Anda di halaman 1dari 2

Tugas pendahuluan

1. definisi momen inersia I dengan menggunakan persamaan (3)


Pada dasarnya menentukan momen inersia benda berwujud tertentu
seperti silinder pejal, bola dll adalah mudah. Namun untuk benda
yang berwujud tak beraturan menjadi sulit. Dalam percobaan ini kita
gunakan Hukum Newton II pada gerak rotasi benda tersebut. Pada
gambar berikut, roda sepeda dengan jari-jari R, massa m1 dan
momen inersia I diletakkan pada sumbu yang bertumpu pada statip.
P

Roda

m2
h

Statip

Gambar 1.1
Tali yang massanya dapat diabaikan dililitkan di sekeliling roda dan pada
ujungnya yang bebas diberi massa m2, hingga torsi pada sumbu :

= I

dimana = percepatan sudut. Karena percepatan tangensial a, maka:


a = R . atau
I = -R
a
Dari persamaan ini dapat diselesaikan dengan bantuan hukum Newton II untuk gerak
rotasi dan translasi sistem. Sehingga diperoleh :
I = m2 . R2 ( g - 1)
a

2. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya momen inersia


antara lain :
massa benda
bentuk benda
sumbu putar

Bila bentuk benda beraturan dan pejal maka momen inersianya lebih
mudah dihitung daripada menghitung momen inersia pada benda yang
bentuknya tidak beraturan. Kedudukan dan sumbu putar berpengaruh
terhadap momen inersia karena bila benda mempunyai sumbu putar
berbeda maka momen inersianya juga berbeda.
3. interpretasikan harga I dalam bentuk grafik fungsi m dan a bila
harga g/a > 1