Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM

KESETIMBANGAN ASAM BASA

NAMA

: SRI SULASTRIANI

NIM

: H41116019

GOL/KLP

: H4/ II (DUA)

LABORATORIUM KIMIA DASAR


JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2016

LEMBAR PENGESAHAN

Makassar, 04 Oktober 2016

Asisten

Praktikan

NURUL KHAERANY
NIM : H31113027

SRI SULASTRIANI
NIM : H41116019

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Keadaan setimbang merupakan suatu keadaan dimana konsentrasi seluruh zat
tidak lagi mengalami perubahan, sebab zat-zat diruas kanan terbentuk dan terurai
kembali dengan kecepatan yang sama. Secara mikroskopis, reaksi berlangsung terus
menerus dan konsentrasi zat selalu berubah-ubah. Namun secara makroskopis, reaksi
dianggap selesai dan konsentrasi zat dianggap tetap.
Harga tetapan kesetimbangan (K) memberikan gambaran tentang banyaknya
zat hasil reaksi yang dapat dibentuk pada suatu reaksi keetimbangan.jika harga K
besar, zat hasil reaksi yang banyak. Sebaliknya, jika harga K kecil, zat hasil reaksi
yang terbentuk sedikit.
Namun, jika reaksi terjadi pada fase gas, pada saat kesetimbangan semua gas
baik pereaksi maupun hasil reaksi bercampur dalam suatu wadah dan menimbulkan
tekanan tertentu. Tekanan itu merupakan tekanan total yang ditimbulkan oleh gas-gas
itu. Oleh karena itu, setiap gas memiliki tekanan parsial, yaitu tekanan yang
ditimbulkan gas itu sendiri yang ada dalam ruangan.
Dalam

reaksi

kesetimbangan,

adanya

penambahan

katalisator

tidak

mengakibatkan terjadinya pergeseran kesetimbangan, tatpi mempercepat terjadinya


keadaan setimbang.

I.2 Maksud dan Tujuan Percobaan


I.2.1 Maksud percobaan
Menentukan kesetimbangan asam lemah.
I.2.2 Tujuan percobaan
1. Menentukan pH larutan asam lemah dengan menggunakan kertas pH
universal dan pH meter.
2. Menentukan pengaruh pengenceran terhadap nilai pH, dan tetapan
kesetimbangan ionisasi, dan derajat ionisasi asam lemah.
3. Menentuka derajat ionisasi asam lemah berdasarkan nilai pH.

I.3 Prinsip Percobaan


Diambil 5 mL CH3COOH dan dimasukkan kedalam labu ukur 50 mL, lalu
kocok hingga homogen, ukur pH. Kemudian larutan tersebut diambil 5 ml dan
dimasukkan kedalam labu ukur 50 ml dan di, kemudian dicukupkan volumenya
sampai tanda batas. Kocok sampai merata, sampai percobaan dilakukan 4 kali dengan
sistem pengenceran.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Definisi kesetimbangan


Kesetimbangan kimia adalah suatu keadaan dimana tidak ada perubahan yang
teramati selama bertambahnya waktu reaksi. Jika suatu reaksi kimia telah mencapai
keadaan kesetimbangan maka konsentrasi reaktan dan produk menjadi konstan
sehingga tidak ada perubahan yang teramati dalam sistem. Meskipun demikian,
aktivitas molekul tetap berjalan, molekul-molekul reaktan berubah menjadi produk
secara terus menerus sambil molekul-molekul produk berubah menjadi reaktan
kembali dengan kecepatan yang sama.(Tim dosen, 2012)
Sedikit sekali reaksi kimia yang berjalan ke satu arah saja, kebanyakan adalah
reaksi dapat balik (reversible). Pada awal suatu reaksi dapat balik, reaksi berjalan
kearah pembentukan produk. Sesaat setelah produk terbentuk, pembentukan reaktan
dari produk juga mulai berjalan. Jika kecepatan reaksi maju dan reaksi balik adalah
sama, dan dikatakan bahwa kesetimbangan kimia telah dicapai. Hars diingat bahwa
kesetimbangan kimia melibatkan beberapa zat yang berbeda sebagai reaktan dan
produk.(Tim dosen, 2012)
Ada empat aspek dasar keadaan kesetimbangan, yaitu :
1. Keadaan kesetimbangan tidak menunjukkan perubahan makroskopik yang nyata.
2. Keadaan kesetimbangan dicapai melalui proses yang berlangsung spontan.

3. Keadaan kesetimbangan menunjukkan keseimbangan dinamik antara proses maju


atau balik.
4. Keadaan kesetimbangan adalah sama walaupun arah pendekatannya berbeda.
(Ratna dkk, 2008)
Macam-macam sistem kesetimbangan, yaitu :
1. Kesetimbangan dalam sistem homogen
a. Kesetimbangan dalam sistem gas-gas
Contoh: 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g)
b. Kesetimbangan dalam sistem larutan-larutan
Contoh: NH4OH(aq) NH4+ + OH-(aq)
2. Kesetimbangan dalam sistem heterogen
a. Kesetimbangan dalam sistem padat gas
Contoh: CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g)
b. Kesetimbangan sistem padat larutan
Contoh: BaSO4(s) Ba2+ + SO42-(aq)
c. Kesetimbangan dalam sistem larutan padat gas
Contoh: Ca(HCO3)2 CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g)(Ratna dkk, 2008)
II. 2 Asam dan Basa
Indikator asam basa terdiri dari beberapa sub materi penyusun, diantaranya
pengertian indikator asam-basa, kertas lakmus, kertas lakmus, penggunaan indikator
asam-basa dalam memperkirakan pH larutan, serta penggunaan indikator asam-basa
pada titrasi asam-basa. Sementara pada materi pH larutan asam-basa terdapat sub
materi kekuatan asam atau basa, tetapan kesetimbangan air, perhitungan konsentrasi
ion H+ atau OH-, pH larutan, serta stoikiometri larutan.(Lukman dkk)
a. Teori asam-basa Arrhenius

Pada tahun 1887 S. Arrhenius mengajukan suatu teori yang menyatakan bahwa
apabila suatu elektrolit melarut, sebagian dari elektrolit ini terurai menjadi partikel
positif yang disebut ion. Debye dan Huckel (1923) dan Onsager (1927) merevisi teori
ion yang telah disajikan Arrhenius.basa didefinisikan sebagai zat yang dapat bereaksi
dengan asam membentuk garam. Menurut Liebig asam adalah senyawa yang
mengandung hidrogen yang dapat diganti oleh logam.(Hiskia, 1996)
Asam adalah zat yang apabila dilarutkan dalam air terionisasi menghasilkan ion
H+ dalam larutannya.
Contoh :
HCl(aq) H+(aq) + Cl(aq)
CH3COOH(aq) H+(aq) + CH3COO(aq)
Basa adalah zat yang apabila dilarutkan dalam air terionisasi menghasilkan OH.
Contoh :
NaOH(aq) Na+ + OH(aq) (Tim dosen, 2012)

b. Teori asam-basa Bronsted-Lowry


Pada tahun 1923, Johannes Bronsted (Denmark) dan Thomas Lowry (Inggris)
mempublikasikan tulisan yang mirip satu-sama lain secara terpisah. Pendekatan teori

asam-basa Bronsted-Lowry tidak terbatas hanya pada larutan berair, tetapi mencakup
+
semua sistem yang mengandung proton (H ).(Utomo, 2008)
Menurut Bronsted-Lowry:

+
Asam: zat/senyawa yang dapat mendonorkan proton (H ) bisa berupa kation
atau molekul netral.

+
Basa: zat/senyawa yang dapat menerima proton (H ), bisa berupa anion atau
molekul netral. (Utomo, 2008)

Mengacu teori asam-basa Bronsted-Lowry akan terjadi transfer proton, maka


dikenal istilah pasangan asam-basa konjugasi.
HCl + NH3 NH4+ + Cl
asam 1

basa 1

asam 2

basa 2 (Utomo, 2008)

c. Teori asam-basa Lewis


Pada teori asam-basa Arrhenius tidak dijelaskan perilaku asam-basa dalam larutan
tidak berair dan pada teori asam-basa Bronsted-Lowry tidak diterangkan akan adanya
sistem yang tidak terprotonasi. G.N. Lewis, pada tahun 1923, mengemukakan teori asambasa dalam buku Thermodynamics and the Free Energy of Chemical Substances.

Menurut Lewis:
Asam: zat/senyawa yang dapat menerima pasangan elektron bebas dari
zat/senyawa lain untuk membentuk ikatan baru.
Basa: zat/senyawa yang dapat mendonorkan pasangan elektron bebas dari
zat/senyawa lain untuk membentuk ikatan baru. (Utomo, 2008)

Produk dari reaksi asam-basa Lewis merupakan senyawa kompleks. Proton


merupakan asam Lewis. Lewis mengembangkan reaksi asam-basa yang menyangkut
zat/senyawa yang tidak mempunyai atom H dalam senyawanya. Secara umum, reaksi
asam-basa Lewis terjadi apabila ada basa yang mendonorkan pasangan elektronnya
dan asam yang menerima pasangan elektron tersebut untuk membentuk ikatan baru.
Produk yang terjadi dari reaksi asam-basa Lewis disebut dengan senyawa kompleks
(adduct) dan ikatan yang terjadi adalah ikatan kovalen koordinasi. (Utomo, 2008)
Contoh sederhana dari reaksi asam-basa Lewis adalah reaksi pembentukan ion
hidronium dan ion amonium.(Utomo, 2008)
a) Pembentukan ion hidronium

b) Pembentukan ion amonium

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

III.1 Bahan percobaan


Bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu larutan asam formiat 0,1 M,
larutan asam cuka 0,1 M, aquades (air suling), kertas pH universal dan pH meter.
III.2 Alat percobaan
Alat yang digunakan dalam percobaan kesetimbangan asam basa adalah
erlemeyer 100 mL sebanyak 5 buah, pipet volume 10 mL sebanyak 2 buah, pipet
volume 25 mL sebanyak 2 buah, labu takar 100 mL sebanyak 5 buah, dan termometer
100oC sebanyak 1 buah.
III.3 Prosedur percobaan
Pada percobaan ini akan dicari derajat ionisasi, tetapan keseimbangan ionisasi
dari asam formiat dan asam cuka. Dalam percobaan ini telah disediakan larutan asam
formiat dan asam cuka dengan kepekatan tertentu.
1.a. Mengambil 5 ml larutan asam cuka 0,1 M memasukkan kedalam labu takar 50 ml
, menambahkan air suling sampai batas tanda. Mengocok sampai merata,
mengambil :
10 ml memasukkan dalam erlenmeyer, mengukur suhu dan pH
10 ml memasukkan dalam erlenmeyer, mengukur suhu dan pH
10 ml memasukkan dalam erlenmeyer, mengukur suhu dan pH

Masing-masing larutan yang diukur pHnya, ditetesi larutan petunjuk yang sesuai
pengukuran.
b. Mengambil 5 ml larutan asam cuka sisa dari percobaan tadi, memasukkan
kedalam labu takar 50 ml , menambahkan air suling sampai batas tanda.
Mengocok sampai merata, mengambil :
10 ml memasukkan dalam erlenmeyer, mengukur suhu dan pH
10 ml memasukkan dalam erlenmeyer, mengukur suhu dan pH
10 ml memasukkan dalam erlenmeyer, mengukur suhu dan pH
Masing-masing larutan yang diukur pHnya, ditetesi larutan petunjuk yang sesuai
pengukuran.
c. Mengambil 5 ml larutan asam cuka sisa dari percobaan b tadi, memasukkan
kedalam labu takar 50 ml , menambahkan air suling sampai batas tanda.
Mengocok sampai merata, mengambil :
10 ml memasukkan dalam erlenmeyer, mengukur suhu dan pH
10 ml memasukkan dalam erlenmeyer, mengukur suhu dan pH
10 ml memasukkan dalam erlenmeyer, mengukur suhu dan pH
Masing-masing larutan yang diukur pHnya, ditetesi larutan petunjuk yang sesuai
pengukuran.

d. Mengambil 5 ml larutan asam cuka sisa dari percobaan c tadi, memasukkan


kedalam labu takar 50 ml , menambahkan air suling sampai batas tanda.
Mengocok sampai merata, mengambil :
10 ml memasukkan dalam erlenmeyer, mengukur suhu dan pH
10 ml memasukkan dalam erlenmeyer, mengukur suhu dan pH
10 ml memasukkan dalam erlenmeyer, mengukur suhu dan pH
Masing-masing larutan yang diukur pHnya, ditetesi larutan petunjuk yang sesuai
pengukuran.
e. Mengambil 5 ml larutan asam cuka sisa dari percobaan d tadi, memasukkan
kedalam labu takar 50 ml , menambahkan air suling sampai batas tanda.
Mengocok sampai merata, mengambil :
10 ml memasukkan dalam erlenmeyer, mengukur suhu dan pH
10 ml memasukkan dalam erlenmeyer, mengukur suhu dan pH
10 ml memasukkan dalam erlenmeyer, mengukur suhu dan pH
Masing-masing larutan yang diukur pHnya, ditetesi larutan petunjuk yang sesuai
pengukuran.
2. Mengerjakan kembali seperti cara kerja a, b, c, d, dan e, gantilah asam cuka dengan
asam formiat.

BAB V
PENUTUP

V.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa :
1. Pengenceran suatu asam lemah dapat memengaruhi nilai pH, tetapan
kesetimbangan ionisasi, dan derajat ionisasi. Semakin banyak jumlah
pengenceran yang diberikan maka semakin rendah harga konsentrasi suatu
larutan asam lemah, dan hal ini menyebabkan tingginya nilai pH larutan itu.
2. Larutan asam lemah yang telah diketahui nilai pHnya. Maka dapat pula dicari
nilai derajat ionisasi larutan itu.
3. pH larutan asam lemah dapat ditentukan kertas pH universal.

V. 2 Saran
V.2.1 Saran untuk laboratorium
Sebaiknya dapat menambah jumlah alat yang diperlukan untuk melakukan
praktikum agar praktikan dapat melakukan percobaan dengan waktu yang lebih
efisien.
V.2.2 Saran untuk asisten
Mengamati para praktikan dalam melakukan percobaan agar kesalahan dalam
melakukan percobaan dapat diminimalisir.

V.2.3 Saran untuk percobaan


Tetap menggunakan alat pelindung diri saat melakukan percobaan agar
kemungkinan terjadinya kecelakaan di laboratorium dapat dikurangi.

BAGAN KERJA

A. Asam Formiat

HCOOH 0,1 M
Diencerkan dengan konsentrasi 0,01 M, 0,001 M, 0,0001
M, 0,00001 M dalam labu ukur 50 mL
Diteteskan kedalam plat tetes
Dicelupkan kertas lakmus
Dicatat pH dan suhunya

DATA

DAFTAR PUSTAKA

Achmad.Hiskia.Drs, 1996, Penuntun Belajar Kimia Dasar Kimia Larutan, PT. Citra
Aditya Bakti, Bandung
Ediati Ratna, 2008, kimia untuk sekolah menengah kejuruan jilid 1, Direktorat
pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Lukman Muhammad dkk, Identifikasi Tingkat, jenis dan faktor-faktor penyebab
kesulitan siswa dalam memahami materi indikator dan pH larutan asam basa.
Universitas Negeri Malang
Utomo.Pranjoto, 2008, Makalah pengabdian pada masyarakat Teori asam basa.,
Purworejo
Zakir Muhammad, 2012, Kimia Dasar Tim Dosen Kimia Universitas Hasanuddin,
UPT MKU UNHAS.Makassar

B. Asam asetat
CH3COOH 0,1
M

Diencerkan dengan konsentrasi 0,01 M, 0,001 M, 0,0001


M, 0,00001 M dalam labu ukur 50 mL
Diteteskan kedalam plat tetes
Dicelupkan kertas lakmus
Dicatat pH dan suhunya

DATA