Anda di halaman 1dari 10

I.

PREFORMULASI
I.1.

Nama zat aktif : Metoprolol Tartrate


Struktur
: (C15H25NO3)2,C4H6O6

Pemerian

: Putih atau hamper putih, serbuk Kristal atau


Kristal tak berwarna
Kelarutam : Sangat larut dalam air; mudah larut dalam etanol.
Titik Leleh :
PH
: 6.0-7.0
Sedaan yang ada di pasaran: Tablet dan injeksi
Dosis yang ditentukan
: 200mg
Penggunaan terapi
: Hipertensi
I. 2.

Informasi Aspek Farmakologi


Indikasi
: Hipertensi, Aritmia, Angina, Profilaksis
Migrain, Tirotoksikosis.
Kontra Indikasi
: Penderita dengan bradikardi yang nyata,
syok kardiogenik, dan gagal jantung berat, penderita dengan
riwayat nronchospasme atau asma, pasien dengan frekuensi denyut
jantung < 45 denyut/ menit, blockade jantung ledua dan ketiga,
(interval P-R 0,24 detik), tekanan darah sistolik <100 denyut/menit
atau gagal jantung sedang sampai berat.
Dosis
: hipertensi, dosis awal 100mg sehari dalam
dosis tunggal atau dosis terbagi, dosis pemeliharaan 100-200mg
sehari 1-2 dosis; Angina, 50-100 mg 2-3 kali sehari; Aritmia,
biasanya 50 mg 2-3 kali sehari; bila perlu sampai dengan 300 mg
sehari dalam dosis terbagi; Profilaksis migren, 100-200 mg sehari
dalam dosis terbagi; Tirotoksikosis, (tambahan), 50 mg 4 kali
sehari.
Mekanisme kerja
: Penghambat reseptor beta adrenergic
- Efek antagonis kompetetif trhadap katekolamin pada tempattempat neuron adrenergic di perifer (terutama dijantung) yang
menyebabkan turunnya kardiak output.
- Efek sentral meyebabkan berkurangnya aliran simpatis ke aringan
perifer
- Supresi a
tifitas renin
Efek samping
:

- Lelah, sakit kepala, kram otot, depresi, kekacauan mental,


insomnia, halusinasi.
- Bradikardia, aritmia, udem.
- Mual, muntah, nyeri abdomen, diare atau konstipasi.
- Gatal atau kemerahan
- Gangguan konduksi bronkospasme.
I. 3. Zat Tambahan
Croscarmellose sodium
Rumus Kimia
: CH2 - COOH
Pemerian
: Tidak berbau; putih atau putih ke abu-abuan;
serbuk.
Kegunaan
: Disintegran (0,5-5,0%)
pH
: 5,0-7,0
Stabilitas
: Stabil meskipun bahan higroskopis.
Inkompatibel
:(Hope,2009)
Chitosan
Pemerian
Kegunaan
pH
Stabilitas
Inkompatibel
(Hope,2009)

: Tak berbau, berwarns putih


: Pengikat
: <6,5
: Stabil pada suhu ruang
: Inkompatibel dengan oksidator kuat

Xylitol
Rumus Kimia
Pemerian
Kegunaan
pH
Stabilitas
Inkompatibel
(Hope,2009)

: C5H12O5
: Sebuk putih; manis.
: Pengisi
: 5,0-7,0
: Tahan panas, stabil selama 3 tahun (25oC)
: Inkompatibel dengan oksidator kuat

Sodium Benzoate
Rumus Kimia : C7H5NaO2
Pemerian
: Granul atau kristal putih; sedikit higroskopik;
tidak berbau; nau benzoin lemah; manis rasa menyenangkan;
mengandung rasa garam.
Kegunaan
: Lubricant (0,02-0,5%)
pH
: 8.0

Stabilitas
dan filtrasi.

: Larutan encer dapat disterilkan dengan autoklaf

Inkompatibel
: Inkompatibel dengan gelatin, asam besi, garam
kalsium, dan garam dari logam berat, dan merkuri.
(Hope,2009)

Mg Silicate
Rumus Kimia : MgO_SiO2_xH2O
Pemerian
: Tak berwarna dan berasa, serbuk putih.
Kegunaan
: Glidan
pH
: 7,0
Stabilitas
: disimpan dalam wadah tertutup dan pada tempat
yang sejuk.
Inkompatibilitas : Mengurangi bioavabilitas dari sucralvate,
tetrasiklin, paracetamol. Menonaktifkan antimikroba.
(Hope,2009)

II.

Formulasi/ teknik pembuatan


Bobot per tablet
: 400 mg
R/
Metoprolol Tartate
200 mg
Croscarmellose Sodium
3%
Chitosan
5%
Sodium Benzoate
0,5%
Magnesium Silicate
8%
Xylitol
q.s.
a. Formulasi yang akan dibuat: Tablet
b. Metoda yang digunakan
: Granulasi kering
Alasan: Zat aktif berbentuk Kristal, sehingga tidak memungkinkan
untuk dibuat dengan metode kempa langsung, Granulasi kering
dipilih karena lebih praktis bila dibandingkan dengan granulasi
basah karena tidak memerlukan proses pengeringan.

III.

Perhitungan
a. Kekuatan sediaan : 200 mg
b. Bobot per tablet : 400mg
c. Jumlah tablet
: 75.000
III.1.
Untuk tiap tablet
1. Fasa Dalam :
Metoprolol Tartate

200 mg

Croscarmellose sodium
3
400 mg=12mg
100
Chitosan
5
400 mg=20 mg
100
Xylitol
2. Fasa Luar
Mg Silicate

134mg
:

8
400 mg=32 mg
100
0,5
400 mg=2 mg
100

Sodium Benzoate

III.2.

III.3.
IV.

V.

Penimbangan
:
Metoprolol Tartate
Croscarmellose sodium
Chitosan
Mg Silicate
Sodium Benzoate
Xylitol

0,200g x 75.000= 15.000g


0,012g x 75.000= 900g
0,020g x 75.000= 1.500g
0,032g x 75.000= 2.400g
0,002g x 75.000= 150g
0,134g x 75.000= 10.050g

Bobot granul teoritis : 30.000g

Prosedur pembuatan
1. Ayak bahan dan timbang bahan satu per satu.
2. Campurkan bahan-bahan fase dalam dan setengah fase luar, kemudian
slugging.
3. Granulasi dan ayak dengan mesh no. 40, campurkan sisa fase luar.
4. Lakukan evaluasi laju alir dan kompresibilitas.
5. Cetak tablet apabila evaluasi memenuhi syarat.
6. Lakukan evaluasi kekerasan tablet, friabilitas, friksibilitas,
keseragaman ukuran, keseragaman bobot, uji desintegrasi, dan uji
disolusi.
7. Pengemasan.
Evaluasi yang dilakukan
1. Laju Aliran
a. Metode corong

Mengukur kecepatan aliran granul menggunakan corong


getar. Menggunakan corong yang dipasang pada statif yang
diletakkan dengan ketinggian tertentu. Awalnya granul ditimbang,
berat granul dicatat sebagai m. Lalu granul tersebut dialirkan
melalui corong dan ditampung pada bagian bawahnya. Waktu yang
diperlukan granul untuk melewati corong dicatat sebagai t.
b. Metode sudut istirahat ()
Masukkan 100 g granul (tutup bagian bawah corong) kemudian
tampung granul di atas kertas grafik. Hitung . Jika

Sifat alir
25 30
sangat mudah mengalir
30 40
mudah mengalir
40 45
mengalir
>45
kurang mengalir
Menggunakan corong yang dipasang pada statif yang diletakkan
dengan ketinggian tertentu. Kemudian granul dialirkan melalui
corong dan ditampung pada bagian bawahnya. Gundukan yang
tertampung lalu diukur tinggi (dicatat sebagai h) dan diameternya
(dicatat sebagai d).
2. Kompresibilitas
Merupakan pengukuran persen kemampatan. Pada uji ini
menggunakan gelas ukur bervolume besar, kemudian seluruh granul
dimasukkan ke dalam gelas ukur. Tinggi awal granul dicatat,
kemudian gelas ukur diketuk-ketukkan sebanyak 500 kali ketukan
dengan kecepatan konstan. Tingginya lulu diukur lagi dan dicatat
Diukur persen (%) kemampatan (K) dengan rumus :
% K = BJ mampat Bj nyata x 100%
Bj mampat
% K = 5-15 % aliran sangat baik
16-25% aliran baik
>/ 26% aliran buruk
3. Keseragaman Bobot
Keseragaman sediaan dapat ditetapkan dengan salah satu
dari dua metode, yaitu keseragaman bobot atau keseragaman
kandungan. Persyaratan ini digunakan untuk sediaan mengandung
satu zat aktif dan sediaan mengandung dua atau lebih zat aktif.
Persyaratan keseragaman bobot dapat diterapkan pada
produk kapsul lunak berisi cairan atau pada produk yang
mengandung zat aktif 50 mg atau lebih yang merupakan 50% atau
lebih, dari bobot, satuan sediaan. Persyaratan keseragaman bobot
dapat diterapkan pada sediaan padat (termasuk sediaan padat steril)

tanpa mengandung zat aktif atau inaktif yang ditambahkan, yang


telah dibuat dari larutan asli dan dikeringkan dengan cara
pembekuan dalam wadah akhir dan pada etiket dicantumkan cara
penyiapan ini.
Tablet tidak bersalut harus memenuhi syarat keseragaman
bobot yang ditetapkan sebagai berikut: Timbang 20 tablet, hitung
bobot rata rata tiap tablet. Jika ditimbang satu persatu, tidak
boleh lebih dari 2 tablet yang masing masing bobotnya
menyimpang dari bobot rata ratanya lebih besar dari harga yang
ditetapkan kolom A, dan tidak satu tablet pun yang bobotnya
menyimpang dari bobot rata ratanya lebih dari harga yang
ditetapkan kolom B. Jika tidak mencukupi 20 tablet, dapat
digunakan 10 tablet; tidak satu tabletpun yang bobotnya
menyimpang lebih besar dari bobot rata rata yang ditetapkan
kolom A dan tidak satu tabletpun yang bobotnya menyimpang
lebih besar dari bobot rata rata yang ditetapkan kolom B.
Penyimpanan bobot rata-rata (%)
Bobot rata-rata
A
B
25 mg atau kurang
15 %
30%
26 mg s/d 150 mg
10 %
20 %
151 s/d 300 mg
7,5 %
15 %
Lebih dari 300 mg
5%
10 %
Untuk penetapan keseragaman sediaan dengan cara
keseragaman bobot, pilih tidak kurang dari 30 satuan, dan lakukan
sebagai berikut untuk sediaan yang dimaksud. Untuk tablet tidak
bersalut, timbang saksama 10 tablet, satu per satu, dan hitung
bobot rata-rata. Dari hasil penetapan kadar, yang diperoleh seperti
yang tertera dalam masing-masing monografi, hitung jumlah zat
aktif dari masing-masing dari 10 tablet dengan anggapan zat aktif
terdistribusi homogen.
Kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi,
persyaratan keseragaman dosis dipenuhi jika jumlah zat aktif
dalam masing-masing dari 10 satuan sediaan seperti yang
ditetapkan dari cara keseragaman bobot atau dalam keseragaman
kandungan terletak antara 85,0% hingga 115,0% dari yang tertera
pada etiket dan simpangan baku relatif kurang dari atau sama
dengan 6,0%.
Jika 1 satuan terletak di luar rentang 85,0% hingga 115,0%
seperti yang tertera pada etiket dan tidak ada satuan terletak antara
rentang 75,0% hingga 125,0% dari yang tertera pada etiket, atau
jika simpangan baku relatif lebih besar dari 6,0% atau jika kedua
kondisi tidak dipenuhi, lakukan uji 20 satuan tambahan.

Persyaratan dipenuhi jika tidak lebih dari 1 satuan dari 30 terletak


diluar rentang 85,0% hingga 115,0% dari yang tertera pada etiket
dan tidak ada satuan yang terletak di luar rentang 75,0% hingga
125,0% dari yang tertera pada etiket dan simpangan baku relatif
dari 30 satuan sediaan tidak lebih dari 7,8%.
4. Uji Kekerasan
Uji kekerasan tablet dapat didefinisikan sebagai uji
kekuatan tablet yang mencerminkan kekuatan tablet secara
keseluruhan, yang diukur dengan memberi tekanan terhadap
diameter tablet. Tablet harus mempunyai kekuatan dan kekerasan
tertentu serta dapat bertahan dari berbagai goncangan mekanik
pada saat pembuatan, pengepakan dan transportasi. Alat yang biasa
digunakan adalah hardness tester. Kekerasan adalah parameter
yang menggambarkan ketahanan tablet dalam melawan tekanan
mekanik seperti goncangan, kikisan dan terjadi keretakan talet
selama pembungkusan, pengangkutan dan pemakaian. Kekerasan
ini dipakai sebagai ukuran dari tekanan pengempaan.
Alat yang dapat digunakan untuk mengukur kekerasan
tablet diantaranya Monsanto tester, Pfizer tester, dan Strong cobb
hardness tester. Faktor-faktor yang mempengaruhi kekerasan tablet
adalah tekanan kompresi dan sifat bahan yang dikempa. Kekerasan
ini dipakai sebagai ukuran dari tekanan pengempaan. Semakin
besar tekanan yang diberikan saat penabletan akan meningkatkan
kekerasan tablet. Pada umumnya tablet yang keras memiliki waktu
hancur yang lama (lebih sukar hancur) dan disolusi yang rendah,
namun tidak selamanya demikian. Pada umumnya tablet yang baik
dinyatakan mempunyai kekerasan antara 4-10 kg. Namun hal ini
tidak mutlak, artinya kekerasan tablet dapat lebih kecil dari 4 atau
lebih tinggi dari 8 kg. Kekerasan tablet kurang dari 4 kg masih
dapat diterima dengan syarat kerapuhannya tidak melebihi batas
yang diterapkan. Tetapi biasanya tablet yang tidak keras akan
memiliki kerapuhan yang tinggi dan lebih sulit penanganannya
pada saat pengemasan, dan transportasi. Kekerasan tablet lebih
besar dari 10 kg masih dapat diterima, jika masih memenuhi
persyaratan waktu hancur/disintegrasi dan disolusi yang
dipersyaratkan. Uji kekerasan dilakukan dengan mengambil
masing-masing 10 tablet dari tiap batch, yang kemudian diukur
kekerasannya dengan alat pengukur kekerasan tablet. Persyaratan
untuk tablet lepas terkendali non swellable adalah 10-20 kg/cm2.
5. Uji Kerapuhan (Friabilitas) Tablet
Kerapuhan merupakan parameter yang digunakan untuk
mengukur ketahanan permukaan tablet terhadap gesekan yang

dialaminya sewaktu pengemasan dan pengiriman. Kerapuhan


diukur dengan friabilator. Prinsipnya adalah menetapkan bobot
yang hilang dari sejumlah tablet selama diputar dalam friabilator
selama waktu tertentu. Pada proses pengukuran kerapuhan, alat
diputar dengan kecepatan 25 putaran per menit dan waktu yang
digunakan adalah 4 menit.
Tablet yang akan diuji sebanyak 20 tablet, terlebih
dahulu dibersihkan dari debunya dan ditimbang dengan seksama.
Tablet tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam friabilator, dan
diputar sebanyak 100 putaran selama 4 menit, jadi kecepatan
putarannya 25 putaran per menit. Setelah selesai, keluarkan tablet
dari alat, bersihkan dari debu dan timbang dengan
seksama. Kemudian dihitung persentase kehilangan bobot sebelum
dan sesudah perlakuan. Tablet dianggap baik bila kerapuhan tidak
lebih dari 1% . Uji kerapuhan berhubungan dengan kehilangan
bobot akibat abrasi yang terjadi pada permukaan tablet. Semakin
besar harga persentase kerapuhan, maka semakin besar massa
tablet yang hilang. Kerapuhan yang tinggi akan mempengaruhi
konsentrasi/kadar zat aktif yang masih terdapat pada tablet. Tablet
dengan konsentrasi zat aktif yang kecil (tablet dengan bobot kecil),
adanya kehilangan massa akibat rapuh akan mempengaruhi kadar
zat aktif yang masih terdapat dalam tablet.
Hal yang harus diperhatikan dalam pengujian friabilitas
adalah jika dalam proses pengukuran friabilitas ada tablet yang
pecah atau terbelah, maka tablet tersebut tidak diikutsertakan
dalam perhitungan. Jika hasil pengukuran meragukan (bobot yang
hilang terlalu besar), maka pengujian harus diulang sebanyak dua
kali. Selanjutnya tentukan nilai rata-rata dari ketiga uji yang telah
dilakukan.
6. Uji Disolusi
Uji ini digunakan untuk menentukan kesesuaian dengan
persyaratan disolusi yang tertera dalam masing-masing monografi
untuk sediaan tablet dan kapsul, kecuali pada etiket dinyatakan
bahwa tablet harus dikunyah. Ada dua jenis alat yang dapat
digunakan untuk uji disolusi, untuk uji disolusi tablet parasetamol
digunakan alat jenis 2 dengan kecepatan 50 rpm selama 30 menit.
Uji kesesuaian alat dilakukan pengujian masing-masing alat
menggunakan 1 tablet Kalibrator Disolusi FI jenis diintegrasi dan 1
tablet Kalibrator Disolusi FI jenis bukan disintegrasi. Alat
dianggap sesuai bila hasil yang diperoleh berada dalam rentang
yang diperbolehkan seperti yang tertera dalam sertifikat dari
Kalibrator yang bersangkutan. Untuk media disolusi digunakan

900 mL larutan dapar fosfat pH 5,8. Kemudian lakukan penetapan


jumlah parasetamol yang terlarut dengan mengukur serapan filtrat
larutan uji dan larutan baku pembanding parasetamol BPFI dalam
media yang sama pada panjang gelombang maksimum 243 nm.
Dalam waktu 30 menit harus larut tidak kurang dari 80 %
parasetamol dari jumlah yang tertera pada etiket.
7. Waktu Hancur
Waktu hancur adalah waktu yang dibutuhkan sejumlah
tablet untuk hancur menjadi granul/partikel penyusunnya yang
mampu melewati ayakan no.10 yang terdapat dibagian bawah alat
uji. Alat yang digunakan adalah disintegration tester, yang
berbentuk keranjang, mempunyai 6 tube plastik yang terbuka
dibagian atas, sementara dibagian bawah dilapisi dengan
ayakan/screen no.10 mesh.
Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu hancur suatu
sediaan tablet yaitu sifat fisik granul, kekerasan, porositas
tablet, dan daya serap granul. Penambahan tekanan pada waktu
penabletan menyebabkan penurunan porositas dan menaikkan
kekerasan tablet. Dengan bertambahnya kekerasan tablet akan
menghambat penetrasi cairan ke dalam pori-pori tablet sehingga
memperpanjang waktu hancur tablet. Kecuali dinyatakan lain
waktu hancur tablet bersalut tidak > 15 menit.
Tablet yang akan diuji (sebanyak 6 tablet) dimasukkan
dalam tiap tube, ditutup dengan penutup dan dinaik-turunkan
keranjang tersebut dalam medium air dengan suhu 37 C. Dalam
monografi yang lain disebutkan mediumnya merupakan simulasi
larutan gastrik (gastric fluid). Waktu hancur dihitung berdasarkan
tablet yang paling terakhir hancur. Persyaratan waktu hancur untuk
tablet tidak bersalut adalah kurang dari 15 menit, untuk tablet salut
gula dan salut nonenterik kurang dari 30 menit, sementara untuk
tablet salut enterik tidak boleh hancur dalam waktu 60 menit dalam
medium asam, dan harus segera hancur dalam medium basa.
Untuk menetapkan kesesuaian batas waktu hancur yang
tertera dalam masing-masing monografi. Untuk tablet parasetamol
tidak bersalut pengujian dilakukan dengan memasukkan 1 tablet
pada masing-masing tabung dari keranjang, masukkan satu cakram
pada tiap tabung dan jalankan alat, gunakan air bersuhu 37
2 sebagai media kecuali dinyatakan menggunakan cairan lain
dalam masing-masing monografi. Pada akhir batas waktu seperti
yang tertera dalam monografi, angkat keranjang dan amati semua
tablet: semua tablet harus hancur sempurna. Bila 1 tablet atau 2
tablet tidak hancur sempurna, ulangi pengujian dengan 12 tablet

lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur


sempurna.
8. Keseragaman Ukuran
Dilakukan pengukuran terhadap 20 tablet : diameter dan tebal
tablet menggunakan jangka sorong.
9. Uji keregasan tablet
Keregasan tablet dapat ditentukan dengan menggunakan
alat friabilator. Pengujian dilakukan pada kecepatan 25 rpm, tablet
dijatuhkan sejauh 6 inci pada setiap putaran, dijalankan sebanyak
100 putaran. Tablet ditimbang sebelum dan sesudah diputar,
kehilangan berat yang dibenarkan yaitu lebih kecil dari 0,5%
sampai 1% (Lachman, dkk, 1994).
VI.

Daftar Pustaka
Raymond, R. C. 2009. Handbook of Pharmaceutical
Excipient, 6th ed. USA: Pharmaceutical Press.
British National Formulacy, 2019. 58th edition., DMJ Group
and RPS Publishing, London.
British Pharmacopeae Volume I & II. Coural of Eroupe,
London