Anda di halaman 1dari 14

PSAK 15

(PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 15)


INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI DAN VENTURA BERSAMA
PENDAHULUAN
Tujuan
Paragraf 01 - pernyataan ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi investasi pada
entitas asosiasi dan mengatur persyaratan penerapan metode ekuitas atas akuntansi investasi pada
entitas asosiaso dan ventura bersama.
Ruang Lingkup
Paragraf 02 - pernyataan ini diterapkan oleh seluruh entitas yang merupakan investor dengan
pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas investee.
Definisi
Paragraf 03 - berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam pernyataan ini :
Entitas asosisasi adalah entitas yang mana investor memiliki pengaruh signifikan.
Laporan keuangan konsolidasian adalah laporan keuangan kelompok usaha yang di dalamnya
aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dna arus kas entitas induk dan entitas anaknya
disajikan sebagai suatu entitas ekonomi tunggal.
Metode ekuitas adalah metode akuntansi dimana investasi pada awalnya diakui sebesar biaya
perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perusahan pasca perolehan dalam bagian investor
atas aset neto investee. Laba rugi investor mencakup bagiannya tas penghasilan komprehensif
lain investee.
Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebiajkan keuangan
dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebiajakn
tersebut.
Pengendalian bersama adalah persetujuan kontraktual untuk berbagai pengendalian atas suatu
pengaturan, yang ada hanya ketika keputusan tentang aktivitas relevan mensyaratkan persetujuan
dengan suara bulat dari seluruh pihak yang berbagti pengendalian.
Pengaturan bersama adalah pengaturan yang dua atau leboh pihaknya memiliki pengendalian
bersama.
Ventura bersama adalah pengaturan bersama yang para pihaknya memiliki pengendalian bersama
atas pengaturan memiliki hak atas aset neto dari pengaturan.
Venture bersama adalah pihak dalam ventura bersama yang memiliki pengendalian bersama atas
ventura bersama tersebut.
1

Paragraf 04 - Berikut adalah istilah yang didefinisikan dalam PSAK 4 dan PSAK 65 yakni
pengertian yang sama sebagaimana telah didefinisikan dalam kedia penyatan tersebut :

Entitas anak
Entitas induk
Kelompok usaha
Laporan keuangan tersendiri
Pengendalian atas investee

PENGARUH SIGNIFIKAN
Paragraf 05 - Jika entitas memiliki secara langsung maupun tidak langsung 20% atau lebih hak
suara investee, maka entitas dianggap memiliki pengaruh signifikan, kecuali dapat dibuktikan
dengan jelas bahwa entitas tidak memiliki pengaruh signifikan. Sebaliknya jika entitas memiliki,
secara langsung maupun tidak langsung kurangd ari 20% hak suara investee, maka entitas
dianggap tidak memiliki pengaruh signifikan, kecuali pengaruh signifikan tersebut dapat
dibuktikan dengan jelas. Kepemilikan substansial atau mayoritas oleh investor lain tidak
menghalangi entitas untuk memiliki pengaruh signifikan.
Paragraf 06 - keberadaan pengaruh signifikan oleh entitas umumnya dibuktikan dengan cara
berikut :

Keterwakilan dalam dewan direksi dan dewan komisaris atau organ investee
Partisipasi dalam proses pembuatan kebijakan, termasuk partisipasi dalam pengambilan

keputusan tentang deviden atau distribusi lain


Adanya transaksi material antara entitas dengan investee
Pertukaran personil manajerial
Penyediaan informasi teknis pokok

Paragraf 07 - entitas dapat memiliki waran, opsi beli saham, instrument utang atau instrument
ekuitas yang dapat dikonversi menjadi saham biasa, atau instrument jenis lain yang memiliki
potensi untuk menambahkan hak suara entitas atau mengurangi hak suara pihak lain atas
kebijakan keuangan dan opersional entitas lainnya.
Paragraf 08 - dalam menilai apakah hak suara potensial berkontribusi terhadap pengaruh
signifikan, entitas menguji seluruh fakta dan keadaan yang mempengaruhi hak potensial, kecuali
intense manajemen dan kemampuan keuangan untuk melaksanakan atau mengkonversi hak
potensial tersebut.
2

Paragraf 09 - entitas kehilangan pengaruh signifikan atas investee ketika entitas kehilangan
kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee.
Hilangnya pengaruh signifikan dapat terjadi dengan atau tanpa perubahan dalam tingkat.
METODE EKUITAS
Paragraf 10 - Dalam metode ekuitas, pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi atau
ventura bersama diakui sebesar biaya perolehan dan jumlah tercatat tersebut ditambah atau
dikurang untuk mengakui bagian investor atas laba atau rugi investee setelah tanggal perolehan.
Bagian investor atas laba atau rugi investee diakui dalam laporan laba rugi investor. Penerimaan
distribusi dari investee mengurangi nilai tercatat investasi. Penyesuaian terhadap jumlah tercatat
tersebut juga mungkin dibutuhkan untuk perubahan dalam proporsi bagian investor atas investee
yang timbul dari penghasilan komprehensif lain investee. Perubahan tersebut termasuk
perubahan yang timbul dari revalusi aset tetap dan selisih penjabaran valuta asing. Bagian
investor atas perubahan tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain investor (lihat
PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan).
Paragraf 11 Pengakuan penghasilan yang didasarkan pada distribusi yang diterima tidak dapat
menjadi ukuran yang cukup atas penghasilan yang diperoleh oleh investor atas investasi pada
entitas asosiasi atau ventura bersama karena distribusi yang diterima memiliki hubungan yang
rendah dengan kinerja enitas asosiasi atau ventura bersama. Karena investor memiliki
pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas investee, maka investor memiliki andil
dalam kinerja entitas asosiasi atau ventura bersama, dan sebagai hasilnya, memperoleh imbal
hasil atas investasinya. Investor mencatat bagiannya dengan memperluas lingkup laporan
keuangannya dengan mencakup bagiannya atas laba rugi investee. Sebagai hasilnya, penerapan
metode ekuitas memberikan pelaporan yang lebih informatiif atas aset neto dan laba rugi
investor.
Paragraf 13 Dalam beberapa keadaan, entitas memiliki, secara substansi, kepemilikan yang
ada saat ini sebagai hasil dari suatu transaksi yang saat ini memberinya akses kepada imbal hasil
yang berhubungan dengan bagian kepemilikan. Dalam keadaan tersebut, proporsi yang
dialokasikan kepada entitas ditentukan dengan memperhitungkan pelaksanaan akhir hak suara
potensial dan instrumen derivatif lain yang saat ini memberikan entitas akses terhadap imbal
hasil.
3

Paragraf 14 PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran tidak diterapkan
pada kepentingan entitas asosiasi dan ventura bersama yang dicatat dengan menggunakan
metode ekuitas. Ketika instrumen keuangan mengandung hak suara potensial secara substantif
saat ini memberikan akses kepada imbal hasil atas bagian kepemilikan pada entitas asosiasi atau
ventura bersama, instrumen tersebut tidak termasuk dalam ruang lingkup PSAK 55. Dalam kasus
lain, instrumen yang mengandung hak suara potensial dalam entitas asosiasi atau ventura
bersama dicatat sesuai dengan PSAK 55.
Paragraf 15 Kecuali investasi, atau bagian dari investasi, pada entitas asosiasi atau ventura
bersama diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58: Aset Tidak
Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan, investasi tersebut, atau sisa
kepentingan dalam investasi yang tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual,
diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
PENERAPAN METODE EKUITAS
Paragraf 16 Entitas dengan pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas investee
mencatat investasinya pada entitas asosiasi atau ventura bersama dengan menggunakan metode
ekuitas.
Pengecualian Penerapan Metode Ekuitas
Paragraf 18 - Ketika investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama dimiliki oleh atau
dimiliki secara tidak langsung melalui, entitas yang merupakan organisasi modal ventura atau
reksa dana, unit perwalian dan entitas serupa termasuk dana asuransi terkait investasi, entitas
dapat memilih untuk mengukur investasi pada entitas asosiasinya dan venturan bersama tersebut
pada nilai wajar melalui laba rugi sesuai dengan PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan
dan Pengukuran.
Paragraf 19 Ketika entitas memiliki investasi pada entitas asosiasi, yang sebagiannya dimiliki
secara tidak langsung melalui organisasi modal ventura, atau reksa dana, unit perwalian dan
entitas sejenis termasuk dana asuransi terkait investasi, entitas tersebut dapat memilih untuk
mengukur bagian dari investasi pada entitas asosiasi tersebut pada nilai wajar melalui laba rugi
sesuai dengan PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran terlepas dari apakah
organisasi modal ventura, atau reksa dana, unit perwalian dan entitas sejenis termasuk dana
4

asuransi terkait investasi, memiliki pengaruh signifikan atas bagian dari investasi tersebut. Jika
entitas membuat pilihan tersebut, maka entitas menerapkan metode ekuitas untuk setiap bagian
yang tersisa dari investasi pada entitas asosiasi yang tidak dimiliki melalui organisasi modal
ventura atau reksa dana, unit perwalian dan entitas sejenis termasuk dana asuransi terkait
investasi.
Klasifikasi sebagai Dimiliki untuk Dijual
Paragraf 20 Entitas menerapkan PSAK 58: Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan
Operasi yang Dihentikan untuk investasi, atau sebagian dari investasi pada entitas asosiasi atau
ventura bersama yang memenuhi kriteria untuk diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diijual.
Sisa bagian dari investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama yang belum diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk dijual dicatat dengan menggunakan metode ekuitas sampai pelepasan
bagian yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual terjadi. Setelah pelepasan terjadi
entitas mencatat bagian yang tersisa dalam entitas asosiasi atau ventura bersama sesuai dengan
PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran kecuali bagian yang tersisa tetap
menjadi entitas asosiasi atau ventura bersama, dalam kasus ini entitas menggunakan metode
ekuitas.
Paragraf 21 Ketika investasi, atau bagian dari investasi, pada entitas asosiasi atau ventura
bersama yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual tidak lagi memenuhi
kriteria untuk diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, investasi tersebut dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas secara retrospektif sejak tanggal klasifikasi sebagai dimiliki untuk
dijual. Laporan keuangan untuk periode sejak klasifikasi sebagai dimiliki untuk dijual harus
disesuaikan.
Penghentian Penggunaan Metode Ekuitas
Paragraf 22 Entitas menghentikan pengggunaan metode ekuitas sejak tanggal ketika
investasinya berhenti menjadi investasi pada entitas asosiasi atau ventua bersama sebagai
berikut:
(a) Jika investasi menjadi entitas anak, maka entitas mencatat investasinya sesuai dengan PSAK
22: Kombinasi Bisnis dan PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian.
(b) Jika sisa kepentingan dalam entitas asosiasi atau ventura bersama merupakan aset keuangan,

maka entitas mengukur sisa kepentingan tersebut pada nilai wajar. Nilai wajar dari sisa
kepentingan diianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal sebagai aset keuangan
sesuai dengan PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Entitas mengakui
(i)

laba rugi selisih antara :


Nilai wajar sisa kepentingan dan hasil dari pelepasan sebagian kepentingan pada entitas

asosiasi atau ventura bersama; dan


(ii)
Jumlah tercatat investasi pada tanggal penggunaan metode ekuitas dihentikan.
(c) Ketika entitas menghentikan penggunaan metode ekuitas, entitas mencatat seluruh jumlah
yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan
investasi tersebut menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika
investee telah melepaskan secara langsung aset dan liabilitas terkait.
Paragraf 23 Jika keuntungan atau kerugian yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan
komprehensif lain oleh investee akan direklasifikasi ke laba rugi pada saat pelepasan aset atau
liabilitas yang terkait, maka entitas mereklasifikasi keuntungan atau kerugian dari ekuitas ke laba
rugi (sebagai penyesuaian reklasifikasi) ketika penggunaan metode ekuitas dihentikan.
Perubahan dalam Bagian Kepemilikan
Paragraf 25 Jika bagian kepemilikan entitas pada entitas asosiasi atau ventura bersama
berkurang, tetapi entitas tetap menerapkan metode ekuitas, maka entitas mereklasifikasi ke laba
rugi proporsi keuntungan atau kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam penghasilan
komprehensif lain yang terkait dengan pengurangan bagian kepemilikan tersebut jika keuntungan
atau kerugian tersebut disyaratkan untuk direklasifikasikan ke laba rugi atas pelepasan aset atau
liabilitas yang terkait.
Prosedur Metode Ekuitas
Paragraf 26 Konsep yang mendasari prosedur yang digunakan dalam pencatatan perolehan
entitas anak digunakan dalam pencatatan untuk perolehan perubahan investasi pada entitas asoasi
atau ventura bersama.
Paragraf 27 Bagian kelompok usaha pada entitas asosiasi atau ventura bersama merupakan
pengabungan kepemilikan entitas induk dan entitas anaknya pada entitas asosiasi atau ventura
bersama tersebut.
Paragraf 28 Keuntungan dan kerugian yang dihasilkan dari transaksi hilir dan hulu antara
entitas (termasuk entitas anak yang dikonsolidasi) dan entitas asosiasinya atau ventura
bersamanya diakui dalam laporan keuangan entitas tersebut hanya sebesar bagian investor lain
dalam entitas asosiasi atau ventura bersama. Transaksi hilir adalah, sebagai contoh, penjualan
6

aset dari entitas asosiasi atau ventura bersama kepada investor. Transaksi hulu adalah, sebagai
contoh, penjualan atau kontribusi aset dari investor kepada entitas asosiasinya atau ventura
bersamanya. Bagian investor atas keuntungan atau kerugian entitas asosiasi atau ventura bersama
yang dihasilkan dari transaksi tersebut dieliminasi.
Paragraf 30 Kontribusi aset nonmoneter untuk entitas asosiasi atau ventura bersama dalam
pertukaran dengan kepemilikan ekuitas dalam entitas asosiasi atau ventura bersama dicatat
sesuai dengan paragraf 28, kecuali jika kontribusi tidak memiliki substansi komersial,
sebagaimana dijelaskan dalam PSAK 16: Aset Tetap. Jika kontribusi tidak memiliki substansi
komersial, maka keuntungan atau kerugian dianggap belum direalisasi dan tidak diakui kecuali
paragraf 31 juga diterapkan. Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi tersebut
dieliminasi dari investasi tercatat dengan menggunakan metode ekuitas dan tidak boleh disajikan
sebagai keuntungan atau kerugian tangguhan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
entitas atau dalam laporan posisi keuangan entitas yang di dalamnya investasi dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas.
Paragraf 32 Investasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas sejak tanggal investasi
tersebut memenuhi definisi entitas asosiasi atau ventura bersama. Pada saat perolehan investasi,
setiap selisih antara biaya perolehan investasi dengan bagian entitas atas nilai wajar neto aset dan
liabilitas teridentifikasi dari investee dicatat dengan cara sebagai berikut:
(a)

Goodwill yang terkait dengan entitas asosiasi atau ventura bersama termasuk dalam jumlah
tercatat investasi. Amortisasi goodwill tersebut tidak diperkenankan.

(b)

Setiap selisih lebih bagian entitas atas nilai wajar neto aset dan liabilitas teridentifikasi dari
investee terhadap biaya perolehan investasi dimasukkan sebagai penghasilan dalam
menentukan bagian entitas atas laba rugi entitas asosiasi atau ventura bersama pada periode
investasi diperoleh.

Penyesuaian terhadap bagian entitas atas laba rugi entitas asosiasi atau ventura bersama setelah
perolehan dilakukan untuk mencatat, sebagai contoh, penyusutan dari aset yang tersusutkan
berdasarkan nilai wajarnya pada tanggal perolehan. Serupa dengan hal tersebut, penyesuaian
terhadap bagian entitas atas laba rugi entitas asosiasi atau ventura bersama setelah perolehan
dilakukan untuk rugi penurunan nilai yang diakui oleh entitas asosiasi, misalnya goodwill atau
aset tetap.

Paragraf 33 Laporan keuangan terkini entitas asosiasi atau ventura bersama yang tersedia
digunakan oleh entitas dalam menerapkan metode ekuitas. Jika akhir periode pelaporan entitas
berbeda dengan entitas asosiasi atau ventura bersama, maka entitas asosiasi atau ventura bersama
menyajikan (untuk digunakan oleh entitas) laporan keuangan dengan tanggal yang sama dengan
laporan keuangan entitas, kecuali hal tersebut tidak praktis.
Paragraf 34 Ketika (sesuai dengan paragraf 32) laporan keuangan entitas asosiasi atau ventura
bersama yang digunakan dalam menerapkan metode ekuitas disusun berbeda dari tanggal entitas,
maka penyesuaian dilakukan terhadap dampak dari transaksi atau peristiwa signifikan yang
terjadi di antara tanggal laporan keuangan entitas asosiasi atau ventura bersama dengan tanggal
laporan keuangan entitas. Dalam setiap kasus, perbedaan antara akhir periode pelaporan entitas
asosiasi atau ventura bersama dengan akhir periode pelaporan entitas tidak boleh lebih dari tiga
bulan. Jangka waktu periode pelaporan dan setiap perbedaan antara akhir periode pelaporan
adalah sama dari periode ke periode.
Paragraf 35 Laporan keuangan entitas disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang
sama untuk transaksi dan peristiwa dalam keadaan serupa.
Paragraf 36 Jika entitas asosiasi atau ventura bersama menggunakan kebijakan akuntansi yang
berbeda dengan entitas untuk transaksi dan peristiwa dalam keadaan serupa, maka penyesuaian
dilakukan untuk menyamakan kebijakan akuntansi entitas asosiasi atau ventura bersama dengan
kebijakan akuntansi entitas ketika laporan keuangan entitas asosiasi atau ventura bersama
tersebut digunakan oleh entitas dalam menerapkan metode ekuitas.
Paragraf 37 Jika entitas asosiasi atau ventura bersama menerbitkan saham preferen kumulatif
yang dimiliki oleh pihak selain entitas dan diklasifikasikan sebagai ekuitas, maka entitas
menghitung bagiannya atas laba rugi setelah penyesuaian dividen atas saham tersebut, terlepas
apakah dividen tersebut telah atau belum diumumkan.
Paragraf 38 Jika bagian entitas terhadap rugi entitas asosiasi atau ventura bersama-sama
dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama, maka entitas
menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih lanjut. Kepentingan pada entitas asosiasi atau
ventura bersama adalah jumlah tercatat investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama
ditentukan dengan menggunakan metode ekuitas ditambah dengan setiap kepentingan jangka
panjang yang secara substansi membentuk bagian investasi neto entitas pada entitas asosiasi atau
ventura bersama. Sebagai contoh, suatu pos yang diselesaikan, baik tidak direncanakan ataupun
8

mungkin terjadi di masa depan yang dapat diperkirakan (foreseeable future), secara substansi
merupakan suatu perpanjangan investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Pos-pos
tersebut dapat termasuk saham preferen dan piutang atau pinjaman jangka panjang yang
diberikan tetapi tidak termasuk piutang dagang, utang dagang atau piutang jangka panjang
apapun dengan agunan yang memadai, seperti pinjaman yang diberikan dengan penjaminan.
Kerugian yang diakui dengan menggunakan metode ekuitas atas selisih lebih investasi entitas
pada saham biasa diterapkan untuk komponen lain dari bagian entitas pada entitas asosiasi atau
ventura bersama dalam urutan yang terbalik dengan senioritasnya (yaitu prioritas dalam
likuidasi).
Rugi Penurunan Nilai
Paragraf 40 Setelah menerapkan metode ekuitas, termasuk pengakuan kerugian entitas
asosiasi atau ventura bersama sesuai dengan paragraf 38, maka entitas menerapkan persyaratan
dalam PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran untuk menentukan apakah
diperlukan untuk mengakui tambahan rugi penurunan nilai dengan memperhatikan investasi neto
entitas pada entitas asosiasi atau ventura bersama.
Paragraf 41 Entitas juga menerapkan persyaratan dalam PSAK 55: Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran untuk menentukan apakah tambahan rugi penurunan nilai apapun
diakui dengan memperhatikan bagian entitas pada entitas asosiasi atau ventura bersama yang
bukan merupakan bagian dari investasi neto dan jumlah rugi penurunan nilai.
Paragraf 42 Karena goodwill yang membentuk bagian dari nilai tercatat investasi pada entitas
asosiasi atau ventura bersama tidak diakui secara terpisah, maka tidak dilakukan pengujian
penurunan nilai secara terpisah dengan menerapkan persyaratan pengujian penurunan nilai
goodwill dalam PSAK 48: Penurunan Nilai Aset. Sebagai gantinya, seluruh nilai tercatat
investasi diuji penurunan nilai berdasarkan PSAK 48 sebagai suatu aset tunggal, dengan
membandingkan antara jumlah terpulihkan (mana yang lebih tinggi antara nilai pakai dan nilai
wajar dikurangi biaya untuk menjual) dengan jumlah tercatatnya, kapanpun penerapan
persyaratan

dalam

PSAK

55:

Instrumen

Keuangan:

Pengakuan

dan

Pengukuran

mengindikasikan bahwa investasi mungkin telah mengalami penurunan nilai. Rugi penurunan
nilai yang diakui pada keadaan tersebut tidak dialokasikan pada setiap aset, termasuk goodwill,
yang membentuk bagian dari nilai tercatat pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Dengan
9

demikian, pembalikan dari penurunan nilai diakui sesuai dengan PSAK 48 sepanjang jumlah
terpulihkan dari investasi tersebut kemudian meningkat. Dalam menentukan nilai pakai investasi,
entitas mengestimasi:
(a)

bagiannya atas nilai kini arus kas masa depan estimasian yang diharapkan akan dihasilkan
oleh entitas asosiasi atau ventura bersama, termasuk arus kas dari operasional entitas
asosiasi atau ventura bersama dan hasil dari pelepasan investasi; atau

(b)

nilai kini arus kas masa depan estimasian yang diharapkan timbul dari dividen yang akan
diperoleh dari investasi dan pelepasan investasi.

Dengan asumsi yang tepat, kedua metode tersebut akan memberikan hasil yang sama.
Paragraf 43 Jumlah terpulihkan dari investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama
dinilai untuk setiap entitas asosiasi atau ventura bersama, kecuali entitas asosiasi atau ventura
bersama tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk dari pemakaian berkelanjutan yang
sebagian besar independen dari aset lain.

KOMENTAR
Menurut kelompok kami, PSAK 15 telah menerapkan Konsep Dasar Akuntansi dalam
peraturannya. Konsep dasar akuntansi yang diterapkan, antara lain :
Biaya
Cost)

Perolehan

(Historical

Prinsip ini menghedaki digunakannya harga perolehan dalka


mencatat aktiva, utang, modal dan biaya. Yang dimaksud
dengan harga perolehan adalah harga pertukaran yang
disetujui oleh kedua belah pihak yang tersangkut dalam
transaksi. Walaupun tedapat kesulitan sampai saat ini prinsip
biaya historis masih tetap berlaku karena data biaya historis ini
dianggap paling objektif.
10

Alasan :

Paragraf 10 - Dalam metode ekuitas, pengakuan awal


investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama diakui
sebesar biaya perolehan dan jumlah tercatat tersebut ditambah
atau dikurang untuk mengakui bagian investor atas laba atau
rugi investee setelah tanggal perolehan. Bagian investor atas
laba atau rugi investee diakui dalam laporan laba rugi investor.
Penerimaan distribusi dari investee mengurangi nilai tercatat
investasi. Penyesuaian terhadap jumlah tercatat tersebut juga
mungkin dibutuhkan untuk perubahan dalam proporsi bagian
investor

atas

investee

yang

timbul

dari

penghasilan

komprehensif lain investee. Perubahan tersebut termasuk


perubahan yang timbul dari revalusi aset tetap dan selisih
penjabaran valuta asing. Bagian investor atas perubahan
tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain investor
(lihat PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan).
Konservatisme / Konsep hati - Konsep ini menyatakan bahwa dalam keadaan ketidakpastian
hati (Conservatism).

akuntansi akan menentukan pilihan perlakuan atau tindakan


akuntansi yang didasarkan pada keadaan, harapan kejadian
atau hasil yang dianggap kurang menguntungkan.

Alasan :

Paragraf 23 - Jika keuntungan atau kerugian yang


sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain
oleh investee akan direklasifikasi ke laba rugi pada saat
pelepasan aset atau liabilitas yang terkait, maka entitas
mereklasifikasi keuntungan atau kerugian dari ekuitas ke laba
rugi (sebagai penyesuaian reklasifikasi) ketika penggunaan

Measusrement

metode ekuitas dihentikan.


Konsep ini menjelaskan bahwa akuntansi adalah sebagai alat
pengukuran

sumber-sumber

ekonomi

atau

Economic

Resources dan kewajiban (Liability) beserta perubahannya


yang terjadi akibat operasi perusahaan. Akuntansi mencoba
mengukur nilai suatu aset, kewajiban, modal, hasil, dan biaya.
Dalam prinsip diatur alat ukurnya adalah moneter.
11

Alasan

Paragraf

03 - Metode ekuitas adalah metode akuntansi

dimana investasi pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan


dan selanjutnya disesuaikan untuk perusahan pasca perolehan
dalam bagian investor atas aset neto investee.

Laba rugi

investor mencakup bagiannya tas penghasilan komprehensif


Pertimbangan

lain investee.
Konsep ini menjelaskan dalam menyusun laporan keuangan

(Judgement)

banyak diperlukan pertimbangan-pertimbangan akuntan atau


manajemen berdasarkan keahlian atau pengalaman yang
dimilikinya.

Alasan

Paragraf 05 - Jika entitas memiliki secara langsung maupun


tidak langsung 20% atau lebih hak suara investee, maka entitas
dianggap memiliki pengaruh signifikan, kecuali dapat
dibuktikan dengan jelas bahwa entitas tidak memiliki
pengaruh signifikan. Sebaliknya jika entitas memiliki, secara
langsung maupun tidak langsung kurangd ari 20% hak suara
investee, maka entitas dianggap tidak memiliki pengaruh
signifikan,

kecuali

pengaruh

signifikan

tersebut

dapat

dibuktikan dengan jelas. Kepemilikan substansial atau


mayoritas oleh investor lain tidak menghalangi entitas untuk
Periode Waktu

memiliki pengaruh signifikan.


Asumsi ini menyatakan bahwa laporan keuangan harus

(Time Periode)

disusun dan disajikan secara periodik. Asumsi ini diterapkan


karena perusahaan dianggap beroperasi secara terus menerus
dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Kalau ada pihak
pihak

yang

membutuhkan

informasi

mengenai

posisi

keuangan dan kinerja perusahaan, sebetulnya cara yang paling


akurat

adalah

dengan

menghentikan

aktivitas

operasi

perusahaan tersebut dalam jangka waktu tertentu.


Alasan :

Paragraf 34 Ketika (sesuai dengan paragraf 32) laporan


keuangan entitas asosiasi atau ventura bersama yang
digunakan dalam menerapkan metode ekuitas disusun berbeda
12

dari tanggal entitas, maka penyesuaian dilakukan terhadap


dampak dari transaksi atau peristiwa signifikan yang terjadi di
antara tanggal laporan keuangan entitas asosiasi atau ventura
bersama dengan tanggal laporan keuangan entitas. Dalam
setiap kasus, perbedaan antara akhir periode pelaporan entitas
asosiasi atau ventura bersama dengan akhir periode pelaporan
entitas tidak boleh lebih dari tiga bulan. Jngka waktu periode
pelaporan dan setiap perbedaan antara akhir periode pelaporan
adalah sama dari periode ke periode.

DAFTAR PUSTAKA
Ikatan Akuntan Indonesia. 2014. Standar Akuntansi Keuangan Per Efektif 1 Januari 2015.
Jakarta: Dewan Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan Indonesia

IMPLEMENTASI PENERAPAN PSAK 15


Kami mengambil contoh pada PT. Garuda Indonesia Persero, perusahaan ini menerapkan
PSAK 15 sebagai cara menyajikan investasinya pada entitas asosiasi dan ventura bersama,
dengan keterangan sebagai berikut pada Laporan Keuangan Auditan PT Garuda Indonesia Tahun
2013 :
Halaman 18 menerangkan bahwa PT Garuda Indonesia menerapkan
PSAK 15 (revisi 2013), Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama
PSAK 15 (revisi 2009), Investasi pada Entitas Asosiasi telah diubah namanya menjadi
PSAK 15 (revisi 2013), Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama. Ruang
lingkup standar revisi diperluas untuk mencakup entitas yang merupakan investor dengan
pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atau investee.
Penyajiannya adalah

13

Kemudian investasi pada entitas asosiasi dijabarkan pada poin 32m dimana disebutkan :
Investasi Pada Entitas Asosiasi m. Investments in Associates Entitas asosiasi adalah suatu
entitas dimana Grup mempunyai pengaruh yang signifikan dan bukan merupakan entitas anak
ataupun bagian partisipasi dalam ventura bersama. Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk
berpartipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee tetapi tidak
mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut.
(laporannya terlampir pada akhir Ringkasan Mata Kuliah ini)
Sumber : www.idx.co.id

14