Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Citra

Menurut Hornby citra merupakan gambaran yang terekam oleh kamera atau sensor lainnya.
Sensor ini terdapat pada alat inderaja seperti satelit. Beberapa satelit diciptakan mempunyai
sensor aktif yang artinya menghasilkan gelombang sendiri yang nantinya dipantulkan oleh
bumi. Beberapa satelit mempunyai gelombang pasif yang artinya memanfaatkan gelombang
matahari untuk merekam permukaan bumi. Berbeda pendapat dengan Hornby, citra adalah
gambaran objek yang dibuahkan oleh pantulan atau pembiasan sinar yang difokuskan dari
sebuah lensa atau cermin (Simonett, 1983). Citra dapat dibedakan menjadi dua yaitu citra
foto yang berupa foto udara maupun foto satelit dan citra non foto. Citra satelit adalah citra
yang dibuat dari angkasa luar. Citra satelit dapat dibedakan menjadi empat, yaitu citra satelit
untuk penginderaan planet, citra satelit untuk penginderaan cuaca, citra satelit untuk
penginderaan sumber daya bumi, dan citra satelit untuk mengiderakan laut. Contoh satelit
lain penghasil citra adalah Quickbird, Ikonos, Landsat, WorldView dan lainnya. Masingmasing mempunyai resolusi spasial dan panjang gelombang yang berbeda-beda. Kualitas
hasil rekaman dari satelit tidak haya tergantung dari resolusi spasial satelit tersebut namun
juga bergantung pada cuaca di permukaan bumi.
Pengertian Pengolahan Data Citra
Pengolahan data citra merupakan proses mengolah data citra dengan cara memanipulasi data
citra atau mengolah suatu data citra menjadi suatu keluaran (output) yang diharapkan.
Pengolahan Citra secara umum memiliki 4 tahapan. Tahapan umum tersebut yaitu
identifikasi, registrasi, perbaikan dan interprestasi citra satelit. Dalam pengolahan data citra
terkadang kualitas data tidak baik (berawan, data bergaris, dll) sehingga perlu dilakukan
proses perbaikan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk proses perbaikan adalah dengan
melakukan penajaman citra. Tahapan penting adalah interprestasi. Tahap interprestasi adalah
tahap memanfaatkan citra satelit.pada Interprestasi kita melakukan proses untuk mendapatkan
keterangan/informasi.
Penajaman Citra
Penajaman citra sangat diperlukan pada citra yang berkualitas tidak baik, sebelum
melanjutkan ke tahapan pengolahan data citra selanjutnya yaitu interpretasi citra. Apabila
dilakukan interpretasi citra pada citra yang berkualitas tidak baik maka akan menimbulkan
kesalahan dalam interpretasi. Penajaman citra (enhancement) yaitu mengubah nilai piksel
secara sistematis sehingga menghasilkan efek kenampakan citra yang lebih ekspresif sesuai
dengan kebutuhan pengguna. Meliputi semua operasi yang menghasilkan citra baru dengan
kenampakan visual dan karakteristik spektral yang berbeda-beda. Penajaman citra dapat
dilakukan dengan beberapa cara seperti filtering dan steching atau peregangan kontras.
1. Filtering
Swain dan Davis (1978) memberikan batasan filter sebagai mekanisme yang dapat mengubah
sinyal-sinyal optis, elektronis maupun digital, sesuai dengan kriteria tertentu. Filtering atau
pemilteran adalah cara untuk ekstraksi bagian data tertentu dari suatu himpunan data dengan
menghilangkan bagian-bagian data yang tidak diinginkan. Dengan cara mengubah nilai piksel
yang ada di pusat. Berbeda dengan teknik penajaman kontras, operasi pemfilteran dapat
diterapkan dengan mempertimbangkan nilai piksel yang bertetangga. Oleh karena itu, teknik
pemfilteran lebih sering disebut sebagai operasi lokal (local operation), sedangkan teknik
penajaman yang lain sering disebut operasi titik (point operation) (Galtier, 1989). Filter

dirancang untuk menyaring informasi sehingga menghasilkan citra baru yang mempunyai
variasi nilai spektral yang berbeda dengan citra asli.
Dua jenis filtering, yaitu filter high pass dan filter low pass.
a. Filter high pass
Filter high pass digunakan untuk menghasilkan citra dengan variasi nilai kecerahan yang
besar dari piksel ke piksel. Sehingga antar objek-objek mempunyai batas yang tegas dengan
nilai kecerahan yang besar dengan cara meloloskan nilai piksel yang rendah. Hasil
pemfilteran dengan filter high pass menunjukkan kenampakan bukit, lembah dan wilayah
perairan yang lebih jelas apabila dibandingkan dengan teknik pemfilteran yang lain.
Tujuannya untuk menonjolkan perbedaan antara objek ataupun perbedaan nilai, kondisi
ataupun sifat antar obejek yang diwakili oleh nilai piksel. Penajaman Citra
Penajaman citra sangat diperlukan pada citra yang berkualitas tidak baik, sebelum
melanjutkan ke tahapan pengolahan data citra selanjutnya yaitu interpretasi citra. Apabila
dilakukan interpretasi citra pada citra yang berkualitas tidak baik maka akan menimbulkan
kesalahan dalam interpretasi. Penajaman citra (enhancement) yaitu mengubah nilai piksel
secara sistematis sehingga menghasilkan efek kenampakan citra yang lebih ekspresif sesuai
dengan kebutuhan pengguna. Meliputi semua operasi yang menghasilkan citra baru dengan
kenampakan visual dan karakteristik spektral yang berbeda-beda. Penajaman citra dapat
dilakukan dengan beberapa cara seperti filtering dan steching atau peregangan kontras.
Penajaman Citra
Penajaman citra sangat diperlukan pada citra yang berkualitas tidak baik, sebelum
melanjutkan ke tahapan pengolahan data citra selanjutnya yaitu interpretasi citra. Apabila
dilakukan interpretasi citra pada citra yang berkualitas tidak baik maka akan menimbulkan
kesalahan dalam interpretasi. Penajaman citra (enhancement) yaitu mengubah nilai piksel
secara sistematis sehingga menghasilkan efek kenampakan citra yang lebih ekspresif sesuai
dengan kebutuhan pengguna. Meliputi semua operasi yang menghasilkan citra baru dengan
kenampakan visual dan karakteristik spektral yang berbeda-beda. Penajaman citra dapat
dilakukan dengan beberapa cara seperti filtering dan steching atau peregangan kontras.
1. Filtering
Swain dan Davis (1978) memberikan batasan filter sebagai mekanisme yang dapat mengubah
sinyal-sinyal optis, elektronis maupun digital, sesuai dengan kriteria tertentu. Filtering atau
pemilteran adalah cara untuk ekstraksi bagian data tertentu dari suatu himpunan data dengan
menghilangkan bagian-bagian data yang tidak diinginkan. Dengan cara mengubah nilai piksel
yang ada di pusat. Berbeda dengan teknik penajaman kontras, operasi pemfilteran dapat
diterapkan dengan mempertimbangkan nilai piksel yang bertetangga. Oleh karena itu, teknik
pemfilteran lebih sering disebut sebagai operasi lokal (local operation), sedangkan teknik
penajaman yang lain sering disebut operasi titik (point operation) (Galtier, 1989). Filter
dirancang untuk menyaring informasi sehingga menghasilkan citra baru yang mempunyai
variasi nilai spektral yang berbeda dengan citra asli.
Dua jenis filtering, yaitu filter high pass dan filter low pass.
a. Filter high pass
Filter high pass digunakan untuk menghasilkan citra dengan variasi nilai kecerahan yang
besar dari piksel ke piksel. Sehingga antar objek-objek mempunyai batas yang tegas dengan
nilai kecerahan yang besar dengan cara meloloskan nilai piksel yang rendah. Hasil
pemfilteran dengan filter high pass menunjukkan kenampakan bukit, lembah dan wilayah
perairan yang lebih jelas apabila dibandingkan dengan teknik pemfilteran yang lain.
Tujuannya untuk menonjolkan perbedaan antara objek ataupun perbedaan nilai, kondisi
ataupun sifat antar obejek yang diwakili oleh nilai piksel.

b. Filter Low Pass


Filter low pass merupakan kebalikan dari filter high pass. Dalam filter low pass citra
berusaha mempertahankan nilai piksel yang rendah, batas antar satu objek dengan objek
lainnya menjadi kabur sehingga terkesan graduasi yang halus. Citra yang dihasilkan dari
filter low pass kenampakannya lebih smooth tetapi kabur/kurang jelas karena fungsinya yang
cenderung menghaluskan gambaran pikselnya. Tujuannya untuk memperhalus (smoothing)
kenampakan citra.
2. Stretching (Peregangan)
Kontras citra dapat dilakukan dengan merentangkan nilai kecerahan pikselnya. Citra asli
biasanya memiliki panjang gelombang lebih sempit dari 0-255. Hasilnya berupa citra baru
yang memiliki memiliki variasi hitam putihnya lebih menonjol sehingga tampak lebih tajam
dan memudahkan proses interpretasi serta menghasilkan kurva histogram yang lebih besar.

DAFTAR PUSTAKA
https://www.scribd.com/doc/243444168/Laporan-PENAJAMAN-CITRA (Diakses pada 4
Oktober 2016)