Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kata akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseoang yang didorong
oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik.
Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa arab yang
berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat. Menurut 3 pakar bidang akhlak yaitu Ibnu
Miskawih, Al Gazali, dan Ahmad Amin menyatakan bahwa akhlak adalah perangai
yang melekat pada diri seseorang yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpa
mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu.
Akhlak merupakan tiang yang menopang hubungan baik antara hamba dengan
Allah SWT(habluminallah) dan antara sesama manusia (habluminannas). Akhlak
yang baik akan hadir pada diri manusia dengan proses yang panjang, yaitu melalui
pendidikan akhlak. Pendidikan akhlak yang dibawa oleh Islam merupakan sesuatu
yang benar dan tidak ada kekurangannya. Pendidikan akhlak yang ditawarkan Islam
berasal langsung dari Allah SWT yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW
melalui Malaikat Jibril dengan Al Quran dan Sunnah kepada umat Rasulullah.
Rasulullah SAW sebagai teladan yang paling baik memberikan pengetahuan
akhlak kepada keluarga dan para sahabat Rasulullah SAW, sehingga orang-orang
dekat Rasulullah SAW mampu memilik akhlak yang tinggi di hadapan umat lain dan
akhlak mulia di hadapan Allah.
Pandangan bahwa kehidupan dengan landasan akhlakadalah sesuatu yang
kuno dan ketinggalan zaman serta jauh dari kemoderan harus kita hapuskan dari
pemikiran kita. Kemunduran moral yang terjadi di seluruh penghujung dunia
seharusnya menjadi keprihatinan sendiri bagi seluruh umat. Semestinya manusia sadar
dan kembali kepada fitrahnya sebagai manusia yang diciptakan Allah dengan akhlak
yang mulia. Orang yang paling sempurna keimanannya adalah orang yang baik
akhlaknya. Akhlak Ialam yang mulia ini akan membawa umat untuk selamat hidupnya
di dunia dan akhirat.
B. Manfaat
1. Meningkatan perilaku akhlaqul karimah di setiap kalangan mahasiswa/i
2. Mendekatkan diri pada Allah SWT.
3. Meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.
BAB II
STUDI PUSTAKA

A.

Pengertian Akhlak Islam


Kata akhlak berasal dari bahasa Arab khuluq yang jamaknya akhlak. Menurut

bahasa, akhlak adalah peragai, tabiat, dan agama. Kata tersebut mengandung segi-segi
persesuaian dengan perkataan khalq yang berarti kejadian, serta erat hubungannya
denga kata khaliq yang berarti Pencipta dan makhluK yang berati yang
diciptakan (Rosihon Anwar 2010:11).
Khuluq adalah ibarat dari kelakuan manusia yang membedakan baik dan buruk, lalu
disenangi dan dipilih yang baik untuk dipraktekkan dalam perbuatan, sedang yang
buruk di benci dan dihilangkan. (Marzuki 2012:173 (Ainan, 1985:186).
Terkadang defini akhlak (moral) sebagaimana disebutkan atas dalam batas-batas
tertentu berbaur dengan definisi kepribadian, hanya saja perbedaan yang pokok antara
keduanya sebagai berikut:
-

Moral lebih terarah pada kehendak dan diwaranai dengan nilai-nilai.

Kepribadian mencakup pengaruh fenomena sosial bagi tingkah laku.

Demikian para pakar ilmu-ilmu sosial mendefinisikan akhlak (moral). Ada sebuah
definisi ringkas yang bagus tentang akhlak (moral) dalam kamus la Lande, yaitu
moral mempunyai empat makna berikut:
1)

Moral adalah sekumpulan kaidah bagi perilaku yang diterima dalam satu zaman

atau oleh sekelompok, buruk, atau rendah.


2)

Moral adalah sekumpulan kaidah bagi perilaku yang dianggap baik berdasarkan

kelayakan bukannya berdasarkan syarat.


3)

Moral adalah teori akal tentang kebaikan dan keburukan, ini menurut filsafat.

4) Tujuan-tujuan kehidupan yang mempunyai warna humanisme yang kental yang


tercipta dengan adanya hubungan-hubungan sosial. (Ali Abdul Halim mahmud, 2004:
27).
Baik dan buruk akhlak manusia sangat tergantung pada tata nilai yang dijadikan
pijakannya. Abul Ala al-Maududi membagi sistem moralitas menjadi dua. Pertama,
sistem moral yang berdasar kepada kepercayaan kepada Tuhan dan kehidupan setelah
mati. Kedua, sistem moral yang tidak mempercayai Tuhan dan timbul dari sumbersumber sekuler (Marzuki, 2013:175 (al-Maududi, 1971:9)
Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang,
sehingga telah menjadi kepribadiannya. Jika kita mengatakan bahwa si A misalnya
sebagai orang yang berakhlak dermawan, maka sikap dermawn tersebut telah

mendarah daging, kapan dan di manapun sikapnya itu dibawanya, sehingga menjadi
identitas yang membedakan dirinya dengan orang lain. Jika si A tersebut kadangkadang dermawan dan kadang-kadang bakhil, maka si A tersebut belum dapat
dikatakan sebagai seorang yang dermawan. Demikian juga jika kepada si B kita
mengatakan bahwa ia termasuk orang yang taat beribadah, maka sikap taat beribadah
tersebut telah dilakukannya di manapun ia berada.
a.

Ibnu Maskawaih(941-1030 M)

: .
, , ....
.
Artinya :
keadaan jiwa seseorang yang mendorong untuk melakukan perbuatan-perbuatan
tanpa melalui pertimbangan pikiran terlebih dahulu. Keadaan ini terbagi dua, ada
yang berasal dari tabiat aslinya adapula yang diperoleh dari kebiasaan berulangulang. Boleh jadi,pada mulanya tindakan itu melalui pikiran dan
pertimbangan,kemudian dilakukan terus menerus,maka jadilah suatu bakat dan
akhlak.
b.

Imam Al-Ghazali (1055-1111 M)

.
Artinya :
akhlak adalah daya kekuatan (sifat) yang tertanam dalam jiwa yang mendorong
perbuatan-perbuatan yang spontan tanpa memerlukan pertimbangan pikiran.