Anda di halaman 1dari 4

SOP MYALGIA

Dinas Kesehatan
Kabupaten
Lampung Selatan

No. Dokemen : 800 /


Tanggal terbit :

SOP UKP
No. Revisi
Definisi

Etiologi

Patofisiologi

/ SOP /UKP/ II / 2016


Februari 2016

UPT Puskesmas Karang Anyar

Disetujui Oleh
Ka UPT Puskesmas
Karang Anyar
SUDIBYO, SKM
NIP.19620518 198502 1 002

Nyeri otot (Myalgia) adalah suatu istilah umum untuk suatu gejala yang
disebabkan berbagai kelainan dan kondisi medis. Penyebab yang paling
sering disebabkan oleh ketengangan (kontraksi) yang berlebihan, saat latihan
atau bekerja
-

Overuse (Berlebihan)
Injury (cedera)
Autoimune (Autoimun)
Metabolic Defect (Kelainan Metabolik)
Withdrawal Syndrome (Sindrom Penarikan)
Gejala umum nyeri otot ini, disamping rasa sakit adalah
pembengkakan pada otot, setelah latihan yang menyebabkan nyeri yang
sangat parah, otot tampak lebih besar dari sebelumnya. Namun ini terjadi
bukan karena masa otot yang meningkat, tetapi lebih karena otot
mengalami peradangan sebagai respon terhadap kerusakan mikroskopis
pada otot.
Peranan Asam Laktat Pada Otot.
Asam laktat sangat penting karena memungkinkan tubuh untuk
mengubah glikogen menjadi energi tanpa perlu kehadiran oksigen, seperti
glikolisis aerobik normal (proses dimana tubuh menggunakan glikogen
untuk energi). Dengan mengubahnya menjadi asam laktat dan bukannya
ATP seperti biasa, ketika tidak ada oksigen yang banyak tersedia,
memungkinkan proses glikolisis untuk berlangsung selama beberapa
menit, bukan hanya beberapa detik. Setelah tubuh memiliki cukup
cadangan oksigen, glikogen dapat kembali dikonversi ke ATP dan asam
laktat dapat dikonversi kembali menjadi glukosa oleh hati dan jaringan
lain yang akan digunakan kemudian. Hal ini membuat penggunaan
glikogen jauh lebih efisien ketika tubuh kekurangan pasokan oksigen.
Bagaimana otot menggunakan asam laktat sebagai bahan bakar adalah
sebagai berikut. Sel-sel otot mengkonversi glikogen menjadi asam laktat
ketika tidak ada cukup oksigen untuk mengubahnya menjadi adenosine
trifosfat (ATP). Asam laktat kemudian dapat digunakan sebagai bahan

bakar oleh mitokondria, yang merupakan penghasil energi dalam sel


otot.Pelatihan ketahanan secara intens dapat meningkatkan masa
mitokondria dalam sel otot lebih dari dua kali lipat yang dapat membantu
otot dalam kemampuan untuk menggunakan asam laktat sebagai bahan
bakar. Hal ini memungkinkan otot-otot untuk bekerja lebih keras dan
lebih lama dalam situasi cadangan oksigen rendah. Jadi salah satu alasan
atlet terlatih dapat tampil lama saat bertanding adalah karena pelatihan
intensif mereka sebenarnya memungkinkan otot-otot untuk menyerap
asam laktat lebih cepat dan lebih efisien karena masa mitokondria yang
lebih besar.

Ada beberapa jenis nyeri otot yang kerap terjadi, yaitu :


Klasifikasi

Fibromyalgia, Myofascial pain, Nyeri otot pasca latihan (post

Myalgia

exercise muscle soreness) dan nyeri otot akibat penggunaan


yang berlebihan (overuse injury)
Fibromyalgia
Istilah lainnya yaitu remetik otot, adalah suatu
penyakit yang ditandai dengan gejala berupa nyeri otot
yang luas, yaitu paling sering pada tengkuk, punggung
atau pinggang. Terdaapat beberapa titik nyeri pada
area tersebut, biasanya 11-18 titik yang disebut
sebagai tender point, dimana titik tersebut sangat nyeri
bila ditekan tetapi nyeri yang ditimbulkan tidak
menjalar. Keluhan dirasakan lebih dari 3 bulan,
disertai adanya gejala gangguan tidur dan kekakuan
pada pagi hari. Sifat nyeri berupa pegal, panas, rasa
seperti terbakar, dapat disertai rasa kesemutan dan
baal. Penyebab penyakit ini masih belum diketahui
dengan pasti, tetapi masih berhubungan dengan proses
hormonal, sistem kekebalan tubuh dan faktor
ketegangan jiwa. Penyakit ini penyebab penurunan
fungsi yang cukup serius dan menyebabkan penurunan
kualitas hidup.

Myofascial pain
Suatu penyakit yang mirip fibromyalgia, tetapi
perbedaannya pada myofascial pain ditemukan titik
nyeri yang lebih sedikit dan jika ditekan timbul rasa
nyeri yang menjalar ke area tubuh lain. Penyakit ini
lebih mudah disembuhkan dengan penanganan yang
tepat dibandingkan fibromyalgia. Penyebab penyakit
initerutama disebabkan karena kesalahan postur atau
posisi tubuh dalam waktu lama dan ketegangan emosi.

Post exercise muscle soreness (nyeri otot pasca


latihan)
Nyeri timbul pada otot yang banyak melakukan
aktivitas olahraga, yang dapat timbul langsung pasca
olahraga. Nyeri otot yang timbul beberapa jam sampai
beberapa hari pasca olahraga tersebut disebut delayed
onset muscle soreness. Penyebab nyeri ini ada
beberapa hal, yaitu: penumpukan sisa pembakaran
atau metabolism otot yang disebut asam laktat,
kekurangan oksigen pada otot yang aktif, serta
pengaruh suhu tubuh yang meningkat pada saat
olahraga. Biasanya nyeri akan hilang dengan
sendirinya setelah 5-7 hari.

Overuse injury
Nyeri otot yang terjadi akibat beberapa hal, yaitu :
digunakan berulang dalam waktu lama, digunakan
dalam posisi yang salah dalam waktu yang lama,
akibat getaran atau akibat penggunaan dengan
kekuatan ysng besar.

Diagnosis

Anamnesis
1) Lokasi/daerah nyeri
2) Riwayat pemakaian otot/aktivitas berlebihan
3) Riwayat aktivitas yang membuat otot kontraksi terus
menerus dalam waktu yang singkat
4) Riwayat aktivitas berulang

Pemeriksaan Fisik
1) Nyeri tekan
2) Penekanan yang menimbulkan nyeri alih ( referred
pain)
3) Jika ditemukan reffered pain, hal tersebut dapat berupa
gejala klinis dari penyakit lain

Penatalaksanaan

Penting untuk mencari penyakit yang menyebabkan


gejala myalgia ( mis: hipertensi, asam urat, ISPA,
infeksi lain ) untuk kemudian diobati berdasarkan

penyakit yang mendasarinya.


Posisikan otot secara relaksasi, misalnya jika otot
lengan yang nyeri, jangan mengangkat tangan

melawan gravitasi
Mengistirahatkan otot yang sakit dan banyak minum

air putih
Berikan obat-obatan anti nyeri sistemik, misalnya
asetamenofen/paracetamol atau golongan NSAID
(mis: ibuprofen, natrium diklofenak, pirosikam,
aspirin, asam mefenamat, dll)