Anda di halaman 1dari 9

GAMBARAN UMUM LOKASI STUDI

4 . 1 P E L A B U H A N K AYA N G A N
4.1.1 KONDISI PELABUHAN
Pelabuhan Kayangan merupakan pelabuhan penyeberangan ferry dari Pulau
Lombok menuju Pelabuhan Pototano di Pulau Sumbawa. Pelabuhan ini berada di
Kabupaten Lombok Timur di yang berjarak kurang lebih 80 km yang ditempuh
dalam waktu 2 jam. Jaringan jalan dari Kota Mataram ke Pelabuhan Kayangan
melintasi wilayah Narmada, Mantang, Kopang,

Pelabuhan Kayangan di Labuhan Lombok menghubungkan Pulau Lombok


dengan Pulau Sumbawa. Jarak lintasan ini sejauh 11 mil dengan waktu tempuh
kurang lebih 1,5 jam (90 menit). Pelayanan penumpang dan barang serta
angkutan penyeberangan pada pelabuhan penyeberangan

ini terdiri dari dua

dermaga dan mempunyai 12 armada kapal yang beoperasi secara bergantian


dengan interval waktu headway sekitar 45 menit.

Luas areal Pelabuhan Kayangan mencapai luas 7.572 m 2 dengan fasilitas


pelabuhan yang cukup lengkap sebagai pelabuhan penyeberangan. Secara
tabelaris, fasilitas sarana dan prasarana di Pelabuhan Kayangan dijabarkan pada
Tabel 4.1.

Laporan Antara

4-1

Gambar 4.1: Pelabuhan Kayangan

Tabel 4.1 Sarana dan Prasarana Pelabuhan Kayangan, Provinsi NTB


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Prasarana
Areal Pelabuhan
Dermaga
movable
bridge
Dermaga ponton
Dermaga beaching
Lapangan parkir
Gedung terminal
Kantor
Shelter
Boarding brigde
Catwalk/Gangway

11
12

Jembatan timbang
Trestle

Satuan
M2
Unit
Unit
Unit
M2
M2
M2
M2
M2
Toll
gate
Unit
M2

Besaran
7.572
2
6.399
541
290
342
1
1
792,36

4.1.2 KONDISI WILAYAH


Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Pelabuhan Kayangan terletak di
Kabupaten Lombok Timur.

4.1.2.1 LETAK WILAYAH


Kabupaten Lombok Timur terletak antara 161-117 Bujur Timur dan 89Lintang Selatan, berbatasan dengan Kabupaten Lombok Barat dan Lombok
Tengah di sebelah barat, Selat Alas di sebelah timur, Laut Jawa di sebelah utara
dan Samudera Indonesia di sebelah selatan.

Laporan Antara

4-2

4.1.2.2 LUAS W ILAYAH


Luas wilayah Kabupaten Lombok Timur termasuk daerah pantai dihitung 4 mil
dari garis pantai tercatat 2.679,99 km2, terdiri atas daratan seluas 1.605,55
(59,91%) dan lautan 1.074,33 km2 40.09%). Proporsi penggunaan lahan meliputi
28,34% (45.502 Ha) lahan sawah dan 71,66% (115.053 Ha) lahan kering.

4.1.2.3 TOPOGRAFI DAN IKLIM


Topografi wilayah menunjukkan penampakan miring dari utara ke selatan.
Dibagian utara merupakan daerah pegunungan dataran tinggi kaki Gunung
Rinjani. Sedangkan bagian tengah merupakan dataran rendah dan bagian
selatan merupakan daerah berbukit-bukit. Daerah pantai membatasi wilayah
dari bagian utara ke sebelah timur hingga wilayah bagian selatan. Ketinggian
wilayah Kabupaten Lombok Timur bervariasi antara 0 m diatas permukaan laut
pada daerah pantai sampai dengan 3.726 meter dpl (diatas permukaan laut) pada
daerah pegunungan. Berdasarkan topografi,maka untuk kelerengan antara 0-2%
atau daerah yang datar mencakup Kecamatan Jerowaru, Keruak, Labuhan Haji
dan Kecamatan Pringgabaya dengan luas keseluruhan mencapai 25.760 Ha.
Untuk wilayah dengan kelerengan antara 2-15% dan merupakan kriteria
kelerengan dominan di Kabupaten Lombok Timur, mencakup wilayah Kecamatan
Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Selong, Sukamulia, Suralaga, Terara, Montong
Gading, Sikur, Masbagik, Pringgasela, Aikmel, Wanasaba, Suela dan Kecamatan
Sambelia dengan luas keseluruhan wilayah sekitar 96.763 Ha. Sedangkan untuk
wilayah dengan kelerengan 15-40% mencakup sebagian wilayah Kecamatan Suela
dan sebagian wilayah Kecamatan Sembalun, adapun untuk wilayah yang paling
curam dengan kelerengan >40% meliputi daerah Pegunungan Rinjani yang ada di
Kecamatan Sembalun dengan luas areal sekitar 13.810 Ha.

Jenis tanah di Kabupaten Lombok Timur secara umum terdiri atas jenis Aluvial,
Regosol, Grumosol, Mediteran dan Asosiasi Litosol dan Litosol Coklat kemerahan.
Adapun penyebaran jenis tanah berdasar kan wilayah kecamatan yang ada
diperoleh

gambaran

sebagai

berikut:

Tanah

jenis

Grumosol

tersebar

di

Kecamatan Keruak, Jerowaru, Terara, Montong Gading, Sikur, Sukamulia,


Suralaga, Selong, Labuhan Haji, sebagian Aikmel, Wanasaba dan sebagian
Laporan Antara

4-3

Kecamatan Sembalun, dengan luas 38.423 Ha (23,93%) dari seluruh luas


Kabupaten Lombok Timur. Kecamatan Keruak dan Jerowaru mempunyai luas
Grumosol 18.462 Ha (11,50%), sedangkan Kecamatan Sukamulia dan Suralaga
hanya 23 Ha.

Seperti daerah lainnya di Indonesia, Kabupaten Lombok Timur juga beriklim


tropis yang ditandai dengan dua musim yaitu musim panas dan musim
penghujan. Curah hujan rata-rata sebesar 1882 mm/tahun dengan jumlah hari
hujan perbulan 15 hari. Adapun Kecamatan yang basah pada musim penghujan
adalah Kecamatan Aikmel, Suela, Sembalun, Masbagik Pringgasela, Montong
Gading. Sedangkan daerah kering adalah Kecamatan Keruak dan Jerowaru
dengan curah hujan rata-rata 1.080 mm/tahun.

Wilayah Kabupaten Lombok Timur dilalui oleh banyak aliran sungai dan anak
sungai, akan tetapi tidak semua sungai berair sepanjang tahun. Danau hanya
satu di daerah ini yaitu danau Segara Anak yang luasnya kira-kira 30 km dengan
kedalaman 200 meter.

4 . 2 P E L A B U H A N P O T O TA NO
4.2.1 KONDISI PELABUHAN
Pelabuhan Pototano merupakan Pelabuhan di sisi Pulau Sumbawa yang
merupakan pasangan dari lintas penyeberangan Kayangan Pototano. Pelabuhan
ini merupakan pintu masuk ke Pulau Sumbawa dan merupakan lintas utama
untuk menuju ke wilayah NTT. Pelabuhan ini berada di Kabupaten Sumbawa
Barat yang terletak di sekitar 93 km dari Kota Sumbawa yang daoatr ditempuh
dalam waktu 2 jam. Kondisi jaringan jalan/akses menuju ke Pelabuhan Pototano
merupakan jalan nasional dengan kondisi cukup baik.

Luas areal Pelabuhan Pototano mencapai luas 6.458 m2 dengan fasilitas


pelabuhan yang cukup lengkap sebagai pelabuhan penyeberangan. Secara
tabelaris, fasilitas sarana dan prasarana di Pelabuhan Pototano dijabarkan pada
Tabel 2.2.

Laporan Antara

4-4

Tabel 4.2 Sarana dan Prasarana Pelabuhan Pototano, Provinsi NTB


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Prasarana
Areal Pelabuhan
Dermaga
movable
bridge
Dermaga ponton
Dermaga beaching
Lapangan parkir
Gedung terminal
Kantor
Shelter
Boarding brigde
Catwalk/Gangway

11

Jembatan timbang

Satuan
M2
Unit
Unit
Unit
M2
M2
M2
M2
M2
Toll
gate
Unit

Besaran
6.458
2
4.670
400
650
650
1
1

Data operasional Pelabuhan Pototano menyebutkan produktifitas angkutan


penyeberangan pada Lintas Kayangan Pototano mencapai 972.800 orang,
kendaraan roda-4 sebanyak 180.230 unit dan kendaraan roda-2 sebanyak
101.215 unit (Dephub Darat dalam Angka 2008). Data dari Kabupaten Lombok
Timur dalam Angka 2007, produktifitas angkutan pada Pelabuhan Pototano
tahun 2006 tercatat penumpang yang naik sebanyak 27.568 orang, kendaraan
roda-2 sebanyak 45.435 unit dan kendaraan roda-4 sebanyak 77.174 unit. Potret
kondisi Pelabuhan Pototano yang didapatkan pada saat pengumpulan data
lapangan digambarkan pada Gambar 2.4.

Laporan Antara

4-5

Laporan Antara

Dermaga 2

Dermaga 1

Pototano

Pototano
4-6

Gambar 4.2: Kondisi Prasarana di Pelabuhan Pototano

Laporan Antara

4-7

4.2.2 KONDISI WILAYAH

4.2.2.1 LETAK W ILAYAH


Kabupaten

Sumbawa

Barat

sebagai

salah

satu

daerah

dari

sembilan

kabupaten/kota yang berada pada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat


terletak di ujung barat Pulau Sumbawa pada posisi . 116o 42 sampai dengan
117o 22 BT dan 08o 30' sampai dengan 09o 07' Lintang Selatan dengan luas
wilayah 1.849,02 Km2. dengan batas-batas sebagai berikut (BPS Kabupaten
Sumbawa dan BAPPEDA KSB, 2004):

Sebelah Timur

: Wilayah Kabupaten Sumbawa.

Sebelah Barat

: Selat Alas.

Sebelah Utara

: Wilayah Kabupaten Sumbawa.

Sebelah Selatan

: Samudera Indonesia.

4.2.2.2 LUAS WILAYAH


Kabupaten Sumbawa Barat mempunyai lusa wilayah perairan laut 6.542 Km 2
meliputi perairan pantai luas 2.654 Km2 dengan panjang pantai 187,6 Km
sedangkan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) seluas 3.643 Km2.

4.2.2.3 TOPOGRAFI DAN IKLIM


Menurut klasifikasi Schmid dan Ferguson, Kabupaten Sumbawa Barat berada
pada iklim Tipe D dan E (Iklim tropis dengan temperatur udara 21 o 34oC,
curah hujan menunjukkan kisaran antara 53 mm 277 mm pertahun,
sementara sebaran bulan basah terjadi antara bulan november dan april
sedangkan bulan lainnya curah hujan cukup rendah (musim kemarau).

Berdasarkan kondisi fisik topografi Kabupaten Sumbawa Barat merupakan


daerah yang berbukit dan bergunung terutama di wilayah bagian timur,
sedangkan dataran rendah dan landai banyak terdapat pada bagian tengah
hingga barat yang berupa pantai dan pesisir laut, dengan jenis tanah dominan
entisol dan campuran litosol.

Laporan Pendahuluan

4-8

Laporan Pendahuluan

4-9