Anda di halaman 1dari 27

ISU BIOETIKA DALAM

KEDOKTERAN
REPRODUKSI

NASRUDIN ANDI MAPPAWARE*


*Center for bioetichs ; Bagian Obgin FK UMI/UNHAS ; Jar. Bioetika Nasional

BIO-ETIKA
(ETIKA BIOMEDIS)
Suatu studi interdisipliner masalah yang
timbul sebagai dampak penerapan
perkembangan IPTEK-Dok & Biologi pada
sistem nilai, psiko-sosial-kultural, politik,
hukum dan agama di masyarakat luas,
saat ini dan dimasa yang akan datang.

Perkembangan IPTEK-Dok
& Biologi
Perkembangan Hak-Hak Azasi
manusia (HAM) :

Pemicu

Liberalisme
Otonomi
Emansipasi
Anti kemapanan (Establishment)
dan Otoritas (Authority)

Materi Perkembangan IPTEK- Dok & Biologi


Kontrasepsi (pengendalian populasi)

Abortus provokatus
Prokreasi (fertilitas in vitro)
Rekayasa genetik
Transplantasi organ tubuh
Electronic life support device

Euthanasia
Pengendalian perilaku manusia (psychosurgery)
Dll.

Jenis
Alamiah (siklus mens., interuptus & abstinensia)
Hormonal (pil, susuk)
Kondom, pessarium
Sterilisasi (vasektomi & tubektomi)
IUD

KONTRA
SEPSI

Positif

Pengendalian angka kelahiran


Pengendalian angka abortus
provokatus?

Dampak :

Negatif
Free sex (pergaulan bebas)
Nilai keperawanan

STD
Komplikasi

Jenis
Spontan (keguguran)
Provokatus (pengguguran)
Indikasi ibu; indikasi anak; indikasi sosial ekonomi

Legalisasi
Dapat dikontrol/ awasi
hormati hak azasi wanita

ABORTUS

Aspek
Hukum

Belum merupakan insan


(kehamilan kurang dari tiga bulan)

Ilegal
Melanggar sumpah dokter

Hak azasi janin


Pembunuhan

Pemicu
Perkembangan teknologi kedokteran
(Fetoskopi, USG, amniosintesis)

Seksual
Alami
Inseminasi
Fertilitas in Vitro

Jenis

Aseksual
Kloning

Positip

PROKREASI

Menolong pasangan infertil

Dampak

Negatif

Bank sperma & sel telur


Pelanggaran etik
(pemusnahan embrio)

Sewa rahim
Produksi manusia & janin

Jenis :
Autograft
Isograft
Homograft (allograft)
Heterograft (xenograft)

TRANSPANTASI
ORGAN

Positif
Perpanjangan hidup

Dampak

Negatif
Jual beli (bisnis) organ tubuh
Perubahan kriteria mati
Ternak janin (organ anak cacat)

ELECTRONIC LIFE
SUPPORT DEVICE
DAMPAK

JENIS
Hemodialisis

Pacu Jantung
Respirator
ICU - ICCU

Positif
Perpanjangan

hidup

Negatif
Euthanasia

Penundaan Kematian,
perpanjangan hidup yang tidak
berkualitas (penundaan kematian)
Pertolongan yang mubazir (Futile)
Beaya tinggi (High cost)
Kriteria mati

REKAYASA
GENETIK

DAMPAK POSITIF
Pemetaan gen
Terapi gen
Bibit unggul

(Tumbuh-tumbuhan & binatang)

DAMPAK NEGATIF
Penciptaan manusia super

REKAYASA GENETIKA
Molekul terkecil yang membawa ciri khas
sesuatu individu (materi informasi genetik)

GENA
(Gen)

Terdiri atas untaian DNA


(Deoksiribo Nukleatik Acid)
Jumlah 30.000 50.000 gen
(3 milyar untaian DNA (A, C, G dan T)
Dana 3 milyar dolar atau
30 trilyun rupiah

Dapat menghasilkan bibit unggul


POSITIF

DAMPAK
REKAYASA
GENETIKA
NEGATIF

Dapat disalahgunakan untuk tindakan


yang dapat bertentangan dengan
moralitas
Melanggar hak prerogatif Tuhan
(Contoh : Teori Einsten tt tenaga atom)

Manipulasi Gen
Human genome project : national genome research
Institute, jati diri manusia
Pemetaan gen (1 Oktober 1989) identifikasi 100.000 gen
dalam waktu 15 tahun (telah selesai tahun 2003)
Identifikasi fungsi seluruh gen: 50 tahun
Dampak keberhasilan proyek tersebut adalah dapat
merakit manusia

Tahun 1970 ditemukan enzim yang dapat memotong dan


menyambung untaian DNA (Enzim Retriksi Endonuklease
dan Enzim Ligase)

Nama lain
(Sel bibit, sel tandan, sel batang, sel tunas, sel
pluripotent)

Potensi
Sanggup berkembang menjadi berbagai jenis sel
penyusun tubuh manusia (lebih dari 200 jenis sel)

Sel Induk
(Stem cell, sel
Omnopotent)

Sumber :
Sel embrionik (hasil konsepsi sperma dan ovum) dan
sunsum tulang belakang, gigi susu anak dan darah tali
pusat bayi)

Penggunaan :
Sel induk dikembangkan dalam cawaan petri sampai 5
14 hari selanjutnya biakan sel tersebut disuntikkan
pada organ yang rusak atau sakit. Sel induk akan
tumbuh sesuai dengan jaringan yang rusak untuk
menggantikan alternatif transplantasi organ)

MASALAH ETIKA
(Berkembang ke arah kloning)

AGAMA :
Riset pengembangan sel induk

PENGEMBANGAN
HAMBATAN
KATOLIK TIDAK SETUJU:
Kehidupan dimulai sejak saat pembuahan

ISLAM :
Kehidupan dimulai sejak ditiupkan ruh pada
kehamilan 120 hari (sebelum empat bulan
baru pembentukan fisik/ jasad saja)

ABORTUS
Batasan : Terminasi kehamilan sebelum janan
dapat hidup diluar rahim (kurang 28 minggu)

PEMERAN SENTRAL

Ibu

Anak (Janin)

Etiologi
Tak dikehendaki

Etiologi
Kemampuan Ibu

Hamil di luar nikah

Usia muda

KB gagal

Gangguan mental

Ketidaktahuan
Hamil perkosaan

(Gila cacat)

Tak dikehendaki
Anak cacat (Aib
keluarga, beban masy.
& negara, masa depan
anak)

Sosial ekonomi ?
Banyak anak ?

Manfaat etiologi identifikasi : Preventif & mengatasi bila telah terjadi

Isu Polemik
Hak Azasi Ibu

Hak Hidup Janin


Saat tejadinya kehidupan insani (ruh, persona,

individu)
Konsep moralitas (pembunuhan tanpa alasan

yang dibenarkan oleh agama dan hukum):


deon- & teleontologi

LEGALISASI ABORTUS
PROVOKATUS
Pros

Cons

Liberalis

Hak hidup janin

Moralitas

Pembunuhan tanpa alasan sah

Hamil perkosaan (stres


berkelanjutan- gangguan
mental fisik sosial &
kebencian terhadap anak
setelah lahir)
Ibu psikosis (gila)
Frek. morbiditas dan mortalitas
abortus berkurang

agama, hukum

Langgar sumpah & etika


Resiko hamil lahir lebih sedikit
daripada abortus prov.
Konsekuensi kenikmatan seksual
yang dilakukan
Supaya berhati-hati & tdk terulang lagi
Legalisasi abortus prov. Sama dengan
legalisasi judi dan prostitusi

Strategi
Yang perlu dibuat bukan undang-undang legal/ ilegal
tetapi tata-laksana abortus prov., karena jelas
abortus prov. indikasi ibu (ancam jiwa ibu) telah
disetujui (pemerintah dan agama)
Diskripsi tentang kondisi kesehatan ibu (ancaman jiwa,
stres berat, psikosis, berbagai teknik kontrasepsi telah

dicoba tetap hamil & lainnya)


Diskripsi tentang :
Perkosaan : surat polisi atau keputusan pengadilan

Kriteria tentang:
Perkosaan : keterangan polisi, keputusan pengadilan
Psikosis : Keterangan dokter jiwa

Kegagalan terus KB dari dokter spes. kandungan

Pelaksanaan
Di rumah sakit yang memenuhi syarat
Oleh dokter spesialis kandungan
Didahului dengan proses konseling (psikolog, ulama/
rohaniawan)
Konseling pasca abortus prov. beserta suami, dan keluarga

Pengertian :
sperma dan sel telur ditemukan di
luar tubuh setelah terjadi konsepsi
(tumbuh) dimasukkan dalam rahim

KONSEPSI
IN VITRO
(KIV)

Objek :
Pasangan invertil (mandul)
Tuba uterina tersumbat (fihak wanita)

1. Inseminasi buatan
Sperma disemprotkan ke rahim

2. Gamet intra fallopian transfer (Gift):


Hampir sama KIV, hanya konsepsi
diharapkan terjadi di saluran telur
UPAYA ATASI
INVERTILITAS

3. Konsepsi in vitro (bayi tabung) :


Keberhasilan 20% PC Steptoe & RG
Edwards (1970) Penemu, bayi
tabung lahir pertama : 1977 Louis
Brown embrio yang ditumbuhkan
sedikitnya 10, yang dimasukkan
rahim 2 4 embrio

BIOETIKA
Bila sperma tidak berasal dari
suami (donatur, bank sperma)

Nasib
Sel telur yang telah dibuahi (embrio)
dibekukan (disimpan) ? suhu sampai 196
(1000 Th.) didonasikan pasangan lain?
dibuang ?

Dibekukan :
Hak milik siapa?
Pemilik buat wasiat (hukum)
Bila dianggap telah jadi manusia perlu dibaptis? (agama katolik)

Didonasikan : ke pasangan lain?


(agama, hukum, sosial, psikologi, moral)

Kepentingan penelitian ? (mis.: terapi gen cacat bawaan)

1. Isteri menderita penyakit,


dilarang hamil

RAHIM
PINJAMAN

2. Rahim isteri telah


diangkat (histerktomi)

3. Wanita ingin punya anak


tetapi tidak mau hamil
(jaga kecantikan, tak mau
repot)

MASALAH
DIKOMERSIALISASIKAN

HUKUM

Secara hukum anak sah dari yang mengandung, UU


perkawinan: tak persoalkan asal benih, dilahirkan dari
perkawinan yang sah, analisis DNA : (Biologis), anak
tersebut milik yang punya sperma dan sel telur, warga
negara : bila yang punya rahim sewaan lain warga
negaranya dengan orang tua biologis

PERLU DIBUAT
UNDANG UNDANG
KHUSUS

WASSALAM
THANK YOU