Anda di halaman 1dari 3

RESUME ANFISTUMAN

BAB VII INTEGUMEN


Nama

: Dwi Surya Artie

NIM

: 1401037

Kelompok

: 12

(Halaman 217-219)
Lapisan Sub Kutan
Lepisan sub kutan merupakan lapisan yang terletak di bawah kulit, terdiri dari
jaringan ikat dan jaringan adiposa (lemak). Kulit menempel erat dengan lapisan sub kutan
karena serat serat dari dermis menembus masuk ke dalam lapisan sub kutan. Lapisan ini
bertanggung jawab dalam peran pigmentasi kulit dan juga dalam menjaga suhu tubuh,
membantu mencegah seseorang tidak mendapatkan terlalu panas atau terlalu dingin. Selain
itu dalam lapisan ini juga tempat kelenjar keringat berada sehingga, ketika tubuh
seseorang mulai panas, itu adalah sinyal dari jaringan yang menghasilkan keringat untuk
membantu menenangkan diri.
Warna Kulit
Warna kulit seseorang dipengaruhi oleh tiga faktor yang saling berinteraksi, faktor
faktor ini saling memengaruhi hasil dari warna kulit seseorang, diantaranya :

Kapiler darah yang ada di dalam dermis akan menyebabkan kulit berwarna

semu merah / agak kemerahan.


Pigmen karoten yang terutama ada di dalam dermis akan menyebabkan
kulit berwana kuning atau kejinggaan. Pigmen karoten ini banuak terdapat

pada pigmen kulit orang orang Asia.


Pigmen melanin yang terutama terdaoar pada bagian epidermis terbawah
menyebabkan kulit berwarna hitam gelap. Melanin ini diproduksi dari asam
aminno tyrosin dan terdapat pada lapisan stratum basalis (bagian terbawah
epidermis)

Sinar ultra violet dan MSH (melanocyt stimulating hormon) dari hypophyse diduga
mengaktifkan enzim- enzim pembentuk melanin, sehingga orang yang sering berjemur dan
menerima sinar ultraviolet kulitnya akan menghitam. Seseorang yang tidak mampu atau
kehilangan kemampuannya dalam memproduksi melanin disebut dengan keadaan albino,
kulitnya akan berwarna putih dan kadang kemerahan. Penyakit ini akan berpengaruh juga

terhadap warna iris mata dan warna rambut, karena pigmen tidak dihasilkan oleh seluruh
tubuh yang seharusnya memunculkan warna yang nampak pada permukaan tubuh.
Penyakit ini bersifat menurun.

Gambar 1. Struktur mikroskopis kulit manusia


Sidik Jari
Sidik jari merupakan bentuk dan gambaran khas yang dihasilkan dari tonjolan dan
lekukan yang ada pada permukaan kulit telapak, ujung jari tangan dan kaki, dan bentuk ini
diturunkan secara genetis. Setiap sidik jari seseorang akan berbeda dan tidak akan ada
perubahan bentuk sepanjang hidupnya. Sidik jari ini terbentuk sejak dari janin sewaktu
epidermis berkembang menyesuaikan diri dengan perkembangan tonjolan papila dermis.
10.2

Derivat Epidermis
Derivat epidermis merupakan struktur pada tubuh yang perkembangannya berasal

dari epidermis sewaktu janin. Diantaranya :


1. Rambut :
Rambut merupakan salah satu derivat epidermis pada manusia yang
tumbuh di seluruh permukaan kulit, kecuali pada telapak kaki, telapak
tangan dan bibir. Bagian bagiannya dibagi menjadi :

Gambar 2. Struktur mikroskopis rambut


a. Batang rambut : terdiri atas sel sel yang mengandung udara pada
rambut yang putih, terdapat zat keratin pada lapisan terluarnya.
b. Akar rambut : merupakan bagian rambut yang tertanam di dalam
kulit. Di sekelilingnya terdapat folikel rambut yang terdiri dari
lapisan epidermis. Ujung folikel membentuk papila yang berisi
pembuluh darah yang berperan dalam memberikan nutrien pada
rambut yang sedang tumbuh, papila akar rambut akan diselaputi
oleh satu lapisan sel sel germinal pembentuk sel sel rambut yang
baru. Folikel rambut terbentuk sewaktu janin berumur kurang lebih
4

bulan,

terbentuk

karena

pertumbuhan

ke

dalam

dari

epidermis.pada bayi yang baru lahir folikel rambut yang muncul


berbentuk halus dan disebut dengan lanugo. Selanjutnya lanugo ini
akan digantikan oleh rambut rambut yang lebih kuat dan kasar.
Rambut merupakan salah satu derivat epidermis pada manusia yang
tumbuh di seluruh permukaan kulit, kecuali pada telapak kaki, telapak
tangan dan bibir.
PERTANYAAN
1. Mengapa pada sidik jari sifatnya diturunkan secara genetis? Bagaimana prosesnya
sehingga dapat diturunkan secara genetis? (Dwi Surya Artie)