Anda di halaman 1dari 173

Edited with the trial version of

Foxit Advanced PDF Editor


To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Visum et Repertum
Definisi Visum et Repertum
Keterangan tertulis yang dibuat oleh dokter atas permintaan tertulis penyidik yang
berwenang, mengenai hasil pemeriksaan medis terhadap manusia, baik hidup atau mati
ataupun bagian atau diduga bagian tubuh manusia berdasarkan keilmuannya dan dibawah
sumpah, untuk kepentingan peradilan

Dasar Hukum
Staatsblad (Lembaran Negara) No 350 Tahun 1937 pasal 1 dan 2 yang menyatakan VeR adalah
Suatu Keterangan tertulis yang dibuat oleh dokter atas sumpah atau janji tentang apa yang
dilihat pada benda yang diperiksanya yang mempunyai daya bukti dalam perkara pidana
Pasal 133 KUHAP Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang
korban baik luka, keracunan, ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan
tindak pidana, ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran
kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya
PP No 27 tahun 1983 Penyidik polri berpangkat serendah-rendahnya Pembantu Letnan Dua,
kepangkatan penyidik pembantu adalah bintara serendah-rendahnya adalah Sersan Dua
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Jenis Visum et Repertum


VeR perlukaan
(termasuk
keracunan)

Deskripsi luka

Penyebab luka

Derajat luka

VeR kejahatan
susila

Bukti
persetubuhan

Bukti kekerasan

Perkiraan umur

VeR psikiatrik

Penyakit jiwa

Kejahatan
sebagai produk
penyakit jiwa

Psikodinamik
kejahatan

VeR jenazah

Sebab kematian

Mekanisme
kematian

Cara kematian

Bimbel UKDI MANTAP

Pantas tidaknya
korban untuk
dikawin

Waktu perkiraan
kematian

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bentuk dan Susunan Visum et Repertum


Pro Justitia

Bagian Pendahuluan

Ditulis di bagian atas visum


Sudah dianggap sama dengan materai
Kata Pro Justitia artinya Demi Keadilan,
mengandung arti laporan yang dibuat
untuk tujuan peradilan

Pendahuluan tidak ditulis dlm VeR


Berisi tentang waktu, tempat
pemeriksaan, atas permintaan siapa,
nomor, tanggal surat, dokter, pembantu
yang memeriksa, identitas korban,
mengapa diperiksa

Bagian Kesimpulan

Bagian Pemberitaan
Bagian ini berjudul Hasil Pemeriksaan
Berisikan apa yang dilihat dan ditemukan

Bagian Penutup

Memuat intisari dari hasil pemeriksaan,


disertai pendapat dokter yg
memeriksa/menyimpulkan kelainan yg
terjadi pada korban
Jenis luka/cedera yg ditemukan, jenis
kekerasan, derajat luka atau sebab
kematian

Bagian ini tidak berjudul


Memuat pernyataan VeR dibuat atas
sumpah dokter, menurut pengetahuan
pengetahuan yang sebaik-baiknya dan
sebenarnya
Cantumkan Lembaran Negara No 350
tahun 1937 atau berdasarkan KUHAP

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Kerahasiaan dalam Hasil Pemeriksaan Forensik


Rahasia jabatan bukan berdasarkan azas kepercayaan, diwajibkan bagi pejabat Negara
Rahasia pekerjaan berdasarkan azas kepercayaan, bersifat swasta
Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1966 tentang Wajib Simpan Rahasia Kedokteran juga berlaku
untuk bidang kedokteran forensik
Pasal 1 Rahasia kedokteran adalah segala sesuatu yang diketahui pada waktu atau selama
melakukan pekerjaan kedokteran
Pasal 2 Bila ada peraturan yang sederajat atau lebih tinggi dari PP No 10 tahun 1966, maka wajib
simpan rahasia kedokteran tidak berlaku
Pasal 3 Orang yang sedang menjalani pendidikan di bidang kedokteran juga wajib simpan
rahasia
Penggunaan keterangan ahli, atau VeR hanya untuk keperluan peradilan
Berkas VeR hanya boleh diserahkan kepada penyidik yang memintanya
Untuk mengetahui isi VeR, pihak lain harus melalui aparat peradilan, termasuk keluarga korban

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Pengungkapan Rahasia Kedokteran


Walaupun pengadilan meminta seorang dokter untuk membuka rahasia kedokteran, dokter
memiliki hak tolak (verschoningsrecht) (Pasal 170 KUHAP)
Pertimbangan hakim dapat membatasi hak tolak dokter, yakni apabila kepentingan yang
dilindungi pengadilan lebih tinggi dari rahasia kedokteran
Pengungkapan rahasia kedokteran dapat dilakukan dalam kondisi (Benhard Knight, 1972):
Adanya persetujuan pasien
Berdasarkan perintah hukum
Berdasarkan perintah pengadilan
Kepentingan umum menyangkut masalah kesehatan dan keselamatan umum

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Aplikasi Visum et Repertum


VeR hidup untuk perlukaan
Pada korban yang diduga korban tindak pidana, pencatatan rekam medik harus lengkap dan jelas
sehingga dapat digunakan untuk pembuatan visum et repertum
Pada korban luka sedang-berat akan datang ke dokter sebelum melapor ke penyidik/tanpa surat
permintaan VeR (s
tetap dibuatkan VeR setelah perawatan/pengobatan selesai
sementara
VeR definitif: dibuat seketika, korban tidak memerlukan perawatan dan pemeriksaan lanjutan
sehingga dapat dibuat kesimpulan.
VeR sementara: VeR yang dibuat untuk sementara waktu karena korban memerlukan perawatan &
pemeriksaan lanjutan atau bila korban dipindahkan ke sarana kesehatan lain. VeR ini tidak ditulis
kesimpulan tapi hanya keterangan bahwa saat VeR dibuat korban masih dalam perawatan.
VeR lanjutan: VeR yang dibuat setelah luka korban telah dinyatakan sembuh atau pindah rumah
sakit atau pindah dokter atau pulang paksa. Pada VeR ini sudah dapat dibuat kesimpulan.

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

VeR hidup untuk kasus kejahatan seksual


Korban harus diantar oleh polisi karena tubuh korban merupakan barang
bukti, kalau korban datang sendiri dengan membawa surat permintaan dari
polisi, jangan diperiksa, minta korban kembali kepada polisi
VeR harus dibuat berdasarkan keadaan yang didapatkan pada waktu
permintaan pembuatan VeR diterima oleh dokter
Bila korban datang atas inisiatif sendiri dilakukan pemeriksaan oleh dokter
kembali bersama polisi membawa surat permintaan VeR beberapa waktu
kemudian dokter harus menolak membuat VeR, karena segala sesuatu
yang diketahui sebelum permintaan VeR datang merupakan rahasia
kedokteran (KUHP pasal 322)
Apabila tetap ingin membuat VeR dibuat berdasarkan keadaan saat ini
hasil pemeriksaan yang lalu diberikan dalam bentuk surat keterangan
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Forensic
Autopsy

To help identify three elements of the crime:


the cause of death,
the mechanism of death
the manner of death

Cause

Mechanism

Manner

(sebab kematian)

(mekanisme kematian)

(cara kematian)

Any injury/disease
physiological
derangement in death
Example: Stab wound to
the chest,
adenocarcinoma of the
lung

How a cause of death


produces the
physiological
derangement in the body
Example: Hemorrhage,
asphyxia, embolism,
organ damage, vagal
reflex

How the cause of death


come to the
victim/person
Example: Natural death,
accidental death,
homicidal deaths,
suicidal deaths

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Tanatologi
Bagian dari Ilmu Kedokteran Forensik yang mempelajari kematian dan
perubahan yang terjadi setelah kematian serta faktor yang mempengaruhi
perubahan tersebut
Dipergunakan untuk kepentingan medikolegal

Medical examiner (physician)


manner of death

investigate the cause, mechanism, and

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Kematian
Mati somatis (mati klinis)
Terhentinya fungsi ketiga sistem penunjang kehidupan, yaitu
susunan saraf pusat, system kardiovaskular, dan system
pernapasan yang menetap (irreversible)

Mati suri (suspended animation, apparent death)


Terhentinya ketiga sistem kehidupan yang ditentukan dengan
alat sederhana, namun dengan alat yang lebih canggih masih
dapat dibuktikan bahwa ketiga system tersebut masih
berfungsi

Mati seluler (mati molekuler)


Kematian organ atau jaringan yang timbul beberapa saat
setelah kematian somatis

Mati serebral
Kerusakan kedua hemisfer otak yang irreversible
kecuali batang otak dan serebelum, sedangkan kedua
system lainnya yaitu system pernapasan dan
kardiovaskular masih berfungsi dengan bantuan alat

Mati otak (mati batang otak)


Kerusakan seluruh otak secara ireversibel, termasuk
batang otak dan serebelum
Seseorang secara keseluruhan tidak dapat dinyatakan
hidup lagi, sehingga alat bantu dapat dihentikan

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Tanda Kematian
Tanda Kematian Tidak Pasti
Pernafasan berhenti, dinilai selama 10
menit
Terhentinya sirkulasi, dinilai selama 15
menit
Kulit pucat
Tonus otot menghilang dan terjadi
relaksasi primer
Pembuluh darah retina mengalami
segmentasi ke arah tepi retina
Pengeringan kornea menimbulkan
kekeruhan

Tanda Pasti Kematian


Lebam mayat (livor mortis)
Kaku mayat (rigor mortis)
Penurunan suhu tubuh (algor mortis)
Pembusukan (decomposition, putrefaction)
Adiposera
Mummifikasi

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Tanda Kematian Pasti


Algor Mortis
Penurunan suhu tubuh setelah kematian karena proses perpindahan panas melalui
cara konduksi, konveksi, evaporasi, dan radiasi
Grafik penurunan suhu tubuh berbentuk sigmoid
Hubungan penurunan suhu dengan lama kematian
Dua jam pertama suhu turun setengah dari perbedaan antara suhu tubuh dan
suhu sekitarnya
Dua jam berikutnya suhu tubuh turun setengah dari nilai pertama
Dua jam selanjutnya suhu tubuh turun setengah dari nilai kedua
Dua jam selanjutnya suhu tubuh turun setengah dari nilai terakhir atau 1/8 dari
nilai awal
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

First 1-3
hours

Temperature
falls slowly

Next 69 hours

Temperature
falls rapidly

Bimbel UKDI MANTAP

By 1520
hours

Temperature
approaches
the
surrounding

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Warna Khusus
Cherry pink

Carbon Monoxide poisoning

Acts in part by tying up hemoglobin (200 times that of oxygen), saturation from 20-30% will appear as cherry-red lividity
Pink around large joints

Hypothermia

Wet skin allows atmospheric oxygen to pass through, and also at low temperature hemoglobin has a greater affinity for oxygen
Bright red

Cyanide poisoning

Inhibits cytochrome c oxidase and prevents utilization of oxygen


Reddish

Burn and coal

Dark bluish violet


Dark Brown

Asphyxia

Phosphorous, chlorate, nitrite, aniline poisoning

Increases production of methemoglobin


Blackish

Opium poisoning

Opium poisoning is associated with intense postmortem lividity, almost black, and is better seen in a fair-skinned body
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Rigor Mortis
Temperature-dependent physicochemical change that occurs within muscle cells as a result of lack of oxygen
Periode Relaksasi Primer
Terjadi segera setelah kematian, berlangsung selama 2-3 jam, seluruh otot mengalami relaksasi dan dapat
digerakkan ke segala arah
Kaku Mayat (Rigor Mortis)
Setelah terjadi kematian tingkat seluler, karena ketiadaan oksigen, maka asam laktat akan terbentuk dan
ATP tidak dihasilkan lagi
Dalam keadaan ATP rendah dan tingkat keasaman yang tinggi, maka serabut aktin dan myosin akan
berikatan dan menimbulkan kekakuan
Kekakuan dimulai dari bagian luar tubuh (otot-otot kecil) ke arah dalam (sentripetal) dan menjalar
kraniokaudal
Periode Relaksasi Sekunder
Terjadi relaksasi kembali karena telah terjadi dekomposisi dari serabut aktin dan myosin

0-2 jam pasca mati

2 jam pasca mati

Terjadi relaksasi
primer

Kaku mayat mulai


tampak

12-24 jam pasca


mati

24-36 jam pasca


mati

Kaku mayat lengkap


seluruh tubuh

Terjadi relaksasi
sekunder

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Diagnosis Banding Kaku Mayat


Kekakuan karena panas (Heat
stiffening)
Terjadi jika mayat terpapar pada
suhu yang lebih tinggi dari 75oC,
atau jika mayat terkena arus
listrik tegangan tinggi terjadi
koagulasi protein sehingga otot
menjadi kaku
Pada kasus terbakar, keadaan
mayat menunjukan postur
tertentu yang disebut dengan
pugilistic attitude, yaitu suatu
posisi di mana semua sendi
berada dalam keadaan fleksi dan
tangan terkepal
Perbedaan antara kaku mayat
dan kaku karena panas adalah
adanya tanda bekas terbakar,
otot akan mengalami laserasi bila
dipakasa untuk diregangkan, dan
tidak terjadi relaksasi primer
maupun sekunder

Kekakuan karena dingin (Cold


stiffening)

Spasme cadaver (Cadaveric


spasm, instantaneous rigor)

Pada suhu yang sangat dingin,


terjadi pembekuan jaringan
lemak dan otot
Bila mayat dipindahkan ke
tempat dengan suhu lingkungan
yang lebih tinggi maka kekakuan
akan hilang

Keadaan ini terjadi jika sebelum


meninggal, korban melakukan
aktivitias tinggi, sehingga lebih
cepat mengalami kekakuan
setelah meninggal
Pada kekakuan ini tidak
mengalami tahapan relaksasi
primer dan bentuk kekakuan
menunjukkan aktivitas terakhir
korban

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Pembusukan (decomposition, putrefaction)


Proses degradasi jaringan yang terjadi akibat autolysis dan putrefaksi
Autolisis pelunakan dan pencairan jaringan yang terjadi dalam keadaan steril
oleh kerja enzim digestif yang dilepaskan sel pasca mati
Putrefaksi Clostridium welchii melakukan proses pembusukan dengan darah
sebagai media pertumbuhan dan menghasilkan gas-gas alkane, H2S, dan HCN,
serta asam amino dan lemak
Pertama kali tampak pada perut kanan bawah berwarna hijau kekuningan oleh
karena terbentuknya sulf-met-hemoglobin
Lalat menempatkan telur pada mayat 8-24 jam menetas menjadi belatung 4-5
hari menjadi pupa 4-5 hari kemudian menjadi lalat dewasa
24 jam pasca mati
Pembusukan mulai
terjadi

36 jam pasca mati


Kulit melepuh (blister)

Munculnya belatung

Bimbel UKDI MANTAP

Dekomposisi organ
yang cepat membusuk
(laring, trakea, otak, GI
tract

Dekomposisi organ
yang lambat
membusuk
(uterus non-gravid,
prostat)

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Adiposera
Terbentuknya bahan yang berwarna keputihan, lunak atau berminyak berbau tengik akibat
hidrolisis lemak yang terjadi di dalam jaringan lunak tubuh pasca mati
Faktor-factor yang mempermudah pembentukan adalah kelembaban tinggi, suhu hangat, dan
lemak tubuh yang cukup
Faktor-factor yang menghambat pembentukan adalah kelembaban rendah, suhu dingin, dan
adanya air yang mengalir
Proses: early stages of formation (pale, greasy, unpleasant smell hydrolysis progress (more
brittle and whiter) fully formed (grey, waxy compound that maintains the shape of the body

Mumifikasi
Proses penguapan cairan atau dehidrasi jaringan yang cukup cepat sehingga terjadi
pengeringan jaringan yang selanjutnya dapat menghentikan pembusukan
Jaringan menjadi keras dan kering, berwarna gelap, berkeriput, dan tidak membusuk
Terjadi bila suhu hangat, kelembaban rendah, aliran udara baik, tubuh yang dehidrasi, dan
waktu yang lama
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Calliphora
Adult calliphora lay the eggs on the body 8-14 h. Hatch at 6-7 C (will not hatch
at t below 4C) first instar/stage persist another 8-14 h second instar
another 2-3 day third instar stay 3 days pupa 12 days winged fly
Some maggots, adults, pupae, empty pupa and eggs should be sent after fixation
with alcohol 80%, labeled, numbered

Gastric emptying
Estimate the interval between eating and death
Spitz Small meal (sandwich) is digested in 1 hour, large meal takes 3-5 hours
Adelson Light meal -2 hours, medium size meal 3-4 hours, and heavy meal 46 hours
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Traumatologi Forensik
Lecet gores

Lecet serut
Vulnus
excoriatum/lecet
Lecet tekan
Tumpul

Contusio/memar
Lecet geser
Vulnus
laseratum/robek

Trauma
Stab/tusuk

Tajam

Vulnus
incisum/iris

Bimbel UKDI MANTAP


Chop/bacok

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Vulnus excoriatum (luka lecet)


Removal of the superficial epithelial layer of the skin (epidermis) by friction against rough
surface/compression
Luka lecet gores benda runcing (misalnya kuku) mengeser lapisan permukaan kulit
(epidermis) dan menyebabkan lapisan tersebut terangkat sehingga dapat menunjukkan arah
kekerasan yang terjadi
Luka lecet serut variasi dari luka lecet gores yang daerah persentuhannya dengan
permukaan kulit yang lebih lebar
Luka lecet tekan penjejakan benda tumpul pada kulit sehingga ditemukan kulit yang kaku
dan gelap pada area penekanan akibat pemadatan jaringan yang tertekan
Luka lecet geser tekanan linier pada kulit disertai gerakan bergeser, misalnya pada kasus
gantung diri

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Vulnus Excoriatum

Tangential
(friction/sliding/scrape)

Compression
(crushing/pressure)

Linear (luka lecet gores)

Compression only (luka


lecet tekan)

Brush (luka lecet serut)

Compression and sliding


(luka lecet geser)

Antemortem
Abrasions
Reddish-brown
color
Margins are
blurred due to
vital reactions

Postmortem
Abrasions
Yellowish in
color
Translucent area
Margins are
sharply defined
Absence of vital
reactions

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Contusio (luka memar)


Infiltration or extravasation of blood into the tissue due to rupture of vessels
by the application of blunt force
Terjadi pada subkutan tanpa diskontinuitas kulit
Contusio superfisial akan segera muncul dengan warna kemerahan, contusion
yang lebih dalam akan muncul beberapa saat kemudian

Haemosiderin (iron
pigment), dark brown
color to blue color (2-4
days)

Haematoidin
(iron-free
pigment), green
color (5-7 days)

Bilirubin, yellow
color (7-10 days)

Bimbel UKDI MANTAP

Normal color of
skin (15-20 days)

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Vulnus laceratum (luka robek)


Luka terbuka akibat trauma benda tumpul yang menyebabkan kulit
teregang ke satu arah dan bila batas elastisitas kulit terlampaui, maka
akan terjadi robekan pada kulit
Bentuk luka tidak beraturan, tepi tidak rata, tampak jembatan jaringan
antara kedua tepi luka, dan bentuk dasar luka tidak beraturan

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Stab wound/luka tusuk


Deep wounds produced by the pointed end of a weapon or an object, entering the body
The depth of the wound track in the body is longer than its length on the skin
Sudut luka dapat memperkirakan benda penyebabnya, bila satu sudut luka lancio dan
yang lain tumpul, berarti benda tajam bermata satu, bila kedua sudut luka lancip, berarti
benda tajam bermata dua

Luka tusuk pisau mata dua

Luka tusuk pisau mata satu


Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Vulnus incisum (luka iris)


Produced by sharp cutting instruments (knife, razor, blade)
The sharp edge of the instrument is pressed into and drawn along the surface of the skin,
producing a wound whose length is greater than its depth
Edges are regular, clear cut, retracted and averted, except in neck and scrotum, edges are inverted
Drawing cuts deeper at start, gradually become shallow and at the end only skin is cut with
Sawing cuts
Bevelling cuts

when weapon is used oblique or tangential way over the body

Chop (luka bacok)


It is an incised-

depth is almost same great as its length

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Luka iris: jembatan jaringan (-),


tepi luka rata

Luka bacok: tepi luka rata,


panjang=dalam

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Derajat Perlukaan
Luka Ringan

Luka Sedang

Luka Berat

Tidak menimbulkan penyakit


atau halangan untuk
menjalankan jabatan atau
pekerjaan (KUHP 352)
Umumnya tanpa luka, atau
dengan luka lecet atau memar
kecil di lokasi yang tidak
berbahaya/tidak menurunkan
fungsi alat tubuh

Di antara luka ringan dan luka


berat
Dapat merupakan hasil dari
tindak penganiayaan (KUHP
pasal 351 (1) atau 353 (3))

Jatuh sakit atau mendapat


luka yang tidak memberi
harapan akan sembuh sama
sekali atau menimbulkan
bahaya maut (KUHP 90)
Tidak mampu terus menerus
untuk menjalankan tugas
jabatan atau pekerjaan
Kehilangan salah satu panca
indra
Cacat berat
Sakit lumpuh
Terganggu daya pikir selama
empat minggu lebih
Gugur atau matinya
kandungan seorang
perempuan

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Asfiksia
Definisi
Suatu keadaan yang ditandai dengan terjadinya gangguan pertukaran udara pernapasan, mengakibatkan
oksigen darah berkurang (hipoksia) disertai dengan peningkatan karbon dioksida (hiperkapnea)

Etiologi
Penyebab alamiah penyakit yang menyumbat saluran napas seperti laryngitis difteri atau
menimbulkan gangguan pergerakan paru seperti fibrosis paru
Trauma mekanik trauma yang mengakibatkan asfiksia mekanik melalui sumbatan atau halangan pada
saluran napas
Keracunan bahan yang menimbulkan depresi pusat pernapasan

Hipoksik-hipoksia Di
mana oksigen gagal untuk
masuk ke dalam sirkulasi
darah

Anemik-hipoksia Darah
yang tersedia tidak dapat
membawa oksigen yang
cukup untuk metabolism
dalam jaringan

Stagnan-hipoksia Di mana
oleh karena sesuatu terjadi
kegagalan sirkulasi

Bimbel UKDI MANTAP

Histotoksik-hipoksia Di
mana oksigen yang terdapat
di dalam darah, oleh karena
sesuatu hal, tidak dapat
dipergunakan oleh jaringan

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Pemeriksaan Jenazah
Pemeriksaan Luar

Pemeriksaan Dalam

Sianosis pada bibir, ujung-ujung jari dan kuku


Warna lebam mayat merah-kebiruan gelap dan
terbentuk lebih cepat distribusi lebam lebih luas
akibat kadar CO2 yang tinggi dan aktivitas
fibrinolisin sehingga sulit membeku dan mudah
mengalir
Terdapat busa halus pada hidung dan mulut
oleh karena peningkatan frekuensi dan amplitude
pernapasan dan sekresi lendir pada fase dyspnea
Pembendungan pada mata berupa pelebaran
pembuluh darah konjungtiva bulbi dan palpebral
terjadi pada fase konvulsi
Muncul
hipoksia dapat merusak
endotel kapiler pada jaringan ikat longgar sehingga
dapat pecah dan timbul bintik-bintik perdarahan
pada konjungtiva bulbi, palpebral, wajah

Darah berwarna lebih gelap dan lebih encer


Busa halus di saluran pernapasan
Pembendungan sirkulasi sehingga organ menjadi
lebih berat, lebih gelap, dan bila diiris
mengeluarkan banyak darah
Petekie pada mukosa-mukosa organ dalam
Edema paru

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Asfiksia
Pembekapan
(Smothering)

Penyumbatan
(Gagging dan
Choking)

Pencekikan
(Manual
Strangulation)

Penjeratan
(Strangulation)

Bimbel UKDI MANTAP

Gantung
(Hanging)

Tenggelam
(Drowning)

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Pembekapan (Smothering)
Penutupan lubang hidung dan mulut yang menghambat pemasukan udara ke paru-paru
Bunuh diri (suicidal smothering) misal pada penderita penyakit jiwa menggunakan bantal untuk
menutupi hidung dan mulut
Pembunuhan (homicidal smothering) misal pada kasus pembunuhan anak sendiri
Kecelakaan (accidental smothering) missal pada bayi bulan-bulan pertama kehidupannya
Pemeriksaan luar luka lecet tekan atau geser pada hidung, bibir, dagu, permukaan gusi dan gigi

Penyumbatan (Gagging dan Choking)


Gagging sumbatan jalan napas pada orofaring
Choking sumbatan jalan napas pada laringofaring
Bunuh diri (suicidal choking) jarang terjadi karena ada reflex batuk dan muntah
Pembunuhan (homicidal choking) umumnya korban adalah bayi atau orang dengan fisik yang
lemah
Kecelakaan (accidental choking) tersedak makanan saat berbicara atau tertawa (bolus death)
Pemeriksaan luar terdapat benda asing pada mulut, orofaring, atau laringofaring
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Pencekikan (Manual Strangulation)


Penekanan leher dengan tangan, yang menyebabkan dinding saluran napas bagian atas tertekan dan terjadi
penyempitan saluran napas sehingga udara pernapasan tidak dapat lewat
Pemeriksaan luar
Pembendungan muka dan kepala akibat tertekannya pembuluh vena dan arteri superfisial
Luka lecet kecil, dangkal, berbentuk bulan sabit akibat penekanan kuku jari
Fraktur tulang lidah (os hyoid) dan kornu superior kartilago thyroid unilateral

Penjeratan (Strangulation)
Penekanan benda asing berupa tali, ikat pinggang, rantai, kawat dan sebagainya melingkari atau mengikat
leher hingga saluran pernapasan tertutup
Bunuh diri (self strangulation) pengikatan oleh korban sendiri dengan simpul hidup dengan jumlah lilitan
lebih dari satu
Pembunuhan pengikatan biasanya dengan simpul mati
Kecelakaan misalnya pekerja yang bekerja dengan tali kemudian terjatuh dan terlilit
Pemeriksaan luar
Jejas jerat biasanya mendatar, lebih rendah dari jejas jerat pada kasus gantung
Pola jejas dapat dilihat dengan menempelkan transparent scotch tape, kemudian dilihat di bawah mikroskop
Terdapat luka lecet tekan di sekitar jejas jerat
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Gantung (Hanging)
Kasus gantung hamper sama dengan kasus penjeratan, namun asal tenaga jerat berasal dari tubuh korban
sendiri
Berdasarkan posisi korban
Complete hanging kedua kaki tidak menyentuh lantai
Partial hanging kedua kaki masih menyentuh lantai
Berdasarkan posisi titik gantung
Typical hanging titik gantung terletak di atas daerah oksiput dan tekanan pada arteri karotis paling besar
Atypical hanging titik gantung terdapat di samping, sehingga leher dalam posisi sangat miring (fleksi lateral)
Asfiksia seksual (Auto-erotic hanging)
Deviasi seksual yang menggunakan cara gantung atau jerat untuk mendapatkan kepuasan terlambat
mengendurkan tali atau melepaskan diri setelah kehilangan kesadaran

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Drowning
Definisi

Vicious Cycle of Drowning

Kematian akibat mati lemas


(asfiksia) disebabkan masuknya
cairan ke dalam saluran pernapasan

Klasifikasi

Water enters
respiratory
passage

Deep
inspiration

Immersion seluruh tubuh masuk


ke dalam air
Submersion sebagian tubuh
(kepala) masuk ke dalam air

Bimbel UKDI MANTAP

Need for air

Cough reflex

Air driven out


of lungs

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Air Tawar: Konsentrasi elektrolit lebih rendah Hemodilusi


darah, air masuk ke dalam aliran darah sekitar
Hemolisis
Pelepasan
terjadi perubahan keseimbangan
dan
dalam serabut otot jantung dan mendorong terjadinya
fibrilasi ventrikel
Asfiksia (Wet
Drowning)

Mekanisme
Kematian

Spasme Laring (Dry


Drowning)

Air Asin: Konsentrasi elektrolit lebih tinggi


akan ditarik dari
sirkulasi pulmonal ke dalam jaringan interstitial paru oedem
pulmonal hemokonsentrasi, hipovolemi syok hipovolemik
dan henti jantung

Refleks Vagal (Dry


Drowning)

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Pemeriksaan Jenazah pada Kasus Drowning

External Findings

Internal Findings

washerwoman
the hands and soles (Look white
and wrinkled)
Goose flesh cutis anserina)
Mushroom like appearance
the nostrils, mouth, and airways
(white foam or hemorrhagic fluid)
Cadaveric spasm

A white or hemorrhagic foam is


found in the trachea and bronchi
Water may be found in the
stomach.
There could be dilatation of the
right ventricle
Pulmonary edema
Brain swelling
Congestion

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Pemeriksaan Laboratorium pada Kasus Drowning


Pemeriksaan Diatom
Merupakan alga bersel satu dengan dinding terdiri dari silikat (SiO2) yang tahan panas dan asam kuat
Pemeriksaan Destruksi Asam pada Paru
Jaringan perifer paru diambil sebanyak 100 gram tambahkan asam sulfat pekat diamkan selama kurang
lebih setengah hari agar jaringan hancur dipanaskan dalam lemari asam sambil diteteskan asam nitrat
pekat sampai terbentuk cairan yang jernih dinginkan dan lakukan sentrifugasi hingga terbentuk sedimen
lihat di bawah mikroskop
Pemeriksaan diatom positif bila terdapat 4-5 diatom/lpb atau 10-20 per satu sediaan
Pemeriksaan Getah Paru
Paru disiram air bersih iris bagian perifer ambil sedikit cairan perasan dari jaringan perifer taruh pada
gelas objek amati di bawah mikroskop

Pemeriksaan Darah Jantung (Getler Chloride Test)


This is analysis of blood in the right and left sides of the heart
In freshwater, the chloride level was high in the right than on the left
In saltwater, the chloride level was high in the left than on the right
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Luka Tembak
Components attending the bullet at the
time of firing

Definition
Gunshot wound is a wound caused by a bullet
with or without any other components coming
out of the gun barrel at the time of firing

Smoke
Gunpowder particles
Flame

COMPONENTS ATTENDING THE BULLET


SMOKE
GUNPOWDER
BULLET

FLAME
Bimbel UKDI MANTAP

BARREL

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Luka Tembak Masuk

The bullet is the most responsible for causing the wound


Principally, a bullet causes an entrance wound, consisting of two part:
a hole surrounded by abrasion zone
Because the form of the wall inside the barrel is spiral groove, the
bullet passing it will rotate on its axis
This rotating movement keep the bullet move relatively in a straight
line after leaving the barrel
When it touches the skin, its rotating movement scratches the soft
tissue causing an abrasion zone
Because the kinetic energy of the bullet is far more powerful than the
elasticity of the skin, the bullet penetrate the skin easily and causing a
bullet hole

Bimbel UKDI MANTAP

Bullet Hole

Abrasion Zone

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

A Bullet Hits the Target Perpendicularly

Abrasion Zone Shape


Bullet Hole

The shape of abrasion is influenced


by coming from where the bullet is
If the bullet perpendicularly hits the
target, a bullet hole surrounded by
abrasion ring is formed
When it obliquely hits the target
the shape of wound will be oval
This oval-shape wound consists of a
bullet hole and its abrasion zone
that is formed partially on one side
of the hole

Abrasion Zone
A Bullet Hits the Target Obliquely (Oval-shaped)

Bullet Direction

Bullet Hole

Bimbel UKDI MANTAP

Abrasion Zone

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

FAT ZONE

A Greasy Bullet Hits The Target Obliquely

Because the inside of the


barrel of a well-maintained
gun is always greased, it cause
the outside of the bullet
become greasy after passing it
This greasy bullet gives a
blackish dirty abrasion zone
called fat zone

Bullet Hole

Blackish-dirty
Abrasion Zone
(Fat Zone)

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Wound Shape
A bullet perpendicularly hitting a
body part having low density, such
as the stomach, will cause a
round-shape bullet wound
When it hits part of the body with
higher density, the head, for
instance, part of its kinetic energy
and the hot gas will be flung back
causing irregular laceration on the
soft tissue surrounding the bullet
hole creating stellar-shape wound

A Bullet Hits the Stomach Perpendicularly

Bullet Hole

Abrasion Zone

A Bullet Hits the Head Perpendicularly

Bullet Hole
Laceration
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Luka Tembak Keluar

Exit Wound
If the bullet hits the body and the
penetrating power strong enough, it can
pass the body and causing an exit wound
on the opposite side of the body
Beside have no marginal abrasion, exit
wounds are characteristically large and
irregular, consisting of holes and
lacerations
This large and irregular wound take place
when splintered bone is carried out with
the bullet at exit

Laceration Like
No Abrasion Zone

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Gunpowder Particles
Effect (Kelim Tatto)
Gunpowder particles effect
black spots surrounding the
gunshot wound
Those gunpowder particles had
gone so deep into the flesh that
to remove them by rubbing the
skin surface was ineffective
Gunpowder particles can reach
the target at a range of 60 cm

Bullet Hole
Gunpowder
Particles
Abrasion Zone

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Smoke Effects (Kelim


Jelaga)
Because of the imperfect
burning process, soot will
be resulted in
The soot is found only on
the surface, easily removed
by rubbing
Soot is capable of reaching
a target at a range of 20-30
cm

Bullet Hole
Soot
Gunpowder
Particles
Abrasion Zone

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Flame Effect (Kelim


Api)
Bullet Hole
Soot
Gunpowder
Particles

Flame/hot gas will burn


the skin when the bullet
hits the target
Flame can reach a target
at a range of 15 cm

Abrasion Zone
Burn

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

GUNSHOT WOUND CLASIFICATION


Contact Wound (Luka Tembak Tempel)
A muzzle impression occurs when the muzzle of the
gun is placed tightly against the surface of the target
at the moment of firing.
Part of the body with high density, bone area, for
example, will receive a clearer muzzle impression
Hard pressure of the gun muzzle to the target is
called hard contact, whereas soft pressure is called
soft contact

Muzzle Mark (Kelim Senjata)

Dirty Bullet Hole

Muzzle Rim Mark

A contact wound is usually round in shape with ring


like abrasion
Discovered on the outside part of the wound is a
muzzle mark
The wound will look dirty because of grease and
combustion products such as gunpowder particles
and soot
Bimbel UKDI MANTAP

Blackish Abrasion
Zone

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Hard Contact

Soft Contact

Hard pressure of the gun muzzle


to the target brings about a
perfect contact in that the skin
forms a seal around the muzzle
So that the flinging back of the
firing power and hot gas will
violently pass through the soft
tissue, causing irregular
lacerations surrounding the
wound with a muzzle mark on the
outside of the wound

Because soft pressure of the gun


muzzle to the target produces an
imperfect contact, there may be
some openings along the contact
area
What follows is that the flinging
back of the firing power and
combustions products will escape
sideways passing these openings,
causing blackish and dirty abrasion
surrounding the wound with or
without a muzzle mark on the
outside of the wound

The abrasion ring, and a very clear


muzzle imprint, are seen in this hard
contact range gunshot wound

This is a soft contact range gunshot


entrance wound with grey-black
discoloration from the burned powder

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Ringkasan Luka Tembak


Gambaran pada sasaran/luka tembak masuk (dari luar ke dalam)
Kelim tatoo: Butir mesiu yang tidak habis terbakar dan tertanam pada kulit
Kelim jelaga: Akibat jelaga yang keluar dari ujung laras
Kelim api: Hiperemi atau jaringan yang terbakar (jarak sangat dekat
Kelim lecet: Bagian yang kehilangan kulit ari akibat peluru yang menembus kulit
Kelim kesat: Zat pada anak peluru (minyak pelumas, jelaga, mesiu) yang terusap pada tepi lubang

Luka Tembak Masuk (LTM)


LTM Jarak jauh: Hanya komponen anak peluru (> 60 cm)
LTM Jarak dekat: Komponen anak peluru dan mesiu (< 60 cm, > 15 cm)
LTM Jarak sangat dekat: Anak peluru, mesiu, jelaga (< 15 cm)
LTM Tempel/kontak: Seluruh komponen dan jejak laras

Luka Tembak Keluar


Pada tempat anak peluru meninggalkan tubuh korban
Umumnya lebih besar dari LTM karena deformitas anak peluru
Jika menembus tulang berbentuk corong yang membuka searah gerak anak peluru
Dapat dijumpai daerah lecet jika pada tempat keluar terdapat benda keras
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bila ada kelim api, berarti korban ditembak dari jarak maksimal 15 cm (LUKA TEMBAK JARAK
SANGAT DEKAT)
Bila ada kelim jelaga, berarti korban ditembak dari jarak maksimal 30 cm. (LUKA TEMBAK
JARAK SANGAT DEKAT)
Bila ada kelim tattoo, berarti korban ditembak dari jarak maksimal 60 cm (LUKA TEMBAK
JARAK DEKAT)
Bila hanya ada kelim lecet
lukanya luka tembak tersebut merupakan LUKA TEMBAK JARAK JAUH
1. Memang korban ditembak dari jarak jauh, yang berarti diluar jangkauan atau jarak tempuh butir-butir mesiu yang
tidak terbakar atau sebagian terbakar.
2. Korban ditembak dari jarak dekat atau sangat dekat, akan tetapi antara korban dengan moncong senjata ada
penghalang; seperti bantal dan lain sebagainya.

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Trauma Panas, Dingin, dan Listrik


Trauma Panas
Burns are caused by the transfer of energy from a physical or chemical source into living
tissues, which causes disruption of their normal metabolic processes and commonly leads
to irreversible changes that end in tissue death
Complete epidermal necrosis can occur at 44C if exposed for 6 hours, while such
necrosis occurs within 5 seconds at 60C and less than 1 second at 70C
Burn where the heat source is dry
Scalding where the heat source is wet with moist heat from hot water, steam and
other hot liquids
Hyperthermia a condition where the core body temperature is greater than 40C
(100F) occurs when heat is no longer effectively dissipated, leading to excessive heat
retention
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Trauma Dingin
Deaths from exposure occur through heat loss from radiation, convection,
conduction, respiration and evaporation. Environmental temperatures below
10C are probably sufficient to cause harmful hypothermia in vulnerable
individuals.
Hypothermia
37C (98.6F) drops below 35C (95F). It is usually caused by being in a cold
environment. It can be triggered by a combination of factors, including
prolonged exposure to cold (such as staying outdoors in cold conditions or in a
poorly heated room for a long time), rain, wind, sweat, inactivity or being in
cold water.

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

External and Internal Findings


Indistinct red or purple skin discoloration
over large joints, such as the
elbows, hips or knees (and in areas of skin in which such discoloration cannot be hypostasis)
Haemorrhagic gastric lesions
Tissue injury that varies in severity from erythema to infarction and necrosis following
microvascular injury and thrombosis
Paradoxical undressing is a phenomenon that describes the finding of partially clothed or
naked individuals in a setting of lethal hypothermia confusion and abnormal processing of
peripheral cutaneous stimuli in a cold environment, leading the individual to perceive warmth
and thus to shed clothing
The phenomenon of
describes the finding of a body that appears to
be hidden
-

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Trauma Listrik
The essential factor in causing harm is the current (i.e. an electron flow) which is measured in
milliamperes (mA). This in turn is determined by the resistance of the tissues in ohms and the
voltage of the power supply in volts (V).
Usually, the entry point is a hand that touches an electrical appliance or live conductor, and the
. In either case, the current will
cross the thorax, which is the most dangerous area for a shock because of the risks of cardiac arrest
or respiratory paralysis.
Internal and External Findings

30 mA
10 mA
Pain and muscle
twitching of the
hand

,
the muscles will go
into spasm, which
cannot be
voluntarily released
because the flexor
muscles are
stronger than the
extensors

50 mA
Fatal ventricular
fibrillation is likely
to occur

Bimbel UKDI MANTAP

The focal electrical lesion is usually a


blister
, which occurs
when the conductor is in firm contact
with the skin and which usually
collapses soon after infliction, forming
a raised rim with a concave centre
The skin is pale, often white, and there
is an areola of pallor (owing to local
vasoconstriction), sometimes
accompanied by a hyperaemic rim
, a central nodule of fused
keratin, brown or yellow in colour, is
surrounded by the typical areola of pale
skin

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Lightning
A lightning strike from cloud to earth high-voltage electricity (10 megavolt) and
100.000 A
Some of the lesions caused to those who are struck directly or simply caught close to
the lightning strike are electrical, but other will be from burns and yet others result
from the
and muscle necrosis/myoglobinuria
External and Internal Findings
Partial or complete stripping of clothing from the victim
Magnetization or even fusion of metallic objects in the clothing
penempelan partikel konduktor pada kulit
tubuh korban yang dapat diidentifikasi dengan pewarnaan
khusus
patterns on the skin
the so-called Lichtenberg figure
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Kasus Kejahatan Seksual


Pengertian
Perkosaan adalah pengertian hukum bukan istilah medis, sehingga digunakan istilah persetubuhan
Persetubuhan yang merupakan kejahatan seperti yang dimaksudkan oleh undang-undang meliputi
persetubuhan di dalam perkawinan maupun di luar perkawinan

Pembuktian
Hakim tidak dapat menjatuhkan hukuman kepada seorang terdakwa kecuali dengan sekurangkurangnya 2 alat bukti yang sah ia yakin bahwa tindak pidan tersebnut telah terjadi (pasal 183
KUHP)
Ada tidaknya persetubuhan
Ada tidaknya kekerasan
Penentuan sudah atau belum waktunya untuk dikawin

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Penentuan Jenis Delik


Perkosaan Kekerasan atau ancaman kekerasan menyetubuhi seorang wanita di luar perkawinan, termasuk dengan
sengaja membuat orang pingsan atau tidak berdaya (pasal 89 KUHP)
Persetubuhan di luar perkawinan
Bila wanita berusia >15 tahun tidak dapat dihukum kecuali jika perbuatan dilakukan dalam keadaan wanita
pingsan atau tidak berdaya
Bila wanita berusia 12-15 tahun dihukum karena wanita belum waktunya untuk dikawin, akan tetapi harus ada
pengaduan dari korban atau keluarganya (delik aduan)
Bila wanita berusia <12 tahun dihukum karena wanita belum waktunya untuk dikawin dan tidak diperlukan adanya
pengaduan dari korban (delik temuan)
Perzinahan Persetubuhan antara pria dan wanita di luar perkawinan, di mana salah satu diantaranya telah kawin
dan pasal 27 BW berlaku baginya. Pasal 27 BW adalah mengenai asas monogamy, di mana dalam waktu yang
bersamaan seorang laki-laki hanya boleh dengan satu istri, dan seorang perempun hanya noleh dengan satu suami.
Perbuatan cabul Kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan
perbuatan cabul
Pada kasus homoseksual atau lesbian dimasukkan sebagai kejahatan seksual bila partnernya belum dewasa,
dikatakan dewasa bila secara yuridis berumur di atas 21 tahun atau dibawahnya tapi sudah pernah kawin

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Tanda Persetubuhan
Tanda Penetrasi
Robekan selaput dara pada lokasi
pukul 5 sampai 7
Luka lecet, memar, luka robek di
daerah kemaluan
Adanya penyakit menular seksual
Tanda Ejakulasi
Pemeriksaan sperma dan komponen
cairan mani dengan tes fosfatase asam
Pemeriksaan sperma mikroskopik
dengan pewarnaan malachite green
Pemeriksaan sampel bercak pakaian
dengan tes Baechi
Pemeriksaan komponen sekret
kelenjar prostat, yaitu spermin (uji
Florence), cholin (uji Berberio), zink
(uji PAN)

Tanda Kekerasan
Luka lecet bekas kuku, gigitan
(bitemark), serta luka memar pada
tubuh
Pemeriksaan toksikologi obat atau
racun yang dapat membuat pingsan

Bimbel UKDI MANTAP

Penentuan Layak Dikawin


Pemeriksaan identitas diri (KTP, SIM,
dll)
Pemeriksaan erupsi gigi molar II dan III
Erupsi molar II 12 tahun
Mineralisasi mahkota molar III tanpa
pembentukan akar gigi 12-15 tahun
Erupsi molar III 17-21 tahun
Pernah atau belumnya menstruasi, bila
belum pernah menstruasi diobservasi
selama 8 minggu di rumah sakit

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Abortus
Pengguguran kandungan menurut hukum
Tindakan menghentikan kehamilan atau mematikan janin sebelum waktu kelahiran, tanpa
melihat usia kandungannya
Tidak dipersoalkan apakah dengan pengguguran kehamilan tersebut lahir bayi hidup atau mati
Yang dianggap penting adalah kandungan masih hidup sewaktu pengguguran dilakukan

Abortus
spontan
Abortus

Indikasi ibu
Terapeutikus

Abortus
Provokatus

Indikasi anak
Kriminalis

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Pelaku abortus yang terkena pidana


Wanita yang sengaja menggugurkan kandungannya atau
menyuruh orang lain melakukannya (KUHP pasal 346)
Seseorang yang menggugurkan kandungan wanita lain tanpa
(KUHP 347) atau dengan seizinnya (KUHP 348)
Dokter, bidan atau juru obat yang melakukan kejahatan di atas
(KUHP 349)
Orang yang mempertunjukkan alat/cara mengugurkan kandungan
pada anak dibawah 17 tahun (KUHP 283)
Barangsiapa menganjurkan/merawat/memberi obat kepada
seseorang wanita dengan memberi harapan agar gugur
kandungannya (KUHP 299)

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Infanticide
Definisi
Pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ibu atas anaknya pada saat dilahirkan atau tidak berapa lama setelah
dilahirkan, karena takut ketahuan bahwa ia melahirkan anak

Kitab Undang-undang Hukum Pidana


Pasal 341 Ibu dengan sengaja merampas nyawa anaknya karena takut ketahuan diancam karena pembunuhan anak
sendiri dengan pidana penjara 7 tahun
Pasal 342 Apabila didahului oleh niat atau rencana membunuh sebelumnya, diancam karena melakukan
pembunuhan anak sendiri dengan rencana dengan pidana penjara 9 tahun

Faktor Penting
Ibu Hanya ibu kandung sendiri yang dapat dihukum, apabila orang lain turut membantu maka orang lain tersebut
diancam sebagai tindak pembunuhan biasa
Waktu
belum timbul rasa kasih sayang seorang ibu
Psikis Terdorong oleh rasa ketakutan akan diketahu orang telah melahirkan anak
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Lahir Mati (stillbirth)


Kematian hasil konsepsi sebelum
keluar atau dikeluarkan dari ibunya,
tanpa mempersoalkan usia
kehamilan
Janin tidak bernapas atau tidak
menunjukkan tanda kehidupan lain

Tugas Dokter
Apakah bayi tersebut dilahirkan mati
atau hidup?
Berapakah umur bayi tersebut?
Apakah bayi tersebut sudah dirawat?
Apakah sebab kematiannya?

Lahir Hidup (livebirth)


Keluar atau dikeluarkannya produk
konsepsi yang lengkap, tanpa
mempersoalkan usia gestasi dan
kondisi tali pusat, dan telah
menunjukkan tanda kehidupan

Lahir Mati

Lahir Hidup

Tanda maserasi (aseptic


decomposition) berlangsung dari
luar ke dalam

Tanda maserasi (aseptic


decomposition) tidak ada

Dada belum mengembang


diafragma belum turun ke sela iga 4-5

Dada sudah mengembang


diafragma turun ke sela iga 4-5

Pemeriksaan makroskopik paru


paru belum mengisi rongga dada,
tidak teraba derik udara

Pemeriksaan makroskopik paru


paru sudah mengisi rongga dada,
teraba derik udara, seperti spons

Uji apung paru hasil negatif


(tenggelam)

Uji apung paru hasil positif


(terapung)

Pemeriksaan mikroskopik paru


adanya tonjolan (projections) yang
Bimbel UKDI MANTAP
berbentuk seperti bantal

Pemeriksaan mikroskopik paru


tidak adanya tonjolan (projections)
yang berbentuk seperti bantal

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Umur Bayi
Intra uterin

Extra uterine

Rumus De Haas
5 bulan pertama Panjang kepala-tumit
(cm) = kuadrat umur gestasi (bulan)
> 5 bulan Panjang kepala-tumit = Umur
gestasi (bulan) x 5
Melihat pusat penulangan (ossification
center)
Klavikula (1.5 bln), diafisis tulang panjang
(2 blm), ischium (3 bln), kalkaneus (5-6
bln), manubrium sterni (6 bln), sternum
bawah (akhir 8 bln), distal
femur/proksimal tibia (akhir 9 bln)

Udara dalam saluran cerna


Sampai lambung atau duodenum (hidup
beberapa saat), usus halus (hidup 1-2
jam), usus besar (5-6 jam), rektum (12
jam)
Mekonium dalam kolon (24 jam setelah
lahir)
Perubahan tali pusat (tempat lekat
membentuk lingkaran kemerahan dalam 36
jam)
Eritrosit berinti hilang dalam 24 jam
pertama
Perubahan sirkulasi darah

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Kemampuan Hidup (Viabilitas)


Parameter

Viable

Cukup Bulan

Umur kehamilan

>28 minggu

>36 minggu

Panjang kepala-tumit

>35 cm

>48 cm

Panjang kepala-tungging

>23 cm

>30-33 cm

Berat badan

>1000 gram

>2500-3000 gram

Lingkar kepala

>32 cm

33 cm

Tanda cacat bawaan

(-)

(+/-)

Tanda Perawatan
Ada tidaknya tanda-tanda perawatan:
Ada tidaknya lumuran darah pada badan bayi
Ada tidaknya tanda-tanda perawatan tali pusat
Ada tidaknya lemak bayi yang jelas
Pemberian pakaian bayi
Bimbel UKDI MANTAP

Tanda Lain Bayi Cukup Bulan


Lanugo sedikit,terdapat pada dahi,
punggung, dan bahu
Kartilago telinga telah sempurna (bila
dilipat, cepat kembali ke keadaan semula)
Diameter tonjolan susu 7mm atau lebih
Kuku jari telah melewati ujung jari
Garis telapak kaki telah melewati 2/3
telapak kaki
Testis telah turun ke dalam skrotum
Labia minora telah tertutup oleh labia
mayora

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Management of Disasters and Mass


Casualties
Definitions
Event of serious magnitude causing severe damage to life and property. Loss of life of ten
persons or more may be considered as Mass Disaster
An event, natural or man-made, sudden or progressive, which impacts with such severity
that the affected community has to respond by taking preventive measures (WHO)
Natural Disaster
Flood
Cyclone
Earthquake
Volcanic eruption
Epidemics
Tsunami

Man-Made Disasters
Air crash
Sinking ship
Train accidents
Building collapse
Bomb blasts
Warfare
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Steps in Investigating
Mass Disasters
Initial Action at the Disaster
Site
Collecting Post Mortem Data

Purpose
Identification Human right
Investigation The cause and
effect and preventive measures

Collecting Ante Mortem Data


Reconciliation (Comparing Data)
Returning to the Family
(Debriefing)

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Initial Action at the Disaster Site


Tindakan awal yang dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui seberapa luas
jangkauan bencana
Dalam kebanyakan kasus, polisi memikul tanggung jawab komando untuk operasi secara keseluruhan
Sebuah tim pendahulu (kepala tim DVI, ahli patologi forensic dan petugas polisi) harus sedini
mungkin dikirim ke TKP untuk mengevaluasi:
Pemetaan jangkauan bencana dan pemberian koordinat untuk area bencana
Perkiraan jumlah korban
Keadaan mayat
Evaluasi durasi yang dibutuhkan
Institusi medikolegal yang mampu merespon dan membantu proses DVI
Metode menangani mayat
Transportasi mayat
Penyimpanan mayat
Kerusakan property yang telah terjadi
Langkah utama yang dilakukan
To secure mengamankan area, misalnya dengan memasang police border
To collect mengumpulkan korban dan property terkait untuk kepentingan identifikasi korban
Documentation memfoto area bencana dan korban kemudian memberikan nomor dan label

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Work Scheme
Collecting
victims and
property

Area coordinate

Number and
label the victims

Photographs of
victims and
location

Collecting cadavers into bag

Evacuation

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Collecting Post Mortem Data


Dokumentasi foto kondisi jenazah korban
Pemeriksaan fisik, baik luar maupun dalam
Pemeriksaan sidik jari
Pemeriksaan rontgen
Pemeriksaan odontology forensic
Pemeriksaan DNA
Pemeriksaan antropologi forensik

Primary Data
Fingerprint
Analysis
Forensic Dental
Analysis
DNA Analysis

Secondary Data
Personal
descriptions
Medical findings
Evidence/clothing

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Work Scheme
Receive and Record

Complete
Photographs

Grouping (sex, race, age)

Photographs II
(with and without cloths, properties)

Medical Exams

Secure and Labelling


Fingerprint

Dental Record

DNA sample

Post-Mortem Data

Ante-Mortem Data

Comparing Ante and Post-Mortem Data


Reconciliation
Positive Identification

Negative Identification

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Collecting Ante-Mortem Data


Pengumpulan data jenazah sebelum kematian dari keluarga maupun orang yang terdekat
Data dapat berupa foto semasa hidup, interpretasi ciri-ciri spesifik jenazah, rekaman pemeriksaan gigi korban, data
sidik jari, sampel DNA orang tua maupun kerabat korban, serta informasi lain yang relevan untuk kepentingan
identifikasi

Reconcilliation
Pembandingan data post mortem dengan ante mortem
Apabila data yang dibandingkan terbukti cocok maka dikatakan identifikasi positif atau telah tegak
Apabila data yang dibandingkan ternyata tidak cocok maka identifikasi dianggap negative dan data pos mortem
jenazah tetap disimpan sampai deitemukan data antemortem yang sesuai

Returning to the Family (Debriefing)


Korban yang telah diidentifikasi direkonstruksi hingga didapatkan kondisi kosmetik terbaik kemudian dikembalikan
kepada keluarganya untuk dimakamkan

Indikator kesuksesan suatu proses Disaster Victim Identification


bukan didasarkan pada cepat atau tidaknya proses terseebut
berlangsung, tetapi lebih didasarkan pada akurasi atau ketepatan
identifikasi

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Forensic Anthropology
Points to be considered for
establishment of identity
Race
Religion
Sex
Age
Congenital features
Acquired peculiarity
Miscellaneous

Caucasoid

Negroid

Mongoloids

Europeans
Semitic (Arabs & Jews)
Indo- Aryan
Skin color very fair to
brown
Hair straight, wavy,
blonde, brown, black
Nose generally long &
narrow
Face narrow-medium
broad

Africa to the south of


Sahara
Negrito people of India &
S.E. Asia
Skin color blackbrownish-yellowish
Hair crinkly/frizzy,
woolly, coarse
Noses broad, flat
Face narrow-medium
broad
Stature varies

Chinese, Japanese,
Burmese, Thais,
Vietnamese, Malays,
Eskimos, Red Indians,
American Indians of South
America
Eyes characteristic fold
of skin
Hair lank & straight
Stature short to
medium

Cephalic index=

Race A biological grouping


within the human species
distinguished or classified
according to genetically
transmitted differences

x 100
70 75: Dolichocephalic/long head (Negroes, Pure Aryans)
75 80: Mesocephalic/medium head (Europeans, Chinese)
80Bimbel
85: Brachycephalic/short
head (Mongolians)
UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Forensic Odontology
Definitions
Is the area of dentistry concerned with the correct management, examination,
evaluation, and presentation of dental evidence in criminal or civil legal proceedings
in the interest of justice

Dental Profiling
Use dentition by comparing ante postmortem data
Age estimation
Assessment of bite mark
Obtaining DNA to assist the identification

Keunggulan Metode Pemeriksaan Gigi


Gigi dan restorasinya merupakan jaringan keras yang resisten terhadap pembusukan
dan pengaruh lingkungan yang ekstrem
Karakteristik individual yang unik dalam hal susunan gigi geligi dan restorasi gigi
menyebabkan dimungkinkannya identifikasi dengan ketepatan yang tinggi (1:1050)
Kemungkinan terdapatnya data antemortem gigi dalam bentuk catatan medis gigi
(dental record) dan data radiologis
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Forensic Dactylography
Definitions
Dactylography/dermatoglyphics is the process of taking impressions of the pulp of fingers and thumbs on
an unglazed white paper and examining them with a magnifying lens

Principles
Fingers covered with characteristic ridges permanent & unique
Different even in twins
when 2 objects come in contact with each other, there will be always a
mutual transference of material from each other

Classifications
Loops (65%) radial or ulnar, depending on the side of the hand the tail points towards
Whorl (25%)
Arch (7%) plain arches or tented arches
Composite/mixed (3%) central pocket loop, double loop, accidentals
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Points for comparison


Presence of center (core) and
triangle (delta) in the print
Presence of pores
(poroscopy)
Minutae of ridges
ridge
ending, bifurcation, spur
formation, dots, lakes, broken
ridge, short ridge etc

Bimbel UKDI MANTAP

16 -20 points of fine


comparison are
accepted as proof of
identity

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

DNA Fingerprinting
The Cell
Smallest unit of life

Chromosomes

nucleus
many organelles) contains
organizing all the
genetic information the
information that our
cell needs to exist and
genetic material contains
reproduce
23 pairs in humans
Most cells organize
genetic information into
Each pair contains one
chromosomes
from mother and one
from father

Genes
Each chromosome
contains 100s to 1000s of
information blocks called
genes

DNA

Each chromosome and


every gene is made of
Each gene is the blueprint deoxyribonucleic acid
(DNA)
for a specific protein in
the body
DNA is normally double
stranded

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Types of DNA
Nuclear or chromosomal DNA (inherited from mother and father)
Mitochondrial DNA (inherited from mother only)

Sequence Repeats in the Human Genome


Repeat polymorphisms (satellites) are short segments of DNA that repeat a few to thousands
of times and are found at specific locations in human DNA
Each individual will have different numbers of these repeats at each of these spots the
numbers of repeats at each location in are a random combination of the repeats in parents
Each of these spots, or loci, are given different names. The most common are variable number
of tandem repeats (VNTR), amplified fragment length polymorphism (AmpFLP), short tandem
repeats (STR), single nucleotide polymorphism (SNP)

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

DNA Fingerprinting
Used to identify individuals by their repeat regions (usually
STR) regions
If all STR regions are considered, there is a one in 3.4 billion
chance of error
This means there may be one other person on the planet
that would be too similar to tell the difference

Mitochondrial DNA
Genetic material from the mitochondria (cellular organelle
where energy is produced)
Inherited from the mother only
Advantages more sensitive (less DNA needed), degrades
slower than nuclear DNA; can be used in cases where
nuclear DNA cannot (hair without root, skeletal remains)
Disadvantages all people of same maternal line will be
indistinguishable (less discriminatory); more work, more
time consuming, more costly
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

BIOETIK MEDIKOLEGAL

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Surat Kematian

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Aplikasi Surat Keterangan Kematian


Kematian Wajar
Jika orang yang meninggal berada dalam perawatan seorang dokter, diagnosis penyakitnya telah
diketahui, dan kematiannya diduga karena penyakitnya tersebut
Untuk menentukan penyebab kematian wajar, dokter dapat melakukan verbal autopsy, yaitu suatu
metode anamnesis terstruktur yang diterapkan secara alloanamnesis untuk mengakkan perkiraan
kematian metode telah dibakukan oleh WHO
Alur Tatalaksana
Dokter menerima laporan kematian Pemeriksaan luar terhadap mayat (tanpa surat permintaan
visum et repertum dari polisi) dan verbal autopsy pada keluarga Tidak ada tanda kekerasan atau
keracunan serta kecurigaan lain Memutuskan kematian adalah wajar Menyerahkan jenazah
pada keluarga Membuat serta menandatangani surat keterangan kematian (Formulir A)
Dalam hal yang amat mendesak, paramedic dapat membantu dokter memeriksa jenazah sebagai
kepanjang tangan dokter (varlengde arm van de arts)

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Kematian Tidak Wajar


Setiap kematian yang terjadi akibat kekerasan atau keracunan
Cara kematian pada kematian tidak wajar meliputi pembunuhan, bunuh diri, dan kecelakaan
Kategori kasus yang harus dilaporkan kepada penyidik (Pasal 108 KUHAP)
Kematian yang terjadi di dalam tahanan atau penjara
Kematian terjadi bukan karena penyakit dan bukan karena hukuman mati
Adanya penemuan mayat di mana penyebab dan informasi mengenai kematiannya tidak ada
Keadaan kematiannya menunjukkan bahwa kemungkinan kematian akibat perbuatan melanggar hokum
Orang tersebut melakukan bunuh diri atau situasi kematiannya mengindikasikan akibat bunuh diri
Kematian yang terjadi tanpa kehadiran dokter
Kematian yang disaksikan dokter tetapi ia tidak dapat memastikan penyebab kematiannya
Alur Tatalaksana
Dokter menerima laporan kematian Pemeriksaan awal dan verbal autopsy pada orang di sekitar
lokasi Mencurigai bahwa kematian terjadi secara tidak wajar Melaporkan kepada penyidik
berdasarkan pasal 108 KUHAP Penyidik membuat surat permintaan visum et repertum jenazah
Meminta izin keluarga untuk dilakukan autopsy dalam 2x24 jam (jika lebih dari waktu ini keluarga
btlum menyampaikan persetujuan, dokter dapat langsung memeriksa tanpa izin
Dokter
melakukan pemeriksaan jenazah dan autopsy Dokter yang melakukan pemeriksaan membuat VeR
dan menandatangani surat keterangan kematian (Formulir A) Menyerahkan jenazah kepada
keluarga setelah pemeriksaan selesai
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Informed
Consent

Informed Consent mengandung pengertian


suatu persetujuan yang diberikan oleh pasien
atau keluarga terdekat setelah mendapat
penjelasan secara lengkap mengenai tindakan
kedokteran atau kedokteran gigi yang akan
dilakukan terhadap pasien serta segala resiko.
Permenkes No. 290 tahun 2008

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Elemen Informed Consent

Threshold
Element

Kompeten disini diartikan sebagai kapasitas untuk membuat keputusan medis


Secara hukum seseorang dianggap cakap (kompeten) apabila telah dewasa, sadar
dan berada dalam keadaan mental yang tidak di bawah pengampuan

Information
Element

Elemen ini terdiri dari dua bagian yaitu, disclosure (pengungkapan) dan
understanding (pemahaman)
Pengertian berdasarkan pemahaman yang adekuat membawa konsekuensi
kepada tenaga medis untuk memberikan informasi (disclosure) sedemikian rupa
sehingga pasien dapat mencapai pemahaman yang adekuat

Consent
Element

Elemen ini terdiri dari dua bagian yaitu, voluntariness (kesukarelaan, kebebasan)
dan authorization (persetujuan)
Kesukarelaan mengharuskan tidak ada tipuan, misrepresentasi ataupun paksaan.
Pasien juga harus bebas dari tekanan
dilakukan tenaga medis yang bersikap
seolah-olah akan dibiarkan apabila tidak menyetujui tawarannya
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bentuk Persetujuan Tindakan Kedokteran

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Persetujuan Tindakan Kedokteran dalam Keadaan Gawat


Darurat

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Informasi Persetujuan Tindakan Kedokteran

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Pemberi Informasi Persetujuan Tindakan Kedokteran

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Orang yang Berhak Memberikan Persetujuan Tindakan Kedokteran

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Persetujuan pada Individu yang Tidak Kompeten

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bentuk Penyampaian Persetujuan Tindakan Kedokteran

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Persetujuan Tindakan Kedokteran dalam Penelitian

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Aspek Medikolegal Persetujuan Tindakan Kedokteran

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Principles of Biomedical Ethics


ETHICS can be described as a sub-branch of applied
philosophy that seek what are the right and the
wrong, the good and the bad set of behaviors in a
given circumstance
BIOETHICS on the other hand, is a quasi social
science that offers solutions to the moral conflicts that
arise in medical and biological science practice
(Sohin Aksoy, 2002)
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

The Four Principles of Biomedical Ethics


Respect for Autonomy

Beneficence

The patient has the right


to refuse or choose their
treatment

A practitioner should act


in the best interest of
the patient

(Voluntas aegroti
suprema lex)

(Salus aegroti suprema


lex)

Justice
Non-maleficence
(primum non nocere)

Concerns the
distribution of scarce
health resources, and
the decision of who gets
what treatment
(fairness and equality)
(lustitia)

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

The Principle of Respect for Autonomy


Tell the truth
Respect the privacy of others
Protect confidential information
Obtain consent for interventions with patients
When asked, help others make important decisions
(The Principles of Biomedical Ethics, Beauchamp and Childress)
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Beneficence
Protect and defend the right of others
Prevent harm from occurring to others
Remove conditions that will cause harm to others
Help persons with disabilities
Rescue persons in danger
(The Principles of Biomedical Ethics, Beauchamp and Childress)
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Non-maleficence
Do not kill
Do not cause pain or suffering
Do not incapacitate
Do not cause offense
Do not deprive others of the goods of life
(The Principles of Biomedical Ethics, Beauchamp and Childress)
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Justice
To each person an equal share
To each person according to need
To each person according to effort
To each person according to contribution
To each person according to merit
To each person according to free-market exchanges
(The Principles of Biomedical Ethics, Beauchamp and Childress)
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Components of Medical Professionalism


Component of
Medical
Professionalism

Honesty/Integrity

Consistent regard for the highest standards of behavior and refusal

Reliability/Responsibility

Being responsible for and accountable for others, and reliability in


completing assigned duties or fulfilling commitments

Respect for Others

Treat all persons with respect and regard for their individual worth
and dignity

Compassion/Empathy

Listen attentively and respond humanely to the concerns of others

Self-improvement

Self-awareness/Knowledge of Limits
Communication/Collaboration
Altruism/Advocacy
Bimbel UKDI MANTAP

Pursuit of and commitment to providing the highest quality of


assistance through continued learning
Recognition of the need for guidance and supervision when faced
with new or complex responsibilities
Work cooperatively and communicate effectively with others

Unselfish regard for and devotion to the welfare of others

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Rekam Medis
Permenkes No. 269 Tahun 2008

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Jenis dan Isi Rekam Medis

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Penyimpanan, Pemusnahan, dan Kerahasiaan Rekam Medis

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Kepemilikan Rekam Medis

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Pemanfaatan Rekam Medis

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Aspek Hukum, Disiplin, dan Etik Rekam Medis

Rekam Medis sebagai Alat Bukti


Rekam medis dapat digunakan sebagai salah satu alat bukti tertulis di pengadilan

Kerahasiaan Rekam Medis


Setiap dokter atau dokter gigi wajib menyimpan kerahasiaan dalam rekam medis
Rahasia tersebut dapat dibuka hanya untuk kepentingan pasien atas permintaan
pasien sendiri atau berdasarkan undang-undang
Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, rahasia kedokteran (isi
rekam medis) baru dapat dibuka bila diminta oleh hakim majelis di hadapan
sidang majelis

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Sanksi Hukum
Dalam Pasal 79 UU Praktik Kedokteran secara tegas mengatur bahwa setiap
dokter atau dokter gigi yang dengan sengaja tidak membuat rekam medis dapat
dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling
banyak Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).

Sanksi Disiplin dan Etik


Dalam Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 16/KKI/PER/VIII/2006
tentang Tata Cara Penanganan Kasus Dugaan Pelanggaran Disiplin MKDKI dan
MKDKIP,ada tiga alternatif sanksi disiplin yaitu:
Pemberian peringatan tertulis.
Rekomendasi pencabutan surat tanda registrasi atau surat izin praktik.
Kewajiban mengikuti pendidikan atau pelatihan di institusi pendidikan
kedokteran atau kedokteran gigi.

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Praktik Kedokteran
Rangkaian kegiatan yang dilakukan
oleh dokter dan dokter gigi
terhadap pasien dalam
melaksanakan upaya kesehatan

Ijazah

Sertifikat
Kompetensi

Surat Tanda
Registrasi
(STR)

Praktik kedokteran
dokter wajib
berpedoman pada 3
nilai, yaitu:

Etika
Disiplin

Surat Izin
Praktik (SIP)

Hukum

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Risiko Medis
INHEREN PADA SETIAP TINDAKAN MEDIS

SEBAGIAN DIANGGAP ACCEPTABLE:


Tingkat probabilitas dan keparahannya
minimal (umumnya bersifat
foreseeable but unavoidable:
calculated, controllable)

the only way

Risiko yg unforeseeable = tidak dapat


diketahui sebelumnya

PERLU INFORMED CONSENT, SEHINGGA BILA TERJADI, DOKTER TIDAK


BERTANGGUNG JAWAB SECARA HUKUM (volenti non fit injuria)

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Kegagalan Medis/Hasil
Buruk/Adverse Event

Kegagalan
medis/hasil yang
buruk dapat
disebabkan oleh
empat hal, yaitu:

Hasil dari suatu perjalanan penyakitnya sendiri, tidak berhubungan


dengan tindakan medis yang dilakukan dokter.
Hasil dari suatu risiko yang tak dapat dihindari, yaitu
Risiko yang tak dapat diketahui sebelumnya (unforeseeable); atau
Risiko yang meskipun telah diketahui sebelumnya (foreseeable)
tetapi tidak dapat/tidak mungkin dihindari (unavoidable) atau
karena tindakan yang dilakukan adalah satu-satunya cara terapi.
Risiko tersebut harus diinformasikan terlebih dahulu.
Hasil dari suatu kelalaian medic (culpa).
Hasil dari suatu kesengajaan (dolus).

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Medical
Error

Suatu kekeliruan, suatu peristiwa yang tidak


diduga atau tidak dikehendaki dalam
pemberian pelayanan medis yang dapat
mengakibatkan (kejadian yang tidak
diinginkan/adverse event) atau tidak sampai
mengakibatkan luka (near miss) pada pasien

Medical
Error

Adverse
Event

Potential
Adverse
Events

Near Miss

Preventable Adverse Event

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Klasifikasi Medical Error


Berdasarkan pada Tindakan yang Dilakukan

Malfeasance

Tindakan yang melanggar hukum atau tidak tepat/layak


(unlawful atau improper), misalnya melakukan tindakan
medis tanpa indikasi yang memadai.

Misfeasance

Melakukan pilihan tindakan medis yang tepat tetapi


dilaksanakan dengan tidak tepat (improper
performance), yaitu misalnya melakukan tindakan
medis dengan menyalahi prosedur.

Nonfeasance

Tidak melakukan tindakan medis yang merupakan


kewajiban baginya.
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Berdasarkan pada Pihak yang Berkontribusi

Latent Error

Active Error

Kesalahan yang terjadi di luar


kendali operator garis depan,
seperti desain buruk, instalasi
tidak tepat, pemeliharaan buruk,
kesalahan keputusan manajemen,
struktur organisasi yang buruk

Kesalahan terjadi pada


tingkat/lingkup operator garis
depan

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Malpraktik dalam Hukum Indonesia


Kata malpraktik tidak ditemukan dalam
peraturan perundang-undangan di Indonesia,
baik hukum-hukum general maupun hukumhukum yang bersifat lex specialis seperti
Undang Undang Praktik Kedokteran maupun
Undang Undang Kesehatan.
Malpraktik tidak ada dalam terminologi
hukum Indonesia melainkan menggunakan
istilah kelalaian

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Klasifikasi Malpraktik
Kesalahan dari sudut pandang etika disebut ethical malpractice dan dari
sudut pandang hukum disebut yuridical malpractice
Yang jelas tidak setiap ethical malpractice merupakan yuridical
malpractice akan tetapi semua bentuk Juridical malpractice pasti
merupakan ethical malpractice (Lord Chief Justice, 1893).

Malpractice
Ethical
Malpractice

Juridical
Malpractice

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Klasifikasi Juridical Malpractice


1. Criminal Malpractice (Malpraktik Pidana)
Perbuatan seseorang dapat dimasukkan dalam kategori criminal malpractice manakala perbuatan
tersebut memenuhi rumusan delik pidana yakni:
Perbuatan tersebut (positive act maupun negative act) merupakan perbuatan tercela.
Dilakukan dengan sikap batin yang salah (mens rea) yang berupa kesengajaan (intentional),
kecerobohan (recklessness) atau kealpaan (negligence).

Kesengajaan/Intentional/dolus
Abortus Criminalis ( Pasal 338 KUHP, Pasal 344
KUHP, Pasal 346 KUHP, Pasal 347 KUHP, Pasal 348
KUHP , Pasal 349 KUHP )

Euthanasia (Pasal 338 KUHP, Pasal 344 KUHP, Pasal


345 KUHP)

Keterangan palsu (Pasal 267-268 KUHP)

Kealpaan/Kelalaian/Negligence/culpa
Kematian (Pasal 359 KUHP)

Luka Berat (Pasal 360 KUHP, Pasal 90 KUHP)

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

2. Civil Malpractice (Malpraktik Perdata)


Seorang tenaga kesehatan akan disebut melakukan civil malpractice apabila tidak melaksanakan kewajiban atau tidak
memberikan prestasinya sebagaimana yang telah disepakati (ingkar janji). Tindakan tenaga kesehatan yang dapat
dikategorikan civil malpractice antara lain:
a. Tidak melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan.
b. Melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan tetapi terlambat melakukannya
c. Melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan tetapi tidak sempurna.
d. Melakukan apa yang menurut kesepakatannya tidak seharusnya dilakukan.
Pertanggung jawaban civil malpractice dapat bersifat individual atau korporasi dan dapat pula dialihkan pihak lain
berdasarkan principle of vicarius liability. Dengan prinsip ini maka rumah sakit/sarana kesehatan dapat bertanggung gugat
atas kesalahan yang dilakukan karyawannya (tenaga kesehatan) selama tenaga kesehatan tersebut dalam rangka
melaksanakan tugas kewajibannya.

Pengaduan perdata dapat


diajukan pasien ke
pengadilan berdasarkan
kerugian yang dialaminya
dengan dasar wanprestasi
(pasal 1239 KUH Perdata)
atau perbuatan melawan
hukum (pasal 1365, 1366,
dan 1367 KUH Perdata)

Kelalaian atau
kesengajaan yang
menyebabkan kerugian
selain kematian atau luka
berat.

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

3. Administrative malpractice
Dokter dikatakan telah melakukan administrative malpractice manakala
tenaga perawatan tersebut telah melanggar hukum administrasi. Perlu
diketahui bahwa dalam melakukan police power, pemerintah
mempunyai kewenangan menerbitkan berbagai ketentuan di bidang
kesehatan, misalnya tentang persyaratan bagi tenaga perawatan untuk
menjalankan profesinya (Surat Ijin Kerja, Surat Ijin Praktek), batas
kewenangan serta kewajiban tenaga perawatan. Apabila aturan tersebut
dilanggar maka tenaga kesehatan yang bersangkutan dapat
dipersalahkan melanggar hukum administrasi

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Pembuktian Gugatan Malpraktik Pidana


Cara Langsung

Memakai tolok ukur adanya 4D yakni:

Duty (Kewajiban)
Dalam hubungan perjanjian tenaga dokter dengan pasien, dokter haruslah bertindak berdasarkan
Adanya indikasi medis
Bertindak secara hati-hati dan teliti
Bekerja sesuai standar profesi
Sudah ada informed consent
Dereliction of Duty (Penyimpangan dari Kewajiban)
Jika seorang dokter melakukan tindakan menyimpang dari apa yang seharusnya atau tidak melakukan apa
yang seharusnya dilakukan menurut standard profesinya, maka dokter dapat dipersalahkan
Direct Cause (Penyebab Langsung)
Damage (Kerugian)
Dokter untuk dapat dipersalahkan haruslah ada hubungan kausal (langsung) antara penyebab (causal) dan
kerugian (damage) yang diderita oleh karenanya dan tidak ada peristiwa atau tindakan sela diantaranya,
dan hal ini haruslah dibuktikan dengan jelas. Hasil (outcome) negatif tidak dapat sebagai dasar
menyalahkan dokter. Sebagai adagium dalam ilmu pengetahuan hukum, maka pembuktiannya adanya
kesalahan dibebankan/harus diberikan oleh si penggugat (pasien).
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Cara Tidak Langsung


Cara tidak langsung merupakan cara pembuktian yang mudah bagi pasien,
yakni dengan mengajukan fakta-fakta yang diderita olehnya sebagai hasil
layanan perawatan (doktrin res ipsa loquitur). Doktrin res ipsa loquitur
dapat diterapkan apabila fakta-fakta yang ada memenuhi kriteria:
Fakta tidak mungkin ada/terjadi apabila dokter tidak lalai
Fakta itu terjadi memang berada dalam tanggung jawab dokter
Fakta itu terjadi tanpa ada kontribusi dari pasien dengan perkataan lain
tidak ada contributory negligence

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Norma dalam Praktik Kedokteran

Disiplin
Aturan Penerapan
Keilmuan
Kedokteran

Etika
Aturan
Penerapan Etika
Kedokteran
(KODEKI)

Hukum
Aturan Hukum
Kedokteran

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Pelanggaran dan Penanganan Norma Praktik Kedokteran

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Norma Etika Kedokteran

Kewajiban
Umum

Kewajiban
Dokter
terhadap Diri
Sendiri

Diatur dalam
Kode Etik
Kedokteran
Indonesia
(KODEKI)

Kewajiban
Dokter
terhadap
Teman
Sejawat

Kewajiban
Dokter
terhadap
Pasien

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Kewajiban Umum

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Kewajiban Dokter terhadap Pasien

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Kewajiban Dokter terhadap Teman Sejawat

Kewajiban Dokter terhadap Diri Sendiri

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Alur Penanganan Pelanggaran Norma Etika Kedokteran

Pelanggaran
Etik Dokter

Persidangan
MKEK

Putusan
MKEK

Eksekusi
MKEK

Dalam hal seorang dokter diduga melakukan pelanggaran


etika kedokteran (tanpa melanggar norma hukum), maka
ia akan dipanggil dan disidang oleh Majelis Kehormatan
Etik Kedokteran (MKEK) IDI untuk dimintai pertanggungjawaban (etik dan disiplin profesi)nya.

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Pelanggaran
Etik Dokter

Persidangan
MKEK

Putusan
MKEK

Eksekusi
MKEK

Persidangan MKEK bersifat inkuisitorial khas profesi, yaitu Majelis (ketua dan
anggota) bersikap aktif melakukan pemeriksaan, tanpa adanya badan atau
perorangan sebagai penuntut
Tidak menggunakan sistem pembuktian sebagaimana lazimnya di dalam
hukum acara pidana ataupun perdata, namun demikian tetap berupaya
melakukan pembuktian mendekati ketentuan-ketentuan pembuktian yang
lazim

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Pelanggaran
Etik Dokter

Persidangan
MKEK

Putusan
MKEK

Eksekusi
MKEK

Putusan MKEK tidak ditujukan untuk kepentingan peradilan tidak dapat


dipergunakan sebagai bukti di pengadilan, kecuali atas perintah pengadilan dalam
bentuk permintaan keterangan ahli.

Salah seorang anggota MKEK dapat memberikan kesaksian ahli di pemeriksaan


penyidik, kejaksaan ataupun di persidangan, menjelaskan tentang jalannya
persidangan dan putusan MKEK. Sekali lagi, hakim pengadilan tidak terikat untuk
sepaham dengan putusan MKEK.

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Pelanggaran
Etik Dokter

Persidangan
MKEK

Putusan
MKEK

Eksekusi
MKEK

Eksekusi Putusan MKEK Wilayah dilaksanakan oleh Pengurus IDI


Wilayah dan/atau Pengurus Cabang Perhimpunan Profesi yang
bersangkutan.
Khusus untuk SIP, eksekusinya diserahkan kepada Dinas Kesehatan
setempat. Apabila eksekusi telah dijalankan maka dokter teradu
menerima keterangan telah menjalankan putusan

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Norma Disiplin Profesi Kedokteran


Melanggar aturan
yang telah ditetapkan
oleh KKI (Bab 3
Keputusan Konsil
Kedokteran Indonesia
Nomor
17/KKI/Per/VIII/2006)

1. Melakukan praktik kedokteran dengan tidak kompeten

2. Tidak merujuk pasien kepada dokter atau dokter gigi lain yang memiliki kompetensi sesuai

3. Mendelegasikan pekerjaan kepada tenaga kesehatan tertentu yang tidak memiliki kompetensi untuk
melaksanakan pekerjaan tersebut.
4. Menyediakan dokter atau dokter gigi pengganti sementara yang tidak memiliki kompetensi dan kewenangan yang
sesuai, atau tidak melakukan pemberitahuan perihal penggantian tersebut.

5. Menjalankan praktik kedokteran dalam kondisi tingkat kesehatan fisik ataupun mental sedemikian rupa sehingga
tidak kompeten dan dapat membahayakan pasien
6. Dalam penatalaksanaan pasien, melakukan yang seharusnya tidak dilakukan atau tidak melakukan yang
seharusnya dilakukan, sesuai dengan tanggung jawab profesionalnya, tanpa alasan pembenar atau pemaaf yang sah,
sehingga dapat membahayakan pasien
7. Melakukan pemeriksaan atau pengobatan berlebihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasien

8. Tidak memberikan penjelasan yang jujur, etis dan memadai (adequate information) kepada pasien atau
keluarganya dalam melakukan praktik kedokteran

9. Melakukan tindakan medik tanpa memperoleh persetujuan dari pasien atau keluarga dekat atau wali atau
pengampunya.
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

10. Dengan sengaja, tidak membuat atau menyimpan rekam medik, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan
atau etika profesi.
11. Melakukan perbuatan yang bertujuan untuk menghentikan kehamilan yang tidak sesuai dengan ketentuan, sebagaimana
diatur dalam peraturan perundang-undangan dan etika profesi.
12. Melakukan perbuatan yang dapat mengakhiri kehidupan pasien atas permintaan sendiri dan atau keluarganya

13. Menjalankan praktik kedokteran dengan menerapkan pengetahuan atau keterampilan atau teknologi yang belum diterima
atau di luar tata cara praktik kedokteran yang layak.
14. Melakukan penelitian dalam praktik kedokteran dengan menggunakan manusia sebagai subjek penelitian, tanpa
memperoleh persetujuan etik (ethical clearance) dari lembaga yang diakui pemerintah.
15. Tidak melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan, padahal tidak membahayakan dirinya, kecuali bila ia yakin
ada orang lain yang bertugas dan mampu melakukannya
16. Menolak atau menghentikan tindakan pengobatan terhadap pasien tanpa alasan yang layak dan sah sebagaimana diatur
dalam peraturan perundang-undangan atau etika profesi.
17. Membuka rahasia kedokteran, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan atau etika profesi

18. Membuat keterangan medik yang tidak didasarkan kepada hasil pemeriksaan yang diketahuinya secara benar dan patut

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

19. Turut serta dalam perbuatan yang termasuk tindakan penyiksaan (torture) atau eksekusi hukuman mati.
20. Meresepkan atau memberikan obat golongan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) yang
tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan etika profesi.
21. Melakukan pelecehan seksual, tindakan intimidasi atau tindakan kekerasan terhadap pasien, di tempat
praktik.
22. Menggunakan gelar akademik atau sebutan profesi yang bukan haknya
23. Menerima imbalan sebagai hasil dari merujuk atau meminta pemeriksaan atau memberikan resep obat/alat
kesehatan
24. Mengiklankan kemampuan/pelayanan atau kelebihan kemampuan/ pelayanan yang dimiliki, baik lisan
ataupun tulisan, yang tidak benar atau menyesatkan
25. Ketergantungan pada narkotika, psikotropika, alkohol serta zat adiktif lainnya
26. Berpraktik dengan menggunakan Surat Tanda Registrasi (STR) atau Surat Ijin Praktik (SIP) dan/atau sertifikat
kompetensi yang tidak sah
27. Ketidakjujuran dalam menentukan jasa medik
28. Tidak memberikan informasi, dokumen dan alat bukti lainnya yang diperlukan MKDKI untuk pemeriksaan atas
pengaduan dugaan pelanggaran disiplin
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Tugas MKDKI

Pengaduan

Pemeriksaan

Bimbel UKDI MANTAP

Keputusan

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Pengaduan

Pemeriksaan

Bimbel UKDI MANTAP

Keputusan

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Pengaduan

Pemeriksaan

Bimbel UKDI MANTAP

Keputusan

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Pengaduan

Pemeriksaan

Bimbel UKDI MANTAP

Keputusan

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Konsil Kedokteran Indonesia

Nama dan Kedudukan

Tugas KKI

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Wewenang KKI

Divisi KKI

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

REGISTRASI DOKTER DAN DOKTER GIGI

Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia No. 1 Tahun 2005

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Jenis Surat Tanda Registrasi

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Asas, Dasar, Kaidah, & Tujuan Praktik Kedokteran


Praktik kedokteran Indonesia harus berdasarkan pada:
Nilai ilmiah berdasarkan pada ilmu dan teknologi
Asas manfaat harus memberikan manfaat bagi manusia
Asas keadilan pelayanan adil dan merata tapi ttp bermutu
Asas kemanusiaan tidak membedakan suku, bangsa, agama, ras,
gender, status sosial, ekonomi, dan pandangan politik.
Asas keseimbangan tetap menjaga keserasian dg kepentingan
individu dan masyarakat
Asas perlindungan dan keselamatan mampu memberikan
peningkatan derajat kesehatan dengan tetap memperhatikan
perlindungan dan keselamatan pasien.

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Euthanasia

Definisi
Secara harafiah Mati secara baik
dan mudah
Secara medis Membantu pasien
untuk mati cepat, untuk
membebaskan dari penderitaan
akibat penyakitnya
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Aspek Hukum Euthanasia di Indonesia


Lex Generalis/umum
Undang-undang no. 8 tahun 1981 tentang KUHAP (Pasal 120, 133, 180)
Undang-undang tentang KUH Pidana (KUHP) (Pasal 338, 340, 344, 345,
359)
Undang-undang tentang KUH Perdata

Lex Spesialis/khusus
Undang-undang no 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
Undang-undang no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Klasifikasi Euthanasia
Berdasarkan Tindakan yang Dilakukan
Euthanasia Pasif
Mempercepat kematian dengan cara menolak memberikan atau mengambil tindakan pertolongan, dan menghentikan
pertolongan yang sedang berlangsung
Contoh: Tidak memberikan antibiotic pada pasien dengan pneumonia berat
Euthanasia Aktif
Secara aktif memberikan tindakan yang baik secara langsung atau tidak langsung apat mengakibatkan kematian
Contoh: Memberikan tablet sianida pada pasien, menyuntikkan zat-zat yang dapat mematikan tubuh

Berdasarkan Kesukarelaan Penderita


Euthanasia Voluntary
Mempercepat kematian atas permintaan pasien
Euthanasia Involuntary
Mempercepat kematian tanpa persetujuan/permintaan pasien, bahkan bertentangan dengan pasien
Euthanasia Nonvoluntary
Mempercepat kematian sesuai dengan keinginan yang disampaikan lewat pihak kedua (keluarga) atas keputusan
pemerintah
Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Physician-assisted suicide
Suicide committed with the aid of physician at the request and with
the consent of the patient, since he or she self-administers the
means of death

The Rule of Double Effect


A set of criteria which states that an action having foreseen
harmful effect practically inseparable from the good effect

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Example for Rule of Double Effect

Bimbel UKDI MANTAP

Edited with the trial version of


Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Aturan hukum di Indonesia


melarang melakukan tindakan
euthanasia, kecuali auto
euthanasia (pasif dgn permintaan)
Bimbel UKDI MANTAP