Anda di halaman 1dari 29

Integritas sampel tentukan

keakuratan hasil laboratorium

Dokumentasi,penanganan, transportasi

dan penyimpanan sampel yang baik

The Clinical Laboratory Improvement

Amendment (1988):

Tanggung jawab laboratorium antara lain

menjaga integritas sampel

Faktor- faktor yang mempengaruhi


integritas bahan pemeriksaan
Persiapan pasien
Waktu pengumpulan bahan pemeriksaan
Peralatan flebotomi
Teknik pengumpulan bahan pemeriksaan
Transportasi bahan pemriksaan ke

laboratorium
Pemrosesan bahan pemeriksaan

DOKUMENTASI (1)
Dokumentasi meliputi kebijakan dan prosedur tertulis
seluruh pelayanan.
Dokumentasi di laboratorium terdiri dari :
informasi yang terdapat pada formulir permintaan
dokumentasi hasil QC
prosedur manual
Identifikasi variabel yang dapat mempengaruhi hasil
lab

DOKUMENTASI (2)
Informasi yang terdapat pada formulir permintaan
harus berisi informasi lengkap, al:
Cara permintaan pemeriksaan laboratorium : tertulis/via
telephon
Kelengkapan identitas pasien (nama, umur/tanggal lahir,
alamat, nomor rekam medis : identifikasi yang benar)
Kelengkapan identitas pengirim (nama, asal ruangan)

DOKUMENTASI (3)
Informasi khusus : puasa, keterangan klinis/diagnosis,

obat
Jenis pemeriksaan : tentukan tipe tabung
Label Sampel : tanggal dan jam pengambilan, jenis
sampel, teknik pengambilan (vena/kapiler), jenis
transportasi, jam pemrosesan, jam penyimpanan,inisial
flebotomis
Pelabelan pada tabung : kecocokan dengan identitas
pasien

DOKUMENTASI (4)
Prosedur QC harus memuat upaya yang dilakukan

untuk mempertahankan suplai reagen dan peralatan


yang tepat di laboratorium

Catatan QC meliputi : informasi tentang hazard,

penggunaan, penyimpanan reagen dan penanganan


yang tepat terhadap alat dan reagen, stabilitas dan tgl
kedaluwarsa reagen serta indikasi mengukur akurasi n
presisi suatu analit.

Laboratorium sebaiknya memiliki kebijakan dan


prosedur manual yang memandu praktek
flebotomi, yang meliputi :
1. Prosedur pengumpulan bahan pemeriksaan

2. Prosedur administratif
3. Prosedur yang menjamin keamanan dan
pengawasan kejadian infeksi
4. Prosedur melakukan QC

Pengumpulan Bahan (1)


The College of American Pathologists (CAP)
menyatakan bahwa pedoman pengumpulan bahan
pemeriksaa untuk flebotomi harus tersedia di tempat
pengumpulan.
Pedoman tsb harus memuat:
a. Persiapan pasien
b. Jenis wadah penampung dan jumlah bahan
pemeriksaan yang diperlukan

Pengumpulan Bahan (2)


c. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan
pemeriksaan.
d. Jenis antikoagulan atau pengawet yang diperlukan
e. Penanganan atau transportasi yang dibutuhkan (
misal hrs masuk lemari es, pengiriman segera, dll)
f. Pelabelan yang tepat
g.Data klinis tambahan pasien( misal puasa/tidak)

Penanganan
Sampel
(1)
Penanganan sampel terdiri dari 3 tahap processing,

yaitu :
1. Central processing; tabung harus tertutup dg tujuan
mencegah kontaminasi, terbentuknya aerosol slm
sentrifugasi n perubahan analit.
2. Clotting; pembekuan lengkap terjadi dalam 30-45 menit
pd suhu kamar. Sampel dg clot activator dapat membeku
dalam 5 menit.
3. Centrifugasi; sampel sebaiknya disentrifus hanya sekali,
krn pengulangan sentrifugasi dpt menyebabkan
hemolisis dan mengganggu kadar analit

Penanganan sampel (2)


Serum: Sampel harus beku sebelum sentrifugasi
Waspada : 2-8 C dapat tunda pembekuan
Percepat beku : aktivator (thrombin : 5 menit; tabung
gelas/partikel silika : 15-30 menit)
Plasma: Sentrifugasi dapat segera setelah
pengambilan darah
Tabung sitrat : homogenisasi 3-4 kali
Tabung non sitrat : homogenisasi 5-10 kali

Penanganan sampel (3)


Anggap seluruh sampel infeksius : APD

Hindari kebocoran kontainer


Hindari kontaminasi formulir
Jenis Permintaan : STAT/urgent
Penundaan pemeriksaan : perhatikan pemisahan
serum/plasma dari sel dan penyimpanan
Perhatikan stabilitas sampel (suhu, lama penundaan,
cahaya)
Lakukan tracking system untuk seluruh sampel : Track
aliquots telusuri sampel asal

Penanganan sampel khusus (1)

Sampel yang mengandung cold aglutinin,

cryofibrinogen dan cryoglobulin dalam serum harus


dijaga tetap hangat sampai serum dapat dipisahkan
dari sel.
Sampel yang memerlukan pendinginan: AGD,
ammonia, aceton, asam lemak bebas, asam laktat,
piruvat,glukagon.
Sampel yang sensitif terhadap cahaya : bilirubin,beta
karoten,folat, vit A,B12, B6, porfirin
Sampel yang sensitif terhadap waktu : amonia, laktat,
agregasi trombosit, BNP, ACTH, aldolase

Penanganan sampel khusus (2)


Faktor pembekuan sangat labil, sampel untuk

koagulasi sebaiknya dikirimkan ke laboratorium


dalam 30 menit pengumpulan untuk memperoleh
hasil optimal.
Darah untuk kultur
antikoagulan harus ada dalam tabung atau media
untuk mencegah mikroorganisme terperangkap dalam
bekuan sehingga mikroorganisme tidak terdeteksi.

Penangangan Sampel
Kriteria penolakan sampel :
Tidak berlabel
Sampel hemolisis/lipemik/ikterik ?
Penggunaan tabung yang salah
Salah sampel (tidak sesuai dengan formulir)
Volume sampel tidak adekuat
Stabilitas sampel tidak baik (selisih lama waktu mulai
dari pengambilan sampel dan penerimaan sampel

Pengiriman Sampel (1)


Perhatikan keamanan pengiriman : packaging
Perhatikan mode pengiriman : hand delivery,

kurir (sesuai IATA), pneumatic tube


Perhatikan kebutuhan sampel : suhu
pengiriman (dingin/suhu ruangan), lama
pengiriman sampel (cek jam pengambilan dan
jam penerimaan sampel), cahaya
Posisi tabung selalu vertikal saat pengiriman

PENGIRIMAN SAMPEL (2)

PENGIRIMAN SAMPEL (3)

PENGIRIMAN SAMPEL (4)


Perhatikan kebutuhan sampel :
Suhu pengiriman : dingin (sampel tertentu)
suhu ruangan (sampel p.umumnya)
Paparan terhadap cahaya, lama pengiriman sampel (cek
jam pengambilan dan jam penerimaan sampel)

PENGIRIMAN SAMPEL (5)


Posisi tabung selalu vertikal saat pengiriman :
Mendorong pembekuan lengkap (tabung plain)
Cegah kontaminasi sampel karena kontak

dengan stopper (toxicology/therapeutic drug


monitoring testing)
Kurangi aerosol saat recapping
Kurangi agitasi

PENGIRIMAN SAMPEL (7)


Sangat terpengaruh hemolisis :

Peningkatan : LDH, AST, Kalium


Terpengaruh hemolisis :
Peningkatan : Fe dan ALT
Penurunan : T4
Sedikit terpengaruh :
Peningkatan : Phosphor, Total Protein, Albumin,
Mg,Ca, asam fosfatase

Penyimpanan Sampel (1)


Buat kebijakan :
Sampel apa yang akan disimpan
Tentukan waktu retensi
Tentukan lokasi penyimpanan
(akses mudah mengambil
sampel)
Yakinkan kondisi penyimpanan
yang tepat
Penomoran box sampel

Penyimpanan Sampel (2)


Tabung gel :
Serum
: 48 jam pada 4 C
Tidak boleh : progesteron, direct antiglobulin testing
(karena dapat merangsang aglutinasi)

Penyimpanan Sampel (3)


Sampel PT disentrifus/tidak, tertutup :
18-24 C, periksa dalam 24 jam
2- 4 C : aktivasi faktor VII, sehingga merubah hasil PT
Sampel APTT non heparin, sentrifus/tidak,
tabung tertutup :
2 - 4 C atau 18 - 24 C : periksa dalam 4 jam dari
pengambilan

Penyimpanan Sampel (4)


Sampel aPTT dengan UFH :
2 - 4 C atau 18 - 24 C : sentrifus dalam 1 jam,
plasma diperiksa dalam 4 jam
Sampel TT, protein C, Factor V, dan Factor VIII :

2 - 4 C atau 18 - 24 C : sentrifugasi dan


diperiksa dalam 4 jam dari pengambilan

Penyimpanan Sampel (5)


Sampel tertunda diperiksa dalam 24 jam(PT) dan 4 jam

(aPTT dan pemeriksaan lain) : plasma dibekukan pada -20


C (2 minggu) atau -70 C (6 bulan)

Pencairan sampel beku : suhu 37 C dan segera periksa.

Bila masih tertunda, simpan pada suhu 4 C (maksimal 2


jam)

Terima Kasih atas perhatiannya.


Semoga bermanfaat