaksana DEFINITIF adalah pasang chest tube/wsd
Foto polos CITO jika suspek tension, tidak boleh dilakukan langsung
torakosintesis
Pemberian oksigen non-rebreathing mask akan memperburuk tension
Resusitasi cairan jika breathing sudah tertangani dan terjadi shock
1539. Laki-laki, dengan luka bakar. PF : bula (-), kulit tampak abu-abu dan
pucat, nyeri (-). Dejata luka bakar ?
a. Derajat 1 superfisial
b. Derajat 1 dalam
c. Derajata 2 superfisial
d. Derajat 2 dalam
e. Derajat 3
JAWABAN: E Derajat 3
PEMBAHASAN
KEYWORD
nyeri (-)
bula (-)
kulit tampak abu-abu dan pucat
kulit tampak abu-abu

1540. Laki-laki, dengan keluhan gatal-gatal dan seperti terbakar pada


kulit pasca mengkonsumsi antibiotic. Pf : urtikaria menyeluruh.
Tatalaksana ?
a. Inj. Dopamin
b. Inj. Adrenalin
c. Inj. Dexametahose
d.
e.
JAWABAN : C. INJ. Dexamethason
PEMBAHASAN

Drug Reaction yang menampilkan UKK urticaria merupakan akibat dari Reaksi
type I yang dimediasi dari IgE dan paling banyak disebabkan dari antibiotik
penicilin manifestasii klinins yang paling berbahaya adalah reaksi
anaphilactic

Manifestasi muncul 36 jam setelah terpapar dapat selama pemakaian obat


maupun setelah dihentikan
Pengobatan
o Obat yang menginduksi harus segera dihentikan
o pre terapi antihistamine and prednisone (1 mg/kg) 3060
o Treatment pada Acute Severe Urticaria/Anaphylaxis
o Epinephrine 0.30.5 mL of a 1:1000 dilution subcutaneously,

repeated in 1520 min. Maintain airway. Intravenous access.


Antihistamines H 1 blockers or H 2 blockers or combination.
Systemic Glucocorticoids Intravenous Hydrocortisone or
methylprednisolone for severe symptoms.
o Oral Prednisone, 70 mg, tapering by 10 or 5 mg daily over 12
weeks, is usually adequate
o
o

1541. Pasien laki-laki 25 tahun mengalami kecelakaan dan datang ke


IGD dengan keluhan nyeri dan bengkak pada siku lengan
kanan. Setelah dilakukan rontgen didapatkan fraktur pada
sepertiga proksimal os ulna dan dislokasi head of femur. Diagnosis
pada pasien ?
a. Fraktur Colles
b. Fraktur Smith
c. Fraktur Monteggia
d. Fraktur Galeazzi
e. Fraktur reverse Galeazzi

a. Fraktur Monteggia
Definisi
Monteggia mempublikasikan fraktur ini sebagai fraktur sepertiga proksimal ulna disertai
dislokasi ke anterior dari kapitulum radius. Ternyata kemudian terbukti bahwa dislokasi
ini dapat terjadi ke lateral dan juga ke posterior. Penyebabnya biasanya trauma langsung
terhadap ulna, misalnya sewaktu melindungi kepala pada pukulan, sehingga disebut patah
tulang tangkis.
Gambaran klinik
Pada umumnya menyerupai fraktur pada lengan bawah dan apabila terdapat dislokasi ke
anterior, kapitulum radius akan dapat diraba pada fosa kubitus. Pergelangan tangan dan
tangan harus diperiksa untuk mencari ada tidaknya tanda-tanda cedera pada saraf
radialis . Terdapat 2 tipe yaitu tipe ekstensi (lebih sering) dan tipe fleksi. Pada tipe
ekstensi gaya yang terjadi mendorong ulna kearah hiperekstensi dan pronasi. Sedangkan

pada tipe fleksi, gaya mendorong dari depan kearah fleksi yang menyebabkan fragmen
ulna mengadakan angulasi ke posterior.
Gambaran radiologis
Gambaran radiologis jelas memperlihatkan adanya fraktur ulna yang disertai dislokasi
sendi radio-humeral. Pada kasus biasa kaput radius berdislokasi kedepan, dan terdapat
fraktur pada sepertiga bagian atas ulna dengan pelengkungan kedepan. Kadang-kadang
dislokasi radius disertai dengan fraktur olekranon. Kadang-kadang kapur radius
berdislokasi keposterior dan fraktur ulna melengkung kebelakang ( Monteggia
kebelakang). Pada fraktur ulna yang terisolasi, selalu diperlukan pemeriksaan sinar X
pada siku.
b. Fraktur Galeazzi
Gambaran klinis
Fraktur Galeazzi jauh lebih sering terjadi daripada fraktur Monteggia. Ujung bagian
bawah ulna yang menonjol merupakan tanda yang mencolok. Perlu dilakukan
pemeriksaan untuk lesi saraf ulnaris yang sering terjadi. Gambaran klinisnya bergantung
pada derajat dislokasi fragmen fraktur. Bila ringan. nyeri dan tegang hanya dirasakan
pada daerah fraktur; bila berat, biasanya terjadi pemendekan lengan bawah. Tampak
tangan bagian distal dalam posisi angulasi ke dorsal. Pada pergelangan tangan dapat
diraba tonjolan ujung distal ulna.
Gambaran radiologis
Fraktur melintang atau oblique yang pendek ditemukan pada sepertiga bagian bawah
radius, dengan angulasi atau tumpang-tindih. Sendi radioulnar inferior bersubluksasi atau
berdislokasi. (2)
c. Fraktur Colles
Definisi
Cedera yang diuraikan oleh Abraham Colles pada tahun 1814 adalah fraktur melintang
pada radius tepat diatas pergelangan tangan dengan pergeseran dorsal fragmen distal. Ini
adalah fraktur yang paling sering ditemukan pada manula, insidennya yang tinggi
berhubungan dengan permulaan osteoporosis pasca menopause. Karena itu pasien
biasanya wanita yang memiliki riwayat jatuh pada tangan yang terentang.
Klasifikasi
Ada banyak sistem klasifikasi yang digunakan pada fraktur ekstensi dari radius distal.
Namun yang paling sering digunakan adalah sistem klasifikasi oleh Frykman.
Berdasarkan sistem ini maka fraktur Colles dibedakan menjadi 4 tipe berikut :
Tipe IA : Fraktur radius ekstra artikuler
Tipe IB : Fraktur radius dan ulna ekstra artikuler
Tipe IIA : Fraktur radius distal yang mengenai sendi radiokarpal
Tipe IIB : Fraktur radius distal dan ulna yang mengenai sendi radiokarpal
Tipe IIIA : Fraktur radius distal yang mengenai sendi radioulnar
Tipe IIIB : Fraktur radius distal dan ulna yang mengenai sendi radioulnar
Tipe IVA : Fraktur radius distal yang mengenai sendi radiokarpal dan sendi radioulnar

Tipe IVB : Fraktur radius distal dan ulna yang mengenai sendi radiokarpal dan sendi
radioulnar
d. Fraktur Smith
Fraktur Smith merupakan fraktur dislokasi ke arah anterior (volar), karena itu sering
disebut reverse Colles fracture. Fraktur ini biasa terjadi pada orang muda. Pasien jatuh
dengan tangan menahan badan sedang posisi tangan dalam keadaan volar fleksi pada
pergelangan tangan dan pronasi. Garis patahan biasanya transversal, kadang-kadang
intraartikular.
Manifestasi Klinis
Penonjolan dorsal fragmen proksimal, fragmen distal di sisi volar pergelangan, dan
deviasi ke radial (garden spade deformity).

De Jong, Wi. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi II. 2005. Jakarta: EGC
1542. Anak laki-laki usia 7 tahun datang dengan keluhan gangguan
pada saat BAK. Pada pemeriksaan ditemukan muara uretra pada
pasien terletak di ventral. Diagnosis pada pasien ini
a. Fimosis
b. Parafimosis
c. Hipospadia
d. Torsio testis
e. Epispadia
Fimosis (phimosis)
Merupakan kondisi dimana kulit yang melingkupi kepala penis (glans penis) tidak bisa ditarik ke
belakang untuk membuka seluruh bagian kepala penis(kulup, prepuce, preputium, foreskin,) .
Preputium terdiri dari dua lapis, bagian dalam dan luar, sehingga dapat ditarik ke depan dan
belakang pada batang penis. Pada fimosis, lapis bagian dalam preputium melekat pada glans
penis. Kadangkala perlekatan cukup luas sehingga hanya bagian lubang untuk berkemih (meatus
urethra externus) yang terbuka.
Fimosis (phimosis) bisa merupakan kelainan bawaan sejak lahir (kongenital) maupun didapat,
Parafimosis (paraphimosis)
Merupakan kebalikan dari fimosis dimana kulit preputium setelah ditarik ke belakang batang
penis tidak dapat dikembalikan ke posisi semula (ke depan batang penis) sehingga penis menjadi
terjepit.
Hipospadia adalah suatu kelainan bawaan berupa muara uretra yang terletak di sebelah ventral
penis dan sebelah prokimal ujung penis.

Hipospadia adalah suatu keadaan dimana uretra terbuka dipermukaan bawah penis, skrotum atau
peritanium . hipospadia sendiri berasal dari dua kata yaitu hypo yang berarti dibawah dan
spadon yang berarti keratin yang panjang.

Epispadia adalah suatu kelainan bawaan pada bayi laki-laki, dimana lubang uretra terdapat di
bagian punggung penis atau uretra tidak berbentuk tabung, tetapi terbuka.
Terdapat 3 jenis epispadia:
Lubang uretra terdapat di puncak kepala penis
Seluruh uretra terbuka di sepanjang penis
Seluruh uretra terbuka dan lubang kandung kemih terdapat pada dinding perut.
Torsio testis adalah terpeluntirnya funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya oklusi dan
strangulasi dari vaskularisasi vena atau arteri ke testis dan epididymis serta bisa mengakibatkan
infark

1543. Tn. D, usia 30 tahun. Keluhan nyeri pada perut kanan bawah sejak 1 minggu lalu. Awalnya
nyeri pada ulu hati dan sekarang berpindah ke perut kanan bawah. Pasien juga megeluh mual dan
muntah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan perut kuadran kanan bawah (+).
Pemeriksaan lain yang menunjang diagnosis pada pasien ini
a. Rovsing sign
b. Blumberg sign
c. Tanda defent muscular
d. Psoas sign
curiga appendicitis

Karakter klinis dari appendisitis dapat bervariasi, namun umumnya ditampikan dengan riwayat
sakit perut yang samar-samar, dimana dirasakan pertama kali di ulu hati. Mungkin diikuti mual
dan muntah, demam ringan. Nyeri biasanya berpindah dari fossa ilaka kanan setelah beberapa
jam, sampai dengan 24 jam. Titik maksimal nyeri adalah pada sepertiga dari umblikus ke fossa
ilaka kanan, itu disebut titik Mc Burney. Nyeri biasanya tajam dan diperburuk dengan gerakan
(seperti batuk dan berjalan). Nyeri pada titik Mc Burney juga dirasakan pada penekanan iliaka
kiri, yang biasa disebut tanda Rovsing. Posisi pasien dipengaruhi oleh posisi dari apendiks. Jika
apendiks ditemukan di posisi retrosekal (terpapar antara sekum dan otot psoas) nyeri tidak terasa
di titik Mc Burney, namun ditemukan lebih ke lateral pinggang. Jika apendiks terletak retrosekal
nyeri jika ilaka kiri ditekan tidak terasa. Ketika apendiks dekat dengan otot psoas, pasien datang
dengan pinggul tertekuk dan jika kita coba meluruskan maka akan terjadi nyeri pada lokasi
apendiks (tanda psoas). Ketika apendiks terletak retrosekal maka bisa menyebabkan iritasi pada
ureter sehingga darah dan protein dapat ditemukan dalam urinalisis. Jika apendiks terletak di
pelvis, maka tanda klinik sangat sedikit, sehingga harus dilakukan pemeriksaan rektal,
menemukan nyeri dan bengkak pada kanan pemeriksaan. Jika apendiks terletak di dekat otot
obturator internus, rotasi dari pinggang meningkatkan nyeri pada pasien (tanda obturator).

1546. Seorang wanita jatuh dengan posisi tangan kanan menahan tubuhnya. Pada pemeriksaan
fisik didapatkan adanya benjolan di depan bahu kanan. Pasien merasa nyeri. Pergelangan tangan
masih dapat digerakkan. Diagnosis pada pasien?
a. Dislokasi humerus anterior
b. Dislokasi humerus posterior
c. Fraktur humerus
d. Fraktur clavicula
e.

Diagnosis kasus dislokasi bahu anterior ditegakkan melalui anamnesis (autoanamnesis


atau alloanamnesis), pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Anamnesis dapat
memberikan informasi riwayat trauma dan mekanisme terjadinya trauma tersebut, sehingga
dapat lebih membantu menegakkan diagnosis dan mengetahui penyulit-penyulit yang
mungkin telah ada dan yang dapat muncul kemudian. Selain itu juga diperlukan informasi
mengenai

riwayat

penyakit

pasien

dan

riwayat

trauma

sebelumnya,

untuk

mempertimbangkan penanganan yang akan diambil. 1,2,3,7


Dari pemeriksaan fisik ditemukan beberapa tanda diantaranya adanya nyeri, terdapat
tonjolan pada bagian depan bahu, posisi lengan abduksi eksorotasi, tepi bahu tampak
menyudut, nyeri tekan, dan adanya gangguan gerak sendi bahu. Ada 2 tanda khas pada kasus
dislokasi sendi bahu anterior ini yaitu sumbu humerus yang tidak menunjuk ke bahu dan
kontur bahu berubah karena daerah dibawah akromion kosong pada palpasi. Penderita
merasakan sendinya keluar dan tidak mampu menggerakkan lengannya dan lengan yang
cedera ditopang oleh tangan sebelah lain dan ia tidak dapat menyetuh dadanya. Lengan yang
cedera tampak lebih panjang daripada normal, bahu terfiksasi sehingga mengalami fleksi dan
lengan bawah berotasi kearah interna. Posisi badan penderita miring kearah sisi yang sakit.
Pemeriksa terkadang dapat membuat skapula bergerak pada dadanya namun tidak akan dapat
menggerakkan humerus pada scapula. Jika pasien tidak terlalu banyak menggerakka bahunya
, maka pada kasus ini kaput humerus yang tergeser dapat diraba dibawah prosesus
korakoideus

1544. Laki-laki 19 tahun keluar darah dari hidung dan lebam di sekitar mata. Penderita jatuh dari
motor 2 hari yl. Hidung tersumbat, nyeri di daerah batang hidung diikuti penglihatan ganda.
Wajah tampak kebiruan di Bawah kedua mata dan bengkak
di sekitar batang hidung. Diagnosis?
a. Fraktur os nasal
b. Fraktur os nasal dan le fort 1
c. Fraktur os nasal dan blow out fracture
d. Fraktur os nasal dan mandibula
e. Frakur os nasal dan tripod
1545. Pemeriksaan penunjang yang tepat untuk kasus di atas?
a. Foto Cadwell
b. Foto Scadell
c. Foto Waters
d.
e.

1547. Pasien datang post KLL dengan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan didapatkan
pasien membuka mata saat dipanggil, pasien dapat mengangkat tangan, namun saat bicara pasien
hanya mengeluarkan kata-kata. GCS pasien?
a. 6
b. 8
c. 9
d. 10
e. 11
E 3, V 3, M 5

1548. Tn. A usia 55 tahun memiliki hipertensi dan BPH. Saat ini sedang minum obat hipertensi.
Bagaimana terapi yang tepat untuk pasien?
a. Hentikan obat hipertensi dan berikan obat prostat
b. Minum obat hipertensi dan obat prostat
c.

d.
e.

1549. Bayi usia 2 bulan muntah-muntah dan BAB menyemprot jika dicolok dubur, sebelumnya
pasien tidak bisa BAB. Tatalaksana yang tepat untuk pasien?
a. Pemberian enema
b. Pemberian antiemetik
c. Infus RL
d.
e.
Muntah-muntah : dehidrasi
Definisi Penyakit Hirschsprung
Penyakit Hirschprung adalah kelainan kongenital dimana tidak dijumpai pleksus Aurbachii
maupun pleksus Meissner pada kolon yang mengakibatkan hambatan gerakan peristaltik,
sehingga akan terjadi ileus fungsional
Diagnosis
Penyakit Hirschprung pada neonatus harus dibedakan dengan penyakit obstruksi saluran cerna
lainnya. Diagnosis penyakit ini ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik serta disertai
dengan pemeriksaan penunjang.
Anamnesis
- Adanya keterlambatan pengeluaran mekonium yang pertama, biasanya keluar >24 jam.
- Adanya muntah berwarna hijau.
- Adanya obstipasi masa neonatus, jika terjadi pada anak yang lebih besar obstipasi semakin
sering, perut kembung, dan pertumbuhan terhambat.
- Adanya riwayat keluarga sebelumnya yang pernah menderita keluhan serupa, misalnya anak

laki-laki terdahulu meninggal sebelum usia 2 minggu dengan riwayat tidak dapat defekasi.
Pemeriksaan Fisik
- Pada neonatus biasa ditemukan perut kembung karena mengalami obstipasi
- Bila dilakukan colok dubur maka sewaktu jari ditarik keluar maka feses akan menyemprot
keluar dalam jumlah yang banyak dan kemudian tampak perut anak sudah kempes lagi.
1550. Laki-laki 40 tahun mengeluh nyeri pada pangkal jari kaki kanannya. Pasien suka
mengkonsumsi jeroan. Kaki bengkak dan merah. Diagnosis pasien?
a. Gout arthritis
b. Reumatoid arthritis
c.
d.
e.
Artritis Gout
Adalah suatu peradangan sendi sebagai manifestasi dari akumulasi andapan kristal
monosodium urat, yang terkumpul di dalam sendi sebagai akibat dari tingginya kadar asam urat
dalam urat (hiperurisemia).
Biasanya, serangan gout arthritis pertama hanya menyerang satu sendi dan berlangsung
selama beberapa hari. Kemudian, gejalanya menghilang secara bertahap, dimana sendi kembali
berfungsi dan tidak muncul gejala sehingga terjadi serangan berikutnya. Namun, gout cenderung
akan semakin memburuk, dan serangan yang tidak diobati akan berlangsung lebih lama, lebih
sering, dan menyerang beberapa sendi. Alhasil, sendi yang terserang bisa mengalami kerusakan
permanen (Junaidi, 2013:84).
Lazimnya serangan gout arthritis terjadi dikaki (monoarthritis). Namun, 3-14% serangan
juga bisa terjadi dibanyak sendi (poliarthritis). Biasanya, urutan sendi yang terkena serangan
gout (poliarthritis) berulang adalah: ibu jari kaki (podogra), sendi tarsal kaki, pergelangan kaki,
sendi kaki belakang, pergelangan tangan, lutut, dan bursa elekranon pada siku (Junaidi, 2013:85).
Nyeri yang hebat dirasakan oleh penderita gout pada satu atau beberapa sendi. Umunya
serangan terjadi pada malam hari. Biasanya, hari sebelum serangan gout terjadi penderita tampak
sangat bugar tanpa gejala atau keluhan, tetapi tiba-tiba tepatnya pada tengah malam menjelang
pagi, ia terbangun karena merasakan sakit yang sangat hebat serta nyeri yang semakin memburuk
dan tak tertahankan (Junaidi, 2013:85).

Sendi yang terserang gout akan membengkak dan kulit diatasnya akan berwarna merah
atau keunguan, kencang dan licin, serta terasa hangat dan nyeri jika digerakkan, dan muncul
benjolan pada sendi (yang disebut tofus). Jika sudah agak lama (hari kelima), kulit diatasnya
akan berwarna merah kusam dan terkelupas (deskuamasi). Gejala lainya adalah muncul tofus di
helixs telinga/ pinggir sendi/tendon. Menyentuh kulit diatas sendi yang terserang gout bisa
memicu rasa nyeri yang luar biasa. Rasa nyeri ini akan berlangsung selama beberapa hari hingga
sekitar satu minggu, lalu menghilang (Junaidi, 2013:85).

1551. Pasien laki-laki 30 tahun mengeluh keluar benjolan di lipat paha. Benjolan dapat keluar
masuk. Saat mengedan benjolan dapat teraba sampai skrotum. Diagnosis pasien?
a. Hernia inguinalis lateralis
b. Hernia inguinalis media
c. Hernia ireponibel
d.
e.

Hernia inguinalis lateralis adalah hernia yang melalui annulus inguinalis abdominalis
(lateralis / internus) dan mengikuti jalannya spermatid cord di canalis inguinalis dan dapat
melalui
annulus
inguinalis
subcutan
(externus)
sampai
di
scrotum.
Locus Minnoris Resistentiae hernia inguinalis lateralis congenital adalah pada annulus inguinalis
lateralis / internus. Hal ini sesuai dengan embriologik turunnya testis dari cavum
abdominalis ke scrotum melalui canalis inguinalis. Pada keadaan ini terjadi kegagalan
obliterasi proc.Vaginalis peritonii. Sedangkan pada yang akuisital adalah bagian lateral dari
fovea inguinalis lateralis dimana ductus deferens dan vasa spermatica berlalu di tempat itu. Pada
wanita, Locus Minoris Resistent terletak di canalis inguinalis. Canalis inguinalis tersebut berisi
ligamentum yang menyangga uterus (ligamentum rotundum) dan hernia muncul sebagai jaringan
penghubung uterus yang bersinggungan dengan jaringan yang mengelilingi tulang pubis. Canalis
ini lebih dikenal dengan nama canalis Nuck.

Hernia reponibel bila isi hernia dapat keluar masuk2, tetapi kantungnya menetap3. Isinya tidak
serta merta muncul secara spontan, namun terjadi bila disokong gaya gravitasi atau tekanan
intraabdominal yang meningkat3. Usus keluar jika berdiri atau mengedan dan masuk lagi jika
berbaring atau didorong masuk perut, tidak ada keluhan nyeri atau gejala obstruksi usus4.

Hernia Ireponibel : bila isi kantong tidak dapat direposisi kembali kedalam rongga perut. Ini
biasanya disebabkan oleh perlekatan isi kantong pada peritoneum kantong hernia. Hernia ini
disebut hernia akreta2. Dapat juga terjadi karena leher yang sempit dengan tepi yang kaku
(misalnya pada : femoral, umbilical)3. Tidak ada keluhan rasa nyeri ataupun sumbatan usus2.
Hernia ireponibel mempunyai resiko yang lebih besar untuk terjadi obstruksi dan strangulasi
daripada hernia reponibel3.

Gambar 3. Hernia Ireponibel 2


1. Hernia inguinalis medialis
Hernia inguinalis direk ini hamper selalu disebabkan oleh factor peninggian tekanan
intraabdomen kronik dan kelemahan otot dinding di trigonum Hesselbach. Oleh karena itu ,
hernia ini umumnya terjadi bilateral,khususnya pada lelaki tua.Hernia ini jarang , bahkan hampir

tidak pernah , mengalami inkarserasi dan strangulasi. Mungkin terjadi hernia geser yang
mengandung sebagian dinding kandung kemih. Kadang dtemukan defek kecil di m.oblikus
internus abdominis, pada segala usia, dengan cincin yang kaku dan tajam yang sering
menyebabkan strangulasi. Hernia ini banyak diderita oleh penduduk di Afrika.

Gambar 6. hernia inguinalis direk


1552. Seorang laki-laki mengeluh nyeri pada pinggang kanannya.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri ketok CVA + (costovertebra) dan pada
pemeriksaan penunjang urinalisa didapatkan kristal + oksalat.
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan?
a. BNO
b. BNO dan USG
c. CT scan
d.
e.
Secara radiologik, batu ada yang radioopak dan ada yang radiolusen. Sifat radioopak ini
berbeda untuk berbagai jenis batu, sehingga dari sifat ini dapat diduga jenis batu yang dihadapi.
Yang radiolusen umumnya adalah dari jenis asam urat murni.

Pada yang radioopak pemeriksaan dengan foto polos sudah cukup untuk menduga adanya
batu saluran kemih bila diambil foto dua arah. Pada keadaaan yang istimewa tidak jarang batu
terletak di depan bayangan tulang, sehingga dapat terhindar dari pengamatan. Karena itu, foto
polos perlu sering ditambah dengan foto pielografi intravena atau yang biasa disebut foto BNOIVP (5).
Pemeriksaan IVP memerlukan persiapan, yaitu malam sebelum pemeriksaan diberikan kastor oli
(catharsis) atau laksans untuk membersihkan kolon dari feses yang menutupi daerah ginjal.
Sebelumnya pasien juga harus diperiksa kadar ureum dan kreatininnya untuk mengetahui fungsi
ginjal. Untuk mendapatkan keadaan dehidrasi ringan, pasien tidak diberikan cairan (minum)
mulai dari jam 10 malam sebelum pemeriksaan. Keesokan harinya penderita harus puasa. Untuk
bayi dan anak diberikan minum yang mengandung karbonat, tujuannya untuk mengembangkan
lambung dengan gas. Usus akan berpindah, sehingga bayangan kedua ginjal dapat dilihat melalui
lambung yang terisi gas. Bahan kontras Conray (Meglumine Iothalamat 60% atau Hypaque
Sodium/Sodium Diatrizoate 50%), Urografin 60% atau 76%.
Sebelum pasien disuntik urografin 60 mg% harus dilakukan terlebih dahulu uji kepekaan. Dapat
berupa pengujian subkutan atau intravena. Jika penderita alergi terhadap bahan kontras,
pemeriksaan pielografi intravena dibatalkan.
Dosis Urografin 60 mg% untuk orang dewasa adalah 20 ml. Kalau perlu dapat diberikan dosis
rangkap yaitu 40 ml. Tujuh menit setelah penyuntikan dibuat film bucky antero-posterior
abdomen. Foto berikutnya diulangi pada 15, 30 menit dan 1 jam. Sebaiknya segera setelah pasien
disuntuk kontras, kedua ureter dibendung, baru dibuat foto 7 menit. Kemudian bendungan
dibuka, langsung dibuat foto dimana diharapkan kedua ureter terisi. Dilanjutkan dengan foto 15
dan 30 menit. Pada kasus tertentu dibuat foto 1 dan 2 jam, malahan foto 6, 12 dan 24 jam (15).
Pada batu yang radiolusen foto dengan bantuan kontras akan menyebabkan terdapatnya defek
pengisian pada tempat batu sehingga memberi gambaran pada daerah batu yang kosong (4).
Yang menyulitkan adalah bila ginjal yang mengandung batu tidak berfungsi lagi sehingga
kontras tidak muncul. Dalam hal seperti ini perlu dilanjutkan dengan pielografi retrograde atau
anterograd yang dilaksanakan pemasangan kateter ureter melalui sistokop pada ureter ginjal yang
tidak dapat berfungsi untuk memasukkan kontras.
Tehnik urografi retrograde memerlukan prosedur sistokopi. Kateter dimasukkan oleh seorang
ahli urologi. Kerjasama antara ahli urologi dan radiology diperlukan, karena waktu memasukkan
kontras, posisi pasien dapat dipantau (dimonitor) dengan fluoroskopi atau televise. Udara dalam
kateter dikeluarkan, kemudian 25% bahan kontras yang mengandung jodium disuntikkan,
dengan dosis 5-10 ml, ini dibawah pengawasan fluoroskopi. Harus dicegah pengisian yang
berlebihan, sebab resiko ekstravasasi ke dalam sinus renalis atau intravasasi ke dalam kumpulan

saluran-saluran (collecting duct). Ekstravasasi kontras dapat menutupi bagian-bagian yang halus
dekat papilla. Rutin dibuat proyeksi frontal dan oblik. Kemudian kateter diangkat pada akhir
pemeriksaan, lalu dibuat foto polos abdomen. Jika ada obstruksi dibuat lagi foto 15 menit
kemudian (5).
Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mencari kelainan kemih yang dapat menunjang akan
adanya batu di saluran kemih, menentukan fungsi ginjal, dan menentukan sebab terjadinya batu
Pemeriksaan renogram berguna untuk menentukan faal setiap ginjal secara terpisah pada batu
ginjal bilateral atau bila kedua ureter tersumbat total. Cara ini dipakai untuk memastikan ginjal
yang masih mempunyai sisa faal yang cukup sebagai dasar untuk melakukan tindak bedah pada
ginjal yang sakit.
Pemeriksaan ultrasonografi dapat dilakukan untuk semua jenis batu tanpa tergantung kepada
radiolusen atau radioopak. Di samping itu dapat ditentukan ruang dan lumen saluran kemih.
Pemeriksaan ini juga dipakai untuk menentukan batu selama tindakan pembedahan untuk
mencegah tertinggalnya batu.
Pada pemeriksaan dengan CT-Scan, kontras dapat diberikan maupun tidak. Pemeriksaan dengan
CT-Scan ini umumnya dilakukan untuk mengetahui batu yang ada di ginjal. Dapat bersifat
informatif tentang morfologi dan kelainan ginjal, beserta morfologi batu (4,5)
1553. perdarahan epidural mengenai arteri?
a. meningea media
b. Basilaris
Epidural hematom adalah Perdarahan yang terletak antara durameter dan tulang,
biasanya sumber pendarahannya adalah robeknya Arteri meningica media (paling sering), Vena
diploica (oleh karena adanya fraktur kalvaria), Vena emmisaria, Sinus venosus duralis.
Subdural hematoma adalah hematom yang terletak diantara lapisan duramater dan arhacnoid
dengan sumber perdarahan dapat berasal dari vena jembatan atau bridging vein (paling sering),
A/V cortical, Sinus venosus duralis
1560. Anak laki-laki, 10 tahun. Riwayat batuk pilek. Datang ke dokter dengan keluhan nyeri
pada tungkai. Pada foto rontgen 1/3 proksimal tibia ditemukan lesi osteolitik dan sklerotik.
Diagnosa?
a. Osteomyelitis bacterial
b. Osteoarthritis
c. Osteomyelitis TB
d. Osteogenik sarcoma

1554. Penatalaksanaan galaktokel


Galaktokel
Galaktokel adalah kista berisi susu yang terjadi pada wanita yang sedang hamil atau menyusui.
Seperti kista lainnya, galaktokel tidak bersifat seperti kanker. Biasanya galaktokel tampak rata,
benjolan dapat digerakkan, walaupun dapat juga keras dan susah digerakkan. Penatalaksanaan
galaktokel sama seperti kista lainnya, biasanya tanpa melakukan tindakan apapun. Apabila
diagnosis masih diragukan atau galaktokel menimbulkan rasa tidak nyaman, maka dapat
dilakukan drainase dengan aspirasi jarum halus.
Aspirasi Kista
Teknik yang digunakan untuk mengaspirasi suatu kista payudara hampir sama dengan
teknik yang digunakan untuk pemeriksaan sitologi biopsi jarum halus. Permukaan kulit
dibersihkan dengan alkohol.Biasanya gauze-needle berukuran 21 dilekatkan ke jarum 20ml.
kista difiksasi dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk atau jari telunjuk dan jari tengah.
Jarum dipegang di tangan yang lain, dan kista tersebut diaspirasi sehingga ia tidak dapat teraba
lagi.
Biasanya isi dari suatu kista adalah cairan berwarna kecoklatan, kekuningan, atau
kehijauan. Jika cairan seperti itu didapatkan pada pemeriksaan, maka ia tidaak perlu dikirim
untuk evaluasi sitologi. Pemeriksaan sitologi hanya diperlukan jika didapatkan cairan berwarna
kemerahan pada aspirasi.

1555. Kuman tersering penyebab mastitis


Patofisiologi
Terjadinya mastitis diawali dengan peningkatan tekanan di dalam duktus (saluran ASI) akibat
stasis ASI. Bila ASI tidak segera dikeluarkan maka terjadi tegangan alveoli yang berlebihan dan
mengakibatkan sel epitel yang memproduksi ASI menjadi datar dan tertekan, sehingga
permeabilitas jaringan ikat meningkat. Beberapa komponen (terutama protein kekebalan tubuh
dan natrium) dari plasma masuk ke dalam ASI dan selanjutnya ke jaringan sekitar sel sehingga
memicu respons imun. Stasis ASI, adanya respons inflamasi, dan kerusakan jaringan
memudahkan terjadinya infeksi.
Terdapat beberapa cara masuknya kuman yaitu melalui duktus laktiferus ke lobus sekresi,
melalui puting yang retak ke kelenjar limfe sekitar duktus (periduktal) atau melalui penyebaran
hematogen (pembuluh darah). Organisme yang paling sering adalah Staphylococcus aureus,
Escherecia coli dan Streptococcus. Kadangkadang ditemukan pula mastitis tuberkulosis yang

menyebabkan bayi dapat menderita tuberkulosa tonsil. Pada daerah endemis tuberkulosa
kejadian mastitis tuberkulosis mencapai 1%.
1556. Pengobatan urge incontinence
Inkontinensia urin tipe urge
: timbul pada keadaan otot detrusor kandung kemih yang tidak stabil, yang mana otot ini bereaksi
secara berlebihan. Inkontinensia urin ini ditandai dengan ketidak mampuan menunda berkemih
setelah sensasi berkemih muncul. Manifestasinya dapat berupa perasaan
ingin kencing yang mendadak (urge ), kencing berulang kali ( frekuensi ) dan kencing di malam
hari ( nokturia ).
1557. Komplikasi colles fracture, bidai terlalu menekan?
Decubitus/atrofi sudeck?
Komplikasi
Dini
Sirkulasi darah pada jari harus diperiksa; pembalut yang menahan slab perlu dibuka atau
dilonggarkan
Cedera saraf jarang terjadi, dan yang mengherankan tekanan saraf medianus pada saluran karpal
pun jarang terjadi. Kalau hal ini terjadi, ligament karpal yang melintang harus dibelah sehingga
tekanan
saluran
dalam
karpal
berkurang.
Distrofi refleks simpatetik mungkin amat sering ditemukan, tetapi untungnya ini jarang
berkembang lengkap menjadi keadaan atrofi Sudeck. Mungkin terdapat pembengkakan dan nyeri
tekan pada sendi-sendi jari, waspadalah jangan sampai melalaikan latihan setiap hari. Pada
sekitar 5 % kasus, pada saat gips dilepas tangan akan kaku dan nyeri serta terdapat tanda-tanda
ketidakstabilan vasomotor. Sinar X memperlihatkan osteoporosis dan terdapat peningkatan
aktivitas
pada
scan
tulang
Lanjut
Malunion sering ditemukan, baik karena reduksi tidak lengkap atau karena pergeseran dalam
gips yang terlewatkan. Penampilannya buruk, kelemahan dan hilangnya rotasi dapat bersifat
menetap. Pada umumnya terapi tidak diperlukan. Bila ketidakmampuan hebat dan pasiennya
relatif lebih muda, 2,5 cm bagian bawah ulna dapat dieksisi untuk memulihkan rotasi, dan
deformitas
radius
dikoreksi
dengan
osteotomi.
Penyatuan lambat dan non-union pada radius tidak terjadi, tetapi prosesus styloideus ulnar sering
hanya diikat dengan jaringan fibrosa saja dan tetap mengalami nyeri dan nyeri tekan selama
beberapa
bulan.
Kekakuan pada bahu, karena kelalaian, adalah komplikasi yang sering ditemukan. Kekakuan
pergelangan
tangan
dapat
terjadi
akibat
pembebatan
yang
lama.
Atrofi Sudeck , kalau tidak diatasi, dapat mengakibatkan kekakuan dan pengecilan tangan
dengan
perubahan
trofik
yang
berat.
Ruptur tendon (pada ekstensor polisis longus) biasanya terjadi beberapa minggu setelah terjadi
fraktur radius bagian bawah yang tampaknya sepele dan tidak bergeser. Pasien harus

diperingatkan akan kemungkinan itu dan diberitahu bahwa terapi operasi dapat dilakukan.
(Apley & Solomon, 1995)

1558. Obat yang dapat mencegah batu kalsium oksalat: alkalin sitrat, tiazid+kalium sitrat,
allopurinol
Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa (misalnya
dengan memberikan kalium sitrat), tetapi batu lainnya tidak dapat diatasi dengan cara ini.
Batu asam urat yang lebih besar, yang menyebabkan penyumbatan, perlu diangkat melalui
pembedahan.
1559. Efek samping sildenafil
Kegunaan

Medis

Sildenafil

Sildenafil digunakan dalam berbagai kondisi berikut:


1. Disfungsi seksual. Penggunaan utama sildenafil adalah dalam terapi disfungsi ereksi.
Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan mempertahankan ereksi untuk menyelesaikan
satu periode hubungan seksual. Sildenafil kini merupakan terapi obat standar dalam
penanganan disfungsi ereksi pada semua kondisi, termasuk pada pasien dengan diabetes
melitus. Seseorang dengan terapi antidepresan mungkin akan mengalami disfungsi
seksual yang dapat merupakan akibat dari penyakitnya ataupun sebagai akibat atas
pengobatannya. Penelitian pada tahun 2003 menunjukan bahwa sildenafil mampu
memperbaiki kemampuan seksual pria dengan depresi dan terapi antidepresan. Demikian
pun pada wanita.
2. Pulmonary arterial hipertension (PAH). Sildenafil bekerja dengan merelaksasi dinding
arteri sehingga menyebabkan penurunan resistensi dan tekanan arteri. Dan pada akhirnya
akan mengurangi beban kerja dari ventrikel kanan jantung dan memperbaiki gejala gagal
jantung. Karena PDE-5 terutama tersebar pada otot halus dinding arteri pada paru dan
penis, sildenafil bertindak selektif pada kedua daerah tersebut tanpa menvasodilatasi
daerah lain ditubuh. Penggunaan sildenafil untuk indikasi ini disetujui oleh FDA pada
tahun 2005. Sediaan sildenafil untuk indikasi PAH ini dipasarkan dengan nama dagang
Ravetio, yang merupakan sediaan tablet putih bulat dengan isi sildenafil 20 mg pertablet.
3. Keluhan sakit yang berhubungan dengan tempat yang tinggi. Sildenafil juga telah terbukti
efektif dalam pencegahan edema paru yang berhubungan dengan tempat tinggi seperti
yang dialami pendaki gunung.
Karena alasan efektivitasnya, kemudahan cara pemberian obat, dan rendahnya kejadian efek
merugikan dari obat golongan inhibitor fosfodiesterase ini, maka obat-obat ini dijadikan terapi
lini pertama untuk penanganan disfungsi ereksi terutama pada penderita muda.

Dosis 25-100 mg sildenafil mampu memperbaiki kemampuan ereksi pada 56-82% pasien. Dosis
yang sama akan menghasilkan efek 65-80% pasien pengguna vardenafil dan 62-77% pasien
pengguna tadalafil.
Sekitar 55% pasien disfungsi ereksi gagal merespon terapi sildenafil, pada kasus ini edukasi
diperlukan untuk memperbaiki responnya, diantaranya dengan:
1. Pasien harus terlibat dalam rangsangan seksual (foreplay)
2. Sildenafil harus dikonsumsi saat perut kosong, setidaknya 2 jam sebelum makan untuk
mendapatkan respon terbaik
3. Konsumsi sildenafil disertai makanan berlemak akan mengurangi absorpsinya
4. Seorang pasien yang gagal merespon terapi sildenafil pertama kali harus melanjutkan
terapi hingga 5-8 dosis sebelum terapi ini dapat benar-benar dinyatakan gagal
5. Beberapa pasien mungkin memerlukan titrasi (peningkatan bertahap) dosis sildenafil
hingga 100 mg
Sildenafil dan semua inhibitor fosfodiesterase lainnya tidak diperbolehkan digunakan pada
seseorang dengan fungsi ereksi normal dan tidak boleh dikombinasikan dengan agen
antidisfungsi ereksi lainnya karena dapat mengakibatkan ereksi berkepanjangan.
Farmakokinetik
Sildenafil dengan dosis harian yang direkomendasikan sebesar 25-100 mg/hari memberikan
onset sekitar 1 jam dengan durasi kerja yang pendek. Absorpsi sildenafil berkurang secara
signifikan dari saluran cerna dengan adanya bahan makanan berlemak. Dosis yang lebih rendah
dapat digunakan pada pasien dengan gagal ginjal atau gagal jantung berat, dosis yang
direkomendasikan hanya 25 mg/hari. Semua inhibitor fosfodiesterase dikatabolisme melalui hati
oleh enzim sitokrom P450 3A4 dan sebagian kecil melalui isoenzim lain pada enzim sitokrom
tersebut. Sildenafil diekskresikan terutama melalui feses dan sebagian kecil melalui urin.
Penurunan dosis diperlukan pada pasien yang juga menerima terapi obat yang menghambat kerja
enzim sitokrom P450 seperti simetidin, eritromisin, klaritromisin, ketokonazole, itrakonazole,
ritonavir dan saquinavir.
Efek Merugikan
Efek merugikan sildenafil dapat bersifat ringan hingga sedang yang terbatas pada beberapa
individu. Penghentian penggunaan obat ini umumnya tidak memerlukan terapi khusus. Pada
dosis yang direkomendasikan efek samping yang sering terjadi adalah sakit kepala, wajah pucat,
dispepsia, hidung tersumbat dan pusing. Semua efek samping tersebut terjadi karena adanya
penghambatan isoenzim fosfodiesterase pada jaringan ekstra genital.

Sildenafil menyebabkan penurunan tekanan darah sistolik sekitar 8-10 mmHg dan penurunan
tekanan diastolik sekitar 5-6 mmHg selama 1-4 jam setelah pemberian sildenafil. Maka perlu
diwaspadai kemungkinan adanya efek hipotensi pada pasien yang cenderung hipotensi atau
pasien dengan penggunaan beberapa antihipertensi.
Sildenafil dapat meningkatkan sensitivitas terhadap cahaya, kaburnya penglihatan, dan kesulitan
membedakan warna biru dan hijau yang terjadi pada sekitar 3-10% pasien. Hal ini terjadi karena
hasil penghambatan fosfodiesterase tipe 6 pada sel-sel fotoreseptor diretina, efek ini terutama
terjadi pada pasien yang menggunakan dosis lebih dari 100 mg/hari. Sildenafil
dikontraindikasikan pada pasien dengan resiko masalah opthalmologik seperti Retinitis
pigmentosa, yaitu suatu penyakit yang berhubungan dengan defisiensi fosfodiesterse.
Sildenafil juga menghambat isoenzim fosfodiestearse tipe 5 di trombosit yang secara teoritis
dapat mengakibatkan penghambatan agregasi platelet. Meskipun sildenafil dalam kasus ini tidak
mengakibatkan perdarahan, tapi penggunaan sildenafil bersamaan dengan agen antiplatelet harus
diwaspadai kemungkinan terjadinya perdarahan.
1561. Wanita 35 tahun jatuh dari ketinggian 3 meter dan dibawa ke UGD.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan sendi lutut dalam keadaan fleksi, adduksi
dan endorotasi, pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Yang sebaiknya
dilakukan adalah:
a. melakukan pembidaian
b. merujuk langsung ke dokter spesialis bedah
c. memasang IVFD
d. memberikan analgetik saja
e. Mecoba melakukan reposisi
dari pemeriksaan fisik didapatkan sendi lutut dalam keadaan fleksi, adduksi
dan endorotasi, pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Dengan
kemungkinan terdapat fraktur tertutup, menurut permenkes penanganan
fraktur tertutup yang pertama adalah pemasangan IVFD lalu baru di fiksasi.
1562. Laki-laki 30 tahun mengeluh adanya nyeri perut disertai demam
selama 5 hari terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan pada
regio hipokondriak kanan, ikterik tidak ada.
Diagnosa pasien ini adalah:
a. hepatitis
b. kolesistitis
c. sirosis
d. hepatoma
e. abses hati
KOLESISTITIS
Gejala paling umum dari kolesistitis akut adalah nyeri perut bagian
atas. Tanda-tanda iritasi peritoneal mungkin dapat ditemukan, dan pada
beberapa pasien, nyeri dapat menyebar ke bahu kanan atau tulang belikat .

Seringkali rasa sakit dimulai dari daerah epigastrium dan kemudian


terlokalisasi di kuadran kanan atas. Seringkali, pasien dengan kolesistitis
akalkulus datang dengan keluhan demam dan sepsis saja, tanpa ada riwayat
atau temuan pemeriksaan fisik yang konsisten dengan kolesistitis akut. Pada
pemeriksaan fisik dapat ditemukan demam, takikardia, dan nyeri di daerah
epigastrium atau kuadran kanan atas, seringkali dengan posisi tubuh yang
khas (seolah berusaha melindungi organ yang nyeri). Dapat ditemukan tanda
Murphy (The Murphy sign), tes yang spesifik namun tidak sensitif untuk
kolesistitis, dimana sebagai akibat adanya nyeri maka timbul jeda inspirasi
ketika kandung empedu menyentuh jari pemeriksa selama palpasi kuadran
kanan atas. Kandung empedu yang dapat diraba atau kepenuhan kuadran
kanan atas ditemukan dalam 30-40% kasus. Penyakit kuning dapat
dtemukan pada sekitar 15% pasien. Tidak adanya temuan positif pada
pemeriksaan fisis tidak mengesampingkan diagnosis kolesistitis. Banyak
pasien kolesistitis datang dengan nyeri epigastrium tidak khas yang
menyebar tanpa lokalisasi ke kuadran kanan atas. Pasien dengan kolesistitis
kronis sering tidak memiliki massa teraba pada kuadran kanan atas akibat
adanya fibrosis pada kandung empedunya.
http://www.medicinestuffs.com/2013/10/kolesistitis-diagnosis.html
HEPATOMA
Menurut National Cancer Institute karsinoma hepatoseluler (hepatoma)
adalah sebuah jenis adenokarsinoma, dan merupakan tipe yang paling
umum dari tumor hati. Timbulnya sebuah karsinoma hepatoseluler mungkin
tidak terduga sampai terjadi penurunan kondisi pasien sirosis yang
sebelumnya stabil. Gejala pada pasien HCC termasuk cachexia, nyeri pada
perut, penurunan berat badan, kelemahan, abdominal fullness dan bengkak,
penyakit kuning, dan mual yang berhubungan dengan gejala. Tanda-tanda
penyakit hati kronis dapat hadir, termasuk sakit kuning, dilatasi vena
abdomen, eritema palmar, ginekomastia, atrofi testis, dan edema perifer.
SIROSIS HATI
Manifestasi klinis dari Sirosis hati disebabkan oleh satu atau lebih halhal yang tersebut di bawah ini :
1. Kegagalan Prekim hati
2. Hipertensi portal
3. Asites
4. Ensefalophati hepatitis
Keluhan dari sirosis hati dapat berupa :
a. Merasa kemampuan jasmani menurun
b. Nausea, nafsu makan menurun dan diikuti dengan penurunan berat
badan
c. Mata berwarna kuning dan buang air kecil berwarna gelap
d. Pembesaran perut dan kaki bengkak
e. Perdarahan saluran cerna bagian atas

f. Pada keadaan lanjut dapat dijumpai pasien tidak sadarkan diri


(Hepatic Enchephalopathy
g. Perasaan gatal yang hebat
Abses hati amuba
Demografi
Faktor risiko mayor

Gejala klinis

Tanda klinis
Laboratorium

Abses hati piogenik


Usia: 50-70 tahun
Jenis kelamin:
laki=perempuan
Infeksi bakteri akut,
khususnya intra
abdominal
Obstruksi
bilier/manipulasi
Diabetes melitus
Nyeri perut regio
kuadran kanan atas,
demam, menggigil,
rigor, lemah, malaise,
anoreksia, penurunan
berat badan, diare,
batuk, nyeri dada
pleuritik

Hepatomegali disertai
nyeri tekan, massa
abdomen, ikterus
Lekositosis, anemia,
peningkatan enzimenzim hati (alkali
fosfatase melebihi
aminotransferase),
peningkatan bilirubin,
hipoalbuminemia
Kultur darah positif
(50%-60%)

Usia: 20-40 tahun


Jenis kelamin: laki>
perempuan (>10:1)
Bepergian atau menetap
di daerah endemic
( pernah menetap)

Akut:
demam tinggi,
menggigil, nyeri
abdomen, sepsis
Sub akut:
Penurunan berat
badan; demam dan
nyeri abdomen
relatif jarang
Khas:
Tak ada gejala kolonisasi
usus dan kolitis
Nyeri tekan perut regio
kanan atas bervariasi
Serologi amuba positif
(70%-95%)

Lekositosis bervariasi dan


anemia
Tidak ditemukan
eosinofilia
Alkali
fosfatase meningkat,
namun aminotransferase
biasanya normal

Pencitraan

Abses multifokal (50%)


Biasanya lobus kanan
Tepi ireguler

Cairan aspirasi

purulen
Tampak kuman pada
pewarnaan gram
Kultur positif (80%)

Khas: abses tunggal


(80%)
Biasanya lobus kanan
Rounded atau
oval, bersepta
wall enhancement
pada CT scan dengan
kontras intra vena
Konsistensi dan warna
bervariasi
Steril
Tropozoit jarang
ditemukan

1563. Laki2 70 tahun, keluhan kencing tersumbat. USG vesicolithiasis.


Penyebab kencing sulit keluar pada pasien ini
a. Sumbatan batu urethra externa
b. Sumbatan batu muara urethra interna
c. Kontraksi m. Detrusor menyebabkan sumbatan
vesicolithiasis adalah adanya batu pada kandung kemih, dimana batu
dapat terbentuk di kandung kemih ataupun dapat pula berasal dari ginjal
yang terbawa ke vesica urinaria. Paling umum batu terbentuk karena Ca
Oksalat dan Ca fosfat. Biasanya keadaan ini dapat menyebabkan sedikit
hematuri dan infeksi.
Sesuai dengan anatominya,

sesuai dengan teori gravitasi apabila terdapat sebuah massa(batu) di dalam


vesica urinaria maka batu tersebut akan berada pada bagian bawah
(trigonum) dan akan menyumbat muara uretra interna sehingga pasien tidak
dapat kencing.

1564. Laki2 50 thaun, nyeri pinggal hilang timbul. Tidak menjalar, diagnosa ?
a. Nefrolithiasis
b. Vesicolithiasis
c. Uretrolithiasis
NEFROLITHIASIS
Nefrolithiasis adalah terdapatnya batu pada ginjal. Dimana batu pada ginjal
akan bermanifestasi dari tanpa gejala sampai dengan gejala berat.
Umumnya gejala berupa obstruksi aliran kemih dan infeksi. Gejala dan tanda
yang dapat ditemukan pada penderita batu ginjal antara lain :
1. Tidak ada gejala atau tanda
2. Nyeri pinggang, sisi, atau sudut kostovertebral
3. Hematuria makroskopik atau mikroskopik
4. Pielonefritis dan/atau sistitis
5. Pernah mengeluarkan baru kecil ketika kencing
6. Nyeri tekan kostovertebral
7. Batu tampak pada pemeriksaan pencitraan
8. Gangguan faal ginjal.
VESICOLITHIASIS
Sedangkan gejala klinis dari vesicolithiasis (brunner&sudarth, 2002):
1. Kencing yang tidak lancar tiba-tiba terhenti
2. Nyeri saat kencing pada suprasimphisis yang menjalar sampai ke penis
3. Nyeri tekan suprasimphisis (infeksi)
4. Terdapat retensi urine
5. Sering terjadi ninfeksi dan terkadang hematuria
6. Jika batu besar dapat diraba massa secara bimanual

URETROLITHIASIS
Pada uretrolithiasis
1. Menyebabkan gelombang Nyeri yang luar biasa, akut, dan kolik yang
menyebar ke paha dan genitalia.
2. Rasa ingin berkemih namun hanya sedikit urine yang keluar
3. Hematuri akibat aksi abrasi batu.
4. Biasanya batu bisa keluar secara spontan dengan diameter batu 0,5-1
cm.
Brunner and Suddarths (2002). Buku Ajar Keperawatan Medical
Bedah. (Edisi kedelapan). Jakarta : EGC.

1565. Seorang pria 26 tahun jatuh dari kecelakaan motor dengan posisi bahu
abduksi, ekstensi, dan eksorotasi. Saat diraba terdapat tonjolan di bahu
bagian depan. Tidak terdapat gangguan
pergerakan pergelangan tangan dan siku. Keadaan apa yang dialami oleh
pasien?
a. Fraktur os klavikula
b. Fraktur os
c. Fraktur os
d. Dislokasi sendi anterior bahu
e. Dislokasi sendi posterior bahu

1566. Pasien datang dengan gejala demam, ikterik (-), nyeri perut kanan
atas. Diagnosa pasien?
a. Hepatitis akut
b. Kolesistitis
c. Abses hepar

KOLESISTITIS
Gejala paling umum dari kolesistitis akut adalah nyeri perut bagian
atas. Tanda-tanda iritasi peritoneal mungkin dapat ditemukan, dan pada
beberapa pasien, nyeri dapat menyebar ke bahu kanan atau tulang belikat .
Seringkali rasa sakit dimulai dari daerah epigastrium dan kemudian
terlokalisasi
di
kuadran
kanan
atas.
Seringkali, pasien dengan kolesistitis akalkulus datang dengan keluhan
demam dan sepsis saja, tanpa ada riwayat atau temuan pemeriksaan fisik
yang
konsisten
dengan
kolesistitis
akut.
Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan demam, takikardia, dan nyeri di
daerah epigastrium atau kuadran kanan atas, seringkali dengan posisi tubuh
yang khas (seolah berusaha melindungi organ yang nyeri). Dapat ditemukan
tanda Murphy (The Murphy sign), tes yang spesifik namun tidak sensitif
untuk kolesistitis, dimana sebagai akibat adanya nyeri maka timbul jeda
inspirasi ketika kandung empedu menyentuh jari pemeriksa selama palpasi
kuadran kanan atas. Kandung empedu yang dapat diraba atau kepenuhan
kuadran kanan atas ditemukan dalam 30-40% kasus. Penyakit kuning dapat
dtemukan pada sekitar 15% pasien. Tidak adanya temuan positif pada
pemeriksaan fisis tidak mengesampingkan diagnosis kolesistitis. Banyak
pasien kolesistitis datang dengan nyeri epigastrium tidak khas yang
menyebar tanpa lokalisasi ke kuadran kanan atas. Pasien dengan kolesistitis
kronis sering tidak memiliki massa teraba pada kuadran kanan atas akibat
adanya
fibrosis
pada
kandung
empedunya.
http://www.medicinestuffs.com/2013/10/kolesistitis-diagnosis.html
Abses hati amuba
Demografi
Faktor risiko mayor

Gejala klinis

Abses hati piogenik


Usia: 50-70 tahun
Jenis kelamin:
laki=perempuan
Infeksi bakteri akut,
khususnya intra
abdominal
Obstruksi
bilier/manipulasi
Diabetes melitus
Nyeri perut regio
kuadran kanan atas,
demam, menggigil,
rigor, lemah, malaise,
anoreksia, penurunan
berat badan, diare,
batuk, nyeri dada
pleuritik

Usia: 20-40 tahun


Jenis kelamin: laki>
perempuan (>10:1)
Bepergian atau menetap
di daerah endemic
( pernah menetap)

Akut:
demam tinggi,
menggigil, nyeri
abdomen, sepsis
Sub akut:
Penurunan berat
badan; demam dan
nyeri abdomen
relatif jarang

Tanda klinis
Laboratorium

Hepatomegali disertai
nyeri tekan, massa
abdomen, ikterus
Lekositosis, anemia,
peningkatan enzimenzim hati (alkali
fosfatase melebihi
aminotransferase),
peningkatan bilirubin,
hipoalbuminemia
Kultur darah positif
(50%-60%)

Pencitraan

Abses multifokal (50%)


Biasanya lobus kanan
Tepi ireguler

Cairan aspirasi

purulen
Tampak kuman pada
pewarnaan gram
Kultur positif (80%)

Khas:
Tak ada gejala kolonisasi
usus dan kolitis
Nyeri tekan perut regio
kanan atas bervariasi
Serologi amuba positif
(70%-95%)

Lekositosis bervariasi dan


anemia
Tidak ditemukan
eosinofilia
Alkali
fosfatase meningkat,
namun aminotransferase
biasanya normal
Khas: abses tunggal
(80%)
Biasanya lobus kanan
Rounded atau
oval, bersepta
wall enhancement
pada CT scan dengan
kontras intra vena
Konsistensi dan warna
bervariasi
Steril
Tropozoit jarang
ditemukan

1567. Pasien datang dengan keluhan nyeri saat BAK, BAK berpasir.. dari
anamnesis diketahui pasien sering meminum susu yang banyak
mengandung kalsium untuk mencegah osteoporosis. Dari pemeriksaan
didapatkan nyeri ketok CVA +. Apakah diagnosis pasien?
a. Glomerulonefritis akut
b. Pyelonefritis
c. Batu saluran kemih
d. Keganasan

GLOMERULONEFRITIS
Glomerulonefritis merupakan penyakit peradangan ginjal bilateral.
Peradangan dimulai dalam gromleurus dan bermanifestasi sebagai
proteinuria dan atau hematuria. Meskipun lesi utama pada gromelurus,
tetapi seluruh nefron pada akhirnya akan mengalami kerusakan, sehingga
terjadi gagal ginjal. Penyakit yang mula-mula digambarkan oleh Richard
Bright pada tahun 1827 sekarang diketahui merupakan kumpulan banyak
penyakit dengan berbagai etiologi, meskipun respon imun agaknya
menimbulkan beberapa bentuk glomerulonefritis.
Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI, 1985, Glomerulonefritis akut, 835839, Infomedika, Jakarta.
PIELONEFRITIS
Pielonefritis merupakan infeksi bakteri yang menyerang ginjal, yang
sifatnya akut maupun kronis. Pielonefritis akut biasanya akan berlangsung
selama 1 sampai 2 minggu. Bila pengobatan pada pielonefritis akut tidak
sukses maka dapat menimbulkan gejala lanjut yang disebut dengan
pielonefritis kronis.
ditandai dengan :

pembengkakan ginjal atau pelebaran penampang ginjal

Pada pengkajian didapatkan adanya demam yang tinggi, menggigil,


nausea,

nyeri pada pinggang, sakit kepala, nyeri otot dan adanya kelemahan
fisik.

Pada perkusi di daerah CVA ditandai adanya tenderness.

Klien biasanya disertai disuria, frequency, urgency dalam beberapa


hari.

Pada pemeriksaan urin didapat urin berwarna keruh atau hematuria


dengan bau yang tajam, selain itu juga adanya peningkatan sel darah
putih.
Price,Sylvia Andrson. (1995). Patofisiologi: konsep klinis proses-proses
penyakit: pathophysiologi clinical concept of disease processes. Alih Bahasa:
Peter Anugrah. Edisi: 4. Jakarta: EG
BATU SALURAN KEMIH
Batu Saluran Kemih (BSK) adalah penyakit dimana didapatkan masa
keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih baik saluran
kemih atas (ginjal dan ureter) dan saluran kemih bawah (kandung kemih dan
uretra), yang dapat menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran
kemih dan infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal)
maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Batu ini terbentuk
dari pengendapan garam kalsium, magnesium, asam urat, atau sistein. a.
Ketika batu menghambat aliran urine, terjadi obstruksi yang dapat

mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan hidrostatik dan distensi piala


ginjal serta ureter proksimal. Infeksi biasanya disertai gejala demam,
menggigil, dan dysuria. Namun, beberapa batu jika ada gejala tetapi hanya
sedikit dan secara perlahan akan merusak unit fungsional (nefron) ginjal, dan
gejala lainnya adalah nyeri yang luar biasa ( kolik).

1568. Pasien dengan keluhan appendicitis, disuruh menghitung skoring


appendisitis Alvarado score
1569. Wanita 25 tahun datang dengan keluhan benjolan di payudara Kiri.
Pasien baru menyadari adanya benjolan setelah membesar Karena tidak
timbul keluhan apapun. Nyeri (-). PF benjolan kenyal batas tegas, dapat
digerakkan, nyeri tekan (-), ulkus(-). Diagnosis?
FAM
FAM
Tumor payudara adalah benjolan tidak normal akibat pertumbuhan sel
yang terjadi secara terus menerus (Kumar dkk, 2007). Dalam klinik, istilah
tumor sering digunakan untuk semua tonjolan dan diartikan sebagai
pembengkakan, yang dapat disebabkan baik oleh neoplasma maupun oleh
radang, atau perdarahan. Neoplasma membentuk tonjolan, tetapi tidak
semua tonjolan disebabkan oleh neoplasma (Sukardja, 2000).
Manifestasi Klinik
1.

Secara makroskopik : tumor bersimpai, berwarna putih keabuabuan, pada penampang tampak jaringan ikat berwarna putih,
kenyal

2.

Ada bagian yang menonjol ke permukaan

3.

Ada penekanan pada jaringan sekitar

4.

Ada batas yang tegas

5.

Bila diameter mencapai 10 15 cm muncul Fibroadenoma


raksasa (Giant Fibroadenoma)

6.

Memiliki kapsul dan soliter

7.

Benjolan dapat digerakkan

8.

Pertumbuhannya lambat

9.

Mudah diangkat dengan lokal surgery

10. Bila segera ditangani tidak menyebabkan kematian

1570. Seorang laki-laki dibawa ke IGd setelah mengalami KLL. Dari


pemeriksaan fisik didapatkan GCS E3V2M4, snoring Dan terdapat
displacement segment anterior. TD 110/70mmHg,RR 22x/men it, nadi
92x/men it. Apakah yang menjadi penanda keadaan pasien bila semakin
memburuk?
a. GCS
b. Nadi
c. Snorring
d. TD
e. Frek napas
1571. Ibu menyusui mengalami nyeri pada payudara.
a. Mastoiditis
b. Abses bezold
MASTITIS
Mastitis adalah infeksi peradangan pada mammae, terutama pada primipara
yang biasanya disebabkan oleh staphylococcus aureus, infeksi terjadi melalui
luka pada putting susu, tetapi mungkin juga mungkin juga melalui peredaran
darah (Prawirohadjo, 2005 : 701).
Mastitis adalah reaksi sistematik seperti demam, terjadi 1-3 minggu setelah
melahirkan sebagai komplikasi sumbatan saluran air susu (Masjoer, 2001 :
324). Pada kasus mastitis ini biasanya tidak segera ditangani, jika mastitis
tidak segera ditangani menyebabkan abses payudara yang biasa pecah
kepermukaan kulit dan akan menimbulkan borok yang besar.
1572. Seorang wanita 24 tahun mengalami merah2 di kulit sejak 2 hari yang
lalu. Sebelumnya pasien sedang mengkonsumsi obat dari dokter sejak 1
minggu yang lalu.yang mendasari?
a. Hipersensitivitas tipe 1
b. Hipersensitivitas tipe 2
c. Hipersensitivitas tipe 3
d. Hipersensitivitas tipe 4
e. Sitotoksik
Menurut Gell dan Coombs ada 4 tipe reaksi hipersensitif yaitu :
1.

Reaksi hipersensitif tipe I atau reaksi anafilaktik.

2.

Reaksi hipersensitif tipe II atau sitotoksik.

3.

Reaksi hipersensitif tipe III atau kompleks imun.

4.

Reaksi hipersensitif tipe IV atau reaksi yang diperantarai sel.

Berdasarkan kecepatan reaksinya, tipe I, II dan III termasuk tipe cepat karena
diperantarai oleh respon humoral (melibatkan antibodi) dan tipe IV termasuk
tipe lambat.

www.ncbi.nih.gov
MATA
1573. Anak laki2 9 tahun dibawa orang tuanya karena kedua mata terasa
gatal. Keluhan hilang timbul, terutama terasa setelah bermain bola di
lapangan. Pada pemeriksaan didapatkan visus baik, sisi dalam kelopak mata
bagian atas tampak gambaran cobblestone. Diagnosis?
a. Konjungtivitis bakterialis
b. konjungtivitis viral
c. Konjungtivitis vernal
d. Konjungtivitis jamur
e. Blefaritis
Virus
Bakteri Bakte Fungu
Alergi
purulen
ri
s
Non
&
purul

parasi

en

Secret

sedikit

banyak

sedikit

sedikit

sedikit

Airmata

banyak

sedang

sedan

sedikit

sedang

g
Gatal

sedikit

sedikit

Injeksi

umum

umum

lokal

lokal

Nodul
preauric

sering

jarang

sering

sering

Monosit
limfosit

Bakteri
PMN

Bakteri biasan
PMN
ya

kadang

kadang

hebat
umum
-

ular
Pewarna
an
Usapan
Sakit
tenggoro
kan
dan

eosinofil

Terdapat
gambara
n
cobblesto

panas
ne
yang
menyert
ai
dan
tanda
lain

BLEFARITIS
Blefaritis adalah radang pada kelopak mata. Radang yang sering
terjadi pada kelopak merupakan radang kelopak dan tepi kelopak. Gejala

Blefaritis menyebabkan kemerahan dan penebalan, bisa juga terbentuk sisik


dan keropeng atau luka terbuka yang dangkal pada kelopak mata, penderita
merasa ada sesuatu di matanya. Mata dan kelopak mata terasa gatal, panas
dan menjadi merah. Bisa terjadi pembengkakan kelopak mata dan beberapa
helai bulu mata rontok. Mata menjadi merah, berair dan peka terhadap
cahaya terang. Bisa terbentuk keropeng yang melekat erat pada tepi kelopak
mata; jika keropeng dilepaskan, bisa terjadi perdarahan. Selama tidur,
sekresi mata mengering sehingga ketika bangun kelopak mata sukar dibuka.
Tanda: Skuama pada tepi kelopak, Jumlah bulu mata berkurang, Obstruksi
dan sumbatan duktus meibom, Sekresi Meibom keruh, Injeksi pada tepi
kelopak,
Abnormalitas
film
air
mata
(lecture notes Oftamologi, Bruce James, 2002)
1574. Pasien datang dengan keluhan mata merah, terdapat penurunan visus
mendadak. Dan penglihatan menjadi kabur. Dan terdapat penikngkatan TIO
Pemeriksaan apa yang dilakukan
pertama pada kasus ini?
a. Tonometry
b. Perimetri
c. Oftalmoskop
d. REA
Tonometri adalah tehnik untuk mengukur tekanan intra okuler tekanan
intra okuler. Tonometri Schiozt memakai instrument metal yang dipegang
tangan (tonometer) yang diletakan pada permukaan kornea yang dianestesi.
Hasilnya bervariasi namun cukup baik untuk mengestimasi tekanan intra
okuler. Alat pengukur tekanan lain, tonometer aplanasi dari Goldman,
dihubungkan dengan lampu slit untuk megukur tekanan intra okuler.
Dianggap sebagai bentuk alat ukur tekanan intra okuler yang paling akurat.
Perimetri adalah penggunaan alat untuk memeriksa lapangan pandang
dengan mata terfiksasi sentrai. Penilaian lapangan pandang merupakafl ha|
yang penting ditakukan pada keadaan penyakit yang mempunyai potensi
terjadinya kebutaan. Pada glaukoma pemeriksaan ini berguna dalam
pengobatan penyakit dan pencegahan kebutaan.
Oftalmoskop adalah alat untuk memeriksa fundus (funduskopi, untuk
menulai ada tidaknya reflek fundus pada mata. Hal itu dapat menilai baik
tidaknya persyarafan serta pembuluh darah mata.
1575. Pasien datang dengan keluhan massa pada palpebra mata, bengkak,
hiperemis, tidak nyeri. Diagnosis?

a. Hordeolum internum
b. hordeolum eksternum
c. Kalazion
d. Blefaritis
HORDEOLUM
Hordeolum merupakan peradangan supuratif kelenjar kelopak mata.
Hordeolum biasanya merupakan infeksi staphylococcus pada kelenjar
sabasea kelopak mata. Biasanya sembuh sendiri dan dapat diberi hanya
kompres hangat. Hordeolum secara histopatologik gambarannya seperti
abses.

Hordeolum internum atau radang kelenjar meibom,

dengan penonjolan terutama ke daerah konjungtiva tarsal.

Hordeolum eksternum atau radang kelenjar zeis atau

moll, dengan penonjolan terutama ke daerah kulit kelopak.


Hordeolum memberikan gejala radang pada kelopak mata seperti
bengkak, mengganjal dengan rasa sakit, merah, dan nyeri bila ditekan.
Hordeolum internum biasanya berukuran lebih besar dibanding hordeolum
eksternum. Adanya pseudoptosis atau ptosis terjadi akibat bertambah
beratnya kelopak sehingga sukar diangkat. Pada pasien dengan hordeolum,
kelenjar

preaurikel

biasanya

turut

membesar.

Sering

hordeolum

ini

membentuk abses dan pecah dengan sendirinya.


KALAZION
Kalazion merupakan peradangan granulomatosa kelenjar meibom yang
tersumbat. Pada kalazion terjadi penyumbatan kelenjar meibom dengan
infeksi ringan yang mengakibatkan peradangan kronis kelenjar tersebut.
Awalnya dapat berupa radang ringan dan nyeri tekan mirip hordeolumdibedakan dari hordeolum karena tidak ada tanda-tanda radang akut.
Kalazion akan memberi gejala adanya benjolan pada kelopak, tidak

hiperemik,

tidak

ada

Kelenjar

preaurikuler

nyeri

tekan,

tidak

dan

adanya

membesar.

pseudoptosis.
Kadang-kadang

mengakibatkan perubahan bentuk bola mata akibat tekanannya


sehingga terjadi kelainan refraksi pada mata tersebut.
BLEFARITIS
Blefaritis adalah radang pada kelopak mata. Radang yang sering
terjadi pada kelopak merupakan radang kelopak dan tepi kelopak. Gejala
Blefaritis menyebabkan kemerahan dan penebalan, bisa juga terbentuk sisik
dan keropeng atau luka terbuka yang dangkal pada kelopak mata, penderita
merasa ada sesuatu di matanya. Mata dan kelopak mata terasa gatal, panas
dan menjadi merah. Bisa terjadi pembengkakan kelopak mata dan beberapa
helai bulu mata rontok. Mata menjadi merah, berair dan peka terhadap
cahaya terang. Bisa terbentuk keropeng yang melekat erat pada tepi kelopak
mata; jika keropeng dilepaskan, bisa terjadi perdarahan. Selama tidur,
sekresi mata mengering sehingga ketika bangun kelopak mata sukar dibuka.
Tanda: Skuama pada tepi kelopak, Jumlah bulu mata berkurang, Obstruksi
dan sumbatan duktus meibom, Sekresi Meibom keruh, Injeksi pada tepi
kelopak,
Abnormalitas
film
air
mata
(lecture notes Oftamologi, Bruce James, 2002)

1576. Seorang pasien datang dengan keluhan rasa mengganjal pada mata.
Dari pemeriksaan fisik didapatkan adanya membran putih dari kantus
medialis ke arah kornea Diagnosis pasien ini adalah :

a. Pinguecula
b. Pterygium
c. Konjungtivitis
d. Pseudopterigium
e. Ulkus kornea

Pinguecula adalah kondisi umum pertumbuhan non-kanker dari selaput


lendir
yang
melapisi
bola
mata
dan
kelopak
mata
bawah
(konjungtiva). Penyebab tidak diketahui, tetapi sinar matahari yang kronis
dan iritasi mata dapat mempengaruhi perkembangan penyakit ini. Pada
pinguecula kecil muncul bintik kekuningan di konjungtiva dekat kornea.
(medlineplus)

Pterygium merupakan suatu pertumbuhan fibrovaskular konjungtiva


yang bersifat degeneratif dan invasif. Pertumbuhan ini biasanya terletak
pada celah kelopak bagian nasal ataupun temporal konjungtiva yang meluas
ke daerah kornea. Pterygium berbentuk segitiga dengan puncak di bagian
sentral atau di daerah kornea. Pterigium mudah meradang dan bila terjadi
iritasi, maka bagian pterygium akan berwarna merah. Gejala klinis pada
tahap awal biasanya ringan bahkan sering tanpa keluhan sama sekali.
Beberapa keluhan yang sering dialami pasien seperti mata sering berair dan
tampak merah, merasa seperti ada benda asing, dapat timbul astigmatisme
akibat kornea tertarik, pada pterygium lanjut stadium 3 dan 4 dapat
menutupi pupil dan aksis visual sehingga tajam penglihatan menurun.
Ilyas, Sidharta. Ilmu Penyakit Mata edisi 6. Jakarta : Fakultas Kedokteran
Universitas
Indonesia.
2006.p.2-7,117.
PSEUDOPTERIGIUM
Pseudopterigium adalah perlengkatan konjungtiva dengan kornea yang
cacat, biasanya hal ini terjadi pada proses penyembuhan tukak kornea,
sehingga konjungtiva menutupi kornea, dimana letaknya berdekatan dengan
proses tukak kornea sebelumnya. Perbedaannya dengan pterigium adalah
letaknya yang tidak harus dimulai dari celah kelopak atau fissura palpebra,
selalu didahului oleh riwayat tukak kornea sebelumnya, dan pada
pseudopterigium ini dapat diselipkan sonde di bawahnya.
Ilyas S, 2008, Ilmu Penyakit Mata, edisi ke-3, Balai Penerbit FKUI, Jakarta
1577. Anak usia 14 tahun mengeluhkan nyeri pangkal hidung kanannya
disertai matanya sering mengeluarkan air mata. Pada pemeriksaan
didapatkan pangkal hidung bengkak, kemerahan. Diagnosis?
a. Dakriosistitis
b. dakriolith

DAKRIOSISTITIS
Dakriosistitis adalah peradangan pada sakus lakrimalis akibat adanya
obstruksi pada duktus nasolakrimalis. Obstruksi pada anak-anak biasanya
akibat tidak terbukanya membran nasolakrimal, sedangkan pada orang
dewasa akibat adanya penekanan pada salurannya, misal adanya polip
hidung. gelaja klinis antara lain dapat ditemukan pada perabaan yaitu
pembengkakan pada daerah kantusmedial hingga ke hidung , muka ,
bahkan ke dahi. Keluarnya secret purulen d a r i p u n c t a , d a p a t
d i t e m u k a n c o n j u n g t i v a i n j e k s i d a n s e l u l i t i s p e r s e p t a l , ataupun
selulitis orbital .
DAKROLITH
Dakriolit adalah batu yang terbentuk dari air mata dan debris
sertasisa epitel yang bergabung jadi satu. Keluhan biasanya terjadi epifora ,
terdapat pengeluaran sekret yang serous ataupun mukopurulen dan
biasanya unilateral.
1578. Pasien datang dengan keluhan mata merah, visus turun 20/60.
Pemeriksaan fisik mata ditemukan lesi dendritik di kornea. Diagnosis?
a. keratitis
b. Uveitis anterior
c. Konjungtivitis
d. Uveitis posterior
KERATITIS
Keratitis adalah peradangan pada kornea mata. Tanda patognomik dari
keratitis ialah terdapatnya infiltrat dendritik di kornea. Infiltrat dapat ada di
seluruh lapisan kornea, dan menetapkan diagnosis dan pengobatan keratitis.
Pada peradangan yang dalam, penyembuhan berakhir dengan pembentukan
jaringan parut (sikatrik), yang dapat berupa nebula, makula, dan leukoma.
Adapun gejala umum adalah :
- Keluar air mata yang berlebihan
Nyeri
Penurunan visus
Radang pada kelopak mata (bengkak, merah)
Mata merah ( siliaris injecti= lurus, tidak bisa digerakkan, merah lebih
gelap)
Sensitif terhadap cahaya
UVEITIS
Uveitis didefinisikan sebagai proses inflamasi pada salah satu atau
semua bagian dari uvea (iris, badan siliar/korpus siliar, dan koroid).
KONJUNGTIVITIS

Konjungtivitis merupakan peradangan pada konjungtiva yang dapat


mengenai satu atau kedua mata
Uveitis anterior
Uveitis anterior; meliputi iritis, iridosiklitis dan siklitis anterior; yaitu
peradangan intraokular yang paling sering terjadi. Uveitis anterior dapat
terjadi apabila terjadi peradangan pada segmen anterior bola mata.
Uveitis posterior
Uveitis posterior merupakan peradangan pada koroid dan retina; meliputi
koroiditis,

korioretinitis

(bila

peradangan

koroidnya

lebih

menonjol),

retinokoroiditis (bila peradangan retinanya lebih menonjol), retinitis dan


uveitis disseminta.
1579. Pasiendatang dengan keluhan kelopak merah pada mata, pada
pemeriksaan oftalmoskop terdapat kelainan pada palpebral hiperemis +,
edem, terdapat krusta berwarna kuning, apakah
diagnosis pada pasien ini ?

a. Blepharitis
b. Hordeolum
c. Kalazion
d. Konjungtivitis
HORDEOLUM
Hordeolum merupakan peradangan supuratif kelenjar kelopak mata.
Hordeolum biasanya merupakan infeksi staphylococcus pada kelenjar
sabasea kelopak mata. Biasanya sembuh sendiri dan dapat diberi hanya
kompres hangat. Hordeolum secara histopatologik gambarannya seperti
abses.

Hordeolum internum atau radang kelenjar meibom, dengan


penonjolan terutama ke daerah konjungtiva tarsal.

Hordeolum eksternum atau radang kelenjar zeis atau moll, dengan


penonjolan terutama ke daerah kulit kelopak.

Hordeolum memberikan gejala radang pada kelopak mata seperti


bengkak, mengganjal dengan rasa sakit, merah, dan nyeri bila ditekan.
Hordeolum internum biasanya berukuran lebih besar dibanding hordeolum
eksternum. Adanya pseudoptosis atau ptosis terjadi akibat bertambah
beratnya kelopak sehingga sukar diangkat. Pada pasien dengan hordeolum,
kelenjar

preaurikel

biasanya

turut

membesar.

Sering

hordeolum

ini

membentuk abses dan pecah dengan sendirinya.


KALAZION
Kalazion merupakan peradangan granulomatosa kelenjar meibom yang
tersumbat. Pada kalazion terjadi penyumbatan kelenjar meibom dengan
infeksi ringan yang mengakibatkan peradangan kronis kelenjar tersebut.
Awalnya dapat berupa radang ringan dan nyeri tekan mirip hordeolumdibedakan dari hordeolum karena tidak ada tanda-tanda radang akut.
Kalazion akan memberi gejala adanya benjolan pada kelopak, tidak
hiperemik,

tidak

ada

Kelenjar

preaurikuler

nyeri

tekan,

tidak

dan

adanya

membesar.

pseudoptosis.
Kadang-kadang

mengakibatkan perubahan bentuk bola mata akibat tekanannya


sehingga terjadi kelainan refraksi pada mata tersebut.
BLEFARITIS
Blefaritis adalah radang pada kelopak mata. Radang yang sering
terjadi pada kelopak merupakan radang kelopak dan tepi kelopak. Gejala
Blefaritis menyebabkan kemerahan dan penebalan, bisa juga terbentuk sisik
dan keropeng atau luka terbuka yang dangkal pada kelopak mata, penderita
merasa ada sesuatu di matanya. Mata dan kelopak mata terasa gatal, panas
dan menjadi merah. Bisa terjadi pembengkakan kelopak mata dan beberapa
helai bulu mata rontok. Mata menjadi merah, berair dan peka terhadap
cahaya terang. Bisa terbentuk keropeng yang melekat erat pada tepi kelopak
mata; jika keropeng dilepaskan, bisa terjadi perdarahan. Selama tidur,
sekresi mata mengering sehingga ketika bangun kelopak mata sukar dibuka.
Tanda: Skuama pada tepi kelopak, Jumlah bulu mata berkurang, Obstruksi
dan sumbatan duktus meibom, Sekresi Meibom keruh, Injeksi pada tepi
kelopak,
Abnormalitas
film
air
mata

(lecture notes Oftamologi, Bruce James, 2002)

1580. Seorang datang dengan keluhan mata merah dan sensasi seperti ada
pasir pada matanya. Pemeriksaan fisik ditemukan adanya injeksi
konjungtiva, reaksi papilaris, tanpa ada penurunan visus. Temannya baru
saja mengalami keadaan serupa. Diagnosis?
a. Konjungtivitis viral
b. konjungtivitis bakterialis
c. Konjungtivitis vernalis
d. Konjungtivitis tuberculosis
e. Konjungtivitis jamur
Virus

Bakteri
purulen

Bakte

Fungu

ri
Non

s
&

purul

parasi

en

Alergi

Secret

Sedikit

banyak

sedikit

sedikit

sedikit

Airmata

Banyak

sedang

sedan

sedikit

sedang

g
Gatal

Sedikit

sedikit

Injeksi

umum

umum

lokal

lokal

Nodul
preauric

sering

jarang

sering

sering

Monosit
limfosit

Bakteri
PMN

Bakteri biasan
PMN
ya

kadang

kadang

hebat
umum
-

ular
Pewarna
an
Usapan
Sakit
tenggoro

eosinofil

Terdapat
gambara

kan
dan

n
cobblesto

panas
ne
yang
menyert
ai
dan
tanda
lain