Anda di halaman 1dari 8

ADAPTASI PADA HEWAN

MAKALAH
Makalah Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekologi
yang dibina oleh Bapak Dr.Ibrohim, M.Si

Disusun oleh:
Kelompok 5,
Biologi Offering G

Putri Deviyan Nasari

(130342603483)

Sisca Maylindasari

(130342603491)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
S1 BIOLOGI
JANUARI 2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat ALLAH SWT. yang telah melimpahkan Rahmat dan
Karunia-Nya sehingga makalah Ekologi Hewan yaitu tentang Adaptasi pada
Hewan ini dapat terselesaikan sebagaimana mestinya. Shalawat serta salam tidak
lupa kita haturkan kepada junjungan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, atas
bimbingan Beliau sehingga kita dapat membedakan mana yang benar dan mana
yang salah.
Ucapan terimakasih kepada dosen pengampu mata kuliah Ekologi Hewan
yang telah memberikan kami kesempatan untuk membuat makalah ini sebagai
pedoman, acuan, dan sumber belajar.
Akhir kata, Penyusun menyadari bahwa masih terdapat banyak kesalahan
baik dari segi bahasa, tulisan, maupun kalimat yang kurang tepat dalam
makalah ini, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari para
pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah berikutnya.

Malang, 19 Januari 2015

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan adaptasi ?
2. Apa saja macam-macam adaptasi ?
3. Apa saja contoh dari adaptasi ?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian adaptasi.
2. Mengetahui macam-macam adaptasi.
3. Mengetahui contoh dari adaptasi.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian adaptasi


Pengertian adaptasi adalah cara makhluk hidup untuk menyesuaikan diri
dengan lingkungan hidup dimana mereka tinggal. Adaptasi ini diperlukan oleh
makhluk hidup dibumi, karena setiap lingkungan dibumi memiliki karakteristik
sendiri. Misalkan dikutub suhunya sangat dingin serta banyak terdapat air
sedangkan sebaliknya di daerah gurun suhunya panas, gersang, dan sulit untuk
mendapatkan air.
Oleh karena itu ditempat tersebut makhluk hidupnya memiliki bentuk dan
karakteristik berbeda untuk menyeseuaikan diri dengan lingkungannya. Seperti,
Beruang kutub memiliki bulu yang lebat untuk melindungi tubuhnya dari suhu
dingin dan di gurun unta memiliki punuk atau bagian yang menonjol di
punggungnya sebagai penyimpan cadangan air karena digurun sulit untuk
mendapatkan air.
Lingkungan tempat makhluk hidup berkembang biak disebut dengan
habitat. Pada umumnya, makhluk hidup yang sudah beradaptasi dilingkungan
tertentu sulit untuk beradaptasi ditempat lain. Kecuali manusia, karena manusia
memliki otak dan pikiran sebagai alat untuk beradaptasi dengan berbagai
lingkungan yang ada. Otak dan pikiran ini digunakan untuk menyesuaikan
lingkungan dengan kemauannya. Misalkan, dikutub itu dingin maka ia membuat
rumah yang berbentuk seperti kubah karena dengan bentuk seperti itu maka suhu
didalamnya akan lebih hangat.

2.2 Macam-macam adaptasi

Adaptasi terdiri dari tiga macam, antara lain :


A. Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh makhluk hidup atau alat-alat
tubuh makhluk hidup terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Pada adaptasi ini
biasanya bentuk penyesuaian bentuk tubuhnya seperti pada bentuk paruh, bentuk
kaki, maupun bentuk seluruh tubuh secara keseluruhan.
Adaptasi pada bentuk tubuh ini berfungsi untuk menyesuaikan bentuk tubuhnya
dengan cara ia mendapatkan makanan dan menyesuaikan bentuk tubuhnya dengan
bagaimana ia tinggal di tempat tersebut.
B. Adaptasi Fisiologi
Adaptasi Fisiologi adalah penyesuaian fungsi alat tubuh suatu makhluk hidup
terhadap keadaan lingkungannya. Adaptasi ini tidak dapat dilihat langsung oleh
mata. Karena pada adaptasi fisiologi menyangkut tentang fungsi organ-organ
bagian dalam tubuh makhluk hidup dengan lingkungannya. Seperti fungsi jantung
manusia untuk beradaptasi dengan daerah tinggi.
C. Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah cara makhluk hiduo beradaptasi dengan
lingkungannya dalam bentuk tingkah laku. Adaptasi tingkah laku ini berhubungan
dengan tindakan makhluk hidup untuk beradaptasi atau melindungi diri dari
pemangsa. Selain itu juga adaptasi tingkah laku berhubungan dengan kebiasaan
makhluk hidup untuk beradaptasi dan mempertahankan hidupnya disuatu
lingkungan.
2.3 Contoh dari adaptasi
Contoh adaptasi ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu contoh adaptasi morfologi,
contoh adaptasi fisiologi dan contoh adaptasi tingkah laku.

A. Contoh adaptasi morfologi


Contoh adaptasi morfologi pada makhluk hidup darat :
1) Tumbuhan xerofit seperti kaktus memiliki batang yang tebal untuk menyimpan
air, memiliki daun yang berduri yang berfungsi untuk mengurangi penguapan, dan
memiliki akar yang panjang dan menyebar agar lebih mudah mencari air. Hal ini
dilakukan karena habitatnya yang gersang dan tandus.
2) Kelinci gurun mempunya telinga yang besar untuk mendinginkan tubuhnya.
Karena pada saat darah kelinci tersebut mengalir melewati telinga maka darah
akan melepaskan panas keselilingnya.
3) Katak gurun memiliki kaki bertanduk yang berguna untuk menggali lubang
hingga 3 meter. Lubang ini digunakan untuk melindungi dirinya dari panas terik
gurun.
B. Contoh adaptasi Fisiologi
contoh adaptasi fisiologi antara lain :
1) Saat berada di daerah yang tinggi seperti dipuncak gunung manusia
memproduksi butir darah merah lebih banyak agar lebih banyak mengikat
oksigen. Sebab di dataran tinggi tekanan atmosfirnya lebih kecil daripada
didataran rendah sehingga hanya sedikit oksigen yang bisa masuk ketubuh kita.
2) Ikan yang hidup di air asin lebih pekat mengeluarkan urin daripada ika yang
hidup di air tawar. Ikan yang hidup diair asin mengeluarkan urin yang lebih pekat
agar jumlah garam ditubuh ikan tersebut tidak berlebihan.
C. Contoh Adaptasi Tingkah Laku
Contoh adaptasi tingkah laku :

1) Bunglon mengubah warna tubuhnya sesuai dengan lingkungannya adar lebih


mudah mendapatkan mangsanya.
2) Ikan paus dan lumba-lumba secara berkala muncul kepermukaan air untuk
bernafas. Karena Paus dan Lumba-lumba merupakan hewan mamalia yang
bernafas dengan paru-paru.
3) Rayap yang kulitnya mengelupas maka akan dimakan kembali oleh rayap
tersebut. Hal ini dilakukan karena didalam kulit rayap tersebut ada usus rayap
yang ikut mengelupas dan usus tersebut memiliki flagelata yang menghasilkan
enzim selulase yang dapat mencernakan kayu. Selain itu juga, rayap muda
menjilati dubur rayao dewasa dengan tujuan mendapatkan enzim selulase untuk
mencernakan kayu.