Anda di halaman 1dari 10

Laporan Praktikum Kimia Fisika I

Persamaan Nernst
Dosen Pengampu :
Sumari
Nazriati

Oleh :
Kelompok 2 / Off. B
Khubailul Agustina

(140331605092)

Laboratorium Kimia Fisika


Jurusan Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Malang
April 2016
A. Tujuan Percobaan

Menyusun dan mengukur GGL sel elektrik (sel elektrokimia) dan


membuktikan persamaan Nernst melalui percobaan.

B. Dasar Teori
Reaksi kimia dapat menghasilkan energi atau menyerap energi. Pertukaran
energi yang terjadi biasanya dalam bentuk panas, tetapi kadang-kadang dengan
mengadakan suatu modifikasi tertentu, energi yang dipertukarkan tersebut bisa diubah
dalam bentuk energi listrik.
Pada sel elektrokimia elektron akan mengalir dari anoda ke katoda. Hal ini
akan menimbulkan perbedaan potensial antara kedua elektroda. Perbedaan potensial
akan mencapai maksimum ketika tidak ada arus listrik yang mengalir. Perbedaan
maksimum ini dinamakan GGL sel atau Esel.
Salah satu faktor yang mempengaruhi Esel adalah konsentrasi. Persamaan yang
menghubungkan konsentrasi dengan Esel dinamakan persamaan Nernst. Persamaan
Nernst adalah persamaan yang berkaitan dengan tegangan dari sel kimia untuk
potensial sel standar dan konsentrasi reaktan dan produk. Bentuk persamaan tersebut
adalah sebagai berikut:
a C c . a Dd
RT
E sel=E sel
ln a b
nF
aA . aB
aaA , abB , acC , adD adalah aktivitas dipangkatkan dengan koefisien reaksi.
F = konstanta Faraday
n = jumlah (mol) elektron yang dipertukarkan dengan koefisien reaksi
R = tetapan gas
Untuk perhitungan yang tidak memerlukan ketelitian yang tinggi, aktivitas
dapat diganti dengan konsentrasi, sehingga persamaan menjadi:
E sel=E sel

c
d
RT C C . C D
ln a
nF C A . C Bb

C adalah konsentrasi.

C. Perosedur Percobaan
1. Alat

pH meter (potensiometer)

Kabel

Penjepit

Gelas ukur 100 mL

Gelas beaker 100 mL

Pipet volume 10 mL

Kertas saring

Kertas ampelas

2. Bahan

Lembaran tembaga

Lembaran seng

ZnSO4.7H2O(aq) 1,0 M

NH4NO3 atau KNO3

3. Langkah Kerja
3.1 Menyiapkan potongan lembaran tembaga dan seng dengan ukuran 6x2 cm.
Membersihkan permukaan logam tersebut dengan kertas amplas.
3.2 Menyiapkan dua gelas piala 100 mL yang satu diisi ZnSO 4 1,0 M. Mencelupkan
elektroda-elektroda logam dan menghubungkan dengan kabel.
3.3 Menempatkan jembatan garam pada kedua gelas piala. Mengamati nilai GGL
dengan pH meter yang disetel pada posisi mV. Mencatat polaritas kedua elektroda
pada pengukuran. Mencatat suhu larutan.
3.4 Menyiapkan larutan CuSO4 0,1 M. Mengganti larutan CuSO4 1,0 M dengan
larutan CuSO4 0,1 M.
3.5 Mencuci dan membersihkan kembali kedua elektroda dengan kertas amplas.
Mengganti jembatan garam dengan yang baru dan kembali mengukur dan
mencatat nilai GGL dengan menggunakan pH meter

3.6 Mengulangi langkah 4, tetapi menggunakan larutan CuSO4 yang lebih encer

D. Hasil Pengamatan
Dari percobaan sel elektrolisis yang dilakukan, didapatkan data sebagai
berikut:
Konsentrasi Larutan pada

Konsentrasi Larutan pada

Anoda (ZnZn2+)
1M
1M
1M
1M

Katoda (CuCu2+)
1M
0,1 M
0,01 M
0,001 M

Esel (V)
1,090
1,070
1,034
1,010

E. Analisa Data dan Pembahasan


Pengukuran gaya gerak listrik (GGL) sel elektrokimia ini dilakukan dengan
menggunakan konsentrasi yang berbeda-beda. Karena variasi konsentrasi yang
berbeda-beda maka percobaan dimulai dari konsentrasi larutan paling rendah agar
konsentrasi larutan yang rendah tidak terkontaminasi terlalu banyak dengan larutan
sebelumnya yang mungkin menempel pada elektroda. Larutan dengan konsentrasi
paling rendah adalah

CuSO4 0,001 M dan larutan lainnya adalah ZnSO 4 1 M.

Selanjutnya digunakan larutan CuSO4 0,01 M dengan larutan ZnSO4 1 M; larutan


CuSO4 1 M dengan larutan ZnSO4 0,1 M; dan yang terakhir adalah larutan CuSO 4 dan
ZnSO4 1 M.

Dari data-data seperti yang tertulis di atas dapat ditentukan slope persamaan

garis antara log

2+
Zn

2+
Cu vs Esel. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan

2+
Zn

2+
nilai log Cu .

Konsentrasi Larutan

Konsentrasi Larutan

pada Anoda (ZnZn2+)

pada Katoda (CuCu2+)

1M
1M
1M
1M

1M
0,1 M
0,01 M
0,001 M

Cu2+
Zn2+

Cu2+
Zn2+

log

Esel (V)

1
10
10
1000

0
1
2
3

1,090
1,070
1,034
1,010

1,100
f(x) = - 27.6x + 1092.4
R = 0.99

1,080
1,060
1,040
1,020

Linear ()

1,000
980
960
0

0.5

1.5

2.5

3.5

2+
Zn

2+
Kurva hubungan antara log Cu vs Esel adalah sebagai berikut.

Zn
Cu + 2e
Zn(s) + Cu2+(aq)
Langkah
2+

Zn2+ + 2e
Eo red = +0,76 volt
Cu
Eo red = +0,34 volt
Zn2+ (aq) + Cu(s)
Eo sel = +1,10 volt
selanjutnya yaitu menghitung persamaan Nernst berdasarkan data

percobaan yang telah diperoleh. Suhu pada saat percobaan dianggap 25C.

Persamaan Nernst saat larutan [Zn2+] = 1 M dan [Cu2+] = 1 M


2+
Zn

2+
Cu

0
Esel =Esel 0,059/ 2 log
1,0900,0295( 0)
1,090(0)

1,090V
Dapat dihitung persen kesalahan sebesar:
kesalahan=

E sel teoriE sel percobaan


100
Esel teori

1,101, 090
100
1,10
0,0090 100

0,9

Persamaan Nernst saat larutan [Zn2+] = 1 M dan [Cu2+] = 0,1 M


2+
Zn

2+
Cu

0
Esel =Esel 0,059/ 2 log
1,0700.0295( 1)

1,0700,0295
1,041V

Dapat dihitung persen kesalahan sebesar:


kesalahan=

E sel teoriE sel percobaan


100
Esel teori

1,101,041
100
1,10
0,053 100
5,3

Persamaan Nernst saat larutan [Zn2+] = 1 M dan [Cu2+] = 0,01 M


2+

Zn

2+

Cu

0
Esel =Esel 0,059/ 2 log
1,0740,0295(2)
1,0340,059

0.975 V
Dapat dihitung persen kesalahan sebesar:
kesalahan=

E sel teoriE sel percobaan


100
Esel teori

1,100,975
100
1,10
0,113 100

11,36

Persamaan Nernst saat larutan [Zn2+] = 1 M dan [Cu2+] = 0,01 M


2+
Zn

2+
Cu

0
Esel =Esel 2,303 log

1,010

0.059
( 3)
2

1,0100,0 885
0, 922V

Dapat dihitung persen kesalahan sebesar:


kesalahan=

E sel teoriE sel percobaan


100
Esel teori

1,100,922
100
1,10
0.1618 100
16,18

Kesalahan pengukuran bisa terjadi karena konsentrasi larutan kurang akurat.


F. Kesimpulan

Nilai Esel dipegaruhi oleh konsentrasi larutan elektrolit yang digunakan di ruang
katoda dan ruang anoda.

Semakin besar konsentrasi larutan elektrolit di ruang anoda, pada percobaan ini
larutan ZnSO4, maka nilai Esel akan semakin besar.

Semakin besar konsentrasi larutan elektrolit di ruang katoda, pada percobaan ini
larutan CuSO4, maka nilai Esel juga akan semakin besar.

G. Daftar Pustaka
Sumari, dkk. 2003. Petunjuk Praktikum Kimia Fisika. Malang: Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang.
Atkins. 1997. Kimia Fisika Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Castellan, Gilbert W. 1983. Physical Chemistry 3rd edition. London: AddisonWesley Publishing Company.