Anda di halaman 1dari 34

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN RESORT SUMBAWA

NOMOR 24 TAHUN 2016


TENTANG
HUBUNGAN TATA CARA KERJA
DI LINGKUNGAN KEPOLISIAN RESORT SUMBAWA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA KEPOLISIAN RESORT SUMBAWA
Menimbang :

Mengingat

a.

bahwa Kepolisian Resort Sumbawa merupakan alat


negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan
ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta
memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan
masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan
dalam negeri;

b.

bahwa dalam rangka menyelenggarakan tugas, fungsi,


dan peran Kepolisian Resort Sumbawa dapat
dilaksanakan secara efektif, efisien dan mencapai
sasaran yang telah ditetapkan, diperlukan piranti lunak
yang mengatur Hubungan Tata Cara kerja di lingkungan
Kepolisian Resort Sumbawa dengan Instansi/ lembaga;

c.

bahwa hubungan tata cara kerja di lingkungan Kepolisian


Resort Sumbawa diharapkan dapat tercipta mekanisme
kerja yang efektif, efisien dan akuntabel bagi
terselenggaranya tugas-tugas di bidang operasional dan
pembinaan sesuai tata kerja yang telah ditetapkan;

d.

bahwa dalam pertimbangan sebagaimana dimaksud pada


huruf a, huruf b dan huruf c perlu menetapkan Peraturan
Kepala Kepolisian Resort Sumbawa tentang Pokok-pokok
Hubungan Tata Cara kerja di Lingkungan Kepolisian
Resort Sumbawa

1.

Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian


Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2002 Nomor 2, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4168);

2.

/ 2. Peraturan .....
PeraturanPresiden Nomor 52
Tahun 2010 tentang
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara
Republik Indonesia;

3.

Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 23


Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja
pada Tingkat Kepolisian Resort dan Kepolisian Sektor;

4.

Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 10


Tahun 2011 tentang Pokok-pokok Hubungan Tata Cara
Kerja di Lingkungan Kepolisian Negara Republik
Indonesia.
MEMUTUSKAN

Menetapkan :

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN RESORT SUMBAWA


TENTANG HUBUNGAN TATA CARA KERJA KEPOLISIAN
RESORT SUMBAWA
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan :


1.

Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat yang selanjutnya disingkat


Kapolda Daerah Nusa Tenggara Barat adalah pimpinan Kepolisian Negara
Republik Indonesia di Daerah Nusa Tenggara Barat dan bertanggung jawab
kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

2.

Kepolisian Resort Sumbawa yang selanjutnya disingkat Polres Sumbawa


adalah pelaksana utama kewilayahan Kepolisian Daerah, yang
berkedudukan di bawah Kepala Kepolisian Daerah, yang mempunyai tugas
menyelenggarakan tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia
dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan
hukum dan pemberian perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada
masyarakat serta tugas-tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia lain
dalam wilayah hukumnya sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang
berlaku dalam organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

3.

Kepala Kepolisian Resort Sumbawa yang selanjutnya disingkat Kapolres


Sumbawa adalah pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia di
Kepolisian Resort yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Kepala Kepolisian Daerah.

3
/ 4. Bagian .....
4.

Bagian Operasi yang selanjutnya disingkat Bagops dipimpin oleh Kabagops


adalah unsur pengawas dan pembantu pimpinan di bidang operasional.

5.

Bagian Perencanaan yang selanjutnya disingkat Bagren dipimpin oleh


Kabagren adalah unsur pengawas dan pembantu pimpinan di bidang
perencanaan program dan anggaran.

6.

Bagian Sumber Daya yang selanjutnya disingkat Bagsumda dipimpin oleh


Kabagsumda adalah unsur pengawas dan pembantu pimpinan di bidang
personel, sarana dan prasarana serta hukum.

7.

Seksi Pengawasan yang selanjutnya disingkat Siwas dipimpin oleh Kasiwas


adalah unsur pengawas dan pembantu pimpinan dibidang monitoring dan
pengawasan umum.

8.

Seksi Profesi dan Pengamanan yang selanjutnya disingkat Sipropam


dipimpin oleh Kasipropam adalah unsur pengawas dan pembantu pimpinan
di bidang provos dan pengamanan internal.

9.

Seksi Keuangan yang selanjutnya disingkat Sikeu dipimpin oleh Kasikeu


adalah unsur pengawas dan pembantu pimpinan di bidang keuangan.

10.

Seksi Umum yang selanjutnya disingkat Sium dipimpin oleh Kasium adalah
unsur pengawas dan pembantu pimpinan di bidang administrasi umum dan
pelayanan markas.

11.

Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu yang selanjutnya disingkat SPKT


dipimpin oleh Ka SPKT adalah unsur pelaksana tugas pokok di bidang
pelayanan kepolisian.

12.

Satuan Intelijen Keamanan yang selanjutnya disingkat Satintelkam dipimpin


oleh Kasatintelkam adalah unsur pelaksana tugas pokok fungsi Intelkam.

13.

Satuan Reserse Kriminal yang selanjutnya disingkat Satreskrim dipimpin


oleh Kasatreskrim adalah unsur pelaksana tugas pokok fungsi Reserse
Kriminal.

14.

Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika dan Obat Berbahaya yang


selanjutnya disingkat Satresnarkoba dipimpin oleh Kasatresnarkoba adalah
unsur pelaksana tugas pokok fungsi Reserse Narkoba.

15.

Satuan Pembinaan Masyarakat yang selanjutnya disingkat Satbinmas


dipimpin oleh Kasatbinmas adalah unsur pelaksana tugas pokok fungsi
pembinaan masyarakat

16.

Satuan Samapta Bhayangkara yang selanjutnya disingkat Satsabhara


dipimpin oleh Kasatsabhara adalah unsur pelaksana tugas pokok fungsi
Samapta Bhayangkara.

/ 17. Satuan .....


17.

Satuan Lalu Lintas yang selanjutnya disingkat Satlantas dipimpin oleh


Kasatlantas adalah unsur pelaksana tugas pokok fungsi lalu lintas.

18.

Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti yang selanjutnya disingkat


Sattahti dipimpin oleh Kasat Tahti adalah unsur pelaksana tugas pokok
fungsi Perawatan Tahanan dan Pemeliharaan Barang Bukti.

19.

Seksi Teknologi Informasi Polri yang selanjutnya disingkat Sitipol dipimpin


oleh Kasi Tipol adalah unsur pendukung di bidang pelayanan teknologi dan
informasi Kepolisian Resort.

20.

Kepolisian Sektor yang selanjutnya disingkat Polsek dipimpin oleh Kapolsek


adalah unsur pelaksana tugas pokok fungsi kepolisian di wilayah kecamatan

21.

Hubungan adalah perwujudan saling berkaitan


pengemban fungsi-fungsi dalam suatu organisasi.

22.

Tata Cara Kerja adalah aturan-aturan yang harus diikuti dalam


melaksanakan kerja di lingkungan organisasi sesuai dengan struktur dan
hubungan fungsional antar komponen organisasi tersebut.

23.

Hubungan Tata Cara Kerja, selanjutnya disingkat HTCK adalah mekanisme


hubungan kerja antar bagian, satuan dan seksi di lingkungan Kepolisian
Resort Sumbawa atau Kepolisian Resort Sumbawa dengan Kepolisian
Sektor jajaran maupun instansi luar, yang dilaksanakan secara vertikal,
horizontal, diagonal dan lintas sektoral.

24.

Hubungan Vertikal adalah keterkaitan antar komponen / fungsi dalam rangka


pelaporan dan pengendalian yang bersifat berjenjang dari atas kebawah dan
sebaliknya.

25.

Hubungan Horizontal adalah keterkaitan antar komponen / fungsi dalam


rangka koordinasi yang bersifat sejajar, mendatar atau setingkat dan dapat
meliputi antar fungsi.

26.

Hubungan Dioagonal adalah keterkaitan komponen / fungsi secara


fungsional sifatnya tidak vertikal dan dapat menjangkau eselon lain yang
lebih tinggi maupun antar instansi, fungsi di lingkungan Kepolisian Resort
Sumbawa

27.

Hubungan Lintas Sektoral adalah hubungan kerja sama dengan instansi /


lembaga di luar Kepolisian Resort Sumbawa dalam rangka kegiatan dan
pelaksanaan fungsi teknis yang menjadi tanggung jawabnya.

antar

unsur-unsur

/ Pasal 2 .....
Pasal 2
Tujuan peraturan ini :
a.

sebagai pedoman kerja bagi seluruh pejabat/personel di lingkungan


Kepolisian Resort Sumbawa dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi
sehari-hari sesuai Organisasi dan Tata Kerja (OTK) yang ditetapkan; dan

b.

terselenggaranya kelancaran hubungan badan kerja dan koordinasi secara


harmonis, efektif dan efisien guna menunjang keberhasilan pelaksanaan
tugas.
Pasal 3

Prinsip-prinsip peraturan ini :


a.

profesional, yaitu dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi satuan


organisasi dilaksanakan sesuai dengan kemampuan dan kompetensi yang
dimiliki;

b.

prosedural, yaitu hubungan kerja dan koordinasi dilaksanakan sesuai


dengan mekanisme, tata cara, kaidah-kaidah dan norma-norma yang
berlaku dalam suatu organisasi;

c.

akuntabel, yaitu dalam pelaksanaan HTCK dapat dipertanggung jawabkan;

d.

transparan, yaitu koordinasi dan HTCK dilaksanakan secara terbuka dengan


memperhatikan etika yang berlaku pada masing-masing organisasi; dan

e.

efektif dan efisien, yaitu koordinasi dan HTCK dilaksanakan di lingkungan


secara tepat dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya sesuai
dengan tujuan yang ditetapkan.
Pasal 4

Susunan organisasi Polri pada tingkat Polres Sumbawa terdiri dari:


a.

b.

Unsur pimpinan terdiri dari:


1.

Kepala Kepolisian Resort disingkat Kapolres; dan

2.

Wakil Kepala Kepolisian Resort disingkat Wakapolres.

Unsur pengawas dan pembantu pimpinan/pelayanan terdiri dari:


1.

Seksi Pengawasan disingkat Siwas;

6
2.

Seksi Umum disingkat Sium;

/ 3. Seksi .....

c.

3.

Seksi Keuangan disingkat Sikeu;

4.

Seksi Profesi dan Pengamanan disingkat Sipropam;

5.

Bagian Operasional disingkat Bagops;

6.

Bagian Perencanaan disingkat Bagren; dan

7.

Bagian Sumber Daya disingkat Bagsumda.

Unsur pelaksana tugas pokok terdiri dari:


1.

Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu disingkat SPKT;

2.

Satuan Intelejen dan Keamanan disingkat Satintelkam;

3.

Satuan Reserse Kriminal disingkat Satreskrim;

4.

Satuan Reserse
Satresnarkoba;

5.

Satuan Pembinaan Masyarakat disingkat Sat Binmas;

6.

Satuan Sabhara disingkat Satsabhara;

7.

Satuan Lalu Lintas disingkat Satlantas; dan

8.

Satuan Tahanan dan Barang Bukti disingkat Sattahti.

Narkotika

dan

Obat

Berbahaya

disingkat

d.

Unsur pendukung yaitu Seksi Telekomunikasi dan informasi Polri disingkat


Sitipol.

e.

Unsur Pelaksana Tugas kewilayahan meliputi Polsek-polsek.

BAB II
BENTUK HUBUNGAN
Bagian Kesatu
Hubungan Vertikal
Pasal 5
HTCK Kapolres dengan Kapolda, meliputi:
a.

melaporkan setiap pelaksanaan tugas baik pembinaan maupun operasional;

b.

menerima arahan atau petunjuk;

c.

memberikan saran dan pertimbangan yang terkait dengan pelaksanaan


tugasnya; dan

7
d.

dalam pelaksanaan tugas bertanggungjawab kepada Kapolda.

/ Pasal 6 .....
Pasal 6
HTCK Kapolres dengan Wakapolres, meliputi:
a.

dalam melaksanakan tugasnya dibantu Wakapolres untuk mengawasi,


mengendalikan, mengkoordinir pelaksanaan tugas seluruh satuan organisasi
Polres;

b.

Kapolres berhalangan, memimpin Polres dalam batas kewenangannya;

c.

memberikan saran dan pertimbangan kepada Kapolres pengambilan


keputusan berkaitan dengan tugas pokok Polres; dan

d.

dalam pelaksanaan tugas bertanggung jawab kepada Kapolres.


Pasal 7

HTCK Kapolres dengan Kabagops, meliputi:


a.

merencanakan dan mengendalikan administrasi operasi Kepolisian;

b.

pengamanan kegiatan masyarakat dan/atau instansi pemerintah;

c.

menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan Polres; dan

d.

serta mengendalikan pengamanan markas.


Pasal 8

HTCK Kapolres dengan Kabagren, meliputi:


a.

menyusun Rencana Kerja;

b.

mengendalikan program dan anggaran


mengevaluasi atas pelaksanaannya; dan

c.

merencanakan pengembangan satuan kewilayahan.


Pasal 9

HTCK Kapolres dengan Kabagsumda, meliputi:


a.

pembinaan administrasi personel;

b.

pembinaan administrasi sarana dan prasarana;

c.

pelatihan fungsi;

d.

pelayanan kesehatan; dan

e.

bantuan dan penerapan hukum;

serta

menganalisis

dan

/ Pasal 10 .....
Pasal 10
HTCK Kapolres dengan Kasiwas adalah melaksanakan monitoring dan
pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pimpinan Polri di bidang pembinaan
dan operasional.
Pasal 11
HTCK Kapolres dengan Kasipropam, meliputi:
a.

pembinaan dan pemeliharaan disiplin;

b.

pengamanan internal;

c.

pelayanan pengaduan masyarakat yang diduga dilakukan oleh anggota Polri


dan/atau PNS Polri;

d.

melaksanakan sidang disiplin dan/atau kode etik profesi Polri; dan

e.

rehabilitasi personel.
Pasal 12

HTCK Kapolres dengan Kasikeu adalah melaksanakan pelayanan fungsi


keuangan.
Pasal 13
HTCK Kapolres dengan Kasium, meliputi:
a.

pelayanan administrasi umum dan ketatausahaan; dan

b.

pelayanan markas di lingkungan Polres.


Pasal 14

HTCK Kapolres dengan Ka SPKT, meliputi:


a.

pelayanan Kepolisian secara terpadu terhadap laporan atau pengaduan


masyarakat;

b.

memberikan bantuan dan pertolongan; dan

c.

pelayanan informasi.
Pasal 15

9
HTCK Kapolres dengan Kasatintelkam, meliputi:
a.

menyelenggarakan dan membina fungsi intelijen bidang keamanan;

/ b. pelayanan .....
b.

pelayanan yang berkaitan dengan ijin keramaian umum dan penerbitan


Surat Keterangan Catatan Kepolisian;

c.

menerima pemberitahuan kegiatan masyarakat atau kegiatan politik; dan

d.

membuat rekomendasi atas permohonan ijin pemegang senjata api dan


penggunaan bahan peledak.
Pasal 16

HTCK Kapolres dengan Kasatreskrim, meliputi:


a.

melaksanakan penyelidikan, penyidikan, dan pengawasan penyidikan tindak


pidana; dan

b.

koordinasi dan pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil.


Pasal 17

HTCK Kapolres dengan Kasatresnarkoba, meliputi:


a.

penyelidikan, penyidikan, pengawasan penyidikan tindak pidana


penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba berikut prekusornya; dan

b.

pembinaan dan penyuluhan dalam rangka pencegahan dan rehabilitasi


korban penyalahgunaan narkoba.
Pasal 18

HTCK Kapolres dengan Kasatbinmas, meliputi:


a.

pembinaan masyarakat;

b.

koordinasi, pengawasan dan pembinaan terhadap


pengamanan swakarsa dan Kepolisian khusus; dan

c.

kerja sama dengan organisasi, lembaga, instansi dan/atau tokoh masyarakat


guna peningkatan kesadaran dan ketaatan masyarakat terhadap hukum dan
ketentuan peraturan perundang-undangan serta terpeliharanya keamanan
dan ketertiban masyarakat.
Pasal 19

HTCK Kapolres dengan Kasatsabhara, meliputi:

bentuk-bentuk

10
a.

melaksanakan pengaturan, penjagaan, pengawalan, patroli;

b.

pengamanan kegiatan masyarakat dan serta instansi pemerintah;

c.

Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perekara;

d.

penanganan Tindak Pidana Ringan;

/ e. pengendalian .....
e.

pengendalian massa; dan

f.

pengamanan markas.
Pasal 20

HTCK Kapolres dengan Kasatlantas, meliputi:


a.

melaksanakan pengaturan, pengawalan dan patroli lalu lintas;

b.

pendidikan masyarakat lalu lintas;

c.

pelayanan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dan pengemudi;

d.

penyidikan kecelakaan lalu lintas; dan

e.

penegakan hukum di bidang lalu lintas.


Pasal 21

HTCK Kapolres dengan Kasattahti, meliputi:


a.

perawatan tahanan; dan

b.

menyimpan dan mengamankan barang bukti beserta administrasinya.


Pasal 22

HTCK Kapolres dengan Kasitipol adalah menyelenggarakan pelayanan teknologi


komunikasi dan informasi.
Pasal 23
HTCK Kapolres dengan Kapolsek adalah melaksanakan tugas pokok Polri di
tingkat kecamatan.

Bagian Kedua
Hubungan Horizontal
Pasal 24
HTCK Bagops dengan Bagren, meliputi:

11
a.

berkoordinasi bidang operasional dalam rangka kegiatan menjaga


keamanan dan ketertiban masyarakat yang melibatkan personel Bagian
Perencanaan; dan

b.

berkoordinasi dalam penyusunan Renstra, Rancangan Renja, Renja, LAKIP,


Perjanjian Kinerja, Kontrak Kerja dan Rengiat serta DIPA/RKA-KL.

/ Pasal 25 .....
Pasal 25
HTCK Bagops dengan Bagsumda, meliputi:
a.

berkoordinasi dalam rangka pembinaan karier, mental dan perawatan


personel maupun sarana dan prasarana dalam mendukung pelaksanaan
tugas untuk membangun kekuatan dan kemampuan yang profesional; dan

b.

berkoordinasi dalam bidang operasional dalam rangka kegiatan menjaga


keamanan dan ketertiban masyarakat yang melibatkan personel Bagian
Sumber Daya berkoordinasi dalam bidang operasional dalam rangka
kegiatan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat yang melibatkan
personel Bagian Sumber Daya.
Pasal 26

HTCK Bagops dengan Siwas, meliputi:


a. berkoordinasi dalam bidang operasional dalam rangka kegiatan menjaga
keamanan dan ketertiban masyarakat yang melibatkan personel fungsi
pengawasan; dan
b. berkoordinasi dalam rangka pengawasan pelaksanaan tugas serta
melaksanakan monitoring dan hasil pengawasan yang telah dilakukan.
Pasal 27
HTCK Bagops dengan Sipropam, meliputi:
a. berkoordinasi dalam bidang operasional dalam rangka kegiatan menjaga
keamanan dan ketertiban masyarakat yang melibatkan personel Seksi
Propam; dan
b. berkoordinasi
personel.

dalam

penanganan

penyimpangan

Pasal 28
HTCK Bagops dengan Sikeu, meliputi:

serta

penyelewengan

12
a. berkoordinasi dalam bidang operasional dalam rangka kegiatan menjaga
keamanan dan ketertiban masyarakat yang melibatkan personel Seksi
Keuangan; dan
b. berkoordinasi dalam penyaluran dana kegiatan maupun operasi serta
pembuatan perwabku atau laporan keuangan.

/ Pasal 29 .....
Pasal 29
HTCK Bagops dengan Sium, meliputi:
a. berkoordinasi dalam bidang operasional dalam rangka kegiatan menjaga
keamanan dan ketertiban masyarakat yang melibatkan personel Seksi
Umum; dan
b. berkoordinasi dalam rangka ketatausahaan maupun surat menyurat.
Pasal 30
HTCK Bagops dengan SPKT, meliputi:
a. berkoordinasi bidang operasional dalam rangka kegiatan menjaga keamanan
dan ketertiban masyarakat yang melibatkan personel SPKT; dan
b. menerima dan memberikan laporan situasi Kamtibmas serta kejadian-kejadian
yang menonjol.
Pasal 31
HTCK Bagops dengan Satintelkam, meliputi:
a. berkoordinasi bidang operasional dalam rangka kegiatan menjaga keamanan
dan ketertiban masyarakat yang melibatkan personel Satintelkam; dan
b. menerima dan memberikan laporan informasi tentang even atau kegiatan yang
dapat menimbulkan gangguan kamtibmas
Pasal 32
HTCK Bagops dengan Satreskrim, meliputi:
a. berkoordinasi bidang operasional dalam rangka kegiatan menjaga keamanan
dan ketertiban masyarakat yang melibatkan personel Satreskrim; dan

13
b. menerima dan memberikan laporan tentang Crime Total, Crime Clearence dan
Crime Rate serta jumlah kasus yang menjadi tunggakan untuk segera
dilakukan gelar perkara.
Pasal 33
HTCK Bagops dengan Satresnarkoba, meliputi:
a. berkoordinasi bidang operasional dalam rangka kegiatan menjaga keamanan
dan ketertiban masyarakat yang melibatkan personel Satresnarkoba; dan
/ b. menerima .....
b. menerima dan memberikan laporan tentang Crime Total, Crime Clearence dan
Crime Rate serta jumlah kasus yang menjadi tunggakan untuk segera
dilakukan gelar perkara.
Pasal 34
HTCK Bagops dengan Satbinmas, meliputi:
a. berkoordinasi bidang operasional dalam rangka kegiatan menjaga keamanan
dan ketertiban masyarakat yang melibatkan personel Satbinmas; dan
b. menerima dan
masyarakat.

memberikan

laporan

giat

pembinaan

dan

penyuluhan

Pasal 35
HTCK Bagops dengan Satsabhara, meliputi:
a. berkoordinasi bidang operasional dalam rangka kegiatan menjaga keamanan
dan ketertiban masyarakat yang melibatkan personel Satsabhara; dan
b. menerima dan memberikan laporan giat Quick Respon serta Turjawali.
Pasal 36
HTCK Bagops dengan Satlantas, meliputi:
a. berkoordinasi bidang operasional dalam rangka kegiatan menjaga keamanan
dan ketertiban masyarakat yang melibatkan personel Satlantas; dan
b. menerima dan memberikan laporan giat Quick Respon, pelayanan SSB serta
Turjawali.
Pasal 37
HTCK Bagops dengan Sattahti, meliputi:

14
a. berkoordinasi bidang operasional dalam rangka kegiatan menjaga keamanan
dan ketertiban masyarakat yang melibatkan personel Sat Tahti; dan
b. laporan mengenai jumlah tahanan dan barang bukti.

/ Pasal 38 .....
Pasal 38
HTCK Bagops dengan Sitipol, meliputi:
a. berkoordinasi bidang operasional dalam rangka kegiatan menjaga keamanan
dan ketertiban masyarakat yang melibatkan personel Siti SPol; dan
b. berkoordinasi dalam pengumpulan dan menginformasikan data-data ataupun
informasi kejadian dengan menggunakan jaringan teknologi dan informasi.
Pasal 39
HTCK Bagren dengan Bagsumda, meliputi:
a. berkoordinasi dalam rangka pembinaan karier, mental dan perawatan personel
maupun sarana dan prasarana dalam mendukung pelaksanaan tugas untuk
membangun kekuatan dan kemampuan yang profesional; dan
b. berkoordinasi dalam penyusunan Renstra, Rancangan Renja, Renja, LAKIP,
Penetapan Kinerja, Kontrak Kerja dan Rengiat serta DIPA/RKA-KL.
Pasal 40
HTCK Bagren dengan Siwas, meliputi:
a. berkoordinasi dalam penyusunan Renstra, Rancangan Renja, Renja, LAKIP,
Penetapan Kinerja, Kontrak Kerja dan Rengiat serta DIPA/RKA-KL; dan
b. berkoordinasi dalam rangka pengawasan pelaksanaan tugas serta
melaksanakan monitoring dan hasil pengawasan yang telah dilakukan.
Pasal 41
HTCK Bagren dengan Sipropam, meliputi:
a. berkoordinasi dalam
personel; dan

penanganan

penyimpangan

serta

penyelewengan

b. berkoordinasi dalam penyusunan Renstra, Rancangan Renja, Renja, LAKIP,


Penetapan Kinerja, Kontrak Kerja dan Rengiat serta DIPA/RKA-KL.

15
Pasal 42
HTCK Bagren dengan Sikeu, meliputi:
a. berkoordinasi dalam penyusunan Renstra, Rancangan Renja, Renja, LAKIP,
Penetapan Kinerja, Kontrak Kerja dan Rengiat serta DIPA/RKA-KL; dan
/ b. berkoordinasi .....
b. berkoordinasi dalam penyaluran dana kegiatan serta pembuatan perwabku atau
laporan keuangan.
Pasal 43
HTCK Bagren dengan Sium, meliputi:
a. berkoordinasi dalam penyusunan Renstra, Rancangan Renja, Renja, LAKIP,
Penetapan Kinerja, Kontrak Kerja dan Rengiat serta DIPA/RKA-KL; dan
b. berkoordinasi dalam pelayanan umum / urusan dalam, kesekretariatan,
ketatausahaan maupun surat menyurat.
Pasal 44
HTCK Bagren dengan SPKT, Satintelkam, Satreskrim, Stresnarkoba, Satbinmas,
Satsabhara, Satlantas, Sattahti, Sitipol, meliputi:
a. berkoordinasi dalam penyusunan Renstra, Rancangan Renja, Renja, LAKIP,
Penetapan Kinerja, KAK, Kontrak Kerja dan Rengiat serta DIPA/RKA-KL;
b. berkoordinasi dalam pengusulan rencana kebutuhan anggaran dan rencana
pendistribusian anggaran serta pengembangan organisasi.
Pasal 45
HTCK Bagsumda dengan Siwas, meliputi:
a. berkoordinasi dalam rangka pembinaan karier, mental dan perawatan personel
maupun pengelolaan sarana dan prasarana dalam mendukung pelaksanaan
tugas untuk membangun kekuatan dan kemampuan yang profesional; dan
b. berkoordinasi dalam rangka pengawasan pelaksanaan tugas serta
melaksanakan monitoring dan hasil pengawasan yang telah dilakukan.
Pasal 46
HTCK Bagsumda dengan Sipropam, meliputi:
a. berkoordinasi dalam penanganan penyimpangan serta penyelewengan personel
sampai dengan pemberkasan dan pelaksanaan sidang disiplin maupun
KKEP; dan

16
b. berkoordinasi dalam rangka pembinaan karier, mental dan perawatan personel
maupun pengelolaan sarana dan prasarana / Matlog dalam mendukung
pelaksanaan tugas untuk membangun kekuatan dan kemampuan yang
profesional.
/ Pasal 47 .....
Pasal 47
HTCK Bagsumda dengan Sikeu, meliputi:
a. berkoordinasi dalam rangka pembinaan karier, mental dan perawatan personel
maupun pengelolaan sarana dan prasarana dalam mendukung pelaksanaan
tugas untuk membangun kekuatan dan kemampuan yang profesional; dan
b. berkoordinasi dalam penyaluran dana serta pembuatan Perwabku atau laporan
keuangan.
Pasal 48
HTCK Bagsumda dengan Sium, meliputi:
a. berkoordinasi dalam rangka pembinaan karier, mental dan perawatan personel
maupun pengelolaan sarana dan prasarana dalam mendukung pelaksanaan
tugas untuk membangun kekuatan dan kemampuan yang profesional; dan
b. berkoordinasi dalam pelayanan umum / urusan dalam, kesekretariatan,
ketatausahaan maupun surat menyurat.
Pasal 49
HTCK Bagsumda dengan SPKT, Satintelkam, Satreskrim,
Satbinmas, Satsabhara, Satlantas, Sattahti, Sitipol, meliputi:

Stresnarkoba,

a. berkoordinasi dalam rangka pembinaan karier, mental dan perawatan personel


maupun pengelolaan sarana dan prasarana dalam mendukung pelaksanaan
tugas untuk membangun kekuatan dan kemampuan yang profesional; dan
b. berkoordinasi dalam rangka pemeliharaan serta perawatan fasilitas, sarana dan
prasarana Kepolisian.
Pasal 50
HTCK Siwas dengan Sipropam, meliputi:
a. berkoordinasi dalam
personel; dan

penanganan

penyimpangan

serta

penyelewengan

b. berkoordinasi dalam rangka pengawasan pelaksanaan tugas serta


melaksanakan monitoring dan hasil pengawasan yang telah dilakukan.

17

/ Pasal 51 .....
Pasal 51
HTCK Siwas dengan Sikeu, meliputi:
a. berkoordinasi dalam rangka pengawasan pelaksanaan tugas serta
melaksanakan monitoring dan hasil pengawasan yang telah dilakukan; dan
b. berkoordinasi dalam penyaluran dana, pembuatan Perwabku serta Review
laporan keuangan.
Pasal 52
HTCK Siwas dengan Sium, meliputi:
a. berkoordinasi dalam rangka pengawasan pelaksanaan tugas serta
melaksanakan monitoring dan hasil pengawasan yang telah dilakukan; dan
b. berkoordinasi dalam pelayanan umum / urusan dalam, kesekretariatan,
ketatausahaan maupun surat menyurat.
Pasal 53
HTCK Siwas dengan SPKT, Satintelkam, Satreskrim, Stresnarkoba, Satbinmas,
Satsabhara, Satlantas, Sattahti, Sitipol adalah berkoordinasi dalam rangka
pengawasan pelaksanaan tugas serta melaksanakan monitoring dan hasil
pengawasan yang telah dilakukan.
Pasal 54
HTCK Sipropam dengan Sikeu, meliputi:
a. berkoordinasi dalam
personel; dan

penanganan

penyimpangan

serta

penyelewengan

b. berkoordinasi dalam penyaluran dana, pembuatan Perwabku serta laporan


keuangan.
Pasal 55
HTCK Sipropam dengan Sium, meliputi:
a. berkoordinasi dalam
personel; dan

penanganan

penyimpangan

serta

penyelewengan

b. berkoordinasi dalam pelayanan umum / urusan dalam, kesekretariatan,


ketatausahaan maupun surat menyurat.

18

/ Pasal 56 .....
Pasal 56
HTCK Sipropam dengan SPKT, Satintelkam, Satreskrim, Stresnarkoba, Sat
Binmas, Sat Sabhara, Sat Lantas, Sat Tahti, Sit Tipol, meliputi:
a. berkoordinasi dalam
personel; dan

penanganan

penyimpangan

serta

penyelewengan

b. berkoordinasi dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan tugas


operasional.
Pasal 57
HTCK Sikeu dengan Sium, meliputi:
a. berkoordinasi dalam penyaluran dana, pembuatan Perwabku serta laporan
keuangan; dan
b. berkoordinasi dalam pelayanan umum/urusan
ketatausahaan maupun surat menyurat.

dalam,

kesekretariatan,

Pasal 58
HTCK Sikeu dengan SPKT, Satintelkam, Satreskrim, Stresnarkoba, Satbinmas,
Satsabhara, Satlantas, Sattahti, Sitipol adalah berkoordinasi dalam pencairan dana
sesuai dengan kebutuhan dan rencana pendistribusian.
Pasal 59
HTCK Sium dengan SPKT, Satintelkam, Satreskrim, Stresnarkoba, Satbinmas,
Satsabhara, Satlantas, Sattahti, Sitipol adalah berkoordinasi dalam pelayanan
umum / urusan dalam, kesekretariatan, ketatausahaan maupun surat menyurat.
Pasal 60
HTCK SPKT dengan Satintelkam adalah berkoordinasi terhadap setiap laporan,
kegiatan masyarakat ataupun kejadian yang dapat menimbulkan gangguan
keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pasal 61
HTCK SPKT dengan Satreskrim dan Satresnarkoba adalah berkoordinasi dalam
menerima laporan tindak pidana.
Pasal 62

19
HTCK SPKT dengan Satbinmas adalah bekerjasama dalam pelaporan kegiatan
Preemtif.

/ Pasal 63 .....
Pasal 63
HTCK SPKT dengan Satsabhara adalah bekerjasama dalam melakukan TPTKP
gangguan Kamtibmas maupun tindak pidana.
Pasal 64
HTCK SPKT dengan Satlantas adalah bekerjasama dalam melakukan TPTKP
kecelakaan lalu lintas.
Pasal 65
HTCK SPKT dengan Sattahti adalah bekerjasama dalam pelaporan mengenai
jumlah tahanan dan barang bukti.
Pasal 66
HTCK Satintelkam dengan Satreskrim dan Satresnarkoba adalah berkoordinasi
dalam penyelidikan tindak pidana.
Pasal 67
HTCK Satintelkam dengan Satbinmas, Satsabhara dan Satlantas adalah
berkoordinasi terhadap informasi gangguan Kamtibmas.
Pasal 68
HTCK Satintelkam dengan Sattahti adalah berkoordinasi dalam pemberian
informasi mengenai jumlah tahanan dan barang bukti.
Pasal 69
HTCK Satreskrim dengan Satresnarkoba dan Satlantas adalah berkoordinasi
dalam penanganan perkara tindak pidana.
Pasal 70
HTCK Satreskrim dengan Satbinmas adalah berkoordinasi dalam penyuluhan dan
pembinaan tentang tindak pidana.
Pasal 71

20
HTCK Satreskrim dengan Satsabhara, meliputi:
a. berkoordinasi dalam rangka mendatangi dan melakukan TPTKP suatu kejadian
gangguan Kamtibmas; dan

/ b. bekerjasama .....
b. bekerjasama dalam pelaksanaan operasi atau razia.
Pasal 72
HTCK Satresnarkoba dengan Satbinmas adalah berkoordinasi dalam rangka
penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat mengenai bahaya dari
penyalahgunaan Narkoba dan hukuman pidananya.
Pasal 73
HTCK Satresnarkoba dengan Satsabhara adalah berkoordinasi dalam TPTKP
penyalahgunaan Narkoba.
Pasal 74
HTCK Satbinmas dengan Satsabhara, meliputi:
a. penyuluhan dan pembinaan masyarakat; dan
b. pengamanan kegiatan masyarakat.
Pasal 75
HTCK Sat Binmas dengan Sat Lantas adalah berkoordinasi dalam penyuluhan dan
pembinaan masyarakat tentang lalu lintas.
Pasal 76
HTCK Sat Binmas dengan Sat Tahti adalah berkoordinasi dalam pembinaan
tahanan.
Pasal 77
HTCK Sat Sabhara dengan Sat Lantas, meliputi:
a. mendatangi dan melakukan TPTKP; dan
b. pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli.
Pasal 78

21
HTCK Sat Sabhara dengan Sat Tahti adalah berkoordinasi dalam penjagaan
tahanan dan penyimpanan barang bukti.
Pasal 79
HTCK Sat Tahti dengan Sat Reskrim, Sat Resnarkoba dan Sat Lantas adalah
berkoordinasi dalam perawatan tahanan dan barang bukti.
/ Pasal 80 .....
Pasal 80
HTCK Sit Tipol dengan SPKT, Sat Intelkam, Satreskrim, Sat Resnarkoba,
Satbinmas, Sat Sabhara, Sat Lantas, Sat Tahti adalah berkoordinasi dalam
penggunaan jaringan teknologi dan informasi.

Bagian Ketiga
Hubungan Diagonal
Paragraf 1
Kapolres dengan Pejabat Utama Polda
Pasal 81
HTCK Kapolres dengan Irwasda, meliputi :
a.

berkoordinasi dalam membina dan melaksanakan pengawasan fungsional;


dan

b.

berkoordinasi dalam pelaporan hasil wasrik.


Pasal 82

HTCK Kapolres dengan Karoops adalah berkoordinasi dalam rangka operasi


Kepolisian.
Pasal 83
HTCK Kapolres dengan Karorena berkoordinasi dalam melaksanakan tugas,
meliputi:
a.

monitoring dan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran serta


penerapan sistem dan manajemen organisasi; dan

b.

penerapan Reformasi Birokrasi Polri atau RBP.


Pasal 84

HTCK Kapolres dengan Karo SDM berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas,


meliputi:

22
a.

pembinaan manajemen personel, yang meliputi penyediaan, seleksi,


pemisahan, dan penyaluran personel;

b.

pembinaan karier meliputi asesmen, mutasi, pengangkatan


pemberhentian dalam jabatan, serta kepangkatan; dan

c.

pembinaan fungsi psikologi, yang meliputi psikologi kepolisian dan psikologi


personel.

dan

/ Pasal 85 ..
Pasal 85
HTCK Kapolres dengan Karosarpras, meliputi:
a.

pembangunan fasilitas dan konstruksi serta pengadaan meteriil logistik


sesuai program dan lingkup batas kewenagannya; dan

b.

penyimpanan, pemeliharaan, perbaikan, dan pendistribusian meteriil logistik


serta perbekalan umum.
Pasal 86

HTCK Kapolres dengan Kabidpropam berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas


meliputi:
a.

pembinaan dan pegakan disiplin dan/atau kode etik profesi Polri; dan

b.

pengaduan masyarakat mengenai dugaan adanya penyimpangan tindakan


anggota atau PNS Polri serta rehabilitasi sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Pasal 87

HTCK Kapolres dengan Kabid Humas adalah berkoordinasi dalam pengelolaan dan
penyampaian pemberitaan atau informasi dan dokumentasi serta kerjasama dan
kemitraan dengan media massa.
Pasal 88
HTCK Kapolres dengan Kabid Kum adalah berkoordinasi dalam bidang
penyusunan, penyuluhan dan bantuan hukum.
Pasal 89
HTCK Kapolres dengan Kabid TI Polri, meliputi:
a.

pembangunan, pembinaan, pemeliharaan


pelayanan telekomunikasi; dan

jaringan

komunikasi

serta

b.

pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi kriminal dan


pelayanan multimedia.

23
Pasal 90
HTCK Kapolres dengan Spripim adalah berkoordinasi dalam tugas khusus dari
Kapolda dan/atau Wakapolda.

/ Pasal 91 .....
Pasal 91
HTCK Kapolres dengan Kasetum adalah berkoordinasi dalam penyelenggaran dan
pembinaan fungsi administrasi umum dan surat menyurat.
Pasal 92
HTCK Kapolres dengan Kayanma adalah berkoordinasi dalam penyelenggaraan
pelayanan markas.
Pasal 93
HTCK Kapolres dengan Ka SPKT adalah berkoordinasi dalam menerima laporan
atau pengaduan masyarakat.
Pasal 94
HTCK Kapolres dengan Dir Intelkam adalah berkoordinasi dalam penyelenggaraan
kegiatan intelijen keamanan.
Pasal 95
HTCK Kapolres dengan Dir Reskrimum atau Dir Reskrimsus adalah berkoordinasi
dalam penyelidikan penyidikan tindak pidana.
Pasal 96
HTCK Kapolres dengan Dir Resnarkoba, meliputi:
a.

penyelidikan dan penyidikan tindak pidana penyalahgunaan Narkoba; dan

b.

penyuluhan dan pembinaan penyalahgunaan Narkoba.


Pasal 97

HTCK Kapolres dengan Dir Binmas, meliputi:


a.

menyelenggarakan pembinaan masyarakat disingkat Polmas;

b.

pengawasan dan pembinaan terhadap bentuk pengamanan swakarsa,


Kepolisian khusus disingkat Polsus; dan

24
c.

pembinaan di bidang ketertiban masyarakat.


Pasal 98

HTCK Kapolres dengan Dirsabhara, meliputi:


a.

menyelenggarakan Turjawali;

b.

pengamanan kegiatan masyarakat dan instansi pemerintah;


/ c. Tindakan .....

c.

Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara atau TPTKP;

d.

penanganan Tindak Pidana Ringan atau Tipiring; dan

e.

pengendalian massa dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban


masyarakat serta pengamanan markas di Polres Sumbawa
Pasal 99

HTCK Kapolres dengan Dirlantas, meliputi:


a.

pelaksanaan Turjawali Lalu lintas;

b.

pendidikan masyarakat lalu lintas atau Dikmaslantas;

c.

pelayanan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dan pengemudi;


dan

d.

penyidikan kecelakaan lalu lintas.


Pasal 100

HTCK Kapolres derngan Dirpamobvit adalah berkoordinasi dalam pengamanan


obyek vital.
Pasal 101
HTCK Kapolres dengan Dirpolair, meliputi:
a.

patroli perairan;

b.

penyidikan tindak pidana di perairan

c.

pembinaan masyarakat pantai dan perairan lainnya; dan

d.

Search and Rescue disingkat SAR di Polres Sumbawa


Pasal 102

HTCK Kapolres dengan Dirtahti, meliputi:


a.

perawatan tahanan;

25
b.

menerima, menyimpan,
administrasinya.

dan

mengamankan

barang

bukti

beserta

Pasal 103
HTCK Kapolres dengan Kasatbrimob, berkoordinasi dalam penanggulangan
terhadap gangguan keamanan berintensitas tinggi, meliputi:
a.

terorisme;

/ b. huru-hara ..
b.

huru-hara, atau kerusuhan massa;

c.

kejahatan terorganisir bersenjata api atau bahan peledak;

d.

penanganan senjata Kimia, Biologi, dan Radioaktif disingkat KBR; dan

e.

pelaksanaan kegiatan SAR di Polres Sumbawa


Pasal 104

HTCK Kapolres dengan Kepala Sekolah Polisi Negara atau Ka SPN adalah
berkoordinasi dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan sesuai Rencana Kerja
atau kebijakan Kapolda dan/atau Kapolri.
Pasal 105
HTCK Kapolres dengan Kabidkeu adalah berkoordinasi dalam menyelenggarakan
dan membina pengelolaan keuangan yang meliputi pembiayaan, penegendalian,
pembukuan dan akuntansi pelaporan serta verifikasi laporan keuangan.
Pasal 106
HTCK Kapolres dengan Kabid Dokes adalah berkoordinasi dalam
menyelenggarakan pembinaan kedokteran dan kesehatan Polri meliputi kedokteran
Kepolisian, kesehatan Kepolisian, rumah sakit dan poliklinik.
Paragraf 2
Antar Kapolres
Pasal 107
HTCK Kapolres dengan Kapolres lainnya adalah berkoordinasi di bidang
operasional.
Paragraf 3
Kapolsek dengan Pejabat Utama Polres

26
Pasal 108
HTCK Kapolsek dengan Kabagops, meliputi:
a.

perencanaan dan pengendalian administrasi operasi Kepolisian; dan

b.

pengamanan kegiatan masyarakat.

/ Pasal 109 .....


Pasal 109
HTCK Kapolsek dengan Kabagren adalah berkoordinasi dalam penyusunan
Renstra , Renja, LAKIP dan DIPA/RKA-KL.
Pasal 110
HTCK Kapolsek dengan Kabagsumda, meliputi:
a.

pembinaan personel;

b.

dukungan logistik; dan

c.

bantuan hukum.
Pasal 111

HTCK Kapolsek dengan Kasiwas adalah berkoordinasi dalam pengawasan


terhadap pelaksanaan tugas Kepolisian.
Pasal 112
HTCK Kapolsek dengan Kasipropam, meliputi:
a.

pembinaan dan pemeliharaan disiplin pengamanan internal;

b.

pelayanan pengaduan masyarakat yang diduga dilakukan oleh anggota Polri


dan/atau PNS Polri;

c.

sidang disiplin dan/atau kode etik profesi Polri; dan

d.

rehabilitasi personel.
Pasal 113

HTCK Kapolsek dengan Kasikeu adalah berkoordinasi dalam pelayanan fungsi


keuangan.

27
Pasal 114
HTCK Kapolsek dengan Kasium, meliputi:
a.

pelayanan administrasi umum dan ketatausahaan; dan

b.

pelayanan markas;
Pasal 115

HTCK Kapolsek dengan Ka SPKT adalah berkoordinasi terhadap laporan/


pengaduan masyarakat.

/ Pasal 116 .....


Pasal 116
HTCK Kapolsek dengan Kasatintelkam, meliputi:
a.

penyelenggaraan dan pembinaan fungsi intelijen bidang keamanan,

b.

pelayanan ijin keramaian umum dan penerbitan SKCK; dan

c.

menerima pemberitahuan kegiatan masyarakat atau kegiatan poitik.


Pasal 117

HTCK Kapolsek dengan Kasatreskrim adalah berkoordinasi dalam penyelidikan


dan penyidikan tindak pidana.
Pasal 118
HTCK Kapolsek dengan Kasatresnarkoba adalah berkoordinasi dalam penyelidikan
dan penyidikan tindak pidana penyalahgunaan Narkoba.
Pasal 119
HTCK Kapolsek dengan Kasatbinmas, meliputi:
a.

penyuluhan masyarakat; dan

b.

perpolisian masyarakat.
Pasal 120

HTCK Kapolsek dengan Kasatsabhara, meliputi:


a.

Turjawali dan pengamanan kegiatan masyarakat dan instansi pemerintah;

b.

TPTKP;

c.

penanganan tipiring; dan

28
d.

pengendalian massa
Pasal 121

HTCK Kapolsek dengan Kasatlantas, meliputi:


a.

Turjawali lalu lintas, pendidikan masyarakat lalu lintas

b.

penyidikan kecelakaan lalu lintas; dan

c.

penegakan hukum di bidang lalu lintas.

/ Pasal 122 .....


Pasal 122
HTCK Kapolsek dengan Kasattahti, meliputi:
a.

parawatan tahanan; dan

b.

penyimpanan barang bukti.


Pasal 123

HTCK Kapolsek dengan Kasitipol adalah berkoordinasi dalam penggunaan jaringan


teknologi dan informasi.

Bagian Keempat
Hubungan Lintas Sektoral
Pasal 124
HTCK Polres dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, meliputi:
a.

berkoordinasi dan pengawasan PPNS;

b.

legislasi Peraturan Derah;

c.

bidang Kamseltibcarlantas; dan

d.

Kamtibmas.
Pasal 125

HTCK Polres dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sumbawa,


meliputi:
a.

pengamanan dan penjagaan; dan

b.

legislasi peraturan daerah.

29
Pasal 126
HTCK Polres dengan Pengadilan Negeri Sumbawa, meliputi:
a.

penyidikan tindak pidana; dan

b.

pengamanan dan penjagaan


Pasal 127

HTCK Polres dengan Pengadilan Agama Kabupaten Sumbawa, meliputi:


a.

pengamanan dan penjagaan; dan

b.

litigasi
/ Pasal 128 .....
Pasal 128

HTCK Polres dengan Kejaksaan Negeri Sumbawa, meliputi:


a.

berkoordinasi dalam penyidikan tindak pidana; dan

b.

pengamanan dan penjagaan.


Pasal 129

HTCK Polres dengan Rumah Tahanan Kelas II Sumbawa, meliputi:


a.

pengamanan dan penjagaan; dan

b.

penempatan atau penitipan tahanan.


Pasal 130

HTCK Polres dengan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Sumbawa, meliputi:


a.

pengamanan dan penjagaan; dan

b.

Pemantauan dan pengawasan terpidana.


Pasal 131

HTCK Polres dengan Rumah Penyimpanan Barang Sitaan disingkat Rupbasan


Kabupaten Sumbawa adalah berkoordinasi dalam penitipan dan penyimpanan
barang bukti sementara.
Pasal 132
HTCK Polres dengan Kodim 1607 Sumbawa adalah berkoordinasi dalam
pelaksanaan pengamanan.

30
Pasal 133
HTCK Polres dengan Satuan Bandar Udara Sultan Kaharuddin
berkoordinasi dalam pengamanan wilayah udara Kabupaten Sumbawa.

adalah

Pasal 134
HTCK Polres dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara disingkat KPPN
Wates meliputi:
a.

pengajuan Surat Perintah Membayar disingkat SPM untuk diterbitkan Surat


Perintah Pencairan Dana disingkat SP2D;

/ b. rekonsiliasi .....
b.

rekonsiliasi laporan raelisasi anggaran kepada KPPN selaku kuasa


Bendahara Umum yang dilampiri Laporan Hasil Rekonsiliasi; dan

c.

koordinasi penerapan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran disingkat DIPA.


Pasal 135

HTCK Polres dengan Kantor Pajak Pratama Wates, meliputi:


a.

membayar Pajak Penghasilan Pasal 21 disingkat PPh-21, Pajak


Penghasilan Pasal 23 disingkat PPh 23, Pajak Pertambahan Nilai disingkat
PPN; dan

b.

membuat laporan pajak.


Pasal 136

HTCK Polres dengan Perusahaah Listrik Negara disingkat PLN Kabupaten


Sumbawa adalah berkoordinasi dalam bidang perbaikan dan pemasangan,
pengecekan/ tagihan rekening listrik jajaran Polres Sumbawa
Pasal 137
HTCK Polres dengan PT Telkom Kabupaten Sumbawa, meliputi:
a.

perbaikan dan pemasangan, pengecekan/tagihan rekening telepon jajaran


Polres Sumbawa

b.

pengembangan jaringan komunikasi; dan

c.

berkoordinasi dalam pemeliharaan dan perawatan jaringan telepon Polres


Sumbawa dan jajaranya.
Pasal 138

31
HTCK Polres dengan PT Kereta Api Indonesia adalah berkoordinasi dalam hal
pengamanan dan penjagaan.
Pasal 139
HTCK Polres dengan Kantor Pos Kabupaten Sumbawa adalah berkoordinasi dalam
pelayanan Pos Dinas.
Pasal 140
HTCK Polres dengan SAR BPBD Kabupaten Sumbawa berkoordinasi dalam
penanganan kecelakaan dan kejadian bencana alam.

/ Pasal 141 .....


Pasal 141
HTCK Polres dengan Lembaga Swadaya Masyarakat disingkat LSM, meliputi:
a.

penyuluhan dan pelatihan;

b.

pendampingan terhadap korban.


Pasal 142

HTCK Polres dengan Bank, meliputi:


a.

pengamanan dan penjagaan; dan

b.

pelayanan pembayaran gaji.


Pasal 143

HTCK Polres dengan Lembaga Pendidikan adalah berkoordinasi dalam pembinaan


Kamtibmas terhadap Pelajar dan Mahasiswa.
Pasal 144
HTCK Polres dengan Instansi / Badan Usaha pengguna Satuan Pengamanan
adalah berkoordinasi dalam pembinaan teknis dan pengkoordinasian
pengembangan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa.
Pasal 145
HTCK Polres dengan Instansi pengguna Polisi khusus, meliputi:
a.

pembinaan teknis, pengkoordinasian dan pengawasan Polisi khusus;

32
b.

koordinasi dalam rangka meningkatkan kemampuan dan ketrampian


anggota Polisi khusus; dan

c.

pendataan anggota Polisi khusus.

BAB III
PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
Pasal 146
Pengawasan dan pengendalian pelaksanaan Hubungan Tata Cara Kerja di
lingkungan Polres Sumbawa dilakukan sebagai berikut :
a.

Kabag, Kasat, Kasi, Ka SPKT, Kapolsek wajib melakukan pengawasan dan


pengendalian terhadap pelaksanaan Hubungan Tata Cara Kerja di
lingkungan masing-masing; dan
/ b. Kabag .....

b.

Kabag, Kasat, Kasi, Ka SPKT, Kapolsek menyusun hasil temuan


pengawasan dan pengendalian untuk bahan pelaporan dan evaluasi.
Pasal 147

Pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan Hubungan Tata Cara Kerja


dilakukan oleh :
a.

pimpinan masing-masing secara berjenjang sesuai struktur organisasi; dan

b.

pengemban fungsi pengawasan.


Pasal 148

Pengawasan dan pengendalian dilakukan melalui:


a.

supervisi;

b.

pengawasan secara langsung;

c.

monitoring; dan

d.

analisa dan evaluasi.


Pasal 149

Pengawasan dan pengendalian dilakukan secara rutin dan atau periodik oleh para
pimpinan masing-masing dan pengemban fungsi pengawasan.

33

/ BAB IV .....
BAB IV
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 150
Pada saat peraturan ini berlaku, maka keputusan Kapolres Sumbawa terdahulu
tentang Hubungan Tata Cara Kerja di lingkungan Polres Sumbawa dicabut dan
dinyatakan tidak berlaku.

Ditetapkan di
Pada tanggal

: Sumbawa Besar
: 31
Maret 2016

KEPALA KEPOLISIAN RESOR SUMBAWA

MUHAMMAD, S. IK
AJUN KOMISARIS BESAR POLISI NRP 75070836
Disahkan di
pada tanggal

: Mataram
: Maret 2016

KEPALA KEPOLISIAN DAERAH NTB

34

Drs. UMAR SEPTONO, S.H, M.H.


BRIGADIR JENDERAL POLISI

REGISTRASI
SEKRETARIAT
NOMORTAHUN 2016

UMUM

KEPOLISIAN

DAERAH

NTB