Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Negara kita memiliki berbagai jenis tanaman segar yang dapat
dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan dapat di ramu serta dapat langsung
dikonsumsi untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit . Di Indonesia,
sejarah mengenai obat tradisional tercatat pada abad ke-5 hingga ke-19. Untuk
pengobatan dan pencegahan penyakit obat tradisional memang menjadi pilihan
utama saat itu. Hal itu memang tidak mengherankan mengingat Indonesia
adalah salah satu pemilik tanaman obat terbesar di dunia. Sekitar 80 persen
tanaman segar yang dapat dimanfaatkan sebagai obat obatan tradisional yang
tumbuh di negeri ini. Indonesia memiliki sekitar 35 ribu jenis tanaman tingkat
tinggi, 3.500 di antaranya telah di laporkan sebagai tanaman obat.
Departemen Kesehatan R.I. mendukung pengobatan tradisional yang
berkembang di Indonesia terutama untuk mengantisipasi harga obat yang
mahal, untuk itu terbitlah Surat Keputusan Menteri Kesehatan Pembentukan
Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional .
Masyarakat sudah sejak lama mengenal daun sirih sebagai salah satu
obat tradisional yaitu bahan yang digunakan untuk menginang, Tradisi
mengunyah daun sirih pada penduduk di Desa Nanga Suhaid menggunakan
campuran bahan yang berisi gambir, kapur sirih serta biji pinang yang di
yakini mereka mampu memberikan manfaat bagi kesehatan giginya.
Menurut Dea (2006) khasiat daun sirih terhadap kesehatan gigi dan
mulut di antaranya untuk menguatkan gigi, menyembuhkan luka-luka kecil di
mulut, menghilangkan bau mulut, menghentikan pendarahan gusi serta sebagai
obat kumur. Berbeda dengan masyarakat tradisional ini masyarakat ini
cenderung mengonsumsi makanan yang manis dan cepat saji tanpa di dukung
oleh pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang memadai.

Departemen Kesehatan R.I. menyatakan bahwa penyakit gigi dan


mulut yang paling banyak di derita oleh masyarakat adalah masalah karies gigi
dan kelainan-kelainan di dalam rongga mulut. Dari data yang diperoleh
mengenai masalah karies gigi dan penyakit periodontal, bahwa 63% penduduk
Indonesia menderita karies gigi aktif dan 42% menderita penyakit periodontal
sedangkan kalimantan mempunyai angka lebih tinggi di banding daerah
lainnya yaitu dengan persentase 80,2% menderita karies gigi.
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melihat
perbedaan angka kejadian karies (DMF-T) pada perempuan penyirih dan tidak
penyirih di Desa Nanga Suhaid Kecamatan Kapuas Hulu, mengingat di daerah
ini sebagian dari masyarakat menjadikan daun sirih tidak hanya sebagai
campuran untuk menyirih tetapi sebagai pengganti makanan selingan yang
dapat mengenyangkan.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah perbedaan angka
kejadian karies (DMF-T) pada perempuan penyirih dan tidak penyirih di
Desa Nanga Suhaid Kecamatan Kapuas Hulu.
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan umum
Untuk mengetahui perbedaan angka kejadian karies (DMF-T)
pada perempuan penyirih dan tidak penyirih di DesaNanga
Suhaid Kecamatan Kapuas Hulu.
1.3.2 Tujuan Khusus
a. Untuk mendeskripsikan perbedaan angka kejadian karies
(DMF-T) pada perempuan penyirih.
b. Untuk mendeskripsikan perbedaan angka kejadian karies
(DMF-T) pada perempuan tidak penyirih.
c. Untuk menganalisa perbedaan angka kejadian karies (DMF-T)
pada perempuan penyirih dan tidak penyirih.
1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Bagi Penulis


Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan serta
wawasan penulis mengenai obat tradisional khususnya daun sirih
yang baik terhadap kesehatan gigi dan mulut.
1.4.2 Bagi Masyarakat
Memberikan pengetahuan serta informasi berupa manfaat
mengkonsumsi daun sirih terhadap kesehatan gigi dan mulut.
1.4.3 Bagi institusi pendidikan
Diharapkan dapat mendukung teori atau hasil penelitian
terdahulu

mengenai

topik

yang

sama,

sehingga

dapat

memberikan pandangan dan wawasan baru yang bermanfaat.


1.5 Ruang Lingkup Penelitian
1.5.1 Lingkup Masalah
Lingkup masalah dalam penelitian ini adalah ditekankan pada
perbedaan angka kejadian karies (DMF-T) pada perempuan
penyirih dan tidak penyirih.
1.5.2 Lingkup sasaran
Sasaran dalam penelitian ini adalah penduduk yang berada di
Desa Nanga Suhaid Kcematan Kapuas Hulu .
1.5.3 Lingkup metode
Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik.
1.5.4 Lingkup lokasi
Penelitian ini dilakukan di Desa Nanga Suhaid Kecamatan
Kapuas Hulu.
1.5.5 Lingkup waktu
Penelitian ini dilakukan pada tahun 2016