Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN IKTIOLOGI

PRAKTIKUM VI
SISTEM PENCERNAAN

OLEH :
NAMA

: SUPRIYADI

STAMBUK

: I1A5 15 093

JURUSAN

: ABP A

KELOMPOK

: I (SATU)

ASISTEN PEMBIMBING

: - VIVI AVISHA ALDAR


- LA ASRIN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN


UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016

I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Iktiologi dalam dunia perikanan ini kita dituntun untuk mempelajari
tentang bagaimana kita mempelajari tingkah laku ikan sampai dengan bagaimana
ikan tersebut memiliki nilai ekonomis. Setelah kita mengetahui ilmu iktiologi,
Selanjutnya kita mempelajari tentang apa itu ikan. Ikan adalah hewan vertebrata
(bertulang belakang) dan poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air baik
air tawar maupun air laut. Bernafas dengan insang maupun alat bantu pernafasan
dengan spesies ikan tertentu dan bergerak menggunakan sirip untuk menjaga
keseimbangan tubuhnya sehingga tidak tergantung pada arus atau gerakan air
yang disebabkan oleh arah angin.
Dalam pembahasan ini kita dituntun untuk mengetahui pencernaan ikan
yang

disebut

dengan

sistem

pencernaan.

Berdasarkan

pernyataan

(Burhanudin, 2008). Pencernaan merupakan alat untuk menghancurkan makanan


menjadi zat yang terlarut sehingga makanan tersebut mudah diserap dan kemudian
digunakan dalam proses metabolisme. Alat pencernaan dalam ikan berhubungan
erat dengan jenis makanan yang dimakan sehingga terdapat beberapa adaptasi alat
pencernaan makanan terhadap makanannya yang dapat digunakan juga untuk
membedakan spesies satu dengan yang lainnya.
Oleh karena itu alat pencernaan pada ikan meliputi; mulut dan rongga
mulut,faring,esopagus,lambung,pilorus,usus dan anus yang bekerja setiap saat saat
ikan mencari ikan dan mencernanya.

B. Tujuan dan Manfaat


Tujuan dari praktikum ini yaitu mengenal bagian-bagian alat pernapasan
ikan (insang) serta fungsi-fungsi insang tersebut pada ikan yang dipraktekkan.
Manfaat dari pratikum ini yaitu agar mahasiswa dapat
mengenal bentuk dan letak bagian alat pencernaan makanan pada ikan serta
mengetahui fungsi dan peranan yang sesuai dengan letak atau
posisi dan fungsinya di dalam tubuh ikan.

II. TINJAUAN PUSTAKA


A. Klasifikasi
1. Ikan layang (Decapterus russelli)
Klasifikasi dari Ikan Layang (D. russelli), menurut Chairitia (2008) adalah
sebagai berikut :
Kingdom

: Animalia

phylum

: Chordata

Class : actinopterygii
Order

: Percomorphi
Family : Carangidae
Genus

: Decapterus
Species : Decapterus Russelli

Gambar 1. Ikan Layang (D. russelli)


(Sumber: Dok. Pribadi, 2016)

2. Ikan Timun (Lutjanus Kasmira)


Klasifikasi dari Ikan Timun (L. kasmira), menurut Hastuty, (2014) adalah
sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Osteichthyes
Order : Perciformes
Family : Lutjanidae
Genus : Lutjanus
Species : Lutjanus Kasmira

Gambar 2. Ikan Timun (L.kasmira)


(Sumber: Dok. Pribadi,2016).

B. Morfologi dan Anatomi


Diskripsi ikan layang biasa (D. russelli), badan memanjang, agak gepeng.
Dua sirip punggung.Sirip punggung pertama berjari-jari keras 9 (1 meniarap + 8
biasa), sirip punggung kedua berjari jari keras 1 dan 30 32 lemah. Sirip dubur
berjari-jari keras 2 (lepas) dan 1 bergabung dengan 22 27 jari sirip lemah.
Baik di belakang sirip punggung kedua dan dubur terdapat 1 jari-jari sirip
tambahan (finlet) termasuk pemakan plankton, diatomae, chaetognatha,
copepoda, udangudangan, larva-larva ikan,juga telur-telur ikan teri (Stolephorus
sp.). Hidup di perairan lepas pantai, kadar garam tinggi membentuk gerombolan
besar. Dapat mencapai panjang 30 Cm, umumnya 20 25 cm. Warna: biru
kehijauan, hijau pupus bagian atas, putih perak bagian bawah (Prihartini, 2006).
Sedangkan Tubuh ikan Timun (L. Kasmira) memiliki badan compressed
kepala curam miring, dan memiliki kedudukan tulang penutup insang berkembang
dengan baik dan knobWarnanya mungkin fitur yang paling diagnostik ikan,
terutama ketika hidup atau segar dari air. Bagian belakang dan sisi ikan berwarna
kuning cerah, dengan sisi yang lebih rendah dan bawah kepala memudar menjadi
putih. Empat garis-garis biru terang berjalan longitudinal di sisi ikan, dengan
beberapa garis-garis abu-abu samar di bagian paling bawah dari sisi. Kebanyakan
sirip berwarna kuning (Neviaty, dkk., 2011).
C. Habitat dan Penyebaran
Ikan layang (D.ruselli) memiliki badan memanjang dan agak gepeng, serta
memiliki sirip punggung dua, Ikan ini tidak memiliki gigi pada rahang atas.
Tubuhnya berwarba biru kehijauaan sampai kehitaman pada bagian atas dan putih
keperakan pada bagian bawah dengan panjang tubuh mencapai 28cm.

Sirip ekor berwarna kuning kehitaman dan sirip lainnya berwarna putih
kehitaman. Ikan jenis ini juga memiliki bintik hitam kecil pada garis tepi
operculum (Torani, 2013).
Ikan timun (L. kasmira)adalah salah satu spesies paling luas dari
Lutjanidae, mulai dari pantai Mesir berbatasan dengan Laut Merah, selatan ke
Madagaskar dan timur ke India, Cina, Asia Tenggara, Australia, dan sejumlah
pulau-pulau Pasifik. Habitat yang disukai dari spesies ini, pada substrat berpasir,
sedangkan ikan yang lebih besar lebih soliter , dan mendiami terumbu mendalam
(Neviaty, dkk., 2011).
D. Fisiologi dan Reproduksi
Ikan layang (D. russelli) termaksud jenis ikan stenohaline, hidup di
perairan lepas pantai yang berkadar garam tinggi (31-35 %), pada kedalaman 5075 m, tetapi pada musim kemarau panjang hanya pada kedalaman 30-40 m. Ikan
layang sering membuat gerombolan besar, menyebar di laut jawa, selat makasar,
selat Kalimantan, selat malaka, laut flores, dan selat bali, masuk kelaut jawa dari
samudra pasifik pada awal musim timur mengikuti aliran air laut berkadar garam
tinggi, pada musim barat arus laut berkadar garam rendah maka ikan layang akan
akan bergerak ke timur

dari laut cina selat,

melalui selat Kalimantan

(Elieserdkk., 2015).
Reproduksi ikan timun (L. kasmira) dengan cara ovipar (bertelur),Ikan ini
biasanya bertelur dengan cara menyipan telur di karang atau disekitar karang, ikan
ini bereproduksi pada musim semi di dasar perairan berbatu (Terumbu karang),
pemijahan ikan ini di daerah tropis pada umumnya terjadi setiap saat dan dapat
terjadi sepanjang tahun (Neviaty, dkk., 2011).

E. Makanan dan Kebiasaan Makan

Secara biologi ikan layang merupakan plankton feeder atau pemakan


plankton kasar yang terdiri dari organisme pelagis meskipun komposisinya
berbeda masing-masing spesies copepoda, diatomae,larva ikan. Sumber daya
tersebut bersifat multispecies yang saling berinteraksi satu sama lain baik secara
biologis ataupun secara teknologis melalui persaingan (competition) dan atau
antar hubungan pemangsaan (predatorprey relationship).Secara ekologis sebagian
besar populasi ikan pelagis kecil termasuk ikan layang menghuni habitat yang
relatif sama, yaitu di permukaan dan membuat gerombolan di perairan
lepas pantai , daerah-daerah pantai laut dalam , kadar garam tinggi dan sering
tertangkap secara bersama (Prihartini, 2006).
Ikan timun (L. kasmira) adalah jenis ikan yang termaksud jenis ikan buas
yang dimana makananya ikan-ikan kecil, crustasea dan inverterbrata dasar. Yang
dimana makanan merupkan faktor yang menentukan bagi populasi pertumbuhan
dan kondisi ikan disuatu perairan. Di alam terdapat berbagai jenis makanan yang
tersedia

bagi

ikan

sesuai

habitatnya

atau

lingkungan

hidupnya

(Neviaty, dkk., 2011).


F. Nilai Ekonomis
Ikan Layang selain mempunyai nilai ekonomis penting di Jawa dan
Sulawesi, dagingnya memiliki tekstur yang kompak dengan citarasa yang
banyak digemari orang, sehingga dapat menjadi salah satu sumber pemenuhan
protein hewani bagi rakyat,ikan layang khususnya menduduki peringkat tertinggi
baik dari segi persediaan maupun hasil penjualan, karena ikan ini dikonsumsi
oleh hampir seluruh lapisan masyarakat.Kenyataan menunjukkan bahwa dari

hasil tangkapan nelayan tradisional, penjualan ikan layang menempati jumlah


lebih banyak dibanding penjualan ikan lainnya.
memiliki kandungan protein yang tinggi

Daging

ikan

layang

yang merupakan sumber nutrisi

yang penting bagi pertumbuhan bakteri (Nento, 2013).


Ikan timun merupak jenis ikan karang komsumsi, jenis ikan merupakan
salah satu jenis ikan ekonomis penting di dapatkan di dasar laut, di sekitaran
karang dan biasanya berbentuk bergerombolan, namun untuk saat ini ikan lutjanus
kasmira termaksud jenis ikan yang tidak boleh diimpor, tujuannya supaya
kelestarian ikan ini tetap terjaga (Hastuty, 2014).
G. Sistem Pencernaan
Pencernaan makanan mempunyai fungsi utama dalam menghancurkan
makanan sehingga makanan tersebut mudah diserap dan bisa digunakan dalam
proses metabolisme. Proses pencernaan terjadi dalam dua bentuk, yaitu secara
fisik yang tidak memerlukan enzim dan secara kimiawi yang dibantu dengan
enzim (Burhanudin, 2008).
Organ pencernaan pertama yang berhubungan dengan langsung dengan
makanan adalah mulut. Letak mulut suatu spesies ikan akan berbeda dengan
spesies ikan lainnya meskipun pada umumnya mulut ikan secara keseluruhan
terletak pada bagian ujung posterior kepala. Adapun menurut tipenya mulut
pada ikan terdiri atas beberapa tipe yakni tipe terminal (mulut terletak ditengah
anterior kepala, di ujung hidung), subterminal (mulut terletak pada bagian ujung
depan kepala) superior, inferior (mulut terletak pada bagian bawah atau ventral
kepala) (Rahardjo, 2011).

III. METODE PRAKTIKUM


A. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakukan pada hari Sabtu tanggal 01 Oktober 2016, pada
pukul 16:00-18:00 WITA. Yang bertempat di Laboratorium: Oseanografi, GIS,
dan Remote Sensing, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu
Oleo, Kendari.
B. Alat dan Bahan.
Tabel 1. Alat dan Bahan serta Kegunaanya Pada Praktikum Sistem Pernapasan.
N Alat dan Bahan
Satua
Kegunaan
o
n
A. Alat
- Pisau bedah
Buah
Memotong objek pengamatan
- Pingset
Buah
Memisahkan objek pengamatan
- Mistar
Cm
Mengukur objek pengamatan
- Kertas HVS
Lemba
Alas objek pengamatan
r
- Baki
Buah
Wadah objek pengamatan
- Tissue
Buah
Membersihkan objek pengamatan
- Kamera Hp
Buah
Mengambil gambar objek pengamata
n
- Kaca pembesar
Buah
Memperbesar objek pengamatan
- Alat tulis
Buah
B. Bahan
- Ikan layang
Ekor
Objek pengamatan
(D.russelli)
- Ikan timun
Ekor
Objek pengamatan
(L.kasmira)
- Alkohol 70%
Liter
Membersihkan wadah praktikum
- Tissue
Buah
Membersihkan objek pengamatan

C. Prosedur Kerja
Prosedur kerja pada sistem pencernaan yaitu sebagai berikut :
-

Menyiapkan preparat (ikan beberapa jenis), yang berukuran besar agar


mudah diamati dan terdiri atas beberapa jenis ikan.

- Menyiapkan Baki, HVS, Mistar dan peralatan lainnya.


-

Meletakkan ikan diatas papan preparat, lalu mengamati bagian-bagian sistem


pernapasan, dilakukan pemotongan pada kulit ikan agar organ dalam ikan dapat

dilihat lebih dekat dan di amati.


Melihat lebih dekat bentuk pencernaan pada ikan serta letak organ pencernaan

tersebut.
Mengukur panjang pencernaan pada ikan.
Mengetahui bentuk-bentuk pencernaan pada ikan.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Pengamatan
1. Hasil Pengamatan Sistem Pencernaan Ikan layang (D. russelli)
Keterangan :
1. Mulut
2. Esofalus
3. Insang
4. Seka
5. Lambung
6. Rectum
7. Usus
8. Anus

Gambar 1. Sistem pencernaan Ikan layang (D. russelli)


2. Hasil Pengamatan Sistem Pencernaan Ikan timun (L. Kasmira)
Keterangan :
1. Mulut
2. Esofalus
3. Insang
4. Seka
5. Lambung
6. Rectum
7. Usus
8. Anus

Gambar 2. Sistem pencernaan Ikan timun (L. kasmira)

Tabel 2. Hasil pengamatan pada sistem pencernaan


No.
Parameter
Ikan 1
1.
Panjang saluran pencernaan 17 cm
2.
Panjang usus
7,5cm
3.
Panjang lambung
1 cm

Ikan 2
14 cm
4 cm
1,5 cm

Keterangan :
1. Ikan 1 : ikan Layang (D. russelli)
2. Ikan 2 : ikan Timun (L. kasmira)
B. Pembahasan
Pada umumnya Saluran Pencernaan (Tractus digestivus) pada ikan yang
berawal dari mulut berfungsi untuk menghancurkan makanan mejadi zat yamg
mudah terlarut sehingga makanan tersebut mudah dicerna dan diserap pada tubuh
ikan sehingga makanan tersebut dapat diolah didalam proses metabolisme.
Sesuai dengan pernyataan (Burhanudin, 2008). langkah proses pencernaan
makanan pada ikan dimulai dari mulut dan rongga mulut, kemudian makanan
digiling menjadi kecil-kecil oleh gigi dan dibasahi oleh saliva, Saliva adalah suatu
cairan oral yang kompleks dan tidak berwarna yang terdiri atas campuran sekresi
dari kelenjar ludah besar dan kecil yang ada pada mukosa oral. Saliva dapat
disebut juga kelenjar ludah atau kelenjar air liur. selanjutnya disalurkan melalui
faring dan esophagus, Pencernaan di lambung dan usus halus, dalam usus halus
diubah menjadi asaam-asam amino, monosakarida, gliserida dan unsur-unsur
dasarnya yang lain, absorbsi air dalam usus besar: akibatnya isi yang tidak dicerna
menjadi setengah padat (veses), kemudian veses dikeluarkan dari dalam tubuh
melalui kloaka (bila ada) kemudian ke anus ikan tersebut.
Berdasarkan hasil pengamatan sistem pencernaan pada pada ikan Layang
(D.russelli), ikan Layang (D.russelli) memiliki 17 cm panjang saluran

pencernaan, 7,5 cm panjang usus, dan 1,5 cm panjang lambung dan pada ikan
timun memiliki 14 cm panjang saluran pencernaan, 4 cm panjang usus serta 1,5
panjang lambung. Oleh karena itu, pada ikan yang diamati ada perbedaan dalam
hal organ pencernaan, yaitu saluran pencernaan ikan layang lebih panjang dari
ikan timun maka disimpulkan bahwa ikan layang memiliki usus hewan herbivora
dan timun karnivora karena pada hewan herbivora memiliki usus yang lebih
panjang dari tubuhnya sedangkan karnivora memiliki usus yang lebih pendek dari
panjang tubuhnya.
Pengamatan Sistem pencernaan ikan layang (D.russelli) dan ikan
Timun (L.kasmira) ialah alat pencernaan dalam ikan berhubungan erat dengan
jenis makanan yang dimakan sehingga terdapat beberapa adaptasi alat pencernaan
makanan terhadap makanannya yang dapat digunakan juga untuk membedakan
spesies satu dengan yang lainnya. Proses pencernaan dibagi dalam dua bentuk
yaitu

secara fisik (terutama dalam rongga mulut dan lambung) dan secara

kimiawi (terutama dalam lambung dan usus). Adapun alat pencernaan yang sering
mendapatkan modifikasi atau perubahan dalam tubuh ikan yaitu mulut,bibir,gigi
dan lambung.

V. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Berdasarkan pengamatan dan pembahasan yang telah dilakukan maka
dapat disimpulkan yaitu: sistem pencernaan pada ikan secara umum mulai dari
pertama meliputi mulut dan rongga mulut, faring, esopagus, lambung, pilorus,
usus dan anus. Fungsi utama alat pencernaan ialah menghancurkan zat makanan
yang terlarut sehingga makanan tersebut mudah di serap dan di cerna oleh ikan.
B. Saran
Sebaiknya dilakukan pengamatan dan memahami materi sebelum masuk
melakukan praktikum hal yang dilakukan harus lebih teliti agar praktikum
berjalan dengan tertib dan sesuai peraturan.

DAFTAR PUSTAKA

Nadia. L. A. R. 2014. Buku ajaran ichtyologi,. Falkultas Perikanan dan Ilmu


kelautan Universitas Haluoleo. Kendari. 95-102 hal.
Neviaty., Riska., Partono P., dan Arman A. 2011. Ilmu dan teknologi kelautan
tropis. Program Studi ilmu kelautan, Falkultas Perikanan Institut
Pertanian Bogor. Bogor. 430 hal.
Rahardjo, M.F. dan Sulistiono. 2004. Fisiologi Ikan, Pencernaan dan Penyerapan
Makanan. Bogor : Institut Pertanian Bogor. 215 hal.
Torani,

2013. Distribusi ikan layang (decapterus sp) hubungannya


dengan kondisi oseanografi di perairan kabupaten pangkep, sulawesi
selatan. Makassar : Universitas Hasanuddin.Makassar. 07 hal.